FF/ MY CRAZY YEOJA/ BTS-BANGTAN/ pt. 5


5

Title    : My Crazy Yeoja (Chapter 5)
Author     : Yeonwo
Cast    : Kim Taehyung (BTS), Go Haru (Oc), Park Jimin (BTS), Min Yoongi (BTS), Kim Seokjin (BTS), Kim Namjoon (BTS), Jeon Jungkook (BTS), Jung Hoseok (BTS), Dll.
Genre    : Angs, Hurt/Comfort, Crime, Tragedy, Romace, Friendship.
Rating     : T
Length    : Chapter
Disclimer    : 안녕하세요…. Apabila ada kemiripan alur cerita, karakter, latar atau apapun, itu hanya kebetulan saja. Tinggalkan jejak kalian chingu, saran dan kritik kalian akan sangat membantu author di chapter selanjutnya. Selamat membaca….
TYPO AKAN BERTEBARAN DIMANA-MANA CHINGU, MIANHAE .
***
-Chapter 5-

 

 

-Author POV-

“Hya… kau tahu aku sangat cemas denganmu eoh?” ucap Yoongi sambil menjitak kepala namja itu.

“ah.. appoyo hyuung…”

“kata J-hope kau pulang dengan muka yang pucat aku langsung menuju rumahmu, tapi kata eommamu kau belum pulang”

“mianhae hyung, aku hanya ingin mencari udara segar”

Merasa ada seseorang yang bersama namja yang ditemuinya itu Yoongi langsung memandang yeoja itu “Haru? Bukankah ini Haru?” kaget Yoongi.

“oh, Yoongi oppa akhirnya kau sadar kalau ada aku”

Yoongi langsung menghambur memeluk yeoja itu “kemana saja kau?”

Haru hanya tersenyum yang terlihat sangat dipaksakan.

“ayo kita pulang, aku yang mengantar kalian” ajak Yoongi.

“ani…” cegat Haru.

“wae?” ucap 2 namja itu bersamaan.

“aku tidak punya tujuan pulang”

“maksudmu?” ucap Yoongi.

“aku.. aku sudah tidak punya tempat tinggal oppa”

“mwo? Baiklah kau bisa tinggal bersamaku, aku sendirian dirumah. Kau tahu kan? Eomma dan appaku itu sangat jarang pulang karena bisnis yang mereka jalankan” tanpa pikir panjang Yoongi mengajak yeoja itu dengan senyuman yang mengembang.

“aku akan merepotkanmu oppa”

“ssssttt….. jangan berani menolakku” ucap Yoongi.

Dengan wajah yang tertunduk “nde” jawab Haru kepada Yoongi.

-o0o-

Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai pada sebuah perumahan yang lumayan mewah dan berhenti di salah satu rumah disana.

“kalian mau mampir dulu?” ucap namja itu kepada Haru dan Yoongi.

“iya.. kami akan mampir dulu” jawab Yoongi.

“Haru eomma pasti akan sangat terkejut melihatmu. Selama ini dia sering menyakan padaku tentang keberadaanmu” ucap Namja itu.

Ting… tong…
Suara bel rumah menggema didalam dan membuat seorang yeoja paruh baya membukakan pintu.

“selamat datang tuan muda” ucap yeoja itu, sepertinya dia adalah pembantu dirumah ini.

“ya… panggilkan eomma juseyo”

“HYA!!! PARK JIMIN! DARI MANA SAJA KAU?” teriak seorang yeoja tiba-tiba kepada namja itu yang ternyata bernama Jimin.

“aku tadi latihan dengan J-Hope hyung lalu ke sungai Han eomma” jawab Jimin santai.

“kata Yoongi kau sakit, tapi kenapa tidak pulang? Dasar bocah nakal, membuat orang khawatir saja” ucap eommanya.

Mendengar ucapan eommanya itu lantas Jimin menengok namja dibelakangnya yaitu  Yoongi, dengan pandangan yang seakan ingin membunuh orang yang dipandangnya itu. Yoongi bergidik ngeri dibuatnya, bahkan dengan mata yang sekecil itu Jimin punya pandangan yang mengerikan bagi Yoongi.

“eomma… aku bukan bocah lagi, aku sudah kuliah eomma” protes Jimin.

“tetap saja kau itu anak bocah kesayangan eomma” ucap Nyonya Park sambil mencubit pipi chubby anak kesayangannya itu.

