FF/ LOVE ISN’T ALWAYS ABOUT HAVING/ BTS-BANGTAN/ pt. 4


Tittle: Love isn’t Always About Having

Author : AQL

Cast : Min Yoongi | Kim Nana(OC) | Jung Hoseok | Park Hyera(OC) | Another BTS Member

Genre : Romance, slice of life

Length : Chaptered

Rating : T

Disclaimer : Hanya sebuah cerita fiksi dari penulis amatir. Cast murni milik BigHit Ent, Hanya Cerita dan OC milik author.

Warning :  Typo bertebaran.

Summary :

Mengapa ini Semua terjadi padaku ?

Mengapa harus aku yang merasakannya ?

-Kim Nana-

Peview :

Sakit, itulah yang ku rasakan ketika badanku membentur beberapa anak tangga, hingga terhenti. Sayup-sayup terdengar seseorang bertariak memanggil namaku sebelum aku benar-benar kehilangan kesadaranku. Setelah itu semuanya gelap.

[Yoongi Pov end]

—-

 


[Nana Pov]

Aku telah selesai memperbaiki make up ku yang sedikit luntur karena menangis tadi. Saat kembali ke tempat dimana pemotretan akan di mulai, aku hanya menemukan Taehyung disana.

“Ah ia belum kembali.” Desahku pelan

“Yak, semuanya tolong bersiap-siap kembali ke posisi masing-masing, karena pemotretan akan segera dimulai.”

“Stop stop wait, dimana yoongi hyung? Ia belum kembali dari tadi, apakah ada yang melihatnya ?” Ujar taehyung

Belum sempat aku mengatakan bahwa tadi aku bersamanya di atas, tiba-tiba suara sesuatu jatuh yang lumayan besar mengejutkan kami.

Detak jantungku seketika rasanya berhenti. Pikiranku berkecamuk membayangkan yang menyebabkan suara itu adalah yoongi oppa. Aku langsung lari menuju sumber suara itu, tanpa memperdulikan orang-orang disana yang masih bingung mencari sumber suara tersebut.

Benar saja, tepat sesampainya aku di sana, aku melihat seseorang telah tergeletak tak berdaya di bawah anak tangga, dan orang itu tidak lain adalah yoongi oppa.

“YOONGI OPPA!!” Aku berteriak menyebut namanya.

Kaget. Tubuhku terasa kaku tak dapat bergerak, yang aku bisa lakukan hanyalah berteriak. Darah segar keluar dari kepalanya.

Tak beberapa lama, Taehyung tiba-tiba menghampiriku. Ia juga terlihat shock melihat keaadaan hyungnya yang seperti itu. Langsung saja ia pergi memanggil beberapa staff yang ada untuk meminta bantuan. Aku tetap diam disana, menggenggam erat tangannya.

“Seseorang cepat panggil ambulan!” Taehyung menyuruh acak.

“Taehyung-ah jika menunggu ambulan datang, pendarahannya akan semakin banyak. Akan ku siapkan mobilku saja” kata seorang staff.

“Baiklah kalo begitu, gamsahamnida hyungnim. Yang lain, bantu aku mengangkat yoongi hyung”

Kulepaskan genggaman tanganku. Aku masih terisak, takut. Takut sesuatu akan terjadi.

Aku berada di mobil yang membawa yoongi oppa ke rumah sakit bersama Taehyung. Taehyung masih terlihat cemas, tapi dia berusaha tenang dan juga menenangkanku.

Sesampainya di rumah sakit, Yoongi oppa langsung dibawa ke sebauh ruangan. Aku dan Taehyung tidak diperbolehkan ikut masuk.

Melihat yoongi oppa yang menjauh, tangis ku pun kembali pecah. Aku menangis di balik jaket Taehyung.

“Noona tenang saja, Yoongi hyung tak selemah itu. Hyung ku itu orang yang kuat. Jadi Noona berhentilah menangis.”

Diam, aku hanya bisa diam. Aku berusaha mengiyakan kata-kata yang di ucapkan Taehyung.

Aku duduk di bangku depan ruangan tempat yoongi oppa berada. Pikiranku masih fokus dengan orang yang ada di dalamnya. Aku teringat dengan percakapan kita saat istirahat sebelum kejadian ini terjadi. Badanku kembali bergetar.

Setelah aku tenang, Taehyung langsung menelpon Agensi, manajer, dan juga anggota lainnya memberitahu apa yang telah terjadi.

Tak lama kelima anggota dan manajer tiba, mereka juga terlihat cemas.

“Bagaimana bisa? Apa yang terjadi?” Namjoon Oppa langsung bertanya pada kami

“Bagaimana keadaannya sekarang?” Hoseok oppa juga ikut menanbah pertanyaan.

