FF/ A P O L O G Y/ iKON-EXO/ pt. 4B


New poster APOLOGY.jpg

Author : @intanelfs

Tittle : A P O L O G Y

Range : Sad,Romance,School life,Family

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini hanya fiktip belaka yang berdasarkan pemikiran murni dari otak saya sendiri,jika kalian memnemukan FF dengan cast yang sama,cerita yang sama,itu hanya kebetulan,dan saya minta maaf saya tidak tahu menau mengenai hal itu dan mohon di maklumi, Posted On https://fanfictionside.wordpress.com/

Rating : PG 16-17

Cast :

– Han Jia (OC/readers)

– Byun Baekhyun (EXO)

-Kim Hanbin (IKON)

– Other cast

 

Author NB :    # Happy Reading J

# NeedComment

# JustComment

#Typo Every Where

.

.

.

“apa kalian sudah mengerti dengan tugas masing-masing?”tanya han jia sekali lagi sebelum menutup rapat di ruang osis

“aku berharap acara yang akan diselenggarakan minggu depan akan berjalan lancar”ucap lee mari yang sedang membereskan beberapa kertas diatas meja

“yak han jia,bagaimana cara mu memastikan mereka untuk berpartisispasi kembali”Tanya jiyeon yang sedikit penasaran,

“aku juga ingin tahu”sambung anggotan lainya lagi

“aku sedikit mendapat bantuan”ucap jia

“dari siapa”Tanya mereka dengan serempak

“kim hanbin”ucap jia datar

“Mwoo”ucap mereka serempak lagi

“jadi rumor antara kau dan hanbin memang benar,,setauku seorang kim hanbin tidak pernah tertarik akan masalah seperti ini”

“jadi jia-ya kim hanbin benar-benar tertarik padamu,berhati-hatilah,dia sedang memangsa mu”

“kalian ini biacara apa,ini sudah sore aku akhiri rapat sampai disini,”akhirnya mereka bubar.

Didepan ruangan osis hanbin melirik jam tanganya”sebenarnya apa yang mereka rapatkan”

“kim hanbin apa yang kau lakukan disini”Tanya jiyeon ,mereka semua sudah keluar dan menatap kearah hanbin begitu juga jia

“akhirnya kau keluar juga.kajja”hanbin tiba-tiba menarik paksa jia,sedangkan beberapa pasang mata yang menyakisak itu hanya bisa memasang wajah prihatin.

“yak kim hanbin,,”jia mencoba melepaskan diri dari genggaman tangan hanbin,namun nihil hanbin menarik lenganya teralalu kuat,jia hanya bisa mengeluarkan sumpah serapahnya kepada hanbin,dan akhirnya meraka sudah tiba di parkiran

“sebenarnya apa maumu”teriak jia melepaskan tangan hanbin

“mengantar mu pulang” ucap hanbin dengan nada entengnya,membuat jia memutar bola matanya malas

“mwooo?,,,kau bisa memintanya dengan baik-baik,bukan menyeretku seenak jidatmu”

“jika aku meminta dengan baik-baik kau tidak akan pernah mau “

“walapun kau meminta dengan kasar seperti ini kau pikir aku akan tetap mau huh?”teriak jia yang sangat kesal dengan hanbin

“waee,,kenapa kau tidak mau,aku padahal sudah menyuruh supir mu pulang”ucap hanbin polos,jia sudah tidak bisa berkata kata. Namun jia sedikit tersenyum setelah melirik kearah gerbang

“kim hanbin asal kau tau,walapun kau mengusir supir ku,ada sesorang yang lebih kuat datang menjemput ku”ucap jia.jia mengangkat dagunya kearah sebuah mobil dan hanbin pun ikut menoleh

“eomma”teriak jia kearah wanita paruh baya yang bisa dibilang masih sangat cantik ,sebelum jia berlalu jia menjulurkan lidahnya ke hanbin

“pulanglah”ucap hanbin lirih kearah jia.

Hanbin menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil bersandar di mobilnya”aku kalah lagi”

.

.

.

Sekarang jia bersama ibunya di sebuah restoran mewah di kawasan gangnam.