“issh…” dengus Jimin lalu melanjutkan bicaranya “ah eomma aku bawa sesuatu untuk eomma”

“apa itu?” jawab nyonya Park dengan semangat.

“hya neo.. kemarilah”

Seseorang yang dipanggil Jimin pun langsung memasuki rumah siapa lagi kalau bukan Haru.

“Haruu?!” ucap nyonya Park dengan ekspresinya yang terbilang kaget, entahlah sepertinya di sangat bahagia juga.

“bibi” jawab Haru.

“omoo.. kau sudah besar sekarang ya. Selama ini kau tinggal dimana?”

Haru tidak menjawab dan wajahnya berubah menjadi sedih, melihat itu nyonya Park mengerti, mungkin dia tidak mau mengatakannya sekarang. Dia pasti mengalami masa yang sangat sulit selama ini setelah orang tuanya dihukum mati pada waktu itu. Pikir nyonya Park.
Nyonya Park tahu kejadian itu karena dulu sebelum pindah ke rumah yang sekarang ini mereka bertetangga, dia yakin kalau keluarga Go itu tidak melakukan seperti yang dikatakan oleh orang-orang yang bejat itu kepada semua orang. Tuan Go Junghan dan Nyonya Lee Minjae tepatnya orang tua Haru dijatuhi hukuman mati karena mereka dikatakan pengedar narkoba. Setelah eksekusi mati orang tuanya, Haru tidak terlihat dimana-mana lagi. Nyonya Park menyangka dia dibawa oleh kerabatnya ke luar kota. Dia tidak tahu kalau anaknya sendiri mengetahui siapa yang membawa Haru namun tidak tahu akan dibawa kemana.

“kalian pasti belum makan iya kan? Sana pergi kedapur dan makan” ucap Nyonya Park.

“eomma tidak ikut?” tanya Jimin.

“kalian saja, eomma sudah makan”

Jimin, Haru dan Yoongi langsung menuju dapur dan makan dengan lahapnya.

“kami pulang dulu bibi” Selesai makan Haru dan Yoongi pamitan dengan nyonya Park.

“tidak menginap?”

“ah, tidak bibi, akan merepotkan. Kami pulang dulu” jawab Yoongi.

“ishh… dasar, selesai makan langsung pulang. Tidak tahu malu sekali kalian ini” dengus Jimin.

“hya, memangnya kenapa? Lagian ini juga sudah malam kan?” ucap Nyonya Park kepada anaknya itu.

“arraseo, sering-sering main ya” lanjut nyonya Park kepada Haru dan Yoongi.

“Oppa kami pulang ya” pamit Haru dan berjalan keluar menuju mobil Yoongi yang terparkir rapi di halaman rumah Jimin.

-o0o-

“nah Haru, kau bisa tidur di kamar ini. kalau ada apa-apa kau bisa minta padaku” ucap Yoongi dan dibalas anggukan jawaban ‘iya’ oleh Haru lalu pergi keluar kamar itu.
Haru membersihkan tubuhnya dengan mandi setelah itu ia berbaring di tempat tidur dan tak lama kemudian dia tertidur mungkin saking mengantuknya ia.

-o0o-

Jimin sangat kelelahan dia langsung membaringkan tubuhnya di kasur empunya itu.

‘Haru maafkan aku, kau pasti sudah sangat menderita selama ini. ini salahku, kenapa aku tidak menolongmu saat itu? Aku sangat pengecut dan malah pergi berlari ketakutan meninggalkanmu padahal kau pasti lebih ketakutan saat itu. kenapa tadi kau menangis?’ batin Jimin.

*flashback*
“tolooong… “ jerit seorang gadis berharap ada orang yang menolongnya.
Gadis itu terus berontak ingin melepaskan diri dari namja-namja besar yang ingin membawanya paksa. “oppa tolong aku…” pinta gadis itu dengan suara yang bergetar kepada seseorang yang dilihatnya samar. Gadis itu yakin kalau itu adalah Jimin, tapi orang yang dipanggilnya itu malah pergi meninggalkannya dan membuatnya putus asa.
Gadis itu pun dibawa orang-orang itu kesebuah mobil hitam entah akan dibawa kemana. Gadis itu terus menangis sepanjang jalan dan dia sudah putus asa dengan hidupnya. Gadis itu tidak lain adalah Go Haru.
Sementara itu seseorang yang diyakini Haru adalah Jimin terus berlari hingga ia sampai pada sebuah taman dan ia ambruk. Dia menangis menyesali semua yang ia perbuat.

