FF/ THAT STUPID GIRL IS MINE/ BTS-BANGTAN/ pt. 1


PhotoGrid_1454824351078

HEY, THAT STUPID GIRL IS MINE

PART 1

 

 

 

Author: DJ

Cast:

  • Jeon Jeongguk (BTS)
  • Choi Seyeon (OC)
  • Park Jimin
  • Kim Taehyung

 

Genre: AU. Romance.

Rating: 17+

 

 

 

 

 

**

 

“Choi Seyeon. Jeon Jeongguk. Kalian bersedia?”

 

“Aku… bersedia” jawab dengan serius oleh lelaki dengan wajah tampan, berambut coklat muda, dan memiliki dimple ini. Jeon Jeongguk.

“bagaimana denganmu” tanya lelaki ini dengan wanita disebelahnya ini.

“a…ku….ber..sedia” jawab wanita berambut keriting ini dengan terbata-bata. Choi Seyeon.

 

“baiklah. Jadi, ditetapkan jika jadwal pernikahan kalian akan diadakan setelah kalian lulus high school” lanjut pengacara Seo.

 

Keduanya mengangguk.

“simpan cincin ini. Ini tanda jika kalian telah bertunangan” pengacara ini memberikan kedua cincin ke lelaki dan wanita ini.

 

“untuk menghindari diketahui oleh siswa lain, apa bisa dijadikan kalung?” tanya lelaki ini.

“boleh, tuan muda”

“okay” Jeongguk langsung dengan coolnya memakai cincin itu dalam bentuk kalung.

 

Seyeon juga mengikuti apa yang dilakukan Jeongguk, memakainya.

“hey” Jeongguk mengatakan hal itu dengan ketus.

“ya?”

“jangan sampai seseorang tahu tentang ini”

Seyeon mengangguk.

 

 

 

 

1 tahun berlalu….

 

 

“CHOI SEYEOOOOOOOOOOOOOOOON!!!” teriak Kim Ssaem.

Seyeon terkejut dengan teriakan itu.

“lihat ini. Kau harus mengikuti ujian perbaikan besok!”

“ta…tapi ssaem, besok kan sab…”

“HARUS”

“i..iya” Seyeon menundukkan kepalanya.

 

Seyeon berjalan lesu. Seseorang menepuk pundaknya dari belakang.

“kenapa?” tanya lelaki ini dengan rambut orange, Jimin.

“huh? Tidak…aku”

“nilai jelek lagi?”

Seyeon menganggukkan kepalanya.

Jimin mengelus kepala Seyeon dan menggelengkan kepalanya.

“mau kubantu belajar?” tawarnya dengan lembut.

“ha? Tapi…” Seyeon menatapnya seperti Jimin tak pintar.

“YA! Aku ini rank.2 sesekolah ini… Dan tak akan pernah bisa mengalahkan mr. Jeon” cerewetnya sambil mengalihkan pandangannya.

“ah benar…Jeongguk rank.1 disekolah ini. Kenapa aku tak terpikir?apa aku bisa minta dia mengajariku. Tapi……kemungkinan besar dia tak mau mengajari aku yang bodoh ini” batinnya.

“helooo, Mrs.Choi?”

“Ah….bolehkah?”

“tentu” Jimin tersenyum manis padanya.

“di kafe seberang sesudah pulang sekolah” kata Seyeon menetapkan.

“O—ke”

Ketika berbincang-bincang. Seseorang melewati mereka berdua. Aura nya sangat dikenal oleh mereka, apalagi Seyeon.

Semua wanita mengkerumuni lelaki satu ini. Semua wanita terpana dengan ketampanannya.

Seyeon tak berkedip menatap punggung orang itu, siapa lagi? Jeon Jeongguk.

Sepertinya dia tak peduli apa yang dilakukan oleh Seyeon. Seyeon berharap Jeongguk memiliki rasa cemburu ketika dia bersama lelaki lain. Tapi kenyataannya tidak.

“ayo, kekelas” Jimin merangkul Seyeon dengan refleks.

 

Jeongguk menatap keduanya dengan wajah diam dan tak bergeming.

“sepertinya….dia tak tergila-gila denganku” cibirnya dengan nada kecewa.

