FF/ MY CRAZY YEOJA/ BTS-BANGTAN/ pt. 4


4..

[BTS FF Freelance] – My Crazy Yeoja (Chapter 4)

Title                         : My Crazy Yeoja

Author                     : Yeonwo / @Ayaliana

Cast                         : Kim Taehyung (BTS), Go Haru (Oc), Park Jimin (BTS), Kim Namjoon (BTS), Min Yoongi (BTS), Shin Ahrin (Oc), Jung Hoseok (BTS), Ahn Yana (Oc), Dll.

Genre                      : Angs, Hurt/Comfort, Romace, Friendship.

Rating                      : T

Length                     : Chapter

Disclimer                : 안녕하세요Apabila ada kemiripan alur cerita, karakter, latar atau apapun, itu hanya kebetulan saja. Tinggalkan jejak kalian chingu, saran dan kritik kalian akan sangat membantu author di chapter selanjutnya. Selamat membaca…. J

TYPO AKAN BERTEBARAN DIMANA-MANA CHINGU, MAAF J.

***

 

 

Repeat

 

Satu per satu semua alasan yang membuat Haru ingin mengakhiri hidupnya sendiri sudah mulai kuketahui. Mungkin ini belum seberapa seperti yang dia katakana tadi. Tapi seberapa sadisnya mereka membuat Haru seperti sekarang ini?.

 

‘Haru aku akan melindungimu dan membalas perbuatan orang-orang yang sudah menyakitimu’ batinku.

.

.

.

Chapter 4-

 

-Author POV-

 

Taehyung terus duduk disamping tubuh Haru yang terbaring lemah akibat kejadian tadi siang yang menimpanya kemudian ia tertidur.

 

Haru membuka matanya “Tae” panggilnya pada namja yang bernama Taehyung.

 

“kau sudah bangun?” tanya Taehyung sambil mengucek-ngucek matanya.

 

“emmh…”

 

“kau sudah agak baikkan?”

 

“emh, kurasa aku sudah cukup baik”

 

“apa kau mengenal mereka?”

 

“nanti aku ceritakan Tae, aku janji”

 

“baiklah aku pegang janjimu”

 

Taehyung tersenyum dan terus memandang lekat yeoja yang berada di hadapannya itu. Ia tidak mau memaksa Haru untuk mengatakan semuanya kepadanya.

 

“Tae kau istirahat dulu, sarapan dan bersihkan badanmu” ucap Namjoon tiba-tiba.

 

“hyung? Kau rupanya”

 

“eh… biar aku yang jaga Haru sementara kau tidak ada”

 

“Haru aku tinggal dengan Namjoon hyung sebentar ya”

 

“ya tae”

 

-Author POV End-

 

-o0o-

 

-Go Haru POV-

 

“ya Tae” Taehyung keluar dan sekarang aku bersama Namjoon oppa.

 

Ada sesuatu yang sangat ingin aku ketahui tentang Namjoon oppa. Jadi aku memutuskan untuk menanyakannya sekarang. Iya sekarang adalah waktu yang tepat. Aku rasa begitu. “oppa apa hubunganmu dengan Ahrin eonni?”

 

“sahabat?” jawabnya enteng.

 

Aku menggeleng “ani, kalian terlihat lebih dari itu”

 

“tidak ada yang selebihnya dari sahabat”

 

“tapi oppa, kenapa ya aku merasa lalian itu begitu dekat dan kalian terlihat cocok bersama”

 

Namjoon oppa hanya diam setelah mendengar yang aku katakana tadi. Aku bisa melihat raut wajahnya, dia pasti berbohong, aku yakin itu. Dia pasti menyimpan perasaannya.

 

***

 

Aku sangat bosan berada di rumah sakit setiap hari harus makan bubur aku paling benci bubur, harus minum obat juga. Akhirnya aku diperbolehkan dokter pulang setelah empat hari dirawat.

 

‘semoga mereka tidak mengangguku lagi’ batinku.

 

Semoga mereka tidak mengetahui keberadaanku lagi, aku lelah terus-terusan disiksa oleh mereka. sudah cukup aku menderita, sudah cukup mereka melakukan ‘itu’ kepadaku, bahkan mereka mengambil ‘hal’ yang paling berharga dariku termasuk orang tuaku. Suatu saat akan aku balas perbuatan namja-namja bejat itu. Aku akan bangkit dari semua keterpurukkan ini, aku tidak mau terus-menerus menjadi budaknya. Tak ku sadari pipiku sudah basah akibat air mata yang tak mampu dibendung lagi.