“AAAAAAA……..” teriak anak itu.

“KAU BODOH PARK JIMIN”

“KENAPA KAU MENINGGALKAN SAHABATMU SENDIRI DISAAT YANG SEPERTI ITU? DASAR PENGECUT”

*flashback end*

Jimin terus menyesali kebodohannya saat itu, iya yakin kalau Haru menjalani hidup yang menderita selama ini sampai-sampai sekarang ia tidak punya tempat tinggal lagi, tapi apa yang dilakukan Haru selama ini? kenapa ia tidak pernah terlihat selama ini kalau dia memang berada di seoul? Banyak pertanyaan berkecamuk di otak namja tampan yang menyandang nama Park Jimin itu.

-o0o-

Tok..tok..tok..
Sebuah pintu kamar di ketuk oleh seorang yeoja paruh baya. “Taehyung makan dulu” pinya Nyonya Kim kepada anak sulungnya.

“aku bilang tidak mau eomma” jawab Taehyung.

“eomma letakkan makananmu di depan pintu ya” nyonya Kim pergi dari depan kamar anaknya itu.

Taehyung duduk lemas memandang langit malam membiarkan wajahnya tersapu oleh angin lembut yang membuat rambutnya bergerak dan membuat keningnya terlihat. Ia tidak habis pikir sebenarnya apa yang terjadi dengan Haru dan kenapa eommanya sepertinya sangat membencinya.

‘ada apa denganmu bodoh’ batin Taehyung dan membuatnya kembali kealam nyata.

“AAAAHHHH…..” ringis Taehyung sambil mengacak rambutnya.

Took…tokk…tokk….
Pintu kamar Taehung kembali diketuk oleh seseorang diluar sana membuat sang pemilik kamar kesal.

“aku bilang aku tidak mau makan eomma” ucap Taehyung agak beteriak supaya terdengar oleh orang diluar sana.

“ini aku Namjoon” ternyata itu bukan eommanya dan taehyung langsung membukakan pintu kamarnya, entahlah dia hanya tidak mau bertemu dengan eommanya.

Namjoon menghampiri Taehyung sambil membawa makanan yang tergeletak di depan kamar Taehyung lalu meletakkannya di meja kemudian duduk disamping Taehyung “eommamu baru pulang, katanya ada urusan mendadak dan memintaku menyampaikan kalau dia sudah pergi dan dia juga berpesan kau harus makan” ucap Namjoon.

“ah benarkah?” jawab Taehyung singkat.

Beberapa menit mereka terdiam. Namjoon memecah suasana “emh… oh iya, tadi aku mengikuti Haru sampai di sungai Han”

“benarkah, apa dia baik-baik saja?” tanya Taehyung antusias.

Namjoon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali, dia kembali mengingat bagaimana keadaan Haru di sana tadi “kelihatannya tidak. Dia terus menangis hingga saat namja itu datang dan dia langsung memeluk namja itu dan menangis dipelukan namja itu. Aku rasa itu temannya”

“namja?”

“ya namja, sepertinya mereka sangat akrab”

Taehyung terdiam mendengar ada namja yang bersama dengan Haru dia terlihat kecewa juga sedih.

-Author POV End-

-o0o-

-Taehyung POV-

“namja?” tanyaku penasaran kepada Namjoon hyung.

“ya namja, sepertinya mereka sangat akrab”

Aku sedih dan merasa kecewa mendengar bahwa Haru bersama seorang namja dan kata Namjoon hyung mereka terlihat sangat akrab. Kenapa bukan aku yang berada disana? Kenapa harus namja lain yang menemanimu disaat kau membtuhkan tempat bersandarmu? Tunggu ‘sedih’ ‘kecewa’ kata apa itu? Kenapa aku sedih dan kecewa mendengar Haru bersama seorang namja? Apa aku? Ah tidak mungkin. Aku hanya simpati kepadanya, tapi kenapa? Aaakhhh aku tidak tahu. Aku pusing dan lelah. Banyak pertanyaan berputar-putar dikepalaku.

