FF/ ONESHOT/ LET’S DO IT!/ BTS-BANGTAN


lonely sad alone miss u tumblr girls wallpapers (1)

Let’s Do it!
Cast :
↔Kim Taehyung
↔Nam Heewon
Psyco, NC, AU | NC-21 | Oneshoot

Disclaimer : Warning for typo!

.
.
.

coolbebh™—Present
****

 

 

 
Debuman musik terdengar menggema besar di ruangan ini. Lampu disko yang berkerlap-kerlip mengikuti irama musik yang mengalun menghanyutkan raga. Mereka yang tertawa terbawa suasana, mereka yang melakukan seks dimana saja, dan mereka meraba-raba tubuh pasangannya yang bukan kewajibannya.

Seorang yang tengah mabuk menikmati vodca dengan tegukan ke duapuluhtiga-nya, ia tak henti-hentinya menahan gemuruh di dadanya yang terasa mencengkam bak’ ditarik tambang dan pedang. Gelas kecil itu sudah terlampiaskan sudah oleh dirinya, tak terkecuali si pelayan bar. Mata si rambut pirang ini sudah memerah liar. Ia memang tak sanggup lagi, namun keinginan untuk minum bertambah besar semakin meluap di nafsu iblisnya itu.

“Tambah lagi!” Suruhnya dengan membentak namun serak. Sang pelayan pun hanya menggelengkan kepalanya dan mengucurkan vodca tepat ke gelas yang di pegangnya.

“Ini kurang, idiot!”
“Sabar, sayang..”

Si pelayan kaget dibuatnya, ia bergidik ngeri melihat tingkah laku si pemabuk. Karena, baru kali ini ia melihat pelanggan mengamuk tak karuan dan menggumamkan seseorang.

“Sayang…” Suaranya yang menggoda mengelus perutnya yang masih terbalut kain kemejanya itu. Ia menatapnya tajam dan menepiskan tangannya dengan kasar.

“Hei, jalang! Pergilah! Jangan sekali-kali lagi kau menyentuhku, mengerti?” Ia mendorong dengan kuat bahu kecilnya itu sampai terduduk di lantai yang licin. Amarahnya si wanita seksi ini memuncak dan menghampiri si lelaki ini dengan memukul kepalanya menggunakan high heels-nya. Ia terperangah, menatap wanita itu disertai kilatan merahnya yang menyala.

“Kau berani padaku, jalang?”
“Kau yang jalang!” Buku-bukunya memutih, menahan amarahnya yang sudah memuncak di ubun-ubun kepalanya. Kepalan tangannya membuat aliran darahnya berdesir terhambat di sel-sel tubuhnya.

“Dasar!” ucapnya.
Tangannya yang hampir mendarat di pipinya terhambat oleh gerakan si empunya. Tenaga lelaki memang jauh lebih besar, ketimbang perempuan.

BRUGH

Hempasan itu membuat wanita ini terhuyung sejauh dua meter.
Ia meringis, mengaduh, merasakan sakit di punggungnya. Tangannya terinjak-injak oleh para pengunjung yang tengah mabuk dan menikmati musik DJ. Jeritannya semakin menguar, tak mengindahkan para pengunjung yang sedang menari-nari seirama dengan dentuman musik.

Lelaki itu—Taehyung. Si pengusaha muda yang akan haus nafsu birahinya. Mentalnya yang terganggu terkadang tak bisa mengontrol emosinya. Ia bisa membunuh ataupun memakan daging manusia. Kanibal? Entahlah..

Tubuh si wanita itu masih terombang-ambing oleh para kaki yang diatasnya. Menendangnya semakin menjauh dan membuat tubuhnya membiru.

“Tuan! Tolong aku..!” Teriakannya tak membuat Taehyung menolongnya. Ia hanya menjawab dengan senyuman sinisnya kemudian duduk dikursi yang telah di tempatinya beberapa menit yang lalu.

“Panggilkan madam! Si pemilik club ini! Cepat!” ucapnya. Sepenggalan katanya membuat wanita di hadapannya langsung menuruti ucapannya. Ia berlari dan mencarikan si Madam yang tengah makan malam bersama mafia high class.
Ketukan sepatu high heels mulai terdengar di indra pendengarannya. Lantas ia menoleh ke arah samping, terpampang jelas si wanita yang telah disuruhnya itu datang dengan dibaluti gaun pendek berwarna ungu. Sekalipun Taehyung sedang mabuk berat.

“Ada apa, Tn. Taehyung?”
“Carikan jalang baru disini. Tanpa sentuhan siapapun, hanya aku yang bisa menyentuhnya.”
“Oke. Tapi—bayarannya lebih mahal, Tn. Muda.” balasnya. Wanita ini yang akrab di sapa madam menyunggingkan sebelah bibirnya. Terlihat menantang dan arogan.