Saat melihatnya, Jung Hoseok ntah aku sudah tak merasakan sakit lagi. Karena saat ini pikiranku sedang dipenuhi oleh rasa khawatir

Ku lihat manajer mereka, Hyera, badannya juga terlihat bergetar, ingin menangis. Sebegitukah sayangnya seorang manajer kepada anak asuhnya, pikirku.

“Ntahlah, awalnya kami mendengar ada sesuatu yang jatuh. Aku kira itu suara dari ruangan yang sedang renovasi. Nana Noona yang pertama kali menemukannya.” Jawab taehyung sambil melihat kearahku.

“Untuk bagaimana kondisinya sekarang, aku juga belum tahu. Dokter yang menanganinya belum keluar dari tadi.” Lanjutnya

Setelah hampir 2 jam di dalam, dokter pun keluar dari ruangan. Kami semua pun serentak bangun dr tempat duduk.

“Apakah disini ada wali dari pasien?” Tanya dokter

“Aku, aku manajernya yang bertanggung jawab atas dirinya.” Kata Hyera

“Baiklah, anda bisa ikut ke ruangan saya?” Kata dokter itu lagi

Aku kesal,kenaoa hanya sang manajer yang akan diberitahu keadaannya. Padahal aku? Dari tadi mengkhawatirkannya juga, andai dokter ini tau.

“Dokter Kim, apakah kami juga bisa diberitahu keadaanya yang sebenarnya juga? Dia adalah anggota kami juga, dan gadis ini? Dia yang tau apa yang terjadi.” Kata namjoon oppa membuatku kaget.

Aku merasa seakan-akan namjoon oppa tau apa yang aku inginkan, ia melihat kearahku.

Dokter itu berfikir sejenak sebelum meng’iya’kan permohonan Namjoon Oppa.

Sesampainya di ruangan sang dokter, ia pun langsung menjelaskan keadaan Yoongi Oppa.

“Pasien saat ini telah melewati masa kritisnya. Ia mengalami pendarahan yang banyak sekali. Di tambah keadaan tubuhnya yang kelihatannya sedang demam tinggi juga menyebabkan tekanan darahnya sangat rendah” kata dokter.

Tunggu, Yoongi Oppa demam? Kenapa aku tidak menyadarinya? Padahal saat itu aku sempat memeluknya.

“Apakah pasien jatuh dari tangga? Banyak di temukan bekas memar di seluruh tubuhnya.”

“Mungkin saja begitu, aku menemukannya tergeletak di dekat tangga, dan sebelumnya aku dan staff yang ada di sana juga mendengar ada suara sesuatu yang jatuh.” Aku menjelaskan kejadiannya.

“Kalau begitu, analisisku memang benar. dan juga Pasien sepertinya kehilangan keseimbangan saat di tangga karena demam tinggi yang sedang di deritanya.” Dokter menjelaskan mengapa Yoongi Oppa bisa sampai terjatuh.

“Memang cuaca akhir-akhir ini sedang buruk, hujan turun tanpa di duga. Kalian juga harus menjaga kesehatan ya.” Nasihat sang dokter

“Ahh matta, bukankan setelah acara makan malam itu, Yoongi hyung pulang dengan keadaan basah?” Seru jimin tiba-tiba

“Ya benar, dan Hoseok hyung, bukankah kau masuk kedalam dorm bersamanya? Tapi kau tidak terlihat basah.” Tambah jungkook.

Kaget, perasaan bersalah seketika menggerogoti tubuhku. Jadi? Yoongi Oppa seperti ini? Karena ini semua adalah salahku?.

“Ya memang aku bertemu dengannya di basement dan berjalan menuju dorm bersama. Lagipula kalian tau sendiri bagaimana Yoongi Hyung sangat mencintai hujan kan?”

Setelah menjawab pertanyaan itu, Hoseok Oppa melirik ke arahku, seperti mengatakan ia tahu penyebab sebenarnya Yoongi oppa menjadi basah. Apakah Yoongi Oppa menceritakannya?

“Ah orang itu, sangat ceroboh” gerutu sang manajer

“Yayaya, mengapa kalian semua membicarakan seperti ini saat masih di ruangan dokter” Seokjin Oppa yang dari tadi diam menyimak apa yang kita bicarakan.

“Kalo begitu, kami semua pamit dokter Kim, Gamsahamnida atas penjelasannya” kata Seokjin oppa sambil memberikan kode pada kami untuk berdiri dari bangku masing-masing.

“Baiklah, oh ya dan juga setelah keadaan pasien sudah stabil, ia akan di pindahkan ke ruang VVIP sesuai permintaan kaliat.” Katanya menambahkan.

“Baik Dokter Kim, Sekali lagi Gamsahamnida.”