“hya kau melamun?” ucap Namjoon hyung dan sukses membuat lamunanku hancur dan aku kembali ke dunia nyata.

“ah tidak kok hyung, aku hanya bingung saja sebenarnya siapa yeoja gila itu?” jawabku gelagapan.

“emh… nado” jawab Namjoon hyung singkat.

“ah hyung aku mau tidur”

“baiklah, kalau begitu aku keluar”

“ya”

Kulihat Namjoon sudah keluar dari kamarku. Aku pun membaringkan tubuhku dan berusaha memejamkan mataku membuatnya tertidur, hingga aku membuka mata karena terusik oleh sebuah cahaya yang memaksaku bangun. Ternyata hari sudah berganti siang entah sejak kapan aku tertidur tadi malam.

-Kim Taehyung POV End-

-o0o-

-Author POV-

“hya… kenapa kau terlihat lesu begitu? Kau jadi tambah jelek” ejek Hoseok kepada Taehyung.

“yak… hyung aku ini selalu tampan walaupun di saat kacau” jawab Taehyung dengan keperpercayaan dirinya yang sudah sangat tinggi.

Tidak mau kalah namja hyper yang bernama Jung Hoseok kembali berkicau “iissshh… anak ini, kau tau aku malah merasa sekarang ini kadar ketampananku sudah berada diatasmu”

Mendengar itu Taehyung langsung tertawa terbahak-bahak “hahahaaa… hyung kau tidak sadar? Lihat jidatmu yang sebesar lapangan bola apa itu yang membuatmu tampan?” ucapnya sambil menunjuk jidat Hoseok.

“yak… neo…” kesal Hoseok.

“ya..ya..ya.. kalian ini seperti anak kecil saja, apa urat malu kalian sudah terputus?” lerai Namjoon membuat Taehyung juga Hoseok kesal dan menghujani Namjoon dengan berbagai ocehan yang dibiarkan seperti angin lewat saja oleh Namjoon. Ya dia sudah terbiasa dengan kebisingan yang dibuat oleh kedua makhluk berlainan, namun mirip itu.

“hya sedang apa kalian, sepertinya asik sekali” ucap seseorang kepada ketiga namja itu.

“oh ada Jin hyung disini” ucap Taehyung.

“ya.. apa ada hal yang menarik” tanya namja yang bernama Jin itu kepada ketiga namja itu lagi.

“hyuuung… aku dibilang jelek oleh Hobie hyung” lapor Taehyung dengan sedikit beraegyo. Haha bahkan dengan keadaannya yang sekarang dia masih bisa menunjukkan sisi imutnya.

Mendengar dongsaeng kesayangannya dikatakan jelek Jin naik pitam “hya.. neo.. beraninya kau mengatakan Taetaeku ini jelek” menunjuk Hoseok.

“maaf.. hyung… maaf” ucap Hoseok sambil menangkupkan kedua belah telapak tangannya di depan dada tanda memohon.

“hya Hoseok kenapa uncapanmu itu benar sekali sih?” ucap Jin lagi dan membuat Taehyung terkejut, bagai mana bisa hyungnya yang satu itu bisa mengatakan dia jelek. Hoseok dan Namjon hanya tertawa melihat Taehyung yang sedang memukul-mukul Jin ya walaupun bukan pukulan yang keras tapi itu terlihat lucu. Seperti seorang yeoja yang sedang kesal kepada namjanya saja. kalau orang lain melihat ini pasti mereka akan merasa geli, tapi Namjoon dan Hoseok sudah terbiasa dengan ini. awalnya memang geli, tapi lama kelamaan ini sudah jadi makanan mereka kala Taehyung merengek minta sesuatu, sedang mengadu atau sedang kesal seperti sekarang ini.

