FF/ BTS 7 SOUL/ BTS-BANGTAN/ pt. 11


11902518_869875126416742_4665585678208730251_n

Tittle :
BTS 7 Soul

Author :
Lingkyu88

Lenght :
Chapter

Language :
Indonesia

Genre :
Romance, Friendship

Rate
Mature, NC -17

Main Cast :
Boys :
– Park Jimin
– Kim Taehyung
– Jeon Jungkook
– Kim Seokjin
– Min Yoongi
– Jung Hoseok
– Kim Namjoon

Girl :
– Kim Eunjin
– Kwon Minyoung
– Lee Namjung
– Han Ara
– Shin Sang Eun
– Choi Hyena
– Oh Yeonkyung

Other Cast :
– Goo Junhoe
– Max Changmin
– Oh Hayoung
– Park Eunsol
– Yoon Bomi

Cover by :
Cover Story Fanfiction Korea

Disclaimer :
BTS members are not mine but this fanfic is pure my imagination. I give this fanfic mature rating cuz there will be parts that contains with sex, harrasment, blood, & drugs. Please don’t be silent readers and plagiator. So ignore typos, enjoy the story!
Thanks~~ ♥♥♥

[CHAPTER 11 : LOVE IS]

-Author POV-

Yoongi menyetir mobilnya dengan santai. Di sampingnya duduklah seorang gadis pujaan hatinya, Hyena. Mereka berencana pulang ke rumah Hyena untuk meminta ijin pada ibu Hyena.

“Yoongi, kau kenapa? Dari tadi senyum-senyum sendiri,” tanya Hyena pada Yoongi.

“Tidak apa-apa. Akhirnya aku bisa bertemu lagi dengan ibu mertua dan adik ipar,” jawab Yoongi.

“Calon. Kita belum menikah, Yoongi,” ujar Hyena.

“Jadi, kau tidak mau menikah denganku?”

“Aku tidak mau… menolak,” Hyena menggoda Yoongi.

“Tsk! Andai saja bisa, aku ingin kita menikah sekarang juga.”

“Jangan kebanyakan berkhayal, Yoongi.”

“Jadi kau tidak mau menikah denganku?”

“Aku mau. Tapi kenyataan belum mengijinkan kita untuk menikah sekarang. Lagipula kita masih kuliah. Aku tidak tahu kenapa kau terlalu buru-buru ingin menikah.”

“Agar kau tidak dimiliki orang lain. Kau itu milikku. Urusan kuliah kita bisa selesaikan setelah menikah. Lagipula kau tidak kuliah pun tidak apa-apa. Aku masih mampu menafkahimu dan keluargamu.”

“Yoongi, jangan egois. Aku juga ingin membuat ibuku bangga padaku. Agar tidak sia-sia perjuangannya menyekolahkanku.”

“Kapan kau selesai kuliah?”

“Satu tahun lagi. Kau bisa lebih bersabar, kan?”

“Tidak.”

Hyena memutar bola matanya. “Aku malas berdebat denganmu.”

Hening. Terkadang mereka seperti anak kecil yang sama-sama keras kepala. Tapi biasanya Hyena lah yang mengalah untuk meminta maaf lebih dulu. Sangat beruntung Hyena sangat dewasa dan mudah memaafkan.

Yoongi memarkir mobilnya di tepi jalan. Hyena memang tidak memiliki garasi atau pun tanah yang cukup untuk meletakkan mobil Yoongi tepat di depan rumahnya.

Hyena melepas seatbelt-nya dan bersiap-siap keluar. Namun, saat memegang knop mobil Yoongi, Hyena menoleh Yoongi yang diam saja.

“Ayo turun,” ajak Hyena.

Yoongi tidak menjawab dan menatap lurus ke jalan di depannya dengan ekspresi datar.

“Ayolah Yoongi, jangan seperti anak kecil,” ujar Hyena pelan.

Yoongi masih saja diam tidak menjawab.

“Turun atau aku tidak jadi ikut denganmu?!” Akhirnya Hyena mengancam Yoongi karena kesal.

“Cium dulu!” Jawab Yoongi datar.

“Astaga, Yoongi. Kau ini benar-benar kekanakan.”

“Ayo cepat cium. Atau aku tidak mau turun,” Yoongi ganti mengancam Hyena.

Hyena menghela nafasnya. Antara kesal dan gemas dengan kelakuan manja Yoongi. Hyena mencondongkan badannya kemudian mencium pipi pria pujaan hatinya itu.

“Hanya pipi?”

“Lalu?”

Yoongi menunjuk-nunjuk bibirnya dengan jari telunjuknya.

“Aish,” Hyena membuka pintu mobil Yoongi berencana hendak keluar tetapi dengan cepat Yoongi menarik tangan Hyena kemudian melumat bibir kekasihnya itu.

Hyena berusaha mendorong wajah Yoongi tapi Yoongi malah menggigit bibir Hyena dan membuat Hyena kewalahan. Hyena menyerah dan menikmati lumatan bibir Yoongi. Yoongi melepaskan pautan bibir mereka dengan perlahan sembari menatap kedua mata Hyena yang terpejam.

