FF/ MY CRAZY YEOJA/ BTS-BANGTAN/ pt. 1


cx

Title                         : My Crazy Yeoja (Chapter 1)

Author                     : Yeonwo / @Ayaliana

Main cast                : Go Haru (Oc), Kim Taehyung (BTS).

Support cast           : Kim Namjoon (BTS), Dll.

Genre                      : Angs, Hurt/Comfort, Crime, Tragedy, Romace, Friendship.

Rating                      : T

Length                     : Chapter

Disclimer                : 안녕하세요…. Mohon maaf apabila alurnya gak jelas dan ngebingungin. Apabila ada kemiripan alur cerita, karakter, latar atau apapun, itu hanya kebetulan saja. Percaya deh FF ini pure dari otak author. Tinggalkan jejak kalian chingu, saran dan kritik kalian akan sangat membantu author kedepannya. Selamat membaca.

TYPO AKAN BERTEBARAN DIMANA-MANA CHINGU, MAAF J.

***

 

 

 

 

 

-Author POV-

 

Seorang yeoja yang memiliki tubuh indah dan wajahnya yang cantik dengan senyuman ramahnya yang selalu diberikan kepada semua orang, membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa senang. Tapi sayang senyuman yang selalu terukir indah di kedua sudut bibirnya itu kini sangat sulit untuk diciptakannya. Orang tuanya sudah meninggal, mereka dihukum mati karena dituduh penyeludup narkotika oleh seseorang dari sebuah gangster. Dia dipaksa ikut dengan gangster tersebut dan di kurung di sebuah ruangan sempit dengan penerangan yang kurang dan selama berada disana ia selalu disiksa, kala itu ia berumur 16 tahun dan menjadi boneka yang boleh dimainkan oleh anggota gangster kapan saja dan itu berjalan selama kurang lebih 4 tahun. Kesuciannya direnggut oleh orang-orang yang tak tahu belas kasihan itu. Setiap hari ia Harus melayani mereka tanpa tahu rasa letih. Yeoja itu tidak bisa berbuat apa-apa hingga suatu hari polisi menagkap gangster-gangster itu dan menemukannya terkulai lemah di lantai, tubuhnya penuh dengan lebam dengan mata yang membengkak, rambut acak-acakan dan pakaian yang compang-camping  sangat tidak layak untuk dipakainya. Salah satu dari polisi membawanya kerumah sakit dan dia dirawat selama beberapa waktu. Namanya Go Haru, sekarang dia berumur 21 tahun, ia tinggal sendirian di sebuah apartemen sederhana, sangat sederhana. Sebenarnya dulu Haru adalah gadis yang sangat pintar dan selalu menjadi juara di sekolahnya, ia terbilang gadis genius. Namun karena takdirnya yang sangat mengerikan, takdir yang sangat kejam dan merenggut paksa cita-citanya yang dulunya ingin menjadi seorang dokter sebuah pekerjaan yang sangat mulia, membuatnya tidak bisa menyelesaikan sekolahnya.

Untuk menyambung hidupnya, kini Haru bekerja di sebuah hotel dan menjadi seorang cleaning service disana.

 

“apa yang kau lakukan dengan pekerjaanmu itu? Aku kan sudah bilang BERSIHKAN, RAPIKAN DAN SIAPKAN! Tapi kenapa selalu ada komentar tidak puas dari tamu?” Teriak namja paruh baya, seorang kepala pengawas karyawan hotel tepat berada satu meter di depan Haru.

 

Haru hanya tertunduk dan tidak berani menjawab apa-apa.

 

“sekali lagi ada protes dari tamu, kau akan ku pecat!!!” Kembali kepala pengawas itu teriak memarahinya dengan penug penekanan di kata ‘pecat’.

 

Membungkuk 90o “maafkan saya tuan” pinta Haru.

 

“maaf-maaf. Sekarang kembali bekerja dan ingat rapikan, bersihkan dan siapkan!”