 

**

 

“Ah, terima kasih, Jimin untuk hari ini!”

“sama-sama…lain kali kalo dapat nilai jelek, tinggal bilang” jawab Jimin dan memberikan wink-nya.

 

Mobil limousine hitam dan panjang ini menghampiri keduanya. Seorang berkacamata hitam turun dari mobil itu dan membungkukkan badannya ke Jimin dan Seyeon.

“Agashi….” Ternyata mobil itu menjemput Seyeon dan orang yang seperti bodyguard itu menyuruhnya masuk ke mobil.

“Aku?” Seyeon seperti kebingungan. Jimin ikutan bingung melihat Seyeon berkelakuan seperti itu. Tak lama, seseorang lelaki turun dari mobil itu.

Dengan baju sekolah yang dikeluarkan dan lengannya dilipat seperempat, kancing atasnya terbuka dan juga, kalung cincin. Seyeon tak percaya.

“Jeon Jeongguk?” Jimin menaikkan alisnya sebelah.

 

“Hi, number two” panggilnya dengan ketus. Dengan wajah yang cool menatap rendah Jimin.

“ck…” Jimin berdecak kesal.

Terlihat Seyeon gugup menghadapi Jeongguk. Rasanya ia ingin berlari dari sini, sekarang juga. Seyeon juga merutuki dirinya kenapa sampai ia ketemu Jeongguk disini.

Melihat itu, Jeongguk menatapnya dengan datar. Jimin juga menatap keduanya.

“Sebentar….. Tujuan kamu datang kesini?” Jimin bertanya pada Jeongguk.

Dengan coolnya, ia merapikan poninya dan segera menjawab pertanyaan Jimin.

“Aku? Mau beli kopi…” jawabnya santai.

“Oh ya? Tapi kenapa orang ini tadi memanggil Seyeon….” Jimin melirik ke orang berkacamata hitam yang berada di sebelah Jeongguk itu.

Tiba-tiba Seyeon membuka suara. “A…aku pulang” dan membuat Jimin dan Jeongguk melirik ke dia.

Ketika akan melangkahkan kakinya, Jeongguk dengan cepat menghampirinya. Membuat Jimin bertambah bingung.

 

“mau kemana? Melarikan diri?” bisik Jeongguk.

“perjanjian…apa tidak ingat? Tak boleh membocorkan soal…..” balas Seyeon dengan bisik-bisik.

“perjanjian? Cih, aku ralat. Tidak ada perjanjian. Bagaimana?” bisik Jeongguk yang sukses membuat Seyeon mematung dan tak sadar Jeongguk menggenggam tangannya.

 

“Hey number two” panggil Jeongguk ke Jimin yang sedari tadi curiga.

“Kenapa?”

“kamu suka Seyeon?” tanya Jeongguk yang sangat to the point dan BENAR terhadap perasaan Jimin ke Seyeon.

“HEH?” teriak Seyeon dan melirik tajam ke Jeongguk. Rasanya ia ingin menendang orang sombong seperti dia ini.

Jeongguk dan Jimin saling melihat satu sama lain. Membuat Seyeon merasa risih dengan perbuatan mereka ini.

“Iya, aku menyukainya” jawab Jimin dengan jujur dan tegas. Dan membuat tatapan Jeongguk semakin menghitam.

Jeongguk memberikan smirknya dan menghela nafas.

 

“kamu tahu?” Ia mengeluarkan kalung cincin dari dalam bajunya dan melirik ke Seyeon agar melakukan hal yang sama. Tetapi Seyeon menggelengkan kepalanya tanda ia menolak membocorkannya. Dengan paksa Jeongguk mengeluarkan sendiri dengan tangannya membuat Seyeon terkejut dengan kelakuan tunangannya ini. Ia terus menendang kaki Jeongguk agar tak mengambilnya.

 

“kalian ini kenapa?” tanya Jimin yang menyelidik.

“begini ya, kami itu—-” ketika Jeongguk akan menjelaskan malah Seyeon menutup mulut Jeongguk dengan kedua tangannya. Dan otomatis Jeongguk tak bisa berkata-kata.

