FF DRABBLE/ BELIEVE/ BTS-BANGTAN


12974297_474788949393440_7128177518071477174_n

Title : Believe
Cast : • Jeon Jungkook •Nam Heewon (OC)
Hurt/Comfort | PG -15 | Drabble
Disclaimer : Hargai usaha author gaeess!

coolbebh™—Present

.
.
.

Ketukan jari telunjuk dan jari tengah mulai terdengar pada papan sisi penyangga kursi taman. Ia termenung sesaat, menunggu seseorang yang selama dua bulan tak pernah berbincang lagi. Anak surainya mulai tertiup, menghanyut dalam hembusan angin musim semi. Bunga-bunga pun mulai bermekaran disana, meninggalkan kesan indahnya akan alam.

Tangannya menggenggam sebuah kotak nasi berisikan makanan favorit sang kesasih—sundubu jjigae, membuat masakan merah padam itu akan menggoyangkan lidah nantinya. Ia tersenyum simpul, kemudian menyingsingkan bajunya untuk memastikan waktu.

Oke, gadis ini memang sudah menunggu lebih dari dua jam. Dan dia yakin, kekasihnya itu akan datang, kendati itu terlambat sekalipun.

Pandangannya menuju pohon bunga sakura yang berwarna putih itu, seketika otaknya tak sengaja memerintahkan untuk kembali ke masa lalu. Ketika, cinta pertamanya bersemi dalam Sekolah Menengah Atas sampai saat ini. Dia—menyatakan perasaannya dengan senyuman dan kata-kata yang manis. Menampilkan deretan janji yang sangat indah.

“Aku—mencintaimu, Heewon. Percayalah..” Katanya, dulu. Kemudian berakhir dengan mencium bibirnya dengan lembut di bawah pohon sakura. Dan, dirinya sudah mencatat bahwa pohon sakura ini adalah saksi bisu cinta dan kasih sayang yang mereka rajut selam dua tahun enam bulan.

Bagaimana dengan sekarang?

Heewon tahu. Sangat tahu, bahwa kekasihnya itu sangat sibuk. Mengingat kalau dia adalah anggota dari tim basket dan populer karena ketampanannya. Hidungnya yang besar namun terkesan simetris, bibirnya yang lucu, dan garis mata yang unik.

Kemarin siang. Ia sempat bertemu dengannya. Ralat—melihat dia sedang berlatih untuk perlombaannya yang ia geluti selama ini. Tersenyum sesaat, kemudian membayangkan bahwa kekasihnya itu melihat dirinya di ujung ruangan meskipun remang-remang. Namun, dia tak peduli—atau fokus? Entahlah..

Semua murid, tahu tentang dirinya. Melebihi dirinya, mungkin. Namun, ketika dirinya melihat di tempat gelap ini.. Heewon melihat adegan pelukan mesra dari si ketua cheerleader, disambut dengan senyuman sumringah yang tak pernah ia berikan pada Heewon. Kemudian, Jungkook mencium keningnya serta menyatukan keningnya dan tertawa riang.

Apakah salah jika dia cemburu?

Heewon tak bisa memberontak, hanya balasan hati yang menyesak. Ia tak ingin berpikir aneh-aneh sebelum di beri penjelasan. Heewon putuskan bahwa ia harus bertemu besok dengannya.

Tepat saat ini. Mereka berjanji satu sama lain lewat chatting semalam. Orang yang bersangkutan belum datang juga, Heewon sudah bosan. Ia frustasi, bahwa pikirannya sudah menjalar kemana-mana.

“Heewon..” Panggil seseorang. Gadis ini menoleh ke belakang, melihat seseorang yang ia rindukan selama ini. Heewon sangat terkejut, senang, sekaligus terharu. Lelaki itu menghampiri, dengan senyuman yang tak biasa.

“Maaf menunggu lama.”
“Tidak apa-apa. Jungkook—”
“Ya?” Heewon kembali tersenyum.
“Aku merindukanmu, sangat.” Kemudian menghambur memeluknya erat. Ada rasa kecanggungan yang amat dirasakan oleh Jungkook. Dari segi apapun, memang mereka jarang memberikan kabar satu sama lain.

“Maaf,” ucapnya.
“Untuk? Kau tak mempunyai salah, Jungkook. Apa kau sudah makan? Aku membawakan makanan kesuk—”
“Aku ingin mengakhiri hubungan kita.”

Terpaku sesaat, kemudian mengerjap-ngerjapkan matanya. Heewon tertawa hambar bahwa ini hanyalah..

