FF/ FATE/ BTS-AOA/ pt. 11


FATE Pt.11

Title : FATE Pt.11

 

Cast :

  • Kim Seok Jin (BTS)
  • Shin Hye Jeong (AOA)

 

Support Cast :

  • Yagi Harumi
  • Irie Naoki

 

Genre : Sad, Friendship , Romance , NC

 

Length : Chapter

 

Author : Chahaekris

 

 

*

 

The long night is following you as it flows…

Time follows you and fades…

Why are you getting farther away?

So far that I can’t reach you?

Tell me why you’re so far away,

Why?

Can’t you see me in your eyes anymore?

Love is so painful…

Goodbyes are even more painful…

I can’t go on if you’re not here.

 

**

 

“Eommaaaa…”

 

Seorang gadis kecil berlari dengan girang ke arah wanita yang Ia panggil Eomma. Wanita itu tersenyum menyambut kedatangan gadis kecilnya dan dengan segera memeluknya.

 

“Ma…ini untuk Eomma”

Wanita itu terpaku menatap apa yg di berikan gadis kecilnya itu ke arah tangannya, serpihan dari bunga sakura berwarna merah muda yang cantik.

 

“Gomawo…dmn kau mendapatkannya Hyejin’a?”

 

“Hyejin menemukannya di jalan Ma, Hyejin sangat suka warna pink sangat cantik” ujar gadis kecilnya itu.

 

Wanita itu hanya menatap nanar ke arah gadis kecil yang bernama Hyejin.

“warna pink itu sangat cantik”

Jin juga pernah mengatakan hal itu.

 

 

Malam sudah menunjukkan pukul 8 malam,Hyejeong merapikan semua peralatannya sebelum akhirnya ia mengunci pintu toko bunganya.

“ahhh maaf sekali selalu merepotkan kalian berdua, entah mengapa hari ini banyak sekali pelanggan yang membeli bunga”

Hyejeong menghempaskan dirinya ke bangku Café Orange favoritnya dimana Harumi dan Naoki menunggunya.

 

“baguslah semakin ramai akan semakin bagus bukan, lagipula hari ini adalah Father Day maka dari itu tokomu ramai, mereka pasti membeli bunga untuk Ay-“

Naoki menyenggol lengan Harumi dan memandangnya penuh arti, Harumi kemudian menyadari Ia terlalu banyak bicara.

 

“ahh hehehe…maaf Hyejeong kau pasti lelah mendengarkan ceritaku”

 

Hyejeong tersenyum dan menggelengkan kepalanya “tidak…melihat kalian berdua yang sudah menjaga Hyejin, rasa lelahku hilang”

 

“aku mungkin akan mencari orang untuk menjaga Hyejin ketika aku bekerja, aku tidak bisa terus merepotkan kalian berdua, belum lagi Naoki kecil akan lahir” kata Hyejeong sambil mengelus perut Harumi yang sudah membesar.

 

“kami tidak merasa di repotkan sama sekali” ujar Naoki sambil menyesap Lattenya.

 

“kami tidak ingin kau merasa sendirian, kami akan selalu membantumu Hyejeong” Harumi menggenggam tangan Hyejeong erat, meyakinkan sahabatnya itu.

 

Hyejeong mengangguk dengan mata berkaca-kaca, di liriknya putrinya yang sedang asik bermain ujung sana dengan anak pemilik Café ini.

 

“Hyejeong…maaf jika aku bertanya, apakah kau tidak akan mencari pengganti Jin untuk menemanimu dan Hyejin?”

 

Naoki langsung memelototi Harumi yang berkata seperti itu, namun Harumi tidak mengindahkan pandangan ke arah Naoki, ia menatap wanita yang berpura-pura tegar di hadapannya ini.

 

Hyejeong tersenyum kecut,

“aku sudah sering mengatakannya padamu Harumi…

Jin oppa pasti akan kembali…Ia sudah berjanji padaku”

 

“tapi…”

 

Naoki menahan Harumi agar tidak semakin memperkeruh suasana.