Hyena membuka kedua matanya. Dilihatnya Yoongi yang tengah tersenyum menyungging.

“Pura-pura menolak, huh?” Sindir Yoongi.

Wajah Hyena memerah karena malu. Hal itu membuat Yoongi merasa gemas. Dia mencubiti hidung Hyena.

“Cute,” ujar Yoongi.

Hyena tersenyum. Dia pun akhirnya keluar dari mobil Yoongi. Yoongi berjalan di belakang Hyena dan mengikutinya masuk ke dalam rumah Hyena.

“Unnie!” Sapa Yura saat dilihatnya sosok kakaknya di depan pintu. Dia bergegas memeluk Hyena kemudian membungkukkan badannya pada Yoongi.

“Ibu sedang apa?” Tanya Hyena sambil memeluk tubuh adiknya saat masuk rumah.

“Sedang di kamar, Unnie. Tadi dia bilang dia kelelahan,” jawab Yura.

“Astaga! Bagaimana bisa?” Tanya Hyena terkejut. Dia melepaskan rangkulannya pada Yura dan bergegas masuk ke kamar ibunya.

Hyena membuka pintu kamar ibunya. Dilihatnya ibunya yang tengah duduk di kasurnya sambil merajut kain wol menjadi sebuah baju hangat.

“Hyena!” Seru ibunya dengan senyum lebar.

Hyena bergegas berlari mendekati ibunya dan memeluknya erat. “Ibu tidak apa-apa? Yura bilang Ibu kelelahan. Kenapa tidak istirahat?” Hyena memberondong ibunya dengan pertanyaan-pertanyaan.

Ibu Hyena meletakkan rajutannya kemudian mengusap-usap kepala Hyena. “Ibu tidak apa-apa, Hyena. Tadi Ibu hanya lelah sehabis menyapu depan. Angin sangat kencang jadi halaman depan benar-benar kotor. Oh ya, ini baru hari Jum’at kenapa kau sudah pulang?”

Hyena menggeleng-gelengkan kepalanya. “Ibu kan bisa menyuruh Yura. Lain kali Ibu tidak boleh bekerja terlalu berat.” Hyena menoleh ke arah pintu. Dilihatnya Yoongi yang berdiri di samping Yura. Yoongi pun mendekati mereka dan duduk di samping Hyena.

“Bibi, umm… bolehkah aku memanggilmu Ibu?” Tanya Yoongi.

Ibu Hyena mengerutkan keningnya bingung. “Tapi, Tuan Muda Yoongi-.”

“Panggil aku Yoongi saja. Bibi sudah tidak bekerja di rumahku lagi, jadi berhentilah memanggilku tuan muda,” jawab Yoongi.

“Tapi itu tidak sopan, Tuan Muda.”

“Tidak, Bibi. Kau hanya boleh memanggilku tuan muda jika kita di rumahku.” Yoongi menyela ucapan ibu Hyena. “Umm… bolehkah aku memanggilmu… Ibu?”

Ibu Hyena mengangguk-angguk.

Yoongi menatap Hyena dengan senyum lebar. Hyena hanya bisa diam melihat kenekatan Yoongi.

Yoongi meraih tangan ibu Hyena. “Ibu… sebenarnya kedatanganku kemari untuk meminta ijin mengajak Hyena liburan. Boleh kan?”

Ibu Hyena tampak terkejut mendengar pertanyaan Yoongi barusan. “Liburan? Bersama Hyena?”

Yoongi mengangguk. “Umm… begini. Jadi temanku ada yang mengajak liburan bersama besok. Kami beramai-ramai. Aku pikir akan sedikit seru kalau mengajak Hyena ikut juga. Selama ini dia terlalu fokus bekerja dan kuliah jadi… aku pikir dia perlu refreshing. Itu juga kalau Ibu mengijinkan,” Yoongi menjelaskan.

“Sebenarnya Ibu tidak keberatan kau membawa Hyena. Hanya saja ini terlalu tiba-tiba. Ibu jadi sedikit terkejut saja,” jawab ibu Hyena.

“Jadi Ibu mengijinkan?” Tanya Yoongi.

Ibu Hyena mengangguk-angguk. Yoongi begitu senang dan menciumi tangan ibu Hyena. Yoongi menatap Hyena yang juga tersenyum lebar padanya.

—000—

Rose duduk dengan begitu santai di sofa mewahnya. Dengan balutan gaun malam panjang berwarna merah, dia tampak anggun bak ratu. Ditatapnya rangkaian bunga mawar yang tergeletak di meja berdampingan dengan topengnya dan segelas wine mahal.

Tangan kanannya meraih greeting card kecil yang terselip di antara rangkaian bunga mawar merah tersebut. Dibacanya dalam hati tulisan yang tertera di dalamnya.