“Maa..maaf Jimin, kami, eh aku dan dia pulang duluan ya….” Seyeon menyeret Jeongguk ke arah mobil. Jeongguk memukuli tangan Seyeon yang menutup mulutnya, mencoba melepaskannya.

“Ah iya, jangan salah sangka Jimin, rumahku dekat dengan rumahnya…. Duluan ya…” terang Seyeon lagi untuk meyakinkan. Tapi justru membuat Jimin tambah curiga.

 

/didalam mobil/

 

Suasananya sunyi dan juga sedikit “menyeramkan”. Ekspresi Jeongguk seperti orang yang sangat menahan emosinya dan Seyeon terdiam seperti orang yang tak mau mencari masalah.

“kenapa?” Jeongguk membuka pembicaraan tapi tak menatap Seyeon.

“ng?”

“alasannnya, bodoh”

“alasan?”

“kau tak suka kalau sudah tunangan denganku?” Jeongguk terlihat marah.

“bu…kan begitu…”

“ah….mungkin gara-gara si “number two” itu menyatakan kalau dia suka padamu? Begitu?” Jeongguk menanyakan dengan muka serius dan juga penuh tanya.

“eh….” tiba-tiba wajah Seyeon memerah. Jeongguk tak menyangka akan respon pernyataaan cinta Jimin pada Seyeon begini.

“ARGH!” teriak Jeongguk tiba-tiba. Kesal. Ia mengeluarkan hp nya.

Sepertinya dia akan menelfon seseorang.

 

“Namjoon-ah… Dimana?”

“ah….aku kesana, sekarang.”

“aku badmood, ok, iya, aku akan traktir!!! Terserah kau ingin makan atau minum atau sekalipun menginap disana!!!!!!”

 

Jeongguk mematikan hp-nya dan mengetuk ke kaca yang membatasi supir dan dirinya itu.

“Jingoo hyung, turunkan aku ditempat biasa”

“tuan muda….” sepertinya Jingoo hyung menolak untuk mengantarkan Jeongguk dan ekspresi memohon.

“Ck….hisssh” Jeongguk memicingkan matanya pada Jingoo hyung dan dengan terpaksa Jingoo mengikuti apa kata Jeongguk.

“mau kemana?” tanya Seyeon penasaran.

“bukan urusanmu”

 

OOO Caffee

 

Suara musik HipHop berderu sangat kencang dan menggema keseluruh ruangan ini.

“Yo” Jeongguk melambaikan tangannya pada temannya.

“Hi, boss~” kata si rambut pink ini sedang meneguk beer-nya, Namjoon.

“kenapa boss? Badmood?” tanya si rambut oranye yang sedang memakan kentang goreng, Taehyung.

“ck ck ck, uri Boss, sepertinya sangat badmood, ya kan sayang?” kata si rambut hitam cepak sedang merangkul seorang cewek, Hoseok dan Hyuri.

 

Jeongguk langsung duduk dan memesan beer juga seperti Namjoon. Meneguknya dengan sekali teguk.

“sialan. Apa bagusnya si Park Jimin itu” Jeongguk menghela nafasnya dan mengepalkan tangannya.

“Park Jimin? Ah…..” Namjoon merespon dan kembali meneguk minumannya.\

“kenapa dia? Apa perlu kuhajar?” Taehyung juga merespon dan terus menghabisi kentangnya./

“pasti masalah Seyeon kan?” BINGO. Hoseok sangat benar.

“bagaimana kau tahu?”

“karena kau telah jatuh cinta dengan your FAKE FIANCEE sejak lama~” Hoseok kembali berbicara.

“cih” Jeongguk kembali meneguk beernya.

“apa Seyeon tahu? Kau suka padanya” tanya Taehyung penasaran

“tidak”

“jelas tidak tahulah, Boss kita kan orangnya cool, tidak mau berkata pertama” celetuk Namjoon. Ia mendapat lirikan tajam dari Jeongguk. Moodnya sangatlah tidak bagus.

 

Flashback 6 month ago (dimana JK mulai menyukai Seyeon)

 

/XXX basketball sporthall

“aduh…sialan kau” Jeongguk merintih kesakitan memegangi kakinya sambil memicingkan matanya dengan seseorang.