 

Harumi terisak,

“ini sudah 5 tahun berlalu dan aku juga ingin kau bahagia Hyejeong…”

 

“aku bahagia…Harumi”

 

ketiganya pun terdiam…

 

 

Hyejeong sampai di Apartmentnya seperti biasa, memandikan Hyejin lalu menidurkannya…

 

“Ma…apa itu hari Ayah?”

Hyejeong yang sedang menyisir rambut gadis kecilnya seketika terdiam

Ia selalu menghindari pertanyaan-pertanyaan seperti ini, namun Ia tidak bisa memungkiri bahwa lambat laun pasti putrinya akan bertanya hal macam ini.

 

“Hyejin tau dari mana hari Ayah?”

Hyejeong mencoba tersenyum sebisa mungkin di hadapan Hyejin.

 

“tadi siang waktu Hyejin jalan-jalan dengan Bibi Harumi dan Paman Naoki…banyak teman-teman bermain di taman, mereka bilang kalau hari ini hari Ayah”

 

“Hari Ayah itu adalah hari ini dimana orang-orang membeli bunga untuk diberikan kepada Appa mereka…”

 

“kenapa kita tidak memberikan bunga kepada Appa Ma? Apakah kita punya Appa?”

 

Hyejeong tercekat, pertanyaan itu akhirnya keluar dari bibir putrinya…ketakutan luar biasa yang selalu ingin ia hindari.

 

“tentu saja punya,Eomma dan Hyejin punya Appa…tapi Appa sedang pergi jauh dan kita…kita akan memberikan Appa bunga ketika Ia kembali, arrata? Sekarang waktunya Hyejin tidur”

 

Hyejin mengangguk,

Hyejeong mengelus rambut Hyejin dan mengecup kening gadis kecilnya dengan lembut.

“Jaljayo…Hyejin’a

 

Ia beranjak ke luar kamar ketika ia memastikan Hyejin sudah terlelap…

Hyejeong menghela nafasnya…menahan air mata yang sejak tadi ingin mengalir dari pelupuk matanya.

 

Ia membuka laci yang biasanya terkunci rapat dan mengambil sesuatu,

Sebuah bingkai foto…foto dirinya dan Jin.

Hyejeong mulai terisak…ketegarannya di hadapan Hyejin seketika hilang, rasa sakitnya kembali muncul.

Tangisnya tak mampu menahan kesedihan yang ia rasakan…

 

 

 

Flashback…

 

Jin memeluk Hyejeong untuk yang terakhir kali sebelum Ia menaiki pesawat.

Air mata mengalir ke pipi Hyejeong, Ia mendongakkan kepalanya melihat air mata tersebut berasal dari mata Jin.

 

“mengapa kau menangis oppa?”

 

Jin menggelengkan kepalanya masih memeluk Hyejeong,  mereka berdua terdiam.

 

“aku akan segera kembali…jaga dirimu” Hyejeong menggangguk menatap wajah Jin sambil tersenyum,

Jin mencium bibir Hyejeong dengan lembut, seakan tak ingin melepas tautannya.

“Saranghae…”

 

Mungkin ini hanya perasaan saja atau entahlah…

Melihat punggung Jin yang perlahan berjalan menjauh dan kemudian hilang, seolah-olah itu adalah terakhir kalinya Hyejeong melihatnya.

Ya…terakhir kalinya.

Setelah kepergiannya pulang ke Korea Ia tak pernah mengabari…lagi.

Sebulan berlalu namun Ia tak pernah mengabari Hyejeong…hari kelulusannya terlewatkan tanpa adanya kabar tentang keberadaannya.

 

Hyejeong mencoba mencari tahu alamat Jin di Korea, namun sayangnya Jin tidak mencantumkan alamatnya di Korea, melainkan alamat Apartment yang Ia tempati.

Seketika tubuh Hyejeong terasa lemas…kepalanya pusing dan semuanya gelap.

 

Ia terbangun di suatu Rumah Sakit ,dirinya terlalu sibuk mencari keberadaan Jin tanpa Ia sadari jika tubuhnya telah berbadan dua.

