FF/ MY FUTURE DOCTOR/ BTS-BANGTAN/ pt. 2


image11
Tittle    : My future Doctor pt 2
Author : Mrs.Kim
Cast     : Oh Karin (Oc), BTS member ( find by your self)
Genre  : Romance, Friendship, Medical Student
Length : Chapter
Disclimer: 안녕하세요 친구들!!! Ini ff pertama yang author buat. Ff ini asli dari otak author dengan bumbu-bumbu imajinasi sebelum tidur, kekeke. Maaf kalau alurnya kurang jelas dan ceritanya tidak mengasyikkan. Author akan berusaha sebaik mungkin dari hari ke hari untuk menghasilkan karya yang bagus kedepannya. Apabila ada kemiripan cerita mungkin itu hanya kebetulan chingu, atau mungkin kita jodoh, kekeke! Semua cast milik Tuhan YME author hanya pinjam nama. Jangan lupa tinggalkan kritik dan sarannya, author sayang kalian……
‼️ TYPO BERTEBARAN, MIANHAEYO ‼️

Summary : ” aku sebelumnya tidak percaya takdir dan ketentuan. Tapi, apakah kebetulan yang selalu terulang itu adalah takdir ?…”

Juli 2016.

“semuanya ayo berkumpul! Baris yang rapi dan tertib! Tolong semuanya diam dan memperhatikan kedepan. Ketua panitia acara mau memberikan pengumuman!!” Teriak salah seorang sunbae di depan.
Hari ini adalah hari pertamaku di kampus. Aku sudah tidak sabaran menantikannya. Tapi mengikuti kebudayaan, sebelum memulai perkuliahan anak-anak baru akan mengalami masa-masa orientasi dan perkenalan. Bagiku ini tidak layak disebut perkenalan, bagaimana tidak! Sunbae-sunbae ini lebih terlihat seperti memperbudak anak-anak baru. Tapi meski bagaimana lagi, aku hanya generasi yang hidup dizaman mengikuti perkembangan yang sudah ada.

“Perhatian semuanya! Namaku Kim Namjoon! Hari ini adalah hari pertama kalian memasuki kampus. Sebagai seseorang yang beralih dari masa remaja menuju dewasa, masa siswa menuju mahasiswa! Kalian harus bertindak yang baik, tidak ada kata MANJA!!! Kalian harus menjadi pribadi yang lebih baik lagi! Segala sesuatu selama 3 hari kedepan ini sudah diurus dan diatur oleh panitia. Setiap kalian akan dibagi menjadi perkelompok. Setiap kelompok akan ada 2 orang Sunbae pembimbing, Namja dan Yeoja. Kalian harus mengikuti peraturan yang ada, tidak terkecuali! Kalau kalian ada masalah silahkan lapor ke pembimbing, bila tidak ada penyelesaian silahkan langsung hubungi saya!” Jelas sunbae bernama Kim Namjoon itu. Dia benar- benar sosok yang tegas. Suaranya sangat tegas dan berat. Dia mempunyai jiwa pemimpin dan aura kewibawaan yang cakap. Kurasa aku menyukainya. Kekeke, bukan suka dalam arti sebenarnya. Karena sebenarnya aku tidak pernah hm belum pernah menyukai seseorang yang benar-benar menyukai. Aku hanya menyukai seseorang karena memang aku senang melihatnya atau aku suka gayanya tidak lebih dari itu apalagi memainkan perasaan.
Kelompokku sudah dibagi. Perkelompok terdiri dari 10 orang. Aku berkenalan dengan masing-masing pembimbing kelompokku.
” Joneun, Kim Mingyuibnida! Fakultas Psikologi Saya pembimbing namja!” Teriak sunbae bernama Kim Mingyu.
” gwa, joneun Yoonaibnida! Fakultas Komunikasi Pembimbing yeoja!”
Entah ini perasaanku saja atau bagaimana ya, mengapa orang-orang jadi seperti sok tegas dan seram seperti ini. Kenapa semua orang menjadi berteriak-teriak seolah-olah anak-anak baru adalah anak-anak yang tuli dan tolol. Sudahlah kubiarkan saja. Dan saatnya aku berkenalan dengan teman satu kelompokku. Kelompokku tidak semuanya terdiri dari fakultas kedokteran. Ini adalah orientasi universitas, tentu saja teman-teman dari fakultas lain ikut bergabung meski didominasi oleh anak anak fakultas kedokteran.
Kata hatiku: ” aku sebelumnya tidak percaya takdir dan ketentuan. Tapi, apakah kebetulan yang selalu terulang itu adalah takdir ?…”

