FF/ TOUR GUIDE/ BTS-BANGTAN/ pt. 2


posterR

Tour Guide [Chapter 2]

 

Author : Charikha

Cast : Candy (OC), Min Yoongi (BTS)

Support Cast : BTS member, you’ll find it

Genre : Daily life, Romance

Rating : PG-16

Duration : Chapter

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan, milik BigHit, milik Army. Author hanya pinjam buat cerita ini tapi soal Alur cerita dari A sampai Z murni datang dari pemikiran author. Mian kalo cerita Geje, hii^_^ Gomawo.

 

…Happy reading…

 

 

 

 

Previously…

 

Jin mengenalkan membernya dengan nada seperti malaikat, begitu halus dan lembut bertolak belakang dengan gaya para member yang menyilangkan tangannya didada.

 

“apa kami juga perlu mengeluarkan paspor? nama kami bukankah sangat sesuai dengan yang kau cari?”

 

Blar!

 

“ja-jadi——dimana cermin! pasti wajahku sangat merah..aku malu sekali—tidak-tidak—aku butuh sekantung plastik, aku ingin menutup wajahku sekarang juga..akh” batin Candy yang sudah tak mampu untuk berkata-kata lagi dan saat ini semuanya sedang menatapnya seperti seringai srigala.

 

 

 

‘First Sunset’

 

 

Author POV

 

Mobil hitam nan mewah ini berjalan membelah jalanan ibukota, dengan panorama laut di sisi kanan dan kiri membuat mereka menikmati perjalanan tanpa ingin di interupsi. Angin semilir berbau asin pun tercium hingga dalam mobil—memang, Bangtan menginginkan jendela mobil terbuka agar mereka dapat melihat laut lebih dekat dan tanpa batas. Ketujuh namja tampan ini seperti tersihir oleh kecantikan wajah pulau Dewata, sejak tadi mata mereka tak henti memandang ke arah luar. Namun begitu, ada seseorang yang hatinya merasa gelisah ialah Candy sang tour guide profesional yang memiliki 12.579 jam terbang tapi kali ini ia merasa hancur oleh kesalahan fatalnya—karena baginya tak mengenali data traveler adalah hal yang memalukan.

 

“Candy kenapa otak mu mendadak tersumbat!”

 

Candy selalu saja berdialog dengan dirinya sendiri semenjak ia duduk dibagian depan, biasanya saat membawa rombongan Candy akan sangat cerewet mengumumkan segala macam informasi mengenai hal yang dilewatinya selama perjalanan namun tidak untuk hari ini. Dadanya masih sesak, jiwanya masih tersentak dan tak mungkin secepat itu untuk membuat keadaan pulih seperti sedia kala. Ia bahkan bingung harus memulai dari mana karena baginya ia telah mengecewakan tamu yang dibawa.

 

“wahh…yeppeota!” ungkap Jungkook seraya menekan tombol ok saat ia berselfie dengan latar belakang pantai dari dalam mobil

 

Satu suara dengan Jungkook, Rapmon pun setuju jika Bali adalah surga dunia “Bali noemu jjang-ie ‘da!”

 

Jika Jungkook dan Rapmon sedang menikmati keindahan Bali dengan berselfie, maka lain halnya dengan Suga, ia memilih untuk mengabadikan menggunakan kamera pribadinya tanpa memasukkan diri sebagai objek pelengkap. Saat ini ia memang lebih suka memotret objek daripada menjadi objek yang difoto.

 

Disela-sela keheningan, J-hope menempel pada Jin yang memang berada disampingnya “hyung..aku ingin bertanya sesuatu padamu”

 

“mwo?” Jin menoleh cepat

 

“bukankah biasanya jika dalam tour, sang pemandu akan menjelaskan segala macam informasi? Eum—ku perhatikan sejak mobil ini datang tak ada 1 pun suara darinya”

 

J-hope menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil menatap rambut indah Candy dari belakang. Jin pun heran dengan perilaku tour guide yang baru ia temui kali ini.

 

“kau benar bahkan kita tak tau namanya”

 

Mengangguk—itulah reaksi J-hope kala Jin mengatakan fakta yang sebenarnya.

 

“ada apa hyung?” tanya polos Jimin yang baru saja melepas headsetnya

 

Jin menjelaskan apa yang sedang ia bicarakan dengan J-hope, syaraf-saraf di kepala Jimin mulai terkoneksi lebih cepat dari biasanya. Ia langsung mengerti dan kini ide konyolnya itu kembali muncul.

 

“hyung aku punya ide?” ungkap Jimin

 

“Jimin-ah keuman.. jangan kau fikir aku tak tau sikapmu di pesawat tadi! Mungkin saja gara-gara kau dia jadi bersikap seperti ini” Jin memukul halus kepala Jimin

 

“hyung…aku kan belum bicara kenapa kau sudah memukulku!”

 

“ini untuk hukumanmu saat di pesawat tadi”

 

“tsk.. kalau begitu lakukan sesuatu hyung. Aku tak ingin liburan ini garing” pinta Jimin

..

.

Perjalanan panjang yang berkelok-kelok akhirnya berhenti pada sebuah jalan buntu, kenapa begitu?—inilah sebenarnya tujuan trip pertama mereka. Bukan semata-mata buntu layaknya gang tapi ini memang menjadi tempat yang sangat pribadi, bahkan dari mobil saja sudah terlihat pemandangan layaknya pulau yang belum pernah terjamah. Dengan hamparan cemara ditambah beberapa pohon kelapa yang sedang berbuah lebat, menjadikan vila ini terlihat sangat asri nan indah. Jika ingin melihatnya lebih teliti, kali ini mereka sedang berdiri diketinggian 300 meter dari pesisir pantai karena vila yang mereka booking—lebih tepatnya Minhyuk yang mencari lokasi private— ini semata-mata untuk menjaga ketenangan dari artis yang dibawanya. Tapi Minhyuk lupa memberitahu Candy bahwa kali ini ia akan membawa artis yang sangat populer.

