FF/ HEARTBEAT/ GOT7/ pt.2 of 2


HEARTBEAT

PART 2

 yu111.jpg

AUTHOR: mrs.D

 

Cast:

  • Mark Tuan (GOT7)
  • Choi Hanna (OC)
  • Jackson Wang
  • Kim Yugyeom
  • BamBam
  • Park Jinyoung/Jr.
  • Jaebum
  • Choi Youngjae
  • Kim Shira

Genre: Romance. AU

Rating: 15

A/N:

TYPO EVERYWHERE. PLZ FORGIVE ME :”) -D

 

 

 

 

 

 

 

Preview on the first chapter

 

“Kamu……apa kamu….kamu…..Ha…” suaranya yang memecah diam antara mereka berdua. Mark memegang tangannya.

Hanna terjebak.

“Oh tidak!!! Hanna!!! Kamu harus pergi!!!” teriak batin Hanna.

“Ah Mianhae…. aku harus pulang” kata Hanna serak, melepaskan genggaman tangan yang ia rindukan itu dan berjalan cepat menuju pintu keluar.

Mark dengan cepat berbalik, kembali mengejar Hanna dan memegang tangan Hanna.

Degupan jantung Hanna kembali berulah

“Oh Tidak…..” batin Hanna.

“Are you…… Choi Hanna?” tanya Mark.

 

**

 

 

Suara gemuruh penggemar melihat Mark menggandeng salah satu darinya. Pikir mereka. Mark menatap Hanna penuh dengan pertanyaan. Hanna mencoba melepaskannya tetapi malah Mark justru mengeratkannya.

Member yang lain terdiam melihat kelakuan Mark itu. Ini sudah diluar konsep. Sang manajer memukuli dirinya sendiri sambil berteriak tetapi tak memakai suara.

 

“Ck. Hyung, apa yg dilakukannya?” Jackson menyenggol Jaebum.

“ntahlah.” Jaebum menggelengkan kepalanya.

 

Dan,

 

Hello, miss?” Mark mengibaskan tangannya ke arah wajahnya. Hanna bengong, tiba-tiba saja otaknya membeku. Melihat Mark yang telah lama ditunggunya. Wajah tampan. Bibir merah eh maksudnya rambut merah.

Dengan penuh keberenian, Hanna melepaskan tangannya secara paksa.

Hanna berusaha menunjukkan wajah yang tegas dan pergi melewati para fans yang menatap tajam kepadanya ketika akan keluar. Termasuk teman Hanna sendiri. Mark terdiam sejenak.

excuse me?” Mark makin bingung, ia sangat ingin bertanya apa maksud wanita yang didepannya ini, tapi sang manajer menghubunginya lewat headset yang dipakainya itu.

 

“Hey!! Mark, we’re at concert, not your party or else.”

Mark menggigit bibirnya dan menaikkan salah satu alisnya dan mengiyakannya. Dengan ekspresi ini, para fans semakin teriak histeris. Si tampan Mark ini.

 

 

/SELESAI KONSER/

 

Dengan wajah yang berkeringat, rambut merah yang berantakan, Mark berjalan malas ke ruang istirahat dengan ekspresi badmood. Diikuti dengan member yang lainnya tapi dengan wajah penuh pertanyaan. Untung saja Mark bisa melakukan konser seperti biasanya.

Seseorang mengalungkan tangannya di leher Mark, Jackson.

“hyung?”

“hm?” balas Mark seadanya.

“yang tadi itu…”

who?”

thats girl i mean hyung… It’s your….?”

“sepertinya bukan” Mark membenarkan rambutnya yang penuh keringat itu dan membuat para staf wanita disekitarnya terpanah dan hampir meneteskan salivanya. Member lain menghembuskan nafasnya secara bersamaan. Kelakuan hyung-nya ini.

 

 

**

 

Diluar Gedung, Hanna terlihat gemetaran dan juga sesekali menggigit kukunya.

Ia melihatnya.

Mark Tuan, tidak salah lagi.

Hanna terngiang pertemuan singkatnya tadi dengan Mark.

Dan juga suara Mark. “Are you…… Choi Hanna?”

Suara yang dirindukan Hanna selama beberapa tahun ini.

Perlahan, air mata membasahi pipi merahnya. Dengan kasar, ia menghapusnya dengan jari-jari panjangnya.

Melihat didepannya ada Coffee Shop. Dan melirik ke jam tangannya,”10 am”

“huffttt… mungkin minum cappucinno bisa buat tenang” keluhnya.

Hanna melangkahkan kakinya dan pergi ke Coffee shop itu.

