FF/ LOVE ISN’T ALWAYS ABOUT HAVING/ BTS-BANGTAN/ pt. 5


Cover 5.jpg

Tittle: Love isn’t Always About Having

Author : AQL

Cast : Min Yoongi | Kim Nana(OC) | Jung Hoseok | Park Hyera(OC) | Kim Taehyung | Another BTS Member

Genre : Romance, slice of life

Length : Chaptered

Rating : T

Disclaimer : Hanya sebuah cerita fiksi dari penulis amatir. Cast murni milik BigHit Ent, Hanya Cerita dan OC milik author.

Warning :  Typo bertebaran.

Summary :

Mengapa ini Semua terjadi padaku ?

Mengapa harus aku yang merasakannya ?

-Kim Nana-

 

Preview :

 

“Maaf kau siapa?”

.

.

.

.

.

Apa? Dia bertanya aku siapa?

 

“Ini aku Oppa, ini aku” aku berjalan mendekatinya.

 

“Wajahmu terlihat familiar, Tapi aku benar-benar tidak ingat dirimu?” Katanya dengan ekspresi bingung

 

Semudah itukah ia melupakan diriku? Semudah itukah aku terlupakan? Tas yang berisi komik itu pun lepas dari genggaman tanganku yang melemas. Badanku sedikit bergetar.

 

“Oppa, sepertinya ada yang salah dengan memorimu. Aku harus menghubungi dokter agar ditangani segera” Kataku sambil menahan tangis, antara kecewa dan takut.

 

aku mencari letak telepon rumah sakit yang ada di kamar itu, ternyata tak jauh dari ranjang tempat Yoongi oppa duduk.Segera aku mengangkat ganggang telepon dan menekan nomor yang menghubungkan dengan ruangan dokter Kim.

 

“Ya Apa yang kau lakukan!?”

 

“Aku akan menelpon dokter Kim, aku Yakin ada yang salah dengan otakmu”

 

“Ya cukup, tak ada yg salah dengan ku. Aku baik-baik saja.”

 

“Tidak! Buktinya kau tidak ingat diriku. Berarti kau tak baik-baik saja.”

 

“Ya! Kim Nana! Ku bilang cukup.”

 

Aku terdiam. Seketika kegiatan ku terhenti. Apa? Kim Nana? Aku sadar ia baru saja meneriaki namaku. Aku yakin aku tak salah mendengar. Aku memalingkan tubuhku menghadap kearahnyanya. Ternyata benar, Ia sedang melihat kearahku.

 

Aku perlahan berjalan mendekat kearahnya. Hingga tepat berdiri di hadapannya. Satu tanganku yang masih bergetar terangkat berusaha menyentuh wajahnya.

 

“O…Oppa, kau benar2 mengingatku kan?”

Suaraku tercekat, mataku berkaca-kaca.

 

Sedangkan yang ditanya hanya diam menatap dan tersenyum. Tak menjawab pertanyaanku. Ada keheningan sesaat yang tercipta karena diriku hanya terpaku pada senyumanya. Untuk pertama kali nya aku melihat ia tersenyum seperti ini. Sangat Manis.

 

“Ne, Aku tak akan melupakan dirimu Nana-ya. Aku hanya bercanda” katanya dengan senyum yang lebih mengembang lagi dari sebelumnya.

 

Sial. Aku tak dapat menahan diriku lagi. Aku aku langsung memeluknya. Tak dapat ku pungkiri rasa lega yang mengaliri hatiku.

 

Posisiku dan posisinya terasa nyaman. Ia yang duduk di pinggir ranjang dan aku yang berdiri di hadapannya membuat tinggi kami setara, dan membuatku mudah mengalungkan tanganku di lehernya.

 

“Oppa… aku takut. Aku takut jika itu benar-benar terjadi.” Kataku dalam pelukannya

 

“Arra, aku baik-baik saja Nana-ya. Aku tetap seperti Yoongi Oppa yg kau tau sebelumnya. Aku sama sekali tak lupa tentangmu.” Ia mengataknnya sambil membelai rambutku pelan.