“oppa…dimanakah kau?” tangis Hyejeong pecah sudah tak bisa tertahan lagi.

Ia menangis sekeras mungkin…rasanya tidak mungkin bisa hidup seperti ini.

 

Harumi dan Naoki juga sudah putus asa mencari keberadaan Jin, mereka berusaha sebisa mungkin agar Jin tahu bahwa Hyejeong sedang mengandung buah hatinya, darah daging Jin.

 

Namun semua hanya sia-sia…Jin seperti hilang di telan bumi.

 

Bantuan pengacara Kang Min Hyuk pun tidak ada gunanya, keberadaan Jin tidak bisa di ketahui.

 

Mengapa Orangtua Jin tidak ada yang melaporkan kejadian ini ke Kampus Jin?

 

Jin berjanji pada Hyejeong akan kembali sebelum Ia Wisuda tahun ini, namun nyatanya Ia tak kembali.

 

Hyejeong mengelus pelan perutnya yang mulai membesar.

Mengapa hidupnya sesengsara ini?

Sejak kecil hidupnya di penuhi dengan kesengsaraan, kehilangan kedua orang tuanya, kehilangan Ajjuma Lee dan kali ini kehilangan orang yang paling Ia cintai…

 

Setiap malam Hyejeong selalu menangis histeris di kamarnya, Harumi saat itu selalu menemani Hyejeong, Ia sangat khawatir terhadap kondisi psikis sahabatnya itu, terlebih lagi Hyejeong sedang mengandung.

 

Bulan demi bulan pun berlalu, Hyejeong akhirnya melahirkan bayi perempuan yang sangat cantik, seperti dirinya.

Hyejeong terisak melihat bayi yang ada di pelukannya, hidung dan bibir bayinya mirip sekali dengan Jin, perasaannya saat itu bercampur aduk menjadi satu…bahagia,sedih,kecewa,sakit. Namun Hyejeong meyakinkan dirinya bahwa Jin akan kembali…itu janji yang Jin katakan.

 

Kim Hyejin.

 

Itu lah nama yang di berikan Hyejeong kepada bayi mungilnya. Nama yang penuh dengan arti.

 

Harumi dan Naokipun akhirnya menikah setelah konflik yang mereka hadapi dengan Ibu Naoki berakhir. Nyonya paruh baya itu nyatanya sangat kesepian sejak Ia di tinggalkan suaminya.

                    

Flashback end-

 

***

 

5 tahun berlalu dengan penuh dengan pengorbanan hati, Hyejeong sama sekali menutup hatinya untuk pria lain. Ia sama sekali tak ingin seorang pun menggantikan posisi Jin di hatinya.

Seberapapun Harumi mencoba membujuk Hyejeong agar membuka hatinya kembali, Hyejeong tak kan menghiraukannya.

 

“Jika sampai saat ini aku belum mendengar berita dari Jin, aku tidak akan melupakannya Harumi…hidup atau mati, jika belum ada kabar apapun aku akan tetap menunggu.” Kata Hyejeong sambil mengangkat ember yang berisi bunga mawar merah.

 

Harumi hanya mampu menghela nafasnya menatap punggung wanita keras kepala itu.

 

“Aaakhhhhhhh”

 

Hyejeong membalikkan badannya mendengar teriakan di belakangnya, Harumi memegang perutnya, mata Hyejeong menatap air yang mengalir dari kaki Harumi. Hyejeong buru-buru meletakkan ember yang Ia dekap dan dengan segera menyambar ponselnya memanggil ambulance.

 

 

Naoki kecilpun lahir,

Harumi memberinya nama Yuuki.

Matanya dan rambutnya yang tebal sangat mirip dengan Naoki, sisanya tentu saja mirip Ibunya.

 

Drrt…drrtt…

Hyejeong meraih ponselnya yang bergetar, Pengacara Kang Min Hyuk…ada apa ya? Batinnya,

Dan segera mengangkatnya,

 

“Annyeonghaseyo pengacara Kang, ada apa k-?”

