FF/ UN.TITLED/ BTS-BANGTAN/ pt. 7


Title: Un.Titled

Author: Choco96

Genre: Romance, Sad, Friendship, School-Life, Family

Length: Chapters

Rating: PG-17

Main Cast: Jung Merry (OC) || Jeon Jungkook (BTS) || Kim Taehyung (BTS) || Min Yoongi (BTS)

Support Cast: Yoon Mirae (OC) || Park Jimin (BTS)

Disclaimer:  100% hasil dan punya saya. Chara idol milik Tuhan, keluarganya, dan agensi masing-masing! Please, Don’t be silent readers. Don’t be plagiarist ppl!

Summary:

Karenamu, aku harus memilihmu, suka tidak suka.

-Yoongi

 

WARNING! Terdapat typo. Terdapat flashback tiba-tiba.

 

 

Continue reading

FF/ A P O L O G Y/ iKON-EXO/ pt. 6


New poster APOLOGY

Author : @intanelfs

Tittle : A P O L O G Y

Range : Sad,Romance,School life,Family

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini hanya fiktif belaka yang berdasarkan pemikiran murni dari otak saya sendiri,jika kalian menemukan FF dengan cast yang sama,cerita yang sama,itu hanya kebetulan,dan saya minta maaf saya tidak tahu menau mengenai hal itu dan mohon di maklumi, Posted On https: http://exofanfictionindonesia.wordpress.com/

Rating : PG 16-17

Cast :

– Han Jia (OC/readers)

– Byun Baekhyun (EXO)

-Kim Hanbin (IKON)

– Other cast

 

Author NB :    # Happy Reading J

# NeedComment

# JustComment

#Typo Every Where

 

 

Continue reading

FF/ OMO!/ BTS-BANGTAN/ pt. 3


AUTHOR: NatanielGema

Title : OMO!  Part 3

Genre : romance, sad , school life , comedy *maybe

Cast

  • Jung Sang In ( you) *nama karang author
  • Jessica (Jessica jung)
  • Park Eun Mun (your bestfriend) *nama karangan author
  • Jeon Jungkook a.k.a Jungkook
  • Min Yongi a.k.a Suga
  • Yesung
  • Namjoon a.k.a Rapmons
  • Taemin (shinee)

Other

  • Member BTS
  • Member Super Junior

Cerita ini original fantasy otak Author, ! Hati-hati banyak TYPO!.  Heheheh terima kasih udah baca ff amburadul ku ini…..Terima kasih . comment yang banyak ya … biar semangat ngelanjutinya….^^

 

***

 

Continue reading

FF/ A P O L O G Y/ iKON-EXO/ pt. 5


New poster APOLOGY

Author : @intanelfs

Tittle : A P O L O G Y

Range : Sad,Romance,School life,Family

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini hanya fiktif belaka yang berdasarkan pemikiran murni dari otak saya sendiri,jika kalian menemukan FF dengan cast yang sama,cerita yang sama,itu hanya kebetulan,dan saya minta maaf saya tidak tahu menau mengenai hal itu dan mohon di maklumi, Posted On https://fanfictionside.wordpress.com/

Rating : PG 16-17

Cast :

– Han Jia (OC/readers)

– Byun Baekhyun (EXO)

-Kim Hanbin (IKON)

– Other cast

 

Author NB :    # Happy Reading J

# NeedComment

# JustComment

#Typo Every Where

Continue reading

FF/ YOU’RE MY ANGEL/ BANGTAN-LOVELYZ-INFINITE/pt. 2


YOU'RE MY ANGEL

Title : You’re My Angel [Chapter 2]

Author : Kim Ara

Cast : Jeon Jungkook (BTS), Jung Yein (Lovelyz), Kim Taehyung (BTS), Lee Sujeong a.k.a Babysoul (Lovelyz) as Jung Sujeong, Kim Sunggyu (Infinite)

Genre : Romance, Sad (?), Fantasy, School-life

Rated : PG 15

Length : Chapter

 

Disclaimer : I own nothing except the storyline. Don’t copy or share this story without permision. Happy reading ^^

Continue reading

FF/ YOU’RE MY ANGEL/ BANGTAN-LOVELYZ-INFINITE/pt. 1


YOU'RE MY ANGEL

Title : You’re My Angel [Chapter 1]

Author : Kim Ara

Cast : Jeon Jungkook (BTS), Jung Yein (Lovelyz), Kim Taehyung (BTS), Lee Sujeong a.k.a Babysoul (Lovelyz) as Jung Sujeong, Kim Sunggyu (Infinite)

Genre : Romance, Sad (?), Fantasy, School-life

Rated : PG 15

Length : Chapter

 

 

Disclaimer : I own nothing except the storyline. Don’t copy or share this story without permision. Happy reading ^^

 

 

Summary : Malaikat? Aah…mana mungkin seorang malaikat seperti aku.