 

Semua itu membuat diriku semakin memeluknya erat, hingga…

 

“Akh!” Ia tiba-tiba meringis kesakitan

 

“Ada Oppa?” Aku melepaskan pelukanku, bertanya sedikit khawatir saat ia tiba-tiba seperti itu.

 

“Ani, Hanya saja tadi pelukanmu terlalu kuat.”

 

“Mian Oppa, aku terlalu senang tadi.”

 

“Aish kau ini, bilang saja jika kau senang memelukku.”

 

“Yak! Kau benar-benar percaya diri sekali oppa.”

 

“Oh ya, kau tau, jika Taehyung tak menceritakannya, mungkin aku tak dapat mengerjaimu dan mendapatkan pelukan di rumah sakit dari model sepertimu.” Katanya menggoda

 

“Ish Oppa, kau ini sakit-sakit masih bisa bercanda. Bagaimana jika ada yang mendengar? Nanti terjadi salah paham.”

 

“Tenang saja pintunya tertutup tak ada yang bisa mendengar.”

 

Dia semakin menjadi, jika tetap seperti aku gila karena rayuan-rayuannya. Aku tak menyangka seorang Min Yoongi yang terlihat dingin di atas panggung bisa seperti ini.

 

“Ah sudahlah, aku tak mempan di goda seperti itu. Lalu, Apa saja yang alien itu ceritakan padamu?”

 

“Banyak.”

 

“Iya aku tau banyak, Apa saja? ”

 

“Semuanya.”

 

“Ceritakan!”

 

“Yang mana?” Ia balik bertanya

 

“Semuanya yang dia ceritakan”

 

” Baiklah, kalau begitu sini duduk.” Ia menyuruhku duduk di atas ranjang di samping dirinya. Ia terlihat menghela nafas panjang.

 

[NANA POV END]

 

>> FLASHBACK <<

 

[YOONGI POV]

 

Sreeek…

 

Suara gesekan tirai jendela yang di ikuti pancaran sinar matahari membuatku terpaksa membuka mataku karna silaunya.

 

“Hyung, sudah bangun?” Seseorang bertanya padaku.

 

Ya, orang yang menungguku semalaman ini dan yang membuatku terbangun barusan. Kim Taehyung.

 

“Hmm.. dan ini semua karnamu Tae”

 

“Ya Hyung? Apakah tidur sebanyak itu masih kurang bagimu?”

 

“Selama itu kah aku tak sadarkan diri?”

 

“Ah kau ini benar-benar hyung. Kemarin dokter Kim mengatakan kepadaku kau jangan terlalu banyak bergerak, itu akan menyakitkan tubuhmu yang penuh memar akibat benturan.”

 

“Tapi nanti tubuhku akan terasa kaku jika tak di gerakan.”

 

“Ya ikuti kata dokter saja dulu hyung, jangan keras kepala seperti itu.”

 

“Baiklah aku mengerti”

 

“Kalau begitu, aku ingin ke kafetaria sebentar untuk membeli sarapan, kau ingin menitip sesuatu?”

 

“Tak ada, pergilah”

 

“Oke kalau begitu. Oh ya, petugas tadi mengantarkan sarapanmu, kau bisa makan sendiri kan hyung?”

 

“Iya, iya, aku bisa. Sudah sana pergi, atau kau akan kehabisan makanan disana”

 

“Dan jangan lupa meminum obatnya walaupun aku belum kembali, bye hyung~”

 

Sepeninggalan Taehyung, aku menghabiskan sarapanku dan meminum obatku. Lama, Taehyung belum juga kembali

 

 

‘Ya Min Yoongi mungkin kau diberi kesempatan untuk melakukan pemanasan di pagi hari ini’ kataku pada diri sendiri

 

Aku pun mencoba berdiri dari tempat tidurku. Seperti di sengat listrik, seketika rasa sakit menjalar di tubuh ku. Sial!. Aku menahan rasa sakit itu.