 

-Go Haru POV End-

 

-o0o-

 

-Kim Namjoon POV-

 

“apa yang dimaksud Haru waktu itu?” gumamku.

 

Apakah yang dia katakana itu benar? Apakah aku dengan Ahrin tidak terlihat sebagai sahabat? Ok aku memang dekat dengannya tapi itu tidak lebih dari hubungan sahabat. Aaakh.. aku memang mempunyai IQ 148, tapi bukan berarti aku pandai dalam hal ini. jika benar lalu apa? Apa aku terlihat menyukai Ahrin? Akh tidak, aku tidak menyukai Ahrin. Mana mungkin aku mau dengan yeoja bodoh seperti dia itu. Aku tidak suka dengan yeoja yang bodoh.

 

“aaaakkhh….. Haru kenapa kau mengatakan itu kepadaku? Ini membuatku frustasi” dengusku kesal.

 

“lebih baik aku membicarakan ini kepada Haru saja” ucapku kepada diriku sendiri.

 

Aku keluar dari kamar dan melihat Taehyung sedang menonton tv. “Tae, Haru dikamarnya?”

 

“emh…” jawabnya singkat kepadaku tanpa memalingkan pandangannya dari layar televisi itu. Mungkin dia lagi menonton drama kesayangannya. Ya anak itu memang sangat suka menonton drama, ku harap hidupnya tidak akan di penuhi oleh drama-drama seperti yang sering ia tonton.

 

Aku menuju kamar Haru yang ada di lantai atas dan

Toookkk…. Ttoook….

Aku mengetok pintu kamarnya.

 

“masuklah” jawab Haru dari dalam agak berteriak supaya terdengar olehku.

 

Tak pikir panjang aku langsung masuk kekamarnya.

 

Haru tersenyum padaku “ada apa oppa?” tanya Haru.

 

“ng.. itu… yang kau katakana saat dirumah sakit” jawabku ragu.

 

“apa?”

 

“akh bukan apa-apa” aku mengurungkan niatku untuk membicarakan hal itu dan berjalan keluar kamarnya.

 

“aaaaa…. Tentang Ahrin eonni?” ucapnya tiba-tiba sebelum aku keluar dari kamarnya.

 

Sial dia tahu rencanaku menemuinya, mau tak mau aku kembali berbalik menujunya.

 

“jadi apa aku benar oppa?” tanya Haru dan aku tahu maksud dari pertanyaannya itu.

 

“aku tidak tahu, aku bingung. Aku tidak suka dengan yeoja bodoh seperti dia itu, tapi entah kenapa aku selalu merasa nyaman berada didekatnya” jelasku.

 

“emmm… lalu apa lagi?”

 

“nde?” sekarang aku benar-benar tidak mengerti maksudnya.

 

“apa ada yang lain lagi saat kau berada di dekatnya?”

 

“hanya itu saja”

 

“emmmm….” Haru terlihat berfikir

 

“ah, oppa kau menyukainya kan, ani, kau mencintainya, iya kan? Aku lihat Ahrin eonni sepertinya menerimamu, dia sangat suka menceritakan tentangmu kepadaku”

 

“apa yang dia katakana?” tanyaku antusias

 

“wah..wah..wah… oppa kau penasaran?”

 

“akh kau ini”

 

“banyak lah pokoknya, dia bilang oppa itu pintar tapi kadang kala bodoh, terlihat dewasa sebenarnya gak sama sekali daaan…. Banyaklah pokoknya”

 

“mwoya… dia bilang aku bodoh? Yak dia yang bodoh bukan aku” protesku. Aku tidak terima dibilang bodoh oleh yeoja yang bahkan kalau aku memang bodoh dia lebih bodoh lagi.

 

“terserah oppa deh” ucap Haru. sepertinya dia sedikit kesal, karena aku protes padanya, bukan pada orang yang sudah mengatai ku bodoh.

 

-Kim Namjoon POV End-

 

-o0o-

 

-Author POV-

 

“ck, apa yang mereka lakukan berduaan dikamar?” dengus Taehyung kasar.

 

Taehyung beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju lantai atas dan sampai pada tujuannya ke sana, iya dia ke kamar Haru. Memastikan tidak terjadi hal yang tidak dia inginkan.

 

“sedang apa kalaian berduaan disini dan kenapa hyung melakukan itu?” ucap Taegyng sambil menunjuk tangan Namjoon dan Haru yang sedang berpegangan dengan dagunya membuat Namjoon melepaskan genggamannya.

