FF/ ONESHOOT/ IT’S NOT IMAGINE/ GOT7


poster

IT’S NOT IMAGINE [ONESHOOT]

 

Author : Charikha

Main cast : Niah (OC/You), Im Jaebum

Support Cast : GOT7 Member, Daeya (OC)

Genre : Romance, daily life

Rating : PG-16

Duration : Oneshoot

Disclaimer : halooo readers…. Hayoo tebak author kali ini bawa apa??? Eum kasih tau gaak yaa…hihi #jailmoodon. Kali ini author bawa FF baru sebenernya sih ini FF author bikin sebagai tanda trima kasih ke readers setia author. Kamsahamnida uri dongsaeng ^_^

Semoga FF ini yaaah–paling gak bisa buat uri dongsaeng senyum-senyum sendiri abis itu ketawa and then jingkrak-jingkrak gak karuan dan berakhir di baper ria hahaha…. Jangan kelamaan deh basa-basinya thor, semoga FF ini termasuk FF yg spesial di hati readers yaaah^_^

 

by the way… FF ini juga di post di blog author fanficharikha.wordpress.com

 

Note : Semua cast yang ada sudah pasti mereka adalah milik Tuhan, orangtuanya dan agency. Author hanya meminjam untuk sebuah karakter dalam suatu cerita yang alurnya murni dari setiap sambungan syaraf otak author jadi jika ada kesamaan tokoh, cerita, dll maka itu murni ketidaksengajaan. Happy reading

 

 

 

‘jangan pernah berfikir jika mimpi dan khayalanmu tak akan pernah terwujud karena suatu saat cepat atau lambat pasti Tuhan akan mewujudkannya. Just believe it’

 

Tak pernah terbayangkan jika aku akan mendapatkan sesuatu yang begitu menakjubkan, awalnya aku hanya bermimpi dan tak menyangka jika mimpi ini benar-benar menjadi kenyataan. Hmmm…Jika kalian ingin sebuah hadiah, coba fikirkan pasti yang diingin tak jauh-jauh dari sebuah gadget atau kado berupa tas atau benda limited edition lainnya. Jika itu belum cukup mewah pasti mobil adalah pilihan yang pertama namun itu semua tak ku masukkan sebagai daftar permintaanku untuk hadiah kelulusan. Selama 1 tahun terakhir ini aku mengejar ketinggalanku soal nilai yang selalu saja di batas rata-rata namun berkat impianku yang besar kini dengan semua usaha kerja kerasku membuahkan hasil. Tebaklah apa yang aku inginkan selama ini? yup… aku hanya ingin berlibur.

 

Bukan hanya libur biasa, yang hanya menghabiskan waktu berendam di pemandian air panas atau bermain air di tepi pantai tapi ini lebih dari sekedar sebuah liburan. Selama 2 tahun menjadi ahgase inilah kesempatan ku untuk dapat menemui mereka walaupun kesempatan itu 1 : 10.000 tapi aku yakin dari sebuah mimpi pasti suatu saat akan menjadi kenyataan.

 

Dengan modal nilai kelulusanku yang hampir menyentuh nilai sempurna membuat ayah memberikan ku hadiah, ia mengabulkan permintaanku dengan memberi sebuah trip ke seoul selama 4 hari, memang tak begitu banyak waktu untuk mencoba peruntungan bertemu dengan namjagrup favoritku. Namun aku yakin dari 96 jam pasti beberapa menitnya aku bisa melihatnya secara langsung.

 

24 jam menjelang keberangkatan bahkan aku sama sekali tak bisa tidur, barang-barang ku pun sudah aku persiapkan 1 minggu sebelum pengumuman kelulusan karena aku yakin akan mendapatkan nilai tinggi

 

“kenapa aku ga bisa tidur gini ya…tsk, kalau begini terus bisa-bisa aku ketinggalan pesawat besok”

 

Berguling ke sana-kemari adalah aktivitas ku beberapa jam ini, mungkin karena aku sudah membayangkan saat aku berada di kota gingseng itu. Bukannya mataku tertutup tapi bibirku malah tersenyum ketika memandang langit-langit kamar yang ku pasangi bintang-bintang glowing in the dark dengan lapisan gambar wajah Im jaebum. Benar-benar kacau malam ini, semoga saja dengan mematikan lampu akan memudahkan ku untuk tidur, dan jabeum akan lebih bersinar.

 

“Jeibi ya…sampai ketemu”

 

******

 

“kyaaaaaaaa”

 

Aku berteriak ketika akhirnya aku mengirup udara kota seoul yang begitu hangat namun anginnya tetap saja membuatku sedikit menggigil karena ini masih bulan april dimana musim baru saja berganti dari salju menjadi semi. Sambil menggeret koper miniku berwarna hijau, aku berusaha untuk mencari wajah temanku yang katanya hari ini ia bersedia menjemputku.

Hingga pukul 1.00 siang sepertinya temanku ini belum datang, aku sih tak begitu heran memang sejak kelas 1 SMA lebel ‘miss ngaret’ sudah melekat pada namanya.

 

“niaahhh…” satu suara akhirnya muncul

 

“hei..daeyaaaaa”

 

Aku berlari ke arahnya kemudian memeluknya erat, ini pertemuan kami yang pertama kalinya semenjak ia memutuskan untuk pindah dan melanjutkan sekolah di Kirin Art school. Jujur aku sedikit merasa keget padanya karena 100% ia benar-benar berubah. Dari look’nya ia tak seperti daeya yang ku kenal 2 tahun yang lalu. kulitnya yang berubah menjadi putih seperti diriku, lalu warna rambutnya menjadi coklat muda layaknya girlgrup yang menjamur di korea.

 

“hei… nyaris saja aku tak mengenalimu jika kau tak memanggilku mungkin aku tak akan bertemu denganmu” ucapku padanya yang hanya dibalas oleh senyumannya yang masih sama seperti dulu

 

“hihi…ceritanya panjang. Akan aku ceritakan di mobil, kajja”

 

Terpaksa aku mengikuti perkataannya karena tak ada pilihan lain, walaupun aku mengerti sedikit hangul tapi aku buta tentang seluk-beluk jalan di korea. Trip ini pun baru pertama kali untukku singgah di negeri surganya drama korea.

 

“neo jinjja himdeuro” daeya mulai menggunakan bahasa koreanya sepertinya dia ingin mengetesku akan kemampuan bahasa asing

 

“dang-hyun haji.. sial kau daey!”

 

“haha…kau galak sekali. aku hanya ingin tau seberapa fasih bahasa koreamu jadi aku tak perlu menjadi tour guidemu yang selalu menterjemahkan sesuatu” tawa khas daeya lagi-lagi terlihat

 

“hei bahkan bahasa asing yang ku kuasai lebih banyak daripadamu”

 

“mulai deh sombongnya keluar… kau juga tak pernah berubah niah”

 

Mobil milik orang tua daeya ini melaju dengan kecepatan konstan di jalanan ibukota, beberapa deretan gedung pencakar langit membuatku takjub ditambah beberapa bangunan yang masih berdiri dengan bentuk aslinya seperti tempo dulu membuat ku semakin menikmati pemandangan luar jendela.

 

“huuh… sepertinya ada orang norak”

 

“ah..sial kau daeya! Kau kan tau, sejak kita mengawali SMA aku sangat suka dengan Negara ini terlebih lagi…….”

 

“namjagrup ya kan” sela daeya yang masih hafal dengan kegemaranku dengan aliran kpop

 

Senyumku tersemat ketika sahabatku ini masih ingat dengan seleraku “haha…daeya jjang” aku memberikan jempol tanganku didepan wajahnya

 

“ah…katanya kau ingin menjelaskan kenapa penampilanmu mendadak seperti anggota girlgrup?”

 

“soal itu…”

 

Aku mengangguk sambil memperhatikan gaya yang daeya kenakan dari ujung sepatu yang ia kenakan saat ini boots berwarna coklat di padukan dengan blue jeans ketat lalu dipermanis dengan baju rajut berwarna putih plus outer jacket semi bludru berwarna coklat muda membuat tampilannya begitu chick dan manis. Apa lagi saat aku melihat wajahnya yang shine banget kemudian dengan warna rambut coklat ahh melihatnya membuat ku iri

 

“haaa….kau  saja melihatku seperti ini bagaimana dengan lawan jenis, bisa-bisa aku menerima semua ajakan kencan teman pria ku jika prianya seperti mu”

 

“kau gila!” aku tak segan-segan menoyor kepalanya agar ia tersadar sedikit saja dari hal gila yang selalu saja ia celotehkan

 

“ha…ha… bukankah sejak SMA kau menjadi predikat murid paling popular dan tercantik di sekolah? apa predikatmu kini sudah beralih padaku…haaa niah-yah kau hanya perlu sedikit sentuhan original product of korea”

 

Alisku sontak menjadi kerut tingkat tiga ketika mendengarkannya berbicara tanpa inti yang ia ingin katakan membuat ku hanya dapat mengambil kesimpulan bahwa aku tak mengerti dengan yang ia ucapkan

 

“maksudmu?”