“ma…maaf sunbae”

“kau jadi pemain cadangan saja…aish” kelihatan kaki Jeongguk sedikit biru.

“APA? Maafkan aku sunbae…maaf” seseorang itu terlihat bersalah dan memegangi bola basket.

Jeongguk pergi dengan kaki yang sedikit memar. Samar-samar terdengar perkataan antara pemain lainnya. Jeongguk menghentikan langkah kakinya.

 

“sialan…cuma gara-gara itu? Aku dijadikan cadangan?”

“kau juga, kenapa cari masalah dengannya?”

“sebenarnya kau sengaja kan? Membuat kakinya memar?”

“ha..ha… Kau ini tau saja….”

“ahahaha….”

 

Jeongguk mengepalkan tangannya dan berusaha berjalan menuju mereka lagi tapi terjatuh.

Sial. Kakinya, dia lupa. Jeongguk merutuki dirinya sendiri.

Seseorang muncul dari belakang. Membuat Jeongguk terkejut.

“Seyeon?”

Seyeon langsung mengambil sesuatu di tasnya dan sebuah krim dan juga perban.

“apa yang kau——–” Jeongguk belum selesai bicara, Seyeon langsung memegangi kakinya dan mengoleskan krim di kakinya.

“dasar, kenapa sih mereka jahat sekali” Seyeon mengoceh sambil mengoleskan krim itu.

“aw…” Jeongguk sedikit merintih kesakitan. Tapi dia merasa kakinya sudah baikan.

Jeongguk menatap Seyeon yang sedang mengoleskan krim di kakinya itu.

Jika diperhatikan Seyeon lumayan cantik dan putih. Dan mempunyai rambut coklat yang indah, akan lebih bagus jika digeraikan. Aroma sabun yang dia pakai, sangat mengangguku sedikit. Mata hitamnya sedikit terhalang kacamata dan juga, bibir……batin Jeongguk, tapi..

 

DEG

 

Jantungnya berdetak kencang. Ada apa ini? Pikir Jeongguk.

“sudah selesai… Apa bisa berdiri?”

“a…apa?” tiba-tiba Jeongguk terlihat gugup dan mencoba berdiri sendiri.

“perlu kubantu berdiri?”

Refleks, Jeongguk memegangi tangan Seyeon, membuatnya bertambah gugup.

Tergesa-gesa, Jeongguk melepaskannya.

“a…aku bisa ber…diri sendiri” dengan kaki sedikit kencot, Jeongguk perlahan berjalan dan meninggalkan Seyeon.

“sial, kenapa aku ini?” Jeongguk terus merutuki jantungnya yang dari tadi tak berhenti berdetak kencang.

 

Flashback end

 

**

 

Sementara itu,

 

Seyeon memainkan hpnya sedari tadi. Tidak jelas, kadang ia melemparnya, kadang juga mengambilnya kembali.

“kenapa tak ada balasan…..” gumamnya.

Seyeon teringat kejadian beberapa jam yang lalu..

 

Flashback.

 

“mau kemana?” tanya Seyeon penasaran.

“bukan urusanmu” Jeongguk melonggarkan dasinya dan melepaskannya. Jas nya pun begitu langsung melempar ke sembarang tempat. Tetapi dengan kasarnya mendarat di wajah Seyeon

“YA!” teriak Seyeon dan langsung melempar Jas nya itu ke Jeongguk.

“kenapa?” tanya Jeongguk as always datar.

“kau ini kenapa sih???? Marah??? Marah kenapa???”

“apa kau tidak sadar?” balasnya dengan nada meninggi.

“apa?”

Jeongguk menepuk dadanya dengan keras.

“bodoh sekali. Wajar saja rankingmu berada dibawah 100” dan berakhir mengejek ranking.

“YAAAAAAAAAA!!!”

Kepala Jeongguk rasanya hampir meledak dan rasanya ia sudah tidak tahan. Menghadap ke Seyeon dan langsung menguncinya dengan kedua tangannya. Membuat Seyeon tiba-tiba speechless.

“kau tau kan? aku….tidak…akan…pernah… Mengatakannya pertama…..” jelas Jeongguk. Seyeon tidak mengerti.