 

Tebaklah apa kesan mereka saat turun dari mobil—yeap—mata mereka seolah-olah terhipnotis dengan segalanya. Jin, Suga, J-hope, Rapmon, Jimin, V dan Jungkook segera berlari menuju tepian tebing dengan hamparan lautan luas yang terlihat biru dikejauhan namun hijau bening pada pesisirnya. Ini benar-benar seperti pulau pribadi bagi mereka.

 

“yahooooooo” teriak Rapmon

 

Leeder BTS ini merasa terpanggil untuk mengeluarkan segala yang ada di dalam benaknya, senang, kesal, lelah bahkan sedikit rasa marah dengan tour guide itu sepertinya pantas dilakukan dengan cara seperti ini—berteriak sekencang-kencangnya seakan-akan meluapkannya pada lautan.

 

“wohooo…. I’m in Baliiiiii” J-hope mencoba berteriak dengan lebih keren—yaa, ia ingin terlihat seperti turis asing yang berasal dari Eropa

 

Sang fake maknae pun tak kalah heboh, ia melompat-lompat tak jelas sambil memegang pagar pembatas tebing. Ia merasa menjadi orang yang sangat beruntung dapat melihat surga dunia di waktu yang masih muda, wajahnya tak henti mengguratkan senyum kebahagiaan.

 

“Hyung, ige noemu jaemi ‘da” ungkap V yang langsung di sambut oleh rangkulan hangat milik Jin

 

Klik…klik…

 

Suara dari kamera milik Suga terdengar berkali-kali, ini adalah objek terindah yang ia dapat selama ini. Tak henti-hentinya jari telunjuknya selalu menekan tombol kamera yang berwarna hitam yang selalu setia menetap di leher Suga dengan tali panjang polkadot hitam-putih.

 

“huuh…this is it—it’s the time Candy” gadis ini memantapkan hati dan menganggap semua kejadian tadi adalah kejadian yang tak pernah ada

 

Candy pun turun dari mobil, menjadi yang terakhir. Ia hanya tak ingin mengganggu kenikmatan mata mereka yang sedang menatap indahnya Bali. Begitupun dengan Candy walau ia sering pergi ke pulau ini sebelum menetap di Korea, ia selalu terpukau oleh keeksotisan Bali terlebih saat matahari mulai kembali ke peraduannya—itu adalah moment yang tak pernah bisa Candy lupakan.

 

Gugup—tapi gadis itu sudah berniat untuk melakukan pekerjaan ini dengan baik. Ia bingung untuk mengawali pembicaraan dengan mereka—yang notabene adalah artis namun Candy tak mengetahuinya sama sekali.

 

“ehm..ehm…” suara dehem dari Candy membuat ketujuh namja ini membalikkan badannya kompak

 

Bukannya lebay, over acting atau apapun itulah tapi sungguh hal ini benar-benar membuat Candy mendadak nge-blank, nge-blush bahkan mati kutu. Ditatap oleh 7 namja dibawah pancaran sinar matahari yang terkadang terik dan meredup membuat mereka terlihat seperti vampir yang berdiri dibawah matahari—mereka terlihat bersinar.

 

Kepala gadis ini bergerak cepat ke kanan dan kiri, menghapus segala rasa malu yang muncul tiba-tiba.

 

“a-apa kalian sudah selesai—disana?” tanya candy

 

Damn!—lagi-lagi Candy salah berkata, ia terlihat ketus jika mengatakan dengan kata-kata seperti itu. Bukan—ia bukan ingin mengatakan hal itu, sebenarnya Candy hanya ingin mengajak mereka untuk masuk ke dalam vila.

 

“Jin hyung katakan padaku kalau guide itu sedang mengusir kita” Rapmon mengepalkan tangannya, ia sedikit sensitif belakangan ini

 

“no..no..no—no. I did’t mean that” sela Candy

 

Jin memegang bahu Rapmon berusaha untuk menenangkannya, Jin seperti mengerti jika yeoja yang di hadapannya ini sedang dalam masa yang sulit.

 

“so-rry” Candy menunduk sejenak lalu ia membuang nafas panjangnya, ia sadar betul jika ia selalu begini maka akan semakin tamat riwayat pekerjaannya

 

“a-aku tak bermaksud begitu, aku hanya ingin mengajak kalian untuk masuk ke dalam karena masih ada pemandangan yang lebih enak untuk dilihat… yaa—dilihat…he” senyum garing Candy tersungging diakhir kalimatnya

 

Krik..krikk…kriikk

 

Sejenak hening ketika tour guide itu tertawa garing serasa seperti hanya jangkrik yang mendengarkannya, tapi Jin tersenyum kala ia sudah mengetahui jika yeoja itu telah mendapatkan kembali ‘dirinya’ yang hilang akibat ulah Jimin.

 

“kajja”

 

Ajakan Jin lebih ampuh daripada ajakan seorang tour guide. Para member lekas berjalan mengikuti langkah Jin yang berjalan berdampingan dengan Candy. Bawaan mereka pun sudah berada di dalam sejak tadi karena sang supirlah yang menjadi hero untuk mengangkut koper-koper yang beratnya melebihi berat badannya.

 

Semenjak Bangtan memasuki vila, kaki mereka serasa lunglai, tubuh mereka serasa mengalun, mata mereka tak berkedip, mulut mereka pun terbuka lebar. Inilah harga dari sebuah perjalanan panjang, vila pertama dalam seumur hidup yang pernah mereka sambangi secara real di depan mata. Megah, indah, mewah, mungkin tak akan cukup kata untuk menggambarkan betapa—wah— rumah yang akan mereka tempati selama 1 minggu ini.

 

Dari luar hanya terlihat seperti vila biasa dengan bangunan layaknya rumah pada umumnya namun saat gerbang terbuka pesona alam sudah meyambut, hembusan semilir yang di hasilkan dari angin yang sengaja melewati selingan dedaunan rimbun membuat tiupannya sedingin musim gugur. Ditambah lagi deretan ranting dan akar rambat yang menjuntai hingga lantai jalan setapak yang terbuat dari batuan andesit. Ini seperti menyatu dengan alam, begitu asri, tenang dan damai. Inilah yang diidamkan oleh kebanyakan artis dari hiruk-pikuk kegiatannya yang monoton, Bangtan hanya menginginkan ketenangan.