 

Taehyung tidak tahu kalau Namjoon baru saja memohon kepada Haru supaya dia tidak memberitahukan ini kepada Taehyung apalagi Ahrin.

 

“ng.. tidak papa” ucap Namjoon gelagapan dan langsung keluar meninggalkan Haru juga Taehyung.

 

Taehyung memandang heran punggung hyungnya itu dan menggelengkan kepalanya lalu mengarahkan pandangan kepada Haru.

 

“WAE?” protes Haru kepada Taehyung yang sedang memandanginya dengan pandangan penuh selidik.

 

“apa yang kalian bicarakan?”

 

“emmmm….” Haru kembali teringat permohonan Namjoon supaya tidak mengatakan apa-apa tentang itu lalu dia kembali meneruskan kalimatanya yang sempat terpotong “tidak ada apa-apa kok”

 

“lalu, tentang tangan kalian tadi apa?”

 

“apa pedulimu? Memangnya kau siapa?” jawab Haru dengan berusaha senormal mungkin.

 

“ah benar juga” jawab Taehyung. “aku keluar”

 

“ya” jawab Haru malas.

 

Haru kembali memejamkan matanya untuk mengumpulkan tenaga kembali.

 

***

 

“aku mau bantu” pinta Taehyung.

 

“tidak perlu, sebentar lagi selesai kok” jawab Haru.

 

Haru sudah pulih dari sakitnya dan sedang memasak untuk Taehyung dan juga Namjoon tiba-tiba bel rumah berbunyi.

Ting.. tong…

 

“biar aku yang buka pintu” Taehyung menghampiri pintu lalu membukanya.

 

“eomma” seru Taehyung dan langsung memeluk seorang yeoja paruh baya yang dipanggilnya eomma itu.

 

“kenapa tidak bilang kalau eomma mau kesini? Aku kan bisa menjemputmu”

 

“tidak perlu lagi pula aku sudah sampai disini kan?” jawab eommanya.

 

“annyeonghaseyo bibi” sapa Namjoon kepada eommanya Taehyung itu.

 

“ya Namjoonnie.. kalian sudah makan?”

 

“belum eomma” jawab Taehyung.

 

“kalau begitu, aku akan memasak untuk kalian”

 

“tidak perlu eomma, sudah ada seseorang yang memasak didapur” cegat Taehyung.

 

“apa? Siapa? Pembantu?”

 

“makanannya sudah siaaap” teriak Haru dari dapur.

 

“nah itu sudah siap, ayo eomma kita makan” Taehyung menggiring eommanya menuju ruangan makan.

 

Sesampainya mereka diruangan makan “KAU?” seru nyonya Kim, eommanya Taehyung, dengan nada yang terkejut sambil menunjuk Haru.

 

“ny… nyonya.. KIM?”  jawab Haru tidak kalah terkejut.

 

“apa yang kau lakukan disini?” berjalan menghampiri Haru.

 

“eomma kalian saling mengenal?” Taehyung bertanya kepada eommanya dengan penasaran.

 

“ya, dia itu adalah anak dari keluarga Go yang pengedar narkoba itu. Tak ku sangka kau masih hidup” ucap nyonya Kim dan membuat Taehyung juga Namjoon terkejut.

 

“nyonya kumohon jangan mengatakan hal itu terhadap orang tuaku, mereka tidak melakukan itu. Mereka hanya dijebak oleh bajingan-bajingan itu”

 

“hah? dijebak katamu? Lalu kenapa mereka sampai dihukum kalau memang benar mereka tidak melakukannya? Semua bukti sudah mengatakan kalau memang mereka pelakunya”

 

“karena kami tidak punya bukti yang menyatakan kalau mereka tidak bersalah” jawab Haru lemah dan suara serak disertai isakan tangis.

 

“itu sama saja kalau mereka bersalah”

 

“SUDAH KUBILANG MEREKA TIDAK MELAKUKAN ITU” teriak Haru, ia sudah panas dengan kata demi kata yang diucapkan oleh nyonya Kim yang berhasil membuat luka lamanya yang hampir kering kembali berdarah.

 

“HYA… berani sekali kau membentak orang yang lebih tua darimu. TIDAK SOPAN” ucap nyonya Kim.

 

“AKU HANY…”

 

“SUDAH, HENTIKAN!” potong Taehyung.

 

“T.. Tae.. aku”

 

“DIAM! aku tidak mau ada keributan lagi, eomma jangan mengatakan hal-hal itu lagi dan kau Haru tidak sepantasnya kau berteriak kepada orang yang lebih tua darimu”

 

“n..neo… akkhh… KAU benar-benar” Haru berlari keluar dari rumah Taehyung.

