FF/ MIX FICLET/ TERBAWA PERASAAN #BAPER/ BTOB-SEVENTEEN


PicsArt_1463806160745

Yunietananda StoryLine

 

Terbawa Perasaan #BAPER

 

Author : @Yunietananda (Wattpad, Twitter, IG) || Tittle : Terbawa Perasaan #BAPER|| Main Cast : Wen Junhui / Jun (Seventeen), Lee Minhyuk / Minhyuk (BTOB), Ahn Jyu Hyun & Ahn Jyu Ra (OC) || Genre : Song Fict, Romance, Sad, Friendzone || Rating : PG-17 || Length : Mix Ficlet

 

Disclaimer : Para Idol mutlak milik diri mereka sendiri, keluarga, serta agency masing-masing. OC dan alur cerita karangan author. Bukan hasil plagiat, melainkan murni ide sendiri. Di harapkan untuk tidak meng-Copy-Paste, Repost tanpa seijin penulis. Adapun kemiripan dengan karya lain merupakan unsur ketidak sengajaan, terlebih dengan tema yang terbilang umum.

 

||

 

Cast : Lee Minhyuk (BTOB) x Ahn Jyu Ra (OC).

Baru saja Lee Minhyuk memasuki Teens Café, dia sudah tersentak karena mendengarkan lagu yang sedang berkumandang di seluruh ruangan tersebut. Sontak mood-nya mendadak turun saat menangkap dengan baik bait-bait dari lagu Just Give Me A Reason by Pink yang sedang di-cover oleh seorang yeoja di mini stage Café ini.

 

“Baiklah, mungkin ini hari kesialanmu Lee Minhyuk,” rutuk namja tampan itu melanjutkan langkahnya menuju ke salah satu kursi.

 

Petikan gitar akustik kembali terdengar dari atas panggung, dan para pengunjung pun menyambut antusias penampilan gadis tersebut. Sebuah lagu lawas pun menggema ke penjuru Café, Fool Again by Westlife berhasil membuat beberapa pengunjung turut bernyanyi.

 

Huft, tidak adakah lagu lain yang bisa menyegarkan pikiran?” Sekali lagi Minhyuk mengutuk penyanyi café yang tak bersalah tersebut.

 

Tak cukup sampai di situ, yeoja itu kembali memukau pengunjung yang memadati tempat ini dengan membawakan sebuah lagu dari Tylor Swift, We Are Never Ever Getting Back Together, kemudian disusul lagu Someone Like You dari Adele .

 

Oh Shit!” dengus Minhyuk sembari menatap penyanyi tersebut kesal. Rasa sakit di hatinya kembali menyeruak lantaran mendengarkan lagu-lagu barusan. Bahkan saat ini Minhyuk menitihkan air matanya. Bayang-bayang pertengkaran dengan gadis yang dicintainya pun mengusik pikirannya. Dan luka yang ditorehkan sang mantan kekasih pun kembali teekelupas akibat dari mengingatnya.

 

Hya! Bisakah kau menyanyikan lagu yang lainnya?” sungut namja tampan itu mendekat ke arah panggung.

 

“Maaf?” tanya gadis tersebut kaget sekaligus kebingungan.

 

“Kau! Kenapa kau sedari tadi menyanyikan lagu-lagu tentang putus cinta? Apa kau sengaja mengejekku?” bentak Minhyuk emosi.

 

Mworagu? Mengejek Anda? Untuk apa? Asal Anda tahu, Tuan, aku bernyanyi sesuai permintaan dari pengunjung café,” jawab yeoja yang mengenakan name tag bertuliskan Ahn Jyu Ra itu tersulut amarahnya sambil menunjukkan selembar kertas berisi daftar request lagu dari pelangggan yang datang. “Apa Anda tidak tahu bahwa tema minggu ini adalah Sabtu Kelabu?” lanjut Jyu Ra sembari menunjuk papan pengumuman café yang terpampang di salah satu dinding ruangan.

 

Seketika para pengunjung yang mendengarkan perdebatan mereka pun tertawa terbahak-bahak lantaran geli melihat sikap namja itu. Sedangkan Minhyuk hanya bisa menunduk lesu karena merasa kehilangan muka beserta harga dirinya.

 

“Apa harus, aku menyanyikan lagu untuk mengusir kegalauan Anda, tuan yang terbawa perasaan?” ujar Jyu Ra sedikit meledek Minhyuk.

 

Aish jinjja! Menyebalkan sekali!” gerutu Minhyuk berpaling dari Jyu Ra dan kembali ke kursinya. “Jika saja aku tidak sedang menunggu Sungjae di sini, aku pasti sedari tadi sudah meninggalkan tempat ini,” gumam Minhyuk di dalam hati masih dengan perasaan dongkol.

 

Selepas pertengkaran kecil itu, Ahn Jyu Ra kembali memainkan jari-jarinya pada gitar akustik kesayangannya. Gadis itu kembali membawakan lagu milik Westlife, kali ini yang berjudul Open Your Heart. Seketika itu juga Minhyuk yang tadinya dilanda perasaan kesal, jadi menikmati permainan musik Jyu Ra. Bahkan laki-laki itu hampir lupa akan rasa kesal dan sakit hatinya.

