FF/ SHE’S DIFFERENT/ GOT7-LOVELYZ-VIXX/ pt. 3


mark mijoo new(1).jpg

Title : She’s Different (Chapter 3)

Cast : Lee Mijoo (Lovelyz), Mark Tuan (GOT7), Park Myungeun, Seo Jisoo, Lee Jaehwan (VIXX)

Genre : Romance, maybe lil bit comedy

Rated : PG 17+

Author : Kim Ara

 

~~She’s Different Chapter 3~~

 

(Mijoo POV)

 

Menjadi pelayan untuk seorang Mark Tuan ku pikir bukan hal buruk selama itu tak ada kontak fisik sesuai perjanjian. Aku hanya akan menuruti perintahnya dan menjdi anak yang baik di depannya. Tapi ternyata ini menjadi lebih berat dari dugaanku, karena ketakutanku sendiri. Petir sialan itu membuat otakku kacau. Ommaaaaaa… eoteokhae? aku harus bagaimana menghadapi si otak mesum ini. Kalau aku pergi, aku kehilangan rumah. Kalau aku tidak menurutinya, aku tidak akan mendapatkan uang. Aaaarggh.. kenapa dengan bodohnya aku membuang pekerjaan bahkan mengatai bos sialan itu, aku tidak akan bisa kembali lagi. hikssss…. bencana besar, dasar kau ini memang gadis gegabah dan bodoh. Kenapa hidupmu benar-benar menyedihkan Lee Mijoo!! =_=

 

(Author POV)

 

Mijoo menyiapkan sarapan seperti biasa. Dia terus merutuki dirinya sendiri mengingat kejadian tadi malam. Dia layaknya gadis bodoh yang mengharapkan oppa yang telah menjualnya kembali. Entahlah apa yang akan dilakukan Mijoo sekarang untuk menghindari Mark. Butuh waktu baginya untuk mendapatkan pekerjan baru. Apalagi pekerjaan untuk anak SMA sepertinya.

 

“Hyaaa.. kau mau memberiku makanan gosong?” celetuk Mark yang tiba-tiba muncul di belakang Mijoo yang tengah melamun selagi memasak.

 

Mijoo terperanjat kaget mendapati orang yang paling dia hindari justru sudah dibelakangnya.

 

“Aigoo… Hyaaa, jangan mendekat, atau aku akan…” Mijoo tidak bisa meneruskan kata-katanya, rasanya seperti tercekat di tenggorokan begitu mengingat perjanjian dimana dia kalah telak.

 

“What? Atau kau akan apa? kau masih berani denganku nona Lee? Kau lupa dengan tadi malam?” Mark melangkah maju mendekat ke arah Mijoo dengan tatapan mengintimidasi.

 

“Hyaaa…hyaaa…hyaaa… apa yang kau lakukan, mundurrrrr!!” Mijoo semakin berjalan mundur, tapi akhirnya dia berhenti karena sebuah tembok menghalangi langkahnya. Dia terus mengumpat pada tembok itu. Mijoo mulai gila dengan menyalahkan benda yang tidak bersalah.

 

“Aku hanya ingin melihatmu lebih dekat, dan…” Mark membelai pipi Mijoo dengan jarinya “Sepertinya kau memang cocok dan sesuai seleranya” Mark membisikkan kalimat itu tepat di telinga Mijoo sampai membuat gadis itu begidik ngeri. Sementara Mijoo hanya menutup matanya takut terjadi apa-apa. Namun pernyataan Mark itu benar-benar menimbulkan pertanyaan besar untuk Mijoo, apa maksud ‘nya’ di kata-kata Mark, pikirnya.

 

“Sudahlah lanjutkan memasakmu, aku tidak mau telat ke sekolah” Mark justru langsung meninggalkan Mijoo dengan tanda tanya besar di kepala Mijoo.

 

“Ciihhhhh… apa maksudnya? Lihat saja nanti kalau aku sudah dapat pekerjaan lagi dan aku mendapatkan Jaehwan, aku akan merobek surat perjanjian itu, dan aku tidak akan butuh 5 juta won mu itu” gumam Mijoo dengan menekuk keningnya.

 

======

 

Lagi-lagi Mijoo menenggelamkan kepalanya di antara lipatan tangannya. Tasnya kembali menjadi bantal Mijoo yang sekarang lagi-lagi terlihat sangat buruk. Myungeun menghembuskan nafas kasar melihat kelakuan Mijoo yang terlihat aneh beberapa hari ini. Sementara Jisoo masih memikirkan kejadian tadi malam, dia sedikit melirik ke arah Mijoo untuk memastikan keccocokan fisik antara orang yang digendong laki-laki tadi malam dengan temannya ini.

