FF/ FROM BEHIND/ EXO/ pt. 1


-FROM BEHIND-

Chapter 1

Author : ChxoxoLala (@chanraa61)

Cast :

>Han Yeonra  (OC)

>Oh Sehun      (EXO)

>Other Cast-Find By Yourself

Genre : School Life, Teenager, Romance, Hurt.

Length : Chaptered

Rating : T

Summary :
Maaf jika aku hanya bisa menjadi pengagum rahasiamu, aku hanya bisa melihatmu dari belakang, karena aku terlalu gugup untuk berada didepanmu.

Disclaimer :
Story is mine. I dont copy anyone or anything. This is just out from my brains. Hope you’re enjoyed it.

Sorry for typo(s) *bow*

Happy Reading ^^

***

.

.

 

 

 

Langit sudah mulai berwarna Jingga, Matahari sudah mulai turun, pertanda senja sudah mulai berganti menjadi malam. Seorang namja sedari tadi masih asyik berkutik dengan bola dan ring basketnya.

“Arghh…!!” Tiba-tiba namja itu berteriak keras.

Seorang yeoja ber-name tag ‘Han Yeonra’  yang masih lengkap dengan seragam sekolahnya tengah fokus memotret sebuah objek yang berada ditengah lapangan tersebut. Dengan sebuah kamera polaroid modern yang menggantung di lehernya. Sambil bergumam tak jelas Ia sibuk memainkan lensa kamera tersebut

“ Zoom sedikit-“

Ckrek…

Ckrek…

Ckrek…

“Wah, perfect timing sekali” Ucapnya sok Inggris.

***

Namja yang berada ditengah lapangan tersebut sudah berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus kali memasukkan bola basketnya ke dalam ring, tanpa henti dan tanpa bosan. Muai dari shooting, slamdunk, hingga lane up semuanya sudah Ia coba.

Ckrek…

Ckrek…

Ckrek…

Namja itu menoleh kebingungan ke lingkungan sekolah, wajahnya menyiratkan perasaan penuh tanda tanya.

“Suara aneh, seperti ada suara kamera, bukannya eskul fotografi hari ini libur.” Ucapnya.

Dia- Oh Sehun, salah satu anggota dari team basket Jeongshin Internatonal High School, dan termasuk salah satu pemain andalan di sekolahnya. Dia itu bagai Pangeran Sekolah, bagaimna tidak,-

Wajahnya tampan.

Anggota tim basket.

Pandai bermain gitar,-

Dan jangan lupakan,

Otaknya cerdas.

Hampir semua yeoja di sekolah itu menyukai Sehun, namun Sehun adalah tipikal namja yang cuek, dingin, dan apatis. Mukanya itu datar seperti triplek dan hatinya sedingin gunung es.

***

Yeonra memandangi hasil fotonya tadi, tidak terlalu buruk menurutnya. Iya, dia,- Han Yeonra gadis penyuka fotografi yang selama 2 tahun ini telah ‘diam-diam’ mengambil foto seorang Oh Sehun, namja yang ia sukai selama 2 tahun pula.

Setiap hari Ia membawa sebuah kamera yang dikalungkan ke lehernya, untuk memotret semua objek yang menurutnya bagus dan cocok untuk dipotret termasuk Oh Sehun. Tiap kali ada perfect timing untuk membidik gambar seorang Sehun, selalu ia gunakan dengan baik. Ia langsung mengangkat kameranya dan menekan tombol bidik dan tak lupa men-Zoom lensanya karena ia memotret dari jauh. Bukan tanpa alasan, sepertinya untuk memotret dari depan atau dari dekat Ia tak punya keberanian yang cukup untuk melakukannya.

Rintik air mulai membasahi layar kamera Yeonra. Yeonra yang sadar akan hal tersebut langsung menaruh kamerannya ke dalam tas dan mengeluarkan sebuah payung.

“Padahal aku ingin lebih lama disini,pasti banyak perfect timing yang kulewatkan!” Ucap Yeonra.

Yeonra berencana langsung pulang, karena hujan, jika saja tidak hujan mungkin Ia masih bisa lebih lama lagi.

***

“Aishh! Kenapa hari ini harus hujan!” Ucap Sehun Kesal.

Sehun sebenarnya masih ingin lama lagi bermain dengan bola basketnya namun karena hujan, Ia terpaksa menghentikan kegiatannya tersebut. Sebenarnya sih Sehun sudah main sangat lama hampir 2 ½ jam Ia habiskan untuk bermain basket.

