FF/ A P O L O G Y/ iKON-EXO/ pt. 6


New poster APOLOGY

Author : @intanelfs

Tittle : A P O L O G Y

Range : Sad,Romance,School life,Family

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini hanya fiktif belaka yang berdasarkan pemikiran murni dari otak saya sendiri,jika kalian menemukan FF dengan cast yang sama,cerita yang sama,itu hanya kebetulan,dan saya minta maaf saya tidak tahu menau mengenai hal itu dan mohon di maklumi, Posted On https: http://exofanfictionindonesia.wordpress.com/

Rating : PG 16-17

Cast :

– Han Jia (OC/readers)

– Byun Baekhyun (EXO)

-Kim Hanbin (IKON)

– Other cast

 

Author NB :    # Happy Reading J

# NeedComment

# JustComment

#Typo Every Where

 

 

“yak,,apa yang dilakukan hanbin pada mu?” Tanya marie yang sudah berada di samping jia. jia hanya mendelikkan bahu cuek.

“bagaimana persiapannya?” Tanya jia

“sepertinya tidak ada kendala,,aku hampir gila meladeni stand-stand dari setiap kelas !”

“wae? Bukankah itu sudah sering terjadi dari tahun sebelumnya”

“kau tidak tau saja kelasnya hanbin dan kelas anak 3-4 berperang sengit merebutkan stand untuk menarik perhatian dari sekolah yang akan datang nantinya”

“jinja? Bagaiman dengan stand kelas mu?” Tanya jia sembari memeriksa susunan acara

“aah,,kami hanya membuka café biasa,karena dikelas ku ada seorang yang sangat handal membuat kopi jadi kami anggap itu sebagai peluang besar, kelas mu?”

“tidak ada yang special,kami hanya membuka bazzar buku”

“lagi?”Tanya marie setengah menganga

“eoh,,jika ada kendala hubungi aku. Akh jangan lupa hubungi semua panitia” jia kemudian berlalu keluar gedung.

Jia berjalan kearah lapangan disana sudah banyak para siswa(i) yang sedang sibuk  untuk mengisi stand masing-masing. Jia mengentikan langkahnya distand milik kelas hanbin. Jia membulatkan matanya saat membaca banner yang terpampang besar disana “THE BAD”. Kelas 3-8 sudah terkenal sejak sekolah ini baru dibuka. Kelas dengan peringkat terakhir. Dinobatkan sebagai kelas dengan tingkat kesombongan paling akut,dinominasi oleh kaum adam memiliki tingkat kepintaran yang masih standar di Yonsei. Di kelas ini rata-rata berprestasi dibidang olahraga dan seni jadi kelas ini wajar-wajar saja memiliki wajah-wajah yang tidak perlu direkomendasi untuk di operasi plastic. Jia mendelikkan matanya saat menemukan hanbin tengah menggoda seorang junior. Jia mengambil ponsel di sakunya. Mencari nomer seseorang ‘hanbin’.

“beohae-e?”

“aku sedang merayu seorang gadis”jawab hanbin.

“kau ternyata jujur juga. Apa aku mengganggu mu?” ucap jia yang sudah berada di samping hanbin.

“sedikit,apa kau kesini ingin bertemu dengan ku?”Tanya hanbin

“apa kalian melihat junhoe?”Tanya jia

“kenapa kau mencarinya?”hanbin kembali bertanya “sepertinya dia belum datang,akh itu dia”sambung taehyung

“kenapa kau baru datang”ucap jia ke junhoe,hanbin mulai terlihat kesal melihat mereka berdua

“mian ada sesuatu yang  mendesak,apa terjadi sesuatu?”

“karena mu rapat untuk panitia inti tertunda,kajja”jia dan junhoe hendak berlalu namun lengan junhoe di tahan hanbin, junhoe seakan mengerti

“yak jangan salah paham,aku ikut kepanitian acara ini”ucap junhoe

“apa motivasimu sehingga kau mau ikut kepanitian?” hanibin dengan tatapaan mautnya

“kau kan tau dalam akademik nilai ku sangat mengerikan,aku ikut ini karena ayahku,agar aku terbiasa dalam dunia kerja nanti,lagi pula aku disini bukan sebagai anggota aku coordinator bagaian perlengkapan”jelas junhoe,hanbin hanya mengangguk

“yak kau jangan mencoba untuk mengambil perhatiannya,kau tau dari pertama sampai sekarang aku belum memenangkan hatinya”

“geongjeong-ma,walaupun dia satu-satunya gadis di sekolah ini,itu taakkan pernah terjadi,karena kau tau aku tidak sanggup dengan kerpibadiannya itu”.