 

“Aaahhh…mungkin aku salah orang” gumam Jisoo membalikkan posisi duduknya kembali menghadap ke depan kelas.

 

“Maksudmu?” sahut Myungeun.

 

“Anni…” jawab Jisoo seadanya.

 

Tap

 

Tap

 

Tap

 

Laki-laki yang membuat Mijoo tak tenang dan dalam masalah akhirnya datang juga dengan gaya santai layaknya preman sekolah. Namja ini tidak menuju tempat duduknya yang ada di belakang Mijoo, dia justru berdiri di belakang meja guru layaknya sedang ingin memberikan pengumuman. Perlu diingat Mark bukan ketua kelas ataupun pelajar aktif di sekolah, jadi jangan harap dia akan membuat pengunguman penting macam pengadaan event atau sejenisnya, yang ada Mark akan membuat sekolah menjadi heboh dengan sensasi yang dibuatnya.

 

“Yitera…. aku ingin memberitahu kabar paling bahagia pada kalian” Mark menyunggingkan sudut bibirnya penuh kemenangan.

 

Sementara siswa lain mulai berisik-bisik, aahhh lebih tepatnya mulai membuat keributan dengan suara yang tidak pelan tetapi tidak juga keras. Seluruh siswa langsung memusatkan perhatian pada namja yang terkenal paling tampan dan konglomerat ini. Tapi tidak untuk Mijoo, gadis ini masih saja menghiraukan suara Mark, dia masih menenggelakan kepalanya di antara kedua tangannya.

 

“Aku ingin mengumumkan hubunganku dengan seorang gadis di kelas ini… tujuanku untuk apa, tentu saja agar tidak ada yang mengganggunya lagi, karena dia sepenuhnya milikku… dan gadis beruntung itu adalah…” Mark mengarahkan pandangannya ke bangku yang ditempati Mijoo, sontak semua mata siswa sekelas langsung tertuju pada Mijoo dengan ekspresi tak percaya. “Lee Mijoo… saranghae” sahut Mark dengan sangat santai.

 

Sementara orang yang dimaksud baru tersadar dirinya menjadi pusat perhatian begitu Mark menyebut namanya, apalagi dengan embel-embel ‘saranghae’. Dia menegakkan posisi duduknya dengan menunjukkan tatapan seakan berkata ‘apa-apaan ini?’.

 

“Mijoo-yaa… kau benar-benar?” celetuk Myungeun kaget.

 

“Jadi yang aku lihat tadi malam itu benar kau dengan Mark?” lanjut Jisoo yang membuat teman sekelas mereka menatap Jisoo berharap menceritakan lebih.

 

“Hyaaaa… Lee Mijoo, bukannya kau baru saja mengatakan Mark itu gay, dan sekarang kau justru berpacaran dengannya, licik sekali caramu” sahut seorang gadis ber nametag Im Nana.

 

“Hyaa…Hyaa… ituu tidak benar… Mark Tuan, berani-beraninya kau mengatakan hal bodoh itu” seru Mijoo sambil berdiri dari bangkunya dan menunjuk-nunjuk ke arah Mark.

 

“Untuk apa lagi disembunyikan sayang… tooh Jisoo juga sudah tau kita berdua” Mark merasa cerita Jisoo bisa ia manfaatkan untuk membuat seluruh siswa percaya.

 

“Mark Tuan… neo!” Mijoo menyorotkan tatapan permusuhan sangat kental di matanya. Dia ingin marah, tapi bagaimanapun Mark adalah lumbung uangnya.

 

Sekilas itu juga Jaehwan menarik tangan Mijoo. Sepertinya namja ini berharap penjelasan lebih dari Mijoo. Karena bagaimanapun, selama ini Mijoo sedang dekat dengan Jaehwan. Bahkan seperti layaknya sudah pacaran.

 

“Awwww… Jaehwan-aa, appo!” pekik Mijoo begitu Jaehwan menghempaskan tubuh Mijoo di balik tembok.

 

“Marhaebwa…” ujar Jaehwan yang masih mengatur nafasnya karena menahan amarah.

 

“Mwo? Tidak ada yang perlu dijelaskan.. itu semua tidak benar” jelas Mijoo penuh penekanan.

