FF/ A P O L O G Y/ iKON-EXO/ pt. 5


New poster APOLOGY

Author : @intanelfs

Tittle : A P O L O G Y

Range : Sad,Romance,School life,Family

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini hanya fiktif belaka yang berdasarkan pemikiran murni dari otak saya sendiri,jika kalian menemukan FF dengan cast yang sama,cerita yang sama,itu hanya kebetulan,dan saya minta maaf saya tidak tahu menau mengenai hal itu dan mohon di maklumi, Posted On https://fanfictionside.wordpress.com/

Rating : PG 16-17

Cast :

– Han Jia (OC/readers)

– Byun Baekhyun (EXO)

-Kim Hanbin (IKON)

– Other cast

 

Author NB :    # Happy Reading J

# NeedComment

# JustComment

#Typo Every Where

 

#Keesokan harinya…Minggu 9:20 pagi KST

Han jia masih belum bergerak sama sekali dari posisinya,dengan kaki yang di tekuk,dia masih terngiang kejadian tadi malam,jia berharap itu mimpi namun melihat bekas cengkraman tangan baekhyun dan juga beberapa tanda merah keunguan di lehernya memperjelas jika itu benar-benar nyata.

#flasback

jia membungkam bibirnya tidak memberi akses,karena baekhyun menciumnya dengan kesetanan.

Baekhyun merasa tidak di beri akses,baekhyun menggigit bibir bawah jia hingga gadis itu kembali meringis,baekhyun tersenyum disela ciumanya,jia kembali berontak,ia tidak ingin berakhir di tangan baekhyun

“baek,,hyun,,lepp,,askan aku”jia menangis sejadi-jadinya,jia sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk melawan baekhyun,kakinya sudah terasa lemas,dan hampir jatuh jika baekhyun tidak menahannya,jia tidak sadar jika tubuhnya sudah di giring diatas kasur.

Baekhyun menindih jia dan melepaskan kontak mereka dan menatap jia yang kini sudah sangat ketakutan,air matanya terus saja berjatuhan,baekhyun bisa melihat sedikit luka di sudut bibir jia karena ulahnya tadi,sedangkan han jia tidak menatap kearah baekhyun dia memalingkan wajahnya,dia harus mencari cara untuk melepaskan diri dari si brengsek ini,karena tidak seharusnya baekhyun melakukan ini padanya yang sebentar lagi akan berstatus sebagai kakanya

“kau terlihat ketakutan han jia”ucap baekhyun sembari menyingkirkan anak rambut,jia tidak bisa berbuat apa-apa karna baekhyun masih mencengkram kedua lenganya dan baekhyun masih menindihnya,dia harus mencari cara agar baekhyun mau melepaskannya.

“kau seharusnya tidak melakukan ini byun baekhyun”jia akhirnya berani menatap wajah baekhyun

“bukankah ini yang kau inginkan”baekhyun mengeluarkan smirk khasnya

“apa maksudmu,? Kita sebentar lagi akan menjadi saudara”jia berkata demikian untuk menyadarkan baekhyun

“saudara katamu,kau sendiri yang mengatakannya, kita tidak memiliki hubungan darah,apa kau lupa”,

“yaaaaak,,,byun baekhyun,,lepaskan aku”jia kembali bernotak,karena bernegosisasi dengan si berengsek ini benar-benar percuma pikirnya,namun baekhyun malah semakin mencekram lengannya kuat

“lepaskan aku,,,brengsek,kau bajingan,aku membenci mu,bajingan kau byun baekhyun,kau benar-benar seorang sampah”jia kembali terisak mencoba melepaskan tangan baekhyun dari lenganya,jia kembali menangis sejadi jadinya