I love you so much, Rose.
-JM-

Rose tersenyum menyungging. Banyak pria yang tidur dengannya dengan inisial nama JM. Tapi kali ini dia begitu yakin kalau pengirim bunga itu adalah Jimin. Banyak pria yang tidur dengannya. Tapi hanya dua pria yang berani mengatakan padanya kalau mereka mencintainya. Dan salah satunya adalah Jimin.

Rose mengambil rangkaian bunga tersebut dan membawanya ke depan jendela kamarnya. Dia memandang keluar. Langit tampak gelap. Namun lampu yang menyala dari gedung-gedung pencakar langit serta kendaraan yang dua puluh empat jam lalu lalang di jalanan kota menambah indah pemandangan malam kota Seoul. Dia pun membuka jendela kamarnya. Angin malam begitu kuat menghantam kulitnya yang hanya terbalut gaun sutera tipis. Menerbang-nerbangkan rambut panjang dan gaun indahnya.

Dengan pelan dibukanya ikatan rangkaian bunga tersebut. Satu per satu, Rose membuang bunga mawar merah itu keluar jendela.

“Uno… dos… tres… .” Rose membuang bunga-bunga tersebut sambil menghitungnya dalam hati. Lima puluh. Bunga terakhir yang dia buang berhenti pada hitungan lima puluh.

Bagi orang Eropa, rangkaian mawar merah dengan jumlah lima puluh tangkai adalah simbol bahwa orang tersebut benar-benar mencintai seseorang yang diberinya rangkaian bunga tersebut. Dan Rose tidak bisa menerimanya dari siapa pun itu. Dia tidak ingin jatuh cinta ataupun dicintai oleh pria manapun.

Rose menutup pintu jendelanya dan kembali berjalan menuju tempat tidur mewahnya. Diraihnya ponsel yang dia simpan di laci nakas. Dengan lincah ibu jarinya menekan-nekan beberapa tombol pada ponsel layar sentuhnya tersebut.

“Señora, quién es mi invitado esta noche?” Tanya Rose pada seseorang yang selama ini mengatur jadwalnya melayani para pelanggannya. “Por favor dile que no sirvo a los clientes de esta noche,” ujar Rose setelah mengetahui siapa pelanggannya malam ini. “No! No es verdad que no sirvo al cliente. Acéptalo si había otro tipo que quiere utilizar mis servicios. Pero no le.”

Rose mematikan sambungan telfonnya dan mengembalikan ponselnya ke dalam laci nakas. Kakinya melangkah menuju kamar mandi. Di depan pintu kamar mandi, dia melucuti gaunnya dan meninggalkannya tergeletak begitu saja di depan pintu kamar mandi.

—000—

-Han Ara POV-

Akhirnya aku selesai mengemasi beberapa peralatan sekolahku. Seperti yang June bilang, aku tidak perlu membawa banyak barang. Jadi aku hanya membawa barang seperlunya.

Sebenarnya aku sendiri tidak tahu, kenapa aku menerima ajakan June untuk tinggal di rumahnya. Oke, dia menjanjikanku pekerjaan part time dan ingin memfasilitasiku dengan tempat tinggal yang layak tapi bukan berarti aku materialistis. Hanya saja, Minyoung mengenalnya. Jadi aku percaya June tidak akan berani macam-macam padaku.

Tiba-tiba ponselku berdering. Aku membuka sebuah pesan masuk dan membacanya. Ternyata June. Dia bilang sudah menungguku di depan apartemenku. Aku bergegas meraih backpack-ku dan menggendongnya. Setelah mengunci kamar apartemenku, aku mendatangi kamar pemilik apartemen yang terletak paling ujung. Aku mengembalikan kuncinya dan berpamitan.

“June!” Sapaku padanya. Dia terlihat tampan dengan balutan turtle neck hitam dan longcoat dark brown.

June membukakan pintu mobil sport tanpa kap putihnya. Aku meletakkan backpack-ku di jok belakang kemudian duduk di sampingnya. Tanpa berkata apa-apa June melajukan mobilnya menuju rumahnya.

“Aku senang kau mau tinggal di rumahku,” kata June.

Aku diam saja.

“Ara, aku sudah memberitahu ibuku tentangmu. Nanti jika kau bertemu dengannya bilang saja apa adanya kecuali satu hal. Status kita. Aku memberitahunya kalau kau itu pacarku. Kata Ibu, dia akan memberimu pekerjaan sebagai karyawan di salah satu restorannya.”

Aku tersenyum senang. Akhirnya aku mendapatkan pekerjaan sampingan. Setidaknya aku memiliki penghasilan lebih untuk menabung biaya kuliah nanti. “June, terimakasih banyak. Maaf merepotkanmu,” kataku.

June hanya mengangguk-angguk.

Akhirnya setelah menempuh perjalanan hampir lima belas menit, aku kembali datang ke rumah ini. Rumah megah June yang beberapa hari yang lalu aku singgahi. Kami memasuki rumahnya. June menggamit tanganku menuju ruang tamu, menemui ibunya.

“Mom, ini pacarku yang kuceritakan padamu. Namanya Han Ara,” June mengenalkanku pada ibunya.