 

Namjoon yang melihatnya langsung mengejar Haru keluar sedangkan Taehyung dia berlari kekamarnya.

 

“Tae.. anak eomma yang ganteng. Buka pintunya” pinta nyonya Kim.

 

“aku mau sendiri eomma” ucap Taehyung dari dalam kamar.

 

Nyonya Kim paling paham dengan anaknya, dia langsung beranjak dari depan pintu kamar anak sulungnya itu dan memilih pergi ke sebuah sofa yang ada di ruang tamu lalu membaringkan tubuhnya.

 

***

 

Namjoon terus mengejar Haru berusaha meraih tangannya dan sukses.

 

“kau mau kemana?” seru Namjoon.

 

“lepaskan aku oppa… aku mau sendiri” pinta Haru dengan wajah yang dibanjiri oleh air matanya.

 

Namjoon mengerti itu, dia melepaskan cengkraman tangannya dari lengan Haru. Haru langsung pergi meninggalkan Namjoon, namun tanpa diketahui oleh Haru Namjoon tetap menguntitnya.

 

-o0o-

 

Haru duduk dipinggir sebuah sungai, tebaklah dimana… ya sungai Han. Haru meluapkan semua emosinya dengan menangis sejadi-jadinya tanapa menghiraukan pandangan orang-orang. Cukup lama Haru berada di sana sampai hari mulai gelap dan akhirnya malam, dia tetap tidak beranjak dari tempatnya itu. Dia juga tetap saja menangis dengan sesegukkan. Melihat itu Namjoon sudah tidak tega membiarkannya kedinginan disana. Haru bisa sakit kalau terus berada di luar dengan udara yang sedingin ini. dan sekarang langitnya malah terlihat mendung. Sebentar lagi akan hujan. pikir Namjoon. Dia melangkahkan kakinya menuju Haru. Tapi baru lima langkah Namjoon berjalan, dia melihat seorang namja dengan tubuh yang atletis menghampiri Haru.

 

“Haru?” sapa namja itu dengan ragu-ragu.

 

Haru mendongakkan kepalanya dan menemukan sosok namja yang selama ini dia rindukan, sosok namja yang dulu selalu ada untuknya, sosok namja yang dulu sempat membuatnya kecewa karena dia meninggalkannya begitu saja saat dibawa oleh namja-namja bajingan itu, sosok namja yang sangat dia inginkan untuk berada disampingnya dan membuat dia tertawa lepas dengan tingkah konyol yang dia lakukan dan dia merindukan namja itu memanggil namanya kembali juga merindukan suaranya yang merdu melantunkan sebuah lagu juga jarinya yang cekatan memainkan piano itu dan kini namja itu ada didepan matanya. Haru langsung mengenali suara khas dari namja itu.

 

“kemana saja kau?” Haru menghambur kepelukan namja yang sudah lama ia rindukan itu.

 

“ternyata ini benar kau. maafkan aku” jawab namja itu.

 

“kau jahat oppa” ucap Haru sambul memukul-mukul dada milik namja itu yang bisa dikatakan pukulan itu tidak sakit.

 

“maafkan aku wollie” ucap namja itu lagi.

 

Wollie? Ya itu adalah panggilan namja itu kepada Haru dan Haru menyukai itu, karena dia sangat menyukai langit malam apalagi kalau sedang bulan purnama ditambah taburan bintang yang membuat langit malam semakin indah. wol berarti bulan.

 

Namjon melihat itu langsung menghentikan langkahnya, dia berfilir kalau namja itu adalah orang baik dan buktinya Haru langsung berhamburan kepelukan namja itu, tapi siapa dia? Bukankah Haru bilang kalau dia tidak punya teman lagi? ‘lagi’ ya ‘lagi’ mungkin itu temannya yang sudah lama tak bertemu dengannya. Namjoon membalikkan langkah kakinya dan berjalan menuju rumah Taehyung untuk istirahat karena sudah beberapa jam dia berada diluar mengawasi Haru, dia juga sudah sangat kedinginan karena tidak memakai pakaian yang cukup tebal. Namjoon yakin namja itu tidak akan meninggalkan Haru begitu saja di tengah malam yang sebentar lagi akan hujan ini.

 

-o0o-

 

“wollie kemana saja kau selama ini?” tanya namja itu kepada Haru yang berada di sampingnya.

 

“kenapa kau tidak menolongku waktu itu oppa?” jawab Haru dengan pertanyaan juga dan membuat namja itu terperanjat dan bingung harus menjawab apa.

