FF Ficlet/ DON’T WORRY!/ BTS-BANGTAN


large

A story by coolbebh_®
Don’t Worry!
Kim Taehyung, Jeon Jungkook | Brothership | PG-15 | Ficlet

.
.

 

“Jungkook, kemarilah..”
Merasa terpanggil, ia menghampiri Taehyung dengan hati-hati. Meraba-raba semua angin ruangan dengan tangannya, ia tahu ia tak mempunyai alat pembantu.

“Hyung..”
“Ah, aku lupa!”
Taehyung—dengan sigapnya menuntun tubuhnya dengan kedua tangannya. Tungkai mereka menuju ruangan yang Taehyung tuju dan yang ia telah rapihi. Sungguh, ini terlihat lebih bagus daripada sebelumnya.

“Lihatlah! Kamarmu lebih terlihat keren, Kookie. Ada kesukaanmu—Iron Man! Kau pasti suka.” Jungkook tersenyum getir, kemudian memegang punggung tangan Taehyung dengan erat.

“Hyung, jangan lupakan aku buta..” Ucapnya dengan lirih. Ia melangkah masuk kemudian menduduki kasurnya yang telah lama ia rindukan dari sebulan yang lalu.

“Jungkookie, maaf—”
“Tidak, ini semuanya akan baik-baik saja, Hyung. Percayalah.”
Taehyung menatap Jungkook nanar dan menghampirinya. Tangannya yang cukup besar itu membelai surai hitam legamnya dengan lembut. Ia mencium puncak kepalanya, bernapas dengan berat, dan menatapnya dengan lekat. Taehyung tahu bahwa adik kesangannya itu mengalami hal yang sulit. Ia memang kakak yang bodoh, andai dia ikut bersama mereka—mungkin ia tahu kronologinya. Kendati itu tak bisa menolong apapun.
“Aku—baik-baik saja, Hyung..”
“Tidak! Kau jangan berbohong!” Kalimat Jungkook yang ia berikan padanya tak akan pernah membuat hatinya menghilangkan rasa bersalahnya. Ia tetap merasa bahwa dirinya tak becus mengurusi adiknya ini.

Jungkook yang seharusnya sekolah terpaksa berhenti begitu saja. Melihat ekonomi sang kakak yang sangat jauh dengan kata ‘cukup’. Hatinya merasa tak mampu lagi untuk menjalankan permainan dunia yang membuat dirinya terpuruk. Tak menyangka jika berakhir hal seperti ini.

“Hyung, ini.. sudah malam kan?” Pertanyaan Jungkook membuat Taehyung melonggarkan pelukannya, kemudian menatap jam dinding memastikan ini pukul berapa.

“Ya. Kau ingin makan? Sebutkan apa yang kau ingin makan, Kookie?”

“Aku tak ingin makan apapun, Hyung. Aku—ingin tidur saja.” jawabnya dengan pasti. Kemudian ia meraba-raba sprei putihnya bertujuan untuk mengambil bantal hangatnya.

“Baiklah jika itu keputusanmu, aku akan keluar dari ruangan ini. Selamat malam.” Ucapnya yang disambut oleh adiknya dengan senyuman. Ia memegang pipinya yang terlihat sedikit tirus dan menyelimutinya.

“Jika ada sesuatu, panggil saja aku.”

Taehyung melenggang pergi dan menutup pintunya hati-hati. Jika tidak, mungkin sebentar lagi ini akan ambruk total. Jangan tanyakan jikavmereka tinggal dimana, mereka tinggal dimana pun akan selalu bahagia.

Sadar bahwa Taehyung sudah pergi dari kamar kecilnya. Ia beranjak sebentar dan merogoh saku celananya yang terlihat lusuh. Pil, obat pil berwana hitam yang di pegang Jungkook. Ia tersenyum getir menatapnya, walaupun ia tak melihat sekalipun.

“Maafkan aku, Hyung. Jika aku disampingmu, maka hidupmu akan sial.” Ia mencoba membuka strip plastiknya kemudian memasukkan ke mulutnya. Tersenyum lagi bahwa ini akan baik-baik saja. Ia kemudian mencoba menutup matanya perlahan, berharap jika ia sudah bangun ia akan menempati tempat serba putih dengan makhluk-makhluk yang bukan sejenis dengannya. Atau… Hidup kembali menjadi reinkarnasi dan memperbaiki semuanya.

Dadanya perlahan terasa sesak dengan ritme tak menentu, tapi Jungkook tetap tersenyum kuat. Ini detik-detik terakhir kalinya ia hidup di dunia. Bukan dadanya saja yang terasa sesak, ia merasa kepalanya pusing dan jantungnya terasa berdegup dengan cepat cepat. Reaksi obatnya memang efektif mematikan sel-sel terpentingnya.

Tangannya yang putih itu meremas sprei putihnya, terlihat bahwa sekujur tangannya memerah karena terlalu kuat meremasnya. Ia berpikir bahwa ini tak seberapa, dibandingkan dimasa depan yang akan menyusahkan kakaknya.

Jungkook yang sudah melewati fase-fase yang menuju dunia berbeda itu terlelap dengan tenang, meninggalkan senyuman untuk kakak tercinta. Pil itu membuat jiwanya terbawa angin malam, melayang begitu saja.

Meninggalkan Taehyung yang sedang tertidur dengan lelapnya di sebuah sofa kecil.

“Kau jangan khawatir, Hyung.”

The End®

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

4 thoughts on “FF Ficlet/ DON’T WORRY!/ BTS-BANGTAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s