 

Gemericik air bertingkat yang berasal dari kolam ikan akan menambah kenyamanan hati saat berada di halaman vila. Sungguh jika harus menginap di taman ini pun tak akan menjadi masalah karena ratusan ribu rumput kecil yang tumbuh layaknya padang golf siap menjadi alas punggung mereka.

 

Mata Jungkook hampir terlihat membulat penuh, ia terpesona dengan keajaiban yang ada di depannya “daebak!”

 

Klik..kliik

 

Lagi-lagi terdengar suara bunyi kamera, Suga tak ingin melewatkan moment ini sedikit pun. “wah! yeoppeone”

 

“yahoooo” kali ini Jimin mengcopy ucapan Rapmon saat di depan vila, Jimin berdiri didekat tangga yang mengarah ke bawah tebing sambil tersenyum penuh

 

“it’s beautiful…wow!” Rapmon terus memuji keindahan yang dibuat oleh sang Pencipta

 

“Baliiiii saranghantaaaaaaa” tak tahan memendam, V langsung jatuh cinta dengan Bali. ia berteriak sama seperti Jimin menghadap ke laut yang saat ini ombaknya tak begitu besar

 

Langkah Candy sejak tadi tertahan di pintu utama Vila, ia menyadari jika tak ada langkah kaki yang mengikuti dirinya “siapa yang bisa menolak pesona Bali”

 

Candy tersenyum namun suaranya itu masih terdengar oleh Jin yang baru akan menyusul teman-temannya. “kamsahamnida”

 

Jin mengucapkan terima kasih lalu tersenyum tipis, langkah kakinya berpindah menuju para member lainnya yang masih sibuk mengabadikan diri melalui ponsel mereka masing-masing.

 

Terulang lagi, tour guide cantik ini menunggui raja-raja yang sedang mengambil gambar. Tangannya dilipat didada, tubuhnya disandarkan pada pintu besar yang ada dibelakangnya.

 

“sepertinya akan lama” sejenak matanya dipejamkan karena rasa kantuk mulai menjalar dikedua mata indahnya

 

“oo~ooooh”

 

Candy terkejut ketika ia membuka mata dan apakah yang terjadi— ternyata mereka kini berbaris dihadapan gadis itu dan menatapnya dalam. Jimin dan V memasang wajah senyum tanpa henti, mereka seperti ingin menggoda gadis itu sekali lagi.

 

“kenapa tak istirahat saja di dalam?” tanya Jin

 

Malu—itulah yang saat ini ada di benak Candy, baru kali ini ia kelabakan membawa rombongan sampai-sampai waktu—mencuri tidur—diketahui.

 

“eh…ma-af aku tak—“

 

“—gwenchana” Jin memotong ucapan tour guidenya

 

“tsk… Hyung apa kau sedang tebar pesona? Aigoo” J-hope usil, karena ia pun mengakui bahwa yeoja ini sangat manis jadi wajar saja membuat sifat romantis hyung tertuanya itu muncul

 

“aaaahhh… hyung kau ini tau sekali dimana ada celah..haa“

 

“woohuuu”

 

Godaan dari tiap lontaran kata milik Jimin dan V tak membuat Jin malu melainkan satu-satunya wanita yang ada disitu lah yang merasakan urat malunya merespon.

 

Jin kembali ingin menjelaskan “yedera…bukan begitu tapi ini—“

 

Krek!

 

Gadis itu tak tahan jika berada lama-lama di dekat mereka bisa-bisa Candy ‘matang’ digoda sampai habis. Lagi pula ia tak berniat untuk jatuh cinta bahkan dengan traveler karena karirnya saat ini adalah yang utama. Tangannya yang mungil langsung membuka knop pintu dan—wala— vila bergaya modern dengan sentuhan sedikit tradisional membuat view vila ini menjadi eksotis.

 

Ruang tamu yang begitu elegan menyambut langkah kaki mereka, deretan patung layaknya orang menari selalu terpajang di setiap sudut ruangan. Cermin besar yang digantung dengan ornamen bambu disampingnya pasti akan membuat orang betah untuk berlama-lama kala berdiri didepannya. Ketiga young boy langsung meloncat pada sofa empuk berwarna hijau daun, bokong mereka seperti sedang menduduki gundukan kapas—sangat empuk.

 

Jendela-jendela kaca dengan ukuran yang sangat besar menjadi center utama pandangan mereka, karena percaya atau tidak jika berdiri didekatnya maka akan terlihat jelas sebuah pemandangan kolam renang besar dengan view langsung ke laut.

 

“uwaaaah!”

 

“daebak!”

 

“jjang-ie ‘da!”

 

Semua kata yang terlontar dari mulut mereka adalah kata-kata pujian. Tak ada habisnya mereka memuji keindahan vila ini. Tangan tangguh milik Jungkook membuka pintu kaca yang menjadi jalan keluar menuju kolam renang.

 

“hyungdeul ayo kita berenang!” ajakan Jungkook langsung membuat semuanya berhamburan keluar

 

Jimin dan V tak dapat menahan godaan Jungkook yang mengajaknya berenang, namun nyatanya mereka hanya bermain dipinggiran kolam dan mencelupkan kaki mereka ke permukaan air lalu menyiramkannya pada siapapun yang berada di dekat kolam.

 

“hyaakk”

 

“aah! Jeon Jungkook neo!” pekik Jimin ketika wajah tampannya basah terkena air dari telapak kaki maknae

 

“ha…ha…” V hanya tertawa dan ia pun menambah kesulitan Jimin dengan semburan air yang ia ambil menggunakan kedua tangannya

 

“haaahh” Jin mengambil nafas panjang layaknya melakukan stretching, tangannya diangkat tinggi-tinggi sambil memandangi lautan dari samping gazebo unik yang sengaja diletakan di tepi kolam

 

Candy hanya berdiri pada garis pintu kaca, ia sedikit lega karena dapat membuat trevelernya itu senang. Ketakutannya mendadak hilang ketika melihat guratan kebahagiaan melekat di seluruh wajah ketujuhnya.