“dan….aku….akan….membuatmu merasakan apa yg kurasa…..” jelasnya lagi.

“ma…maksudnya?”

“ini maksudnya….” Jeongguk sekilas menempelkan bibirnya ke bibir merah Seyeon. Secepat kilat juga melepaskan.

“Mengerti, Choi Seyeon?” Jeongguk langsung memundurkan tubuhnya.

Seyeon seperti tak sadar dan pikirannya tiba-tiba blank.

“Hyung, tolong antarkan dia kerumah” Jingoo hyung menganggukkan kepalanya.

Jeongguk langsung pergi begitu saja tanpa memberi tahu maksudnya.

 

/flashback end/

 

Seyeon memegangi bibirnya.

Kenapa jantungnya berdetak kencang? Tidak biasanya dia begini?

Biasanya yang ada dipikiran Seyeon hanyalah perasaan benci dan juga “sedikit” suka.

Kenapa sekarang tiba-tiba saja begini? Bayangan wajah datar Jeongguk selalu terbayang di otaknya.

 

“AAAAAAAAHH!!!! Terserah!!!” teriak Seyeon yang langsung mengubur pikirannya itu ke dalam samudra hindia dan tubuhnya itu/? Maksudnya didalam selimutnya.

 

 

ESOK HARI

 

Seyeon menuruni anak tangga perlahan, sedikit menundukkan kepalanya ke arah ruang tamu. Mencari seseorang.

“mencari siapa?” suara terdengar sangat jelas dibelakangnya. Dan, tidak salah lagi, Jeongguk.

“huh? Sejak kapan ka..ka…kau?” tiba-tiba saja Seyeon gugup.

“ayo sarapan” ucapnya dengan ketus, as always. Seyeon melupakan satu hal.

Dia lupa jika tinggal dirumah yang sama dengan tunangannya itu. Lebih tepatnya ini rumah yang diberikan orang tua Jeongguk pada anak nya itu dan calon menantunnya, yaitu aku, Choi Seyeon.

 

 

Seyeon POV

 

Sunyi dan sedikit canggung. Itulah suasana sekarang. Di meja makan sebesar ini, hanya aku dan dia ditemani dengan butler yang melayani kami. Seperti biasa, Jeongguk dengan wajah datarnya menyantap dengan anggunnya. Cih.

Wait, kenapa aku menilainya anggun? Sebentar aku barusan memikirkan jika dia sangat tampan dengan wajah seperti itu. Oh!!!!!

Aku menggelengkan kepala ku dengan cepat, mungkin otakku sedang error karena “ciuman” tiba-tiba kemarin.

Dan memakan sarapanku dengan lahapnya membuat Jeongguk menatapku. Aku mencoba menghiraukannya. Sepertinya dia akan mengkritikku.

“Pelan-pelan…nanti tersedak” katanya sambil menopang dagunya. Aku menghiraukannya dan melanjutkan makanku dengan cepat.

“UHUK UHUK” baiklah, sepertinya aku kena kutuk oleh perkataannya.

“cih, sudah aku bilang” katanya lagi dengan coolnya sambil meneguk susu putih itu yang perlahan sedikit mengalir kelehernya. AH! Baiklah pikiran burukku kembali. Aku kembali mencoba membenarkan pikiranku.

“JEON JEONGGUK, KUTUKAN APA YANG KAU BERIKAN PADAKU?” batinku berteriak sambil memicingkan mataku padanya.

“apa?”

 

Seyeon Room

 

“sebenarnya aku ini kenapa sih?”

“kenapa aku gugup kalau didepan dia?”

“kenapa aku tak bisa menatap matanya?”

“dan, kenapa jantungku berdebar kencang?”

Pikiranku dari tadi hanya itu. Kenapa aku jadi begini?

Sedari tadi aku terus meneguk air putih ini hingga habis dan mondar-mandir ke sekeliling kamarku.

Terbayang-bayang wajah Jeongguk disaat aku tidak bersamanya, dan juga bibir…

Kesal karena itu, aku langsung menelfon seseorang, Jimin.

 

[halo, Seyeon ah?]

“Jimin, aku ingin bertanya”

[silakan. Apa ini soal pelajaran?]

