FF/ MY CRAZY YEOJA/ BTS-BANGTAN/ pt. 3


3.

Title                         : My Crazy Yeoja (Chapter 3)

Author                     : Yeonwo / @Ayaliana

Cast                         : Kim Taehyung (BTS), Go Haru (Oc), Kim Namjoon (BTS), Shin Ahrin (Oc), Jung Hoseok (BTS), Ahn Yana (Oc), Dll.

Genre                      : Angs, Hurt/Comfort, Crime, Tragedy, Romace, Friendship.

Rating                      : PG-17

Length                     : Chaptered

Disclimer                : 안녕하세요Apabila ada kemiripan alur cerita, karakter, latar atau apapun, itu hanya kebetulan saja. Tinggalkan jejak kalian chingu. saran dan kritik kalian akan sangat membantu author kedepannya. Selamat membaca…. J

TYPO AKAN BERTEBARAN DIMANA-MANA, MAAF J.

***

 

 

Repeat

 

Bbrakkkk……….

 

“hey, apa yang kau lakukan disini?’ Seseorang telah membuka tempat persembunyianku.

 

“JANGAAAAANN……………..”

.

.

.

 

-Chapter 3-

 

-Go Haru POV-

 

“hey apa yang kau lakukan disini nona?” ucap seseorang kepadaku. Aku membuka mataku dan aku sangat bersyukur karena yang membuka  tempat sampah bukan namja-namja tadi.

 

“ah bibi, apa namja-namja itu masih ada disini?”

 

Heran “namja? Tidak ada namja disini” jawabnya padaku.

 

“benarkah?” aku menengok keluar.

 

Dia mengangguk membalas pertanyaanku. Aku memberanikan diri untuk keluar dari tempat sampah, berharap seperti yang dikatakan bibi tadi kalau tidak ada namja itu disini.

 

‘benar tidak ada’ batinku.

 

“nona kenapa kau bersembunyi di sana?”

 

“ah tadi ada yang mengejarku bibi, aku sangat ketakutan. Jadi aku sembunyi di sana”

 

“emmm….”

 

“bibi, aku pulang dulu yaa”

 

“ya”

 

Aku pulang dengan berlari, jaga-jaga kalau mereka masih disekitar sini.

 

***

 

“KEMANA SAJA KAU?” bentak Taehyung. Mungkin dia khawatir denganku.

 

“aku ke mini market Tae”

 

“iya aku tahu itu, tapi kenapa lama sekali?”

 

“ng…i.. ituu.. ah… aku tadi bertemu seorang bibi, sepertinya dia kesusahan jadi aku membantunya untuk mengangkat beberapa bawaannya” jawabku bohong.

 

“benarkah? kau membuatku khawatir saja”

 

“maafkan aku”

 

“jangan diulangi lagi, oh iya mana ponselmu?”

 

Aku menyerahkan ponselku kepada Taehyung. Kulihat dia sedang melakukan sesuatu dengan ponselku.

 

Taehyung menyerahkan ponselku “ini no ku, kalau ada sesuatu kau hubungi aku saja”

 

“emmh…” aku mengangguk paham, benar juga yaaa… kalau ada apa-apa bisa hubungi dia.

 

‘kenapa mereka bisa ada disana? Apakah mereka sudah bebas? Kalau itu benar berarti hidupku kembali terancam’ batinku.

 

***

 

“Tae aku ingin kerja part time”

 

Menoleh kearahku “dimana?”

 

Aku menghempaskan nafas berat “aku belum tau”

 

“aku akan membantumu mencarinya”

 

“terimakasih Tae” ucapku dengan senyuman khasku.

 

Taehyung hanya tersenyum membalasku dan pergi. Akupun pergi kekamarku, mengistirahatkan tubuhku. Aku sangat lelah setelah berlari cukup lama tadi. Sebelumnya aku mandi dulu, aku pasti sangat bau karena tadi berada di dalam tempat sampah. Tapi apa Taehyung tidak mencium bauku? Ah entahlah, dia itukan alien yang idiot seperti yang Namjoon oppa katakan. Hahahaaa…

 

-GO Haru POV End-

 

-o0o-

 

-Author POV-

 

“kami pulaaang…..” seru seorang namja sesaat setelah masuk kedalam rumah.