Ibu June masih terlihat sangat muda. Dari cara duduknya saja sudah terlihat seperti wanita berkelas. Raut wajahnya menunjukkan ekspresi angkuh dan tegas. Tiba-tiba nyaliku menciut.

Aku membungkukkan badanku pada ibu June. Wajahku tertunduk. Aku tidak berani lama-lama bersitatap dengannya.

“Duduklah!” Perintahnya padaku dan June.

Aku dan June duduk di sofa yang berhadapan dengannya. Badanku sedikit gemetar. Aku takut salah bicara.

“Han Ara, sudah lama kau berhubungan dengan June?” Tanya ibu June.

“Aku… be- belum lama, Nyonya,” jawabku takut-takut.

“Hmm. Jadi kau masih sekolah? Tingkat berapa?” Tanyanya lagi.

“Tingkat akhir, Nyonya.”

“Hmm. Apa pekerjaan orang tuamu?”

“Ayahku seorang petani dan ibuku berjualan makanan di pasar, Nyonya.”

“June bilang kau membutuhkan pekerjaan sambilan.”

Aku mengangguk.

“Petang nanti ikutlah denganku. Kebetulan salah seorang karyawanku keluar karena akan menikah. Jadi kau bisa menggantikan posisinya.”

Bolehkah aku melonjak-lonjak? Wanita yang tampak begitu angkuh di depanku ternyata memiliki hati yang sangat mulia.

“June, antarkan dia ke kamar atas,” perintahnya pada June.

June tersenyum kemudian menarik tanganku menuju lantai atas.

“Kau gugup?” Tanyanya saat kami menaiki satu per satu tangga berbentuk spiral penghubung lantai bawah dan lantai atas.

Aku diam saja. Tanpa dijawab pun aku yakin dia bisa menebak ekspresiku sekarang.

“Ibuku memang seperti itu. Tapi dia sangat baik dan ramah. Kalau kau sudah akrab dengannya, kau bisa bercanda dengannya. Minyoung sangat dekat dengannya.” Kata-kata June terhenti saat kami sampai di depan pintu kamar. June membuka pintu kamar yang tak terkunci tersebut.

Mataku terbelalak saat melihat isi kamar tersebut. Ruangannya sangat lebar dan penuh dengan perabotan mahal. Bahkan tempat tidurnya pun sangat mewah dan bergaya Eropa.

“Hei!” Seru June menyadarkanku dari lamunanku.

Aku tersenyum padanya. “June, ini- ini tidakkah terlalu mewah untukku?”

“Ini terlalu sederhana untuk seorang putri sepertimu,” jawab June. “Oh ya, kalau kau perlu ganti kau bisa mengambil baju di lemari itu.”

Aku mendekati lemari besar yang ditunjuk June kemudian membukanya. Ada banyak sekali pakaian-pakaian indah di dalamnya.

“June, ini milik siapa?” Tanyaku bingung.

“Sebenarnya itu baju-baju milik kakakku. Tapi masih banyak yang baru. Ukurannya sama denganmu. Aku yakin muat dipakai olehmu,” jawabnya.

“Lalu kakakmu?”

“Dia sudah meninggal dua tahun yang lalu. Kamar ini miliknya. Biasanya ibuku akan menyuruh pacar-pacarku menempati kamar tamu. Tapi kali ini dia menyuruhmu menempati kamar ini. Mungkin dia tertarik padamu,” jawabnya.

“June, maaf aku tidak tahu,” kataku iba.

“Tidak apa-apa. Oh ya, susun buku-buku pelajaranmu. Nanti aku kembali lagi,” ujar June kemudian meninggalkanku sendirian di bekas kamar kakaknya.

Aku meletakkan backpack-ku di dekat meja belajar kemudian menyusun buku-buku dan alat tulis menulisku di meja belajar yang terletak di dekat jendela. Aku membuka laci kecil di samping kanan. Ada sebuah foto June bersama dengan dua orang wanita. Aku mengambil foto tersebut. Mereka tampak gembira di foto tersebut. Terlihat dari pose tawa lebar mereka. Aku membalik foto tersebut.

Me, June, and Mom.

Hanya itu tulisan yang terdapat di balik foto tersebut. Aku kembali memandangi foto mereka. Kakak June sangat mirip dengan ibunya. Tapi mereka juga memiliki senyum yang sama. Satu hal yang masih menjadi pertanyaanku. Kenapa tidak ada ayah mereka di foto itu?

Aku kembali meletakkan foto itu ke tempatnya. Setelah itu aku berbaring di ranjang mewah bekas kakak June. Baru kali ini aku tidur di ranjang mewah selain ranjang hotel.

Pikiranku menerawang kejadian saat pertama kali mengenal June. Menurutku ini sedikit aneh. Apa tujuan June sebenarnya sampai dia begitu baik padaku yang baru dikenalnya. Cinta pada pandangan pertama?! Tsk, aku tidak percaya thesis seperti itu eksis pada kehidupan nyata.