 

“Lalu apa itu tadi, huh? Aku pikir kita benar-benar sudah dekat dan kau benar-benar menyukaiku… Ohhh, jadi ini alasannya kenapa aku selalu kau larang untuk ke rumahmu? Iya?” Jaehwan semakin memojokkan Mijoo dengan membuat ruang menggunakan kedua tangannya.

 

‘Ku mohon Jaehwan-aa, percayalah padaku… kau yang bisa menyelamatkanku dari perjanjian sialan yang Mark buat, ayolah Lee Jaehwan! aku membutuhkan uangmu!” batin Mijoo yang tidak mungkin ia lontarkan.

 

“Kau tidak bisa menjawab, huh?” seru Jaehwan dengan tatapan meremehkan.

 

Dan tanpa diduga Jaehwan berlaku sangat agresif, bahkan Mijoo tidak pernah tau sisi Jaehwan saat ini. Jaehwan mencengkeram erat tangan Mijoo, sementara satu tangannya menjepit rahang Mijoo. Dengan sangat liar, Jaehwan menempelkan bibirnya di bibir ranum Mijoo. Perlawanan Mijoo untuk menolaknya tetap tidak bisa melepaskan tautan bibir mereka, Jaehwan justru semakin bringas menggigit bibir bawah Mijoo.

 

Di lain pihak, Mark melihat kejadian cium paksa yang dilakukan Jaehwan pada Mijoo. “Aiishhh… si brengsek itu, berani-beraninya..” pekik Mark mempercepat langkahnya untuk meninju Jaehwan yang sudah memainkan ‘buruannya’.

 

Tapi belum juga melancarkan niatnya, ia melihat Mijoo dengan kuatnya menendang bagian vital dari Jaehwan sampai Jaehwan tersungkur kesakitan. “Ciihhhh…. untung aku tidak jadi denganmu, ternyata seperti ini kau sebenarnya… Dan ingat satu hal, aku tidak menyukaimu sama sekali, aku hanya menyukai uangmu bodoh!” pekik Mijoo yang sangat marah karena merasa dilecehkan Jaehwan.

 

Mark yang melihat kejadian itu dari jauh, tersenyum menang melihat ‘buruannya’ ternyata gadis yang kuat. “Kau ternyata gadis yang benar-benar mengerikan, bahkan lebih mengerikan dari singa betina” monolog Mark yang masih menatap Mijoo yang berjalan menjauh.

 

=====

 

Mark, namja ini tak henti-hentinya mengikuti gadis ‘buruannya’ kemana pun dia pergi. Tentu saja semua orang semakin yakin kalau mereka berdua berpacaran. Apa daya Mijoo tak sanggup mengusir ‘majikannya’ itu barang sejengkal darinya. Skinship, jangan lupakan hal itu. Merangkul, pegangan tangan tak lupa diperagakan oleh Mark. Sekeras apapun Mijoo menolaknya, Mark akan terus melakukannya.

 

“Hyaaaa… ikut aku ke atap!” Mijoo benar-benar sudah tidak tahan dengan perlakuan Mark yang berlebihan menurutnya.

 

“Okay baby…” balas Mark, jangan lupa dengan aegyo andalannya.

 

Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk menuju atap sekolah. Mark yang lebih dulu sampai di atap sekolah. Dia memasukkan tangannya di saku celana dengan gaya santai. Sementara Mijoo masih melancarkan tatapan permusuhan.

 

“Kenapa mengajakku kesini?” tanya Mark tak mau basa-basi, sebenarnya Mijoo pun juga tak sudi berbasa-basi dengan Mark, apalagi bernegosiasi dengannya.

 

“Aku sudah menurutimu berpura-pura menjadi pacarmu, tapi setidaknya kau juga harus menghargai privasiku” seru Mijoo tak mau kalah dengan tatapan tak mau terintimidasi.

 

“Mwo? Pura-pura? Ciihhh… kau pikir ini pura-pura?” Mark meremehkan pernyataan Mijoo dan kembali menatap Mijoo dengan senyuman yang entahlah susah dimengerti.

 

“Ma-maksudmu?”

 

Mark melirik jam di tangannya dan seakan berpikir sesuatu.

 

“Sepertinya tidak apa-apa kita membolos hari ini, kajja!” Mark dengan cepat meraih tangan Mijoo dan menariknya turun ke bawah menuju kelas mereka.