.

.

.

Rapat dari panitia inti telah selesai lumayan memakan waktu. Jia melirik jam tanganya,”aish,ini sangat melelahkan,aku harus segera pulang” ucapnya kemudian keluar dari ruang osis. Tidak memakan waktu lama bagi jia untuk sampai di perkiran,jia mengambil ponselnya dan menelpon supirnya,langkahnya terhenti saat sebuah mobil pajero sport warna putih tiba didepan gerbang sekolah. ‘baekhyun’ pikir jia. jia menghampiri mobil bakehyun.

“yeogiseo-beo?”Tanya jia,”masuklah,apa ayahmu tidak mengatakan ada makan malam keluarga” ucap baekhyun cuek kemudian masuk kedalam mobil,jia hanya mendengus kesal

“keluarga?,kau bahkan tidak masuk ke dalam daftar keluarga ku”

“sebentar lagi,mulai sekarang kau harus hati-hati ,aku oppa yang sangat menakutkan”ucap bakehyun dikalimat terkahirnya dengan senyum setannya.

“arraseo oppa,cepat jalankan mobilnya karena ku sudah muak bersama mu”ucap jia takkalah kasar.

.

.

.

Setiba direstoran hotel jia dan baekhyun duduk berhadapan,ayahnya hanya tersenyum melihat mereka, “waah kalian sudah mulai terlihat akrab,aku berharap baekhyun bisa menjadi kakak yang baik bagi jia” dari perkataan ayahnya, jia sudah bisa mengambil kesimpulan kenapa ayahnya meminta acara makan malam bersama,karena tuan han ingin membahas acara pernikahannya dengan ibunya baekhyun. Jia tidak melontarkan kata-kata protes pada ayahnya karena menurutnya percuma saja,ayahnya lebih mendengar ‘si wanita ular’ pikir jia. baekhyun melihat jia “tumben sekali dia tidak protes” pikir baekhyun, baekhyun hanya melihat aneh ke jia yang sangat terlihat lahap memakan semua jenis menu yang ada di meja makan.

“sepertinya kau sangat lapar jia-ya” ucap ny. Yoon “aku lapar karena kesal” jawab jia ketus. Ayahnya hanya menghela nafas“ayah berharap kau tidak mengacau saat acara pernikahan nanti”.

“makan ku sudah selesai,aku ingin istirahat karena aku harus ke sekolah jam 5 pagi untuk persiapan acara di sekolah dan..” jia beranjak dari duduknya sebelum melanjutkan kalimatnya “aku harap kalian menjadi keluarga sakinah mawadah wahrohmah,silahkan lanjutkan makan kalian” membungkuk hormat pada ayahnya kemudian langsung berlalu.

aku kalah.Byun Yoonju akan menjadi ibu ku,byun baekhyun akan menjadi kakak ku yang sangat amat menakutkan,dan aku akan menjadi orang asing dirumah itu” lirihnya saat berjalan di loby hotel menuju pintu keluar. Jia masuk kedalam taxi hendak memakai earphone dikedua telinganya

“waaah kau lagi” ucap si supir taxi,jia melotot kaget “supir gila itu lagi, untuk kedua kalinya aku bertemu dengan mu hari ini” ucap jia dengan wajah kesalnya “pertemuan ketiga berikutnya berarti kita jodoh”ucap sehun dengan seragam khas supir taxi miliknya. “yak,apa kau tau tempat ini” Tanya jia menujukkan sebuah gambar pantai di ponselnya, sehun mengangguk

“apa tempatnya jauh?” Tanya jia

“tidak sampai satu jam jika lewat tol” jawab sehun si supir taxi

“antar aku kesana”

“mwOOOo!! Kau ingin malam-malam begini kesana,kau tidak takut?”

“akan ku bayar berapapun”

Tidak perlu negosiasi lagi sehun si supir taxi langsung melesat,jika sudah berhubungan dengan uang diantar untuk menghadap yang kuasa pun sehun sanggup. Hanya memakan waktu 30 menit karena jalan disekitar tol tidak terlalu ramai jadi mereka bisa sampai disini tidak memakan waktu.