 

.

 

“Maaf atas sikap kasarku tadi,” celetuk Minhyuk menghampiri Jyu Ra yang baru saja menyelesaikan penampilannya.

 

It’s ok. Maaf sudah membuat Anda tersinggung,” balas gadis itu ramah diiringi senyuman yang sangat manis.

 

“Minhyuk, Lee Minhyuk,” tutur namja itu sembari mengulurkan tangan kanannya.

 

Ahn Jyura-imnida,” sahut Jyura membalas dengan berjabatan tangan.

 

“Sejujurnya ini sangat memalukan, aku terlalu sensitif belakangan ini karena baru saja putus cinta dan ….”

 

Arasseo, Minhyuk-ssi.” Potong Jyura tak ingin melihat salah satu pelanggannya kembali bersedih. “Ambillah hikmah dari perpisahan kalian, karena Tuhan pasti memiliki rencana lain untuk Anda,” lanjut gadis itu bermaksud menghibur.

 

“Kau benar. Dan aku rasa, aku sudah tahu apa yang direncanakan Tuhan untukku,” ujar Minhyuk sambil memandang gadis di hadapannya itu lekat-lekat.

 

Ye?” sahut Jyura.

 

“Mungkin, aku bisa membuka hati untukmu, Ahn Jyura. Bagaimana jika kita berkencan?” ungkap Minhyuk.

 

Jyura pun memutar kedua bola matanya dengan malas dan beranjak dari hadapan Minhyuk sembari menggerutu dalam hati, ‘Aish! Dasar pria galau! Mudah sekali dia terbawa perasaan.’ Sedangkan laki-laki bermarga Lee tadi masih terpasung di tempatnya berdiri. Kiranya dia terlalu cepat mengambil sebuah keputusan.

 

||

 

Cast : Wen Junhui (SVT) x Ahn Jyu Hyun (OC)

Terinspirasi dari lagu Rahasia Cintaku #Baper by Kahitna

 

Setiap di dekatmu, hatiku meresah

Sesaat di sampingmu, seakan kau milikku

Kusadari, aku tak seharusnya terbawa perasaan

 

Entah berapa kali dia menggenggam tanganku erat, bahkan tak jarang kami berjalan sambil bergandengan tangan. Selama kami saling mengenal, aku adalah prioritas baginya. Dia menjagaku sangat baik selama ini, bahkan dia tak akan membiarkan aku menitihkan air mata barang setetes pun. Semua sikapnya itu, tutur katanya, teduh sorot matanya, mampu menggetarkan hatiku. Hingga membuat hatiku tak pernah berhenti berdegub kencang kala bersamanya.

 

Berada di dekat Wen Junhui, merupakan tempat ternyaman bagiku. Kehangatan serta kedewasaan sikapnya membuatku enggan berjauhan dari sosoknya. Naasnya, dia hanyalah sahabatku. Orang yang selama ini berbagi kisah baik suka maupun duka denganku. Jun, begitulah aku memanggilnya, merupakan teman yang baru kukenal saat masuk SMA. Banyaknya kesamaan di antara kamilah yang membuat aku dan dia dekat lalu bersahabat.

 

“Jyuhyun-ah, gaja!” Jun menarik lenganku dengan segera saat bel istirahat baru saja berbunyi.

 

Eodiga?” tanyaku bingung sebab namja ini tak mengajakku ke kantin.

 

Mini market depan sekolah,” jawabnya singkat.

 

Waeyo?”

 

“Menu makan siang hari ini adalah sup kepiting, bukankah kau memiliki alergi pada seafood?”

 

“Kau mengingatnya, Jun-ah?”

 

“Tentu saja! Aku kan sahabat terbaikmu,” ujar Jun sambil tersenyum ke arahku ditambah lagi dia kian mempererat genggaman tangan kami. Ini sangat romantis, sayangnya kami hanya sepasang sahabat. Meski begitu, hatiku serasa dipenuhi ribuan kupu-kupu saat ini.

 

.

 

Sering aku meragu, harus kumelangkah

Terkadang, kau beri harapan

Kadang terasa jauh

Pedihnya hati, bila ini hanya terbawa perasaan

 

Hampir setiap malam aku kelelahan lantaran sulit untuk memejamkan mata. Terus saja otakku berpikir ‘Apa yang harus kulakukan esok hari?’ — ‘Haruskah aku mengungkapkan perasaanku?’ — ‘Ataukah bertahan seperti ini saja?’ — ‘Bagaimana perasaan Jun terhadapku?’ — ‘Mungkinkah dia memiliki rasa yang sama?’ — ‘Atau aku hanya cinta sendiri?’ — ‘Jika aku mengungkapkan perasaanku, akankah hubungan kami baik-baik saja?’ Sederet pertanyaan itu semakin membuatku gelisah tak menentu.

 

“Jun-ah, bagaimana jika nanti kita belajar bersama di rumahku?”

 

Mianhae, Jyuhyun-ah. Seminggu ke depan aku harus fokus pada Klub Wushu, karena kami akan mengikuti tournament tingkat Nasional.”