 

“ya!” panggil Rapmon yang asik duduk bersama Suga dan J-hope di kursi panjang yang terbuat dari kayu Jati

 

Orang yang dipanggil ternyata tak menggubris, tentu saja karena Candy tak merasa namanya dipanggil lagipula ia pun tak menyangka kalau seorang Rapmon yang sejak tadi sebal dengannya kini memanggilnya. Penasaran dengan panggilan itu—Sedikit menoleh—ia hanya memastikan apakah dirinya yang dipanggil atau tidak.

 

“kau memanggilku?”

 

“itu karena kami tak tau namamu” J-hope membantu ucapan Rapmon lalu tersenyum

 

“that’s right” Jawab singkat Rapmon

 

Sambil memegangi tengkuknya, Candy menyunggingkan senyumnya membuat Suga terlihat semakin tak nyaman dengan senyuman itu. Kembali dadanya merasa berdegup lebih cepat, seperti ada sesuatu yang menarik matanya untuk memandanginya lebih lama.

 

“kalau begitu maaf, aku belum sempat mengenalkan diriku pada kalian, nama ku—“

 

“—chankan”

 

Potong Suga saat Candy hendak memberitahu namanya. Kedua kepala temannya langsung memandangi wajah Suga yang terlihat sedikit merona.

 

“ambil gambar kami bertiga”

 

Suga mengatakan hal yang tak biasa ia lakukan, membuat tangan Rapmon berada di kening Suga. Ia hanya ingin memastikan hyungnya itu dalam keadaan sehat.

 

“hyung, kau sakit?”

 

“emm, apa kau tak enak badan hyung! Tumben sekali kau meminta untuk difoto”

 

Suga kalap, ia tak tau harus melakukan apa karena saat melihat Candy tersenyum tadi, ia seperti salah tingkah dan mengatakan hal bodoh yang membuatnya kembali salah tingkah.

 

“eeh…ppali-ppali” Suga tak menjawab pertanyaan mereka, ia memberikan kamera kesayangannya itu pada Candy dan gadis itu mengambilnya

 

Rapmon dan J-hope bertatapan, keduanya masih bingung dengan tingkah laku Suga tapi bagi mereka ini adalah satu kemajuan. Biasanya harus menggunakan seribu cara untuk membujuk Suga berfoto ketika diluar kegiatan Bangtan saat On-Cam.

 

“hana—”

 

Candy mulai menghitung, jemarinya diletakan pada tombol kamera. Salah satu matanya mengedip dan mata yang lainnya menjadi fokus memandang lewat celah kotak yang menyorot langsung objek yang ada di depannya.

 

Ketiganya saling merangkul, memasang wajah bahagia. Terlihat dari senyum mereka yang begitu lebar.

 

“dul—“

 

Pandangan Candy sekilas seperti tertarik magnet pada salah satu senyuman yang ada pada namja paling kanan. Senyumannya sama seperti dirinya—sangat manis.

 

“set”

 

Klik

 

“o – hyung kau sudah berkenalan dengannya?” tanya Jimin yang melarikan diri dari Jungkook dan V

..

Lantai dengan bahan kayu jati ditambah atap dengan untaian daun kelapa kering menjadi tempat yang pas untuk memulai semuanya. Saat ini mereka semua tengah berada di gazebo, ini adalah waktu yang tepat untuk menjelaskan semuanya. Penjelasan mengenai siapa tour guide yang cantik namun memiliki sifat unpredictable ini kemudian berlanjut pada jadwal trip mereka dan kejutan-kejutan lain sebagai bonus dari dream tour karena mereka memilih VIP class.

 

Bangtan terlihat sangat antusias, mereka duduk merapat dan Candy sebagai pusatnya. Jimin selalu saja tersenyum kala berada di samping Candy, ia sendiri yang memilih untuk berada tepat disebelahnya.

 

“namaku Candy”

 

“wah.. satang (permen) noemu joaheyo” pekik Jimin

 

Member lain hanya bisa tertawa melihat Jimin seperti ini, ia memang sering menggoda orang yang menarik perhatiannya.

 

V langsung mengcopy ucapan Jimin “nado joah”

 

Awalnya Candy sangat sulit mengikuti pola perilaku treveler yang ia bawa namun seiring berjalannya waktu ia dapat memahami karakter orang-orang yang berada didekatnya saat ini.

 

“ya! Yedera…kita tak butuh lagi pemanis karena kita punya keduanya” Ungkap J-hope tiba-tiba

 

“maksudmu hyung?” tanya Jungkook

 

“karena kita punya permen dan gula” jawab J-hope dengan smirk-nya menggoda Suga

 

Rapmon pun teringat dengan kejadian berfoto sebelumnya “ah majja…Candy is Suga”

 

“oooo..Suga-ya! Kenapa wajahmu seperti udang rebus” Jin juga tak ingin melewatkan kesempatan menggoda Suga

 

“Ya! Hope-ah kau ini—“ Suga berteriak namun berhasil di potong oleh Park Jimin

 

“eewww… apa ku bilang hyung, kau pasti menyukai gadis ini. Candy-ssi apa kau juga—“

 

…..Whoose—

 

—Pletak!……

 

satu bungkus makanan ringan yang telah di remas Suga menjadi bola kecil sampai juga pada kepala Jimin hingga ia meneriakan nada ‘aaakkhh’, Suga memang melemparnya dengan keras karena ia sudah tak tahan dengan tingkah Jimin.

 

Candy hanya tersenyum ringan, ia tak akan memasukkan hati candaan dari orang-orang ini. ia sudah paham bagaimana cara mereka bersenda-gurau.

 

“teman-teman— aku belum selesai melanjutkan ucapanku. Ini sudah siang apa kalian ingin melewatkan jatah makan siang dan membiarkan waktu sunset pergi begitu saja”

 

Candy kembali melanjutkan pembicaraannya usai ia menenangkan Bangtan. Walaupun sulit, gadis ini tetap berusahan menjadi tour guide yang baik karena yang di hadapinya sekarang adalah tamu VIP, satu saja kesalahan yang membuat mereka kecewa maka satu surat pemecatan pasti akan Candy dapatkan.