 

Continue reading

FF/ A P O L O G Y/ iKON-EXO/ pt. 4B


New poster APOLOGY.jpg

Author : @intanelfs

Tittle : A P O L O G Y

Range : Sad,Romance,School life,Family

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini hanya fiktip belaka yang berdasarkan pemikiran murni dari otak saya sendiri,jika kalian memnemukan FF dengan cast yang sama,cerita yang sama,itu hanya kebetulan,dan saya minta maaf saya tidak tahu menau mengenai hal itu dan mohon di maklumi, Posted On https://fanfictionside.wordpress.com/

Rating : PG 16-17

Cast :

– Han Jia (OC/readers)

– Byun Baekhyun (EXO)

-Kim Hanbin (IKON)

– Other cast

 

Author NB :    # Happy Reading J

# NeedComment

# JustComment

#Typo Every Where

Continue reading

FF/ DARK BLUE DREAMCATCHER/ BTS-BANGTAN/ pt. 8


PicsArt_1455445456391

Author : AL lee

Title : DARK BLUE DREAMCATCHER

Cast :

  • Jang Woo Ren (OC)
  • Min Yoongi
  • Jung Hoseok
  • Park Jimin
  • Kim Soekjin
  • Kim Namjoon
  • ect

Genre : School life, romance, comedy(?), sad(?)

Author pov

“AAAAAA!” gadis itu berteriak sekencang-kencangnya karena merasakan ada sesuatu yang menggerayangi paha mulusnya yang terbuka karena dia memakai celana pendek saat ini.

Gadis itu segera berdiri. Yoongi juga ikut berdiri, laki-laki itu nampak kesal karena Wooren berteriak dengan keras di depan wajahnya.

“Aish, YA! Apa sih yang kau lakukan?! Kenapa kau berteriak seperti itu?”

Nafas Wooren sedikit tersengal karena berteriak tadi. Matanya menelusuri tempat yang tadi didudukinya , bahkan dia mengedarkan pandangannya ke kaki-kaki dan kolong sofa, juga ke tempat yang tadi Yoongi duduki.

“Hooh! Igo!” gadis itu menunjuk sesuatu, “Aigoo… kau jorok sekali Min Yoongi! Ada kecoa di apartemenmu, iiuh!”

Yoongi melihat ke arah yang ku tunjuk, dia sepertinya terkejut. Kecoa itu bergerak cepat ke arah Wooren, sontak gadis itu berteriak dan tanpa dia sadari dia memeluk Yoongi dengan erat dari samping. Seperti tidak peduli pada ketakutan yang sedang gadis itu rasakan Yoongi malah nampak menikmatinya. Yoongi tersenyum menatap gadis yang sedang memeluknya sambil melihat kecoa yang ada di lantai apartemannya. Gadis itu tidak menyadari sikap Yoongi karena terus memperhatikan gerak-gerik kecoa itu. Wooren sangat benci pada hewan cokelat berkaki enam dengan bulu-bulu halus dai kakinya itu, hewan itu teramat sangat menjijikan baginya.

Wooren menoleh ke arah laki-laki yang lehernya sedang terkalungi oleh tanagnnya itu. Melihat laki-laki itu tersenyum seketika ekspresi wajah Wooren berubah. Dia menyadari tingkah laki-laki itu, tapi sepertinya dia belum menyadari posisinya saat ini. Masih dalam posisi Wooren yang mengalungkan tangannya ke leher Yoongi, Yoongi melingkarkan kedua tangannya memeluk pinggang ramping gadis itu sambil tetap tersenyum padanya. Sekarang mereka jadi saling berhadapan.

“Lebih baik seperti ini. Ini adalah posisi yang tepat untuk berciuman.”