 

“babo… aku sudah bilang padamu kan, aku berubah begini karena aku harus sekolah di Kirin Art school yang notabene adalah sekolah musik jadi murid-muridnya pun harus terlihat modis dan keren. Kami membawa nama passion music jadi tampilan adalah yang nomor 1 karena dari penampilan orang-orang akan tau seperti apa nilai dari musik yang kita bawakan”

 

“dan satu lagi, dari ujung rambut hingga kaki ku ini aku tak pernah mengubahnya bahkan aku pergi ke dokter terakhir saat di Indonesia sebelum ayahku dipindah tugaskan disini. Akan ku perkenalkan dengan produk korea yang dapat membuat kecantikanmu menjadi lebih menonjol”

 

“benarkah? Apa aku harus percaya padamu”

 

“yup… bahkan aku bisa membuatmu terlihat lebih dari pada ini”

 

“pak.. nanti kita berhenti di rest area ya” ucap daeya pada supir pribadinya yang ia bawa langsung dari negaranya

 

“kenapa ke rest area? Kau ingin membuka kran air..hah dasar seharusnya tadi dibandara aku membelikamu diapers” godaku padanya yang sudah lama tak aku lakukan

 

“geunyang moko!”

 

Daeya menyumpal mulutku dengan sebuah buku tebal, mau tak mau aku menggigitnya karena jika tidak buku itu akan jatuh tepat mengenai ponselku yang kuletakan di pangkuanku.

 

“dae-ya…kwau bwenar-bwenar. Kwuetwerlwaluwan” ujarku yang tak jelas karena masih saja buku itu menempel dimulutku

 

“kau pasti lapar dan haus jadi kita menepi untuk makan sesuatu, dan itu untuk mu”

 

Segera aku melepaskan buku yang kini sudah ku pegang, warna pastel cerah yaitu biru keunguan bercampur orange muda membuatku sedikit familiar dengan buku ini. saat ku balik dengan jelas tertulis huruf besar GOT7 dan aku baru tersadar itu bukanlah buku tapi sebuah album.

 

“benarkah? Ini untukku… daeya trimakasih” aku menggenggam tangannya yang sibuk bermain ponsel

 

“aku tau kau akan datang, jadi aku membawakanmu hadiah dan sampai detik ini aku masih tau dengan selera kesukaanmu. Nikmatilah lagunya”

 

Saking bahagianya aku memeluknya tanpa henti “kau memang sahabat terbaikku”

 

15 menit tak terasa, Pak Budi sudah mengambil jalur keluar arah rest area. Senang  sekali mendapatkan album terbaru GOT7 yang tak bisa ku dapatkan dari rumah dan membuat ku terus memeluknya di dada. Tak peduli jika daeya mengataiku lebay atau apapun karena aku tau daeya tak pernah menyukai aliran musik baginya ia bosan bertemu dengan beberapa artis yang 1 sekolah dengannya. Aku pernah mengatakan padanya tentang GOT7 yang berbeda dengan namja lain mungkin saja jika daeya bertemu akan menghapus ketidaksukaannya dengan musik

 

“bbbrrrr…. Cwoo”

 

“kau kedinginan? Pakai ini” daeya mengalungkan scarf yang ia bawa dari dalam mobil

 

“tsk…sial”

 

“kenapa daey?”

 

“kau baru memakai 1 produk korea sudah terlihat cantik, heish… pesonamu memang tak ada yang mengalahkan”

 

Aku tersenyum garing melihat temanku yang berubah menjadi alay berlebihan memujiku. Bersamanya, aku masuk ke dalam café yang memang menyuguhkan berbagai macam cita rasa kopi. Kami berdua sangat maniak dengan kopi

 

“kau pesan apa?” tanyanya

 

“ice Americano” jawab ku yang ternyata pas dengan tebakannya

 

“sepertinya kita selalu kompak untuk Americano”

 

Aku memilih untuk mencari tempat duduk didekat kaca jendela yang dapat melihat pemandangan luar walaupun hanya daerah parkiran dan jalan tol.

 

“wuahh…mashiketa. Kau juga pesan cheese cake?”

 

“emm… ppali moko”

 

Daeya memintaku untuk cepat menghabiskan kue dan minuman favorit kami, katanya sih ia sudah mendapat telepon dari maminya yang sudah menunggu dirumah, dan pasti untuk menungguku. Sungguh aku merasa tak enak karena daeya memintaku agar menginap bersamanya padahal aku sudah menyiapkan budget untuk mencari hotel di sekitar JYP office namun apa boleh buat jika maminya sudah memintaku yaa aku harus ikut karena pantang untuk menolak perintah orang yang lebih tua.

 

Aku dan daeya memilih untuk mempercepat pengisian perut dan kembali ke dalam mobil, namun aku hampir saja salah membuka mobil yang ternyata parkirnya persis di sebelah mobil daeya.

 

“hei.. yogi” panggil daeya yang sudah berada di depan pintu

 

Aku pun mengikutinya dan kini kami kembali berada di dalam mobil dan sungguh naas untukku saat mobil ini sudah mundur untuk mengambil jalan keluar rest area, aku dengan jelas melihat namja yang sangat familiar baru saja keluar dari mobil yang hampir ku naiki

 

“bambaaaam…. Itu bambam” teriakku dari dalam mobil

 

“eoddie?” daeya pun melihat kearah pandanganku yang menatap tajam

 

“jackson, jinyoung, jaebum….. i-itu jaebuuuummmm”

 

Suara ku semakin kencang ketika jarak pandangku semakin jauh dari mobil mereka, ternyata mobil yang tak sengaja hampir aku buka dan ku naiki adalah mobil milik GOT7. Entah ini sebuah kesialan atau keberuntungan untukku. Sayangnya aku tak bisa kembali karena Pak Budi sudah menjalankan mobilnya keluar rest area

 

Puk..puk..puk

 

“aah…sepertinya kau kurang beruntung” daeya terus menggodaku dengan senyum evil beserta jemarinya yang membentuk v sign

 

******

 

“bambam-ah andwae” suara tiba-tiba saja berasal dari jinyoung

 

jinyoung seperti terkejut ketika melihat sosok yeoja yang hendak membuka mobilnya, untung saja ia dengan cepat menyuruh bambam untuk tak membuka dan mengunci.

 

“hi..hi..sepertinya dia salah mobil” lanjut jinyoung

 

Hanya bambam dan jinyoung yang melihat jelas wajah yeoja itu walaupun terkesan terlihat buram karena kaca yang di gunakan adalah kaca riben. Jackson dan jaebum masih sibuk dengan ponsel mereka hingga melewatkan adegan yang menurut kedua temannya itu sedikit menggelitik

 

“hyung..harusnya biarkan saja yeoja itu membukanya, pasti ia akan terkejut lagi pula yeoja itu lumayan” ucap bambam

 

“mwo? Yeoja?” pekik jackson dari kursi belakang

 

Jaebum menyimak percakapan namdongsaengnya itu, penasaran dengan yeoja yang di perbincangkan sesegera mungkin jaebum menoleh kearah samping bambam dan ternyata sudah tak ada lalu namja bermata sipit ini langsung menoleh ke kaca mobil bagian belakang dan benar ia melihat sosok yeoja dengan perawakan sempurna. Pakaiannya terlihat chic lalu memiliki tinggi bak model dengan rambut berwarna hitam legam namun sayang jaebum tak sempat melihat wajah dari gadis itu karena ia sudah berjalan menuju pintu mobilnya.

 

“nugunde” ucap halus jaebum

 

“benar… sepertinya dia lumayan” bambam tersenyum kala mengingat wajah dari gadis itu

 

“yah! apa dia yeoja idol? Oh atau mungkin aktris drama?” imbuh jackson yang mulai sok tau

 

Dari kursi belakang jabeum hanya terkekeh ketika melihat jackbam ribut tentang wanita, memang keduanya sangat ahli jika membicarakan tentang wanita

 

“yah..yedera ppali ka” pinta jaebum untuk segera keluar

 

Setelah jinyoung melihat gadis itu sudah masuk kedalam mobil dan mobilnya pun sudah berjalan mundur akhirnya mereka berempat segera keluar dari mobil. Bambam yang pertama turun lalu jinyoung disusul jackson dan terakhir jaebum.

 

“hari ini aku yang akan traktir”

 

“eoh..jinjja? apa karena ada kamera jadi kau seperti ini?” goda jackson

 

“ah..anigodeun”

 

Tak lama mobil kedua yang membawa youngjae, yugyeom dan mark pun tiba. Mereka turun segera karena sudah tak sabar untuk berbelanja cemilan sebagai teman berlibur. Hari ini GOT7 sedang syuting acara dengan tema berlibur oleh stasiun TV ternama

 

“yah.. bambam akan mentraktir kita” jinyoung memilih untuk memberikan pengumuman pada penghuni mobil  ke dua yang baru saja tiba

 

“eoh jinjja? Yes…” pekik yugyeom disusul dengan menari tarian enerjik bentuk dari kesenangannya

 

“yeah… ambil semua yang kalian sukaaaa” ucap youngjae pada salah satu kamera diikuti mark yang juga tersenyum pada kamera

 

Mereka seperti lupa jika sedang berbelanja, semua snack, coklat, permen, minuman dingin, bahkan cup ramyun pun menjadi incaran untuk dimasukkan kedalam troli. 20 menit mereka sibuk memilah milih barang dan akhirnya tiba pada hero yang akan membayar total belanjaan seluruhnya. Dengan percaya dirinya bambam mengeluarkan kartu kreditnya kemudian membayar dengan wajah agak keberatan karena para member seperti bukan sedang berbelanja melainkan merampok isi mini market karena bambam harus membayar dengan total 142.800 won. Usai membayar, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menuju dream island untuk melakukan syuting games, memasak dan lainnya.