“siapa namja yang bersamamu di parkiran tadi”

“namanya kim hanbin,dia seorang pengganggu eomma,dia benar-benar menjengkelkan”

“sepertinya dia itu menyukai mu,,,kau tidak tertarik?,”jia hanya menggelengkan kepalanya ”Kau harus sedikit membuka hatimu pada sesorang,dia cukup tampan”perkataan ibunya membuat jia hanya memutar bola matanya malas

“memikirkan hal itu saja aku tidak pernah,eomma jangan bicara tentang dia lagi,,katanya eomma mau bicara sesuatu”mendengar kata jia ,ibunya menarik napas pelan,dia tidak ingin membuat purti satu-satunya terlalu berharap kalau rumah tangga kedua orangtuanya bisa kembali

“jia-ya,,,jika eomma bercerita,apa kau akan marah?”

“tergantung”jia mulai merasa bad feeling dengan eommanya

“berjanjilah kau tidak akan marah”ucap ibunya,,jia hanya mengangguk

“sebelumnya eomma minta maaf,,eomma,,,tidak bisa memenuhi harapan mu”

“maksud eomma?”

“eomma tau ,kau sangat berharap eomma dan appa akan kembali seperti dulu,tapi itu sudah tidak mungkin sayang,itu tidak akan merubah semuanya,yang lalu biarlah berlalu,apa kau mengerti maksud eomma”

“apa aku salah jika aku berharap kedua orang tua ku bisa bersama kembali”ucap jia lirih

“bukakah eomma mencintai appa?”

“iya,,,tapi itu dulu sayang,,Eomma… akan menikah lagi”bagai di sambar petir *mohon maaf ini sedikit dramatis sedikit*jia belum memfokuskan otaknya dengan apa yang didengarnya barusan,jia hanya menatap ibunya datar

“menikah?… Dengan si..apa?”kali ini suara han jia sedikit bergetar,pupus sudah harapanya untuk menyatukan keluarganya kembali,ayahnya kini sudah memiliki istri simpanan ditambah calon kakak laki-laki yang sangat menyebalkan yang sebentar lagi akan dipublikasikan ke awak media,beban pikiranya ditambah lagi oleh ibunya yang juga sebentar lagi akan menikah dan akan sorot media pula karena ibunya yang merupakan desiner terkenal sekligus pemilik PL group bagian industry pakaian.

“apa eomma mencintainya?”sekarang han jia benar-benar ingin menangis,tapi dia mencoba untuk menahanya

“eoh,eomma mencintainya”

“menikahlah kalau begitu”jia memilih beranjak dari kursi tapi sebelum dia benar-benar meninggalkan ibunya dia ingin mengatakan sesuatu kepada ibunya.

“hengbokaseo(berbahagialah)”jia akhirnya angkat kaki dari tempat itu,ibunya tidak menahanya,mungkin ini memang yang terbaik bagi mereka?

Jia sekarang sedang berada dalam taxi yang menuju rumahnya,

“benar-benar harapan yang sangat konyol”ucap jia pada dirinya sendiri,

“ahjussi aku turun disini saja,ini sudah dekat dengan rumah ku”

“baiklah”

Akhirnya jia turun dari taxi dan berjalan kearah taman bermain yang ada di kompleks perumahannya,jia memilih duduk di ayunan ,mencoba menenangkan pikiranya sejenak akhirnya beranjak lagi menuju rumahnya. Di depan rumahnya jia hanya menatap rumah mewah yang kini ia tempati,dia mulai terngiang-ngiang akan pertengakaran kedua orang tuanya dulu,jia masuk kedalam rumah,dia melihat baekhyun sedang berada di depan pintu,melewatinya begitu saja,namun baekhyun menahan lengannya

“kau pulang terlambat”ucap baekhyun

“eoh”hanya itu yang keluar dari mulut jia

“ayahmu akan membunuh mu”canda baekhyun

“eoh”itulagi yang keluar dari mulut jia

“kau hanya mengatakan eoh dari tadi”baekhyun meniru suara jia

“doe eodiga?”Tanya jia

“akhirnya kau mengatakan sesuatu yang lain selain “eoh”,,aku ada kulaih malam”baekhyun akhirnya berlalu meninggalkan jia dengan wajah datarnya. Wajah itu kembali Nampak saat perceraian kedua orang tuanya,menangis pun tidak,hanya ekspresi datar plus dingin yang ditampilkan wajahnya,jia melewati ruang tengah yang kini melihat ayahnya sedang menonton berita yang sedang memberitakan dirinya,ayahnya kemudian melirik kearah putrinya yang sedang menatapnya dengan tatapan kosong

“kau pulang terlambat lagi”ucap ayahnya,jia mencoba terseyum walapun itu terlihat seperti senyum paksaan

“apa terjadi sesuatu”Tanya ayahnya

“eoh”ucap jia langsung berlalu meninggalkan ayahnya yang kini menatapnya dengan tatapan khawatir.