 

“baiklah…karena aku tak tau nama kalian semuanya—bisakah kalian memperkenalkan diri?”

 

“Candy-ssi bukankah tadi aku sudah mengatakannya”

 

“he.. aku lupa” jawab enteng Candy namun nyatanya saat itu ia memang tak fokus akibat malu

 

“seperti ini, tour guide profesional milik dream tour?” Suga menggelengkan kepalanya

 

Kata-kata Suga lagi-lagi sangat tajam, kali ini Candy sedikit tersentak olehnya. Sakit—ketika pekerjaannya yang diritis dari nol dinilai sembarangan oleh namja yang tak tau apa-apa mengenai agency tour and travel.

 

“ugh!—mulut laki-laki itu rasanya ingin aku tarik seperti paruh bebek” batin Candy

 

Candy segera mengingat setiap nama dan ciri khas mereka masing-masing, gadis ini cerdik ia menghafal nama melalui perbedaan warna rambut yang mencolok.

 

“Candy-ssi apa kau benar-benar tak mengenal siapa kami?”

 

“eumm—tidak—tapi kini aku tau nama kalian semua” jawabnya pada pertanyaan yang diajukan namja dengan warna rambut coklat

 

“aah..bukan! maksud ku siapa kami, siapa Bangtan?”

 

“aigoo.. Candy-ssi kami ini artis” lanjut Jungkook dengan kenarsisannya

 

“ya! Jungkook-ah kau narsis sekali!” V tertawa melihat Jungkook berbicara tentang keartisannya

 

“benarkah? Ma-af aku tak tau, aku tak sempat untuk menonton acara di televisi karena terlalu sibuk dengan trip sana-sini”

 

“wah..kau adalah yeoja pekerja keras” puji Jin

 

Ke delapan penghuni vila ini asik melanjutkan percakapan, perlahan mereka mulai akrab satu sama lain. Terkadang terlihat dari mereka melontarkan senyuman, bahkan terdengar gelak tawa besar hingga membuat burung-burung yang bertengger di pucuk pohon menjadi terbang.

 

Selama 1 Jam Candy menjelaskan seluruh rangkaian acara selama 1 minggu hingga peraturan yang harus di taati oleh peserta tour. Bangtan hanya mengangguk saat peraturan dibacakan oleh Candy, seperti kemana mereka pergi selalu mengabarkan Candy dan otomatis nomor ponsel mereka sudah bertukar satu sama lain, ini hanya untuk kepentingan semata jika ada salah satu peserta tour yang tersesat lalu mengenai jam malam, setelah jam 11 peserta tak boleh mengganggu waktu istirahat sang pemandu terkecuali ada hal penting/darurat.

 

Candy menggeser layar ipadnya pada slide ke tiga, ini adalah daftar jadwal mereka yang akan mengunjungi dan mengeksplor segala wisata yang tersedia di Bali. Hari ini terlihat jadwal tak begitu padat karena siang ini hanya akan di habiskan di dalam vila lalu sore nanti mereka akan melihat sunset dari pinggir pantai yang ada di vila juga. Candy memindahkan jadwal mereka di hari lain karena ia melihat, mereka masih dalam kondisi fisik yang sedikit lelah.

 

****

 

Jimin POV

 

“hyung kajja~aa”

 

Sudah 5 menit aku memohon padanya dan sungguh aku tak bosan duduk di sampingnya yang sedang berbaring di sofa ruang tengah sambil menonton film channel internasional.

 

Klik

 

“Aish Jimin-ah, wae~e?!”

 

Remot televisi yang ada ditanganku langsung disabet oleh tangan panjang milik J-hope

 

“aah hyung temani aku berenang”

 

“Aku ingin menonton tv, lagi pula ini tengah hari apa kau ingin terbakar”

 

“kita bisa menggunakan sunblock, kau bisa menggunakan punya ku hyung—jebal” tanganku selalu setia melingkar di lengannya

 

“kau bisa ajak Kookie, V atau yang lainnya”

 

“ah mereka tak asik. Aku ingin dirimu”

 

“mwoya?! Michigeseo”

 

“hyung, apa kau sengaja ke Bali hanya untuk menonton tv!” rutuk ku yang mulai lelah membujuknya

 

“iya!—memangnya kenapa kalau aku memang ingin menonton. Kau mau apa Park Jimin!”

 

“tsk.. dasar otak mesum!”

 

“yak!! Neo jugullae?!”

 

Aku berlari sebelum hyung memukulku dengan remot yang ia pegang. Aku sengaja mengatakannya mesum karena dari caranya melihat yeoja yang ada ditelevisi, membuatku berfikir sepertinya ia sedang memikirkan hal kotor.

 

Kendati hyung menolakku, aku tak menyerah dan kali ini yang menjadi targetku adalah Jungkook. Si maknae itu tak mungkin menolakku, jika ia sampai berani maka otot-otot ku yang akan berbicara.

 

Aku berjalan menuju salah satu kamar dan kembali mendapatkan hal pahit, kamar ini begitu senyap karena di huni oleh Jin hyung, Suga hyung dan si maknae. Kedua pasang mata milik hyungdeul langsung mengamati seluruh tubuhku. Mungkin mereka sedang tak ingin mendapatkan pengganggu.

 

“kau mau apa Jimin-ah?” tanya Suga yang sedang melanjutkan coretannya tentang lagu baru yang ia buat di pesawat

 

Aku melihat Jin hyung tersenyum sekilas lalu memainkan kembali ponselnya dan disebelahnya ada tubuh lunglai Jungkook yang sebagian tubuhnya tertutup selimut.

 

“tsk…sial!”