 

Kemudian ku coba menggerakan tubuhku ke kanan dan ke kiri. Rasa sakit itu semakin menjadi. Aku berusaha tetap menahan rasa sakit itu.

 

‘Ya Min Yoongi, apakah kau selemah ini?’ Hatiku berbicara. Ya aku memang tak ingin terlihat lemah. Lebih tepatnya aku benci terlihat lemah. Apalagi di depan orang-orang yang selalu bersamaku.

 

Mungkin hari ini pemanasanku cukup sampai disini dulu. Aku tak ingin lebih menyakiti tubuhku lagi. Dan juga hal seperti ini membuat kepalaku juga ikut sakit.

 

Aku kembali ke posisiku di atas ranjang, seperti tak habis melakukan apa-apa ketika Taehyung kembali.

 

“Ah Hyung, tadi jungkook mengabariku jika mereka akan segera kemari setelah sarapan.”

 

“Oh baiklah kalau begitu. Maaf aku telah membuat kalian semua khawatir.”

 

” Tak apa hyung, kita semua sudah bersama sejak lama, jadi kita semua sudah seperti saudara, dan seperti itulah saudara.”

 

“Kau tau, kata-katamu membuat diriku merinding, tapi terimakasih, kalian semua memang yang terbaik yang aku punya.” Kataku merasa beruntung.

 

“Oh ya hyung, Nana noona-”

 

“Ah ya, Nana, apakah ia juga menghawatirkanku? bukankah kita melakukan pemotretan bersamanya waktu itu?” Tiba-tiba aku teringat olehnya

 

“Nah, itu juga yang ingin aku tanyakan padamu hyung.” Serunya

 

” Apakah kau memiliki hubungan khusus dengan Nana Noona?” Ia bertanya penasaran. Sedikit kaget ia bertanya seperti itu. Bukankah sudah terlihat jelas selama ini Nana selalu bersama Hoseok, walaupun aku tau hubungan mereka saat ini seperti apa.

 

“Ani, waeyo? Kenapa kau bisa berfikiran seperti itu?” tanyaku kembali.

 

“Kau tau, mungkin Nana Noona bisa di bilang orang yang paling mengkhawatirkanmu, Ia orang yang pertama kali menemukanmu tergeletak saat itu” ia mulai menjelaskan

 

“Lalu?”

 

“Saat itu, ia berteriak memanggil namamu. Otomatis aku dan semua staff yang ada di sana berlari ke sumber teriakan itu, apalagi yang di teriakan adalah namamu. Sesampainya disana aku melihat Nana Noona menangis di sebelahmu sambil menggenggam tanganmu.” Jelasnya lagi

 

“Dan juga, saat di rumah sakit, ia masih belum berhenti menangis, dan aku juga tak tau bagaimana cara menghiburnya disaat suasana tegang seperti itu, ia baru berhenti menangis saat anggota yang lain datang.” Lanjutnya.

 

“Begitu pula saat penentuan siapa yang akan menjagamu di rumah sakit ini. Ia berusaha keras ingin tetap berada disini, untungnya Jin hyung tegas dan bisa membuatnya agar pulang kerumah. Dan kau tau hyung? Dia menyuruhku menghunbunginnya sesegera ketika kau sudah sadar. Dan itu semua membuatku mengambil kesimpulan bahwa kau mempunyai suatu hubungan dengan Nana Noona.” Ia mengakhiri penjelasan panjang nya.

 

“Ya kau tau Taehyung-ah, menjelaskan seperti membuatmu terlihat sangat pintar.” Kataku bercanda, berusaha mengalihkan topik pembicaraan, karna aku memang tak tau harua berkata apa.