-Author Prov-
” Annyeong!” Seorang laki-laki melambaikan tangannya ke Karin. Karin yang melihatnya terkejut dan terdiam. Sejenak ia memperhatikan namja yang ada dihadapannya saat ini.
“Chogiyo..” Ucap namja itu lagi.
” aa nde..” Sadar Karin.
” noen Irreum ?” Tanya namja itu.
“Aaa, Oh Karinibnida.” Jawab Karin.
” annyeong Karin ssi, joneun Kim Seok JinIbnida.”
” aaa salam kenal. Jangan terlalu formal, kita seangkatan dan sekelompok.” Ucap Karin.
” aaa nde. Karin-ah” ucap Seok Jin memperbaiki panggilannya terhadap Karin. Karin hanya tersenyum.
“Umm. Chogiyo. Apa kita pernah bertemu sebelumnya ?” Tanya Karin.
” Molla! Kurasa tidak tapi kurasa ya. Hahaha” balas Jin asal.

-Flashback On-
-Jin Prov-
Apa yang harus kujawab, bukannya sudah kubilang aku lebih memilih untuk menjadi chef terkenal dan menyajikan makanan-makanan mahal. Tapi kenapa Appa dan eomma malah memaksaku untuk menjadi seorang Dokter. Darah saja aku tidak berani, apalagi harus membayangkan mengurus muntah orang lain. Itu benar- benar menjijikan. Aku terus saja membolak-balikkan buku latihan soal-soal didepanku. Aku rasa ini tidak berguna sama sekali, aku bahkan tidak peduli apa yang ditulis didalamnya yang kupikirkan saat ini adalah pulang.
” jadi kalau golongan Darah A menikah dengan golongan darah B itu anaknya bisa semua golongan darah…… Bla blabla”
Ku lirik seorang yeoja yang sedang menghapal dan belajar. Sepertinya ia sungguh-sungguh ingin menjafi seorang dokter. Lihat itu, bahkan Appa dan Eommannya menemaninya. Tapi kenapa Appa yang memaksaku justru tidak menemaniku, aaa ini benar- benar menyebalkan.
Aku berusah untuk belajar juga tapi sia – sia, pikiranku tidak tercipta untuk menjadi dokter. Aku mengalihkan perhatianku ke yeoja tadi. Kulihat dia sepertinya melihat kearahku, ketika kudapati dia melihat kearahku dia terkejut dan wajahnya memerah. Sepertinya dia malu. Aaa kyeopta. Aaa apa yang kupikirkan, harusnya aku memikirkan pelajaran ini agar bisa lulus seleksi untuk membungkan Appa dan Eomma. Tapi kuakui, dia sangat cantik, aku terus menerus melihat kearahnya. Kurasa dia tidak cantik, tapi dia menawan. Berbeda dengan kebanyakan yeoja yang aku temui. Teman-temanku banyak yang lebih cantik darinya, entah kenapa memandangnya aku tidak bosan. Bahkan aku mencuri pandang sesekali kearahnya. Apa-apaan ini. Mana mungkin aku terpesona hanya dengan sekali bertemu, ini memalukan. Seorang Kim Seok Jin tidak mudah bertekuk lutuh dihadapan Yeoja.
Ketika tiba giliran panggilan untuk memasuki ruangan tes aku terus mencari yeoja itu. Apakah dia seruangan denganku, tapi kemana dia. Kenapa orang-orang menutupinya. Aku bahkan tidak sadar didepanku ada lantai yang pecah sehingga aku tersandung dan terjatuh. Aaa betapa memalukannya ini, semuanya memandang kearahku dan menertawakanku. Aku hanya melihat mereka tidak enak dan langsung bangkit berdiri meninggalkan mereka. Benar- benar menyebalkan.
Ketika testelah berlalu aku berusaha mencari yeoja itu lagi, bahkan aku mengisi soalku dengan asal agar aku bisa keluar ruangan terlebih dahulu dan menunggu yeoja itu. Apa-apaan ini, aku seperti namja yang sedang jatuh cinta, itu tidak mungkin. Memang pada dasarnya aku tidak ingin mengikuti tes ini makanya aku asal-asalan. Tap mataku terus mencari sosok yeoja itu, hingga akhirnya kutemukan.
“Ottokhae ?” Tanya Appanya padanya.
” Mollayo. Kurasa soalnya susah-susah semua.” Jawabnya malas.
Aku terus mengikutinya hingga keparkiran. Sebelumnya aku melihat ruangan dan meja yang ada fotonya. Aku merobek data peserta yang ada dimeja itu, aaa jadinya namanya Oh Karin.
Ketika pengumuman berlangsung, kau-tahu! Bukan namaku yang kucari terlebih dahulu, tapi aku memasukkan nama yeoja itu, begitu kulihat namanya tidak lulus entah mengapa aku seperti merasa ikut sedih. Tapi setelah aku melihat namaku, ternyata aku tidak lulus juga, entah kenapa aku justru bahagia. Aku benar-benar bahagia. Seminggu ini aku terus kepikiran dan teringat yeoja itu. Kudapati informasinya dari data pesertanya. Ternyata dia adalah salah satu temannya temanku, Kim Na Ri. Aku langsung menemui Na Ri yang ternyata lulus seleksi tes universitas itu.
” darimana kau mengetahui tentang Oh Karin?” Tanya Nari kepadaku.
” dia anak teman Appa.” Jawabku berbohong.
” ohh, iya benar dia teman sekelasku. Tapi aku tidak menyukainya, dia anak yang kasar.” Jawab Nari.
” lalu apa kau tahu kemana dia akan melanjutkan kuliah ?” Tanyaku
” aku tidak tahu, yang kutahu dia sangat ambisius untuk menjadi dokter. Sejak kecil dia ingin menjadi dokter. Katanya dia 2 kali gagal tes universitas ini. Jika kau benar-benar penasaran besok kucari tahu kemana dia akan melanjutkan kuliah. Tapi sebagai gantinya bagaimana kalau traktir aku makan ?” Tanya Nari.
” aishh yeoja ppabo ini. Arraseo. Setelah kau dapatkan infonya aku traktir makan.”
-2 hari berikutnya-
“Jadi apa infonya?” Tanyaku
” traktir dulu aku makan.” Rengek Nari.
” arraseo. Kajja.”