Mata gadis itu hampir keluar karena memelototi Yoongi. Tapi laki-laki itu malah mendekatkan wajahnya ke awajah gadis di hadapannya.

“YA! Kau ini masih saja berusaha menciumku di saat seperti ini?!” gadis itu melepaskan tangannya dari leher Yoongi

Dia mendorong tubuh Yoongi agar menjauh darinya. Tapi laki-laki itu malah mengencangkan pelukannya pada pinggang Wooren, bahkan dia menarik tubuh gadis itu agar lebih mendekat dengannya.

“HUUAAA!” gadis melompat-lompat dan berhasil melepaskan dirinya dari Yoongi

Sebenarnya gadis itu melompat karena dia merasakan kaki-kai kecil yang merayap di kakinya, apa lagi kalau bukan kecoa yang tadi?

“Haaa Yoongi, usir kecoa itu dari apartemenmu! Kalau perlu bunuh saja diaaa…”

Yoongi tertawa melihat tingkah gadis yang biasanya terlihat dingin itu. Yoongi benar-benar tak percaya gadis itu bisa seperti ini hanya karena seekor kecoa. Yoongi segera mengambil sapu dan saupan sampah lalu menyaup kecoa itu dan membawanya keluar.

Cukup lama Yoongi berada di luar. Gadis itu segera ke kamar mandi untuk mencuci kaki dan juga pahanya yang tadi sempat dirayapi kecoa itu. Setelah selasai mencucuinya dia tak lupa mengeringkan pahanya dengan handuk kecil yang ada di kamar mandi. Gadis itupun keluar dari kamar mandi denga wajah kesalnya. Ya, dia masih kesal setengah mati dengan kecoa itu. Dan bahkan Yoongi masih sempat-sempatnya berusaha menciumnya di saat seperti itu.

“Aku sudah mengeluarkannya dari apartemenku, aku juga sudah menyemprotnya dengan cairan pembasmi serangga. Sekarang dia sudah mati.”

“Baiklah. Sana kau cuci tanganmu!”

“Kenapa itu harus? Akukan tidak menyentuhnya.”

“Tetap saja itu jorok, kecoa itu sangat menjijikan. Cepat cuci tanganmu!”

“Arraso… arraso.”

Setelah selesai mencuci tangannya Yoongi keluar dari kamar mandi dan menghampiri Wooren yang sekarang duduk di sofa. Wajahnya masih menampakkan kekesalan. Dia duduk di samping gadis yang sedang terdiam itu.

“Sekarang sudah tidak ada pengganggu. Jadi bisakah kita melanjutkannya?”

Dengan cepat Wooren menoleh ke arah Yoongi dan memberikan death glarenya. Yoongi hanya terkekeh melihatnya.

“Jangan menunjukkan wajah seperti itu… lebih baik kau bersikap manis dan menggemaskan seperti tadi, itu jauh lebih baik.”

“Diamlah!” kata Wooren dingin lalu kembali menghadapkan kepalanya ke depan

“Woorenie, kenapa tadi bibirmu memerah? Tadi bibirmu juga merah saat kita bertemu di jalan dekat rumah mu.”

“Molla.”

“Hey… jawaban macam apa itu? Apa kau marah lagi denganku?”

Gadis itu menoleh “Marah lagi? memangnya aku pernah memaafkanmu sampai kau berkata seperti itu, seolah-olah aku sudah memafkan kesalahanmu sebelumnya yang membuatku marah?”

Yoongi terdiam.

“Oh ya, jangan memanggilku seperti itu, seolah-olah kau adalah orang yang sangat dekat denganku.”

Laki-laki itu menghembuskan nafasnya yang terdengar berat “Baiklah aku minta maaf. Aku minta maaf atas semua kesalahan yang telah ku perbuat padamu.

“Tidak mau. Tidak akan.” Gadis itu berucap santai tanpa mengalihkan pandangannya

“Kau harus memaafkanku kalau tidak…”

Wooren menoleh menatap Yoongi, “Kalau tidak apa?”

“Kalau tidak… kalau tidak aku akan….”