 

******

 

H-3 (back to Indonesia)

Pagi ini aku aku terbangun dari ranjang milik daeye, ya memang karena aku tinggal 1 kamar dengannya. Sambutan hangat mami membuatku merasa seperti tak berada di korea, semalam mami menyambutku dengan secangkir teh hangat ditambah gorengan khas ala kaki lima yang begitu memanjakan lidah belum lagi ditambah suasana rumah yang begitu nyaman dengan nuansa anyaman bambu beserta beberapa pernak pernik khas

 

“hoaaamm…”

 

Aku melihat jam sudah menunjukan pukul 7 pagi tapi daeya seperti masih saja terlelap dengan posisinya yang sudah berubah dari posisinya semalam

 

“isshh…anak ini tidur seperti komedi putar saja… hei daey bangunn,,,ayolah katanya kau mau mengantarkanku ke JYP company”

 

Aku tak mau tau dengan nada merengek atau bisa lebih dikatakan memaksa hiihii—-tak apa lah toh dia adalah daeya yang tak pernah marah jika aku melakukan sesuatu hal padanya.

 

“hmm…memangnya ini jam berapa? Biarkan aku tidur 15 menit lagi lagipula JYP ent tak akan pindah tempat… santailaaah” ucapnya ringan lalu meraih guling dan kembali menutup mata

 

“heishhh” ucapku kesal

 

“baiklah…” ucapku kali ini dengan mengambil sebotol air putih dan ku teteskan wajahnya hingga wajahnya kini sudah rata dengan aliran air

 

“ooh…arra…arra…keuman. Kau ini tak bisa melihat orang senang, kau tau sekolahku selalu masuk pagi jadi saat libur seperti ini moment yang aku tunggu-tunggu”

 

Aku tersenyum padanya ketika ia bangun dan mulai merambat pada dinding dan kemudian ke kamar mandi walaupun dengan menggerutu tapi setidaknya aku berhasil membangunkannya untuk menemaniku berjalan-jalan

 

“I hope this day is my lucky day. Jaebongie gidariseyo hihi”

….

..

.

Lagi-lagi Pak Budi kami rampas kebebasannya hari ini, daeya sudah memintanya seharian ini untuk mengantar kami berkeliling. Aku sudah mengajak daeya untuk naik transportasi umum saja tapi katanya hari ini dia sedang tidak mood naik kendaraan umum. Ya sudahlah tak akan ku permasalahkan lagi pula masih ada 3 hari untuk menjajaki transportasi yang belum pernah kunaiki.

 

“aah… namsan tower!” ucapku spontan ketika melihat namsan tower yang hanya bisa ku lihat dari layar kaca TV atau laptop

 

“awpa kaw mawu kwe sawna…?”

 

“habiskan dulu yang ada dimulutmu, aku tak mengerti bahasa alien seperti itu”

 

Kunyah…kunyah….glup

 

Seketika aku mendapat death glare dari daeya “apa kau mau kesana?”

 

“ooh…maksudnya itu…. Andwae,, tujuan pertama JYP ent” aku mengatupkan kedua tanganku seraya memohon padanya

 

“dasar kau maniak sekali dengan namjagrup… aneh”

 

“yak! Neo jinjja waeire”

 

“kenapa jadi aku yang aneh?” daeya menjadi heran ketika malah ia dibilang aneh

 

“memang kau aneh! Ketika wanita di seluruh dunia ini mengidolakan namjagrup kau sendiri yang tidak suka. Kau pasti akan meleleh saat bertemu dengan mereka, lihat saja! Kalau kau sampai suka dengan namjagrup akan ku gunduli rambut coklatmu itu!”

 

“hei…! mana boleh seperti itu. A-aku….bukannya tak suka tapi….”

 

“sampai…kita sampaaiii!!!!”

 

Sela ku saat mata ini melihat tulisan besar JYP Entertainment beserta poster artis yang selalu terpajang diluar gedung

 

“ooh…a-akhirnya aku dapat melihat gedung ini secara langsung”

 

Aku segera menarik daeya keluar mobil yang sudah diparkirkan Pak Budi tepat di sebrangnya. Biarkan saja aku disangka orang aneh atau pun orang norak tapi moment ini tak akan ku sia-siakan. Seketika aku meminta daeya untuk mengambil gambar diriku dengan latar belakang JYP Ent. Sepertinya aku melakukan 10 kali pose hanya dalam waktu 10 detik pengambilan gambar

 

“wah…nan jongmal haengbokeeee”

 

Daeya melihatku hanya menggelengkan kepalanya karena tingkahku terlihat seperti anak kecil yang menemunkan arena bermain

 

Fiiuuuuhhh…..whoooosseee……

 

Sudah 3 jam kami berdiri seperti orang bodoh karena selama ini hanya angin yang lewat disekeliling kami, tak ada GOT7 bahkan artis naungan JYP pun tak ada yang muncul sama sekali. rasa kecewa sempat memenuhi sebagian hati kecil ku ini, kenapa hari ini tak seberuntung seperti kemarin.

 

“niah-yah…sebaiknya kita pergi ketempat lain saja. Aku sudah bosan untuk menunggu, kajjaaaaa”

 

Sebenarnya aku masih ingin menunggu beberapa jam lagi ah bukan—bahkan aku masih sanggup untuk menunggu hingga GOT7 datang tapi tak enak dengan daeya. Aku juga tak boleh egois dengan diriku sendiri.

 

“baiklah” ucapku lemah

 

“hei…kau bisa kesini lagi lain waktu. Ok?” support daeya padaku

 

“ah sebentar daey! Aku lupa”

 

Daeya bingung ketika aku memilih untuk kembali menuju pintu JYP Ent. Tentu saja aku tak boleh masuk karena sebelum aku meraih gagang pintu tersebut, 2 orang berbaju jas hitam dengan kacamata hitam langsung menghadangku

 

“maaf nona kau tidak boleh masuk”

 

Aku tak menduga ketika 2 bodyguard kini melarangku untuk masuk, untungnya aku yang tak begitu buta dengan hangul langsung menjawabnya

 

“a-aku hanya ingin memberikan ini pada jaebum GOT7” ku perlihatkan coklat kecil yang khusus ku bawa dari rumah

 

“baiklah akan kami berikan”

 

Lega… itulah yang kurasakan paling tidak aku bisa menitipkan hadiahku di gedung JYP itu, ya berdoa saja semoga bodyguard itu benar-benar memberikan coklat spesial yang ku bawa hihi

 

“apa tawaranmu tentang namsan tower masih berlaku?” tanya ku

 

“kau ini…. baiklah kajja”

 

—–Skip—–

 

Malam pun mulai menunjukan sinar terang dari pesona bulan purnama malam ini, begitu juga dengan GOT7 yang begitu semangat berlatih di gedung JYP untuk comebacknya besok siang.

 

“aigoo…noemu himdeuro” keluh bambam yang seharian ini melakukan pemotretan outdoor

 

“hyaaakkkkkk”

 

Buugghhhh

 

“aaahhhh jackson,, neo wae geurae?!” teriak bambam yang merasa bokongnya sedikit nyeri akibat tendangan jackson

 

“ha…haa….. “ jackson memilih cara agar bambam kembali bersemangat dengan sebuah tendangan kasih sayangnya

 

Yang lain hanya tertawa melihat jackson kembali menjadi moodbooster

 

“ha..ha… jackson hyung” tawa youngjae memecah ruang tangga JYP building yang sudah sepi

 

Ke tujuh namja tampan ini semuanya masuk ke ruang latihan dan seperti biasanya yugyeom tampak bermalas-malasan usai ia meletakan tasnya kemudian disusul dengan tubuhnya direbahkan di lantai parkit

 

“yah…yedera…” panggil jaebum pada seluruh member

 

Bukannya menurut dengan suara sang leader, mereka malah mengabaikannya. Yugyeom dan youngjae sedang asik bersantai ria, merilekskan punggungnya yang begitu kaku.

 

“aahh…noemu joah” ungkap yongjae sambil memeluk yugyeom sebagai gulingnya

 

Sedangkan yang dilakukan bambam hanya duduk di kursi sofa sambil memejamkan matanya, mark memilih untuk hanya berdiri mengamati kelakuan member lainnya lalu jackson dan jinyoung fokus pada alat komunikasinya.

 

“aigooo” jaebum hanya menunduk sambil tertawa, ia tak bisa berbuat apa-apa tenaganya sepertinya sudah habis jika untuk memarahi mereka satu per satu

 

“jaebum-ah?” panggil salah satu staff JYP

 

Merasa namanya dipanggil, jaebum memilih untuk mendatangi minhyuk hyung yang lebih tua 5 tahun darinya

 

“ne…wae hyung?”

 

“igo… aku mendapatkan titipan ini dari bodyguard. Aneh hari ini kenapa kado untuk GOT7 Cuma hanya 1…?”

 

“ah jinjja?”

 

“apa ahgase mulai berpaling?” goda minhyuk

 

“ah..hyung…solma, ahgase selalu setia dengan kami. Ha..ha..mungkin kado yang lain sudah di bawa jieun noona ke dorm”

 

Dengan mengangguk seraya setuju dengan argument jaebum, minhyuk memberikan coklat pemberian dari ahgase “coklat ini katanya untukmu”

 

“ne…kamsahamnida”

 

Saat jaebum membawa coklat yang dari tadi hanya dibolak-balik karena tak mengerti dengan bahasa di kemasannya, leader GOT7 ini seperti punya ide agar dapat membuat anggotanya itu kembali bersemangat

 

“siapa dari kalian yang ingin coklat?” pekik jaebum hingga pandangan teman-temannya itu beralih padanya

 

“oh… naega”

 

“na…na..”