“jadi ini tempatnya”lirih jia

“sebenarnya apa yang ingin kau lakukan disini?” Tanya sehun

“saat kecil dulu orang tua ku pernah berjanji ingin mengajak ku kesini,tapi mereka terlalu sibuk dan mereka sudah terlanjur bercerai,aku sangat penasaran seperti apa tempat ini,seumur hidupku aku belum pernah ke pantai” ucap jia yang sedang memegang pasir

“aku kira hidupmu sangat bahagia ternyata kau terlihat sangat menyedihkan”

“apa kau sedang menghina ku,seumur hidup ku ini pertama kalinya aku dihina oleh orang yang tidak sederajat dengan ku”jia kemudian berjalan kearah pantai

“gadis kasar itu secara tidak langsung menghina ku,setidaknya dia bahagia memiliki banyak uang” sehun mengikuti jia dari belakang. Sudah 15 menit mereka disini sehun melirik jam tanganya sambil menguap.

“yak mau sampai kapan kau disini? Aku harus mengembalikan taxi ini ke kantor pusat” teriak sehun dari bawah pohon

“baiklah ini sudah malam, kajja” jia berjalan melewati sehun.

.

.

.

“coegei-yeo! pelanggan ! aku mohon bangun, kita sudah didepan rumah mu”

“aish,,aku tidak percaya bisa ketiduran di taxi kumuh ini” ucapnya berlalu keluar,sehun mendengus kesal dan keluar dari mobil taxi.

“YAAAK KAU BELUM BAYAR”teriak sehun dengan mata melototnya,jia merogoh isi tasnya,mengambil dompetnya. Memeberikan beberapa lembar won,sehun mulai menghitungnya. “ini masih kurang” teriaknya, jia yang hendak membuka gerbang membalik badan menghadap sehun,”berikan itu padaku” jia kemudian memberikan sehun uang dengan nominal yang cukup besar “aku tidak punya kembalian” ucap sehun. “AMBIL SAJA SEMUANYA” teriak jia kemudian langsung masuk kedalam rumah.

“KANGSHAMIDAAA”teriaknya ,setelah itu mobil taxi pun berlalu.

.

.

.

Jia melirik jam tanganya, “aish,aku tidak sadar sudah jam segini”,kemudian membuka pelan pintu utama rumahanya,karena ini sudah melewati jam malamnya ayahnya akan bertanya panjang lebar. Jia mengambil langkah sepelan mungkin. Ia tersenyum karena rumah dalam keadaan sudah sepi,jia membuka pintu kamarnya dengan perasaan lega.

“dari mana saja kau,ayah piki kau sudah tidur tapi kau malah keluyuran”

“aku pergi meditasi untung menenangkan diri karena aku akan memilki dua ayah dan dua ibu,itu benar-benar mengguncang jiwa ku”

“Arraseo…tidurlah”

“appa, ada yang ingin aku bicarakan”

“besok saja ayah masih memiliki banyak pekerjaan”

Jia hanya bisa mengambil nafas. ‘Bahakan ia tidak sempat mendengarkan ku’ pikir jia kemudian berjalan ke kamar mandi. Setelah menghabiskan waktu 15 menit dikamar mandi jia keluar dari kamar hanya mengenakan handuk berjalan keluar kamar menuju dapur,jia menuang susu ke gelas. Baru hendak meminum susunya, baekhyun tiba-tiba menyambar gelas jia dan meminumnya begitu saja

“yaaak itu punyaku” protes jia kesal

“ambil saja lagi” ucap baekhyun kembali meneguk minumannya,sembari melihat penampilan jia dari atas sampai bawah

“yak,kenapa kau keluar kamar dengan keadaan setengah telanjang begini?”Tanya bakhyun dengan nada tidak sukanya

“SUDAH KEBIASAAN AYAH KU SAJA TIDAK PROTES” suara jia tak kalah tinggi dari bakehyun

“dasar bocah tengik,aku ini namja,kau tidak ingat kau berakhir seperti apa saat keluar dari kamar ku” seru baekhyun. Jia terdiam untuk saat ini ia lupa akan hal itu.

“kau sekarang terlihat seperti seorang kakak,benar-benar menggelikan, kau bahkan tidak minta maaf atas kejadian waktu itu”

“jangan menyalahkan ku,seharusnya kau sadar sendiri datang ke sarang singa”

“kau tidak menyesal sama sekali?” tanya jia yang tidak percaya dengan ucapan baekhyun

“aku bahkan menganggap kejadian itu tidak pernah terjadi,bermain dengan gadis bocah sepertimu sangat tidak menyenangkan”ucapnya dengan wajah datar

“kau memang brengsek dari pertama aku melihat mu”ucap jia berlalu dari hadapan bekhyun namun bakehyun menahan lenganya,menatap jia dari atas sampai bawah dengan tajam

“sama sekali tidak menarik” ucapnya meninggalkan jia.