 

“kalian sudah makan?” terdengar suara seorang yeoja menjawab seruan namja tadi.

 

“belum” jawab salah satu namja yang bernama Namjoon.

 

“aku akan memasak untuk kalian”

 

“oh iya Haru Taehyung bilang kau mau mencari kerja part time, aku tadi menanyakan apakah ada lowongan di kafe milik Ahrin dan dia bilang ada. Jadi apakah kau mau bekerja disana?” ucap Namjoon.

 

“benarkah? tentu saja aku mau” jawab yeoja bernama Haru dengan semangat.

 

“besok akan kami antar kau kesana” sahut Taehyung.

 

***

 

*di kafe Ahrin

 

“kau akan ku tempatkan di kasir, ………………………. Blablablablabla …………… nah apa kau sudah mengerti?” tanya Ahrin kepada Haru setelah beberapa menit menerangkan tentang yang akan dia kerjakan.

 

“iya, aku mengerti”

 

“baiklah, selamat bekerja Haru. Aku mau kuliah dulu” Ahrin keluar meninggalkan Haru.

 

.

.

.

Sudah satu minggu Haru bekerja part time di kafe milik Ahrin dan hari-harinya berjalan dengan mulus, tidak ada yang membuatnya terganggu. Namun tidak dengan hari ini. Seseorang yang mencurigakan telah mengawasi Haru selama dua hari terakhir.

 

Disaat Haru akan memberi kembalian kepada seorang pelanggan alangkah terkejutnya ia. Dihadapannya sedang berdiri salah seorang namja besar yang dulu menyiksanya di ruangan yang lebih layak dikatakan gudang itu.

 

“hai, gadis manis. Akhirnya aku menemukanmu juga” goda namja itu sambil mengelus pipi Haru.

 

Haru bergidik ketakutan. “APA YANG KAU LAKUKAN?” bentaknya.

 

“hey, kau sudah berani membentakku setelah beberapa tahun tak bertemu?”

 

“PERGI KAU DARI SINI, AKU TIDAK MAU BERTEMU DENGNMU LAGI, JANGAN GANGGU AKU DISINI” bentak Haru dan sukses membuat seisi kafe memandangi keduanya yang sedang berdebat.

 

“aku akan pergi setelah kau menemaniku seperti dulu”

 

“CIH… AKU TIDAK SUDI” ucap Haru dengan tatapan yang menghinakan.

 

“apa yang kau katakana tadi?” ucap namja besar itu dengan geram.

 

“AKU TIDAK SUDI” teriak Haru sekali lagi.

 

Semua orang masih menatap heran keduanya.

 

Namja itu merogoh sakunya dan mengambil ponsel yang ada di dalam saku itu, kemudian terlihat sedang menelpon seseorang. Tak berapa lama beberapa namja lain yang sepertinya komplotan namja ini dan  diantara namja-namja itu ada seorang ketua.

 

“hai nona manis, sudah berapa lama kita tak bertemu?” ucap seorang namja yang sepertinya ketua kelompok itu.

 

“PERGI KALIAN DARI SINI” teriak Haru dengan tubuh yang bergetar hebat.

 

“kami akan pergi setelah kau juga ikut dengan kami” jawab namja itu.

 

“bos, bawa paksa saja” usul anggotanya.

 

“heeemmmm…. Benar juga ya. Tumben otakmu encer” jawabnya sambil mengelus-elus dagunya seperti berpikir dengan senyuman yang berjuta arti namun mengerikan menurut Haru.