 

“me…me….i want that chocolate” teriak jackson hingga menghampiri dimana jaebum berdiri

 

“tenanglah… aku akan membagi coklat ini jika kita selesaikan latihan”

 

“ok!” jawab kompak anggotanya

 

Jaebum mengambil aba-aba kemudian ia menghitung dan pada hitungan ke 3, ia pun menyalakan music fly lalu bergabung ke dalam barisan. Ke tujuh namja tampan ini melakukan dance dengan baik dan sempurna mungkin karena dengan iming-iming coklat import dari negara lain yang belum pernah dicoba sehingga memacu semangat mereka untuk segera menyelesaikan latihan

 

Hosh…hosh….hosh…

 

Terdengar suara yang sama dari seluruh member, bagaimana tidak selama 1 jam mereka berlatih dengan seluruh tenaga yang tersisa. Ketika latihan terakhir selesai, mereka langsung menyerbu lokasi dimana coklat itu di taruh.

 

“kajja…palli moko” bambam mengangkat tinggi-tinggi coklat yang ia ambil diatas meja sebelum tangan jackson sampai

 

“katchi mokjja” ucap mark yang meminta untuk makan bersama-sama

 

“yah..yah..yah…bambam-ah” jaebum meminta agar bambam mengembalikan coklat miliknya

 

Mereka membentuk lingkaran untuk saling berbagi coklat, coklat yang sudah ada di tangan jaebum kini di berikan pada mark

 

“markeu… tolong lihat kemasan ini” jaebum meminta mark untuk membaca petunjuk yang ada pada kemasaan

 

“nothing… there’s no English translation but I can read this Made in Indonesia” jelas mark

 

“let me see” jackson merampas coklat yang sedang mark baca

 

Seketika wajah jackson berubah, matanya yang tidak terlalu sipit kini menjadi segaris ketika membaca tulisan yang memiliki size sangat kecil

 

“oh my God… mark you’re right… jinjja oppseo hyung” jackson pun menegaskan kembali bahwa tak ada petunjuk dengan bahasa inggris

 

“happy cokolet pedase….. jinjja molla” jaebum membaca tulisan besar yang ada pada kemasan dengan logat bahasa yang lucu

 

“aah…hyung ppali” rengek yugyeom yang sudah ingin mencicipi coklat asal Indonesia

 

Coklat persegi itu akhirnya dibuka oleh leadernim, ia membaginya menjadi beberapa potongan yang sama hingga menjadi 7 bagian. Kali ini jaebum meminta untuk memakannya secara bersamaan dan dalam hitungan ke tiga coklat hitam legam itu kini masuk kedalam mulut GOT7

 

“hmmm….mashita” ujar kompak yugyeom dan jinyoung

 

“it’s good” sambar jackson sambil menjilat sisa coklat yang menempel di jari telunjuknya

 

Yang lainnya pun mengungkapkan hal yang sama ketika memakan coklat tersebut di kunyahan pertama namun tak berselang lama dalam hitungan 5 detik rasa manis yang ada di lidah mereka langsung berubah dengan rasa pedas membuat namjadeul ini berteriak bahkan jackson dan jaebum melakukan dance untuk sekedar menghilangkan rasa pedas dimulutnya

 

“aaaarrrrgghhh… maeyo (pedas)” ucap jaebum sambil mengibaskan tangannya di depan mulut

 

“it’s so spicy” tutur mark dengan wajah yang menahan rasa pedas

 

“ouuhhh… hot” teriak jackson

 

“ooouhh jinjja maeyo”

 

“aah….pedaaaas…..mul…..mul….”

 

Semuanya berlari pada sudut ruang latihan yaitu sebuah dispenser, ke tujuhnya berebut mengambil gelas dan menuangkan air. Glup…glup…glupppp……

 

“ouh…kenapa coklat ini pedas sekali” kata jaebum sambil melihat kemasan coklat

 

“yah hyung… fansmu sepertinya ingin mengerjai kita” ujar youngjae

 

“molla…” jawab sang leader yang masih terasa pedas dilidahnya

 

Ketika semua sedang sibuk menetralkan rasa kepedasan, jackson seketika berinisiatif untuk mengambil sebuah tindakan. Dirampasnya kemasan coklat yang ada di tangan jaebum dan meminta untuk melakukan pose bersama

 

“yorobun… bagaimana kalau kita berfoto dengan bungkus coklat ini”

 

“ah…majja…. Mungkin saja mendapat respon dari ahgase yang memberikan ini” ucap jinyoung

 

“kajja…kajja” tutur bambam

 

Jaebum, jackson, jinyoung, mark, bambam, youngjae dan yugyeom kini berpose sambil memegang kemasan sisa coklat tadi kemudian masing-masing berekspresi seperti mulutnya sedang terbakar. Terlihat semuanya sangat lucu bahkan mark dan jinyoung tak sanggup melihat ekspresi jackson yang begitu konyol, dengan lidah yang terjulur kedepan ditambah rongga mulutnya terbuka lebar beserta kedua matanya yang melolot.

 

Usai berfoto mereka yang memiliki SNS segera mengupload gambar tersebut dan menuliskan beberapa patah kata.

 

SNS milik bambam     : ‘noemu mashiseoyo keundae jinjja maeyo”

SNS milik yugyeom    : ‘coklat ini benar-benar pedas’

SNS milik youngjae    : ‘wuaahh…coklat ini membuatku berkeringat’

SNS milik Mark          : ‘this chocolate is so spicy’

SNS milik Jinyoung    : ‘maeyo”

SNS milik Jackson      : ‘thanks for ahgase give this chocolate, our tongue is burn till now*_*’

 

*****

 

H-2 (Back to Indonesia)

 

Hari ini aku sedikit telat bangun karena kemarin kami asyik berkeliling kota mulai dari namsan tower, sunghai Han, lalu berakhir di Lotteworld. Kaki ku sampai detik ini masih terasa pegal dan hanya ingin berbaring seharian di kasur namun rasa sakit ini seketika hilang ketika aku mendapatkan update dari ponselku

 

‘comeback stage GOT7 in Block Music at 2.00 PM’

 

Saat itu juga aku loncat dari kasur milik daeya kemudian segera merapihkan diri dan bersedia untuk berangkat ke salah stasiun TV ternama di korea

 

“kau sudah bangun? Waah…kau sudah rapi memangnya ada agenda kemana hari ini?” tanya daeya

 

“anak-anak sebaiknya kalian makan dulu baru pergi” sela mami Ina sang bunda daeya

 

“i-iya mih, daey lihatlah” aku menunjukan layar ponsel ku tentang update comeback GOT7

 

“aah.. EiBiSi TV… baiklah kita akan ke sana”

 

Tanpa halangan sedikitpun daeya langsung mengiyakannya lalu kami pun bergegas menuju stasiun itu menggunakan bis umum.

 

—skip—

 

Tiba di gedung EiBiSi kami merasa bingung, entah kemana aku harus mendaftarkan diri untuk menonton langsung para member. Begitu pula dengan daeya yang sama bingungnya denganku. Akhirnya daeya memutuskan untuk bertanya pada resepsionisnya karena saat ini bahasa korea daeya lebih fasih daripada diriku.

 

“bagaimana? Apa kau mendapatkan tiket untuk masuk?”

 

“sebenarnya kita tak perlu tiket untuk menontonnya”

 

“benarkah? Kalau begitu cepatlah… kita harus kemana sekarang” ucapku yang sudah tak sabar dan menggandeng tangan daey

 

“tapi kuota sudah penuh. Kita terlambat, satu orang pun tak akan bisa masuk lagi”

 

Aku melepaskan tangan daeya begitu saja ketika mendengar pil pahit bahwa aku kembali gagal bertatap muka dengan idolaku.

 

“apa mungkin aku memang tak di takdirkan untuk bertemu ya daey?” ucapku sendu

 

Aku mendapat sebuah rangkulan hangat dari daeya yang menyemangatiku bahwa ini belum berakhir

 

“lihatlah” daeya memberikanku sebuah tiket

 

Come & Get It ‘Fansign Event’”

 Gyonggi-do, 4.30 PM          

*akan ada keuntungan bagi salah satu ahgase yang terpilih

 

Luapan rasa bahagiaku sudah tak terbendung lagi, mungkin inilah jawaban tuhan yang memberikan ku kesempatan 1 kali lagi ini untuk berusaha bertemu jaebum

 

“daey…cepat kita harus kesana tepat waktu. Aku takut akan kehilangan kesempatan lagi”

 

“babo… kau tak perlu cemas, apa kau tak lihat di lembaran kertas itu”

 

Sesuai instruksi daeya, aku melihat ke ujung lembaran bagian atas yang tertulis ‘hanya berlaku untuk 1 orang’

 

“sudah jelas? Kau sudah memegang tiket jadi tak perlu khawatir”

 

“uhhhhhh…. Saranghaeee daeyaaaaa”

 

Sekencang-kencangnya aku memeluk daeya karena berkat ia-lah tiket ini kini berada ditanganku.

…….

…..

 

“michigeo.!!”

 

“mi-…co…. kau bicara apa tadi aku tak mengerti” tetap saja ada beberapa kata dalam bahasa hangul yang tak ku mengerti

 

“artinya itu gila”

 

“hmm…siapa yang gila?” tanya ku

 

“lihatlah…. saat ini masih jam 3.00 tapi antrian sudah seperti ini”

 

“haaaaaaaa… ini sih bukan gila namanya daey tapi ahgase jjang!” aku malah tersenyum, mungkin karena hormone bahagiaku yang terlampau diproduksi berlebih saat ini

 

“tsk…ini sih gara-gara kau lelet. Sudah cepat sana kau antri”

 

“biarkan saja, lagipula aku lama karna harus memilih hadiah yang tepat untuk jaebum hihi” aku tersenyum ala muka tanpa berdosa

 

“hei…daey lalu bagaimana dengan kau?” lanjut ku karena khawatir melihat ia berdiri sendirian di bawah billboard besar bergambar GOT7

 

“aku akan menunggumu disini… ok”

 

Tanda jemari daeya yang melambangkan angka tiga bersamaan dengan lingkaran bulat yang dihubungkan dengan jari jempol dan telunjuknya membuat ku tenang. kini aku mulai fokus untuk menunggu antrian ini berkurang.