 

“hei bocah! Kau bilang apa?” Suga tersentak

 

“a-ani… bukan kau hyung”

 

“lalu” lanjut Jin yang mendengar ucapanku mengatakan ‘sial’. Mereka pikir aku berkata demikian pada mereka

 

“itu karena Jungkook ternyata sedang tidur, aku ingin mengajaknya berenang” jelasku

 

Tangan Suga langsung melambai padaku, aku mengerti aksen yang diberikannya dan ini jelas-jelas tanda sebuah pengusiran.

 

Aku menutup pintu cepat karena tak ingin mendapatkan kicauan dari hyungdeul.

 

“lalu siapa lagi yaa…”

 

Aku berfikir keras untuk mencari siapa lagi yang asik untuk diajak bermain.

 

Aku membuka kamar lain yang dihuni oleh Rapmon, J-hope, V dan tentunya aku. Kamar ini terlihat sempit karena penambahan extrabed untuk Rapmon yang diletakan di samping kingbed milik kami bertiga.

 

Lagi—aku mendapatkan pandangan intens dari keduanya. Aku pun tersenyum dan masuk.

 

“ayo kita berenang” ajaku pada V

 

“hyung aku sedang malas, besok pagi saja”

 

“aakh! Ya! Jimin-ah!”

 

Walaupun aku ini kecil tapi seorang V tak akan memapu mengalahkan smackdown andalan Park Jimin. Aku tak akan melepaskannya hingga ia—

 

“aku menyerah, tolong lepaskan. Appo”

 

Hii…hi…

 

Aish, jinjja!!

 

Aku bertolak pinggang di hadapan mereka “jadi tak ada seorang pun dari kalian yang menemaniku?”

 

“nope” jawab ketus Rapmon yang sedang menggunakan fasilitas Wifi di ponselnya untuk melakukan video call

 

“baiklah kalau begitu aku akan mengajak bidadari saja”

 

Aku lekas keluar setelah mendengar kata “sinting!” yang diucapkan Rapmon, aku tau dari suara beratnya tapi biarlah toh aku ini hanya dongsaeng.

 

Tuk…tuk…tuk…

 

“syllehamnida”

 

“ne?”

 

“apa aku mengganggumu, noona?”

 

“hei, kenapa kau memanggilku dengan sebutan itu lagi. Terlalu formal, panggil nama saja — itu terkesan lebih akrab”

 

“oh..jinja joah” aku lega mendengarnya begitu open-minded pada kami semua

 

“ada apa Jimin?”

 

“bisakah kau menemaniku ber—“

 

‘jika aku mengajaknya berenang pasti dia tak akan bersedia dan kalaupun ia mau mungkin setelah berenang bersamanya pasti aku sudah di jadikan sate oleh hyungdeul’

 

“—jalan-jalan… Yaa.. menemaniku berkeliling vila ini. Di dalam sungguh panas”

 

Ia tersenyum. Aku mungkin bisa membaca pikirannya, pasti ia akan mengira aku ini hanya mencari-cari alasan untuk dapat pergi bersamanya karena hanya orang bodoh yang merasa ruangan ini panas bahkan kenyataannya AC menunjukan suhu 16°.

 

‘astaga park Jimin kenapa kau begitu bodoh’

 

“baiklah chankaman Jimin-ah”

 

Aku tak menyangka ia akan sebaik ini. Sifat Candy memang sama dengan namanya, ia sangat manis pada setiap orang.

..

.

Grogi—itulah yang ku rasakan saat ini berjalan hanya berdua dengannya dibawah naungan pohon-pohon rindang membuat suhu tubuhku semakin dingin. Gadis ini terlihat begitu chic dengan celana pendek diatas lutut lalu kaos putih tanpa lengan dan rambutnya yang panjang terurai indah.

 

“kenapa kau melihatku seperti itu? Apa ada yang aneh?”

 

“ah ti-tidak,,hanya saja kau—“

 

“hmm?” Candy menginterupsi dengan senyumnya yang manis

 

Aku tersenyum dan tak tau harus mengatakan apa, aku sungguh kaku jika berdua dengannya.

 

“tidak jadi…hi…”

 

“apa seorang idol seperti kalian bisa bertingkah seperti ini?”

 

“tentu noona—eh maksudku Candy. Kami memang Idol tapi kalau kamera tidak ada kami semua menganggap diri kami seperti orang biasa. Kau tau bahkan V dan J-hope hyung lebih gila daripada diriku”

 

“benarkah?”

 

“eoh” aku senang sekali membuat mereka terlihat konyol di depan Candy

 

“apa itu milik Yoongi?”

 

Aku terkejut, mengapa ia tau jika ini adalah kamera milik Suga hyung “bagaimana kau tau?”

 

“aku tadi menggunakannya untuk mengambil gambar Namjoon, Hoseok dan Yoongi”

 

aku mengangguk “ah… saat tadi”

 

Jika hyung tau kamera kesayangannya ini aku bawa, ia akan murka. Aku masih ingat beberapa bulan yang lalu aku sempat merusaknya hingga harus menginap di service center cam.

 

“wah yeppeoneyo”

 

Aku segera berlari ketika menemukan sebuah jembatan kecil berbahan dasar kayu dan tali sebagai pegangannya. Suasana di sekitarnya sangat menakjubkan, sekeliling jembatan ini bahkan dihiasi oleh pepohonan dengan usia tua dengan ukurannya yang sangat besar ditambah beberapa bunga khas tropis yang sedang mekar membuat aroma dari putik dan kelopak tersebut tercium harum layaknya parfum mahal—Ini sungguh romantis!

 

“Candy lihatlah” Aku memberikan kamera padanya dan pergi mengeksplor jembatan kayu tersebut

 

Klik..klik

 

“hei- kau mengambil gambarku?”

 

Ia mengangguk lalu tersenyum.

 

“Eyy.. seharusnya kau bilang dulu jika ingin menikmati abs miliku” Aku kembali menggodanya karena entah mengapa seperti ada magnet kuat yang menginginkanku untuk selalu menggodanya hingga ia tersenyum

 

Bibirnya yang tipis tersenyum manis setelah mendengarkan kenarsisanku. Senyumannya itu seakan-akan memberikan candu bagi setiap orang yang melihatnya.