 

Haru berjalan meninggalkan ruangan itu dan tak berapa meter setelah keluar ia berlari dengan sekuat tenaga menuju atap hotel, orang-orang memandanginya di sepanjang jalan. Di atap itu Haru duduk dengan membenamkan wajah di kedua kakikya dan menangis sejadi-jadinya. Ia tidak tahu kenapa selalu membuat kesalahan dalam bekerja, padahal ia sudah berusaha keras namun kepuasan tamu selalu tidak berhasil ia dapatkan yang ada adalah omelan, teriakan dan bentakan dari kepala pengawas untuknya.

 

“hikks… kenapa hidup ini…hiksss… SANGAT TIDAK ADIL? Aku sudah cu…. Kup menderitaaa… dengan kematian orang tuaku dan hikksss…. Penyiksaan yang aku jalani tapi kenapa disaat aku terbee…. Bassss dari siksaan itu aku kembali disiksaaaa? Hiikksss… hikks..  ” sambil terbata-bata Haru berteriak protes.

 

“a…ah..aku tidak kuat”

 

Haru bangkit dari posisinya dan menuju pinggiran atap itu, ia berdiri memandang kebawah dan kaki kanannya siap melamgkah  untuk terjun bebas dari atap hotel yang berlantai 50.

 

Greebbbb…..

Seseorang memegang tangannya dan membuatnya bergelantungan disana. Orang-orang yang berada di bawah sontak berteriak melihatnya.

 

“lepaskan aku!” Haru berontak.

 

“apa kau sudah gila?” Bentak orang yang terus memegangi tangan Haru itu.

 

Orang itu berusaha mengangkat tubuh Haru namun tenaganya tidak cukup kuat, Harus ada bantuan untuknya. Hampir dua menit orang itu terus memegang tangan Haru dan Haru juga selalu berontak meminta dilepaskan.

 

“kau mau masuk neraka dengan bunuh diri?” Bentak orang itu lagi kepada Haru, namun Haru hanya membalasnya dengan terus berontak minta dilepaskan.

 

“ok, aku akan melepaskanmu setelah kau bisa kubawa kesini” ucap orang itu lagi

 

-o0o-

 

Seorang namja berjalan dengan wajah yang terlihat bingung ditambah kesal, karena sudah beberapa menit dia mencari temannya tapi tak kunjung ditemukan.

 

“ck kemana alien itu?” dengus namja itu. Ia kembali berlari menuju tempat yang kira-kira didatangi oleh temannya yang dipanggilnya alien itu.

 

“HYA… APA YANG KAU LAKUKAN DISANA?” teriak namja itu.

 

“Namjoon hyung? bantu aku hyung” pinta namja yang dicari namja yang bernama Namjoon itu.

 

Tak berpikir lama Namjoon mebantu seorang namja yang telah ditemukannya itu tanpa tahu minta bantuan untuk apa.

 

“apa-apaan ini?” kaget Namjoon.

 

Namjoon membantu temannya itu untuk mengangkat tubuh seorang yeoja yang bergelantungan bebas dan berhasil. Orang-orang yang menyaksikannya pun langsung lega melihat tubuh seorang yeoja itu sudah diangkat oleh seseorang diatas sana.

 

“APA KAU GILA?” Bentak seorang namja yang menolong Haru .

 

“sepertinya dia memang sudah gila” sahut Namjoon tanpa piker panjang.

 

“hiikkk… hiikkss.. Kalian yang sudah gila, karena mau menolong yeoja sepertiku” ucap Haru.

 

Kedua namja itu saling pandang dan mengangguk bersamaan entah apa yang mereka rencanakan. Mereka membawa Haru turun dan memasukkannya ke dalam mobil dan membawa Haru entah kemana.

 

“apa yang kalian lakukan?” Tanya Haru cemas.

 

“nanti kau tahu sendiri” ucap seorang namja bukan Namjoon.