“Leluconmu sangat lucu, Jungkook-ah. Siapa yang mengajari?”
“Aku serius.” ucapnya tegas. Rahangnya mengeras, serta memperdalam pandangannya pada makhluk di hadapannya.

“Atas dasar apa? Apa aku melakukan kesalahan?”
“Tidak.”
“Lalu?”

Jungkook terdiam. Menundukkan kepalanya tanpa seucap kata.

“Jungkook?”
“Aku—tak mencintaimu lagi. Aku bosan!” Gugup memang, Jungkook mengatakan semua itu dengan nada gemetar. Dan, setetes air matanya meluncur lancar di pipinya. Ia menggigit bibir bawahnya bertujuan untuk rasa menggebu-gebu di hatinya. Kecewa, marah, kesal, aneh bercampur menjadi satu. Sejuta pertanyaan yang ingin dilontarkannya namun susah diungkapkan.

“Apa ini semua karena si Ketua Cheerleader itu? Apa yang telah kau lakukan?”
Jungkook memandang dirinya terkejut, merasa bahwa rahasianya terbongkar.

“Selingkuh?”
“Heewon-ah..”
“Bahkan kau tak memanggilku ‘sayang’ lagi padaku. Aku akui bahwa aku tak mempunyai segalanya, Jungkook..” Heewon kembali berbicara dengan isakan kecilnya. Tangannya gemetar hebat, tak kuat merasakan remuknya di hatinya.

Jungkook memberikan pelukan hangat lagi, kemudian memberikan kecupan kecil berulang kali di bibirnya.

“Maafkan aku, jangan menangis lagi..” lirihnya. Ia tak sanggup, seseorang yang selama ini sudah mengisi hatinya mewarnai harinya.

“Aku mencintaimu—”
“Aku tak bisa, Heewon. Sekali lagi maaf. Jangan menangisi lagi diriku, oke?”
“Kenapa, hm? Kau tak memberikan kronologis yang jelas! Oke, aku mengerti kau bosan denganku. Tapi, tak mungkinkan hanya itu alasannya?”

Jungkook kembali terdiam. Bergeming karena ucapannya. Ia ingin memberikan deretan kata yang bisa membungkam gadis ini, namun tak bisa. Tangannya terulur padanya, memberikan kehangatan sesaat.

“Akhir-akhir ini cuacanya sudah mulai menaik, bukan? Apa kau baik-baik saja?”
“Jangan mengalihkan pembicaraan, Jungkook!” Heewon berbicara tegas. Lelah dengan ucapannya yang berbelit-belit seolah-olah terhuyung oleh angin tornado.

“Ayo jawab!”
“Aku membuat kesalahan yang sangat fatal.” Nadanya di rendahkan, seolah-olah ia sedang terkurung di kelilingi jeruji.
“—tapi kau harus percaya bahwa ini hanya kesalahan..”
“Yang berujung dengan cinta? Begitu? Munafik kamu, Jung!” Heewon mendorong keras dadanya sehingga terhuyung ke belekang yang pastinya tak ada apa-apanya.

“Aku tak sadar waktu itu sungguh.. Dan aku harus—”
“Bertanggung jawab? Sudah ku duga dengan gelagatmu kau menghamilinya.”
Balasnya sinis. Ia mendesis sesaat disertai sumpah serapahnya.

“Maaf..”
“Bajingan, kau!”

“Apapun itu aku meminta maaf sebesar-besarnya..” Jungkook memeluknya kembali, tangannya mengusap punggungnya lembut dan di akhiri mengecup kening lama.

“Lupakan aku, carilah orang yang lebih baik dariku. Kau masih bisa bertemu denganku, Heewon. Namun status kita sudah berbeda.” Jungkook menghela napas sebentar, “—selamat tinggal, jaga dirimu baik-baik.”

Kemudian Heewon mencatat kembali di memorinya bahwa kisah cinta pertamanya tragis karena orang ketiga. Tepat di bawah pohon sakura putih ini, yang dulu menyaksikan indahnya cinta dan pahitnya cinta. Dia harus sadar bahwa Jeon Jungkook bukan yang terbaik untuknya. Seuntai kalimat dilontarkannya setelah punggungnya hilang bak’ ditelan bumi.

“Akanku pastikan kau takkan bahagia, Jungkook. Percayalah!”

THE END

Berikan komentar setelah membaca cerita fiktif ini.

 

 

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

2 thoughts on “FF DRABBLE/ BELIEVE/ BTS-BANGTAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s