Hyejeong terdiam mendengar apa yang Pengacara Kang Min Hyuk katakan.

 

Harumi yang tadinya sedang asik bersama bayinya, menyenggol pelan tangan Naoki dan menggerakan dagunya ke arah Hyejeong.

Melihat ekspresi Hyejeong yang datar , Harumi tau bahwa pengacara itu pasti hanya memberikan informasi yang sia-sia.

 

“mmm baiklah…tidak apa-apa Pengacara Kang,terima kasih atas informasinya.”

 

“ada apa?” Tanya Harumi tak sabar

 

“Pengacara Kang mengatakan ada seseorang yang mencari tau tentang aku kepada pihak Apartment, mereka segera memberitahukan kepada Pengacara Kang,tetapi orang itu tidak memberi tahukan dirinya siapa”

Wajah Hyejeong terlihat bingung, Ia sangat takut jika orang tersebut ingin berbuat tidak baik terhadapnya.

 

“sementara menginaplah di rumah kami,Naoki akan membersihkan kamar tamu untuk kalian tempati” saran Harumi.

 

“tetapi…bagaimana jika itu salah satu keluarga Jin?” Naoki memandang Hyejeong

 

“entahlah…” Hyejeong mengedikkan bahunya

“aku akan menjemput Hyejin dulu di Daycare dan mungkin akan mampir ke toko untuk membereskan beberapa barang”

Hyejeong mengelus lembut pipi Yuuki dan menciumnya “sampai nanti sayang”

 

Hyejeong masih memikirkan siapa orang yang mencarinya itu.

Ia mengelus-elus lengannya dan merapikan jaketnya, ini bulan Maret dimana bunga plump dan sakura bermekaran tapi udara Osaka masih dingin.

Ia sampai di Daycare tempat Hyejin belajar, Ia memeluk putri kesayanganya itu penuh kasih sayang,

“Bibi Harumi sudah melahirkan, Hyejin ingin melihat adik kecil?”

 

“ne eomma…apakah adik kecil cantik seperti Hyejin?”

 

Hyejeong tertawa mendengar pertanyaan Hyejin, Ia lupa memberi tahu bahwa adik kecilnya seorang laki-laki.

“adik kecilmu sangat tampan, seperti Paman Naoki”

 

“ayoo Ma…kita lihat adik kecil” Hyejin melompat-lompat senang dan menarik-narik jaket Hyejeong.

 

“ani…Eomma harus mampir ke toko dulu merapikan beberapa barang, nanti selesai itu kita akan melihat adik kecilmu, arraseo?”

 

Hyejin mengangguk antusias sambil menggandeng tangan Hyejeong.

 

 

 

Hyejeong mondar-mandir merapikan bunga-bunga yang seharusnya Ia display hari ini, namun Ia memutuskan untuk menutup Tokonya sampai Harumi pulang dari Rumah Sakit. Ia tersenyum mengingat bagaimana Harumi juga melakukan hal yang sama saat Hyejeong akan melahirkan Hyejin dulu…Ia yang senantiasa menemani ketika Hyejeong di Rumah Sakit dan tingal di Apartment Hyejeong sampai akhirnya Naoki akhirnya memutuskan menikahinya.

Namun bedanya Harumi memiliki Naoki yang menemaninya sekarang, tidak pada dirinya.

Senyum di bibir Hyejeong mendadak  memudar. Ia begitu merindukan kehangatan yang Jin berikan, senyum yang Jin selalu berikan, semua yang ada pada Jin…

Hyejeong terpaku dengan tatapan kosong…

 

“Ma…” Hyejin menarik baju Hyejeong seketika Ia tersadar dari lamunannya.

 

“Ne Hyejin’a? Kau lapar ya? Mianhe eomma sebentar lagi selesai , sabar ya sayang”

 

Hyejin menggelengkan kepalanya, “Ajjushi itu ingin membeli bunga Eomma?” sambil menunjuk ke arah pintu.