 

“Hyung, aku serius. Kau benar-benar ada sesuatu dengan Nana Noona?” Ia masih mempertahankan peetanyaannya

 

“Hubunganku dengannya sama seperti hubungan kalian, mungkin dia seperti itu karna dia yang pertama menemukanku dengan keadaan yang seperti itu.” Jawabku. Aku tak mau membangunkan jiwa detektif Kim Taehyung lebih jauh lagi.

 

Suara ketukan pintu kamar menyelamatkanku dari investigasi Taehyung lebih lanjut. Ternyata anggota yabg lain sudah datang, namun Hyera, orang yang aku pikir akan datang bersama mereka tak ada. Aku sedikit kecewa.

 

“Ya hyung kau terlihat sudah sangat sehat. Kita batalkan saja konferensi pers nya, sepertinya besok kau sudah bisa kembali ke atas panggung.” Cecar jimin dengan candaannya

 

“Oh ya, kami akan mengadakan konferensi pers tentang keadaanmu ini, kau tau, seseorang yang ada di sana menyebarkan foto dirimu berlumuran darah, dan itu semua membuat Down semua akun official kita yang dihujani ribuan pertanyaan meminta kejelasan tentang dirimu.” Kata Namjoon menjelaskan disertai gesture khasnya

 

“Baiklah, kalo begitu, kami semua akan kembali untuk bersiap-siap. Sampai jumpa hyung.”

 

Sebelum mereka semua termasuk Taehyung meninggalkan ruangan, aku mencoba memanggil Hoseok, orang yang paling belakang meninggalkan kamar.

 

“Hoseok-ah..”

 

“Ne?”

 

“Hyera Noona? Kemana?”

 

“Ia sedang menuju kemari, tapi kami tak ada waktu untuk menunggunya. katakan saja padanya kami sudah kemari dan sesang bersiap untuk nanti. Ia sangat menghawatirkanmu hyung. Istirahatlah” katanya kemudian meninggalkan ruangan.

 

Tak lama waktu berselang, orang yang sedari tadi ku tunggu akhirnya datang.

 

“Sukurlah kau cepat sadar Yoongi-ya.”

 

“Kenapa? Kau takut?”

 

“Aku?”

 

“Iya kau, kau pasti sangat khawatir ketika mendapatkan kabar tentangku.”

 

“Dapat darimana kau kepercayaan diri setinggi itu?”

 

“Bukan kepercayaan diri, tapi aku sudah mengenal dirimu sangat dalam”

 

Ia terdiam setelah berdebatan kecil yang tak terencanakan itu sampai di ujungnya. Ntah mengapa aku bisa membawa cerita lama yang sengaja ku kubur dalam-dalam itu kembali lagi.

 

“Kau tetap seperti itu ya Yoongi-ya, masih sama.”

 

‘Ya, dan mungkin perasaanku kepadamu juga masih sama sepeeri yang dulu’ kataku dalam hati. Tak mampu mengucapkannya.

 

Setelah obrolan kecil yang singkat, ia harus kembali karena sudah di tunggu oleh anggota lainnya.

 

‘Sudah lama aku tak merasakan suasana seperti ini.’ Hatiku berkata lagi.

 

>> FLASHBACK OFF<<

 

 

“Saat aku melihat dirimu, kata-kata taehyung itu kembali terlintas di kepalaku. Maka dari itu aku tiba-tiba memiliki ide untuk mengerjaimu Hahahaha… akh” aku tertawa terbahak lupa bahwa aku juga memiliki sedikit memar di bagian wajah.

 

“Aigoo oppa, itulah akibat menertawakan diriku. masih sakit?” Ia menyentuh wajahku, melihat keadaan wajahku lebih tepatnya.

 

Wajah kami saat ini bisa dibilang sangat dekat, hanya berjarak beberapa senti. Dorongan untuk menciumnya mulai terdengar. Aku berusaha menahan dirku agar tetap berada diatas kontrolku. Hingga ia akhirnya tersadar akan wajah kami yang sangat dekat.

 

Ia sedikit menjauhkan dirinya dari hadapanku, turun dari atas ranjang tempat kami duduk. Sedikit salah tingkah karna rasa canggung yang tiba-tiba muncul.