Jia membuka pintu kamarnya sambil menghela napas ,dia melihat jam dinding di temboknya yang sudah menujukan Sembilan malam “semua akan baik-baik saja”lirihnya dan memilih ke kamar mandi untuk membersihkan diri “besok akan menjadi hari yang sangat mengerikan”jia mengatakan hal itu sebelum membenamkan seluruh tubuhnya kedalam bathtub.

mungkin jia sedikit berlebihan karena dia sudah berada di kamar mandi selama sejam lebih dan dia belum keluar sama sekali,jia masih memandang wajahnya dalam-dalam yang sudah terlihat pucat di cermin,”aku sangat takut,”lirih jia melihat wajahnya sendiri di cermin yang sudah terlihat berembun ,jia kemudian meraih handuk dan akhirnya gadis itu keluar dari kamar mandi .

.

.

.

6:30 AM KST

“agassi apa tidak sarapan terlebih dahulu”Tanya ahjumma melihat jia hendak berlalu begitu saja,melewati meja yang tengah sarapan,baekhyun yang melirik kearah jia melihat gadis itu sedikit terlihat aneh,gadis itu terliht lebih pucat dengan wajah yang sedikit membengkak,bagaimana wajahnya tidak membengkak gadis itu menangis semalman dan tidak tidur sama sekali

“appaneun?”Tanya jia

“hari ini tuan dan Ny.yoon akan berangkat ke jepang,mereka sudah berangkat beberapa menit yang lalu,karena ada pertemuan mendadak “

“eoh,aku berangkat dulu”ucap jia

“yak apa kau tidak sarapan dulu,wajah mu terlihat mengerikan”ucap baekhyun tidak di gubris oleh jia,jia sedang focus ke sebuah siaran tv yang sedang memeberitakan ibunya yang sebentar lagi akan menikah dengan ahjussi yang sama yang pernah mereka lihat sebelumnya di sebuah restoran,baekhyun melihat ke arah pandang jia yang hanya memasang wajah dinginya,baekhyun segera memerintahkan ahjumma untuk mematikan tv sialan itu ,jia hendak melangkahkan kakinya keluar namun baekhyun menahanya. Sekarang baekhyun mengerti kenapa dari tadi malam gadis ini sudah bersikap aneh

“apa kau baik-baik saja”Tanya baekhyun dengan nada yang cukup khawatir

“eoh”

“apa kau yakin akan berangkat sekolah dengan keadaan seperti ini?”

“eoh,”

“yaaaak han jia,aku sedang serius,kenapa kau bertindak seolah-olah tidak terjadi apa-apa huh”teriak baekhyun

“lalu.. apa kau mengininkan ku menangis seperti orang gila,aku sudah lelah menangis dari tadi malam,jadi jangan mencampuri urusan ku lagi,karena ini tidak ada hubunganya sama sekali dengan mu,aku bahkan tidak mengagap mu sebagai keluarga ku,jadi aku hanya ingin kau melihat tembok pembatas,karena kau sudah melangkah terlalu jauh mencampuri urusan orang lain ” akhirnya han jia kembali menjadi sosok yang mengerikan,baekhyun pernah melihat wajah jia yang seperti sekarang ini saat dia pertama kali menginjakan kakinya di rumah ini,“aku tidak menyukai jika kau seolah-olah khawatir padaku,aku meembencinya”jia mencoba melepas genggaman tangan baekhyun dan berlalu meninggalkan baekhyun yang hanya bisa menghela napas prustasinya

.

.

.