 

Hyejeong mengarahkan pandangannya ke arah yang di tunjukan Hyejin, seseorang Pria muda tersenyum ramah di depan pintu tokonya.

 

Tanpa memikirkan apapun Hyejeong segera menghampiri pria itu dan membuka pintu,

“maaf Tuan toko kami sedang tutup, jika anda ingin membeli bunga di ujung sana ada toko bunga lain yang dekat dengan Café Orange”

 

“Shin Hyejeong’ssi?” tegur Pria itu dengan suara berat yang sangat ramah , tapi tunggu Ia memanggil Hyejeong dengan sebutan “ssi” , berarti Ia orang Korea.

 

“ne?” Hyejeong ragu-ragu menjawab pertanyaan Pria di depannya,

 

“aku kemari bukan ingin membeli bunga, tapi ingin mencarimu” ujar Pria itu.

 

 

 

Hyejeong menyuruh Pria itu menunggu di Café Orange. Setidaknya Ia merasa itu tempat yang aman karena Ia kenal baik dengan pemilik Café jika saja tiba-tiba Pria asing ini ingin berbuat jahat. Hyejin juga bisa bermain dengan anak pemilik toko selagi Hyejeong berbicara dengannya.

 

“Annyeonghaseyo,aku Min Yoongi, maaf jika mungkin kedatanganku membuatmu bingung, tapi aku datang menemuimu karena hanya kau satu-satunya yang bisa membantuku”

 

Hyejeong semakin bingung dengan kata-kata Pria yang bernama Min Yoongi ini.

“maaf…tapi apakah sebelumnya kita pernah bertemu?” Tanya Hyejeong.

 

“aku sahabat baik Kim Seok Jin” jawabnya pelan

 

Mata Hyejeong melebar menatap Pria di depannya, jantungnya berdetak cepat ketika Ia mendengar kata Kim Seok Jin.

 

“aku kenal Jin sejak kecil dan umurku hanya beda 1 tahun di bawah Jin, karena sifatnya yang periang dan ramah dia lebih terlihat seperti adikku” Min Yoongi tersenyum mengangkat sebelah bibirnya.

 

Hyejeong masih tak percaya, Ia tidak tahu darimana Ia harus bertanya, berbagai pertanyaan yang ingin Ia tanyakan. Pikirannya kalut Ia tidak bisa berfikir dengan jernih, matanya mulai berkaca-kaca.

 

“a- apakah Jin baik-baik saja?” akhirnya itu pertanyaan yang keluar dari bibir Hyejeong

 

Pria di depannya tidak memberikan respon yang membuat Hyejeong tenang.

Ia menghela nafasnya pelan sebelum Ia mulai menjawab pertanyaan Hyejeong.

“dia…bisa di katakan Ia dalam kondisi yang tidak bisa di bilang baik”

 

Hyejeong terdiam, tenggorokannya tercekat. Firasatnya mengatakan ada hal yang buruk yang terjadi pada Jin.

 

Yoongi memandang ke arah Hyejin,

“dia mirip sekali dengan Jin…

Aku bisa tahu sejak pertama kali melihatnya…

Pada akhirnya Jin bisa bertemu dengan cinta pertamanya, dan kau masih menyimpannya sampai saat ini.

Ikat rambut berwarna pink itu mengingatkan aku pada Jin, Jin selalu menceritakan padaku bagaimana Ia bisa menyimpan ikat rambut itu”

 

Air mata jatuh ke pipi Hyejeong,

Bibirnya kelu, tangannya gemetar “apa yang terjadi selama ini?” Hyejeong terisak

 

Yoongi kembali menatap Hyejeong dan melanjutkan pembicaraannya,

“Jin mengalami kecelakaan ketika Ia hendak kembali ke Jepang…

Saat itu aku sedang berlibur ke luar negeri dan mendengar beritanya setelah 1 minggu Jin mengalami koma. Tak lama setelah itu Ayahnya meninggal, Beliau memang sudah sakit sejak lama… Jin mengalami cedera yang cukup parah di kepalanya, yang membuatnya menjadi Amnesia. Ia tidak berkata  apapun ketika Ia sadar, Jin memandangi kami semua yang ada di ruangan itu satu demi satu namun Ia hanya terdiam. Semua upaya Dokter di kerahkan agar Jin mengingat kembali ingatannya. Namun…seiring berjalannya waktu…kami menyerah” Yoongi menundukkan kepalanya, menahan kesedihannya di depan Hyejeong.