Kami punmeninggalkan ruangan Dokter Kim.

Di luar ruangan kami masih berkumpul, kali ini Namjoon Oppa yang membuka pembicaraan.

“Ini sudah larut, apakah kalian ridak kembali ke Dorm? Dan Nana-ya kau tidak pulang?”

“Aku ingin menunggu Yoongi Oppa untuk sadar.” Kataku

“Tapi kau perempuan Nana-ya, bagaimana jika ada yang melihat?” Kata Jin oppa tegas

“Baiklah kalau begitu, Aku akan mengantar Nana Noona pulang, setelah itu aku kembali lagi kesini, biar Aku saja yang menjaga Yoongi Hyung, kalian bisa kembali ke dorm. Lagi pula aku tak punya jadwal individu lagi karena kecelakaan ini, tidak seperti kalian” kata Taehyung.

“Baiklah kalau begitu, ku serahkan padamu semua Tahyung-ah” kata Namjoon Oppa.

Sesampainya di rumah, aku menitip pesan kepada Taehyung, ia harus mengabariku secepat mungkin ketika Yoongi Oppa telah sadar.

“Areaseo Noona, sepertinya kau sangat menghawatirkannya lebih dari kami. Akan ku jemput kau besok siang, Annyeong Noona”

[NANA POV END]

[YOONGI POV]

Aroma khas obat-obatan menusuk indra penciuman ku. Sakit, ku coba gerakan tubuhku, hanya sakit yang dapat ku rasakan. Tak mau lebih merasa sakit lagi, aku berhenti mencoba menggerakan tubuhku.

Ku buka perlahan mataku, benda di sekitarku terlihat sedikit kabur. Kepalaku juga terasa pusing. Aku melihat kantong infus yang tergantung di tiang tepi ranjang dengan selangnya yang terhubungdengan tanganku.

Rumah sakit, aku ada disana. Tenggorokanku terasa kering, ku lihat ternyata Taehyung menemaniku, ku coba memanggilnya untuk mengambilkan air minum. Suaraku tercekat, untungnya ia masih bisa mendengar ku memanggilnya.

“Hyung, Kau sudah sadar?”

“A-a-ir Min-n-”

“Arra, tunggu.”

Untung saja ia mengerti apa yang aku minta. Lega, itu pertama kali yang ku rasakan ketika air itu membasahi tenggorokanku.

“Baiklah hyung, akan ku panghilkan dokter dulu.”

Kemudian ia memanggil dokter dengan telepon rumah sakit yang telah di sediakan.

Tanpa menunggu waktu lama, dokter yang di panggil oleh Taehyung pun datang.

Saat diriku tengah di periksa oleh dokter, aku melihat Taehyung memegang handphonenya, mungkin ia sedang mengabari yang lainnya karena aku telah sadar.

Setelah pemeriksaan selesai dan dokter meninggalkan ruangan, Taehyung menghampiriku.

“Istirahatlah, esok ceritakan semuanya. Kau sudah membuat kami semua benar-benar khawatir hyung. Aku sudah mengabari mereka bahwa kau sudah sadar.”

“Baiklah kalau begitu, gomawo Taehyung-ah.”

Aku pun kembali terlelap.

[Yoongi Pov End]

[Nana Pov]

Hal yang pertama aku lakukan ketika aku membuka mata adalah mengecek handphone ku. Benar saja, asa Satu pesan masuk dan itu dari Kim Taehyung, satu-satunya orang yang bersama Yoongi Oppa tadi malam. Ia mengatakan bahwa Yoongi Oppa telah sadar.

Seketika keinginanku menuju rumah sakit sesegera mungkin muncul. Tapi nyatanya aku harus menunggu nanti siang untuk Taehyung menjemputku.

—-

Akhirnya siang pun tiba, aku hanya tinggal menunggu mobil Taehyung tiba di depan rumahku. Aku membawakan komik-komik favorite Yoongi oppa yang sering ia pinjam padaku.

Tiin… tiiin…

Akhirnya mobil Taehyung pun datang, aku bergegas mmenuju mobilnya dan masuk ke dalam tanpa menyuruhnya turun dari mobil terlebih dahulu.

“Ya Noona, tampaknya kau sangat ingin bertemu dengan Yoongi hyung.” Kata Taehyung sambil melihat tingkahku.

“Hahahaha kau ini bisa saja Tae” kataku acuh tak acuh

Sesampainya aku disana, aroma khas rumah sakit menyambutku. Aku berjalan sendiri menuju lantai teratas yang merupakan kawasan VVIP rumah sakit ini, letak kamar Yoongi Oppa berada.

Taehyung tidak ikut denganku karena ia akan menghadiri konferensi pers dengan anggota yang lain perihal keadaan yoongi oppa saat ini.