 

“kau ini lucu sekali Jimin”

 

Aku segera mengambil posisi seperti saat sedang melakukan photoshoot, sedikit melakukan gerakan menggoda. Aku siap untuk pengambilan gambar ke dua—take two.

 

“Candy-ah jigeum”

 

Klik..klik..klikk

..

.

 

Author POV

 

“Candy?”

 

Jin mengetuk-ngetuk pintu kamar milik Candy namun nihil ia tak menjawabnya.

 

“Hope-ah apa kau tau kemana Candy?”

 

“Dia tadi keluar bersama Jimin” Hope masih fokus pada film yang ia tonton

 

“apa?” sela Suga yang baru saja keluar dari kamarnya dan mendengar bahwa Jimin sedang asik kencan dengan Candy

 

Suga dan Jin lalu pergi ke balkon dengan sudut pandang 360°. Keduanya mengamati keberadaan mereka, Jin hanya khawatir jika Jimin melakukan hal yang tidak-tidak seperti saat di pesawat kemarin.

 

“Aku takut jika anak itu sampai melukai hatinya lagi, bisa-bisa agenda kita besok kacau”

 

“aku lebih mengkhawatirkan jika bocah sialan itu menculik si biru” Sampai saat ini Suga belum pernah memanggil nama Candy, ia selalu punya sebutan untuk memanggil tour guidenya dan kali ini Suga memanggilnya biru karena Candy memiliki mata biru dari ayahnya.

 

“tsk.. kau ini terlihat sekali”

 

“maksudmu hyung?”

 

“tidak ada”

 

“Paaarrkk Jiiiimmiiin!!” suara berat milik Suga terdengar hingga segala penjuru, ia berteriak seperti menggunakan alat pengeras suara

 

Telunjuk Jin menunjuk ke salah satu sudut “itu mereka”

 

Dari jauh pun Jimin melihat 2 manusia kecil yang melambaikan tangan.

 

“hai hyung” Jimin menyaut dengan wajah pervertnya, ia sungguh ingin bermain-main dengan kedua hyungnya itu

 

“Jimin-ah iluwa bwa jigeum!” Panggil Suga, sebenarnya ia kesal karena tau bahwa kameranya hilang dan pasti ini ulah dongsaengnya

 

“hyung! Kenapa kalian berteriak-teriak seperti orang gila” tanya Hope usai menghabiskan 2 jam menonton

 

“Jimin menculik pemandu wisata”

 

Campuran wajah tak menyangka, terkejut dan heran langsung menyeruat dan saat ini bentuk wajah Hope terlihat absurd “apa? Benarkah?”

 

“Ya! Ppali go-il-il”

 

Hope langsung menghubungi 911 tapi seketika ponsel miliknya di rampas oleh Jin.

 

“kau jangan menganggap omongannya serius”

 

“eoh?”

 

Meninggalkan Hope yang masih bingung, 2 orang tersangka yang membuat seisi rumah kalang kabut akhirnya datang.

 

“mana kameraku?”

 

“itu, ada padanya” tunjuk Jimin pada Candy yang berada di belakangnya

 

Tanpa sepatah katapun Suga menengadahkan tangannya lalu Candy memberikannya. Sekilas tangan mereka bersentuhan walaupun hanya kulit tipis dipermukaan, namun bagi Suga ada beberapa sengatan kecil yang terasa sampai nadinya.

 

“Candy? Apa benar Jimin menculikmu?”

 

Ketika kalimat J-hope menyinggung penculikan, sang pembuat naskah pergi dan memilih untuk kembali masuk ke dalam vila.

 

Pak!

 

“aakh appo”

 

“heish! Sudah ku bilang ucapan Suga jangan pernah kau anggap serius” Jin langsung menjelaskan pada Hope

 

Disisi lain Jimin dan Candy hanya tersenyum. Inilah yang akan Candy hadapi selama 1 minggu kedepan, tentu ini akan membuatnya selalu tersenyum ketika tingkah konyol mereka terlihat jauh dari kesan seorang idol.

 

****

 

Matahari kian condong menuju barat. Ini saatnya trip berikutnya dimulai walaupun hanya menikmati sunset di tepi pantai tapi jangan pernah meremahkan keindahan pantai pribadi yang dimiliki oleh vila ini. Tangga kayu ini memiliki berpuluh-puluh anak tangga menjadikan satu-satunya penghubung menuju pantai.

 

Sejak menuruni anak tangga Bangtan terlihat antusias untuk cepat sampai ke dasar tebing. Tak khayal terkadang mereka berlari hingga nafas mereka tersengal-sengal. Melalui ponsel pribadinya, Candy juga mengabadikan moment yang selalu ia tunggu-tunggu karena saat sunset adalah saat-saat yang terindah dimana ia dapat melihat pemandangan orange nan jauh bercampur dengan tumpukan awan yang menutupi matahari hingga tak terlihat dibalik garis laut.

 

“waaaaah hyuuuung ige mwoyaaaa!!” Jungkook terpesona,sejak kedatangannya di Bali ia benar-benar tak sabar untuk moment ini dan akhirnya namja itu mendapatkannya juga

 

Sang maknae bermain-main di pesisir sambil membiarkan kaki putihnya tersapu ombak kecil yang datang dengan alunan suara yang mententramkan hati.

 

Candy tersenyum kecil kala mendapatkan gambaran mereka yang selalu menebar senyuman. Sandalnya pun kini menjadi alas untuk duduk beberapa meter dari bibir pantai. Candy lebih suka menikmati sunset daripada bermain air.

 

“bagaimana? Apa kalian suka trip dari Dream tour?” ucap Candy melepas topi bundarnya dan membiarkan rambutnya tersapu angin pantai

 

Jimin langsung menengok dan tersenyum pada pemandunya “ne.. kami menyukainya”

 

Candy dan yang lainnya masih menanti detik-detik matahari yang sebentar lagi akan menghilang lalu digantikan perannya oleh sang bulan.

 

“aakhh hyung andwae!” Jungkook lagi-lagi menjadi bulan-bulanan Jimin

 

Walaupun maknae selalu mendapat siksaan seperti ini namun ia sangat menikmati kasih sayang dari hyungdeulnya karena ia tau bahwa dengan cara seperti ini mereka care satu sama lain.