“dia sudah menunjukkan wajah aslinya yang selalu bertampang sok manis di depan ayahku,aku berada dalam situasi yang cukup memeprihatinkan,bisa saja dalam sekejap ia dan ibunya menguasai segalanya,mereka benar-benar keluarga siluman yang licik seperti ular”ucap jia dengan wajah yang sudah memerah karena menahan marah.

.

.

.

Jia sebelum 5 pagi sudah sampai di sekolah,keadaan di aula utama sekolah cukup sepi hanya beberapa panitia yang sudah datang

“ini bahkan belum jam 5 kau sudah disini” ucap junhoe yang menghampiri jia

“sebagai contoh yang baik,kau tidak pulang?”

“bagaimana aku bisa pulang,aku harus mengcek semua perlengkapan acara”

“baguslah,apa marie sudah datang?”

“sepertinya belum,sepertinya panitia inti belum ada yang datang,”

“baiklah. Aku akan menghubungi mereka,lanjutkan pekerjaan mu” jia kemudian berlalu.

.

.

.

Kegiatan tahunan kali agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, ini lebih mirip dengan festival budaya (bunsakai) di Jepang ,acara tahunan ini dimaksudkan sebagai kegiatan yang cukup menyenangkan dan kesempatan bagi para siswa untuk melihat seperti apa kehidupan dari sekolah lain. Hal ini dapat meningkatkan interaksi social  bagi para siswa.

“karena ini acara besar bagi seluruh keluarga besar Yonsei,kami selaku panitia memiliki banyak kendala,seperti halnya keikutsertaan sponsor untuk menyukseskan acara ini. Saya selaku ketua panitia festival budaya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh panitia,semua yang ikut membantu menyelenggarakan acara ini termasuk kim hanbin” dari jauh hanbin menggaruk kepalanya yang tidak gatal sembari tersenyum.”semoga acara ini berjalan lancar sampai 2 hari kedepannya”jia mengakhiri pidatonya.

Jia menarik nafas pelan,jia melihat dari gerbang utama sekolah sampai lapangan sangat padat,banyak dari sekolah lain yang telah datang. “ini sangat rumit,harusnya aku mengundang beberapa sekolah saja” jia menelan ludahnya,dari belakang hanbin berlari kearah jia kemudian merangkul lehernya.

“akh leherku”jia menoleh ke hanbin yang sudah mengeluarkan senyuman selebar gerbang sekolah. “apa senyuman ku telah meluluhkan dunia mu?” goda hanbin yang membuat telinga jia seakan-akan langsung membusuk.

“jangan mengganggu ku” ucap jia mencoba melepaskan rangkulan tangan hanbin dilehernya.

“arraseo. Yak kau jangan main mata dengan namja yang berkeliaran disana”tunjuk hanbin kearah lapangan

“kau milikku”sambung hanbin sembari menjitak kening jia kemudian langsung berlalu. Jia hanya tersenyum melihat kepergian hanbin.

“yak,bagaiamana kedatangan dari sekolah lain”marie berlari kearah jia

“kajja,kita harus melihat sendiri kelapangan “

Mereka berdua berjalan kearah lapangan. Karena antusias yang cukup tinggi panitia banyak yang kewalahan untuk mendata sekolah yang berkunjung

“waah daebak. Ini baru hari pertama tapi lihat ini sudah seperti acara konser EXO”

“EXO?” Tanya jia

“deo-molla?” Tanya marie dengan mulut setengah menganga,jia hanya mengangguk,tapi marie mencoba untuk mengerti.

“tentu saja,pekerjaan mu hanya belajar,aku yakin tv dirumahmu tidak pernah dinyalakan” marie geleng kepala. Saat mereka sudah diblock stand,tiba-tiba marie menghentikan langkahnya.

“ehm? Bukankah itu kyungsoo?” gumam marie

“kau mengenalnya?”

“kami berada ditempat les yang sama. Kyungsoo”panggil marie

“aku tidak mengira kau akan datang ke acara seperti ini”ucap marie

“yah mau bagaimana lagi teman-teman ku yang menyeret ku kesini”

“baguslah. Oh aku hampir lupa,kyungsoo kenalkan ini lee jia ketua panitia acara ini”marie menyenggol lengan jia. jia hanya terseyum kikuk,namja bernama kyungsoo itu tersenyum singkat.

“jia-ya aku ajak dia berkeliling dulu,yak kau harus berkunjung ke stand kelas ku,banyak hal menarik di sana kajja”marie menyeret lengan kyungsoo dan hilang dari pandangan jia. jia hanya mendelikkan bahunya cuek,kemudian melanjutkan tour keliling.