 

**

“Mark hyung~” panggil Yugyeom

yes?” Mark menghentikan aktivitas bermain pspnya.

“Hyung lapar tidak?” Yugyeom beraegyo dan sambil mengelus-elus perutnya.

“yang lain?” jawab Mark malas.

“Jackson sembelit. Bhuwakul capek. Terus….” Yugyeom menjelaskan tapi dihentikkan Mark.

where are we going to eat?”

“sandwich. Katanya didepan gedung ini ada Coffee shop hyung”

“di depan? Baiklah” Mark bangkit dan memakai hoodie-nya. Yugyeom juga memakai hoodienya.

Tak lama melangkahkan kaki mereka, dari kejauhan para member berteriak

“Hey, aku mau moccachino” -JB

“Mark hyung, aku mau machiato”-JR sambil memainkan hp nya
”yugyeom-ah, belikan aku cappucino ya” -Youngjae

“hyuungg, aku mau sandwich…seperti….Yu..gyeom” kata BamBam dengan polos.

Mark melemparkan tatapan sinisnya pada orang yang berteriak barusan dan ingin rasanya menonjok kepalanya satu persatu. Tetapi ditahan oleh Yugyeom.

“dongsaeng kurang ajar” keluh Mark mendenguskan nafasnya kesal.

“Hyung….sudahlah…ayo” Yugyeom hanya tersenyum kaku melihat Hyung-nya ini marah

 

X Coffee Shop

 

“hm… Cappucino nya satu” Hanna mengeluarkan uang 1000won nya dan membayarnya kekasir.

ah, dompetku kelaparan….hanya tersisa 10000won….” keluh Hanna melihat dompetnya hanya tersisa 10000won.

Ketika Hanna menunggu cappucino nya, 2 orang misterius memasuki Coffee shop.

 

Klining

 

one cappucino, two tuna sandwich, and….” kata salah satu orang misterius itu dan melirik ketemannya. Hanna melihatnya sekilas dan kembali fokus menunggu pesanannya datang.

“strawberry float” dia merogoh kantongnya dan… ternyata itu adalah Mark dan Yugyeom.

“hyung…” panggil Yugyeom pelan

“what?”

“lupa bawa dompet…..”

oh man, seriously….” Mark menatap kesal dan mencoba merogoh kantongnya juga. Apadaya, Mark juga lupa membawa dompet.

Mark dan Yugyeom saling menatap satu sama lain.

Apa harus dibatalkan?

Apa salah satu dari mereka harus ke gedung lagi?

Sialnya, mereka berdua tak membawa handphone.

“i don’t borrow it, oh shit” Mark mengumpat terus menerus karena tak membawa dompet dan juga hp-nya.

Terpikir oleh Yugyeom untuk meminjam hp seseorang, dia melirik ke kanan kirinya. Mendapati Hanna yang sedang menunggu. Tanpa berpikir panjang, ia menghampiri Hanna.

“maaf…” panggilnya ke Hanna.

“ya?”

“boleh pinjam hp-nya?”

“huh?”

“untuk menelfon, hanya menelfon.” Yugyeom meyakinkan Hanna.

Hanna menganggukkan kepalanya dan langsung memberikan hp-nya ke Yugyeom.

“aku pinjam sebentar, nona” Yugyeom berlalu dan menuju Mark.

Mark terus-menerus merutuki dirinya dan juga Yugyeom.

“telfon hp hyung coba” Yugyeom memberikan sebuah hp pada Mark.

Mark mengambil hp itu dengan muka kesal dan…

 

Tak sengaja melihat wallpaper Gelang beruang yang sangat ia kenal.

Mark terpaku melihatnya, ia tak dapat mengedipkan matanya.

 

Yugyeom bingung. Ada apa dengan Hyung-nya ini, ia bertanya-tanya dalam hati.

 

who is the owner…” kata Mark pelan dan tangannya bergetar.

“owner? Yang punya maksudnya? Itu yang lagi duduk sambil minum” Yugyeom menunjuk orang yang sedang duduk di dekat jendela dan bermuka sendu itu.

 

Mark langsung berjalan kearah orang yang ditunjuk Yugyeom tadi.

 

**

 

Hanna menatap kejendela sambil menopang dagunya. Melihat jalanan yang mulai sepi dan juga terlihat sangat dingin.

Dan sepertinya itu bayangan Mark.

Mark?

Ah, aku gila. Batinnya berteriak.

Ia memegangi kepalanya dan menghela nafas.

 

Seseorang menghampiri Hanna yang sedang galau/?

“thanks” katanya.

Ternyata, Hp yang dipinjam tadi.