Namjoon, Jin, Hoseok dan Taehyung mereka berteman. Jin adalah hyung tertua mungkin tidak ada yang menyangka Jin adalah sahabat mereka (Namjoon, Hoseok dan Taehyung), dia jarang bersama dengan dongsaeng-dongsaengnya ini kalau di kampus, makanya tidak banyak yang tahu kalau mereka saling mengenal. Selama ini memang yang terlihat hanya mereka bertiga  juga dua orang yeoja yang bernama Ahrin dan Yana. Jin seorang senior yang sudah berada di semester akhir, sebenarnya disini Taehyung adalah yang termuda. Pada suatu hari Taehyung mengalami kecelakaan dan disana ada Namjoon, Hoseok juga Jin, mereka menolong Taehyung dan membawanya kerumah sakit. Keempat namja itu tidak saling mengenal tapi saat Taehyung sudah sembuh seperti sedia kala dia ingin membalas kebaikan senior-seniornya  itu dan beberapa kali mengundang mereka kerumahnya juga sesekali meneraktir makan, karena keseringan bertemu mereka akhirnya bersahabat. Namjoon yang tinggal sendiri dirumah merasa kesepian dan membuat Taehyung yang melihatnya merasa tergerak untuk mengajaknya tinggal bersana. Orang tua Namjoon berada di luar kota sama seperti Taehyung. Hoseok adalah seorang anak yang hyper dia mood maker di kelompok itu dia seumuran dengan Namjoon sedangkan Jin seperti yang sudah dikatakan dia adalah yang tertua dia berada di semester akhir sekarang, maka dari itu dia tidak sering bergabung dikarenakan kesibukan skripsinya. Ya begitulah.

-o0o-

“Haru aku kuliah dulu ya, kalau ada apa-apa kau hubungi aku” ucap Yoongi dan langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah Jimin untuk menjemputnya, ya seperti biasa Jimin dijemput olehnya kadang Jimin yang menjemputnya juga.

“Hya hyung aku sudah lama menunggu mu” protes Jimin yang sudah setengah jam menunggu Yoongi.

“mianhae… eoh” jawab Yoongi.

“hyung kata Jungkook dia akan ke Seoul hari ini”

“benarkah? apa dia akan tinggal disini?”

“entahlah” jawab Jimin singkat, Yoongi hanya mengangguk paham dan kembali focus menyetir mobilnya.

-o0o-

Jimin dan Yoongi sudah sampai dikampus mereka berniat untuk ke kantin sebentar untuk mencari minuman, karena Jimin sedang kehausan. Katanya dia kurang minum setelah sarapan tadi.

“hyung kau mau sarapan?” tanya Jimin. Dia bertanya seperti itu karena Yoongi biasanya sarapan dikantin.

“tidak, aku sudah sarapan. Haru yang menyiapkannya”

“ah benar juga, dia kan hebat memasak. Aku jadi rindu masakannya”

“asal kau tahu, dia lebih pintar dari dulu. Masakannya sangat enak” lapor Yoongi dengan angkuhnya dan membuat Jimin mempoutkan bibirnya iri.

“kajja..” seru Yoongi.

“kenama Hyung?” tanya Jimin bingung.

“aku mau menemui temanku dulu, ada yang mau aku tanyakan padanya”

Jimin menghampiri Yoongi “aku ikut hyung”

“terserah” jawab Yoongi malas.

-o0o-

“HYA… aku disini” seru seorang namja yang bernama Jin kepada Yoongi yang sebelumya sudah memberitahu kalau dia ingin bertemu karena ada yang ingin dia tanyakan. Yoongi menghampiri Jin dan masih dengan diikuti oleh Jimin. Sepertinya dia tidak ada kerjaan lagi selain mengekor kepada Yoongi.

Jimin melihat sosok yang dikenalnya “yak… apa itu J-Hope hyung?” tanyanya kepada Yoongi.

“sepertinya iya” jawab Yoongi.

“WAAAAAA… benar ini J-Hope hyung” seru Jimin dengan suara ala-alanya seketika sudah menemukan jawaban tepat kalau seseorang yang seperti dikenalnya tadi memang dikenalnya.

“YAAKK… suaramu itu membuat gendang telingaku hampir robek” kesal Hoseok.

Jimin duduk di samping Hoseok “hehehee… mianhae” pinta Jimin.

Taehyung penasaran dengan panggilan yang diberikan namja itu kepada Hoseok, lalu merapat ke namja itu “kau panggil dia siapa tadi?” tanya Taehyung.

“o… omo… nuguya?” Jimin terkejut seseorang sedang menghadapkan wajahnya sangat dekat dengannya. Hampir saja mereka melakukan adegan yang akan sangat menggelikan kalau itu terjadi. Kalian bisa membayangkannya sediri.

Taehyung menyengir ala alien idiotnya “nan Taehyung”

“ooh… aku Jimin” jawabnya.