Ditengah kerumunan jia menghentikan langkahnya

“apa hanya perasaan ku saja”gumam jia kemudian kembali memfokuskan matanya

“beoya-aa? Apa yang dilakukannya disana” jia mempercepat langkahnya menghampiri pria yang akhir-akhir ini selalu membuatnya dalam masalah. ‘byun baekhyun’. Jia langsung menyeret lengan baekhyun dan mengajaknya berbicara ditempat yang tidak terlalu ramai.

“apa yang kau lakukan disini?”Tanya jia mentap baekhyun tidak percaya,yang ditanya hanya menggaruk kepalanya

“eeh entahlah,sebenarnya apa yang aku lakukan disini. Aku ke kampus dulu”baekhyun berlalu.

“huh! Apa dia sudah gila?”

“jia-ya kepala sekolah memanggilmu” teriak jinni sambil berlari kearah jia.

“arraseo,gantikan aku sebentar”jia memberikan bebrapa kertas ke jinni.

Jia melangkahkan kakinya dengan cepat ke ruang kepala sekolah

“aish sekolah ini sangat luas apalagi ruangannya berada dilantai 3 aku bisa mati jika berlari dari sini” gerutu jia dengan wajah kesalnya.

Jia menelan ludahnya sebelum memasuki ruang kepala sekolah,mengetuk pintu kemudian masuk ke dalam

“permisi. anda memanggil saya”

“eoh,ketua yayasan ingin bertemu dengan mu”

“apa kau yang bernama lee jia” seorang pria paruh baya bangkit dari sofa.

“apa dia ayahnya hanbin”pikir jia

”nde. lee jia-imnida”jia memberi salam hormat.

“saat acara pembukaan aku tidak bisa hadir dan terima kasih telah menyukseskan acara ini, aku patut berbangga padamu hanbin tidak pernah tertarik untuk ikut serta dalam acara seperti ini”. ”yah karena anak mu tertarik pada ku” gerutu jia dalam hati.

“nde. itu bukan apa-apa semua panitia bekerja keras untuk acara tahunan kali ini,hanbin banyak membantu” ucap jia tersenyum

“anak itu tidak pernah peduli pada sekolah,dia sering membuat onar disekolah, anak itu sepertinya..” ayah hanbin menatap jia lekat.

“dia tertarik pada mu”sambung ayah jia. jia hanya tersenyum canggung.

.

.

.

Jia keluar ruangan dengan keadaan frustasi

“aku bisa gila. Kenapa dia bisa mengira aku dan hanbin berpacaran,aish yang benar saja” jia berjalan kesal.

Dari arah loby jia melihat hanbin berlari kearahnya

“yak yak kau bertemu dengan ayahku”hanbin berteriak sambil berlari ke jia

“apa dia menyakitimu” hanbin mengguncang bahu jia

“sakit bodoh”jia melayangkan tangannya ke bahu hanbin,hanbin mengerang kesakitan

“apa dia mengatakan sesuatu? Jika dia mengatakan kejelekkan ku jangan pernah percaya padanya” hanbin mengambil nafas panjang

“ayahmu mengira kita berpacaran”wajah jia berubah kesal

“baguslah kalau begitu”hanbin mendorong kening jia kebelakang

“akh” jia memegang keningnya melotot ke hanbin yang sudah siap berlari

“yak deo-ceugeoo” jia mengejar hanbin,mereke berlarian membuat suara ribut disekitar koridor,tanpa sengaja jia menginjak tali sepatunya yang terlepas membuat badanya terjungkal kedepan,hanbin langsung berhenti berlari menengok kebelakang. Tawa hanbin meledak dikoridor yang hanya ada mereka berdua disana. Hanbin berjalan santai ke jia yang sedang memegang lututnya

“kau tidak apa-apa kekekeke”hanbin masih tertawa sembari berjongkok depan jia. Jia semakin kesal hidungnya kembang kempis wajahnya merah padam,jia tidak bisa menahanya, tangisannya lepas begitu saja. Hanbin langsung terduduk kaget

“yak deo-wae-ureoo?”hanbin menggaruk kepalanya yang tidak gatal

“aish,,,ini salah mu bodoh”jia langsung menarik rambut hanbin dengan kedua tangannya hanbin langsung berteriak kesakitan.

“aakh arra-arraseo mianhae”hanbin memegang kedua tangan jia

“aish kenapa akhir-akhir ini kau begitu cengeng”ucap hanbi mencoba membantu jia berdiri

“kau seperti ibu ku jika sedang datang bulan”gerutu hanbin kesal

“aku memang sedang datang bulan”sambung jia dengan wajah datarnya

“gezz..pantas saja”hanbin menggelengkan kepalanya,hanbin kemudian berjongkong mengikat tali sepatu jia. jia yang melihata hanbi sedang mengikat tali sepatunya sudah tidak bisa menahan senyumnya.