 

Dua orang namja meraih tangan Haru dan memaksanya untuk ikut namun yeoja itu berontak hebat. Dengan susah payah Haru melepaskan cengkraman namja-namja itu. Karena keributan yang dibuat Haru dan sekelompok namja yang sepertinya gangster itu, membuat semua orang yang ada di kafe takut dan memilih untuk keluar. Kini hanya ada Haru dan gangster itu di dalam kafe. Haru masih berontak membuat kedua namja itu kewalahan dan melepas cengkramannya. Haru berniat untuk lari, tapi salah seorang sudah berhasil menangkap lengannya. Haru kembali berontak namun kini ia berhasil dilumpuhkan, Haru tertunduk lesu dengan kedua tangannya di pegang oleh seseorang dari belakang. Ketua geng itu mengangkat dagu haru dengan mencengkram keras pipi Haru.

 

Plaaakkkk…..

“ini akibatnya kalau kau berani melawan” ucap namja itu setelah mendaratkan tamparannya ke wajah Haru.

 

Haru meringis kesakitan, matanya mengeluarkan air. Ia menangis menahan sakit dipipi sebelah kananya. Haru yakin pipinya pasti sudah sangat merah akibat tampatan keras yang di layangkan oleh ketua gangster biadab itu.

 

***

 

“nona ada sekelompok namja sedang membuat keributan di kafe, mereka sepertinya memaksa Haru untuk ikut dengan mereka”

 

“………………………………………….”

 

“aku tidak tahu nona”

 

“……………………………………….”

 

“mereka masih disini nona, aku diluar kafe”

 

“……………………………………..”

 

“aku tidak berani kedalam”

 

“………………………………………”

 

“iya nona”

 

-Author POV End-

 

-o0o-

 

-Shin Ahrin POV-

 

Ddeeerrtttttt…………….. derrrtttt……………….

Ponselku bergetar.

 

“sebentar, ada telpon” ucapku kepada temanku yang sedari tadi berbicara denganku.

 

aku mengangkat telpon dari salah satu karyawan kafeku “yeoboseyo”.

 

“………………………………………..”

 

“apa yang mereka inginkan?”

 

“…………………………..”

 

“apa mereka sudah membawa Haru?”

 

“……………………………………..”

 

“apa kau bisa menghentikannya?”

 

“………………………………………”

 

“tunggu aku usahakan mereka tidak pergi membawa Haru sebelum aku datang”

 

“…………………………………….”

 

Setelah mendengar itu, aku langsung berlari mencari sahabat-sahabatku Taehyung, Namjoon, Yana dan Hoseok. Aku terus berlari mencari mereka, aku tidak mungkin bisa melerai Haru dan namja-namja itu sendirian.

 

‘ishhh kalian dimana sih?’ dengusku kesal.

 

“HYA! AKIHIRNYA AKU MENEMUKAN KALIAN” teriakku kepada sahabat-sahabatku itu.

 

“Kau kenapa berlai-lari? seperti di kejar setan saja” ucap Yana sambil tertawa-tawa kecil.

 

“ini GAWAT” ucaku dengan penuh penekanan dikata ‘gawat’.

 

“gawat apanya?” tanya Namjoon penasaran.

 

“itt… ituuh… Haru dia-”

 

“HARU KENAPA?” potong Taehyung.

 

“di…. Diaa… kata pegawaiku dia sedang di paksa ikut oleh sekelompok namja”

 

“DIMANA?”

 

“di kafeku”

 

Taehyung langsung berlari setelah mendengar Haru ditahan sekelompok namja di kafeku, kami mengikutinya berlari menuju parkiran.

 

Aku ikut mobil Taehyung dengan Namjoon sedangkan Yana ikut Hoseok menaiki motor.

 

“TAEHYUNG PELAN-PELAN. KAU MAU KITA SEMUA MATI?” teriakku padanya karena dia menyetir dengan kecepatan yang sangat tidak pantas dilarikan disaat jam jalanan kota Seoul sedang sibuk seperti sekarang ini.

 

Taehyung tidak tahu motor tidak tahu mobil dia terus melarikan mobilnya menuju kafeku.

 

-Shin Ahrin POV End-

 

-o0o-

 

-Author POV-

 

Pllaaaakkk….

Satu tamparan lagi mendarat dipipi kiri Haru, ia tidak bisa berbuat apa-apa karena tangannya sudah dikunci seseorang. Haru hanya bisa berharap seseorang berani melawan gangster ini dan menyelamatkannya. Sudah bisa di tebak wajah Haru memerah akibat tamparan-tamparan seorang namja.