 

Selama perjalanan Haru diam dan entah kenapa dia merasa aman dengan mereka dan tidak mau berontak lagi. Dia pasrah saja mereka akan membawanya kemana pun tapi dia yakin kalau kedua namja ini bukanlah orang yang jahat, buktinya keduanya mau menolongnya. Pada akhirnya Haru hanya tertidur dan kedua namja itu terus membawa Haru hingga sampai pada sebuah rumah yang terbilang besar.

 

“hya kau yoeja gila cepat bangun” seru namja yang dipanggil Namjoon alien tadi.

 

Haru bangun dari tidurnya dan matanya menerawang dimana ia berada dan ketempat apa kedua namja ini membawanya.

 

“ayo cepaaaat….”

 

Haru menurut berjalan mengikuti keduanya dan masuk kerumah dan duduk di salah satu  sofa di ruang tamu rumah itu.

 

“siapa namamu?”

 

“Haru” jawab Haru pelan dengan wajah yang tertunduk.

 

“siapa? Aku tidak bisa mendengarnya”

 

Mendongak “Haru, aku go Haru”

 

“aaah… Haru? Aku kim Taehyung dan ini sahabatku namanya kim Namjoon”

 

Haru hanya mengangguk paham

 

-Author POV End-

 

-o0o-

 

-Kim Taehyung POV-

 

“aaah… Haru? Aku kim Taehyung dan ini sahabatku namanya kim Namjoon” ucapku padanya dan hanya dibalas anggukan olehnya.

 

Aku menyuruhnya untuk mandi memebersihkan diri dan kembali keruang tamu menemui kami. Beberapa saat kami menunggunya dan dia sudah kembali. Haru memakai kemejaku yang berwarna putih dan celana pendek milik temanku yang ketinggalan membuatnya terlihat cantik dan sexy. Ah aku berfikiran kotor lagi.

 

Aku membuka percakapan kami “kenapa kau melakukan itu?”

 

Haru tidak menjawab dan aku melihat matanya memerah tanda akan ada bulir bening yang akan mengalir dipipinya. Namjon hyung yang melihat itu langsung pergi meninggalkan kami, dia itu adalah namja yang sangat sensitive, perasaannya sangat halus. Dia tidak kuat melihat seorang yeoja menangis. Aku paham dengan keadaan Haru saat ini dia pasti ingin menyendiri dulu menenangkan fikirannya.

 

“sebaiknya kau istirahat, kuantar kau kekamar ya” pintaku padanya.

 

Aku mengantar Haru kekamar tamu yang ada di lantai dua rumahku. Aku memang tinggal sendirian di Seoul untuk kuliah. Orang tuaku berada di Daegu bersama kedua adik laki-lakiku. Di sini aku tinggal bersama Namjoon hyung, ya dia adalah sahabatku namun lebih tua 1 tahun dariku. Oh iya tentang celana pendek milik temanku yang aku pinjamkan pada Haru tadi itu adalah celana sahabatku yang tertinggal kemarin kami mengadakan acara ulang tahun Namjoon hyung dan mereka menginap dirumahku. Kalian jangan berfikir yang macam-macam denganku ya. Aku namja yang baik aku adalah sang namja. Lalu kenapa kami berada di hotel dan menolong Haru? Waktu itu aku dan Namjoon hyung menghadiri pernikahan anaknya dosen Park. Sebenarnya hanya Namjoon hyung yang diundang karena dia adalah asisten dosen Park tapi dia minta ditemani olehku dan aku mau saja mengikutinya. Iya Namjoon hyung memang pintar dan sampai-sampai dijadikan asisten oleh dosen yang dikenal killer itu. Sebenarnya aku juga pintar aku bergolongan darah AB, katanya orang yang bergolongan darah itu adalah orang-orang yang memiliki otak genius. Tapi kata Namjoon hyung kadar kegeniusanku itu hanya 10% dan sisanya hanyalah idiot. Aku bosan berada didalam ruangan resepsi itu dan pergi ke atap hotel, sebeleumnya aku minta izin ke Namjoon hyung untuk keluar, sampai disana aku melihat seorang yeoja yang menuju pinggir atap seketika dia melangkahkan kakinya ke udara aku menagkap tangannya. Ya begitulah.