Han jia lagi-lagi menjadi pusat perhatian di sekolahnya,kali ini tidak ada hubunganya dengan hanbin,melainkan berhubungan dengan keluarganya,bahkan dengan terang-terangan mereka membicarakan ibunya

“waaah aku benar-benar tidak percaya jika ibunya menikah lagi dengan pemilik Star Empire”

“yaaak keluarganya benar-benar terlihat menggelikan,aku mendengar dari ibuku jika kedua orang tuanya bercerai Karena ayahnya memiliki simpanan”kuping jia yang mendengar hal itu seketika memanas

“dan sekarang ibunya menikah lagi,padahal perceraian orang tuanya belum genap setahun”tambah gadis lainya yang lagi.mereka tampak sangat antusias membicarakan sesorang yang padahal bisa di dengar oleh sang objek

“berarti sekarang dia memiliki dua ayah dan dua ibu,,,waaah daebak,,hahahahah”tawa mereka terhenti saat jia melewati gerombolan gadis-gadis penggosip itu. Jia menatap mereka dengan wajah dinginnya,mereka langsung berlalu. jia sudah berada di locker ,

”chukaee han jia” jia membalikan badanya, kini 5 orang sedang berada di hadapanya,anak-anak dari golongan atas di sekolahnya,lee jiyeon,yoon sara,kim taehyung,junhoe,park minji,mereka adalah anak konglomerat yang cukup berpengaruh di sekolah

“selamat atas apa?”Tanya jia,sebenarnya jia tau ada maksud lain dari mereka

“tentu saja atas pernikahan yang akan diadakan ibumu”ucap minji

“ibu mu benar-benar memiliki selera yang luar biasa”tambah taehyung

“aku dengar dari ayahku jika saham PL group dan Star Empire benar-benar melonjak naik”

“dan sekarang kau setara dengan kim hanbin,waah sudah sangat terlihat jelas sekarang tingkatan diantara kita di sekolah ini”,jia mencoba setenang mungkin,walapun dia sudah sangat kesal,dia tidak ingin berlama-lama dengan mereka jia beralalu dengan membanting pintu lockernya,hanbin yang dari tadi sudah memeperhatikan mereka hanya melirik kepergian jia ,hanbin menyusul han jia sedikit berlari untuk menyamakan langkah mereka,hanbin menahan lengan jia,kening hanbin sedikit berkerut

“han jia,,apa kau,,kau menangis?”Tanya hanbin,jia hanya diam,menghapus air matanya yang dari tadi tidak bisa ia tahan

“kim hanbin kepala sekolah mencari mu”teriak junhoe dari kejauhan,jia yang juga mendengar hal itu mepelaskan genggaman tangan hanbin di lengannya

“pergilah”lirih jia,yang akhirnya memilih untuk meninggalkan hanbin.

Didalam kelas jia masih menjadi pembicaraan teman-temannya,tapi dia mencoba tak ambil pusing,walapun wajahnya terlihat kurang sehat,dengan mata sembab,dia bahakan tak berdandan sama sekali hari ini,kesibukan di dalam kelas terhenti ketika guru sudah masuk ruangan

“seperti yang diinfokan tadi pagi,hari ini kita ulangan evaluasi materi”

. . .

25 menit kemudian

Jia bangkit dari bangkunya,dia sedikit menyeimbangkan badannya karena kepalanya sudah tidak bisa diajak kompromi,pengelihatannya saja sudah mulai kabur,dia berjalan kearah saemsongnim

“han jia kau sudah selesai?”Tanya sang guru kemudian jia menyerahkan kertas jawabanya

“han jia kau terlihat kurang sehat,,apa kau sedang sakit?,jika kau tidak enak badan kau boleh pulang”

“terima kasih”jia memegang kepalanya yang sudah terasa berat,dari tadi malam dia belum makan sama sekali,apa lagi dia terjaga sampai pagi.

.

.

.