 

Seperti yang Mark katakan mereka akan membolos, jadi kembali ke kelas hanya untuk mengambil tas mereka. Oohh semua mata pasti akan tertuju pada pasangan baru ini, secara mereka terus bergandengan tangan bahkan membolos bersama. Ya pahamlah apa saja yang ada dipikiran semua siswa. Siswa laki-laki seakan mengeluarkan semua umpatannya dalam hati, begitu juga siswa perempuan yang tak trima adegan sok romantis itu. Mereka tak akan sanggup mengumpat terang-terangan kalau ingin hidupnya damai sejahtera.

 

=====

 

“Hyaaaa… sebenarnya kau mau membawaku kemana?” Mijoo merasa sekarang dirinya seperti dipermainkan oleh Mark.

 

“Lihat saja nanti, aku akan membuatmu kaya” balas Mark singkat sambil tetap berkonsentrasi menyetir di tengah keramaian kota Seoul.

 

Tuuuuttttt…….tuutttttttt……..tuuuuttttt….. *anggap nada tunggu telepon yak*

 

Klinggg..

 

“Hyung… aku minta bantuanmu lagi, tolong siapkan dress yang terlihat feminim dan cantik… ukurannya kau tau lah dia seberapa… sekarang aku sedang dalam perjalanan ke rumah” percakapan Mark di sambungan telepon. Tentu saja Mijoo tak paham siapa yang di telepon Mark.

 

“………………..”

 

“Ahhhhh hyung… ayolah, ini kado untuk papa, aku yakin dia pasti senang… sudah ku katakan dia ini berbeda” balas Mark lagi.

 

Hanya sebentar lalu Mark langsung menutup teleponnya.

 

Mijoo jadi berasumsi sendiri dengan pembicaraan Mark dan orang yang dipanggilnya Hyung itu. Kado untuk papanya? Bisa berarti apa Mark menyerahkan Mijoo pada papanya untuk… aahhh entahlah, itu yang ada dipikiran Mijoo yang terlalu dangkal.

 

Mijoo kali ini seperti terperangkap dengan permaianan uang Mark. Dia tentu saja merasa takut begitu mobil yang ia tumpangi sudah memasuki sebuah halaman rumah yang sangat luas. Bisa ditebak konglomerat sekelas Mark memiliki rumah yang lebih dari kata mewah. Ini layaknya sebuah kerajaan pikir Mijoo.

 

“Turunlah… apa kau akan terus melihati rumahku saja dan tidak mau masuk?” sahut Mark.

 

Seakan Mijoo seperti terhipnotis, dia dengan mudahnya mengiyakan perintah Mark. Kata-kata Mark yang bilang, dia akan membuat Mijoo kaya, selalu terngiang di telinga Mijoo. Ada rasa senang tapi juga takut setelah mendengar percakapan Mark di sambungan telepon tadi.

 

“Tuan muda… akhirnya kau pulang juga” sahut seorang asisten rumah tangga yang terlihat paling tua dari pembantu lain, mungkin dia ‘atasan’ pelayan disini. “Tuan, apa ini gadisnya?” goda pelayan tua itu.

 

“Tentu saja… bawa dia dan buat dia terlihat sangaaatt cantik” titah Mark dengan gaya santainya.

 

“Baik tuan muda…”

 

Si pelayan yang terlihat tua itu langsung menarik tangan Mijoo untuk mengikutinya. Beberapa pelayan lain juga turut mendorong gadis ini agar segera menuruti maunya. Tentu saja Mijoo tidak akan menolak apapun permintan Mark, apalagi kata-kata Mark masih membiusnya. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya. Kalaupun apa yang ada dipikiran dangkal Mijoo terjadi, dia bisa saja menjadi melindungi dirinya seperti yang ia lakukan pada Jaehwan.

 

Hanya butuh 10 menit untuk memperbaiki penampilan Mijoo. Terang saja, Mijoo sudah cantik pada dasarnya, tak perlu permainan make up berlebih untuknya. Dengan dress warna hijau pastel selutut membuat gadis ini semakin terlihat sempurna.

 

Jangan berpikir Mark akan terkagum-kagum sampai membuka mulutnya lebar-lebar melihat Mijoo yang 50% tambah cantik ini. Dia berlaku cuek dan dengan santainya langsung menggiring Mijoo ke sebuah tempat. Pikir Mijoo, ini benar-benar menjengkelkan, dia sangat berharap Mark akan memujinya, tapi nol besar yang didapat. Tapi dia ingat sekarang sedang berperan menjadi seorang putri, dia tidak mungkin mengumpat dengan leluasa, jauh lebih aman kalau mengumpat dalam pikirannya.