“yak kutanya kau panggil dia apa tadi?” tanya Taehyung lagi karena dia sangat penasaran.

“J-Hope hyung” jawab Jimin singkat.

“J-Hope? Hope? Huimang?” tanya Taehyung kepada orang yang menyandang gelar itu.

“benar, hope huimang” jawab Hoseok. Ya dalam bahasa korea hope berarti huimang.

“eh, Yoongi hyung kemana?” tanya Jimin heran karena orang yang tadi bersamanya sudah tidak ada.

“dia pergi dengan Jin hyung” jawab Namjoon.

“oh” jawab Jimin cuek.

“yak anak ini… isshhh” kesal Namjoon.

“omo… ada satu orang lagi ternyata” Jimin kaget.

“hya! Jadi kau tidak sadar kalau ada satu orang lagi?” tanya Namjoon kesal.

Jimin malas meladeni Namjoon. “hyung mereka temanmu?” tanya Jimin kepada Hoseok.

“ya, dia Namjoon dan itu tadi Taehyung”

“ooh… hyung, kenapa kau mengatakan kepada Yoongi hyung?”

Hoseok yang tidak tahu dia sudah mengatakan apa kepada Yoongi “mengatakan apa?” tanyanya.

“kau bilang kan kalau aku sudah pulang tapi dengan keadaan pucat? Dia mengadu ke eomma”

“lalu?” tanya Hoseok malas.

“eomma memarahiku” bentak Jimin tapi dengan nada yang terdengar manja.

Hoseok terbahak-bahak mendengar bentakkan Jimin padanya “hahahaaa… biar tahu rasa kau”

“isshh… dasar J-Horse hyung”

“yak.. NEO!!”

“aku masuk kelas duluuuuu” ucap Jimin agak berteriak sambil berlari meninggalkan Hoseok, Taehyung dan Namjoon.

“WAE??” tanya Hoseok yang merasa resah karena dipandang tidak biasa oleh Namjoon dan Taehyung.

“BWAHAHAHAAA…..” Namjoon dan Taehyung tertawa terbaak-bahak menertawakan Hoseok yang dikatain oleh Jimin J-Horse.

-o0o-

“huh bosan sekali, emmmm sebaiknya aku beres-beres” ucap Haru yang sedang bosan sendirian dirumah Yoongi. Dia tidak berani keluar rumah taku kalau ada salah satu anggota gangster yang menyekapnya waktu itu menemukannya lagi.
Haru beres-beres rumah Yoongi dan setelah itu dia pergi kedapur untuk memasak.

Deerrttttt…. Derrettttt……..
Ponselnya bergetar ada sebuah pesan masuk.

#Yoongi Massage
/aku akan pulang cepat.  Jimin dan Jin juga akan kesana/

#Haru Repeat
/baiklah, aku akan memasak untuk kalian/

#Yoongi Massage
/ok/

Haru mengambil beberapa bahan makanan dan mulai mengerjakannya. Sekitar satu setengah jam dia selesai dengan acara memasaknya dia melanjutkan untuk menyiapkannya di meja makan, karena tidak lama lagi pasti orang-orang itu akan datang.

Ting… tong…
Benar saja perkiraan Haru. 3 orang namja sudah sampai disana.

“kenapa dikunci?” tanya Yoongi kepada Haru.

“maaf oppa, aku taku takut sendirian”

“iya ya benar juga” jawab Yoongi.

“waaah…. Wollie kau memasak?” tanya Jimin penasaran dan semangat berharap memang Haru memasak untuk mereka.

Dengan senyuman mengembang “iya” jawab Haru.

“kajja” ajak Yoongi.

-o0o-

“waaah…. Enak sekali” puji Jin yang memang suka makan.

“kkamsahamnida”

“dia memang pintar memasak” lapor Jimin ke Jin.

“ah benarkah? siapa namamu?” jawab Jin

“aku Jimin”

“ooh.. aku Jin dan kau? ”

“saya Haru”

“sudah nanti saja melanjutkan kenalannya, kita makan dulu” titah Yoongi dan entah kenapa ketiga orang itu menurut kepada Yoongi.

Yoongi memang orang yang tegas, terbukti dulu waktu di SMA dia menjadi dewan kedisiplinan siswa.

