FF DRABBLE/ DON’T LEAVE ME/ BTS-BANGTAN


eb134b29d57e0230387280c5daa8b3ca1b7498a4_hq

Title : Don’t Leave Me
Jeon Jungkook [BTS] Jeon Hanmi [OC] | PG-17 | Sad, Family |

Warning! Typo everywhere.

——


coolbebh© Present

Dinginnya malam, membuat semua orang tak ingin keluar dari sarangnya. Lebih baik meringkuk di dalam kasur disertai gulungan selimut tebal yang menjalar ke seluruh tubuh. Tapi, untuk gadis ini.. Tidak sama sekali.

Ia berjalan dengan sangat tertatih, memegangi salah satu organnya yang menurutnya dikecawakan. Hanya dengan balutan baju tipis seadanya berwarna biru langit, tanpa alas kaki sekalipun. Wajahnya memancarkan kekecewaan yang amat dalam—kesalahan yang amat fatal.

Tubuhnya limbung, ia merasakan sekujur tubuhnya membeku oleh dinginnya malam dan hujan salju ini. Ia tahu bahwa ini sangat berbahaya untuk dirinya. Namun, nafsu setanlah yang menguasai tubuh ringkihnya itu.

Rambutnya terurai oleh tiupan angin, memberikan kesan dramatis jika dilihat secara langsung. Ia mulai terisak pelan dan tangannya pula memegang kepalanya. Pening—ia rasakan, lagi.

Ia rasa saat ini lebih baik meninggalkan dunia ataupun menghilang dari kehidupan orang lain.

Ia memegangi besi dingin yang saat itu tangannya sedang menompangi semua beban tubuhnya. Jalanan sepi—cocok untuk mengakhiri hidup. Lantas, apakah ia akan melakukan hal itu?

Pandangannya kabur ditutupi genangan air mata di pelupuknya. Pikirannya tertuju pada seseorang yang selama ini memenuhi relung hatinya. Walaupun ia membohongi frasa kata bahwa ia tak lagi menyayanginya.

Jeon Hanmi, gadis yang berusia lima belas tahun—menghembuskan napas yang paling terdalam untuk meredakan masalah.

Menangis dalam diam, ia lakukan saat ini. Bibir bawahnya ia gigit mengingat sebuah memori busuk secara tidak langsung.

Jadi, dia harus menyalahkan siapa? Untuk saat ini tekadnya sudah bulat. Dia harus mengakhiri semuanya.

Kakinya ia langkahkan pada besi dingin itu disertai helaan napas berat. Ia rentangkan kedua tangannya tanpa peduli bahwa misalnya oranglain akan memakinya atau memarahinya. Matanya yang melihat ke bawah—menuju sungai yang curam.

Memejamkan mata perlahan, kemudian menghirup oksigen dengan seksama.

Satu langkah lagi, ia menuju alam berbeda. Dan—

“Jangan..”
Suara itu, ia tak ingin di dengar lagi. Hanmi tahu siapa dia.

“Jangan lakukan,”
Frasanya kembali. Tapi, nampaknya ia tak ingin menolehkan kepalanya seincipun. Najisnya tak kepalang.

“Turun dan pulanglah bersamaku..”
“Berhenti! Jangan pedulikan aku, kak!”

Isakannya lolos saat ini. Nampaknya ia tak sanggup lagi menompangi semua bebannya. Ia merasa—pinggangnya terasa hangat, tangannya Jungkook yang merengkuh tubuhnya untuk turun ke bawah.

“Hanmi.. Kumohon, jangan lakukan.” Jungkook berkata lagi, Hanmi yang masih terisak merasakan pucuk rambutnya di kecupi oleh kakaknya.

“A-aku tak sanggup lagi, kak..” lirihnya berucap. Jungkook membalikkan tubuhnya menghadap tepat pada dadanya kemudian memeluknya hangat kembali.

“Suster bilang, kau kabur. Aku khawatir saat itu, dan nyatanya Tuhan masih mempertemukan kita.”

“Apa pedulimu, kak?” Ia mendorong tubuh Jungkook dengan kuat, amarahnya memuncak. Ia sangat membenci kakaknya namun ia juga merindukan dirinya.