 

Ah arasseo, hwaiting Jun-ah!”

 

Ne, gomawoyo!” balas Jun diikuti gerakan tangannya yang mengacak-acak rambutku dengan gemas.

 

Baiklah, ini bukan pertama kalinya Jun menolak ajakanku, tapi juga bukan pertama kali dia bersikap manis seperti barusan. Parahnya, setiap detik yang kulalui bersamanya, membuat perasaanku kian tumbuh besar untukknya. Meski terkadang, aku merasa pedih serta lelah ketika dia menjauh ataupun sibuk dengan dunia laki-lakinya. Bolehkah aku berharap hubungan lebih dari ini? Atau justru, aku harus membuang jauh perasaanku terhadapnya? Sejauh yang kami jalani, baik aku ataupun Jun sama-sama nyaman dengan status ini.

 

.

 

Dan aku mencintaimu

Sungguh-sungguh tanpa kau tahu

Tersimpan di dalam hatiku

Selamanya ini jadi rahasia

Cintaku hanyalah untukmu

Andai engkau sadari itu

Bila cintamu bukan aku

Biar cinta ini jadi rahasia hatiku

 

7 tahun yang lalu aku bisa tersenyum di hadapannya, meski hatiku sakit lantaran dia sangat antusias menceritakan gadis yang dia suka. Dan hari ini pun aku harus bisa tersenyum kala melihat dia tertawa penuh kebahagiaan.

 

“Jyuhyun-ah!” seru Wen Junhui lalu memelukku secara spontan. Dan dekapannya masih terasa hangat, sama seperti beberapa tahun silam.

 

Uri mariya, Jun-ah,” sapaku setelah namja itu melepaskan pelukannya. Dia pun tersenyum dan mencubit kedua pipiku dengan gemas. “Hya! Apa yang kau lakukan, huh?” dengusku.

 

“Aku merindukanmu, bodoh,” ujarnya kembali merengkuh tubuhku.

 

Na tto,” jawabku singkat. Beberapa detik itu kami masih berpelukan untuk melepaskan kerinduan yang tertahan hampir 4 tahun lamanya.

 

Hmm, apa kau datang sedirian?” celetuknya dengan ekspresi penasaran khas Jun yang mempesona.

 

Ne.”

 

“Di mana kekasihmu? Bukankah terakhir kali kau bercerita bahwa ada namja yang menyatakan perasaan padamu?”

 

Aish! Lupakan masalah itu!”

 

Waeyo? Oh Seolma? Jangan katakan kau menolaknya?” Karena jengah mendengarkan pertanyaan Jun, aku pun menganggukkan kepalaku dengan malas sebagai jawaban untuknya.

 

Aigoo, sebenarnya apa yang kau cari, Ahn Jyuhyun? Apa kau sedang menunggu seseorang?” omel Jun sudah mirip seperti uri eomma.

 

Aku hanya memandang nanar kedua manik indah milik Jun. ‘Selama ini aku hanya menunggumu, bodoh!’ kutukku dalam hati.

 

“Jyuhyun-ah, bukalah hatimu untuk orang lain! Dan mulailah membahagiakan dirimu sendiri,” nasehat Jun seolah tahu isi hatiku. “Aku tak lagi bisa menghiburmu saat kau bersedih, waktuku tak lagi ada untuk mendengar ceritamu. Semuanya telah berubah, Jyuhyun-ah. Baik aku maupun dirimu, harus melangkah ke depan dan hidup dengan bahagia.” Sontak ucapan Jun berhasil membuat air mataku meleleh seketika. Sekuat apapun aku berusaha menahannya, sakit hatiku tetaplah akan menyeruak kala melihat Jun sekarang ini.

 

Ne, arasseo, Jun-ah,” ujarku menahan diri agar tak semakin terisak.

 

Mianhae, Jyuhyun-ah,” balas Jun sekali lagi menarikku ke dalam dekapannya.

 

Hingga hari ini, hari di mana Jun akan memulai lembaran baru dalam kehidupannya, aku tak pernah menyatakan perasaan ini kepadanya. Mungkin Jun sempat menyadarinya, atau bahkan merasa bahwa aku mencintainya, namun apa dayaku? Aku bukanlah wanita yang dicintainya. Cinta di hatinya tak pernah jadi milikku.

 

Berawal dari aku yang terbawa perasaan terhadap kelembutan hati dan sikap hangat Jun, membuatku mencintai sahabatku itu hingga saat ini. Dan pada akhirnya, ketika dia melabuhkan hatinya kepada wanita lain, aku pun memutuskan untuk terus menyembunyikan perasaanku. Selamanya, ini akan menjadi rahasia cintaku.

 

-FIN-

 

A/N : Eotte? Maafkan bila absurd atau kehilangan Feel. Sesungguhnya, FF ini aku tulis untuk memenuhi request dari Anjar a.k.a Juju. Terima kasih untuk pembaca yang sudah meluangkan waktunya. Please don’t be silent readers! Komentar, Kritik, Review dan Saran Juseyo! Happy Reading! Gamsahabnida ^^

 

By. Yunietananda

21.05.2016

 

 

 

 

 

 

 

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s