-o0o-

#Jungkook Masaage
/aku sudah di Seoul/

#Jimin Repeat
/yak aku ini hyungmu, panggil aku hyung/
/ah benarkah? aku ada di rumah Yoongi hyung/
/aku tidak mau menjemputmu, kalau kau mau, kau sendiri saja yang kesini/

#Jungkook Massage
/baiklah aku kesana/

“hyung Jungkook akan kesini” lapor Jimin.

“benarkah? secepat itukah dia sampai?”

Jimin hanya membalas dengan mengangkat bahunya tanda tak tahu juga.

Yoongi kembali mengerjakan tugasnya dibantu oleh Jin. Jimin dan Haru menonton tv dan seperti dahulu kala kalau mereka menonton tv pasti ribut. Entah itu merebutkan remote tv, mengomentari tayangan tv itu atau apapun itu pokoknya mereka ribut.

Mendengar keributan yang diciptakan Haru dan Jimin membuat Yoongi tidak konsentrasi mengerjakan tugasnya “YAKK… kalian! bisakah tenang sedikit?” kesal Yoongi.

“heheee… piisss” jawab jimin dengan mengacungkan jari telunjuk dan tengah di samping matanya tanda ia ingin berdamai.

“mianhae oppa” pinta Haru.

“hahahaa” tawa Jin.

Mereka kembali mengerjakan kesibukan masing-masing tak lama  kemudian bel berbunyi dan membuat Yoongi terganggu lagi.

“aku akan membukakannya” usul Haru dan langsung menuju pintu lalu membukanya.

“mecari Yoongi oppa ya?” tanya Haru kepada seseorang yang menekan bel rumah tadi.

“iya kata Jimin dia ada disini, jadi aku kesini sekalian bertemu Yoongi hyung juga” jawab namja itu yang sebelumya sudah memberi tahu kalau akan kesini kepada Jimin, ya itu jungkook.

“nugu?” tanya Yoongi penasaran.

“hyung ini aku” jawab Jungkook.

“ah kau, masuklah”

Jungkook dan Haru menghampiri 3 namja yang ada diruang tamu rumah Yoongi. Haru kembali duduk di sebelah kanan Jimin sementara Jungkook duduk di samping kirinya Jimin.

“cepat sekali” ucap Jimin

Jungkook mengerti maksud Jimin “iya, aku sudah di jalan saat mengatakan kalau aku akan ke Seoul tadi”

“oh” jawab Jimin singkat.

“hyung kau sedang mengerjakan apa?” tanya Jungkook penasaran.

“oh, ini tugas kuliahku”

“ooh…” ucap Jungkook sambil menganggukkan kepalanya.

“hya Kookie ini Haru dan Haru ini Jungkook” ucap Jimin mengenalkan keduanya.

“oh annyeong” sapa Jungkook.

“annyeong” balas Haru.

Jungkook bergabung dengan Jimin dan Haru menonton tv dan kembali membuat kebisingan bagi Yoongi.

“akh… kalian ini berisik sekali” dengus Yoongi. “Nanti saja lanjutkan mengerjakannya” lanjutnya kepada Jin.

“hyung aku akan kuliah disini” lapor Jungkook.

“hemmm… baguslah kalau begitu, aku jadi punya seseorang untuk dibully selain J-Hope hyung” jawab Jimin.

“hhaa… yang ada aku yang akan membully mu pendek” balas Jungkook.

“hey Jimin dari mana kau mengenal Hoseok?” tanya Jin.

“kami berada di kelas sekolah dance yang sama” jawab Jimin.

“apa aku boleh ikut?” Jungkook yang mendengar kalau Jimin ituk kelas dance jadi ingin ikut bergabung.

“tentu saja boleh” jawab Jimin.

-o0o-

Jungkoook dan Jin sudah pulang kini tersisa Yoongi, Haru dan Jimin dirumah itu.

“oppa aku mau cerita” ucap Haru.

“tentang?” jawab Yoongi malas karena dia mengantuk.

“hidupku”

“maksudmu?” jawab Jimin penasaran berbeda Yoongi, mendengar Haru ingin bercerita tentang hidupnya itu ia langsung mengerti dengan maksudnya Haru.

“dasar bodoh” ejek Yoongi ke Jimin.

“hya hyung…”

“sudah” potong Haru.

“ceritalah…” titah Yoongi dan diberi dukungan dengan anggukan oleh Jimin.