“Kau jahat, kak!” Telunjuknya mengikuti arah pada wajahnya. Napasnya memberu, tersengal-sengal kembali yang nyatanya tadi sudah sedikit reda.

“Akh!” Gadis ini meringis, merasakan ngilu yang amat sangat. Perutnya terasa dililit oleh tali besi yang sangat kuat.

“Hanmi! Kau kenapa?”
“Ini sangat sakit, kak.”
Tangannya ia remas bajunya dengan kuat, tak lupa dengan bercucurnya keringat dingin di pelipisnya. Jungkook yang tak tahu apa yang dirasakannya, ia bingung harus melakukan apa.

“Ayo! Kita ke rumah sakit lagi, Hanmi.” Ujar Jungkook kembali. Ia rengkuh kembali tubuh Hanmi kepada pelukannya untuk meringankan rasa sakit.

“Tidak!” Tangannya menepis kuat uluran Jungkook. Ia tak ingin berurusan lagi dengan lelaki ini, yang notabenenya kakaknya.

“Jangan keras kepala, Hanmi! Ayo kita ke rumah sakit.”
“Tidak! Aku tak ingin di sentuh oleh bajingan seperti—”

PLAK!

Tamparan panas yang amat perih di pipi kirinya itu berhasil meremukkan hatinya.

“Sudahku bilang, turuti apa kata kakakmu ini! Jangan keras kepala, Hanmi!”

“Apa? Apa itu dirimu? Kau benar-benar menamparku, kak..” Hanmi menunduk, mengigit bibir bawahnya dengan keras membuat jejak disana.

“Maafkan kakak..” Jungkook kembali memegangi pinggangnya, kemudian mencium pipinya dengan hangat. Gesekan hidung mereka terasa lebih dekat dan deru napasnya juga. Jungkook mencoba melumat bibirnya dengan secara perlahan, membuat decapan lembut disana. Ia talikan lidahnya, menjelajahi setiap ruang mulutnya. Tahu diri bahwa ini di tempat umum, ia hentikan aktifitasnya. Dan berakhir memberikan kecupan manis yang singkat.

“Kak—”
“Aku akan bertanggung jawab, tenanglah. Bayi yang ada di dalam kandunganmu itu bayi kita kan?” Jungkook berujar kembali, ia menatap gadisnya dengan lamat. Menelusuri setiap pikiran yang ada di otaknya.

“Kita akan selalu bersama, membesarkan anak kita. Bukankah itu hal indah, Mi-ya?”

Ia mengusap perut yang masih rata itu, dan berjongkok mensejajarkan tubuhnya untuk mencium perutnya.

“Anak ayah.. Sedang apa kau disana?”
“Kak, dia masih janin.” Hanmi memegang pipi Jungkook dan mengelusnya secara perlahan. Ia menatap mata Jungkook dengan wajah yang berbinar.

“Aku mengerti. Jangan khawatir, Hanmi..”
“Bagaimana dengan sekolahmu, kak? Bagaimana jika—”

“Kita akan pergi ke Jepang, Hanmi. Urusan sekolah atau tidak itu urusan belakangan. Yang terpenting kau dan aku selalu bersama.” Jungkook mengusap pipinya yang hangat dengan ucapan penuh keyakinan, ia tahu bahwa gadis ini telah ragu pada cintanya.

“Tapi, kita adalah sau—”
“Aku tahu, jangan membahas hal itu lagi. Lebih baik kita merencanakan pernikahan muda kita, dan menyusun hidup baru. Mengerti?” Tanya Jungkook dan Hanmi mengiyakan.

“Ayo! Naik ke punggung. Aku tak mau anak pertama kita kenapa-napa.”

Ia menaiki punggung Jungkook, dan berjalan menenggelamkan rasa sakitnya. Bahwa ia berharap ini bukan hal sia-sia. Tangannya mengeratkan kembali di lehernya seraya tersenyum.

FINISH!!

Udah itu aja. Maaf genrenya incest :v

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

2 thoughts on “FF DRABBLE/ DON’T LEAVE ME/ BTS-BANGTAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s