“Seratus juta dollar?”
“Kurang! Dia masih perawan, muda, dan—tak mempunyai pengalaman seks. Dan tentu saja dia lebih menghimpit jagoanmu itu. Bagaimana?”
“Satu miliar juta dollar!”
“Oke! Kamar 1364 di 31th floor!”

****

“Kau harus dandan jalang baru. Ada seseorang yang membayarmu mahal! Jadi, jangan memberontak!”
“Tidak..! Hentikan ini semua! Aku tak salah, hiks..”

BUGHH

Suara pintu besar berwarna coklat terbuka lebar. Memampangkan seorang lelaki bergaya kusut yang tengah melonggarkan dasinya.
“Oh, Tuan..”
“Keluar! Ini urusanku!”

Asisten seksi itu pergi sesuai perintahnya dan memberikan isyarat pada gadis ini dengan arti ‘berikan service yang paling memuaskan!’. Tahu dengan tatapannya ia menggeleng pelan di sertai isakan tangisnya.

Taehyung yang berjalan perlahan padanya, menampakkan senyuman iblis di sisi tubuh gandanya itu. Ia membuka kemejanya dan membuangnya kesembarangan arah. Heewon merasa takut, pori-pori kulitnya mulai mengeluarkan keringat dingin disertai degupan kencang di dadanya. Taehyung juga melucuti semua pakaian dalamnya di hadapan gadis yang masih polos itu. Ia memijit juniornya tepat di wajahnya. Sontak Heewon melotot setengah kaget. Perlahan namun pasti junior itu tegang dan berdiri dengan gagahnya menampakkan identitas kejantanannya.
“Kulum!” Sentaknya. Gadis ini menggeleng kuat dan menatap Taehyung nanar. Ia tak mau mulutnya terkontaminasi benda asing baginya.

“Ayo kulum, jalang!” Tangan besarnya menekuk tengkuknya dalam menuju juniornya yang sedang menegang.
Taehyung merasakan kehangatan di bawahnya, ia memejamkan matanya. Menikmati semua permainannya.
“Lumat dan pegang, bodoh!” Tangannya yang menjambak kuat si rambut hitam legam itu membuat dirinya menjerit histeris. Rasanya akar-akar rambutnya akan tercabut dengan secara terpaksa. Dirinya yang terikat oleh cengkraman Taehyung tak bisa berbuat apa-apa lagi. Tatapannya menajam, sudut bibirnya melengkung ke atas. Lidahnya membasahi bibirnya sendiri kemudian menyambarnya dengan kasar.

Lumatan-lumatannya membuat ia merasakan sesak napas, dirinya tak kuat lagi. Tangan Heewon mulai memukul dadanya kuat, meronta ingin di hentikan.

Plak! Plak!

“Tuannnhh—” Lenguhnya sakit. Taehyung menghambur bibirnya dengan kuat, dan mengigit bibir bawahnya denga mengeluarkan darah segar. Ia tak henti-hentinya memanggutkan bibirnya disertai menyatukan benang salivanya. Gerakan yang liar membuat Heewon merasa tak nyaman, jambakan yang ia berikan kemudian remasan kasar pada payudaranya yang masih terbungkus di lingerienya tanpa ampun.

Taehyung mulai mencari-cari benda yang selalu ia bawa pada lantai dingin ini. Pisau. Setelah itu ia langsung menancapkan pisau itu pada lingerie yang transparan. Entah bodoh atau tidak. Lingerie bisa juga dirobekkan oleh tangan kosong.

Srek!

Kulitnya yang putih bersih itu tergores oleh benda tajam itu dengan gerakan yang cepat. Goresan yang dibuatnya menimbulkan luka sepanjang 30cm di atas perut ratanya. Bibirnya yang tadi mencium bibir merah muda itu mulai menciumi perutnya secara perlahan yang membuat Heewon menggelinjang ngeri. Remasan kuat disertai robekan kain stoking hitamnya itu menjadi iringan melodi di seks ganas ini.

Jilatan yang dibuat Taehyung berhasil mengeluarkan lenguhan kenikmatannya. Ia merasa sangat jijik pada dirinya, yang seharusnya menimba ilmu malah melayani hidung belang dihadapannya ini. Ia kemudian menggigit lehernya yang jenjang itu. Meninggalkan bekas ungu kebiruan disana. Gigitannya yang kuat tak bisa mendeskripsikan apapun. Bukan hanya warna saja yang tertinggal disana namun bekas giginya dan darah pun sudah terpampang jelas.

Jilatan lidahnya itu mulai naik ke arah payudaranya, dihirupnya aroma tersebut kemudian melahap kuat nipple yang masih berwarna merah muda. Decapan di bibirnya terdengar jelas. Tangan kanannya meremas bokongnya dan tangan kirinya mengelus bulu halus disekitar kemaluannya.

“Eung.. Tuannnhh..”