-Han Ara POV End-

—000—

-Author POV-

Semua anggota BTS minus Hoseok ditambah Hyena, Eunjin, Yeonkyung, dan Charyeong berkumpul di depan rumah Namjoon. Mereka bersiap-siap berangkat liburan bersama.

Tiba-tiba Yoongi berdiri di tengah dan merangkul pundak Hyena. “Guys, aku ingin memberitahu kalian semua. Kalau aku bukan gay. Aku memiliki pacar. Pe-rem-pu-an. Namanya Hyena,” kata Yoongi sambil mengecup pipi Hyena membuat Hyena tersenyum malu.

Semuanya tertawa mendengar ucapan Yoongi barusan. Dan hal itu membuat Yoongi bingung.

“Kami sudah tahu, Hyung, hahaha,” ujar Jimin yang tawanya paling keras.

Yoongi mendengus kesal. “Namjooooooonnnnn!” Teriaknya. Dasar tukang gosip!” Yoongi pura-pura memukul Namjoon. Semuanya tertawa melihat mereka Namjoon yang memohon-mohon ampun pada Yoongi.

Tak berapa lama kemudian mereka segera melakukan perjalanan menuju rumah Namjoon yang terletak di tepi pantai. Taehyung duduk di belakang kemudi di samping Namjoin yang menjadi sopir. Yeonkyung, Charyeong, dan Jungkook duduk di jok belakang. Yoongi, Hyena, Seokjin, dan Eunjin berkumpul di mobil Yoongi. Sementara Jimin menaiki motor balapnya sendirian.

Jungkook yang duduk di samping Yeonkyung lebih memilih diam saja karena wanita yang disukainya itu sibuk meladeni Chaeryeong yang sepanjang jalan selalu bertanya pada ibunya hal-hal yang dilihatnya menarik. Padahal semalaman dia bergadang hanya untuk memikirkan apa saya yang harus dia katakan saat bertemu Yeonkyung. Namun tampaknya semua itu sia-sia. Dia lupa kalau Yeonkyung juga mengajak anak semata wayangnya itu. Sementara Namjoon sibuk menyetir sedangkan Taehyung tampak berada dalam pikiran yang kalut.

“Taehyung, ada apa?” Tanya Namjoon.

Taehyung menoleh Namjoon kemudian tersenyum dipaksakan. “Tidak ada apa-apa, Hyung.”

Namjoon tidak menjawab. Dia tidak mau memaksa Taehyung menceritakan problemnya. Toh biasanya dia selalu bercerita dengan yang lain kalau dirasa problemnya tidak bisa dia selesaikan sendiri.

Sementara di mobil Yoongi, mulut Yoongi berkali-kali berdecak kesal melihat Seokjin dan Eunjin yang enak-enakan bermesraan. Sebenarnya Seokjin menyadari itu, tapi dia sengaja menggoda Yoongi dengan terus memeluk Eunjin dan menciumi bibirnya.

“Hyung, maukah kau menggantikan posisiku menyetir?” Tanya Yoongi sesekali mengintip Seokjin dan Eunjin dari kaca spion di atasnya.

“Hei, kita baru setengah jam berjalan dan kau sudah memintaku menggantikanmu?” Ledek Seokjin.

“Aku kan sudah menjemput Hyena tadi. Jadi aku sudah lama juga menyetir,” kilah Yoongi.

“Bilang saja Yoongi Oppa iri bukan melihat kami?” Eunjin ikut menggoda Yoongi.

“Iri? Tentu saja tidak. Lagipula aku bukan tipe pria yang suka berbuat mesum di tempat umum,” lagi-lagi Yoongi mengelak.

“Alasan. Lagipula kami tidak berbuat mesum. Kami hanya berciuman,” jawab Seokjin.

“Tetap saja itu mengumbar kemesraan di depan umum,” Yoongi tidak mau kalah.

Hyena mengusap-usap lengan Yoongi. Geli melihat kekasihnya itu salah tingkah. Sementara Seokjin dan Eunjin semakin terpingkal-pingkal melihatnya. Terutama Seokjin. Entah mengapa semenjak mempunyai pacar, kini Yoongi seperti orang yang dimabuk asmara dan risih melihat yang lain bermanja-manja. Padahal biasanya dia tidak peduli walaupun yang lain sering bercinta dengan para pelacur di depannya saat di Paraiso.

Akhirnya setelah menempuh hampir empat jam perjalanan kini mereka telah sampai di tujuan. Sampai disana langit sudah hampir gelap dan matahari mulai turun dan beristirahat setelah lelah menyinari dunia sepanjang hari. Sebuah rumah megah dua lantai berdiri dengan kokohnya di tepi pantai. Mereka memarkirkan kendaraan mereka di tepi pantai. Taehyung, Namjoon, Jungkook, dan Jimin berlarian dengan riangnya menuju pantai.

Yeonkyung juga membawa Chaeryung keluar mobil dan menikmati suasana pantai. Chaeryung tampak senang sekali dan berlarian kesana kemari. Yeonkyung mengangkat kedua tangan Chaeryung dan membiarkan kakinya basah terkena air laut. Jungkook hanya bisa memandangi wanita tomboy itu. Entah mengapa jantungnya berdetak lebih kencang saat melihat mereka tertawa-tawa riang.