 

“hya Tae, suruh Haru turun dan makan dulu. Aku sudah memesan makanan untuk kita” seru Namjoon hyung padaku.

 

Aku menuju kamar Haru, ku ketok-ketok pintunya, tapi tidak ada sahutan.

 

Prrraaaangg…..

Sebuah suara dari benda yang berbahan kaca pecah terdengar jelas berasal dari kamar yang ditempati Haru. Aku langsung mendobrak pintu kamar itu, sial pintu ini terlalu kuat. Aku berlari kebawah mengambil kunci cadangan.

 

“hya, suara apa itu tadi Tae?” Tanya Namjoon hyung, sepertinya dia terkejut.

 

“aku tidak tahu hyung, pasti terjadi sesuatu dengan yeoja gila itu”

 

Kami langsung berlari menaiki tangga, akh sial kenapa aku menempatkannya di lantai dua.

Aku segera membuka kunci pintu itu. Terlihat kamar sudah berserakan pecahan cermin yang pecah akibat lemparan dari sebuah lampu tidur.

 

“Haru? Diamana dia?” Teriak ku pada Namjoon hyung.

 

Aku menoleh kearah Namjoon hyung matanya mengatakan kalau dia juga tidak tahu menahu. Aku langsung melihat ke luar jendela, kalau-kalau saja dia terjun bebas tapi tidak ada Haru dibawah.

 

“kamar mandi” teriak Namjoon hyung padaku.

 

Kami langsung menuju kamar mandi mencoba membuka pintu, lagi-lagi pintu terkunci. Aku memutuskan untuk mendobraknya karena tidak ada kunci cadangan lagi, Namjoon hyung sudah menghilangkanya. Namjoon hyung membantuku mendobraknya dan berhasil. Yang kulihat merah….

 

‘apa ini darah?’ batinku

 

Aku melihat tubuh Haru yang tersandar di kloset dan pergelangan tangannya mengeluarkan darah segar. Aku langsung membawa tubuh Haru keluar dari kamar mandi, Namjoon hyung berlari keluar untuk menyiapkan mobil dan aku membalut lukanya dengan dasi yang belum aku lepaskan setelah dari perkawinan anak dosen Park tadi.

 

“dasar yeoja gila” gerutu ku.

 

Aku mengangkat tubuhnya ke mobil. Namjoon melarikan mobil menuju rumah sakit terdekat.

 

-o0o-

 

Ternyata Haru menyayat nadinya sendiri dan kini dia sudah mendapatkan perawatan dari dokter. Karena efek dari obat yang diminumnya, dia tertidur dan aku terus menjaganya. Entahlah, mungkin karena aku adalah namja yang peduli dengan yeoja, aku juga  sangat menghormati yeoja. Maka dari itu aku terus menjaga Haru dan mau membahayakan diri kala menolongnya tadi siang.

Ku lihat lekat wajahnya, sepertinya dia sangat tertekan akan sesuatu, yang pasti itu sesuatu  yang sangat berat dan membuatnya ingin bunuh diri. Seakan tidak kuat lagi menanggung semuanya.

 

“hya alien idiot kau belum makan, makan dulu gih. Aku yang akan menjaganya” ucap Namjoon hyung padaku.

 

“MWO? ALIEN IDIOT?” kesalku pada Namjoon hyung. Dia terus saja memanggilku dengan panggilan ‘itu’.

 

Aku menuruti pertintah Namjoon hyung dan menuju kantin rumah sakit. Selesai makan aku langsung kembali ke ruangan Haru. Kulihat Namjoon hyung juga tertidur di samping Haru. Aku duduk diseberang Namjoon hyung dan ikut merebahkan kepalaku ke tepian kasur yang di tempari Haru. Tak berselang lama aku juga ikut tertidur.