Yoongi menangkupkan kedua tangannya ke wajah Wooren. Dia mendekatkan wajahnya ke wajah Wooren sambil menatap bibir dan mata gadis itu bergantian. Gadis itu hanya terdiam, tidak seperti biasanya yang akan menjauhkan tubuhnya. Tapi gadis itu memberikan tatapan tajamnya pada Yoongi, seolah mengatakan ‘Kau berani melakukannya?’. Entah mengapa melihat tatapan Wooren yang seperti itu membuatnya mengurungkan niatnya. Dia melepaskan tanagnnya dari wajah gadis itu lalu menjauhkan tubuhnya, kembali ke posisi awal.

“Berhentilah berusaha menciumku Min Yoongi.” Ucap Wooren dengan dingin

Laki-laki itu hanya terdiam dan tak berani menatapnya.

“Aku memaafkanmu.” Mendengar itu sontak Yoongi menoleh menatap gadis di sampingnya itu, dia tersenyum. Menunjukkan senyum manisnya yang tak pernah iya tunjukka pada orang lain.

*****

Woo Ren pov

Hari ini aku kembali masuk ke sekolah dan kembali menjalani rutinitasku. Aku melangkahkan kakiku di lorong sekolah pagi ini. Hari ini aku berangkat lebih pagi dari biasanya. Mungkin aku akan terus berangkat pagi, karena aku pikir jika berankat lebih pagi tentu sekolah belum ramai dan aku bisa dengan tenang mengganti bajuku dan tanpa harus takut jika guru sudah masuk ke dalam kelas.

“Wooren!” aku menoleh. Ku lihat Hoseok berlari-lari kecil menghampiriku, aku memutar bola mataku dengan malas lalu kembali berjalan

“Yak, kenapa kau terus berjalan? Akukan sudah memanggilmu.” Aku hanya diam

“Kau kenapa? Apa kau marah lagi padaku?”

“Apa aku terlihat seperti orang yang sedang marah?”

“Omo… kau itu jutek sekali jadi perempuan. Kau itu cantik, tapi kalau sedingin ini siapa namja yang berani mendekatimu?”

“Ada. Pasti ada. Tapi hanya namja yang baenar-benar menyukaiku yang akan berani jika aku bersikap sedingin ini. tidak mungkinkan namja yang hanya setengah-setengah menyukaiku berani? Pasti dia sudah mengurunkan niatnya terlebih dulu.” Kataku tanpa menatapnya

Entah ada angin apa dia malah tersenyum sambil menatapku. “Bagaimana dengan Min Yoongi?”

Aku mendengus mendengarnya. Apa-apaan ini? yang benar saja. Ya… itu pengecualian. Orang yang semena-mena seperti dia tentu saja akan melakukan apapun yang dia mau, terlebih dia anak dari pemilik sekolah elit ini, dia semakin bertindak seenak jidatnya.

“Baiklah tidak mungkin dia. Apa kau percaya kalau orang itu adalah aku?”

Aku menoleh. Tidak bisakah dia diam? Hah, sepertinya aku salah sudah memaafkannya. Lihat saja, sekarang dia kembali berdikap menyebalkan seperti itu. mungkin setelah ini aku akan kembali menjadi bahan bully-annya. Aku tak menjawabnya dan kembali meluruskan pandanganku. Dia tertawa.

Saat sampai di lantai dua dan hendak menaiki eskalator ke lantai tiga aku tak sengaja melihat Soekjin sunbae sedang berjalan ke arahku. Dia juga melihat ke arahku. Soekjin sunbae melihat ke arah Hoseok yang ada di sebelahku sekilas lalu kembali menatapku. Saat kami hendak berpapasan dia menghentikan langkahnya.

“Bisa kita bicara sebentar?”

@Rooftop

“Apa kau sudah sarapan?” dia membalikkan tubuhnya menghadapku ketika kami sudah sampai di dekat tembok pembatas

“Langsung pada intinya saja sunbae, sebentar lagi bel pelajaran akan berbunyi.”

Dia tersenyum, “Arraso.”

Entah mengapa dia terlihat sangat tampan. Senyumnya begitu manis. Yang ku lihat selama ini dia adalah laki-laki yang baik hati, tidak banyak bicara, penyabar, murah senyum. Dia itu kebalikan dari MinYoongi. Kenapa dia betah menjadi sahabat manusia sok keren itu? Yoongi beruntung memiliki sahabat seperti dia.

“Aku tau ini bukan urusanku, dan tidak seharusnya aku mencampunrinya. Tapi aku hanya ingin mengatakan padamu kalau Yoongi merasa bersalah telah memperlakukanmu sesuai kehendaknya.”