“kau benar-benar harus di beri pelajaran”ucap bakehyun kini kembali melumat bibir pucat milik jia “aku mohon seseorang selamatkan aku”jia hanya bisa meneteskan air atanya berharap baekhyun segera sadar dan melepaskannya,jia tidak bisa melawan baekhyun lagi tubuhnya tidak memilik tenaga lagi,bahkan untuk mendorong tubuh baekhyun saja tidak kuat.baekhyun yang merasa sudah tidak ada perlawanan lagi,melonggarkan cengkramanya,bahkan baekhyun sudah mengalihkan ciumannya menuju leher putih jia,tangan baekhyun mulai berjelajah,tangan kirinya mulai membuka kancing seragam jia satu persatu,jia yang langsung sadar menghentikan tangan baekhyun yang tepat berada di dadanya,jia menggelengkan kepalanya pada baekhyun,namun baekhyun menepis tangan jia,dia melajutkan kegiatannya melucuti seragam gadis di bawah tubuhnya,bahkan baekhyun kembali mencium bibir gadis itu tapi kali ini terkesan lebih lembut,namun jia tetap membungkam bibirnya rapat-rapat.sekarang keadaan han jia benar-benar berantakan,rambutnya benar-benar tidak beraturan,bahkan bagian atas tubuhnya hampir terekspose,jia membulatkan matanya ketika merasakan tangan baekhyun kini tengah berada di sekitar dadanya,dia ingin memberontak tapi percuma saja tenaganya tiduk cukup untuk melawan baekhyun,apalagi dia masih dalam keadaan kurang sehat.

baekhyun merasa kali ini jia sudah menyerah,bahkan tangan baekhyun yang dari tadi  bermain di sekitaran dada jia terhenti,ia menatap gadis itu yang masih mengeluarkan air matanya,dia tidak mengangis histeris seperti tadi “sepertinya aku harus menghentikan hal konyol ini” pikir baekhyun,tangan baekhyun mulai mengancingi kembali seragam tipis milik jia,bahkan kini baekhyun sudah tidak menindih tubuh jia lagi,kini ia sudah duduk di tepi ranjang,jia merasa beban diatas tubuhnya sudah tidak ada lagi,jia mebuka matanya perlahan,dan benar baekhyun sudah duduk di sampingnya,jia melihat ke bagain tengah tubuhnya sudah kembali tertutupi,jia mencoba bangun dan duduk di samping baekhyun

“pergilah”ucap baekhyun,jia pun beranjak,ia menghapus air matanya yang masih saja berjatuhan,meninggalkan baekhyun yang menundukan wajahnya.

.

.

.

Jia terlonjak kaget mendengar seseorang mengetuk pintu kamarnya “apa itu baekhyun”pikirnya,jia melihat knop pintu terbuka dengan perasaan was was,pintu terbuka,menampakan seorang pria…jia memfokuskan kembali pandanganya…”oh Appa” perasaan lega menyelimutinya. Jia membenari letak rambutnya untuk menutupi sekitar lehernya. Tuan han duduk di pinggir ranjang.

“appa pulang lebih awal,,apa kau baik-baik saja?” tuan han terdengar sangat khawatir dengan putri satu satunya,jia hanya membalas dengan menganggukan kepalanya.

“dokter lee sebentar lagi akan datang untuk memeriksa mu..tunggulah sebentar”,mendengar penuturan ayahnya jia langsung mengangkat wajahnya untuk mengahadap ayahanya

“appa,,aku baik-baik saja,,,appa tidak perlu menyuruh dokter lee,aku akan memintanya datang jika aku merasa tidak enak badan,,appa.. sungguh aku baik-baik saja”

“benarkah?,,baiklah jika itu yang kau inginkan…jia-ya perlu ayah menyuruh ibumu datang?”

“aku butuh istirahat”jia memabaringkan tubuhnya,menutup semua tubuhnya dengan selimut begitu juga wajahnya,ayahnya hanya menghela napas panjang dan meninggalkan kamar jia. Jia mendengar suara dari handphonenya berdering,sesorang tidak di kenal meneleponya,jia mengabaikannya,namun panggilan telpon membuat handphonenya kembali berdering.jia hanya menghela napas dan menmpelkan handphone di sekitar telinganya,tanpa mngeluarkan suara

“deo gewenchana?”

“kim hanbin?”

“eoh,,,ini aku,,,biasakah kau jawab pertanyaan ku tadi”

“apa aku harus menjawabnya?”

“setidaknya dengan begitu rasa khawatir ku berkurang”

“……..”