Namjoon merangkul pundak Jungkook dan menepuk-nepuknya pelan. Dia tahu betul masalah yang melanda Jungkook. Jungkook menoleh Hyungnya yang tengah menatap lurus laut di depannya.

“Jungkook, kalau kau yakin ikutilah kata hatimu,” ujar Namjoon tanpa menoleh.

Jungkook tersenyum kecil kemudian menghempaskan nafasnya berat. “Sebenarnya aku tidak yakin, Hyung. Aku tidak keberatan dengan statusnya yang sudah memiliki satu orang putra. Hanya saja, apakah dia tidak keberatan dengan statusku yang masih pelajar? Aku belum bekerja. Aku belum bisa menafkahi mereka dengan uangku sendiri. Ditambah lagi aku yang… kau tahu sendiri, Hyung.”

“Jungkook, segala sesuatunya membutuhkan proses. Kau pertimbangkan matang-matang karena kau masih sangat muda.”

“Hyung, baru kali ini aku bisa begitu dalam memikirkan wanita. Setiap kali melihatnya dadaku berdesir. Awalnya aku pikir aku menyukainya karena dia juga seorang pria. Tetapi setelah aku tahu kenyataannya… perasaan itu tetap ada, Hyung. Aku tahu aku menyukainya.”

“Follow your heart, dude!” Kata Namjoon melepaskan rangkulannya pada Jungkook kemudian kembali berlari bergabung dengan Jimin dan Taehyung yang sibuk bermain air dan ber-selca dengan ponsel mereka.

Jungkook kembali memandangi Yeonkyung yang sedang asyik bermain air laut dengan Chaeryung. Lagi-lagi dadanya berdesir.

Yoongi membuka pintu mobilnya berencana keluar. Namun Seokjin dan Eunjin masih saja sibuk berciuman. Yoongi berdecak kesal.

“Hei! Awas saja ada bekas sperma kalian di jok mobilku!” Ancam Yoongi pada Seokjin dan Eunjin dan disambut tawa oleh mereka berdua.

Yoongi menutup pintu mobilnya kemudian mendekati Hyena yang sudah duduk di bagian depan mobilnya. Yoongi berdiri di samping Hyena dan memeluk pinggang Hyena kemudian mengecup pipinya.

“Kau senang?” Tanya Yoongi.

Hyena tersenyum. “Apapun itu dan dimanapun itu, aku senang asal bersamamu.”

“Aku mencintaimu,” bisik Yoongi sambil menggigit daun telinga Hyena.

“Genit!” Seru Hyena membuat Yoongi tertawa. Hyena meraih tangan Yoongi dan menggenggamnya erat. “Apa kau benar mencintaiku?” Tanya Hyena. Kedua matanya menatap mata Yoongi. Mencoba menebak adakah cinta dan ketulusan untuknya.

“Hyena, aku sudah mengatakannya berkali-kali kalau aku mencintaimu. Aku tidak mau kehilanganmu,” jawab Yoongi.

“Kalau begitu coba teriakkan pada dunia kalau kau mencintaiku,” Hyena menantang Yoongi.

“Aku benar-benar mencintaimu,” bisik Yoongi di telinga Hyena.

“Yoongi, aku bilang teriakkan pada dunia kalau kau mencintaiku. Bukan berbisik padaku,” Hyena memanyunkan bibirnya.

“Sudah. Kau duniaku,” jawab Yoongi yang lagi-lagi berupa bisikan mesra di telinga Hyena.

Hyena tersenyum senang. Dengan perlahan didekatkannya wajahnya dengan wajah Yoongi. Sedikit lagi bibir mereka bersentuhan, tapi tiba-tiba Yoongi dan Hyena merasakan mobil Yoongi bergoyang-goyang.

Yoongi dan Hyena menoleh ke dalam mobil melalui kaca depan mobil Yoongi.

“SHIT!” Umpat Yoongi saat sekilas melihat Seokjin dan Eunjin yang sedang melakukan seks. Dia segera menutup mata Hyena dan membawa gadisnya itu pergi dari situ.

—000—

Malam harinya, mereka semua berkumpul di dekat pantai. Mereka membuat api unggun besar kemudian duduk mengelilingi api unggun tersebut. Mereka tertawa-tawa dan bercanda-canda. Jimin dan Taehyung menunjukkan sikap konyol mereka dengan menari-nari tidak jelas mengelilingi api unggun. Yang lain tertawa melihat tingkah mereka berdua. Taehyung mendekati Chaeryung dan mengajaknya menari juga. Chaeryung tertawa namun pada akhirnya ikut menari bersama Jimin dan Taehyung.

Namjoon mengambil ponsel di sakunya kemudian menghubungi seseorang.

“Namjoon, ada apa?” Tanya seseorang di ujung telpon.

“Tidak apa-apa. Kami sedang berkumpul di pantai. Sayang sekali kau tidak ikut, Hyung,” jawab Namjoon.

