FF/ FICLET/ THANK YOU/ BTS-BANGTAN


Thank You
Title : THANK YOU
                 
Cast :
      V (BTS)
      Jae In (OC)
 
Genre : Angst, Sad, termehek-mehek
 
Length : Ficlet
 
Rated : General
 
Author : HoonieTae (Author freelance)
 
A/N : Disarankan bagi yang hatinya gak kuat, ga usah baca. Takut nanti hatinya kepecah belah, gue lagi yang disalahin.
.
.
.

(Cerita ini berisikan sidenya Taehyung)
Malam ini, jam 21:10.
Ya.
Seharusnya hari ini adalah hari ulang tahunmu.
  Malam yang gelap membuat hati terasa sepi. Saat aku keluar dimalam yang dingin, ku tatap langit penuh harapan, ku lihat bintang yang menghiasi malam, seakan menatap kecewa pada ku, sinar bintang yang terang menyinari malam ini, ku lihat bulan nampaknya sedang bersedih, seperti hatiku ini.
Entah apa yang ada difikiran ku  saat ini, bulan yang hanya menampakan sebagian dirinya seperti terlalu malas menatap ku, tiupan angin yang dingin seakan menyuruhku untuk berada didalam.
Namun aku tidak bisa.
Aku..
Aku ingin terus menatap langit.
Seolah di langit itu tertampak dirimu. Ya, dirimu dan aku, Jae In-ah. Kita bergandengan tangan, tersenyum dan tertawa.
…Seharusnya ini tidak terjadi. Kenapa? Kenapa! Kenapa saat itu bukannya aku saja yang mati! Kenapa kau menyelamatkanku? Aku jadi benar-benar membenci diriku sendiri. Seharusnya kecelakaan 2 tahun lalu itu aku yang menerimanya.
Aku memejamkan mataku.
  Ku lihat rumput hijau yang segar, angin yang sejuk, dan.. aku melihatmu. Sosokmu diseberang sana, yang melambaikan tangannya pada ku, lama kelamaan kau datang mendekatiku, semakin  dekat dan semakin dekat sosok itu tiba-tiba menghilang, akupun berjalan dan mencarinya, saat ku sentuh bahumu, kau berbalik. Dan.. aku melihat bulir airmata yang jatuh membasahi pipi merahmu.
Aku pun membuka mataku.
  Hati ini terhenyak. Selama ini, selama lima tahun ini… kau selalu ada untukku. Kau selalu memberikan semua yang aku butuhkan. Kenapa? Apa kita tidak bisa berdua lagi? Kenapa Tuhan sangat jahat kepadaku? Apa aku pernah membuat Tuhan marah? Sehingga ia membalasku…
FLASHBACK
 
“Ini.” Aku menyodorkan tanganku, mengarah ke tangan kecil Jae In.
“Apa ini?” Tanyanya.
 
Aku pun hanya tersenyum tipis, mengisyaratkan Jae In untuk membuka bungkus kado bermotif polkadot itu.
Jae In pun semakin antusias. Aku melihatnya merobek bungkus kado berwarna merah itu dengan cepat dan tergesa-gesa. Aku juga semakin penasaran, reaksi apa yang akan ia tunjukan. Namun, begitu ia melihat kado pemberianku di hari Anniversary aku dan Jae In, ia hening. Bungkam.
 
“W-wae, Jae In-ah?” aku meneguk salivaku pelan.
 
Kupandang wajah Jae In perlahan, dan Nampak senyuman termanis miliknya, yang tidak pernah aku lihat selama ini. Pipinya merona, melihat hadiah yang kuberikan kepadanya dengan hasil kerja keras banting tulang di tempat kerja sambilanku.
 
“Oppa, gomawo.” Ucapnya sambil memelukku.
 
Aku pun balas memeluknya dengan erat sembari tersenyum bahagia.
 
“Ah, aku juga punya kado untuk oppa. Ini, terimalah.”
 
Aku pun menerimanya, namun aku belum sempat membukanya. Aku menunjuk kearah supermarket tanda aku haus, dan aku ingin membeli minuman. Jae In hanya tersenyum sambil mengangguk.
Aku pun berjalan kearah supermarket. Namun sialnya, lampu lalu lintas masih memancarkan sinar hijaunya. Karena aku tidak tahan lagi, aku nekat menyebrang.
Di tengah jalan, aku berhenti sebentar karena kado pemberian dari Jae In terjatuh. Aku pun mengambilnya. Namun.. saat aku menoleh ke samping… MOBIL. ADA MOBIL DI DEPANKU YANG SEDANG MELAJU DENGAN KECEPATAN TINGGI.
 