Jia sudah berada di dalam taxi,dia melirik handphone yang dari tadi terus saja berbunyi,panggilan dari ayahnya dan ibunya

“nona jawablah telpon mu,itu berisik “ucap sang supir taxi,jia pun akhirnya menjawab panggilan dari ayahnya,tanpa mengeluarkan suara,hanya menempelkan di telinganya saja

jia-ya appa baru sampai di jepang,appa minta maaf baru bisa menghubungi mu,kata guru mu di sekolah kau pulang lebih awal karena sakit,kau baik-baik saja?”

ani,,aku tidak baik,,,berkat eomma dan appa sekarang putrimu satu-satunya jadi bahan pemicaraan di sekolah,berkat eomma dan appa juga putri mu ini tidak bisa mengangkat wajahnya untuk pergi sekolah,, putri mu ini…sangat malu”jia sudah tidak bisa membendung air matanya lagi,sang ayah sudah tidak bisa berkata-kata lagi

isirahatlah di rumah,appa akan kembali lebih awal”ayahnya menutup telponya,itu semakin membuat jia semakin terisak dalam tangisannya,sang supir taxi yang dari tadi melirik menggaruk kepalnya yang tidak gatal. sang supir taxi menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah mewah

“nona apa kau baik-baik saja”Tanya si supir taxi

“jika aku tidak baik-baik apa yang akan kau lakukan,,,hiks hiks,,,,hiks,aku membenci ibu dan ayahku,,aku membenci istri simpanan ayahku,aku membenci byun baekhyun,,AKU JUGA MEMEBENCI MU”si supir terkejut “apa salah ku” pikirnya kini jia benar-benar menangis histeris dari biasanya,jia terduduk di depan gerbang rumahnya dan menangis,si supir taxi ikut terduduk di hadapan jia dan menepuk-nepuk pundak jia.

“kau hanya perlu berkata pada dirimu sendiri ‘semuanya akan baik-baik saja,walapun itu tidak baik-baik saja’ Jia mengangkat sedikit wajahnya ke si supir taxi yang tengah mengenakannya sebuah topi di kepala jia,jia melihat dengan jelas wajah si supir taxi yang bisa di bilang cukup tampan dengan senyum mengembang di wajahnya,dan ditambah lagi si supir itu terlihat cukup muda,dan di akui jia si supir taxi itu memang tampan,tapi jia tidak ingin terlalu focus padanya.

“kau hanya perlu berpikir dengan tenang,,dan aku juga harus seperti itu,pelanggan ku harus selamat sampai tujuan,dan aku bisa kembali dengan perasaan tenang” si supir taxi kemudian berdiri dan menyulurkan tanganya kearah jia yang masih terduduk,jia melihat telapak tangan itu dan jia meraihnya,jia pun berdiri mengahadap si supir.jia hendak berlalu namun lenganya di tahan oleh si supir taxi “ada apa lagi?”Tanya jia sedikit segukan

“seperti yang ku katakan tadi aku harus kembali dengan perasaan tenang,,,nona..”si supir mengadahkan tanganya ke wajah jia “kau belum bayar taxi” ucap si supir dan jia langsung menundukkan wajahnya “aish,,,ini bukan waktu yang tepat untuk merasa malu” lirih jia,kemudian merogoh kedua saku di jas seragamnya,namun nihil dia tidak menemukan apa-apa

“aku tidak membawa uang,,uang ku ada didalam rumah,tapi aku sedang kurang enak badan,aku terlalu malas untuk kembali kesini,jadi ahjussi? ikut saja kedalam”tadinya si supir ingin protes mengenai kata ahjussi tapi karena gadis ini sedang tak enak badan jadi kali ini dia tidak perlu mempermasalahkannya. jadi si supir taxi hanya mengangguk tanda mengerti dan mengikut jia masuk kedalam rumah,si supir melihat sekeliling rumah dengan wajah takjubnya

”seumur hidupku aku tidak pernah memasuki rumah sebesar dan semewah ini”ucapnya,jia melirik sekitar benar-benar tidak ada kehidupan sama sekali

“ahjumma,,,shin ahjumma”jia mencoba berteriak tapi bukan sahutan yang di dapat malah sakit kepala yang langsung menyerang kepalanya

“aku lupa jika besok akhir pekan,pantas saja,,ahjussi tunggu sebentar“ jia hendak menuju kamarnya

“permisi”ucap si supir taxi, jia menghentikan langkahnya

”kau pelanggan yang pertama kali memanggilku ‘ahjussi’ dan bisakah kau tidak memanggilku dengan embel-embel ahjussi? aku bahkan belum memiliki istri dan anak”ucap si supir.jia hanya mengangguk dan berlalu menuju kamaranya sembari memegang pelipisnya.