“kenapa kau diam?  yaak”

“aniii,,,aku tidak baik-baik saja,,apa dengan aku mengatakan begitu kau akan berlari ke rumah ku”

“aku memang sudah ada di depan rumah mu”

“berhentilah membual,,,aku sedang tidak dalam mood bercanda”

“berjalanlah kearah balkon”

“kaki ke terlalu lemas untuk berjalan”tapi jia berjalan pelan kearah balkon,jia melihat hanbin kini dengan posisi bersandar pada mobilya sambil melambaikan tanganya kearah jia

“kenapa wajahmu begitu mengerikan,?”Tanya hanbin

“kim hanbin apa sedang bertaruh dengan teman mu,,jika kau menang berapa banyak yang kau dapatkan?”

“……”tidak ada jawaban dari hanbin

“sepertinya aku benar…pulanglah”jia hendak mengakhiri panggilanya dengan hanbin

“kau terlihat menyedihkan han jia”ucap hanbin dengan menatap kearah posisi jia berada

“mwo,,apa kau bil..”

iya. Kau..menyedihkan.aku benar-benar kasihan padamu,,apa dengan memendamnya sendiri masalahmu akan semakin membaik?,,sekarang di mata ku,kau sangat butuh tempat bersandar, kau merasa kepalamu ingin meledak,kau sudah tidak tahan ingin menangis,kau mencoba terlihat kuat di depan orang lain, tapi itu tidak belaku untuk ku”

“……”jia terdiam ,entah kenapa perkataan tajam hanbin membuat dadanya terasa sesak,matanya terasa sangat panas,dan air bening mengalir begitu saja

“aku tidak tahan melihat mu seperti itu,jika kau ingin menangis seharusnya kau menangis,,dasar gadis bodoh

“aa-ku takut”lirih jia

arraaa..jadi kau mengislah sepuasmu… istirahatlah”

“gumawoo”jia mengakhiri panggilan dengan hanbin,memasuki kamarnya kembali

.

.

.

Baekhyun memakirikan mobilnya di depan rumah,dia berjalan kearah gerbang rumah,namun langkahnya terhenti saat matanya menangkap sosok namja tengah bersandar di pinggir mobilnya

“pacarnya han jia? Anii dia bukan pacarnya”pikir baekhyun.hanbin melirik jam tanganya kemudian berlalu tanpa melihat kearah baekhyun yang tengah menatapnya .

Jia memutuskan untuk keluar kamar setelah berhenti menangis beberapa menit yang lalu karena tengggorkaknya terasa kering,saat menuruni tangga dia melihat sosok baekhyun tengah berjalan kearahanya sambil menatap kearah jia. Sontak jia langsung membalikkan tubuhnya,jia belum siap bertemu baekhyun,dia memilih menghindari baekhyun saat-saat ini,seperti sarapan tadi jia tidak mau keluar kamar,ia memilih sarapan di kamarnya,jia berjalan dengan cepat kemudian menutup pintu kamarnya rapat-rapat. Byun bekhyun yang melihat itu hanya senyum-senyum tidak jelas

dia menghindar,,,jika saja kau tidak berkata seperti itu pada ku maka semua ini tidak akan terjadi,,,” baekhyun sekarang berada di depan pintu kamar jia,dan mengetuk pintu kamar jia. Jia yang posisinya bersandar dipintu sambil memengang dadanya karena jantungnya seperti ingin melompat keluar “beoyaaa,,kenapa dia mengetuk pintu kamar ku” jia mulai panic “ tenanglah han jia ,,,kau harus menghadapi si brengsek itu” jia menarik napas kemudian membuka pintu ,dan menatap baekhyun yang tengah menatapnya juga,rasa gugup masih melanda jia,mereka belum membuka suara.baekhyun berdehem.

“apa tidak ada yang ingin kau katakan padaku?”Tanya baekhyun

“aku masih memikirikannya,,,maka setelah itu aku akan menemui mu” ucap jia di kata terakhirnya. Bola mata jia melirik ke kiri  kanan karena merasa kurang nyaman . Baekhyun melihat jia sambil sedikit mengangguk,kemudian sedikt mengangkat sudut bibirnya karena melihat sekitar leher jia,matanya focus ketanda yang dia buat.