Sesampainya di depan kamar Yoongi Oppa, ternyata ia sesang tak sendiri. Disana ada seorang yeoja yang kelihatannya familiar membelakangiku. Ternyata ia adalah manajernya, Hyera.

Sebelum sempat ketahuan, aku segera bersembunyi di belakang pintu kamar itu, namun masih bisa mendengar percakapan antara mereka.

“Kau masih seperti 5 tahun yang lalu yoongi-ya, tak berubah sama sekali. Tak ada yang bisa mengalahkan rasa cintamu kepada hujan.” Kata manajer itu.

5 tahun yang lalu? Bukankah Hyera menjadi manajer baru-baru saja? Apakah mereka telah kenal sebelumnya? Apakah anggota lain tau tentang hal ini?

“Hanya perasaanmu saja Hyera-ya, aku hanya sangat menikmati suasana saat hujan turun.”

Aku mendengar sesuatu yang sedikit mengganjal dari ucapan Yoongi Oppa

“Mwo? Kau bilang apa tadi? Hyera-ya? Sejak kapan kau menghilangkan kata Noona di belakang namaku?”

Benar saja, itu artinya bukan telingaku yang salah.

“Ani, aku tak pernah memanggilmu tanpa ada Noona di belakangnya.”

Apa ini? Yoongi Oppa berusaha mengelak?

“Ne ne, tersarah apa katamu. Aku akan pergi ke tempat Konferensi pers. Kau tahu, seseorang di tempat kau jatuh mengunggah fotomu, dan itu membuat akun twitter resmi kalian tak ada hentinya diserbu ribuan mention yang mengkhawatirkan dirimu.”

“Kalau begitu sampaikan salamku untuk mereka, aku sekarang baik-baik saja. Tak ada yang perlu di khawatirkan lagi. aku akan sesegera mungkin kembali ke atas panggung.”

“Akan ku sampaikan, kau istirahat kembali. Perhatikan kondisimu yoongi-ya, aku pergi dulu, Annyeong~” aku melihat manajer itu sedikit mengacak rambut Yoongi oppa.

Melihat kejadian itu, banyak pertanyaan yang muncul di dalam benakku, hingga aku tersadae seseorang berdiri di depanku, memperhatikanku. Ia, Hyera.

“Mau menjenguk Yoongi? Sejak kapan disana? Kenapa tidak masuk?” Ia bertanya sedikit curiga

“Ne, aku baru saja datang.” Kataku sedikit berbohong.

“Baiklah kalau begitu aku permisi.” Ia berjalan menghilang dari hadapanku.

‘Sudah cukup untuk memikirkan hal yang tidak penting seperti itu Nana-ya. Yang terpenting sekarang bagaimana kau bertemu dengan Min Yoongi’ kataku dalam hati.

Saat ku masuk ke dalam ruangannya, ternyata ia sedang memainkan ponsel miliknya. Ku putuskan untuk memberikan senyuman termanis yang ku punya untuk nya.

“Yoongi Oppa, bagaimana keadaanmu saat ini? Ini aku bawakan komik-komik favorite mu, kali ini gratis hingga kau benar-benar sembuh”

Melihatku tersenyum dan berkata seperti itu, Yoongi oppa terlihat bingung. Tapi aku masih tetap tersenyum.

Kesal tak ada respon darinya, aku menghentikan senyumku, aku melangkah lebih dekat kearahnya. Sebelum tepat berada di depannya, sebuah kalimat muncul dari mulutnya.

“Maaf, Kau Siapa ?”

.

.

.

-TBC-

 

 

Aaakhhh akhirnya chapter 4 selesai jugaaa~ untuk para reader, author minta maaf ya karena nggk bisa sering-sering update FFnya… tapi author bakal usahain minimal 2 minggu sekali. Terus, kalau ada yang mau temenan sama author, yuk follow twitter ‘@wildsyub’ Sekali lagi maaf ya karena keterlambatan FF ini, dan terimakasih untuk yang sudah mau membaca FF buatan Author.Jangan lupa RCL yaaa, GOMAWOYO READERS-NIM /BOW/

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

4 thoughts on “FF/ LOVE ISN’T ALWAYS ABOUT HAVING/ BTS-BANGTAN/ pt. 4

  1. lho, kok yoongi cuma lupa sama nana aja? kenapa ini?
    aaaaa hyera maruk ya hoseok yoongi diembat #savehoseok hahahahaha

  2. waaahh….ceritanya seru min aku suka bnget ama ff ini …. yang jadi prtanyaan knpa yoongi oppa bsa lupa sama nana??? apakah yoongi oppa amnesia kyaaaa jangan smpai…. next mint

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s