 

“Papa… long time no see” Mark berjalan mendekati seseorang yang dipanggilnya Papa, sementara pria paruh baya itu melemparkan tatapan sinis melihat anaknya itu.

 

Pletaakkkkk…..

 

“Awwww…. appo!” pekik Mark

 

“Dasar anak kurang ajar, kemana saja kau ini, huh? Lebih baik kalau kau tidak pulang, sekalian, jadi aku akan membuang surat wasiatku” seru papa Mark.

 

“Hyaaaa…. papa, sampai kapan kau menunda menulis semua surat wasiat itu dengan namaku, percaya lah papa, aku akan menjaganya dengan baik” lanjut Mark dengan cengiran khas anak kecil meminta permen.

 

“Menjaga dengan baik? dengan cara berjudi, huh? Apa kau pikir aku tidak tau apa-apa Mark Tuan!”

 

‘Sekretaris Shin… neo!’ batin Mark yang merasa kesal karena sekretaris Shin benar-benar menceritakannya pada papanya. “Aaahhhh… papa, aku setuju untuk menikah setelah lulus SMA, dan aku sangat yakin setelah itu aku akan berubah” jelas Mark meyakinkan.

 

‘Mwoya ige? Menikah? Apa dia sudah gila?’ batin Mijoo melihat adegan merengek-rengek Mark.

 

“Ahhhh… papa, ini dia calonku…. cajaaaaaa…” Mark membalikkan tubuhnya dan memperlihatkan mijoo yang sedari tadi mematung dengan berbagai macam ekspresi mendengar percakapan ayah dan anak itu.

 

“Mwoo? Naega?” Mijoo menunjuk dirinya sendiri dengan ekspresi yang seakan berkata ‘apa aku sudah mulai gila?’.

 

“Waaahhhhh…. cantik, proporsional, anggun, feminim, terlihat gadis yang pintar, kuat… waaahhhh, kau benar-benar menuruni sifat papamu, pilihanmu benar-benar sempurna, yang seperti ini aku baru setuju… gadis cantik, kemarilah mendekat” tanpa banyak komentar, Mark mendorong tubuh Mijoo yang masih mematung untuk mendekat ke papanya. “Benar-benar gadis sempurna… Mark, kalian harus benar-benar segera menikah setelah lulus SMA, aku akan selalu sehat jika punya menantu secantik ini” jelas panjang lebar papa Mark, sementara Mijoo masih memasang wajah tak percaya atau bahkan berharap dia dicabut nyawanya sekarang.

 

“Ta-tapi… aku…” Mijoo mencoba menyanggah namun papanya lebih cepat memotong ucapannya.

 

“Aaaahhh… Mark, aku akan memberikan uang lebih di rekeningmu untuk membiayai gadis ini, kau harus menjaganya, arrasho!” Mark hanya menundukkan kepala tanda setuju, jangan lupa dengan senyuman kemenanangan di bibirnya. “Ooh, aku lupa, siapa namamu nak?” lanjut papa Mark.

 

“Le-Lee Mijoo…”

 

“Tolong ubahlah Mark menjadi calon suami yang baik nona Lee” lanjut papa Mark.

 

‘Mwoo? Calon suami? Ige mwoya?’ gumam Mijoo.

 

“Mark, ajak dia keliling rumah ini biar dia tidak canggung nantinya” titah papa Mark.

 

=====

 

Kosong tanpa ekspresi, ya sekarang Mijoo layaknya mayat hidup. Dia menuruti saja kemana langkah kaki Mark tanpa bertanya apa-apa. Dia total sudah terjebak di permainan Mark. Sama sekali tidak terpikirkan untuk Mijoo setelah lulus SMA akan menikah. Apalagi dengan Mark.

 

“Hyaaaa… Lee Mijoo, tenang saja aku akan mengatur semuanya” ujar Mark santai.

 

“Aiisshhh… tapi papamu berpikir kita benar-benar punya hubungan” balas Mijoo semakin kesal.

 

“Apa salahnya, toh kita memang ada hubungan… Aku menyukai gadis cantik, dan kau punya kecantikan itu, makanya aku bisa menyukaimu, dan kau saaaangaat mencintai uang, dan aku punya apa yang kau suka, bahkan sangat banyak, jadi tentunya kau bisa mencintaiku kan… ini benar-benar sangat simple” Mark sangat pintar mencari celah.