Oh… lihat gaya bicaranya itu, dia sangat sopan. Perempuan mana yang tak akan jatuh hati jika diperlakukan seperti ini. Point baru, dia adalah laki-laki yang sopan dan sikapnya manis.

“Iya. Dia sudah mengatakannya dan sudah meminta maaf padaku.” Kali ini aku berbicara dengan lembut, membalas perlakuan sopannya padaku

“Oh jinjja?”

“Hm. Ne.”

Dia tersenyum lega. Kenapa dia tersenyum seperti itu?

“Aku pikir dia tidak akan melakukannya. Seperti yang kau tau, dia itu selalu memaksakan kehendaknya bahkan dia tidak peduli sekalipun itu salah. Tapi sebenarnya Suga itu orang yang baik.”

Dia berbicara dengan senyumnya yang terus menghiasi wajahnya. Ah dia itu seperti malaikat. Suga? Soekjin sunbae menyebutnya dengan sebutan itu? Ya, semua murid di sekolah ini tau julukannya itu. Kenapa Yoongi tidak punya sifat seperti dia? Pasti dia akan sangat menawan. Eh! Apa sih yang aku pikirkan? Kenapa aku jadi membayangkan orang itu? Lupakan, lupakan.

“Wooren, aku rasa… Dia jatuh cinta padamu.”

Apa?! Aku salah dengar atau dia yang salah berbicara? Laki-laki sok keren itu… dia… jatuh cinta padaku? Yang benar saja. Hey ayolah, apa ini drama? Omo omo, shock sekali mendengarnya.

“Nde?”

“Hm.” Soekjin sunbae memasukkan kedua tangannya ke saku celananya

“Suga banyak berubah sejak mengenalmu. Kau tahu? Dia itu sangat tidak suka dengan sosok Cool girl, karena baginya gadis itu sudah merebut perhatian publik darinya terlebih dengan sikap dingin gadis bermasker itu, dia terlihat sangat angkuh, dia bilang begitu. Awalnya dia membuat pernyataan sepihaknya itu tak berniat sampai sejauh ini, tapi dia bilang ada sesuatu yang tumbuh tanpa dia sadari.”

Sesuatu yang tumbuh tanpa disadari? Apa itu cinta? Aku hanya terdiam tak tahu harus bagaimana menanggapinya.

*****

Kenapa gyojangnim memanggilku? Apa ini karena Min Yoongi lagi? Aish kenapa orang itu selalu berulah… kenapa dia tidak membiarkanku menjalani hariku dengan tenang sehari saja? Dia itu mengganggu sekali. Tapi kira-kira ada masalah apa sampai gyojangnim memanggilku? Begitu sampai di depan ruang kepala sekolah aku membuka pintunya.

“Oh Wooren, masuklah.”

Aku menutup pintu lalu membungkukkan badanku memberi hormat pada beliau. Aku berjalan menghampiri beliau yang sedang duduk di sofa. Aku begitu terkejut melihat Min Yoongi yang sedang duduk dengan melipat kedua tangannya di depan dadanya, wajahnya sangat tidak bersahabat.

“Duduklah.” Gyojangnim mempersilahkan ku untuk duduk

Yoongi menoleh ke arahku saat aku sudah terduduk di sebelahnya. Kami memang duduk di sofa yang sama, tapi kami duduk berjauhan. Dia duduk di sudut sofa sebelah kanan sedangkan aku duduk di sofa sebelah kiri. Aku membalas tatapannya tapi dia malah mengalihkan pandangannya, dasar!

“Aigoo kenapa kalian duduk berjauhan seperti itu? Ayo, saling berdekatan.”

Tak ada satupun dari kami yang menjawabnya. Aku hanya tersenyum pada gyojangnim sedangkan anaknya itu memandang ke arah lain, tidak sopan sekali dia.

“Ada apa gyojangnim memanggil kami ke sini?” yoongi berbicara masih dengan gayanya yang sok keren itu

“Aku memanggil kalian bukan sebagai kepala sekolah sekolah ini tapi sebagai eomma-mu Yoongi-ya.”

“Sebagai… eomma Yoongi?” aku mengulang perkataan gyojangnim

Beliau tersenyum menatapku lalu menganggukkan kepalanya. Beliau orang yang sangat ramah dan baik hati, kenapa anaknya seperti itu? Oh iya, itu karena dia merasa kurang diperhatikan, sama sepertiku.