Sehun segera membereskan barang-barangnya, Ia akan langsung pulang. Dengan tangan menutup kepala agar tidak kehujanan, Sehun berlari keluar sekolah menuju Halte Bus untuk pulang.

Yeonra tak hentinya-hentinya menggerutu tak jelas dengan wajah muramnya. Ia terus memandangi air yang turun dari langit yang bernama hujan tersebut. Sambil menatap layar ponselnya Ia mengerucutkan bibirnya.

“Aishh…padahalkan aku hanya pulang jam 5 sore, apa itu malam! Dasar Yeonhyuk cerewet!”, gerutu Yeonra kesal.

Tiba-tiba mata Yeonra menangkap sesuatu dari kejauhan, semakin mendekat dan mendekat.

Damn!

Itu Oh Sehun. Yeonra langsung gelagapan entah kenapa.

“Eotteokhe, Eotteokhe, aku harus memasang wajah apa? Senang? Sedih? Takut? Atau biasa saja?”, celoteh Yeonra dengan konyolnya.

Tanpa sadar ternyata Sehun sudah berada tak jauh dari tempat dimana Ia duduk saat ini. Yeonra kaget, namun Ia putuskan untuk bersikap biasa saja.

Yeonra berpikir sejenak, mungkin Ia lebih baik menjauh.

Menjauh untuk mengambil foto seorang Oh Sehun yang dalam keadaan…

Huh…sangat tampan.

Bagaimana tidak, saat ini rambut Sehun sedikit basah karena air hujan dan acak-acakan karena mengeringkan dengan handuk yang dibawanya. Ditambah lagi, wajahnya yang sedang menampilkan ekspresi yang eungh…sangat seksi, bagi Yeonra.

Perlahan-lahan Yeonra mulai mengangkat kameranya, berjalan menjauh dari tempat semula ia duduk.

“Zoom sedikit-”

Ckrek…

Ckrek…

Ckrek…

“Daebak! Super Perfect Time!”, ucap Yeonra lirih.

***

Jam sudah hampir menunjukan pukul setengah 6 sore, sudah hampi ½  jam Yeonra menunngu di Halte, namun bus yang ditunggu belum juga datang.

Namun, hal ini menjadi keuntungan besar bagi Yeonra. Bagaimana tidak, dalam waktu 1 jam itu dia berhasil mengambil sekitar 45 foto dari Oh Sehun secara diam-diam dan sama sekali tidak diketahui oleh Sehun sendiri, walau Sehun berada di dekat Yeonra.

‘Ugh, lama-lama pegal juga tanganku, mengangkat kamera terus’, ucap Yeonra dalam hati.

Sehun-pun yang sedari tadi ikut menunggu di halte bus bersama Yeonra hanya asyik berkutik dengan ponselnya. Sehun adalah gamers sejati sejak SMP. Jadi, jangan tanya apa yang dilakukannya ketika Ia mulai fokus dengan ponselnya.

***

Ckiitt…

Bus yang ditunggu Yeonra akhirnya datang.

Yeonra segera masuk kedalam bus tersbut untuk segera pulang, karena hari benar-benar sudah mulai gelap. Tanpa mempedulikan sekitar, Yeonra langsung duduk di kursi paling belakang karena kebetulan masih kosong.

Sejenak, matanya melihat Sehun yang masih menunggu bus di luar sana.

“Andai saja rumahnya satu arah denganku, mungkin dia akan lebih sering pulang bersamaku dan koleksi fotonya akan lebih banyak”, ucapnya konyol.

Bus mulai berjalan meninggalkan halte. Bus sedikit sepi, karena jam pulang kantor dan sekolah sudah lewat.

Untuk menghilangkan bosan di dalam bus, Yeonra memasangkan earphone yang terhubung ke mp3-player kesayangannya.

Yeonra melirik ke jendela, hujan mulai turun. Rintik air kembali membasahi kaca jendela bus.

Tanpa sadar Yeonra mulai memejamkan mata dan hanyut dalam iringan musik yang di telinganya.