” Dia akan mencoba ikut tes di universitas ini” Nari memperlihatkan sebuah poster universitas kepadaku.
” kudengar dia juga sudah berlatih sangat keras karena kegagalan sebelumnya. Dia belajar terus menerus. Kurasa dia akan lulus kali ini. Kau juga, kenapa terus menerus mencari info tidak penting. Sebaiknya kau pikirkan nasibmu, Appa dan eommamu ingin kau menjadi dokter, daripada melakukan hal tidak penting mending kau belajar!” Ucap Nari panjang lebar. Aku hanya tersenyum dan menarik poster universitas yang dia pegang.
” gomawo Nari yaaa. Saranghae…” Ucapku tersenyum bahagia dan berlari.
Perasaan dari mana yang aku tidak tahu ini tiba-tina menghantuiku, aku jadi bersemangat belajar dan berniat untuk mengikuti tes kedokteran. Aku tidak mempermasalahkan Keinginan Appa dan Eomma lagi yang memaksaku menjadi dokter. Sekarang aku juga ingin masuk ke fakultas kedokteran. Yeoja aneh itu, apakah aku bisa bertemu dengannya lagi ?
-Hari tes telah berlangsung dan tibalah pengumuman-
Aku melihat papan mading di universitas ini, perlahan mataku mencari nama yang ingin kucari. Oh Karin. Yap, nomor 141-dia lulus. Kulanjuti dengan mencari namaku. Terus mencari hingga hampir rasanya aku putus asa. Dan tibalah dia nomor 320, Kim Seok Jin. Apa aku sebodoh itu. Apa-apaan ini, kenapa namaku terakhir. Tapi biarlah, ternyata aku lulusssss—–Yippieee.
Ku edarkan pandanganku mencari Yeoja itu, kutemui ia sedang bergelayut manja dengan Appa dan Eommanya. Sepertinya dia sangat bahagia bisa lulus seleksi. Melihatnya bahagia, tiba-tiba otakkupun dengan sendirinya memerintahkan bibirku untuk ikut tersenyum. Aku… Bahagia juga.

-Flashback Off-

” aku rasa sepertiny kita pernah bertemu.” Ucap Karin bingung.
” Sudahlah daripada bingung ayo kita melanjutkan tugas kita. Karena panitia ingin cepat-cepat menyelesaikan tugas mereka mengurus kita. Kajja.”

-to  be continued-

A/N

Ottokhae chingu ya ? Chapter ini sudah keluar beberapa peran, untuk Kim Mingyu, Yoona dan Kim Na Ri sepertinya akan berakhir menjadi peran pendukung alias cameo. Tapi kalau chingu punya saran boleh sarankan ke aku ya.. Hehe. Mungkin ini akan menjadi chapter yang lumayan panjang. Karena aku membaginya dengan sangat rinci -_- mianhaeyo. Tapi rasanya ceritanya akan aneh jika aku tidak membagi dengan rinci. Kuharap kalian menikmati ceritanya. Aku mohon tinggalkan saran dan kritik ya chingu. Gomawoyo^^

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s