“tidak. Ini cuma masalah kecil
[baiklah….]

“bagaimana ciri-ciri orang jatuh cinta?”

[hah?]

“jimin!!!!”

[aku tak tahu tapi yang paling utama jantungmu berdebar saat melihat orang disukai]

[dan juga selalu membayangi orang yang kamu sukai setiap saat]

 

DEG

 

Aku terdiam. Terenyuh dengan perkataan jimin.

“baiklah…terima kasih”

[okay]

 

Aku tak percaya ini. Aku menyukai dia, tunanganku, Jeon Jeongguk?

Benarkah?

Aku memegangi dadaku yang dari tadi berdebar kencang.

“Jeongguk…apa aku salah kalau aku menyukaimu?”

 

Seyeon POV end

 

 

Author POV

 

“Yap, selesai” Seyeon terlihat puas dengan penampilannya. Seperti biasa, rambut panjangnya terkuncir, memakai kacamata, dan sedikit polesan lipgloss/?

Bayangan Jeongguk mencium Seyeon kembali terjadi. Dengan secepat kilat Seyeon langsung menghapus lipgloss nya itu dan keluar kamar.

 

-didalam mobil-

 

“hari ini ujian tengah semester” Jeongguk berkata tiba-tiba tanpa melihat Seyeon tapi melihat ke buku yang dipegangnya. Membuat Seyeon sedikit terkejut dan menghentikan aktivitasnya memegang hp.

“ujian?”

“iya”

“tapi, sepertinya aku tak mendengar ada ujian”

“ada bodoh” Jeongguk masih menatap bukunya

“aku tak percaya” Seyeon kembali memainkan hpnya.

Tak lama, Jeongguk memberikan sebuah kertas tebal/bisa dibilang sebuah buku pada Seyeon.

“apa ini?” Seyeon membuka lembar demi lembar apa yang diberikan Jeongguk padanya.

“pelajari materi disitu..”

“ha?” Seyeon mengalihkan pandangannya ke Jeongguk.

Jeongguk menutup buku bacaannya dan membalas pandangan ke Seyeon.

“aku bilang, pelajari itu…..” ditatapnya Seyeon serius. Jantung Seyeon kembali berulah.

“hm” Seyeon terdiam dan hanya bisa mengerjapkan matanya. Dengan lemah Seyeon menganggukkan kepalanya. Seyeon melihat lembar demi lembar isi dari kertas itu.

“jangan belajar lagi sama dia” Jeongguk melanjutkan.

“huh?” Seyeon masih fokus ke buku yang diberikan Jeongguk

“number two”

“ah, jimin. kenapa? Dia kan hanya mau meng—”

“aku tidak suka”

“hng?” kembali, Seyeon menatap Jeongguk bingung.

“bodoh”

“HEY!!!”

 

1 minggu kemudian.

 

“kyaaa lihat, Jeongguk no.1 lagi ujian kali ini”

“jimin-ssi juga tetap diposisi 2 nya.”

“AAAAA”

 

Sementara itu,

Seyeon memegangi kertas hasil ujiannya. Seyeon tertunduk lesu.

 

“Seyeon~” seseorang menepuk bahunya. Ternyata Jimin.

“ha..ha..hai” balas Seyeon menatapnya lesu sekaligus sedikit terkejut.

“kenapa?” Jimin mencoba mengintip kertas yang dipegang Seyeon tapi dengan cepat Seyeon memasukkannya ke saku.

“apa jelek?” Jimin terlihat cemas dan sedikit mengintip ke kertas yang dipegang Seyeon.

Seyeon hanya bisa menggelengkan kepalanya. “ah, selamat ya. No.2, hehe”

“thanks~ dan sepertinya aku tidak bisa mengalahkan manusia sok pintar itu, cih” kesalnya.

“dia memang terlahir begitu, Jimin-ssi” Seyeon sedikit tersenyum.

“hm….” Jimin melihatnya dengan tatapan yang sangat susah ditebak. Ada apa dengan Jimin?

“aku….ranking, 70… Tidak lagi ranking 100” Seyeon tak sengaja membocorkannya. Tapi sepertinya itu bukan jawaban yang tepat, pikirnya.