 

-Kim Taehyung POV End-

 

-o0o-

 

-Go Haru POV-

 

Aku terbangun dari tidurku dan kurasakan sakit dipergelangan tanganku. Aku membuka mata dan memandang ke area sekitarku. Apa aku ada di rumah sakit? Aku ingin bangun namun tiba-tiba kurasakan ada seseatu berada disisiku, kulihat secara bergantian ternyata itu adalah kepala dari kedua namja yang bernama Taehyung dan Namjoon yang selalu menggagalkan rencana bunuh diriku. Mereka tertidur selagi menjagaku.

 

‘ada apa dengan namja-namja ini, apa mereka tidak lelah?’ batinku.

 

Aku sudah tidak tahan dengan hidupku yang sangat menyedihkan ini, aku menciptakan air mataku dan membuat sungai kecil dadakan dipipiku. Aku terus menangis dengan sesegukkan dan itu membuat Taehyung terbangun dari tidurnya, dengan tergesak-gesak aku menyikap kasar pipiku memghilangkan jejak air mataku.

 

“kau menangis?” Ucap Taehyung

 

Aku tidak menjawabnya dan membuang wajahku dari Taehyung, aku tidak mau dia melihat wajahku yang sedang menangis.

 

“menangislah jika itu membuatmu baikkan” lanjut Tehyung.

 

Aku hanya bungkam dan terus menahan air mataku supaya tidak tumpah di hadapan Taehyung.

 

“berbagilah denganku, dengan itu kau akan sedikit lega” ucap Taehyung lagi dengan suara beratnya terdengar sangat lembut ditelingaku.

 

Aku tetap tidak mau menjawabnya dan menghempas kasar nafasku. Memang selama ini aku tidak punya siapa-siapa untuk tempat mengadu dan tempat berbagi. Kejadian-kejadian itu membuatku tidak mengenal siapapun lagi, dikurung selama 4 tahun di neraka dunia itu dan sekarang aku bekerja di sebuah hotel tapi selalu mendapat bentakkan dan teriakan dari atasanku. Aku tidak tahan lagi hingga aku ingin bunuh diri saja hingga akhirnya rencana itu selalu gagal karena kedua namja yang berada disisiku ini selalu menggagalkannya.

 

“kenapa kau melakukan itu Haru?” Tanya Taehyung membuat lamunanku buyar.

 

Aku tidak tahan dengan mulut Taehyung yang cerewet itu “memang apa pedulimu?” Jawabku kasar.

 

“tentu aku peduli, buktinya aku menolongmu”

 

“kalau bagitu tidak usah menolongku lagi” dengusku

 

“kalau aku mau menolong mu?”

 

“dasar namja ppabo”

 

“kau yang yeoja gila” balas Taehyung padaku.

 

“ya memang aku gila, hingga aku sudah tidak tahan berada di dunia yang tidak adil ini”

 

“tidak adil? Apa yang tidak adil?”

 

“semuanya”

 

“semuanya sudah adil Haru. Tuhan sudah menentukan semuanya, hanya kita saja yang mau itu ada atau tidak. Kalau kita mau bahagia kau harus melupakan sedihmu dan mulai hidup baru, buat hidupmu bahagia. Takdir itu ada yang bisa dirubah, itulah sebabnya Tuhan menyuruh kita untuk terus berusaha. Takdir semua orang pasti berakhir bahagia Haru, kalau saja kau mau berusaha”

 

“bagaimana dengan romeo dan juliet itu? Mereka sad ending Taehyung”

 

“dasar yeoja gila keras kepala. kau tahu, itu hanya dongeng Haru, bukan hal yang nyata”

 

Aku terdian mendengar ucapan Taehyung dan tidak tahu harus menjawab apalagi.

 

“Haru, aku tahu kau punya masalah. Mungkin sebuah masalah yang sangat besar sehingga kau mau mengakhiri hidupmu sendiri. Semua orang pasti punya masalah didunia ini, tidak ada yang selalu mendapat kebahagiaan tanpa menjalani kesedihan. Hidup memang begitu, kalau hidup kita terus menerus bahagia itu tidak seru. Cobalah untuk bersabar dan menerima semua yang telah Tuhan berikan padamu. Ikhlaskan dan jalani hidupmu”

 

“tapi kenapa aku terus-terusan tersiksa begini?”