 

“Hyaaaa.. tapi… aahhh molla!”

 

Sudah sekitar setengah jam mereka berkeliling rumah sampai akhirnya sekretaris Shin menghampiri mereka, lebih tepatnya menghampiri Mark.

 

“Lebih baik tuan muda segera ke ruang makan dengan nona Lee, karena sepertinya beliau ingin menyampaikan sesuatu” jelas sekretaris Shin.

 

“Mwoo… waahh, diluar dugaan, ternyata papa mengambil keputusan sangat cepat.. ternyata wajah cantiknya sangat berguna” Mark menatap penuh arti pada Mijoo yang tak paham apa maksudnya.

 

Mereka segera meluncur ke tempat dimana papanya menunggu. Wajah paruh baya yang kini hanya bisa duduk di kursi roda itu menyambut anaknya dan calon menantunya itu dengan senyum yang sangat hangat.

 

“Oke langsung saja pada intinya, aku telah mengganti semua isi surat wasiat, seluruh perusahaan dan harta kekayaan ini aku serahkan pada anakku satu-satunya Mark Tuan. Tapi Mark, kau belum bisa menguasai seluruh hartanya sebelum kau resmi menikah, jadi untuk sekarang, kau tetap menerima transfer uang dariku, aku akan tetap membatasi pengeluaranmu nak” papa Mark lebih pintar dalam membuat keputusan, ia tidak ingin Mark menghabiskan hartanya hanya untuk berfoya-foya.

 

“Aiishhhh… benar-benar pintar!” gumam Mark kesal.

 

“Dan kau nona Lee, setelah melihatmu, aku yakin kau akan jadi calon istri yang baik untuk Mark… jadi aku mencantumkan namamu menjadi salah satu pewarisku, setelah menikah dengan Mark, kau resmi akan memiliki sebuah resort di pulau Jeju” jelas Papa Mark yang membuat Mijoo tak mampu berkata apa-apa. Dia seperti orang gila mendengar penjelasan Papa Mark itu.

 

“Waaaw… di luar dugaanku!” gumam Mark

 

“Tapi tuan…”

 

Mark memotong ucapan MIjoo.

 

“Aaahhhh…. pacarku ini terlalu shock mendengarnya pa” sanggah Mark.

 

“Baiklah… hari ini kalian tinggallah disini, jadi istirahatlah sekarang!” papa Mark membiarkan Mijoo dan Mark pergi tetunya dengan eksprei keduanya yang sangat berbeda. Mijoo masih belum percaya dengan apa yang didengarnya.

 

“Sudah ku bilang, aku akan membuatmu kaya mendadak kalau kau tetap bersamaku” bisik Mark tepat ditelinga Mijoo.

 

Dan masih dengan tampang shock, Mijoo diantar kepala pelayan yang sudah menua ke sebuah kamar khusus tamu. Sebuah kamar yang besar untuk ukuran kamar tamu menurutnya. Sampai sekarang pun Mijoo masih berdecak kagum melihat setiap detail rumah Mark. Namun, begitu dia sendirian di kamarnya sambil duduk bersandar dipan, ia meratapi nasibnya yang terjebak sepenuhnya, dan pasti akan sangat susah untuk lepas.

 

“Aku harus bagaimana ini… memang aku menyukai uang, tapi bukan impianku menikah karena uang, aku ingin menikah dengan orang yang aku cintai. Ya memang Mark tampan dan kaya raya, tapi apa bisa aku mencintai orang sok diktator itu. Aku seorang Lee Mijoo, aku yang selalu mengendalikan sebuah hubungan, bukan dikendalikan seperti ini…. Lee Changjoo, kau benar-benar menjebakku disituasi sesulit ini. Aahhh… sial, kenapa juga aku sangat menyukai uang… omma, na eoteokhae??” Mijoo menenggelamkan wajahnya diantara lipatan lutut dan tangannya.

 

========

 

Mijoo sebenarnya sangat paham dia menjadi bahan pembicaraan atau bisa dikata gosip terhangat di sekolah ini. Dan sebenarnya juga dia sangat bisa menutup mulut para penggosip itu, tapi sekarang dia sangat malas untuk menambah aktivitasnya, badannya terlalu rapuh saat ini. Tentu saja karena Mark, siapa lagi.