Jia mengambil beberapa lembar won dan kemabli ke tempat dimana si supir taxi tengah menunggunya,jia melihat aneh ke supir taxi itu yang tengah mengambil beberapa gambar dengan ponselnya,berselfie ria dengan vas bunga,foto keluarga,beberapa lukisan.

“cheogii,,apa yang sedang kau lakukan?”Tanya jia ,si supir taxi langsung mengehtikan aktivitas berselfienya dengan lukisan kesayangan ayahnya itu

“maafkan aku,,aku terlalu mengagumi rumah ini,kau tidak keberatan aku mengambil beberapa gambar kan?”jia hanya mengangguk dan menyerahkan beberapa lembar uang

“eoh,,terima kasih,kalau begitu aku pergi dulu,bersemangatlah,,hidup memang berat” akhirnya si supir taxi itu telah hilang dari pandangan jia.

Jia merebahkan tubuhnya tanpa mengganti seragam sekolahnya terlebih dahulu karena sudah tidak kuat lagi menompang tubuhnya yang semakin terasa berat,matanya mulai terlelap,mungkin jika dia tidur sedikit maka sakit di kepalanya aku berkurang pikirnya.

 

 

18:30 KST

Jia terbangun karena tiba-tiba tenggorokannya terasa sangat kering dan panas,dia mencoba bangun namun rasa pusing menerjang kepalanya

“sepertinya aku demam”jia mencoba mengecek suhu tubuhnya dengan menempelkan tangan di keningnya dan lehernya

“aku memang demam”jia bangun dari tempat tidurnya,agar tubuhnya tetap seimbang ia berjalan di sekitaran dinding,ia berjalan dengan hati-hati saat menuruni tangga ,akhirnya dia sekarang sudah berada di dapur,mengambil gelas menuangkan air dan meminumnya

Pandangan jia mendadak kabur,ia menopang tubuhnya di meja dapur,rasa pusing menyerang kepalanya,ia terududuk di depan pintu kulkas,mencoba untuk bangun namun rasa sakit ditubuhnya lebih mendominasi.

.

.

.

Baekhyun sekarang sedang memakirkan mobilnya di garasi,dia melirik jam tanganya sudah jam 19.00

jika tidak ada kuliah tambahan aku bisa pulang lebih awal,aish”ucapnya dengan nada kesal,ia membuka pintu mobil.

Baekhyun membuka pintu,keningnya berkerut

beoyaa,,kenapa rumah ini gelap sekali,,apa ahjumma sebelum pulang tidak menyalakan lampu,tapi kenapa lampu dapur menyala,” setelah menyalakan saklar lampu sekarang rumah ini terasa hidup kembali,baekhyun berjalan menuju dapur,untuk mengambil air,baru baekhyun hendak meneguk air,tiba-tiba air itu menyembur keluar,dia terbatuk batuk karena terkejut melihat han jia terduduk di depan pintu kulkas

“hem,,yak,kenapa kau tidur disini”baekhyun mengooyangkan kaki gadis itu dengan kakinya,baekhyun masih dalam posisi berdiri

“apa kau pura-pura pingsan?”Tanya baekhyun dengan bodohnya,baekhyun berjongkok tapi jia tidak bergeming sama sekali

“akhirnya gadis ini menunjukan sisi lemahnya juga”ucap baekhyun,dia hendak menempelkan tanganya ke kening jia,namun jia menepis tangan baekhyun dengan tenaga yang ia miliki,baekhyun yang tadinya memiliki niat baik untuk mengangkat tubuh gadis yang dari tadi pagi membuatnya sakit hati hanya bisa memutar bola matanya malas”dia masih saja sok kuat”pikir baekhyun,jia mencoba bangun,dia tidak sadar sekarang tanganya berpegang pada lengan baekhyun,tapi gadis itu terduduk lemas pada bahu baekhyun,baekhyun menghela napas ,dan akhirnya mengangkat tubuh jia.

Sekarang tubuh jia sudah berada di tempat tidurnya,baekhyun tau jika gadis ini sedang tidak enak badan,baekhyun meletakan tanganya di kening jia

“kau demam “

“pergilah”lirih jia,mendengar hal itu baekhyun akhirnya beranjak,keluar dari kamar han jia.