Goun geudae soneul japgo bam haneureul naraseo
Aku bisa menggenggam tanganmu

Gungjeoneuro gal sudo isseo
Terbang dilangit malam menuju kastil

Nan ojik geudae saranghaneun maeume, babo gateun kkumkkumyeo
Karena aku hanya mencintaimu, aku bermimpi mimpi bodoh ini

Irul su eomneun jeo kkumui nararo gireul irko hemaego isseo
Terjebak dan tersesat didunia mimpi yang tidak akan pernah bisa jadi kenyataan

Geureona urideul naljido motago uljiman
Tapi, meski kita tidak bisa terbang dan hanya menangis

-Aku terus bermimpi dan mimpi itu adalah dirimu-

Kyuhyun-Flying Deep In The Night (2014)

Yah, setidaknya lagu itulah yang cocok untuk menggambarkan apa Ia rasakan saat ini.

***

“Ya! Ya! Ya! Kenapa kau baru pulang!”, tanya Yeonhyuk.

Yeonra yang malas menjawab hanya melengos, dan langsung pergi ke kamarnya.

Brukk…

“Ya Tuhan, tanganku rasanya pegal sekali”, ucapnya mengeluh. Huh! Itu kan salahnya sendiri, siapa suruh mengangkat kamera terus menerus. Hanya karena Oh Sehun itu, Yeonra rela apapun demi mendapatkan ‘perfect time’  yang menurutnya sangat berharga itu.

“Ah ya! fotonya belum kucetak!”, Yeonra ingat akan foto hasil ‘curian’ tadi, Ia langsung mengambil kamera polaroid dari dalam tasnya.

Perlu kalian tau, jumlah foto ‘perfect time’ Yeonra berjumlah hampir 500 foto. Semua Ia kumpulkan dalam kurun waktu hanya 1 tahun. Yah, itu karena hampir setiap hari Ia mengejar-ngejar ‘perfect time’ itu.

Yeonra segera membuka kamera polaroidnya lalu mencetak fotonya lewat kamera instan tersebut.

“Waah.. Jinjja Daebak! Focusnya benar-benar keren!, ucapnya memuji hasil fotonya tadi.

Yeonra langsung mengambil buku hariannya dan tak lupa menempelkan foto tersebut pada buku hariannya plus caption yang berisi curahan hatinya.

10 06 2016

Kau terlihat lebih tampan saat dilihat dari dekat dalam kameran (read:zoom).
Kapan aku bisa melihatmu dari dekat tanpa perlu bantuan kamera?

Yeonra langsung menempelkan foto Sehun kedalam buku hariannya.

Kriett..

Pintu kamar Yeonra terbuka, menampakkan Yeonhyuk yang berdiri di depan pintu kamarnya.

Yeonra terburu-buru menutup buku hariannya, takut kalau Oppanya akan mengetahui hal tersebut.

“A-ada apa Oppa kemari?”, tanya Yeonra sedikit gugup karena kaget.

Aniyo, aku hanya bertanya kenapa kau pulang sore hari ini? Bukankah ekstra fotografi libur?”, tanya Yoohyun dengan matanya yang memicing(?) tajam pada Yeonra.

“Eung…Itu…Aku…membantu sunbae-ku untuk menyiapkan acara festival sekolah.”, ucap Yeonra dengan gugup karena menutupi kebohongannya.

“Benarkah? Apakah aku perlu menelpon sunbaemu itu?”, ucap Yeonhyuk mengancam.

“Oppa! Apakah kau tidak bisa sekali saja mempercayaimu adikmu ini!”, teriak Yeonra kesal.

“Aku bukannya tidak percaya padamu, tapi aku hanya memastikan hal tersebut”, ucap Yeonhyuk tenang.

“Kalau begitu matanya tidak usah memicing padaku!”, teriak Yeonra.

“Mataku tidak memicing! Mataku memang seperti ini!”, teriak Yeonhyuk tak kalah keras dengan kesal.

Kesal sekali lah, adiknya itu sering meledeknya dengan mengatakan,-

‘Oppa matanya tidak usah memicing, santai!’

Yeonhyuk kadang ingin sekali menghajar adiknya ketika berkata seperti itu. Apalagi Yeonra pernah mengtakan hal tersebut di depan yeojachingunya, Daehee

“Sudahlah oppa, menyingkirlah dari kamarku! Kau hanya membuatku kesal saja!”

“Cih, dasar dongsaeng sialan!”, ucap Yeonhyuk sarkatis.

“Dasar Oppa tidak berguna!”, umpat Yeonra tak kalah kasar.

Yeonhyuk segera meninggalkan kamar Yeonra untuk menghindari adu mulut dengan adiknya itu.

“Huh…untung Oppa tidak curiga!”, Yeonra lega karena Oppa-nya tidak terlalu curiga kenapa Ia pulang sore tadi.