 

Jungkook selalu menghindar dari deburan air yang sengaja Jimin hempaskan ke tubuh namja yang memiliki gigi kelinci itu. Jimin tak menyerah ia mengejar Jungkook yang berlari menjauh namun V yang berada di belakang Jungkook secepat kilat dapat menangkap kedatangan sang golden maknae.

 

“kau mau kemana Jeon Jungkook? Ha..ha..” tawa lepas V begitu memikat, tangannya terampil menahan tubuh Jungkook

 

“Joah Taehyung-ah!” pekik Jimin segera menyusul keduanya

 

“aakkh hyung…jebal lepaskan aku” rintih Jungkook, memelas agar segera dilepaskan

 

“Jungkook-aah.. Uri hyung wasseo—hyaaakkkk!!!”

 

Jimin puas memberikan hempasan air begitu banyak, hingga membuat kaos polos Jungkook dengan warna putih terlihat basah. Kini maknae harus kembali membilas diri padahal 2 jam yang lalu ia baru saja melakukan ritual berendam di bathtub.

 

“aaisshhh…Jinjja hyung! menyebalkan!” rutuk Jungkook

 

“ha..ha…” kompak V dan Jimin tertawa devil

 

“tsk…apa-apaan mereka itu—seperti bocah!” mata tajam Suga enggan menatap lebih lama tingkah kekanak-kanakan yang dibuat oleh young line

 

Tangan lihai Suga kembali menekan tombol-tombol kameranya, sejak tadi ia hanya menikmatinya bersama kamera mahalnya. Berdua, mengamati pesona indah sore hari di tepi Pantai Bali. Lensa kameranya tak sejalan dengan ucapan sang pemilik benda mati itu, fokus lensa beberapa kali tepat menghadap young line yang sedang bertingkah layaknya anak-anak balita.

 

Puk..

 

Suga tersentak sesaat kala salah satu tangan berada tepat di bahunya—merangkul erat. Kepalanya lalu cepat mengarah pada tubuh yang berada di sebelahnya. Ternyata Jin tengah merangkulnya sambil menatap ke arah matahari yang mulai meredup.

 

“eoh..kau hyung”

 

Jin tersenyum “aku tau kau selalu peduli”

 

“peduli?” Suga kembali meletakkan matanya pada kotak kaca—tempat untuk melihat objek di kameranya

 

“Aku tau baru saja kau mengabadikan mereka—padahal kau bilang mereka itu seperti bocah”

 

Suga tak menjawab dan terus saja sibuk mengambil gambar objek lain.

 

“tumben sekali dia” Jin kembali berbicara

 

“maksudmu?”

 

“dia—lihatlah”

 

Jin menunjuk ke arah yang agak sedikit jauh dari posisi mereka. Dia—Rapmon sedang berdiri kaku memandang ke arah laut tanpa bersuara.

 

Suga menguatkan pandangannya “Namjoon?”

 

“eoh”

 

“lalu…bukankah ia memang begitu”

 

“aku merasa ada sesuatu dengannya”

 

Suga selesai—tangannya membiarkan kameranya bergelantung di dada. Tak ada lagi acara berfoto, ia memilih untuk fokus dengan pembicaraan Jin.

 

“hyung! tenangkan pikiranmu, tak akan terjadi sesuatu padanya. Percayalah”

 

Suga pergi setelah mengucapkan kata-kata penyemangat untuk Jin, ia pergi untuk mengambil spot lain dan meninggalkan jin yang menghela nafas.

 

“Candy… ini benar-benar menyenangkan” J-hope kembali setelah ia puas bermain pasir, wajahnya sejak tadi hanya tertawa bahagia

 

Namja itu mengambil posisi tepat berada di samping Candy.

 

“ini baru menu pembuka dan masih ada hidangan utama”

 

“benarkah? Wah aku sudah tak sabar akan hari itu”

 

“aku akan memberikan kesan mendalam untuk kalian jadi bersiaplah..hi”

 

Candy mengakhiri ucapannya dengan senyuman manis hingga Hope merasa gadis itu dapat membuatnya berdesir seperti rasa pada lawan jenis. Pesona Candy memang tak mampu Bangtan hindari.

 

Sunset akhirnya datang, mereka semua duduk bersama menikmati tiap detik pergeseran matahari yang mengubah warna langit menjadi orange kemerahan. Langit sore ini begitu indah untuk dinikmati hingga 8 kepala ini tak henti memandang kecantikan yang Tuhan sudah ciptakan.

 

“are you ready guys??” ucap Candy antusias meletakkan kamera milik Suga diatas bebatuan yang ia tumpuk

 

“yeess!!”

 

Beberapa menit yang lalu Jin dan yang lainnya berhasil membujuk Suga agar ia mau berfoto. Dengan alasan berupa ini moment langka dan ditambah sebagai kenang-kenangan bersama tour guide terbaik—akhirnya sang gula pun setuju.

 

Candy mengatur format kamera dengan timer 10 detik. Seketika ia berlari ke arah 7 idol—saat ini Candy sudah mengganti 7 dwarf menjadi 7 idol. Perubahan ini terjadi hanya dengan mengenal mereka selama 1 hari. Candy mengakui setelah mengenal mereka lebih dekat ternyata sifat mereka begitu baik.

 

Dengan latar belakang laut beserta langit sunset,  mereka seperti sedang membuat foto siluet.

 

“—set”

 

Mereka kompak merangkul satu sama lain dengan penuh senyuman dan tak lupa mereka berkata’kimchi’. Terdengar bodoh memang karena foto siluet tak akan pernah terlihat ekspresi wajah, kendati demikian mereka tetap tertawa dan tersenyum.

 

 

 

Tbc

 

 

Chapter 2 done. Gimana dengan chapter ini semakin ga jelas ya? Haha…

Write your comment guys…thanks you for read^_^

 

 

 

 

 

 

 

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

One thought on “FF/ TOUR GUIDE/ BTS-BANGTAN/ pt. 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s