 

Buukkkk……

Haru didorong dan membuat kepalanya menyentuh dinding dengan keras. Tidak puas dengan itu namja itu kembali menjambak rambut Haru dan menamparnya lagi

 

Plaakkkk…..

Bukkk…..

 

“AH.. appo…” ringis Haru.

 

“hah? Appo? Kalau kau tidak mau sakit lagi, kau harus ikut kami”

 

“cih, tidak akan” ucap Haru dengan suaranya yang sudah serak dan bergetar.

 

Haru bangkit dari lantai dengan sedikit kekuatan dan berlari menuju sudut kafe. Ia melihat orang-orang yang berada diluar dan menatap mereka dengan penuh harapan mereka mau membantunya, tapi mereka sepertinya ketakutan, itu bisa dilihat dari sorot mata yang mengisyaratkan bahwa maaf-aku-tidak-berani. Ia mengambil sebuah balok lalu melemparnya kearah namja-namja itu dan sukses mengenai salah seorangnya.

 

“sial” dengus namja yang kena lemparan dari Haru itu.

 

Namja itu tidak terima dengan lemparan balok dari Haru yang membuat pelipisnya berdarah. Namja itu menuju Haru sambil membawa balok ditangannya,

 

***

 

Taehyung dan teman-temannya sudah sampai di kafe Ahrin. Banyak sekali yang berkerumun diluar tapi tidak ada yang berniat untuk menolong yeoja itu. Melihat itu membuat Taehyung semakin kesal. Dia langsung berlari kedalam kafe.

 

Braakkkk…..

Tiba-tiba pintu kafe terbuka.

 

“APA YANG KALIAN LAKUKAN?” teriak seseorang yang berdiri di pintu masuk.

 

Buuukkk….

Buukkkkkk…………..

Buukkkk…………

Namja itu membabi buta menghajar namja-namja yang sudah menyakiti Haru dengan dibantu dua orang temannya. Haru berusaha membuat matanya jelas melihat kearah orang yang memukuli gangster-sengster itu namun tidak bisa melihat dengan jelas wajah orang-orang yang membantunya itu.

 

Melihat itu sang ketua geng langsung menghampiri tubuh Haru yang sudah sangat lemah akibat tamparan dan bantingan darinya dan dari anak buahnya. Ketua geng itu kembali menyeret Haru.

Haru berusaha supaya tidak dibawa oleh namja ini, di ambilnya sembarang benda yang digunakan untuk melawan namja ini.

 

Prraaangggggggggg…………

 

Dengan sedikit tenanga yang Haru punya dia memukul namja itu dengan sebuah vas bunga yang terbuat dari kaca dan menimbulkan suara yang cukup keras setelah vas itu sukses dipukulkannya di kepala namja yang menyeretnya itu.

Kepala namja itu mengeluarkan darah segar dan membuat namja itu geram kepada Haru, ia langsung menendang tubuh Haru dan membuatnya membentur dinding dengan keras.

 

Bukkkk……..

Tubuh Haru terkulai lemah dan membuatnya tak bisa sadarkan diri lagi.

 

Buukkkk……..

satu tonjokkan lagi dilayangkan seorang namja kepada namja yang sudah berani menendang Haru.

 

“SIAL, MUNDUR” teriak namja itu dan pergi keluar kafe sambil memegangi kepalanya yang berdarah. Dengan berjalan yang tidak cukup seimbang itu ia dibantu anak buahnya.

 

Salah satu namja langsung menghampiri Haru dan membawanya kedekapannya. “Haru bangun” ucap namja itu sambil menepuk-nepuk pipi yeoja itu.

 

“Tae bawa dia kerumah sakit” usul seorang sahabatnya.

 

Namja yang dipanggil ‘Tae’ yang tidak lain adalah Taehyung mengangkat tubuh Haru menuju mobilnya dan membawanya kerumah sakit. Ini adalah kali keduanya ia membawa Haru ke rumah sakit.