Namun selang 30 menit kemudian,baekhyun datang lagi dengan membawa baskom berisi air dan bubur hangat dan gelas berisi air putih serta beberapa butir obat,sekarang baekhyun terlihat seperti pengasuh,dia menempelkan handuk di kening jia,menyingkirkan beberapa anak rambut di wajahnya,baekhyun menatap wajah jia seulas wajah tersenyum dengan tulusnya pada jia

“setidaknya sekarang kau terlihat seperti seorang gadis”baekhyun beranjak keluar dari kamar jia.

.

.

.

Baekhyu POV:

Ternyata mengurus orang sakit itu lebih melelahkan timbang mengurus orang sakit jiwa,setidaknya gadis itu akan sedikit membaik.

“apa aku harus menghubungi ayahnya”,tapi aku harus membersihkan tubuh ku terlebih dahulu,setelah mengambil handuk aku menuju kamar mandi,aku keluar setelah 10 menit berada dikamar mandi,aku keluar dengan telanjang dada,hanya mengenakan celana selutut berbahan jeans,membuka lemari mencari kaos ,dan menutup pintu lemari,sekarang pantulan cermin memerjelas penampilan ku,bisa di bilang aku ini cukup tampan,karena aku cukup popular di kampus jadi tidak ada yang aneh jika aku mengangaap jika diriku ini memang tampan,aku mencoba menbenari letak rambut ku dengan tangan,saat aku melihat ,lebih tepatnya memfokuskan mataku kearah pantulan cermin,aku sedikit terkejut,aku mencoba mengedipkan mata ku beberapa kali,apa ini Cuma halusinasiku saja,”tapi kenapa gadis itu bisa ada sana?dan menatapku tajam seolah ingin membunuh ku”

Author POV:

Jia membuka matanya,sekarang pengelihatnya sudah tidak seburuk tadi,dia sekarang berada di kamarnya,”kenapa aku bisa disini,” jia mengangkat tubuhnya untuk terduduk,dia melihat handuk terjatuh dari atas kepalanya,bahkan suhu tubuhnya sudah kembali normal tidak seburuk tadi,dia melihat kearah meja di samping kasurnya,dia mulai mengerti,ini ulah byun baekhyun.

“apa dimatanya aku sekarang begitu menyedihkan,,aku tidak butuh di kasihani”jia menatap tajam kearah handuk kecil,dia keluar dari kamarnya menuju kamar baekhyun untuk mencari perhitungan? lebih tepatnya melayangkan beberapa pertanyaan,saat jia membuka pintu kamar baekhyun dia tidak melihat penampakan wajah baekhyun,jia berjalan memasuki kamar,jia bisa mendengar surara gemrcik air di kamar mandi,karena ini pertama kali bagi jia memasuki kamar baekhyun jadi ada sedikit rasa canggung,tapi rasa marah lebih mendominasinya saat ini.

“han jia kau harus teguh pada pendirian mu,ini saat yang tepat untuk menjatuhkan si tengik itu” ucapnya pada dirinya sendiri,jia mendengar pintu kamar mandi terbuka,jia melihat kearah baekhyun yang hanya bertelanjang dada,”jika dilihat seperti itu dia terlihat lumayan,,,boeyaa,han jia sadarlah,kau disini untuk mencari perhitungan denganya”jia menggelengkan kepalanya,jia kembali melihat pergerakan baekhyun yang belum juga sadar akan kehadirannya,baekhyun berjalan kearah lemari,mengambil kaos putih oblong dan mengenakannya,baekhyun terdiam melihat kearah cermin,apa itu perasaannya saja atau …baekhyun memabalikan tubuhnya dengan wajah sedikit terkejut,kini han jia sudah berjalan kearahnya dengan tatapan tajam yang seolah ingin membunuh baekhyun.