“BRUKKKKK”
 
Hah? Aku tidak mati?.. apa ini?
Aku membuka mataku perlahan.
J-
JAE IN!!!!!
 
Aku terkejut. Aku benar-benar terkejut. Aku pun menatap hening Jae In yang sudah berlumuran darah. Namun, dengan rasa sakitnya itu, ia masih bisa berbicara.
 
“O-oppa..”
“J-Jae In! bertahanlah!” Aku mulai menangis.
“Tidak, aku tidak apa-apa. Ini tidak sakit.”
 
Melihat senyuman yang tersirat di bibir Jae In, hatiku tertusuk. Air mataku mulai berjatuhan layaknya hujan.
 
“Oppa, janji ya. Jangan hilangkan kado dariku… S-selamat tinggal.”
 
Aku terkejut untuk yang kedua kalinya. Apa? Apa?..
Aku menjerit sambil memeluk Jae In. Bahkan saat polisi datang dan menyeretku untuk pergi, aku tetap tidak berkutik. Aku tetap menangis dalam diam sambil memeluk Jae In.
Ini salahku…
FLASHBACK END
Ah, …aku teringat. Aku belum membuka kado dari Jae In. Padahal sudah 3 tahun berlalu. Apa masih ada, ya?…
  Aku mencari-cari kado dari Jae In sampai membongkar habis meja belajarku. Di sudut meja ada sebuah kotak persegi yang sudah berdebu, ditutupi bungkus berwarna biru dan ada sebuah gambar beruang kecil ditiap sisinya, entah apa yang ada didalamnya. Saat kulihat kotak itu, diatasnya ada tulisan ‘Dari Jae In’, yang membuktikan bahwa hadiah ini untuk ku dari Jae In.
Hatiku berdebar kencang saat membuka pelan bungkus kado itu. Saat ku buka, ada selembar kertas putih, dan aku segera membaca isi surat itu.
  Tiba-tiba detak jantungku seakan terhenti, hatiku menangis dan air mata yang tak ingin ku keluarkan pun keluar. Tangisan ini pun semakin meledak dan semakin deras saat ku baca sampai akhir isi surat tersebut. Gigi-gigiku mulai beradu. Di sebelah kertas itu, terdapat boneka kera, yang menggambarkan diriku. Aku tersenyum kecil sambil membayangkan wajah Jae In saat memilih boneka ini.
  Jae In yang selalu ada untuk ku, disaat senang sedih dan dia telah lama pergi meninggalkan dunia ini. Terlambat, jika ingin meminta maaf sekarang. Pedih rasanya hatiku.. benar-benar pedih.
.
.
.
Esoknya, aku bersiap-siap untuk untuk pergi mengunjungi makamnya.
Ku pakai pakaian putih yang tak biasa dipakai orang-orang saat pergi ke makam, karena aku tau ini salah satu warna kesukaan nya yang melambangkan putih itu sesuatu yang bersih dan suci. sesampainya disana, ku tatap batu nisan yang bertuliskan “Park Jae In”.
Hati ini bertambah sedih, tapi aku tidak boleh menangis di depan makamnya. Aku harus tampak tegar, walaupun ia telah tiada.
  Aku tersenyum penuh kesakitan dan menaruh seikat campuran bunga yang wangi. Aku berharap ia juga bisa menghirup harumnya bunga ini. Sosok yang selalu menemani kesepianku kini telah tiada, untuk selama-lamanya. Aku tidak bisa menerima kenyataan, namun aku tidak boleh menangis di depan makamnya. Tidak boleh.
Aku menunduk dan mendekati batu nisan yang bertuliskan nama yeojachinguku, lalu aku berbisik,
“Jae In-ah, semoga kau tenang di alam sana. Aku mencintaimu.”
Akupun pergi meninggalkan makam Jae In dengan bunga yang kuberi untuk menemani kesepiannya
Maaf, aku ucapkan untukmu. Aku mencintaimu, selama-lamanya, Juga terimakasih, sungguh.
.
.
“..Aku juga mencintaimu, Taehyung oppa. Terimakasih kembali.”
 
 
END
.
.
Gimanahhh? Udah pecah belom hatinya? Btw baca cerita ini perpaduannya lebih dahsyat kalo sambil dengerin lagu sedih di Yutub :”””v

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

One thought on “FF/ FICLET/ THANK YOU/ BTS-BANGTAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s