“apa kau bisa berjalan?”hanbin masih berjongkok membelakangi jia,tanpa basa basi jia langsung naik kepunggung hanbin. Hanbin hanya tersenyum.

Hanbin menggendong jia berjalan kearah ruang kesehatan dengan menaiki tangga

“yak apa berat badan mu naik? Kenapa kau berat sekali”

“akhir-akhir ini aku makan banyak,tapi setauku sebanyak apapun aku makan berat badan ku tidak akan pernah berubah”

“baguslah”ucap hanbin,hanbin menarik nafas saat berada di anak tangga terakhir

“apanya yang bagus?”

“ya bagus karena aku tidak akan malu  pacar ku makannya banyak tapi badanya tidak gendut”

“kau bilang pacar? Sejak kapan kita berpacaran?”

“kita sudah memutuskan untuk berpacaran”

“itu hanya asumsi dari mu saja,dan tadi kau bilang aku gendut,yak berarti jika berat badan ku naik kau pasti akan mencampakan ku benarkan” jia protes panjang lebar,hanbin merasa telinganya membusuk. ‘gadis ini sensitive sekali’ pikir hanbin

“kapan aku mengatakan kau gendut”

“barusan”

“aku tidak pernah mengatakannya” elak hanbin

“secara tidak langsung kau mengatakan aku gendut”jia tidak mau kalah

“baiklah kau tidak gendut . puas?”hanbin mulai kesal beradu mulut dengan gadis ini

“berarti kau mengatakan aku kurus ?! dan untuk apa kau membawa ku ke ruang kesehatan ” jia bertanya lagi,hanbin mencoba menarik nafas pelan

“bukanakah kau bilang kau sakit” hanbin menengok jia yang masih dipunggungnya

“sejak kapan aku mengatakan diri ku sakit” jia langsung turun dari punggung hanbin

Jika orang lain melihat,mereka terlihat seperti pasangan yang sedang bertengkar.

“dari tadi kau hanya mengerjai ku”Tanya hanbin dengan wajah kesalnya

“eoh,aku hanya ingin membuat mu kesal” jawab jia enteng. Hanbin mencoba untuk tersenyum walau senyum itu terlihat seperti senyum menyedihkan. Jia tersenyum ke hanbin kemudian menjulurkan lidahnya dan berlalu meninggalkan hanbin yang tengah berkacak pinggang,namun jia menghentikan langkahnya yang tidak terlalu jauh jaraknya dengan hanbin.

“yak kim hanbin” panggil jia,hanbin hanya menoleh

“setelah acara ini selesai jangan langsung pulang,jika kau bernai pulang aku akan membunuhmu”ancam jia

“arraseo,pergilah”

.

.

.

Hanbin menunggu jia diparkiran tapi sudah 30 menit hanbin menunggu jia belum juga menunjukkan batang hidungnya.

“benar kata anak-anak,berpacaran dengan han jia membutuhkan kesabaran tingkat tinggi,aish sebelumnya aku tidak pernah menunggu seorang gadis”hanbin berjalan disekitar parkiran untuk menghilangkan rasa bosannya. Hanbin tidak berhenti menggerutu kesal,ia baru berhenti ketika jia sudah dihadapanya dengan tatapan tajam. Hanbin tersenyum namun jia hanya cuek masuk kedalam mobil hanbin.

“sabarlah kim hanbin,seorang gadis akan semakin sangat sensitive jika sedang PMS. Jadi berhenti mengeluh didepannya” ucapnya menarik nafas kemudian masuk ke mobil.

“apa kau ingin langsung pulang?” Tanya hanbin

“ani,antar aku ke toko buku”

“baiklah”kemudian hanbin melajukkan mobilnya.

Setiba di toko buku jia sibuk memilih buku-buku pelajaran persiapan untuk ujian nanti. Berbeda jauh dengan hanbin yang sudah sangat malas melihat rak yang berisi buku,ia hanya mengekori jia yang memilih buku saja begitu serius.

“apa kau sudah selesai”Tanya hanbin

“eoh,aku akan ke kasir dulu”

“bair aku yang bayar”ucap hanbin

“tidak usah,aku tidak ingin uang ayah ku membusuk karena jarang kugunakan”balas jia,hanbin hanya mengangguk.