***

Kriing~ Kriing~

Entah sudah berapa kali Jam weker berbentuk Kelinci tersebut berbunyi di kamar tersebut. Namun penghuni kamar tersebut belum juga bangun, Ia lebih memilih menggulung diri di selimut tebalnya daripada bangun pagi untuk sekolah.

“YEONRA!! BANGUN!! KAU MAU TERLAMBAT KE SEKOLAH!!”.

“PARK YEONRA!! BANGUN!!”

Suara 8 oktaf itu terdengar dari luar kamar Yeonra, tak lain dan tak bukan adalah suara Yeonhyuk.

Yeonra yang mendengar suara tersebut dari luar langsung bangun.

“OPPA!! BERISIK!! INI MASIH PAGI!! KALAU KAU TIDAK DIAM KUSUMPAL MULUTMU DENGAN SANDALKU!!”, teriak Yeonra.

“MASIH PAGI?! AKAN KUBANTING JAM WEKERMU KALAU KAU BILANG INI MASIH PAGI!!”, teriak Yeonhyuk lagi.

Yeonra yang mendengar suara yang sebenarnya cukup mengkhawatirkan dari luar segera bangun. Ia melihat Jam Wekernya.

06.30

Andwae!!!”

Yeonra terburu-buru bangkit dari tempat tidurnya. Ia masuk ke kamar mandi dengan tergesa-gesa.

5 menit kemudian Yeonra keluar dari kamar mandinya, Ia selesai dengan acara mandi kilatnya.

“Buku sudah, kotak pensil siap, kaus kaki ada, apa yang kurang?”

Yeonra berpikir sejenak, rasanya sudah semua Ia siapkan, tapi Ia merasa masih ada yang kurang.

“Ah! Kamera!”, akhirnya Yeonra ingat bahwa Ia lupa senjata(?) kebanggaannya,- Kamera.

***

“Yeonhyuk-ah, kemana adikmu?”, tanya Tuan Park.

Mollaseo, sudah kubangunkan tadi, mungkin masih bersiap-siap”, ucap Yeonhyuk sambil mengoleskan selai coklat pada roti tawarnya.

“Aish! Aku terlambat!”, teriak Yeonra sambil menuruni tangga.

Yeonra melengos melewati ruang makan, Ia sudah tak sempat karena 15 menit lagi bel masuk di sekolahnya berbunyi.

“Ya! Ya! Yeonra! Sarapan dulu!”, ucap Nyonya Park dari arah dapur.

“Eomma! Aku terlambat, aku berangkat ne!”, Yeonra tidak memperdulikan Ia sudah sarapan atau belum, yang terpenting saat ini adalah Ia tidak terlambat ke sekolah

***

Yeonra berlari menuju halte bus, tempat biasa Ia menunggu.

Ia melihat jam tangannya.

06.50

“Hosh…hosh…hosh…masih kurang 10 menit, aku tidak akan terlambat”, ucapnya sambil mengatur nafasnya pelan.

“Kalau tau tidak akan terlambat, kenapa harus lari.”

Yeonra menoleh kepada orang yang mengatakan hal tersebut.

Damn! Itu,-

Oh Sehun.

“Eoh! S-sunbae, A..annyeong”, ucap Yeonra sedikit terkejut.

“Kau terlambat bangun?”, tanya Sehun.

“N-ne”, Yeonra saat ini hanya bisa menjawab sambil menunduk, Ia terlalu malu ntuk menunjukan wajahnya yang sepertinya sangat konyol karena pipinya memerah.

‘Ya tuhan, baru diajak bicara saja pipimu sudah merah, bagaimana jika nanti Ia menggandeng tanganmu’

Percuma Ia menunduk, Sehun menyadari pipinya memanas.

“Kenapa pipimu merah? Kau belum sarapan?”

‘Sunbae, berhenti bertanya lagi! Bisa-bisa aku pingsan di tempat!

A-aniyeo, aku sudah sarapan sunbae”, ucap Yeonra gugup.

“Eoh, baguslah”, ucap Sehun datar.

Percayalah bahwa wajah Sehun memang sedatar triplek dan sifat sedingin gunung es abadi. Namun dibalik semua itu dia adalah pria idaman yang romantis.

“S-sunbae tidak bersama Nayoung?”, tanya Yeonra untuk mencairkan suasana.

“Bukankah setiap hari kau yang berangkat bersamanya?”, jawab Sehun dingin.

‘Sial! Aku lupa kalau biasanya Nayoung berangkat bersamaku!’ rutuknya dalam hati.