“jia”baekhyun memanggilnya,jia pun menoleh menatap baekhyun

“yang salah bukan aku saja tapi kau juga” kemudian baekhyun berlalu “arra” ucap jia lirih yang tidak di dengar oleh baekhyun. Sebenarnya jia sudah memikirkan hal itu,dia tahu kesalahnya,seharusnya dia tidak berkata seperti itu pada baekhyun apalagi berkata jelek tentang ibunya baekhyun,jia berpikir kalau dia diposisinya baekhyun jia pasti akan sangat marah,sejelek-jelek seorang ibu mana ada anak yang rela ibunya di hina,itulah yang dia pikirkan,jia merasa melampiaskan kekesalan pada baekhyun dengan berteriak seperti itu,”jika saja waktu itu aku datang mengucapkan terima kasih semua itu tidak akan terjadi” jia mengacak rambutnya ,kemudian membanting pintu kamarnya.

Jia memutar-mutar tubuhnya diatas kasur sambil mengacak rambutnya.

“aish,,,,aku tidak tau harus bagaimana,,han jia ini sama sekali bukan dirimu,kau harus melakukan sesuatu,ini sudah mau hampir tengah malam” jia mengaambil ponsel di sampingnya,mencoba menelepon sesorang

yeobseoo?,,”

eoh kim hanbin,ini aku” ucap jia,

“kenapa kau meneplon ku tengah malam begini?,kau merindukan ku huh?” jia hanya terkekeh mendengar penuturan hanbin

“aku ingin bercerita sesuatu padamu,,,tapi sepertinya kau sudah mengantuk”

“apa itu?,kau sudah membangunkan ku,setidaknya kau harus bercerita”

“ini cerita temanya temanku”

“temannya temanmu? Setauku kau tidak memiliki seorang teman”ucapnya dengan nada mengejek

“yaaak,,kau pikir aku tidak memiliki teman,aku juga mahluk social,, bodoh”

“araseoo,,ada apa dengan temanya teman mu itu”

“eoo,,jadi begini temanya teman ku ini ada masalah,sebenarnya temanya temanku ini sedikit tidak tau diri,seseorang yang aku tidak tau namanya membantunya tapi dia tidak mengucapkan terima kasih melainkan marah-marah bahkan mengatakan kepadanya dia itu seperti sampah,,apa menurutmu itu keterlaluan?”

“kau benar-benar keterlaluan han jia”ucap hanbin,jia hanya membulatkan matanya

“yaaak itu temanya teman ku,bukan aku”

“terus bagaimana reaksi dari seseorang yang tidak kau tau namanya itu” jia terdiam dia tidak mungkin menceritakan kejadiannya pada hanbin

“dia tidak menceritakannya,jika itu kau apa yang akan kau lakukan pada temanya teman ku”

“aku akan membunuhnya dengan racun sianida”

“aish,,aku serius,,menurutmu temanya temanku ini harus minta maaf atau tidak”

“jika temannya teman mu merasa tidak enak ya sudah sangat jelas dia harus minta maaf,tapi menurutku dia tidak akan di maafkan”ucap hanbin,jia hanya terdiam

“dia juga tidak sepenuhnya salah”lirih jia

“tapi katamu dia yang memulainya duluan dan dia juga yang harus minta maaf duluan”

“araseoo,,aku akan mengatakanya pada teman ku untuk memberitahu temanya itu,kalau begitu ku tutup telponya”

“yak kau benar-benar tidak tau diri,kau membangunkanku tengah malam begini untuk memberikan saran pada temanya teman mu yang gila itu tanpa meengucapkan terima kasih dulu pada ku,setidaknya kau mengucapkan ‘selamat tidur  sayang mmuaaah’,,atau apa”jia yang mendengar perkataan hanbin bergidik ngeri mendengar kata sayang

“selamat tidur kim hanbin,jika kau ingin mendengar kata sayang dari ku,lanjutkan dalam mimpi mu”jia menutup telponnya kemudian beranjak ke meja belajarnya,duduk dan mengeluarkan sebuah kertas kosong.

“Karena rasa gengsi ini terlalu besar aku harus mengatakan permintaan minta maaf melalui sebuah surat” ucap jia yang sudah mulai menulis.

.

.

.

Jia membuka knop pintu kamar baekhyun secara perlahan sekarang sudah hampir tengah malam setidaknya baekhyun sudah tidur pikir jia,dan benar baekhyun memang sedang tertidur pulas jia menghela napas setidaknya dia harus menaruh surat yang ia tulis di dekat meja tempat tidur baekhyun.