 

“kau salah, coba diingat lagi kau pasti pernah bahagia, iya kan?”

 

Aku tertegun setelah mendengar ucapan Taehyung aku kembali memutar memori masa kecilku yang masih bersama kedua orang tuaku, tertawa bersama, berjalan-jalan, membuat eomma kesal dengan tingkahku yang membuatku tertawa waktu itu dan membeli ice cream dengan appa. Masa kanak-kanak yang indah dan bahagia namun kebahagiaanku direnggut saat berusia 16 tahun sampai sekarang. Tak kusadari bulir bening kembali membanjiri pipiku, membuatku kembali menangis tersedu-sedu.

 

“Haru?” Ucap Namjoon, mungkin dia terbangun akibat isakan tangisku. Aku tidak menghiraukan seruan namjoon.

 

“tidurlah” pinta Taehyung padaku.

 

-Go Haru POV End-

 

-o0o-

 

-Author POV-

 

Setelah dua hari dirawat di rumah sakit, Haru diperbolehkan keluar. Taehyung membawa Haru kembali. Sebelumnya mereka singgah di mall sebentar membeli baju buat Haru.

 

*di ruang tamu rumah Taehyung

 

“Namjoon mana?” Tanya Haru pada Taehyung.

 

“dia ada kuliah” jawab Taehyung santai.

 

Haru mengangguk-anggukkan kepalanya tanda paham “emmmm….” Kemudian dia  mengambil remote tv dan menyalakannya.

 

Taehyung mengerjakan kuliahnya di sofa ruang tamu dan ditemani Haru di sampingnya yang sedang asik memonton tv. Kemudian Haru mengalihkan pandangannya ke arah Taehyung dan terus menatap lekat kearah namja itu , membuat namja itu risih dan membalas menatap heran Haru, karena tatapan seperti menyelidiknya.

 

Taehyung membuka mulutnya “ada apa?”

 

Dengan pandangan kosong “kenapa kau peduli denganku?” ucap Haru.

 

“entahlah” jawab Taehyung sambil menaikkan pundaknya.

 

“terimakasih”

 

Taehyung sebelumnya bingung kenapa Haru berterimakasih lalu hanya membalasnya dengan senyuman dan kembali menatap layar laptopnya dan mengetik sesuatu.

 

“Tae apa kau punya persediaan makanan?” Ucap Haru lagi kepada Taehyung.

 

Taehyung memandang heran dengan Haru “iya, kau lapar?”

 

“aku ingin memasak sesuatu” jawabnya.

 

“kau tidak macam-macamkan?” Tanya Taehyung cemas dengan wajah ala idiotnya.

 

“memangnya kau kira aku mau apa?” Dengus Haru.

 

“kali aja kau menggorok lehermu sendiri dengan pisau dapur” ucap Taehyung santai.

 

“ide yang bagus”

 

“MWO???!”

.

.

.

.

.

To Be Continued J….

.

.

A/N

Nah gimana chingu? Ngebingungin gak? Feelnya gimana? Dengan genre yang seperti kalian tahu author berusaha membuatnya loh. Maaf kalau gak bagus. Ok author akan menguras lebih keras lagi otak ini untuk chapter-chapter selanjutnya. Hehehe J. Sebenarnya ada amanat tuh chinggu, nemukan? Amanatnya tersurat kok.

Tinggalkan comment dibawah juseyo. Comment kalian itu akan sangat berguna untuk author selanjutnya. Thanks… ^_^

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

4 thoughts on “FF/ MY CRAZY YEOJA/ BTS-BANGTAN/ pt. 1

  1. bner bner crazy deh haru,pas tae blng klo haru bsa ngegorok lher pke pisau dpur tuh somplak bgt msa dkta bleh jg,,wkwkwk gubrak

    • gumawo… udah baca chingu.
      gimana kalau harunya kita jadiin hantu setelah beneran menggorok lehernya sendiri? hahah kok jadi horor ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s