“aku… hiikss…” haru langsung menangis mengingat hal yang sudah menimpanya. “aku… aku tidak kuat lagi hidpup di dunia ini oppa”

“MWO?” kaget Jimin Dan Yoongi bersamaan.

-o0o-

Taehyung masih terlihat lesu, ya walaupun bagi orang lain dia tidak apa-apa, tapi bagi Namjoon yang mengetahui masalahnya ini bukan hal yang biasa. Taehyung bahkan tidak mau makan. Dia khawatir kalau anak itu sakit, bisa repot kalau alien sakit menurut Nanjoon. Dia menghampiri Taehyung yang sedang duduk di pinggir sebuah danau yang ada di belakang kampus mereka.

“hya”

“ah kau hyung, aku kira siapa. Ada apa?”

“kau yang ada apa?” jawab Namjoon.

Taehyung bingung “nde?”

“kau mengkhawatirkannya?” tanya Namjoon dengan senyuman yang terukir.

“kau ngomong apa hyung aku tidak mengerti” sangkal Taehyung.

“issh… dasar idiot”

“hehehee..”

Namjoon bingung dengan makhluk yang dihadapannya ini “bahkan kau masih bisa tertawa sekarang? Hya aku tau kau menyukainya kan?”

“menyukai siapa maksudmu hyung?”

“Haru” jawab Namjoon singkat.

“m.. mmwoyaaa… tidak kok” jawab Taehyung gugup.

“lalu kenapa kau sampai segininya setelah dia pergi?”

Taehyung menggeleng “molla…”

“heemmm… Tae kalau kau memang menyukainya kenapa kau tidak mencarinya saja?”

“bagaimana aku bisa hyung, dia diaman saja aku tidak tahu” jawab Taehyung dengan tertunduk.

“kau sudah hubungi dia”

Taehyung menggeleng “belum”

“hubungi dia, aku yakin dia sama denganmu”

“maksudmu?”

“sudahlah, aku mau menemui dosen Park dulu”

“emmm… ah HYUNG AKU PULANG DULUAN” teriak Taehyung dan dibalas lambaian tangan Namjoon tanda ‘iya pergilah’.

-o0o-

“isshh… anak ini kenapa teledor sekali sih? Katanya ini tugas penting, tapi kenapa bisa dilupakan begitu saja?” dengus Haru.

Haru membawa map itu menuju kampus Jimin dan akan menyerahkan kepada pemiliknya yang teledor itu. Tadi malam Jimin menginap dan meminta Haru membantu mengerjakan tugasnya, karena Jimin tahu walaupun Haru tidak melanjutkan sekolah lagi otaknya pasti masih berfungsi dengan baik karena Haru itu yeoja yang punya otak pintar terbukti dulu dia selalu menjadi nomor satu disekolah. Jimin berfikir untuk membawanya ke rumah Yoongi dan minta bantuan ke Haru. Tepat. Haru bisa membantunya mengerjakan dengan baik.

#Haru Massage
/oppa kau teledor sekali, tugasmu tertinggal/

#Jimin Repeat
/ah benar aku melupakannya, bagaimana ini. kalau aku mengambilnya aku tidak punya waktu lagi/

#Haru Masage
/arraseo… aku yang akan mengantarkannya/

#Jimin Repeat
/ah, kau baik sekali ya/

“dasar” dengus Haru.

Haru pergi menuju halte bus terdekat dengan rumah Yoongi. Tak lama bus yang ditunggunya datang dan langsung menaikinya.

-o0o-

“neo eodiga?” ucap Haru kepada Jimin lewat telepon.

“aku akan menemuimu” jawab Jimin di seberang sana.

“baiklah”

Haru menunggu Jimin di sebuah kursi yang disediakan kampus untuk mahasiswanya.

“ah, gomawo kau mau mengantarkannya padaku” ucap Jimin segera setelah sampai pada Haru sambil mengacak rambutnya.

Haru merapikan rambutnya “dasar teledor” dengus haru.

“HARU?!” teriak seorang namja.

“Ta..Tae.. TAEHYUNG?”
.
.
.
To Be Continued
.
.
.
A/N
Waaahhh… anak Bangtan udah keluar semua dari persembunyiannya hahahaa…  udah lebih panjang kan ceritanya di chapter ini?
Gomawo udah baca tinggalkan jejak kalian dengan kritik dan saran juseyo. Annyeong.

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s