 

Sreeetttt….Kreeeek…..

 

Bunyi suara pembatas ruangan dan jalan terdengar, membuat ahgase yang sudah menunggu mulai histeris karena inilah tanda bahwa akan segera dimulai acara fansigning untuk Edisi spesial.

 

“GOT7…GOT7…..GOT7…..”

 

Riuh sorak sorai dari para ahgase membuat ku merinding dan seketika aku mulai gugup dan seluruh tubuhku terasa gemetar. “eoohh….kenapa aku jadi gugup begini. Apa yang harus aku katakan nanti ya pada jaebum hiiii”

 

Aku menggosok-gosokan tanganku seraya agar suhu tubuhku sedikit naik jika tidak aku yang sudah gemetar dan gugup ini bisa pingsan saat berhadapan dengan ketujuh namja tampan.

 

“eottke….aaaaaahhhhh”

 

“this your dream niaah”

 

Batinku, seiring kakiku melangkah maju ketika antrian semakin menipis, dari kejauhan aku dapat melihat ke tujuh namja tampan itu sudah duduk di deretan kursi. Pandanganku berhenti tiba-tiba ketika melihat jaebum yang hari ini terlihat begitu tampan, ternyata di balik layar kaca jaebum begitu tampan dari yang terlihat biasanya.

 

Dgup….Dgup…Dgup….

 

Jantungku semakin berdegup kencang, sepertinya kakiku mulai lemas dan tak kuat. Sungguh ini diluar perkiraanku, ternyata bertatapan dengan GOT7 langsung membuat semuanya blank dari ujung rambut hingga ujung kaki.

 

Deg…..

 

Aku benar-benar tersipu malu dibuat oleh jaebum, padahal antrianku masih 3 orang lagi tapi jaebum sudah membuatku K.O melalui tatapannya ketika melakukan Fans service ke setiap ahgase. Kulitnya yang berwarna putih, matanya yang terlihat lebih sipit di banding saat di TV lalu senyumnya membuatku benar-benar terbang. “astaga….niaahh kendalikan emosimu… huuhh…huuuuhhh”

 

Akhirnya tiba pada giliranku, ku langkahkan kaki ini se’elegan mungkin karena aku tak ingin dipandang menjadi saseng fans yang grasak-grusuk, berteriak segila mungkin atau bahkan meloncati meja kemudian memeluk im jaebum. Sebenarnya itu juga ingin aku lakukan tapi saat ini aku hanya ingin dipandang oleh namja tampan ini sebagai yeoja elegan dan cantik.

 

“anyeong” sapa yongjae padaku

 

“oh Tuhan suara seorang youngjae saja mampu membuatku meleleh” batinku seraya melihat youngaje yang say ‘hi’ terlebih dahulu

 

“a-anyeong” lagi-lagi aku hanya tersenyum ketika keki dan tak tau harus berbuat apa

 

“ireumi mwoeyo?” tanya youngjae sambil menatapku

 

“astaga… youngjae itu sedang bicara apa ya? Kenapa aku jadi blank seperti ini… daey!!! Kumohon translate ucapan para member”

 

“hi..hi… neonun noemu gwiyeowo” ucap youngjae yang tertawa kecil, mungkin saat ini wajahku terlihat aneh saat memikirkan daeya tadi

 

“eehh…so-sorry… my korean language is not good”

 

“ahh…. Wait..wait…” singkat youngjae

 

Aku melihat youngjae sedikit kesulitan berkomunikasi denganku, untungnya mark yang duduk di sebelahnya seketika membantu youngjae “hyung…dia orang asing tolong aku tanyakan padanya. Bahasa inggrisku tak selancar dirimu hyung”

 

“jinjja?” tanya mark

 

Youngjae hanya mengangguk lalu aku melihat mark yang wajahnya bagaikan porselen, putih mulus tanpa ada 1 titik debu yang menempel.

 

“hi… what’s your name and where you come from?” sapa mark kemudian mengajukan pertanyaan padaku

 

“niah… from Indonesia”

 

“ok. Yah youngjae-ah namanya Niah dan dia berasal dari Indonesia”

 

“oh..gaeurae…”

 

Aku melihat youngjae lagi-lagi tersenyum sambil menuliskan namaku dan tanda-tangan miliknya

 

“thank you ni-ah-ssi”

 

Aku pun membalas senyuman pada youngjae dan kini aku bergeser pada meja mark tentu aku lancar berkomunikasi dengannya karena aku lebih fasih berbahasa inggris daripada hangul.

 

“so you’re from Indonesia? How long have you been in korea?” mark bertanya seraya tangannya bergerak menandatangani foto miliknya

 

“yes.. about 2 days… ehhhh,,, mark can you write ‘to shinta’? because my friend is a big fan of you”

 

“ok… thank you”

 

Sepertinya aku baru bicara 15 detik dengan mark tapi sang bodyguard yang ada di belakang sudah menyuruhku untuk bergeser

 

“dia orang asing (turis)” bisik mark pada yugyeom

 

“what’s your name?”

 

“niah…”

 

“can you call me oppa?” pinta yugyeom dengan aegyo’nya

 

“yugyeom oppa” ucapku beserta senyum manis pada big giant yang juga terlihat tampan tanpa cela

 

“keun-dae… na… neun… noonaeyo..majja?” aku memberikan akhiran ‘benar kan’ seakan-akan bertanya benarkah bahasa koreaku

 

Mendengar bahasa koreaku yang mengatakan aku adalah noona, yugyeom langsung tertawa meringis dan ia pun merona merah di kedua pipinya

 

“mianhaeyo… kamsahamnida noona”

 

Yugyeom kemudian menggeser album CD pada giliran selanjutnya yaitu jinyoung

 

“anyeong jinyoung” kali ini aku mulai berani untuk menyapa terlebih dahulu

 

“anyeong”

 

“ireumi-mwoeyo?” pertanyaan yang sama diajukan kembali oleh jinyoung tentu saja aku sudah mengetahui jawabannya

 

“niah… jo-neun niah”

 

“hmmm” jinyoung tersenyum simpul ketika mendengar ku berbahasa korea

 

“kamsahamnida” jinyoung memberikan telapak tangannya padaku tentu aku pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk berhigh-five dengannya

 

Hal yang sama aku lakukan pada bambam, usai melihatnya menandatangani foto di CD nya, aku pun menjulurkan tanganku seraya ingin sekali menjabat tangannya kemudian bambam pun meraih tanganku dan kami pun saling berjabat tangan.

 

“can I ask something?”

 

“yes”

 

“who’s you’re bias? I hope it’s me” senyum bambam terlihat manis

 

“it’s jaebum… but I like u too”

 

“kamsahamnida”

 

Saat itu juga jackson melihat ke arahku karena ia sudah selesai dengan ahgase yang berbaris di depanku

 

“hyung…hyung…igo bwa.. jinjja yeoppo” jackson menyenggol lengan jaebum yang masih fokus dengan salah satu ahgase

 

“hello… seems like you’re not Korean?”

 

“yes.. I’m Indonesian”

 

“oh…. That’s why I guess”

 

Jackson sejak tadi hanya mengajakku untuk mengobrol, tanpa sadar ia belum membubuhkan tanda tangannya pada foto diri miliknya sehingga ia mendapatkan teguran dari bodyguard

 

“jackson-ah…ppali!” tegas sang bodyguard yang kali ini adalah seorang yeoja

 

“ne…ne..noona”

 

Aku sedikit tertawa lembut ketika raut wajah jackson berubah menjadi masam saat mendapat teguran. Ku pikir jackson hanya lucu saat didepan kamera namun ternyata saat real life pun ia sangat menghibur

 

“kamsahamnida” ujar jackson sambil terus memperhatikanku

 

Tak sadar kini aku sudah berada di depan jaebum, seketika aku kaku dan tak bisa berkata apapun terlebih lagi saat ini ia sedang menatapku intens

 

Deg….

 

Lagi-lagi jantungku terus berpacu kencang, sungguh sesak dadaku ketika melihat jaebum benar-benar ada di depan mata.

 

“oh..tuhan apa yang harus aku lakukan”

 

Kami berdua hanya saling terdiam beberapa detik hingga jaebum memilih untuk memecah kebekuan diantara kami berdua

 

“ha-hai”

 

“hai jae-bum”

 

“siapa namamu?”

 

“a….a-…ak-u….ni-ah…..i-ni untukmu jaebum-ah” aku memberikannya hadiah sebuah boneka dengan lengan fleksible yang dapat ditempelkan kedua ujungnya

 

“bisakah kau memasangkannya untukku?”

 

“apa??? Apa aku tak salah dengar????”

 

“kenapa kau diam?”

 

Lagi-lagi dengan tangan gemetar aku mengalungkan boneka itu seperti sedang berada di gendongan jaebum, ku rekatkan kedua tangan boneka tersebut di bawah dagunya. Wajah ku dengan wajahnya kini saling berhadapan bahkan jarak kami begitu dekat hingga aroma tubuh jaebum pun bisa aku rasakan membuatku semakin tak berkutik.