Jia berjalan dengan sangat pelan agar tidak menimbulkan suara yang bisa membuat baekhyun terbangun, jia melamabaikan tanganya ke wajah baekhyun,kemudian hendak meletakan surat yang ada ditanganya,namun itu terhenti seketika lenganya ditahan oleh baekhyun yang tengah menatapnya dengan datar

“apa yang sedang kau lakukan tengah malam begini di kamar ku”ucap baekhyun,jia hanya terdiam mencoba memikirkan sesuatu

“aaaaku,,aaa ini”jia menunjukan surat yang ada di tanganya,baekhyun mengeluarkan senyumnya,dan teruduk di pinggir ranjang

“jangan bilang kau menulis surat permintaan maaf?”Tanya baekhyun jia hanya tetunduk

“bacakan untuk ku,setidaknya kau harus membacakannya untuk ku”

“byun baekhyun apa kau tau ini sangat memalukan bagi ku,,bacalah sendiri”

“kau akan lebih sangat malu jika aku membacanya sendiri” jia pun menghela napas dan ikut terduduk di samping baekhyun

“aaah,,heeem “jia mencoba menetralisir suarnya  agar tidak terdengar gugup,jia mulai membuka kertas yang tadi ia tulis,kemudian menghela napas

“mian,,,seharusnya aku tidak berkata seperti itu padamu,dan juga ibumu,aku memang salah telah melampiaskan kekesalanku padamu,sekali lagi aku minta maaf”jia melirik kearah baekhyun yang kini tengah menatapnya tanpa berkedip

“byun baekhyun kau juga salah kau juga harus minta ma…”jia menatap kearah baekhyun

“mian,,,aku juga salah,aku juga tidak sepantasnya melakukan hal itu padamu,aku terlalu terbawa emosi” baekhyun tersenyum jia terlihat salah tingkah karena menurutnya senyum baekhyun terlalu mempesonanya,mata mereka bertemu,jia tidak bisa mengalihkan pandangannya kearah baekhyun begitu juga baekhyun,tiba-tiba baekhyun mendekatkan wajahnya kearah jia,jia tidak berkedip sama sekali baekhyun terlalu mempesona di bawah lampu kamarnya yang remang-remang,baekhyun tersenyum saat jia mulai menutup rapat matanya,baekhyun terdiam sejenak menatap bibir pink pucat milik jia,kemudian baekhyun mendaratkan sebuah ciuman ke kening jia bukan ke bibirnya,jia langsung membuka matanya,entah kenapa baekhyun begitu sangat manis jika bertindak seperti ini,mata mereka kembali bertemu.jia begitu terlihat kikuk,matanya melirik ke kanan kiri

“han jia”panggil baekhyun,jia hanya menatap baekhyun

“kau mau berkencan dengan ku?” Tanya baekhyun. Jia hanya tediam menatap kosong ke depan,”Han jia,bangunlah dari mimpi busuk nan biadab ini”ucapnya kemudian menampar pipi kanannya sendiri. “beoyaa?,,aku tidak merasakan sakit sama sekali,,aku yakin ini mimpi” jia kembali menampar pipinya. Jia langsung terlonjak kaget dari posisi tertidurnya diatas meja belajarnya. Jia mengelengkan kepalanya dan menepuk kedua pipinya

“terima kasih Tuhan untung hanya mimpi”

.

.

.                                

“jia-ya kau yakin akan ke sekolah?”Tanya ayahnya yang baru duduk untuk sarapan

“ne,,aku sudah merasa lebih baik”ucap jia. jia melirik jam tanganya kemudian melirik sekitar meja makan ada ayahnya,Ny.yoon,namun tempat yang biasanya di duduki baekhyun kosong “kemana perginya?,,apa dia sudah berangkat duluan?” pikir jia dengan wajah bingungnya.

“kau mencari baekhyun? “tanya ayahnya

“AAAANYEOO”teriak jia membuat seisi ruangan menatap heran padanya.

“baekhyun sudah berangkat dari tadi”ucap Ny.yoon sembari tersenyum kearah jia.

“sepertinya akhir-akhir ini baekhyun terlihat sibuk”ucap tuan han pada Ny.yoon

“mmm,,katanya dia memiliki banyak kegiatan di kampus dan beberapa kegiatan praktik di rumah sakit,kemungkinan akan jarang di rumah”.