 

Namja itu tertunduk lesu “mm… maaf” jawabnya. Sekarang dia pasti sangat merasa bersalah.

 

Haru yang melihat raut namja itu tiba-tiba berubah dengan ekspresi yang sangat tidak bersahabat saat mengungkit ‘itu’ lagi. Yeoja ini jadi malas membicarakan lebih lanjut, padahal dia sangat ingin tahu apakah yang dilihatnya watu itu benar-benar namja ini atau bukan. “ck.. sudahlah lupakan itu oppa. Itu sudah berlalu”

 

Namja itu teridan, lalu setelah beberapa detik diam dia langsung memecah suasana dengan ragu-ragu “kau… kenapa menangis?”

 

Haru kembali menumpahkan air matanya mengingat kejadian di rumah Taehyung tadi, yang membuatnya kembali memutar masa-masa kelam yang telah dijalaninya.

 

“baikalah, kau tidak perlu mengatakan sekarang” ucap namja itu dengan nada yang sangat menenangkan.

 

“mianhae oppa”

 

“ya ampun rupanya kau sudah kedinginan wollie” ucap Namja itu setelah menyentuh tangan Haru.

 

“…..” Haru masih sibuk dengan pikirannya sendiri tanpa menghiraukan namja yang bersamanya itu.

 

Merasa tidak dihiraukan oleh Haru, namja itu mengibaskan tangannya ke muka Haru “kau melamun?”

 

“a-ah ti-tidak, aku tidak melamun kok” jawab Haru gelagapan.

 

Namja itu merangkul tubuh Haru, bermaksud untuk memberi kehangatan kepada Yeoja itu. Ia sangat merasa bersalah karena sudah membiarkannya di bawa oleh bajingan itu. Kini ia berpikir kalau sekarang adalah waktu yang tepat untuk menebus semuanya, dengan selalu ada untuk yeoja yang ia sayangi itu. Iya, namja ini menyayangi Haru, sangat menyayanginya. Bukan sayangnya seorang namja kepada seorang yeoja, tapi lebih tepatnya seperi sayangnya seorang kakak kepada seorang adik kecilnya yang sangat manis.

Dalam pikiran masing-masing namja itu kembali memutar masa-masa indah saat bersama dengan yeoja yang sedang dalam dekapannya itu. Ia tidak akan membiarkan Haru menangis seperti tadi, dia akan menjadi orang yang pertama yang akan menghapus air matanya. Sedangkan Haru dia berpikir kalau dia harus memulai kehidupan yang baru, dia harus melupakan hal yang terdahulu dan memulai yang baru.

 

“kau mau kopi?” tanya namja itu memecah suasana hening mereka.

 

Haru mengangguk dengan semangat tidak lupa dengan senyumnya yang manis tanda ia menginginkan secangkir kopi untuk menambah kehangatan tubuhnya.

Tak berapa lama namja itu kembali sambil membawa dua cangkir kopi di tangannya, ia memberikan satu cangkir untuk Haru. “ini kopimu”

 

“gomawo oppa” ucap Haru.

 

Namja itu berjalan beberapa langkah ke depan untuk menikmati keindahan sungai Han saat malam hari. Langit yang tadinya mendung, sekarang sudah berangsur cerah. Malam yang sangat indah baginya, ditambah dengan pertemuannya setelah lama tidak mengetahui keberadaan yeoja itu, yeoja yang selama ini ia cari-cari dan tentunya ia sangat merindukan sosok Haru.

 

Tiba-tiba “disini rupanya?” ucap seorang namja yang berkulit putih, sangat putih.

 

“Yoongi hyung?”

.

.

.

.

To Be Continued…..

.

.

.

A/N

Nah chinggu ada konflik baru nih. Jadiii menurut kalian apa yang akan dilakukan Haru selanjutnya? Siapa namja yang bersama Haru itu? Dan apa yang akan terjadi pada Taehyung? Temukan di chapter-chapter selanjutnyaaa… heheheheee…

Aku kasih bocoran yaaaa… Chapter selanjutnya cast-cast lain (anak bangtan) muncul lagi. Niatnya sih gak lebih dari 10 chapter, tapiii Liat aja nanti yaa J

Kalau kalian sudah baca tulisanku ini, tolong tinggalkan komentar kalian. Kritik dan saran kalian akan membantu aku di selanjutnya. Kalau kalian mengkritik tolong kasih saran juga ya chingu. Kritik dan saran kalian akan selalu aku baca. gomawoo. Annyeong.

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s