“Apa kalian sedang bertengkar? Ada masalah apa di dalam hubungan kalian saat ini.”

“Ya! Eomma! Apa kau memanggil kami ke sini untuk membicarakan masalah seperti ini? Ini bukan urusanmu.”

“Apa yang baru saja kau lakukan? Nyonya Min adalah eomma-mu, seharusnya kau tidak berkata seperti itu padanya.” Aku menatapnya dengan kesal

“Gwenchana Wooren, gwenchana.” Nyonya Min berusaha menenangkanku

“Yoongi-ya, kau sudah besar. Eomma harap kau bisa menyelesaikan masalahmu sendiri dan jangan bersikap kekanakan. Wooren gadis yang baik jadi kau juga harus bersikap baik padanya. Kau jangan sampai melepaskan gadis seperti dia atau kau akan menyesal. Eomma hanya ingin mengatakan itu padamu.”

“Aku sudah tau.” Yoongi beralih menatapku, “Aku tak akan melepaskannya.”

Boya? Apa maksudnya itu? Hah… dia mulai lagi. Tapi aku jadi teringat perkataan Seokjin sunbae tadi pagi. Apa dia benar-benar menyukaiku? Nyonya Min tersenyum ketika mendengar perkataan dari anaknya itu. Sungguh, aku tidak mengerti dengan kedua anak dan ibu ini.

“Apa sudah selesai? Kajja Wooren!” dia bangkit dari duduknya lalu berjalan mendekatiku dan menarik tanagnku untuk keluar dari ruang kepala sekolah.

“Kau tidak apa-apa?” tanyanya ketika kami sudah keluar dari ruang kepala sekolah dan berjalan bersedelahan

“Tidak apa-apa apanya? Memangnya aku kenapa?”

“Yang dikatakan eomma-ku, kau jangan mengambil hati.”

“Hm.”

Keningku berkerut ketika melihat ada sebuah plester kecil di sudut bibir kanannya, kenapa aku baru menyadarinya? Dan setelah ku perhatikan ada lebam di dahinya tapi hampir tak terlihat karena tertutupi poninya.

“Sunbae…” dia tidak menoleh, “Min Yoongi!” kali ini dia menoleh

“Apa ada sesuatu yang terjadi padamu?” eh kenapa aku jadi mempedulikannya?

Keningnya berkerut, “Memang kenapa?”

“Wajahmu…” dia memalingkan wajahnya, sepertinya dia tidaak ingin aku melihatnya. “Gwenchana, tidak ada apa-apa.”

Aku mengangkat tangan kananku dan mengarahkannya ke kekepalanya. Aku menyingkirkan helaian-helain rambut poninya dan membuatnya lebih terbuka untuk memastikan seauatu berwarna merah kebiruan yang ada di dahinya adalah lebam. Dia menoleh menatapku. Benar, itu adalah lebam. Yoongi memgang tanganku dan menurunkannya perlahan.

“Apa kau berkelahi?”

“Kau sudah makan? Ayo kita ke kantin bersama.” Kenapa dia tidak mau mengatakannya? Bahkan dia tidak menjawab pertanyaanku. Sebenarnya ada apa? Apa yang ia sembunyakan dariku?

“Dasar maniak.” Gumamku pelan tapi masih bisa di dengarnya, karena itu dia menoleh menatapku tajam

“Oh, Wooren!” aku menoleh ketika ada seseorang yang memanggilku, Yoongi juga ikut menoleh

Ternyata Minah. Tunggu! Kenapa dia bersama Namjoon? Sepertinya laki-laki berlesung pipi yang mengecap dirinya sebagai raper itu benar-benar ingin mengejar cintanya Minah, dia selalu mengikuti kemanapun gadis itu pergi, dia selalu menemani gadis itu. Mereka menghampiriku.

“Ayeong sunbae.” Minah menundukkan kepalanya sekilas pada Yoongi

“Apa kalian mau ke kantin juga?” tanya Minah padaku dan Yoongi

“Nde.” Jawab Yoongi dengan wajah datarnya

“Ah kalau begitu kita ke kantin bersama saja.”