 

“gomawo” jaebum mengucapkan terima kasih sambil tersenyum manis padaku

 

Aku meminta untuk menuliskan namaku di dekat wajahnya dalam foto, sambil gemetaran aku melihat jaebum kini menulis namaku beserta tanda tangannya dengan wajah yang begitu tampan luar biasa, senyum penuhnya membuatku rasanya ingin pingsan di tempat.

 

Aku hanya terus menatapnya dalam-dalam dan tak ingin melepaskan pandangan 1 detik pun dari wajahnya. Sungguh sempurna namja yang ada di depanku ini, andai saja aku bisa lebih lama berbincang dengannya maka aku akan menjadi ahgase yang sangat beruntung.

 

“niah-ssi gumaptha” jaebum mengangkat kedua tangannya dan aku pun menyambut kedua telapak tangannya yang halus dan hangat, jemari kami pun saling mengunci

 

“kyyaaaaaaaaaaa” batinku seketika berteriak ketika aku turun dari stage venue

 

Aku genggam kedua tanganku dan kuletakan di dada seakan-akan tak ingin keringatku membasahi aroma tangan jaebum yang masih menempel di tanganku. Sambil berjalan menuju jalan exit, aku terus melihat kearahnya dan aku terkejut saat ia melakukan hal berbeda dengan hadiahku. Aku tau biasanya semua hadiah akan di kumpulkan oleh bodyguard namun tidak dengan hadiahku jaebum masih mengenakannya erat di punggungnya bahkan ketika dengan fans lain ia pun masih setia dengan bonekaku

 

“jaebum-ah.. neo jinjjaaaa saranghantaaaaa” aku berteriak membuka mulutku tanpa mengeluarkan suara karena aku masih berada di arena gedung fansign jadi tak mungkin untuk mengeluarkan suara

 

“daeyaaaaaa….. kau tauuuuu aku bahaagiaaaaaaaa” aku melompat-lompat kegirangan ketika berada pada tempat daeya menunggu

 

“sudah selesai nona??”

 

“eh..emm” sambil tersenyum penuh aku mengangguk setuju dengan pertanyaannya

 

“hentikan senyumanmu itu, membuatku terlihat jelek daripada dirimu. Aihhh menyebalkan!”

 

“rasanya aku tak ingin mandi,, tangan ini masih terasa aroma jaebum”

 

“ieuuuh…. Sepertinya aku perlu mencelupkanmu di sungai han.. kajja kita pulang!”

 

Tubuhku bak seperti tong sampah yang di geret oleh nyonya daeya, ia hanya kesal denganku yang terlihat berlebihan namun inilah yang memang ku rasakan bahkan nyawaku kini masih diawang-awang bersama jaebum membayangkan pertemuan tadi

 

*****

 

 

Sementara malam mulai menyelimuti langit, GOT7 masih berkutat di jalanan ibukota padahal waktu sudah menunjukan pukul 9.00 malam. hari ini jadwal mereka benar-benar padat, usai acara fansign mereka menghadiri launching salah satu merk jaket ternama. Saat ini dalam perjalanan pulang menuju dorm, para member sudah terlihat begitu lelah dari mata yang sayu beserta senyum yang sudah tak menghiasi raut wajah mereka. Hanya alunan musik yang menemani mereka untuk melepas rasa penat dan kantuk

 

“cha yedera….” Pekik salah satu staff yang duduk di bagian depan

 

“ne.. hyuuuung” alunan suara jackson seperti orang yang sudah mengantuk berat

 

“ani..geunyang…”

 

“aiiggoooo…. To mwo?” keluh bambam dengan mata yang masih terpejam namun telinganya mendengar tajam

 

“saat fansign tadi, panitia mengadakan event khusus untuk ahgase. Mereka akan memilih salah satu ahgase beruntung yang akan berkencan 1 hari dengan salah satu diantara kalian. Saat ini aku sudah mendapatkan informasi dari hyunbin Park *ketua panitia”

 

“mwoooo???” sontak member yang tadinya lesu dan bahkan nyaris tertidur kini mereka memposisikan tubuhnya untuk duduk tegak

 

“besok kalian free dan ahgase yang berkencan dia mengidolakan im jaebum” lanjut staff

 

“aigooo… hyung chukae” ucapan selamat kini seperti pesan berantai yang di alamatkan pada jaebum

 

“congratulatiooonnnnn jaebum hyuunggg” ungkap jackson semangat

 

Entah apa yang harus jaebum katakan, sebenarnya saat ini pikirannya sedang tak fokus oleh satu nama yaitu ni-ah.. gadis itu membuat jaebum benar-benar kehilangan dunianya, ia benar-benar kacau bahkan dalam hati jaebum ia berharap jika nanti kencanya adalah bersama ni-ah.

 

“entah mengapa dia membuatku gugup dan saat bersamanya hatiku terasa aneh” batinnya sambil melamun memandang ke arah kaca

 

“im jaebum….??”

 

Sebuah suara membuyarkan lamunanya “eoh…wae?”

 

“besok kau siap-siap, karena yeoja itu akan tiba di dorm pukul 8 dan lebih baik yeoja itu yang datang ke dorm”

 

“ne” jawab seadanya oleh sang leader

 

 

*****

 

 

H-1 (back to Indonesia)

 

“niah….bangun cepatlah!!!!”

 

“hmm…daey kau jangan menggangguku. Mimpi ku bersama jaebum lenyap gara-gara kau!”

 

“heiisssss!!!” daeya tiba-tiba langsung menoyorku tanpa angin tanpa hujan

 

“kau ini kenapa sih! Pagi-pagi sudah membuat kepala orang menjadi sasaranmu”

 

“cepat kau mandi dan bersiap. Diluar ada orang yang menjemputmu katanya kau yang memenangkan hadiah saat fansign kemarin”

 

“kau saja yang terima hadiahnya, paling hanya gantungan kunci. Sudahlah, aku mau tidur lagi” saat aku hendak merebahkan tubuhku daeya bersikeras untuk menahan agar aku tak berbaring lagi

 

“ok.. jika kau tak ingin menemuinya, maka hadiah kencan dengan GOT7 akan menjadi miliku”

 

“apaaaah??? Ke….ke….ke-ken-can??”

 

Mataku seketika membulat penuh ketika kata kencan dan GOT7 disatukan, ini benar-benar mimpiku yang menjadi nyata karena saat tidur semalam aku bermimpi bersama jaebum

 

“muaacchh saranghanta daeyaaaaa-yaaahhh” lagi-lagi aku mencium  daeya karena rasa girangku mulai tak terkendali

 

—skiip—

 

 

Sepanjang perjalanan seorang pria dewasa dengan nama hyunbin Park menjelaskan segala peraturan dan hal-hal mengenai pemenang oneday date with member GOT7 dan sepanjang perjalanan pun aku semakin gugup dari pada waktu acara fansign.

 

“baiklah…waktumu hanya sampai pukul 7.00 malam. jangan berbuat hal yang membahayakan GOT7”

 

“ne..seonsaengnim”

 

Aku keluar dari mobil yang mengantarku ke sebuah apartement  dan aku yakin inilah dorm milik got7. Terasa kembali rasa gugup, deg-deg’an yang ku rasakan jauh lebih dalam dari hari sebelumnya. Saat aku sampai pada halaman apartement, aku seperti melihat sebuah malaikat di pagi hari namun saat ku perjelas sepertinya i-itu….. jae-…..bum….

 

Sementara saat jaebum turun, ia merasa bersyukur karena keinginannya untuk berkencan dengan niah terwujud. Ia pun mengubah wajahnya menjadi lebih berekspresif, bahkan saking senangnya terlihat senyum sempurna saat menyambutnya dari tangga dorm “kenapa niah begitu cantik pagi ini” batinnya

 

“di-a te-ter-senyum pa-da ku” ku pejamkan mata beberapa kali lalu membukanya kembali seraya membuat semua rasa gugupku hilang

 

“hai…”

 

“hai”

 

“a-aku senang bisa berkencan dengan mu jae-bum” ucapku terbata-bata

 

“eehh…. Ne” ucap jaebum dengan nada yang terlihat seperti malu-malu

 

“kenapa aku jadi gugup begini” batin namja yang memiliki mata sipit itu

 

Kami hanya saling berpandangan sambil berdiri berhadapan dibawah pohon yang memiliki daun hampir seperti pohon palem. 1 detik, 2 detik, 3 detik….. aku dengan jaebum sepertinya tak tau harus melakukan apa, sungguh canggung. Jujur saja, rasanya aku ingin sekali memegang tangannya, memeluknya bahkan mendaratkan sebuah ciuman dipipinya tapi jika itu dilakukan aku akan menjadi berita utama dengan tulisan besar SASAENG FANS kemudian aku akan di bakar hidup-hidup oleh ahgase lainnya

 

“jangan…jangan begitu niah….tidak….tidak…” aku menggeleng-gelengkan kepalaku ketika bisikan setan menyeruak di telinga

 

“wae?”

 

“a-ani…”

 

“eummm…….apa ada tempat yang ingin kau kunjungi?” kali ini jaebum memecah kekakuan diantara kami

 

“sebenarnya aku ingin sekali memegang salju tapi ini sudah bukan musimnya”

 

“benarkah?”