 

“Mijoo-ya… kau benar-benar berubah semenjak berpacaran dengan Mark, kau jadi gadis lembek, lihatlah mereka jadi berani menggosipkanmu” celetuk Jisoo.

 

“Aku benar-benar sedang malas, rasanya aku ingin menyimpan banyak tenagaku” keluh Mijoo dengan tampang memelas.

 

“Hyaaa… apa Mark memperlakukanmu dengan sangat buruk? Kau kan seorang Lee Mijoo, masa kau tidak bisa menaklukkan Mark?” selidik Myungeun heran.

 

“Bisakah kita hentikan pembicaraan tentang Mark? Orang itu sudah membuatku benar-benar terjebak” lanjut Mijoo dengan ekspresi lebih memelas.

 

“Terjebak???” ucap Jisoo dan Myungeun bersamaan tapi tidak mendapat jawaban apa-apa dari Mijoo.

 

======

 

Di kelas, di kantin, di perpustakaan bahkan dimanapun ada Mijoo disitu akan selalu ada Mark. Merasa risih? Tentu saja bagi Mijoo tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa. dia sudah jadi putri penurut untuk Mark. Jika tidak dia tidak akan mendapatkan uang bulan ini.

 

Bahkan sekarang pulang sekolah pun Mijoo tidak lagi dengan Myungeun ataupun Jisoo. Seperti sudah terbiasa, Mijoo sudah otomatis mengikuti langkah Mark ketika pulang sekolah. kedua sahabatnya sudah mulai memaklumi kedekatan mereka meskipun masih banyak mulut yang mengatakan tidak-tidak. Sesampainya mereka di parkiran sekolah, Mijoo melihat Jaehwan berlari ke arah mobil mewah berwarna hitam. Disitu seorang wanita paruh baya dengan penampilan stylish sudah menunggu dengan gaya anggun khas bangsawan. Ya terlihat adegan anak dan ibu yang membuat Mijoo sedikit iri. Pikirnya Jaehwan memeluk ibunya dengan sangat erat layaknya mereka sudah tidak bertemu lama.

 

“Aahhh … jadi itu ibu Jaehwan” celetuk Mijoo dengan memajukan bibir bawahnya. Mijoo memang sangat iri karena dia tidak pernah merasakan kehangatan seorang ibu.

 

“Mwo?” balas santai Mark, tapi kemudian matanya menangkap juga adegan manis antara ibu dan anak itu. Melihat itu semua, Mark menatap nanar dengan penuh emosi yang terpancar. “Kajja!” Mark menarik tangan Mijoo kasar dan segera menyuruhnya masuk mobil. Mijoo tak paham apa yang terjadi dengan Mark, dia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Yang dia kenal, Mark hanya seorang namja mesum tanpa perasaan, tapi sekarang dia melihat luapan penuh emosi di mata Mark.

 

Cara menyetir Mark kali ini pun tidak seperti biasa. Dia sedikitpun tidak menggoda Mijoo, dia hanya terfokus ke jalanan. Yang Mijoo lihat, tatapan mata Mark kosong.

 

“Mark, ini kan bukan jalan ke rumah” sahut Mijoo sepelan mungkin, jujur gadis ini sekarang sangat takut dengan Mark.

 

“Diamlah!” balas Mark singkat.

 

Mijoo terus berpikir, apa ada yang salah dengannya. Karena sebelumnya dia tetap menjadi Mark yang mesum dan suka menggoda. Tapi setelah dari parkiran itu? sebenarnya apa yang membuatnya marah? pikir Mijoo.

 

Tak lama Mark menghentikan mobilnya di sebuah tempat yang sangat sepi tapi sangat indah, karena dari tempat itu dapat terlihat betapa indahnya sebuah danau di pinggiran Seoul yang masih asri. Mark hanya sekilas melihat pemandangan indah di depannya lalu dia menutup matanya. Mark menurunkan sandaran belakang kursinya sehingga ia bisa sedikit merebahkan tubuhnya. Mark tetap diam tak mengatakan apa-apa.

 

Sementara Mijoo masih bermain dengan spekulasi di otaknya tentang apa yang terjadi pada Mark. Dia diam juga melihat pemandangan diluar yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Karena bosan akhirnya Mijoo berniat keluar dari mobil dan menikmati kesejukan udara yang masih tersisa. Tapi baru membuka seatbeltnya…

 

“Jangan pergi kemana-mana, tetaplah disini!” titah Mark dengan posisi yang belum berubah dan masih dengan menutup mata. Ternyata dia tidak benar-benar tidur pikir Mijoo.