 

“aku sudah menganggapnya seperti kakakku sendiri, kami tidak ingin masa depannya hancur, maka dari itu keluarganya menghentikan Kuliahnya untuk sementara. Kami berharap Jin bisa pulih kembali dan melanjutkan Kuliahnya. Dokter mengatakan mungkin ada suatu ingatannya yang pada saat itu sedang  Jin pikirkan.Biasanya Amnesia akan terbantu dari orang-orang terdekat yang selama ini bersamanya. Kami pikir kami adalah orang yang paling terdekat dengannya,tapi nyatanya Ia sama sekali tidak berbicara pada kami. Bahkan Ibunya yang paling dekat dengan dirinya pun tidak membantu kondisinya. 5 tahun bukan waktu yang sebentar untuk kami ,aku tidak tahan melihat Ibunya yang selalu menangis melihat anak bungsunya yang selalu manja padanya selama itu tidak pernah memanggilnya Eomma. Sampai pada akhirnya aku berfikir mungkin ada seseorang di luar sana yang bisa memulihkan ingatan Jin, orang yang berada di dekatnya atau mungkin berada di hatinya pada saat itu. Aku terbang  ke Jepang kemarin malam dan keesokan paginya aku mencari Apartment yang dulu Jin tempati, namun mereka mengatakan bahwa sekarang hanya kau yang menempati Apartment itu. Informasinya bahwa kau pasti sedang berada di Toko, lalu mereka  memberikan ku alamat Toko Bungamu. Tapi tadi pagi tokomu tutup, jadi aku kembali lagi sore hari dan aku memang di takdirkan bertemu denganmu. Hyejeong’ssi aku tahu kau sangat berarti bagi Jin dan begitu juga sebaliknya, aku mohon bantuanmu”

 

Hyejeong menutup bibirnya seakan tak percaya dengan apa yang terjadi pada Jin. Air mata tak henti-hentinya mengalir dari mata Hyejeong.Jadi selama ini Jin kehilangan ingatannya…maka dari itu Ia tidak pernah kembali.

 

“Ma…kenapa Eomma menangis? Ajjussi…apa yang terjadi pada Eomma?” Hyejin meraih wajah Hyejeong yang penuh dengan air mata.

Hyejeong memeluk Hyejin dengan tangisan yang selama ini Ia bendung di hadapan putrinya, Ia memeluk Hyejin erat,kesedihannya selama ini telah terjawab sudah.

 

“Hyejin’a…kita akan bertemu Appa” isakan tangis Hyejeong semakin menjadi.

 

Min Yoongi terdiam melihat pemandangan di depannya.

 

 

-TBC

 

 

 

 

Annyeong…TBC-nya buat seneng yah…untuk part ini ternyata panjang dan aku akan lanjutkan 1 chapter lagi untuk membuat cerita endingnya semakin pas. Hwoaaaaa aku bener-bener berlinang air mata ngebayangin jadi Hyejeong kan…hiks. Pas banget ini buatnya sambil dengerin lagu yang di coverin Jin – Nan Noreul Saranghae (I Love You) pas doi ultah Desember kemarin. Hiks hiks…T.T

Gomawo yaa yang udah pantengin FF ini ampe detik ini…Jeongmal gomawo juga untuk Mimin Puya yang udah bantu dan nungguin juga :* Love You…

 

 

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

4 thoughts on “FF/ FATE/ BTS-AOA/ pt. 11

  1. Weh keren ffnya thor
    ku baru baca tadi pagi dari pt.1 sampek 11 daebak banget jangan lama lama yah post part selanjutnya gue penasaran banget nih
    sipp buat author ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s