 

-o0o-

 

Cukup lama Taheyung menunggu Haru siuman, lalu jari tangan Haru bergerak. Melihat itu Taehyung langsung menatap wajah Haru. “Haru kau sudah bangun” ucap Taehyung

 

Haru membuka matanya dan mengejapkan matanya beberapa kali. “Ta.. Tae…” ucapnya dengan suara yang serak.

 

“iya ini aku” potong Taehyung.

 

Melihat Haru kembali ingin menjawabnya, Taehyung langsung mendahului Haru “apa yang sakit?”

 

Ya pertanyaan yang sangat bagus dari taehyung, kalau dia bertanya ‘apa kau tidak papa?’ itu adalah pertanyaang yang sangat konyol bagi Taehyung setelah melihat tubuh yeoja ini memar dan beberapa lebam di wajahnya. Tangannya juga harus di perban karena pecahan kaca yang mengenainya setelah tubuhnya dibanting oleh namja keparat itu. Mana mungkin ditanyai ‘apa tidak papa’ tentu saja dia ada apa-apa dengan keadaan yang memperihatinkan seperti itu.

 

“ini belum seberapa Tae” jawab Haru

 

“belum seberapa apa maksudmu?” tanya Taehyung heran. Iya lah pastinya heran, apanya yang tidak papa dengan lebam dan luka disekujur tubuh seperti itu.

 

“aku sudah terbiasa dengan ini”

 

“maksudmu?”

 

-Author POV End-

 

-o0o-

 

-Kim Taehyung POV-

 

“maksudmu?” tanyaku heran kepada Haru. Apanya yang tidak seberapa, seorang yeoja sudah bibanting juga ditampar oleh namja-namja tanpa rasa kasihan apa itu yang dinamakan belum seberapa?.

 

“aku sudah sering merasakannya Tae, bahkan lebih dari ini”

 

Aku hanya terdiam mendengar perkataan Haru.

 

“bahkan mereka melakukan hal lebih dari yang kau lihat tadi, yang sangat membuatu marah dan membuatku beralasan untuk mengakhiri hidupku” lanjut Haru.

 

“mereka pasti sudah sangat kejam kepadamu”

 

“ya mereka itu yang membuat orangku dihukum mati” jawab Haru dan kembali membuatku terdiam.

 

‘membuat orang tuanya dihukum mati?’ batinku.

 

“aku akan mengatakan semuanya nanti Tae” ucapnya sendu.

 

“baik aku akan menunggu mu”

 

Aku mengelus rambutnya, semoga ini memberi kehangatan untuknya. Setidaknya ia merasa ada seseoranga yang melindunginya saat ini.

Satu per satu semua alasan yang membuat Haru ingin mengakhiri hidupnya sendiri sudah mulai kuketahui. Mungkin ini belum seberapa seperti yang dia katakana tadi. Tapi seberapa sadisnya mereka membuat Haru seperti sekarang ini?.

 

‘Haru aku akan melindungimu dan membalas perbuatan orang-orang yang sudah menyakitimu’ batinku.

.

.

.

.

To Be Continued…………

.

.

.

A/N

Aduh itu si Haru kasihan banget ya dipukuli gitu. Kalau di kehidupan nyata, apa Haru akan selamat? Entahlah, ini hanya sebuah cerita fiksi yang keluar begitu saja di otak author.

Terimakasih sudah membaca FF yang sangat amat absurd ini dan mau menunggu kelanjutan ceritanya. hahahaaa.  kurang greget yaa? Aduuh gimana ya? Author udah berusaha dengan keras, semoga kalian menyukainya deh. Oh iya, author ngebut selesain ff  ini, karena author akan persiapan buat UN *UNnyamasihlamasih*, tapi tidak menutup kemungkinan author nggak kesempetan buat ngirimnya. Sekarang aja udah banyak tugas juga hafalan *jadicurhat*.

Tinggalkan kritik dan saran dibawah juseyo… sampai jumpa di chapter selanjutnya. Annyeong *lambaitangan*

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s