“apa kau tidak ingin membeli sesuatu”Tanya jia keluar dari toko buku menuju mobil hanbin

“tidak ada. Aku hanya tertarik pada komik”

“pantas saja otak mu seperti itu”

“aku sangat payah dalam belajar,ayahku pernah menyuruhku untuk mengikuti les. Kau tau apa yang terjadi?” Tanya hanbin jia hanya menggeleng

“aku membuat tempat les itu tutup untuk selama-lamanya”jawab hanbin enteng. Jia hanya menghela nafas panjang

“waah kau benar-benar sudah kelewatan”

“apa kau pernah membrontak pada ayahmu”

“kadang-kadang,ayah ku bukan orang yang terlalu pemaksa tapi dalam keadaan tertentu ia bisa jadi sangat pemaksa”lirih jia

“setidaknya ayahmu masih memperhatikan mu”

“dulu,sekarang ia sibuk dengan istri barunya”

“apa ibu baru mu jahat seperti didrama?”

“ia licik seperti ular”jawab jia kesal,hanbin hampir tertawa ,mobil hanbin berhenti saat lampu lalu llintas berwaran merah,kemudian melirik jam tanganya

“kau mau langsung pulang?”Tanya hanbin

“eoh,ini sudah malam”

“apanya yang sudah malam,lihat ini padalah belum jam 10”

“aku memiliki jam malam”

“arraseo”hanbin sepertinya enggan untuk mengajak jia pergi jika sudah malam begini.

Dari pada nanti ia kena amuk ayahnya jia lebih baik hanbin mengantar jia tepat waktu.

“aku ingin membeli minum sebentar”hanbin memparkirkan mobilnya dipinggir toko.

“kau ingin menitip sesuatu”Tanya hanbin,jia terlihat sedang berpikir

“aku tidak yakin kau mau memebelikannya”

“aku akan membelikkannya apapun itu asalkan jangan ambil ‘si morrie’ (mobil hanbin)”

“belikan aku pembalut,besok hari terakhirku,persedianku dirumah sudah habis”ucap jia santai,sedangkan bagi hanbin ini adalah kiamat ,seumur hidupnya ia tidak pernah membeli benda keramat itu.

“bisakah kau ikut”ajak hanbin

“shireoo.”ucap jia tanpa menoleh ke hanbin

Hanbin berjalan kedalam toko ,niatnya yang tadi ingin membeli air hilang sudah. Hanbin sudah berada didalam toko dengan perasaan hampa,ia bingung harus memulai dari mana.

“ada yang bisa dibantu”Tanya pelayan yang sedang bertugas dikasir

“ehh. Dimanaakubisamendapatkanpembalut”hanbin berbicara terlalu cepat pelayan hanya menampakkan wajah bingungnya

“pemblaut”jelas hanbin. Pelayan itu tidak bisa menahan senyumnya,ia menunjukkan rak dipojok kanan,hanbin langsung berjalan cepat. Hanbin menganga hebat melihat satu rak yang isinya berbagai macam merk pemabalut,ia mengambil satu melihat-lihat terlebih dahulu. Dua orang gadis mentap hanbin dengan aneh dan mulai berbisik tidak jelas

“mana menurut kalian yang lebih baik”Tanya hanbin menunjukan dua sampel kepada dua gadis didepannya

“itu”dua gadis ini memilki pendapat yang berbeda

“menurutku itu lebih nyaman saat malam hari karena ada sayapnya”

“aku lebih suka yang tidak ada sayapnya”sambung gadis satunya lagi

“aku ambil dua-duanya” ucap hanbin

“kau juga harus mengambil yang khusus malam hari” ucap mereka bersamaan. Hanbin mendengus kesal,mengambil satu buah pemablut yang khusu malam hari.

Hanbin ingin cepat-cepat keluar dari tempat ini karena banyak pasang mata menatapnya

“ada kartu membernya?” Tanya si kasir, hanbin menggeleng dengan wajah kesalnya

“mungkin ada tambahan lainnya kami sedang ada prom..”

“tidak terima kasih”

Hanbin keluar toko dengan meenghela nafas panjang kemudian masuk kemobil

“berpacaran dengan mu benar-benar harus kuat mental”ucap hanbin. Jia hanya terseyum sembari mengacungkan kedua jempolnya kearah hanbin.

“kenapa banyak sekali yang kau beli?” Tanya jia sembari memasukkan barang keramat yang dibeli hanbin ketasnya

“karena ini pertama kalinya dalam hidup ku memebeli barang aneh seperti itu”jawab hanbin ketus melajukan mobilnya dengn cepat. Jia mencoba menahan senyumnya.

Jia keluar dari mobil diiukti hanbin

“kau melupakan ini”ucap hanbin memberi jia buku-buku yang ia beli

“ini” jia memberikkan buku-buku itu ke hanbin

“aku membelikannya untuk mu”sambung jia.