Taehyung mulai memelintir nipple itu dan melahap lagi si payudara yang belum sempat di sentuhnya. Kaki Heewon mulai tak bisa diam, menendang si juniornya yang gagah menggantung disana ditemani twins ball-nya.

“Diam, bodoh!”

Plak!

Tamparan pipinya mulai memanas kembali dan ia meringis kesakitan, pipinya yang memerah itu pun sudah merasakan panas di sekitar pipinya.Ia meraba-raba kasur untuk mencari pisau yang sempat ia letakkan di atas kasur. Taehyung  memegang kuat lengannya yang memberontak keras. Dan kepalanya turun, melewati selangkangannya. Aroma yang tak aneh itu dihirup  olehnya tanpa merasa jijik sedikitpun.

“Hmm, wangimu.. kau membuatku gila, jalang..” ucapnya sembari melanjutkan aksinyayang tengah  memberikan kenyotan di lubang vaginanya yang terasa hangat. Lidah panjangnya itu membersihkan dinding lubangnya tak terlalu dalam. Untuk memberikan cairan lubrikasinya, ia meludahi si lubangnya dan mengemutnya kembali.

Taehyung tanpa aba-aba langsung menancapkan juniornya yang semakin membesar dan menegang di lubangnya. Kesempitannya itu membuat Taehyung melenguh panjang dan membuat dirinya memejamkan matanya sejenak. Heewon yang berteriak dan Taehyung menikmati syurganya.

“Desahkan namaku, jalang. Cepat!” Mata yang mengkilat itu membuat Heewon menangis. Ia takut, pikirannya mulai kalut. Jika dia—

CLEB!

“Akh!” Tancapan hebat di perut rampingnya itu membuat Taehyung semakin bersemangat. Batang besarnya itu kemudian lagi-lagi menancapkan gasnya tanpa persiapan terlebih dahulu.

“Tuan! Kumohon hentikan….”
Taehyung tak peduli. Ia memaju mundurkan sembari mengoyak perutnya yang bersimbah darah. Pisau itu berhasil membedah secara sadis. Isi perutnya keluar bersama darah yang keluar deras dari belahan perutnya itu. Tak sampai disitu, Heewon yang masih setengah gelinjang dan sekarat, tubuhnya masih ternikmati oleh dirinya.

“Mengapa kau diam? Mengapa matamu terpejam? Dasar jalang tak tahu diuntung!” Taehyung memegang payudaranya lagi yang seukuran genggamannya. Benda kenyal itu dijilat lagi bak’ seperti es krim.

Taehyung yang merasa kesal tak dibalas olehnya, ia memotong nipplenya dengan hitungan dua detik. Dan hilang entah kemana.

“Hahahahaha, kau lucu sekali. Jalang pantas seperti ini!” Taehyung tertawa setan yang butuh kesadaran. Ia bangkit dari kasurnya, kemudian berjalan kesana-kemari menikmati tawa atas kemenangannya.

“Dia mati? Hahahahaha!”
Usus yang menjuntai kebawah ia gunakan untuk mengikat tubuh Heewon. Mulutnya yang menganga dan dengan matanya setengah terpejam membuat Taehyung terasa puas dan menyenangkan.

“Begini lucu.” gumamnya. Ia terkekeh lagi, dan memegang pistol dari jasnya.

DOR!

Tembakan yang menuju dadanya tak menyukupkan nafsu Taehyung. Ia tak merasa kepuasan karena Heewon tak menjerit atau apapun itu.

Ya, Heewon mati ditangannya. Gadis yang masih berumur 17 tahun meninggal, ini pertama kalinya ia menjadi wanita komersial atas hutang-hutang orangtuannya. Putus sekolah menjadi pilihan.

.
.
.

‘Permirsa, korban pembunuhan di klub terkenal mulai dievakuasi oleh polisi. Diduga, ia dibunuh oleh pelanggan malamnya dan membunuhnya karena tak terpenuhi nafsunya. Motif pembunuhan ini belum diketahui.’

Lelaki ini menghela napas dan terduduk lemas, ia menangis. Bahunya yang naik turun itu mengartikan sebuah kepedihan. Bibirnya ia tekan dan menggeleng pelan.

“Ya Tuhan.. Aku membunuh seseorang lagi.. Tuhan…. Mengapa kau tak menyembuhkan penyakit mentalku?” ucap Taehyung yang masih menyenderkan tubuhnya di lantai. Desahan dari mulutnya terdengar, ia mengusak rambutnya secara kasar.

“Arrrggghh…!!!” Teriaknya menggema di ruang kerjanya.
“Tuan.. Ini aku, Heewon..”

END

Makasih udah baca^^

 

Advertisements

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

7 thoughts on “FF/ ONESHOT/ LET’S DO IT!/ BTS-BANGTAN

  1. psycho ‘-‘
    ending nya angker :’3 tpi seru lah..
    kpan2 bkn ff thriller ya thor hehe^^

    keep writing thor^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s