“hm….” kembali lagi dengan ekspresi seperti itu.

“ke..kenapa?”

“hubunganmu dengan number one” Jimin duduk didepan hadapan Seyeon dan menatapnya serius.

“ah…i..itu…”

“ya?” Jimin mendekatkan wajahnya ke Seyeon penuh tanya.

 

BRAK

Suara debrakan pintu yang sangat kuat membuat siswa-siswi terkejut. Seseorang dengan membawa banyak buket bunga, seperti layaknya pangeran/? Dan juga diikuti banyak siswi dibelakangnya yang selalu memuja ketampanan dan juga kepintarannya, Jeon Jeongguk.

“hey, kacamata” panggil Jeongguk dengan menunjuk Seyeon.

“a…aku?” Seyeon terlihat gugup.

“iyalah, masa dia” maksud Jeongguk adalah Jimin yang dari tadi melihatnya dengan tatapan yang sangat tak enak.

Saat Seyeon akan bangkit dari tempat duduknya, Jimin melarangnya dan menyuruhnya tetap duduk. Jeongguk melihatnya.

“a..apa yang kau lakukan…” bisik Seyeon hati-hati dan sedikit menyikut Jimin.

“menemukan jawaban dari pertanyaanku selama ini” dengan tiba-tiba Jimin mengenggam tangan Seyeon. Seyeon ingin melepaskan genggaman itu tetapi malah Jimin mengeratkan genggamannya itu. Sesekali Seyeon melihat raut wajah dari Jeongguk. Datar. As always. Seyeon menghela nafasnya.

“tidak mungkin seorang Jeon Jeongguk akan marah karena fake fiancee nya disentuh” batin Seyeon dan hanya pasrah dengan perasaannya itu.

 

“apa yang kau lakukan?” Jeongguk berkata dengan memberikan smirknya.

“ada perlu apa dengan pacarku?” jawab Jimin datar.

Semua orang terkejut dan tak percaya, termasuk yang diakui Jimin pacar, Seyeon. Jeongguk tak bereaksi banyak dengan ucapan itu. Tapi dia terus mengerjapkan matanya, tandanya ia juga tak percaya. Jeongguk tersenyum.

“ah, begitu” Jeongguk menganggukkan kepalanya dan juga sedikit melihat ekspresi Seyeon. Jeongguk mulai sedikit terganggu dengan genggaman itu.

Jimin tersenyum juga, melihat reaksi sebenarnya dari Number One ini.

Seyeon mulai risih, mencoba melepaskannya tapi Jimin malah terus mengeratkannya.

“jimin-ssi” bisiknya.

“kenapa?”

“lepas…”

“sebelum aku mendapatkan jawaban”

 

Jeongguk kembali bereaksi dengan interaksi kecil antara mereka berdua itu. Langsung saja, tanpa basa-basi pergi ke luar kelas diikuti juga siswi yang memujanya itu/?

 

“lepas”

“upss…maaf”

 

Seyeon merintih sakit dan mengelus tangannya yang memerah ini. Melirik tajam ke Jimin.

“sudah temukan jawaban?” tanya Seyeon dengan tatapan marah.

“yep.” Jimin tersenyum kemenangan.

“cih…aduh”

 

 

“Seyeon, tolong kasih ini ke Kwon ssaem” kata Joo ssaem pada Seyeon.

“ah, ba…baik, Ssaem”

Seyeon berjalan sendirian di lorong sekolah, ia membawa banyak buku untuk dikasih keruang guru. Dia juga tak bisa terlalu melihat ke arah depan.

 

BUK

 

Sepertinya Seyeon menabrak sesuatu. Mencoba melihat kedepan, seperti seseorang?

“ma..maaf..aku tak melihat” kata Seyeon

“…..”

Berusaha ingin melewati orang tersebut malah kembali menghalanginya.

“maaf, bisakah aku lewat?”

“….”

“siapa sih…” rutuknya.

“aku”

 

DEG

 

Suara itu, perlahan ia melirik ke depannya.

Jeon Jeongguk.

 

“ma..maa..ma..maaf”

“tidak perlu” Jeongguk dengan wajah tanpa ekspresi langsung pergi melewati Seyeon begitu saja. Seyeon menghela nafasnya, dan melanjutkan langkahnya ke kantor guru.