.

.

.

Jia masuk kedalam mobil  yang sudah di tunggu sang supir.

“selamat pagi Nn. Jia”sapa park ahjussi

“ne”jawab jia singkat. Jia membuka tasnya mencari sebuah buku untuk di baca jika sedang berada di dalam mobil. Saat mobil hendak keluar dari pekarangan rumah tiba-tiba Ny.yoon memanggil park ahjussi untuk berhenti

“apa terjadi sesuatu?”Tanya park ahjussi

“aku ingin menitipkan  ini untuk baekhyun, karena dia tidak akan pulang selama beberapa hari” Ny.yoon menyerahkan sebuah tas “bisakah ahjussi mengantarnya ke kampus baekhyun”

“ne,,tentu saja”. Jia yang dari tadi menyimak percakapan mereka hanya memasang wajah kesalnya. “apa dia sesibuk itu sampai tidak bisa pulang?” pikir jia.

“aggashi,,sebaiknya saya antar dulu ke sekolah,setelah itu saya akan mengantar ini ke kampus tuan muda baekhyun”

“ani,,antar saja itu dulu ke kampus baekhyun”

“apa nanti tidak akan terlambat?”

“sekolah sedang melakukan persiapan untuk festival acara tahunan,jadi kegiatan belajar untuk sementara di tiadakan”.

.

.

.

Mobil berhenti di parkiran. Didepan sana terpampang jelas tulisan besar Fakultas kedokteran Program study psikologi yang merupakan kampus baekhyun “ agshsii mohon tunggu sebentar,”

“anyeo,ahjussi,,,biar aku yang mengantarnya ke baekhyun ada yang ingin aku bicarakan denganya.” Ucap jia keluar dari mobil sambil mengambil tas yang tadi di tangan park ahjussi.

Jia berjalan santai walapaun beberapa pasang mata menatapnya heran. Jia sudah berada di dalam. Jia melirik sekitar. Jia mengambil handphone di sakunya. “aku lupa ,,aku tidak memiliki nomer baekhyun”. Jia terdiam di tempat. Bingung harus kemana sedangkan beberapa orang sedang menatapnya dengan aneh.

“sepertinya aku pernah melihat dia masuk dalam berita” ucap mereka setengah berbisik

“ibunya,,ya ibunya pemilik PL group” sambung salah satu gadis disana. Salah seorang namja melintas disamping jia. hanya lewat saja. Kemudian kembali dengan langkah mundur menghadap jia.

“eoh,,kau,,” ucap namja itu . jia hanya melihat namja itu dengan datar .

“apa yang kau lakukan disini? Kau kesini untuk mencari ku” Tanya namja itu.

“duguseo?,,apa kau mengenal ku?” Tanya jia kembali dengan tatapan aneh.

“kau lupa?” namja itu mengeluarkan handphonenya,kemudian menujukan jia sebuah gambar. Ya gambar yang terlihat dia sedang berpose dengan vas bunga di rumahnya.

“si supir taxi alay?” Tanya jia kembali. Namja itu hanya mengangguk. “apa kau menarik penumpang kesini?”

“tidak,,aku berkuliah disini,,dan kau kesini untuk apa? Seharusnya kau ke sekolah” “NAMISAAA”ucap jia kesal kemudian berlalu meninggalkan namja itu.”waaah saagaji jinja,,memang benar orang kaya itu kasar semua,,yak kau mau  kemana” ucapnya sambil mengikuti langkah jia.

Jia menghentikan langkahnya di koridor. Itu baekhyun. Dengan seorang  yeoja disampingnya. Baekhyun mendelikan matanya kearah jia. kemudian baekhyun berjalan kearah jia. “apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau belum berangkat sekolah” Tanya baekhyun. Jia hanya memberikan tas pada baekhyun.

”ibu mu menitipkannya padaku”

“sepertinya bukan padamu tetapi pada park ahjussi” ucap baekhyun tersenyum meremehkan ke jia. “itu,,aaa ada yang ingin aku bicarakan padamu” .

tiba-tiba dari arah belakang jia,namja yang mengikuti langkah jia berteriak. “yaak  kau si anak SMA kurang ajar,”. Jia membalikkan badanya “supir taxi gila itu lagi,,,ada apa ?” ucapnya. “kau seharusnya berterima kasih padaku”.teriaknya kesal

” Yak lee jia bagaimana kau bisa mengenal Oh sehun?” Tanya baekhyun . belum sempat dijawab jia ,lengan jia sudah di tarik namja yang bernama oh sehun.