Namjoon hanya diam. Aku tahu sepertinya dia tidak suka karena keberadaanku dan Yoongi pasti akan mengganggu kesempatannya untuk berdua dengan gadis yang disukainya itu. Aku mengalihkan pandanganku pada Yoongi di sebelahku, dia sedang memperhatikan Minah dan Namjoon dengan intens. Sedangkan Minah hanya tersenyum tipis karena diperhatikan seperti itu.

“Apa kalian pasangan?” pertanyaan itu keluar dari mulut Yoongi begitu saja tanpa dosa

“M-m-mwo?” Minah tergagap. Dia menatap Namjoon di sebelahnya, begitu juga Namjoon. “Ah… an…”

“Kenapa kalian kaku seperti itu?” belum smpat Minah menyelesaikan perkataannya Yoongi terlebih dulu memotongnya

“Nde?”

Yoongi merangkulku tanpa dosa. Matanya terus tertuju pada kedua orang yang ada di hadapannya itu. “Apa kalian pasangan baru? Kalian terlihat sangat kaku.”

“Aniyo…kami… kami hanya…”

“Mereka teman dekat.” Aku menyela perkataan Minah. Aku membantunya menjawab pertanyaan Yoongi yang tak bisa dijawabnya itu. sepertinya dia takut dan serba salah untuk menjawab pertanyaan semacam itu. “Sangat dekat.” Lanjutku sambil tersenyum pada Namjoon. Dia sepertinya mengerti, dia membalas senyumku. “Yasudah ayo kita ke kantin.” Aku melangkahkan kakiku, begitu juga Yoongi, karena tangannya ada di pundakku. Ya!? Di pundakku? Aku menoleh menatapnya dengan kesal. Dia juga menoleh, menatapku dengan polos. Aish orang ini.

Sesampainya di kantin kami berempat duduk di dekat jendela, ini adalah tempat yang biasa ditempati oleh aku dan Minah. Aku duduk berhadapan dengan Minah. Yah… aku tidak mau selera makanku terganggu jika yang duduk di hadapanku adalah Yoongi. Dan laki-laki yang ku sebutkan tadi itu duduk di sampingku. Tak lama makanan kami datang. Aku langsung menyantapnya.

“Jin!” Yoongi sedikit berteriak

Aku mengangkat kepalaku dan melihat Soekjin sunbae yang sedang berjalan sendirian tak jauh dari tempat kami. Dia berjalan ke arah kami karena panggilan sahabatnya barusan.

“Ke sini, makanlah bersama kami.” Yoongi memberi isyarat agar Soekjin sunbae duduk di sebelahnya

Soekjin sunbae memperhatikan kami satu per satu. Dan saat pandangannya tertuju pada Minah, gadis itu malah menundukkan kepalanya. Kenapa sih dia? Aku jadi ingat waktu itu Minah menanyakan tentang Seokjin sunbae padaku. Apa dia menyukainya? Tapi bagaimana dengan Namjoon? Ku pikir Minah juga menyukainya, entahlah…

*****

Hoseok pov

Sudah setengah jam aku berkutat dengan soal fisika di hadapanku ini. Apa Lee ssaem tidak salah? Ia menyuruh kami mengerjakan lima puluh soal dan harus dikumpulkan hari ini juga, mana waktunya hanya satu jam. Yang ada di fikiranku hanyalah pulang, aku ingin pulang. Ku lihat jam dinding di atas papan tulis, tiga puluh menit lagi bel berakhirnya pelajaran hari ini akan berbunti, karena itulah aku tak bisa fokus mengerjakan soal yang rumit ini.

“Hey, coba lihat Wooren! Bukankah dia terlihat seperti Cool girl?”

Aku menoleh ke arah asal suara itu. Il sook dan Hyunjae berbisik-bisik sambil memperhatikan Wooren. Aku mengalihkan pandanganku pada gadis yang duduk di sampingku. Dia terfokus pada soal-soal di hadapannya.

“Iya, kau benar juga. Tapi… apa mungkin dia adalah Cool girl?”

Aku terdiam memikirkan sesuatu. Kembali ku lihat gadis di sampingku. Headset putih yang terpasang di telinganya terlihat begitu jelas karena dia mengikat rambutnya menjadi satu tanpa poni. Tadi aku sempat melihatnya mengikat rambutnya, aku juga mendengar gumamannya pada dirinya sendiri kalau dia sedikit gerah dan akan lebih berkonsentrasi mengerjakan soal-soal itu dengan mengikat rambutnya.