Jeongguk menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Seyeon yang agak jauh darinya, “hey”

“hng? I..iya?” Seyeon berhenti dan melirik ke Jeongguk.

“ada yang ingin kubicarakan, nanti.”

“nanti?”

“aku menunggu dirumah” Jeongguk sedikit menyunggingkan senyum nya dan pergi.

 

BRAK

 

Buku-buku yang Seyeon pegang tadi refleks jatuh ke lantai tanpa dia sadari, Mengerjapkan matanya.

Seyeon merasakan jantungnya sangat berdebar-debar dan terus menggigit bibirnya.

“apa-apaan sih aku ini?” rutuknya sambil mengambili buku yang terjatuh tak sengaja itu/?

 

**

J&S House

 

Krieeettt.

 

Seyeon dengan pelan membuka pintu dan melihat sekitar rumah yang kosong. Tak ada siapapun.

Dimana pelayan-pelayan itu? Pikirnya. Perlahan, Seyeon melangkahkan kakinya masuk kerumah itu. Celingak-celinguk melihat sekelilingnya, kenapa rumah ini jadi menyeramkan?

Tiba-tiba, ponsel Seyeon bergetar, ada sebuah sms masuk.

 

From: JK

Aku menunggu dikamar.

 

DEG
DEG

 

Sialan. Cuma karena sms singkat nan ambigu itu kenapa jantungku kembali berulah? Teriaknya didalam hati.

Dengan rasa yang penasaran, Seyeon menaiki anak tangga dengan pelan menuju kamar Jeongguk.

Sekarang dia telah didepan kamarnya. Dengan hati yang sangat penasaran, Seyeon membuka pintunya.

Gelap nan gulita. Hingga Seyeon tak bisa melihat apa-apa. Mencoba meraba-raba tetap saja tak kelihatan.

Seseorang menggenggam tangannya. Terkejut, Seyeon mencoba melepaskannya tapi setelah melihat sebuah jam tangan digital yang khas dan terlihat masculine/? Dan juga aroma parfum yang sangat ia kenal dan membuat dirinya sangat tahu persis.

Jeongguk. Pikir Seyeon.

 

“Jeongguk..” katanya.

 

 

 

 

To be continue, dude😄

 

HI YEOREBUNNNN! Ketemu lagi sama gue, DJ-ssi. Lol. Longtime no see u yah! Ini ma second fanfict #HOREEE #JINGKRAK #LOMPAT/? #apaansih #LOL

Sorry aja dah kalo nama main cast cewenya ga berubah trus cuma marganya doang yg berubah/? Wkwkwkkwkwk ntahlah gue ga bisa mup on gais dari nama Seyeon. Wkakakkakak /ngakak sendiri/ #gaje aja. Btw, nulis ff ini butuh sekitar 3 bulanan nulisnya, kenapa? Ini hasil gue bosen dengan kuliah/? Maksudnya lagi badmood aja sm urusan kuliah:”) ini juga w udah disebut angkatan tua:”) sedih dah ga terasa/? Wkwkwk. Okay sudahin aja lah curhatan ini lol komen ya gais gais, ini juga w udah nulis part 2 nya, paling lama kelarnya 2 bulan lagi ya yaaaaa insyaallah

THANKS FOR UR ATTENTION~ ><

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

5 thoughts on “FF/ THAT STUPID GIRL IS MINE/ BTS-BANGTAN/ pt. 1

  1. YHAAA!!!~ DAAEEEBAAAK!!! Hayoo…itu pengen ngapain? gelap lagi…. oh ya, itu seharusnya Jungkook jangan jeongguk. Dua-duanya saling suka tapi pada gengsi buat ngomongnya cie ciiieee…
    DITUNGGU UPDATE-AN BARUNYA!!

  2. Gyaa!! Gyaaaa!!! Gyaaaaaa!!!!
    Thor! Otakku mulai dipenuhi oleh ?????
    Apa yang akan Jungkook lakukan pada Seyeon? Apakah masa depan(?) Seyeon terancam?? *apaan*

    Mungkinkah… :O

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s