 

“em” aku mengangguk seraya mengiyakan pertanyaannya

 

“baiklah kalau begitu kita akan pergi ke tempat dimana salju selalu turun sepanjang tahun”

 

Lagi-lagi suasana canggung meliputi kami, kami berjalan berdampingan dengan wajah aneh masing-masing, dengan suara yang sedikit terbata ia menyuruhku untuk naik ke mobil milik GOT7. Aku pikir didalam akan ada member lainnya ternyata ini benar-benar sebuah kencan karena sama sekali tak terlihat sisa member lainnya. Suasana semakin membuat ku kaku berada disamping seorang jaebum yang dahulu hanya bisa ku lihat lewat TV

 

“jaebum-ssi… kamsahamnida”

 

“mwoga?”

 

“ka-u sudah mau menerimaku untuk hari ini, aku mohon bimbingannya”

 

“ah..ye,,, gwenchana. Sebaiknya kita gunakan bahasa informal saja supaya lebih akrab”

 

Setiap akhir pembicaraan pasti kami bubuhi dengan senyum canggung dan setelah itu pasti akan ada jeda untuk memulai suatu pembicaraan. Saat ini yang ku butuhkan mungkin adalah cermin karena wajahku sepertinya terlihat mulai memerah, jika ini terendus oleh uri jaebi maka habislah aku

 

“niah-yah?”

 

“hmm…?”

 

“wae, naega joah?”

 

“aku menyukaimu karena kau itu adalah namja yang memiliki talenta luar biasa, disamping kau memiliki suara emas, kau juga berbakat dalam dance, menciptakan lagu, berakting”

 

“aah…ania….akting ku masih belum cukup bagus” ucapnya malu-malu sambil memperlihatkan deret giginya yang putih

 

“apa lagi saat kau bermain drama dengan judul dream high kau…….” Ucapan ku terputus ketika jaebum menyelanya dengan satu teriakannya yang khas

 

“Aaaaaahhh…..kuge aniaaa…… ku mohon jangan bahas soal itu, aku tak begitu menyukainya”

 

“ah…mianhae”

 

Tak terasa akhirnya rasa canggung diantara kami pun mulai mencair walaupun tak sepenuhnya karena sejak tadi tak pernah terjadi adegan skin ship seperti yang ada di drama atau di acara variety sekalipun yaaa kecuali saat pertama bertemu itupun hanya berjabat tangan

 

“niah…apa yang kau fikirkan!!!” lagi-lagi pikiranku mulai terprofokasi

 

“kajja” ajak jaebum untuk keluar dari Van hitam milik GOT7

 

“wuaaahhhh….it’s so cool” ucapku ketika melihat wahana salju di dalam gedung yang memang dirancang khusus untuk segala sesuatu yang berhubungan dengan musim salju

 

“bbbrrrr……”

 

Belum-belum aku sudah mulai tak tahan dengan kondisi suhu yang mencapai minus 5°C, melihat aku yang sedang menggigil kedinginan jaebum menghilang setelah berpesan bahwa ia sedang memesan satu set perlengkapan baju dingin

 

“pakailah ini” ucapnya ketika datang namun saat itu juga jaebum memilih untuk memakaikanku baju beserta jaket panjang yang tebal

 

Lagi-lagi aku tak kuasa berada di dekat jaebum yang wanginya saja masih teringat jelas di memori otakku, tubuhnya yang sejak tadi berada 1 meter dari sisiku kini saat memasangkan baju dingin sesekali kulitnya menempel ditubuhku. Aku benar-benar menjadi es ketika jaebum memasangkan topi kupluk di kepalaku karena tangannya membelai lembut rambutku dan bayangkan saat ini wajahnya tepat berada didepan wajahku. Demi apah, wajahnya begitu tampan, putih dan bersinar seperti pantulan sinar bulan

 

“niah-yah kajja” panggilnya ketika aku masih saja mematung akibat efek memandang wajah tampan milik jaebum

 

Aku dengannya masuk ke dalam arena yang luasnya menjapai 1 Ha, dan yang aku rasakan saat ini benar-benar dingin. Sudah 3 lapis jaebum memasangkan baju ditubuhku namun karena aku tak terbiasa sepertinya ini akan menjadi akhir yang buruk bagiku namun tak apa jika harus sakit.

 

“josimhae niah-yaaah…..!”

 

Splassssshhh…..

 

“waaaaaaaa……andwae…jaebum-ah”

 

Aku berteriak ketika 1 lemparan bola salju tepat mengenai lenganku, seketika aku membalas lemparannya dan yap… nilai menjadi 1 sama. Aku dengannya bermain tanpa ada rasa canggung lagi, seketika kami seperti sudah mengenal satu sama lain. Bahkan saat aku terjatuh di tumpukan salju yang tebal tak segan-segan jaebum menggenggam kedua tanganku dan menariku agar dapat bangun. Ini sama sekali jauh dari perkiraanku, jaebum melakukannya terlebih dahulu ia memegang ku. Ini benar-benar mimpi yang menjadi nyata bahkan aku tak akan pernah terbayang jika dapat memiliki waktu panjang dengannya

 

“hosshhh…. Aahhh noemu himdeuro”

 

“na-do….brrrrr….hashyuuuuu”

 

Ini mungkin sudah ke tiga kalinya aku bersin yang kemudian membuat jaebum mengakhiri perang salju dan permainan lainnya karena jika diteruskan ia tau bahwa aku akan sakit

 

“sudah siang bagaimana jika kita makan?”

 

“ne..”

 

Sebuah restoran khas korea disamping gedung wahana salju menjadi tujuan kami, jaebum kali ini berjalan lebih dekat denganku. Bahu kami yang saling menempel membuatku semakin nyaman jika berada dekat dengannya

 

“kau ingin makan apa? Hmm,,,apa kau suka makanan korea?” tanyanya khawatir

 

“ne,,, bibimbab rang kimchi jjigae?”

 

“joah..chankaman” jaebum segera memanggil bibi pelayan restoran

 

Selama setengah hari kencan dengannya bagi ku ini seperti kencan sebenarnya, jaebum memperlakukanku dengan sangat baik. Dia sudah seperti namja idola kaum wanita, sejak tadi jaebum selalu melayaniku seperti laki-laki sesungguhnya, mulai dari membukakan pintu mobil, membeli tiket, memasangkan 1 set baju winter dan bahkan saat ini ia sedang memesan makanan

 

“naneun jinjja haengbokae” ucapku sambil menunggu makanan diantar

 

“em…nado haengbokae”

 

“bahkan belum ada wanita yang dapat membuat hatiku begitu bahagia seperti ini” ucap jaebum halus

 

“barusan kau bicara apa? Suaramu kecil sekali?” tanyaku

 

“ani…aahhh…lihat makanannya tiba…oh masheketa”

 

Aroma bibimbab dan sup kimchi membuat kami seperti orang yang baru melihat makanan.

 

“chalmokeseumnida”

 

“masitge juseyo”

 

Saat aku membuka mata, usai membaca doa. Aku terkejut ketika sebuah sendok beserta campuran bibimbab berada tepat di depan mulutku. Ternyata saat aku membaca doa, jaebum berinisiatif untuk memberiku suapan pertama dari mangkuknya

 

“jinjja?” tanyaku

 

“emm… moko” senyum manisnya membuatku meleleh seketika dan otomatis mulut menjadi terbuka

 

“hmmm….mashita”

 

Kami menikmati makanan itu dengan adegan seperti yang ada di drama-drama korea, aku pun juga memberikan suapan pada jaebum. Rasanya seperti ingin sekali menghentikan waktu hanya untuk berjalan di waktu ini dan akan selalu seperti ini saja.

 

–skiip—

 

Tak terasa matahari semakin condong ke arah barat, menandakan senja akan terlihat indah jika dilihat dari sungai Han sayangnya aku dan jaebum hanya menikmati sunset dari dalam mobil.

 

“mian… seharusnya kita melihat matahari terbenam dari pinggir sungai” ucap jaebum

 

“tak apa, lagi pula aku masih bisa menikmati ini. matahari begitu indah, dilapisi oleh berbagai warna orange kemerahan”

 

“niah-yah?”

 

“eoh?”

 

“i-go….”

 

Aku menoleh kearah samping, melihat jaebum yang menengadah dengan kotak berada diatas kedua tangannya

 

“i-go mwoeyo?”

 

“igo sonmul (ini hadiah)”

 

Rasa tak percaya, seorang jaebum memberikan hadiah untukku. Mataku sampai berkedip berulang kali karena ini begitu mengejutkan

 

“wuaaahh yeppeota”

 

Saat membuka penutup kotaknya, aku melihat lingkaran silver berbentuk rantai melingakar dan saling mengunci antara kedua unjungnya kemudian dihiasi dengan bandul bertuliskan ‘jaeni’. Aku melihat ke arah wajah jaebum yang juga sedang menatap wajahku hingga kami berdua saling tersipu malu

 

“ini untuk mu” jaebum melepaskan gelang tersebut dan memasangkannya di pergelangan tangan kananku

 

“oppa… sejak kapan kau membeli ini?” seketika aku mendadak bersikap manis padanya bahkan memanggilnya dengan oppa padahal kenyataannya aku dan jaebum berada pada tahun kelahiran yang sama

 

“hee….heeee…..” tawa renyah jaebum terdengar kala diriku memanggilnya oppa

 

“ini aku membelinya saat di gedung wahana. Kebetulan ada stand perhiasan dan aku sangat beruntung mendapatkan beberapa huruf yang menggabungkan nama mu dan nama ku”

 

“jinjja kamsahamnida jaebum-ah”

 

“ne”

 

Lagi….lagi…dan lagi,,, bahkan ini seperti adegan romantis yang selalu ada pada sin di dalam drama. Saat sepasang kekasih menyaksikan indahnya sunset, sang namja memberikan sebuah perhiasan indah untuk calonnya. Bedanya adalah aku tak akan mungkin jadi calon kekasih atau lebih tak mungkin lagi menjadi calon istri dari marga Im.