 

Ia menjauh dari, mencari kesibukan dengan merapikan komik-komik yang terjatuh tadi saat ia pertama kali datang dan kaget jika aku lupa akan dirinya. Setelah selesai merapikan, aku kira ia akan mengacuhkanku. Ternyata,

 

“Oppa, ini komik-komik yang kubawakan untukmu agar kau tidak merasa bosan ada disini.”

 

“Gomawo Nana-ya, kau memang tau apa kesukaanku. Dan kau bilang tadi ini gratis kan? Apakah aku harus di rawat seperti ini dulu baru kau akan memonjamkannya dengan geratis?”

 

“Oppa, sebenarnya bayaranmu itu juga mampu untuk membeli komik seperti ini.”

 

“Iya aku tau, tau aku lebih senang meminjamnya pada dirimu, dan uang yang seharusnya untuk membeli jadi untuk mentraktirmu, ,bukankah kau seharusnya senang?”

 

“Oh, jadi gitu, dasar modus. Lagi pula, aku meminjamkannya bukan karena kau sedang berada di rumah sakit, tapi sebagai ucapan permintaan maafku.”

 

“Permintaan maaf? Untuk apa? Kau tak melakukan sesuatu yang salah.” Ujarku tak mengerti.

 

“Aku merasa aku yang membuat dirimu seperti ini. Kau kehilangan ke seimbangan di tangga gedung karena demam yang tinggi. Itu semua karena diriku yang membuatmu turun dari mobil menjadi basah terkena air hujan saat kau melihat diriku menangis di tengah hujan karna Hoseok oppa mencampakkanku. Aku merasa seperti itu.” Aku kaget, sebegitu dalamnyakah ia merasa bersalah?

 

Aku menatap matanya lurus, memegang kedua pundaknya, membuatnyabjuga ikut menatap mataku lurus, namun dengan tatapan bersalah

 

“Nana, dengar. Kau sama sekali tak salah dalam hal ini, aku memang menikmati hujan karena aku menyukai hujan. Saat itu bisa saja aku memakai payung. Dan aku juga demam bukan karena dirimu, tapi karena fisikku saja yang sedang tidak fit saat itu.” Aku berusaha membuatnya tak merasa bersalah lagi.

 

“Tapi oppa-”

 

“Percayalah padaku, aku justru ingin berterimakasih padamu, karna kau dengan cepat menemukanku. Jika tidak, mungkin aku akan kehilangan lebih banyak darah lagi dan hal buruk akan terjadi padaku.”

 

“Oppa jangan menakuti Ku.”

 

“Aku serius Nana-ya, Jeongmal Gomawo.”

 

Aku masih tetap bertahan pada posisiku, menatap matanya yang juga masih menatapku, memegang pundaknya. Hingga senyuman tipis yang keluar dari bibirnya yang masih bisa aku lihat membangkitkan hasrat yang sudah ku singkirkan sebelumnya kembali.

 

Tatapannya juga sudah mulai berubah, tak terlalu merasa bersalah seperti tadi, membuat diriku merasa sedikit lega.

 

Entah dorongan darimana, aku menjulurkan wajahku mendekat pada wajahnya. Untuk yang kedua kalinya dalam hari ini aku seperti ini pada orang yang sama. Dan aku juga tak tau perasaanku sebenarnya padanya seperti apa..

 

semakin mendekat…

 

mendekat…

 

Dekat…

 

Dan..

.

.

.

Ttok ttok ttok…

 

Suara ketukan pintu itu menggagalkan semuanya yang hampir beberapa senti lagi…

 

Nana yang juga sadar akan ketukan pintu itu tanpa sepatahkatapun langsung menuju pintu untuk melihat siapa yang datang.

 

Aku yang tetap diam di ranjang merasa kesal dan mengutuk siapapun itu yang mengganggu kegiatanku barusan.