“waegereseo?(kenapa kau melakukannya)”Tanya jia dengan sedikit berteriak

“mwoo-ga?(apa)”jawab baekhyun dengan tangan yang dimasukan kedalam saku,jia semakin geram dengan tingkah baekhyun,tepat di wajah baekhyun,bahkan jia menarik kerah baju baekhyun

“dengar baik-baik BYUN BAEKHYUN, AKU TIDAK BUTUH BELAS KASIHAN MU”jia mentap baekhyun tepat di bola matanya dengan tatapan tajamnya,”santailah byun baekhyun,otak gadis ini sedang bermasalah” pikir baekhyun,bukan ucapan terima kasih yang di dapat malahan sikap kasar yang di dapat dari han jia

“jadi,kau ingin aku membiarkan mu begitu saja,huh?”nada bicara baekhyun sedikit kesal

“aku belum selesai bicara,,,”ucap jia

“aku sudah tahu orang seperti apa kalian,,terutama ibumu,,,ibumu adalah penghancur keluarga ku,jika ibu mu tau posisinya yang hanya seorang sekretaris yang di percayakan ibu ku,ini tidak akan terjadi,kalian seharusnya tau diri,bersikap sok baik bak malaikat untuk merebut perhatian ku dan ayahku ,aku sudah hapal orang seperti kalian,dan kau bersikap sok perhatian padaku,aku tidak membutuhkannya,dimataku kau hanya seorang sampah “jia mengatakan itu dengan napas terengah-engah,mendadak sakit kepala menyerangnya,dia sendiri tidak sadar kekuatan dari mana kenapa kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutnya,sedangkan dari ekspersi wajah baekhyun yang dari tadi hanya memasang wajah datar kini berubah mengerikan,dia mengepalkan tanganya mencoba menahan emosi yang sudah tidak bisa di bendung lagi,

“kau bilang apa ? seperti sampah?”kini baekhyun mencengkram kuat bahu jia,jia sedikit meringis

“biar ku tunjukan seperti apa sampah yang sesungguhnya”baekhyun langsung menarik tenguk jia mendaratkan sebuah ciuman di bibir jia yang terkesan menuntut,jia membulatkan matanya seketika,dia masih belum mengerti kondisi yang sedang di hadapinya,sekarang baekhyun menciumnya dengan kasar dan menuntut,jia mulai sadar dia mendorong dada baekhyun,namun nihil baekhyun malah memperdalam ciumanya,jia mencoba melepaskan diri dari baekhyun dengan memukul dada bidang baekhyun,merasa kegiatanya terganggu baekhyun sekarang menahan kedua lengan gadis dan membanting gadis itu ke pintu lemari,jia merintih kesakitan,punggungya terasa sedikit ngilu,jia mencoba berontak dengan memalingkan wajahnya ke kiri dan kanan,dan itu cukup berhasil,ciuman baekhyun terlepas,baekhyun menarik dagu jia untuk menatapnya

“b..b.byun baekhyun,,apa ,,kau sudah g..gila”ucap jia dengan terbata-bata,jia bahkan tidak berani menatap kearah baekhyun

“kau yang membuat ku jadi gila”baekhyun kembali mendaratkan bibirnya ke bibir jia.

 

#To be continued/End?

#DontForgetComment J

NB: waaahhh,,,cerita ini semakin tidak jelas dan aneh apalagi di tambah posternya yang kurang meyakinkan,tapi seenggaknya poster yang baru ini,bisa menamabah keetertarikan para readres untuk baca dan comment and then ada yang kepo dengan si supir taxi? Siapakah dia?,,ide mengenai supir taxi gila itu entah muncul dari mana,,wkwkw,,ini akibat si penulis sudah semakin gila,dan itu mungkin membuat para readres sudah tidak tertarik lagi untuk memabaca cerita yang semakin tidak waras ini? Yaa apalaah daya,tapi jika kalian abis baca don’t forget comment,karena itu sudah kewajiban kalian..mohon pengertianya makasih 🙂

Advertisements

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

4 thoughts on “FF/ A P O L O G Y/ iKON-EXO/ pt. 4B

  1. waww wawwww,,ini serru banget,,,, kyaaaaaa baekk sadar byunbaekhyun,,dia adikmu,,,,wkwkwww,, supir taxi keren itu siapa???? sehun kah????
    ** posternya keren,,, ceritanya jg oke banget,, bakal rugi readers yg ga mau baca ‘APOLOGY’ dan ngikutin kisah Jia-baekhyun..!!!
    **yg smangat authornim

  2. kyaaaaa ,,baekhyun,,apa yg kau lakukan,,,,
    kissssssss jia,,wawwwww!
    makin seruuu,,
    **posternya keren ko,, klo yg ga baca apology ,,pasti nyesel!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s