 

“Hyaaa… aku bosan, kau hanya diam saja” sanggah Mijoo sambil memanyunkan bibirnya. Aahh, Mijoo terlihat sangat cantik dengan aegyo seperti ini.

 

“Kenapa kau tidak menghiburku?” Mark mulai membuka matanya dan melirik Mijoo dengan ekor matanya.

 

“Hyaa, kau sendiri yang menyuruhku diam jadi aku…..”

 

Mijoo tak mampu menyelesaikan kalimatnya. Bisa kalian tebak, sebuah serangan mendadak dari Mark. Yap, Mark dengan sigap mencengkaram tangan Mijoo dan menempelkan bibirnya ke bibir ranum Mijoo. Tak ada reaksi apa-apa dari Mijoo.

 

‘Hyaaaa… Lee Mijoo, apa yang kau lakukan, di sedang menciummu tanpa ijin, seharusnya kau bereaksi sama seperti ketika Jaehwan menciummu, kau harus menendangnya… Hyaaaa Lee Mijoo, kenapa kau malah diam, sadarlah Lee Mijoo, jangan tutup matamu… Hyaaaa LEE MIJOOO!’ monolog Mijoo dalam hatinya yang berusaha menolak, tapi tubuh Mijoo yang justru berkata lain.

 

Aktivitas Mark untuk menikmati bibir Mijoo masih saja berlangsung tanpa adanya perlawanan. Tangan Mark yang sebelumnya mencengkeram kuat tangan Mijoo, kini sudah tidak lagi, Mark melepaskannya dan tangannya dengan otomatis menangkup kedua pipi Mijoo untuk memperdalam ciumannya.

 

Mijoo masih saja menutup matanya sampai akhirnya Mark melepas tautan bibir mereka dan mengakhiri dengan kecupan singkat di bibir Mijoo.

 

“Waaaaaw… sebuah reaksi yang tak terduga, ku kira kau akan menendangku sama seperti yang kau lakukan pada Jaehwan, tapi…. kau justru menikmatinya nona Lee” Mark menyunggingkan senyum kemenangannya.

 

Mijoo terlihat masih belum begitu sadar, matanya terus mengerjap seperti tengah mengumpulkan nyawanya yang sudah melayang kemana-mana. Namun seketika….

 

“HYAAAAA… APA YANG KAU LAKUKAN, DASAR MESUM… HYAAAAAA!” Mijoo kembali singa betina yang sedang kelaparan, dia mengusap-usap bibirnya seakan bibirnya habis terkena noda yang sangat banyak. ‘Dasar Lee Mijoo bodoh, kenapa kau justru menikmatinya, pabo…pabo…pabo!’ batin Mijoo merutuki dirinya sendiri yang turut andil tidak menolak ciuman itu.

 

Mendengar ocehan Mijoo, Mark hanya tersenyum singkat, aahh lebih tepatnya Mark menunjukkan smirk nakalnya di depan Mijoo seperti ingin bertanya ‘Apa kau menyukainya nona Lee, ayo kita lanjutkan!’

 

 

TBC

Mau baca ff Ara yg lain, silahkan kunjungi wattpadnya Ara yak dgn username AraKim91 … gomawo *deepbow*

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

4 thoughts on “FF/ SHE’S DIFFERENT/ GOT7-LOVELYZ-VIXX/ pt. 3

  1. si mark asal nyosor aja 😂 tapi no what what lah.. mijoo nya jga suka kok 😁😂

    tapi knpa dia jdi marah abis liat jaehwan sama ibu nya coba? punya hubungan apa? or dia cemburu??

    next thor^^ keep writing!!

  2. Waah gua suka banget ff author yg ini,pertama kali baca gua udah deg2an/? Cepatlah rilis chapter selanjutnya, gua menantikannyaaa~~ jangan lama2 yaa keburu bosan nunggu ntar wkwkwk😂😂
    Ahh lain kali bikin ff tentang MinahxMark atau MinahxMinhyuk Btob,terimakasih banyak jika outhor mau membuatkannya buat gua😊😊 SARANGHAE OUTHOR KIM ARA❤❤❤

  3. Duh, kelanjutannya gmn ya? Gw penasaran bngt nih hehe.. Ceritanya makin lama makin seru, ga sabar nunggu next chapternya~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s