 

Ternyata seorang pelayan rumah sakit. Ia datang mengantarkan makan siang, nafsu makanku terlanjur hilang karnanya.

 

“Oppa, barusan pelayan mengantarkan makan siangmu. Ayo dimakan.”

 

“Aku sedang tak nafsu.” Aku merajuk seperti anak kecil, kembali tidur menghadap kesamping memunggungi dirinya.

 

“Oppa, kau harus makan agar bisa minum obat dan cepat sembuh.”

 

“Kalau begitu kau yang menyuapiku.” Aku bangun duduk kembali, menatap dirinya sambil menunggu jawabannya.

 

Ia menatap bubur dengan nampannya yang ia bawa, lalu menatap diriku, kemudian kembali menatap bubur itu.

 

“Baiklah, yang penting kau habiskan bubur ini.”

 

“Arraseo” kataku sambil memberikan eyesmile terbaikku

 

 

Ia segera mengambil posisi duduk di kursi di sebelah ranjang, menyuapiku sendok demi sendok hingga habis. Bubur ini terasa berkali-kali lebih enak dari sebelumnya.

 

‘Beginikah rasanya mendapatkan perhatian penuh dari seseorang?’ Tanyaku dalam hati.

 

Drrt…drrrt…drtt…

 

Ponselku tiba-tiba bergetar. Ada satu pesan masuk dari Taehyung.

 

‘Hyung presscon segera di mulai, XXX menyiarkannya langsung’

 

“Nana-ya, presscon akan di mulai dan itu di siarkan langsung”

 

Aku mengajaknya untuk menonton bersama.

 

“Baiklah oppa” Ia mengambil posisi duduk di sebelahku.

 

Aku menyaksikan mereka menyampaikan bagaimana keadaanku saat ini, menjelaskan apa yang terjadi.

 

Tak lama, aku mengalihkan perhatianku pada orang orang yang menemaniku saat ini dari televisi. Ternyata ia sudah tertidur dengan posisi duduk di kursi dan kepala di ranjang sambil melipat kedua lengannya.

 

Aku menyibakan rambut yang menutupi wajahnya. Sudah dua kali aku gagal hari ini, mungkin karena aku juga tak yakin dengan perasaanku sendiri. Di satu sisi aku ingin kau ada di sisiku, dan di sisi lain, aku masih mengharapkan Hyera kembali padaku.

 

Tapi mungkin ini adalah kesempatan yang tak boleh dilewatkan, mungkin aku belum bisa menyentuh bibirnya, namun pipinya juga menggodaku. Ku dekatkan wajahku untuk mencium pipinya.

 

Ckrek Crkek Crkek

 

Aku mendengar suara kamera dan bayangan seseorang di depan pintu kamar.

 

“Siapa di sana!?”

.

.

.

.

.

 

TBC

 

 

Waaaaahhh akhitnya chapter 5 ini kelaaar!!! Author minta maaf banget karna udah sebulan ga pernah update, ini semua karna author lagi uas :” dan terimakasih untuk para readers yang masih setia untuk membaca ff ini. Yang mau kenal lebih dekat sama author yuk follow aja twitter @WildSyub sekian yaa.. Sekali lagi GOMAWO READERSNIM /yoongi flying kiss/

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

6 thoughts on “FF/ LOVE ISN’T ALWAYS ABOUT HAVING/ BTS-BANGTAN/ pt. 5

  1. Waah akhirnya dilanjutin 😄 penasaran siapa yg foto2 ituu, yoongi sukanya sama nana ajaa
    Semangat author lanjutinnya😁

  2. yeess!! akhir nya 😄😄

    Ada sesaeng fans yeth/? coba aja si agus nyium bibir nya Nana yeth 😂 😁 xD

    keep writing thor! FIGHTING!

  3. hallo ka. maaf bru komen karna bru on dgn internet stlah sekian bnyak tugas dikerjakan lalu nemi aja ni ff . aku minta ijin baca nya dri awal . makasih kak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s