“Eoh,- Keund…-“

Ckiit…

Bus yang ditunggu datang. Sehun masuk lebih dulu, diikuti dengan Yeonra dibelakang Sehun.

2 kursi kosong tersisa di bagian paling belakang. Sehun duduk terlebih dahulu, Yeonra sebenarnya juga ingin duduk namun Ia mengurungkan niatnya, dengan 1 alasan,-

Ia terlalu gugup untuk berada di dekat Sehun.

“Yeonra-ya, duduklah”, Heol,- ternyata Sehun menawari Yeonra untuk duduk disampingnya.

‘Mwo! Dia memanggilku dengan Yeonra-YA, apakah dia merasa dekat denganku? Heol! Aku ingin berteriak sekarang jugaaa!!!’

“N-ne?”, Yeonra kaget.

“Duduklah, atau aku saja yang berdiri?”, ucap Sehun dengan wajah datarnya.

Aniyo, Sunbae duduk saja, aku lebih nyaman berdiri”, jawab Yeonra.

“Ah, Gwaenchanha, duduklah sini”.

Sehun tiba-tiba menarik tangan Yeonra untuk duduk disampingnya.

‘Eomma!!! Oh Sehun menarik tanganku!!!!!’

“Eoh,- S..sunbae, k..keundae..”

“Oh ya, aku ingin titip pesan padamu, tolong katakan pada Nayoung kalau hari ini aku tidak bisa pulang bersamanya, aku ada rapat anggota tim basket”, ucap Sehun.

Inilah yang paling ia tidak suka, setiap Ia bertemu dengan Sehun. Namja itu pasti selalu menitipkan pesan untuk Nayoung melalui dirinya.

Ia merasa bahwa Ia hanyalah jembatan penghubung mereka berdua.

Ia merasa bahwa Ia hanyalah tali penghubung perasaan mereka berdua.

Ia merasa bahwa Ia hanyalah seekor Merpati pembawa pesan yang terbang menuruti majikannya.

Ia merasa, Ia merasa…

Itulah memang yang Ia rasakan selama 2 tahun ini.

Mungkin Yeonra bisa senang karena pagi ini walaupun Ia terlambat Ia bisa berangkat dengan Sehun. Namun, hal yang membuatnya tidak nyaman yaitu,

Oh Sehun adalah namjachingu dari Kim Nayoung yang notabenenya adalah sahabat karibnya.

Ia terkadang merasa bahwa Ia tengah mengkhianati sahabatnya sendiri.

Sebenarnya Ia memang merasa bersalah, yah,- tapi bagimana lagi, Ia sudah terlanjur menyukai namja es ini, selain itu, Bukankah perasaan tidak bisa kita paksakan?

***

“Yeonra…”

“……..”

“Park Yeonra-ssi”

“……..”

“Yeonra-ya!!”, teriak Sehun setelah beberapa kali panggilannya tidak dijawab.

“Eoh,- N..ne S…sunbae, ada apa?”, Yeonra kaget karena sedari tadi Ia hanya melamun memikirkan ‘pengkhiantannya’ kepada sahabatnya sendiri.

“Jadi, bisa tidak?”, tanya Sehun.

“Eoh, nanti akan kusampaikan pesanmu sunbae”, ucapnya dengan senyum paksa miliknya.

***

“Ya! Oh Sehun, kau terlambat lagi”.

Seorang namja ber-name tag,- Lee Minhyuk, mencegat Sehun di depan gerbang sekolah, yah itu sih memang karena Sehun terlambat berangkat.

“Eoh Hyung, sudahlah kau tidak perlu menghukumku saat ini, kau hanya membuang-buang waktuku saja”, ucap Sehun datar.

Geurae, cepatlah masuk!”, oke,- kali ini Minhyuk membiarkan Sehun lolos.

Namun tidak untuk yang ini,-

Aigoo, nona kamera,- jangan harap hari ini kau bisa lolos dari hukumanku”, Minhyuk menarik tas Yeonra sambil memberinya sebuah ‘death smile’.

Mianhabnida Sunbaenim, Jeongmal Mianhabnida”, ucap Yeonra sambil membungkuk.

“Hyung,- kau tidak perlu menghukumnya,- dia bersamaku.”

.

.

Grep..

.

.

“S…s…sunbae?”

.

.

.

TBC

^^^

A/N :

Otte/?

Dont forget to leave your comment.

Thanks For Read My Own Fanfiction.

Annyeong~

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s