“Entahlah. Tapi coba kau lihat saja itu, dia sangat mirip. Coba kau banyangkan jika sebagian wajahnya tertutup masker hitam sehingga hanya bagian mata dan keningnya saja yang terlihat.”

Aku menarik ikat rambut yang dipaki Wooren. Dia menoleh padaku, dia terlihat sangat kesal. Tak tahu harus bagaimana aku hanya tersenyum padanya, menunjukka deretan gigi-gigiku.

“Kau mulai lagi? Jangan menggangguku. Kembalikan!”

“Shireo.”

“Omo. Mwoyoso?” dia sepertinya ingin menertawai tingkahku yang sok imut barusan.

Tanpa aba-aba dia merebut ikat rambutnya dari tanganku. Dia memegang rambutnya lalu menyatukan semua helainya untuk mengikatnya kembali. Aku memegang tangannya, mencegahnya mengikat rambutnya lagi. Dia menatapku dengan kening yang berkerut.

“Jangan mengikat rambutmu.”

“Wae?”

Bagaimana aku mengatakan padanya kalau Il sook dan Hyunjae sedang membicarakannya yang terlihat seperti Cool girl? Bagaimana aku menjelaskan padanya untuk tidak mengikat rambutnya, dan jika dia tetap mengikatnya mungkin saja bukan hanya Il sook dan Hyunjae yang menyadarinya, tapi mungkin seisi kelas juga akan menyadarinya.

“Karena… Karena kau terlihat cantik jika membiarkan rambutmu terurai.”

Dia mengernyit, sedetik kemudian dia tertawa. Saat dia lengah seperti itu aku segera merebut kembali ikat rambutnya dan mamasukkannya ke dalam saku jas sekolahku. Aku tak peduli ketika dia memprotes ku dan menyuruhku mengembalikannya.

*****

Author pov

Gadis itu melangkahkan kakinya dengan santai menuju toilet sekolah. Tanpa dia sadari ada yang menguntitnya dari balik tembok yang tadi sempat ia lewati. Gadis itupun masuk ke dalam toilet. Dia masuk ke dalam salah satu kamar mandi yang ada disana lalu mengganti setelan bajunya dan tak lupa mengikat rambutnya. Gadis itu sedikit tersentak ketika mendengar decitan sepatu. Setelah menjernihkan pikirannya dari hal-hal negatif yang mungkin terjadi dia kembali pada kesibukannya.

Gadis itu dari kamar mandi dan berjalan ke arah cermin besar di hadapannya. Dia mengambil masker dari dalam tasnya lalu memakainya. Saat bersiap-siap keluar dia mendengar suara dari luar toilet. Suara laki-laki, sepertinya tidak hanya satu.

“Kenapa dia belum keluar juga? Aku tak sabar melihatnya. Apa dia tau kalau kita mengikutinya? Kita masuk saja lalu memastikannya!”

Wooren terkesiap mendengar pembicaraan laki-laki itu. Jantungnya memburu, berdetak tak beratur.

“Jangan! Sabarlah dan jangan berisik, dia bisa tau kalau kita sedang menunggunya di sini.”

“Ya, baiklah. Tapi apa kau yakin dia ke sini? Bagaimana kalau ternyata dia tidak ada di dalam? Ah aku sudah tidak sabar, Ayo kita masuk saja dan melihatnya apa dia ada di dalam atau tidak.”

“Aah kau ini. Yasudah ayo kita buka pintunya dalam hitungan ketiga.”

Gadis itu terdiam. Dia tak bisa berkutik. Wooren tak tahu apa yang harus ia lakukan. Keringat dingin mulai mengalir di dahinya. Dia benar-benar takut dan tak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini.

“Hana…dul…”

Tiba-tiba saja ada seseorang yang membekap mulutnya dari belakang. Wooren menjerit tapi suaranya tak bisa terdengar karena mulutnya yang dibekap oleh orang yang ada di belakangnya yang entah siapa itu. Rasa takutnya semakin menjadi-jadi, bahkan lebih takut dibanding dua orang laki-laki yang berusaha masuk ke dalam toilet dan akan menemukannya. Orang itu menyeret Wooren masuk ke dalam salah satu kamar mandi lalu menutup pintunya.

“Set!”

BRAKK

-TBC-