“Aaahhh… kalian curang tidak mengajakku!”

Namjoon terkekeh.

“Siapa, Hyung?” Tanya Jungkook.

“Hoseok,” jawab Namjoon singkat.

“Loudspeaker, Hyung,” kata Jungkook excited.

Namjoon menekan tombol speaker dan mereka bersama-sama mendengarkan ocehan Hoseok di telpon.

“Bagaimana kabarmu dengan gadis itu?” Tanya Seokjin keras-keras.

“Gadis mana? Aku tidak mengenal gadis manapun disini.”

Semua ber-hoo ria. Mereka tahu Hoseok berbohong.

“Baiklah kalau begitu jaga dirimu baik-baik disana, Hyung. Sekembali dari sini kami akan datang menjengukmu,” Taehyung ikut nimbrung.

“Oke kutunggu!”

Namjoon mematikan sambungan telponnya. Mereka pun kembali ke aktifitas masing-masing sebelumnya.

Sampai akhirnya Chaeryung kelelahan dan mengantuk. Dia merajuk pada ibunya untuk tidur. Yeonkyung menggendong Chaeryung dan pamit untuk masuk ke kamar lebih dulu.

“Noona, boleh aku mengantarmu?” Tanya Jungkook.

Yeonkyung terdiam sejenak namun pada akhirnya menganggukkan kepalanya. Jungkook tersenyum lebar menampakkan gigi kelincinya dan berjalan cepat mengikuti Yeonkyung.

Yeonkyung membaringkan putranya di tempat tidur. Ternyata sepanjang perjalanan dari pantai ke kamar dia tertidur di gendongan ibunya. Jungkook hanya diam memandangi Yeonkyung yang dengan telaten mengusap-usap punggung Chaeryung agar cepat tidur dengan pulas.

“Noona,” panggil Jungkook lirih.

Yeonkyung menoleh ke arah Jungkook dan tersenyum manis. Wajah Jungkook memerah. Baru kali ini dia merasa malu menatap wanita.

“Bisa kita mengobrol?” Tanya Jungkook malu-malu.

Yeonkyung melihat Chaeryung sejenak untuk memastikannya sudah tidur. Yeonkyung mengangguk. Jungkook pun mengajaknya keluar ke balkon kamar.

Mereka duduk di kursi kayu yang terletak di balkon. Udara sangat dingin. Tampaknya sebentar lagi akan memasuki musim dingin. Berulang kali Yeonkyung mengusap-usap lengannya. Meskipun sudah mengenakan pakaian berbahan wol tebal tetap saja udara malam mampu menembusnya.

“Tuan Jungkook, bukan?” Tanya Yeonkyung memulai pembicaraan.

Jungkook mengangguk pelan. “Uhm. Apa Namjoon Hyung menceritakan tentang diriku?”

Yeonkyung mengangguk.

“Termasuk yang bagian aku… .”

Yeonkyung mengangguk lagi.

Jungkook menunduk malu. Kesal juga pada Namjoon yang sudah membeberkan rahasianya.

Yeonkyung tersenyum. “Tuan Namjoon datang padaku. Menceritakan semua tentangmu. Dan memintaku untuk membantumu keluar dari masalahmu. Sebenarnya aku belum pernah bertemu atau memiliki teman seorang gay sebelumnya. Jadi aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Tapi aku sudah berjanji pada Tuan Namjoon untuk membantumu. Selama ini dia terlalu berjasa padaku. Jadi aku pikir kali ini aku mempunyai kesempatan untuk membalas jasanya,” jawab Yeonkyung jujur.

“Entah mengapa saat pertama kali melihat Noona, jantungku berdesir. Aku pikir Noona adalah seorang pria karena Noona menyamar sebagai pria. Tapi setelah aku melihat kenyataan bahwa Noona adalah seorang wanita, ternyata perasaanku tidak berubah. Apa aku bisa dibilang sudah menjadi normal?”

“Aku tidak tahu, Tuan-“

“Panggil Jungkook saja. Tidak usah memanggilku tuan,” sela Jungkook.

“Ah, baiklah. Aku minta maaf, Jungkook, aku bukan psikolog jadi aku tidak tahu apa-apa. Tapi aku akan mencoba mencari cara untuk membantumu.”

Jungkook tersenyum lebar. “Terimakasih, Noona.”

Sementara itu di tepi pantai. Seokjin memeluk pinggang Eunjin yang duduk di depannya, Hyena menyandarkan kepalanya pada bahu Yoongi, Jimin dan Taehyung mengoceh-oceh sendiri karena mereka baru saja mabuk. Sedangkan Namjoon duduk dengan tatapan hampa. Mereka memandang api unggun yang nyalanya mulai kecil.

“Oppa, Minggu depan ulang tahunmu. Kau mau hadiah apa?” Tanya Eunjin sembari memainkan jari jemari Seokjin.

“Aku tidak mau hadiah apa-apa. Dengan kau berada di sisiku saja sudah cukup,” jawab Seokjin mengeratkan pelukannya pada Eunjin.