“kau kan tau dalam belajar aku benar-benar tidak bisa tertolong. Otak ku ini sudah menjadi batu”kata hanbin sambil memegang kepalanya. Jia ikut memegang kepala hanbin

“karena itu kita harus mencairkan otak batu ini” ucap jia dengan penuh keyakinan

“han jia aku akan melakukan apapun asal jangan belajar”hanbin dengan memohonnya

“aku tidak ingin mempunyai pacar yang otak batu sepertimu,jadi mau tidak mau kau harus belajar,aku akan membebaskanmu selama dua hari ini, tapi setelah acara sekolah selesai kita akan sering berkencan di perpustakaan,toko buku,di tempat les juga bisa asal kau ingin ikut “ucap jia panjang lebar dengan wajah santainya,hanbin mendengar itu masuk kuping kiri keluar kuping kanan.

“kau benar-benar menyuruhku belajar?”Tanya hanbin dengan wajah malasnya,jia mendekat ke hanbin,menatap mata hanbin lekat

“itu demi kebaikkan mu”ucapnya langsung mencium singkat bibir hanbin . hanbin mengerjapkan matanya kemudian tersenyum ke jia. rasa kesalnya pada jia tiba-tiba lenyap.

“kau benar-benar tau cara agar aku tidak bisa menolak”ucap hanbin menjitak kening jia. jia hanya tersenyum lebar.

“masuklah”suruh hanbin. Jia mengangguk

“kau hati-hati dijalan”ucap jia kemudian berlalu masuk kedalam rumah.

Jia masuk kedalam rumah,jia melewati meja makan yang sudah ada ny. Yoon disana,jia tidak melihat ayahnya jadi ia tidak perlu basa basi lagi dengan Ny. Yoon

“jia-ya kau tidak makan dulu”Tanya ny. Yoon yang tidak digubris jia sama sekali. Jia baru mau menaiki anak tangga tapi baekhyun menghalang jalannya

“ibu ku bertanya padamu setidaknya kau harus menjawabnya” perkataan bakehyun dengan nada kesalnya. Bukan han jia namanya jika ia tidak bisa membalas baekhyun dengan kata yang lebih tajam

“sejak kapan aku menganggap kalian ada?”jia hendak melewati bakehyun namun bakehyun menahan lengannya kuat membuat jia sedikit meringis kesakitan

“gadis tidak tau diri jika kau tidak ingin hal buruk terjadi jagalah sikap mu”

“ini rumahku,aku bebas melakukan apa saja,jangan hanya statusmu sebagai kakak ku kau tidak berhak mengajariku tentang sikap”

“kau sepertinya benar-benar menginginkan keluargamu utuh kembali”

“coabalah untuk bermimpi”baekhyun langsung berlalu.

Pikiran jia masih terngiang dengan perkataan bakehyun membuat aliran darahnya semakin memanas.

“han jia kau bisa mengalahkan siluman ular itu berserta anak iblis itu”ucapnya menggenggam kedua tanganya

“tapi bagaimana caranya”pikir jia

“haruskah aku mengatakan aku hamil anaknya baekhyun?!”

“mereka tidak akan percaya”

“ada satu cara” ucap jia tersenyum ke cermin,merapikan letak rambutnya. Keluar dari kamarnya menuju sarang singa

“kali ini kau harus lebih berhati-hati” kata jia sudah berada di depan pintu kamar bakehyun.tanpa aba-aba jia langsung membuka kamar baekhyun. Baekhyun yang merasa kegiatan mengerjakan tugasnya terganggu langsung menoleh. Baekhyun mengerutkan keningnya melihat jia kini berjalan kearahnya. Bakehyun melepaskan kaca matanya

“byun baekhyun” panggil jia menarik nafas

“sepertinya aku…. Menyukai mu” jia menelan ludahnya. baekhyun tidak kaget sama seklai ia hanya menatap jia datar

“ini pasti mengangetkan mu. Kau tau alasan aku menentang pernikahan ayaha ku dan ibumy karena aku sudah dari dulu menyukai mu” ucap jia diakhir katanya dengan wajah tertunduk.

#To be continued/End?

NB : mian mian jikyeojuji mothae mianhae ! maaf karena baru bisa ngupdate,Oh my god ini aku buatnya bener-bener gas pooool tanapa rem jadi maklumin aja jika hasilnya makin gak jelas kayak author. What do you think about that? Don’t forget comment ! sarangheeee J

 

 

 

 

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

2 thoughts on “FF/ A P O L O G Y/ iKON-EXO/ pt. 6

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s