“oppa siapa gadis SMA tadi?” Tanya yoeja di samping baekhyun.

“tetangga ku”.kata baekhyun dengan nada datarnya.

.

.

.

jia berjalan gontai menuju gedung aula sekolahnya. Karena ia diberi tanggung jawab sebagai panitia festival tahunan sekolahnya,jadi dia tidak ingin mendapat teguran dari kepala sekolah.

Acara festival sekolah yang akan diadakan selama 3 hari merupakan acara untuk memeperingati hari jadi sekolahnya. Dimana pada acara itu akan ada berbagai macam event,seperti pertujukan dari setiap perwakilan kelas. Dimana diacara puncak,yang biasanya di gunakan sebagai ajang cari jodoh,karena setiap sekolah akan di undang dalam festival tahunan Yonsei High school.

“jia-ya bagaimana persiapannya?” Tanya kepala sekolah yang baru saja memasuki aula.

“berjalan lancar,,tapi ada sedikit masalah untuk kegiatan out door”

“masalah apa?” Tanya kepsek “begini,,karena kegiatan intinya di luar,kami memperkirakan mungkin akan terjadinya hujan,sedangkan beberapa stand dari setiap kelas berada di lapangan,dan untuk acara penutupanya juga di lapangan,sedangkan aula gedung hanya untuk acara pembukaan”

“itu akan menjadi masalah besar,,,bukankah akan ada kembang api di akhir acara,,berdoa saja agar tidak hujan” ucap kepala sekolah kemudian berlalu. Jia menghela napas panjang “dia tidak memeberikan solusi sama sekali”. “tolong panggil sesi acara kesini?” ucap jia di talkwalki di tangan kirinya.

“waah kau benar-benar terlihat sibuk” ucap hanbin yang sudah berada di samping jia.

“aku sedang menyibukkan diriku untuk menghidar dari mu” jawab jia ketus. Karena dari jia sampai di gerbang sekolah hanbin sudah seperti satpam berdiri tidak jelas disana,mengikuti jia kemana-mana bahkan ke kamar mandi,sehingga hanbin mendapat jitakan keras di kepalanya.

“waah kau benar-benar menyebalkan, selain itu kau mudah marah,kau terlalu cuek, kau kurang peka,dan kau sangat aneh,, tapi kenapa aku ingin terus bersama mu?” ucap hanbin panjang lebar. Jia tersenyum.

“yak jangan tersenyum seperti itu,,kau terlihat mengerikan” jia kembali tersenyum kearah hanbin

“aku sudah memperingati mu” ucap hanbin kemudian langsung menicum singkat bibir jia. jia menatap depan dengan tatapan kosong. Sedangkan hanbin sudah berlari tunggang langgang.

#To be continued/End?

#DontForgetComment J

NB : mian mian jikyeojuji mothae mianhae ! maaf karena baru bisa ngupdate,karena masih sibuk sama perkuliahan. bagaimana menurut kalian? Silahkan comment ! *commercial break* aku ada project FF baru Judulnya Summer Day Kim dani,sedikit spoiler untuk menarik perhatian kalian ceritanya si dani ini bakalan pindah dari jakarta ke korea di daerah terpencil. Disana bakalan ketemu sama penduduk pribumi seperti SEHUN (anak dari kepala desa) CHANYOL (pewaris ubi jalar) dan BAEKHYUN (si tuan tanah yang suka berkelahi).

Advertisements

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

6 thoughts on “FF/ A P O L O G Y/ iKON-EXO/ pt. 5

  1. Mungkin ini bisa dijadikan novel klo udah selesai 😚
    Bagus banget nih FF klo di jadiin novel bakalan ak beli ini 😄

  2. Semakin suka sama ceritanya… Btw kapan ff ini berlanjut…. Sekian lama ku tunggu-tunggu… Tolong dilanjut ya kak, aku suka ceritanya, hwaiting kak author

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s