 

“niah kali ini kau berkhayal terlalu jauh” batinku

 

“apa kau selalu suka menggelengkan kepalamu?”

 

“ani…geunyang….ehhh…eummmm…..kamsahamnida” aku mengalihkan pembicaraan dan memilih untuk berterima kasih untuk kesekian kalinya”

 

“aigooo… kenapa waktu berjalan sungguh cepat” ujar jaebum yang melirik ke arah jam tangan miliknya

 

“aku akan mengantarmu sampai rumah” lanjutnya

 

“emmm”

 

Sudah 9 jam aku dan jaebum berjalan-jalan sepanjang hari ini, jika bukan karena undian date dalam acara fansign itu aku mungkin tak akan di sini bersamanya. Sebuah moment langka yang bisa ku dapatkan, membuat diriku tak berhenti bersyukur, walaupun hanya 1 hari namun paling tidak ini lebih dari yang ku bayangkan. Ternyata yang awalnya hanya dari mimpi bahkan hanya khayalan saja bisa berbuah manis. Kini aku dengan jaebum memiliki ikatan bukan sebagai ahgase lagi melainkan ahgase yang naik tingkat menjadi sahabat dekat walaupun aku berharap ingin menjadi pacarnya sih

 

“astaga…sindrom sasaeng fans membuatku hanya ingin memiliki jaebi seutuhnya” kembali kepalaku bergerak kekanan-kiri

 

Puk…puk…

 

“niah-yah…kita sudah sampai”

 

“oh..mian,,aku sedikit melamun”

 

“gwenchana, aku ingin mengucapkan terima kasih karena hari ini begitu menyenangkan” ucap jaebum sebelum melepas kepergianku

 

“ne…aku yang seharusnya berterima kasih kau sudah meluangkan waktu denganku”

 

Perlahan aku turun dari mobilnya “jaebum-ah josimhae kaseyo”

 

“ne. anyeong” jaebum terus melambaikan tangannya padaku

 

Akhirnya aku berpisah dengannya, walaupun sedih tapi semua ini sangat indah karena apa yang terjadi selama beberapa hari ini adalah sebuah kenyataan dan bukanlah sebuah khayalan. Salah satu memori yang seumur hidup tak akan pernah kulupakan dan tentunya sampai di kamar daeya aku bertransformasi menjadi kereta yang tanpa henti bercerita tentang date hari ini

 

*******

 

D-Day (back to Indonesia)

 

“hyung bagaimana dengan kencanmu kemarin?” tanya jackson yang baru saja bangun dan mengusap-usap matanya

 

“kenapa itu yang kau tanyakan saat kau masih belum sadar” ucap jaebum yang sedang asyik mengutak-atik laptop miliknya

 

“aaaaah…hyung jawab saja pertanyaanku” jackson mendekati jaebum yang masih asik menatap laptopnya

 

“oooh…. She is ……” suara jackson terdengar sangat nyaring dan keras hingga jaebum segera menutup mulutnya yang rumpi

 

“sssttttt….. pelankan suaramu heiss!!!”

 

“i-go yeoja….”

 

“majja.. dia adalah niah, ahgase yang kau bilang cantik”

 

“wah…. Foto mu dengannya benar-benar terlihat seperti sepasang kekasih” jackson ternyata sedang melihat-lihat foto jaebum dan niah saat kencan kemarin, yang baru saja dipindahkan dari ponsel milik jaebum ke laptop miliknya

 

“dia begitu cantik” ceplos jaebum

 

Jackson hanya mengangguk sambil melihat foto-foto niah dengan parasnya saat tersenyum, tertawa di permainan wahana salju

 

“kau tau coklat pedas yang kemarin kita makan adalah pemberian darinya…….”

 

“jinjaro? Kalau begitu aku akan minta coklat lagi padanya…eumm tentu dengan rasa yang lain” ucap jackson sambil menggaruk-garuk kepalanya yang gatal

 

“andwae”

 

“wae?”

 

“dia pulang hari ini”

 

“benarkah? Aigooo kenapa kau tak membawanya kemari kemarin, aku sangat ingin bertemu dengannya sekali lagi”

 

Flashback

Berat rasanya melangkah untuk masuk kedalam rumah tapi apa boleh buat karena dimana ada pertemuan pasti akan selalu ada perpisahan. Tanpa menoleh kebelakang aku lebih baik masuk kedalam karena kalau tidak bisa-bisa aku akan menangis sejadi-jadinya

 

“niah-yah?” jaebum meminta untuk memberhentikan mobil dan kembali menuju niah yang sudah berada di depan pintu rumah

 

Seketika aku menoleh dan berbalik menatap jaebum yang ternyata sudah berdiri di hadapanku

 

“eoh?”

 

“ba-bagaimana kalau besok ki-ta emmm… maksudku kita semua bermain bersama dengan member lainnya, eotte?”

 

“Ya Tuhan…jaebum mengajakku lagi untuk hangout  dan kali ini bersama member lainnya, ooh–itu pasti akan sangat menyenangkan..ta-pi…” ucapku yang hanya kulontarkan dalam hati

 

“niah-yah,,,Wa—waeyo?” jaebum panik ketika melihat mataku meneteskan air mata

 

“aku ingin sekali pergi bersamamu tapi……” sesaat aku terdiam karena tak sanggup untuk melanjutkan kata-kataku dan aku semakin tak kuat ketika jaebum meletakan jemarinya dipipi ku. Mengusap lembut tetes air mataku dan tatapannya benar-benar membuatku ingin berada dekat dengannya, aku ingin sekali memeluknya

 

“tenanglah, kau bisa mengatakannya perlahan” tangannya kini berada di pundakku

 

“ta-pi…..a-aku harus kembali ke Indonesia besok pagi” tak kuat lagi kini air mataku mengalir deras saat itu juga aku merasakan hangatnya pelukan dari seorang jaebum

 

Ia memeluk dan menenangkanku ketika tau bahwa aku tak lagi bisa bertemu dengan seorang idola. Ia memelukku erat bahkan tangannya kurasakan membelai lembut rambut dan kepalaku

 

“gwenchana… suatu saat kita pasti akan bertemu kembali”

 

Jaebum melepaskan pelukannya dan kulihat ia tersenyum manis di hadapanku… ah tidak— sepertinya lebih manis dari pada senyuman yang pernah ia lakukan

 

“masuklah…ini sudah malam dan cuaca lumayan dingin”

 

Dengan kondisi nafas sesak, ditambah lagi aku yang sedang menangis menjadi sulit untuk berpisah dari kenyataan indah ini

Flasback end

 

“coba kita bisa menemukan ahgase lain yang seperti dia” ungkap jackson

 

“tak perlu”

 

“wae?”

 

“karena aku punya cara lain”

 

…..

.

 

Sedangkan di waktu yang sama airport sepertinya sudah kebanjiran dengan isak tangis kedua sejoli ini. daeya dan niah saling berpamitan, karena entah kapan ia akan bertemu kembali.

 

“kau harus berkunjung lagi kesini kalau tidak kau tak akan pernah bertemu dengan GOT7 lagi” goda daeya

 

“kau jangan konyol… walaupun aku tak ke korea, GOT7 bisa saja konser di Indonesia”

 

“hikss…kau benar.. apapun itu kau harus tetap kembali”

 

“tentu…hiks…”

 

Pelukan terakhir, ku puas-puaskan dengan sahabat terbaik yang pernah ada dalam hidupku dan akhirnya kami berpisah saat pengumuman pesawat yang 15 menit lagi pintu boarding akan ditutup

 

“huuhh” aku menarik nafas panjang agar semua rasa yang bercampur ini dapat terkendali

 

Seat 2 dekat dengan jendela membuat diriku dapat melihat hamparan pemandangan kota seoul yang akan menjadi pandangan terakhirku tentang korea. Semua kenangan manis dan indah akan selalu kuingat dan ku simpan di memori yang paling terdalam. “anyeong…jaebongie”

 

Ucapku sambil melihat ke arah layar ponsel dengan background foto ku dan tentunya jaebum pada saat di restoran kemarin. Sepertinya waktu sangat membuatku menjadi terburu-buru hingga aku lupa untuk mematikan ponsel

 

“excuse me… could you please turn off your handphone miss?” ucap seorang pramugari yang sudah mengomeliku walaupun pesawat masih belum memasuki runway dan akan take off 15 menit lagi

 

Drrt…..drrrt…..drrttt….

 

Terlihat tanda pesan masuk, aku sudah menduga itu pasti dari daeya yang sudah merindukanku

 

“ha..ha..daey aku sudah bilang kau pasti akan merindukanku” ucapku sambil membuka lock pada ponsel

 

Aku sungguh tercengang dan tak mampu untuk berkata-kata…. Bahkan dalam hati aku bertanya apakah ini hanya khayalanku saja….

 

Plak….

 

Aku menampar pipiku sekedar untuk meyakinkan bahwa ini bukan hanya sebuah khayalan dan bersamaan dengan itu aku tersenyum bahagia–ah bukan–tapi ini lebih dari sekedar rasa bahagia yang pernah ku rasakan

pesan

FIN

 

Kyaaa…… selesai juga khayalan tingkat tingginya…..hihi

Gimana readers feelnya udah berasa ngajak baver belom nih… kalo ga ngefeel mian, author sudah berusaha semaksimal mungkin. /plak/alasanajanih

RCL juseyo…. Saranghanta readers…gomawoyo^_^

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s