“Oppa, percayalah, aku hanya menyukaimu,” kata Eunjin pelan.

Yoongi melayangkan pandangan sebal pada pasangan Seokjin dan Eunjin yang suka sekali mengumbar kemesraan di depan umum. Tangannya mengusap-usap kepala Hyena yang bersandar di bahunya.

“Hyena,” panggil Yoongi lirih.

“Hmm…”

“Kau tidak kedinginan?”

“Tentu saja aku kedinginan,” jawab Hyena lirih.

“Kalau begitu ayo kita masuk dan menghangatkan badan,” bisik Yoongi genit.

Hyena memukul paha Yoongi pelan.

Yoongi dan Hyena bangkit dari posisi duduknya. Mereka berpamitan untuk kembali lebih dulu ke kamar.

“Kau mau aku gendong?” Tanya Yoongi saat mereka baru beberapa langkah berjalan.

Hyena menggeleng. “Tidak usah, Yoongi.”

“Ayolah, Hyena. Aku juga mau mengalami hal-hal romantis seperti di drama-drama itu,” rayu Yoongi.

Hyena tertawa terbahak-bahak. Menurutnya Yoongi benar-benar manja dan kekanakan jika bersamanya. Sangat berbeda saat dia bersama teman-temannya yang selalu menunjukkan muka serius.

Hyena mengangguk pelan. Yoongi pun segera berjongkok di depannya. Hyena segera menaiki punggung Yoongi.

“Kau ringan sekali. Selalu mengataiku kurus tapi kau sendiri juga kurus,” oceh Yoongi.

“Tapi aku wanita. Beda dengan kau yang pria.”

“Tapi walaupun kau kurus, dada dan bokongmu besar. Hahaha,” ujar Yoongi asal.

Hyena menjewer telinga pacarnya yang genit itu.

Tik! Tik! Tik!

Langkah Yoongi terhenti. Mereka melihat ke atas. Salju pertama mulai turun.

“Indah sekali,” kata Hyena.

“Katanya kalau kita sedang bersama dengan pasangan kita saat salju pertama turun artinya hubungan si pasangan akan kekal,” ujar Yoongi kembali melanjutkan perjalanan.

“Benarkah? Kenapa aku belum pernah mendengar itu?” Kata Hyena.

“Entahlah. Aku juga ngawur sebenarnya. Hahaha,” jawab Yoongi.

“Yoongiiiiiiii!” Seru Hyena kesal.

—TBC—

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

14 thoughts on “FF/ BTS 7 SOUL/ BTS-BANGTAN/ pt. 11

  1. part ini yg bnyak hyena ama yonggi..aku harap part slnjtnya Ara ama Taehyung tlong dipertemukan lgi thor. Aku pgn liat moment mereka..ara gak usah ama Junhoe..udh klop bgt ama Taehyung sh ara. Ya thor please..trs jga update ya jgn lma ya thor..Semangat thor! aku dukung couple Ara Taehyung!

  2. part ini yg bnyak hyena ama yonggi..aku harap part slnjtnya Ara ama Taehyung tlong dipertemukangi thor. Aku pgn liat moment mereka..ara gak usah ama Junhoe..udh klop bgt ama Taehyung sh ara. Ya thor please..trs jga update ya jgn lma ya thor..Semangat thor!

  3. Pt. 11 part ini yg bnyak hyena ama yonggi..aku harap part slnjtnya Ara ama Taehyung tlong dipertemukangi thor. Aku pgn liat moment mereka..ara gak usah ama Junhoe..udh klop bgt ama Taehyung sh ara. Ya thor please..trs jga update ya jgn lma ya thor..Semangat thor!

  4. haha yoongi cmburu sma eunjin dan seokjin, dan smoga kookie bsa smbuh, dtunggu ka chap slnjutnya hehe nih ff seru bnget, dan semangat ka ngetiknya🙂

  5. Akhirnya keluar juga part 11
    updatenya Jangan lama2 thorrr😦😦
    minyoung sama rose bikin penasaran bgt :v
    CEPET UPDATE YAA THORRR!!❤

  6. Waah seru thorr,,,,,,,,,
    Taehyung tar sama Ara aja yaa
    Kalau bisa buat taehyungnya yang balik tergila-gila sama Ara ya thor hahahaha
    Keep writing thorr 😘😘🙆🙆👍

  7. Author, kalau rose ngomong pake bahasa eropa atau apalah itu, kasih terjemahannya dong. Kita kan gak ngerti
    😂

  8. Barusan komen sekarang Thor maapkan. Gue new readers FF lu Thor. Keren thorr tapi part mesra”an nya Namjoon mana Thor?? Namjoon sama siapa huftt nunggu part nya Namjoon nih… semangat ya Thor nulisnya :v

  9. Huaaa thorr aku suka banget -,- senyum” sendiri baca nya :* aku paling suka couple yonggi ama hyena :* :*

    Semangat ya Thor ^^ lanjut nya Jan lama” ya :’v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s