“sama-sama” Hanna tak menatap orang yang mengembalikannya dan langsung meminum cappucino nya. Orang itu kembali memegang tangan Hanna yang sedang memegang cangkir cappucinno.

“HEY!” otomatis Hanna menatap orang yang memegang tangannya.

 

Terdiam. Hanna terdiam.

Si rambut merah. Pikirnya.

Hanna memejamkan matanya dan menggelengkan kepalanya.

Berpikir bahwa ini cuma ilusi.

Ia kembali membuka matanya.

Si rambut merah terus menatapnya tak berkedip.

 

DEG

DEG

DEG

 

Jantung Hanna kembali berulah ntah yang keberapa kali.

Si rambut merah ini juga menyipitkan matanya ketika melihat sebuah gelang beruang yang dipakai Hanna.

“is it yours?” tanyanya sambil melirik ke gelang yang dipakai Hanna.

“n…no.no….” jawab Hanna gugup.

 

**

 

Mark berdecak kesal.

“this woman…..really…..”pikirnya. Sebenarnya Mark sudah tahu kalau dia adalah Hanna, pacarnya, beberapa tahun yang lalu, ia masih tahu sifat Hanna yang ia kenal. Cepat gugup jika didepan Mark. Hanna akan gugup jika ia sudah berhadapan dengan orang yang sangat dicintainya.

 

Hanna menggigit bibirnya dan juga tangannya masih saja dipegang Mark.

“sialan……sepertinya Mark tahu kalau ini aku…..” batinnya.

Mencoba melepaskan genggaman tangannya, malah Mark mengeratkan tangannya.

 

“ck. kamu pikir aku bodoh? Aku sangat tahu dengan sifatmu yang satu ini, Hanna” jelas Mark sambil menaikkan salah satu alisnya.

 

DEG

“dia memanggilku……” Hanna mengerjapkan matanya dan menganga tak percaya.

Mark melepaskan genggamannya.

 

“Hyung, ini bagaimana?” Yugyeom berteriak.

“sebentar…” ditatapnya Hanna speechless. Sesekali Hanna menggerakkan jarinya untuk menutupi rasa gugupnya.

“boleh pinjam 1000won?” tanya Mark dengan mendekatkan wajah gugup Hanna.

“a…ap…apa?”

Mark tersenyum bahagia sepertinya. Langsung memberikan tangan memintanya.

“nanti aku ganti, Hanna” kembali, Mark memanggilnya.

“huh? Hah….” Hanna tak sengaja memberikan 10000won satu-satunya yang ada didompet.

Mark mengelus kepala Hanna dan pergi ke Yugyeom.

 

**

“ini…” Mark memberikan uangnya ke Yugyeom

“kau kenal dia Hyung?”

Mark hanya tersenyum dan kembali menghampiri Hanna. Tiba-tiba langkahnya terhenti.

“kau duluan saja, hyung menyusul”

Yugyeom mengangguk dan langsung mengambil pesanannya tadi.

“cih, dasar Hyung….aku harus memberitahu yang lainnya” Yugyeom tersenyum dan pergi.

 

“Choi Hanna…”

“hng?”

its really you” Mark tersenyum sumringah

 

Tiba-tiba saja memori Hanna kembali mengingat dimana saat Mark memutuskannya.

Mengapa ia gugup begini?

Harusnya dia menghiraukan si rambut merah ini?

Kenapa detakan jantung ini berulah seperti beberapa tahun yang lalu?

 

Hanna bangkit dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya dengan cepat. Mark mengikutinya.

 

Angin malam berhembus dan terasa sangat dingin.

Hanna melipatkan kedua tangannya dan memasukkan tangannya kedalam jaket.

 

“masih saja diikuti” batin Hanna

 

Mark terus mengikuti kemana Hanna pergi.

Kesal, Hanna berhenti dan membalikkan badannya.

“Kenapa sih?”

“hm?”

“berhenti mengikutiku” kesal Hanna.

“aku menyukaimu” Mark langsung mengutarakan isi hatinya.

 

DEG
DEG

 

Jantung Hanna kembali berulah. Sial, umpat Hanna memegangi jantungnya.

“pulanglah, besok masih ada acara” kata Hanna melihat jam tangannya.

“pedulinya?” Mark tersenyum.

 

Hanna membalikkan badannya dan kembali melangkahkan kakinya.

Tapi tertahan.

Kenapa?

Sekarang, Mark ada di belakangnya.

Mengapa aku tak menanyakan alasan tentang 5 tahun yg lalu? Batinnya.

 

“ada yang ingin kau tanya?” sepertinya Mark membaca pikiran Hanna.

Kembali, Hanna menatap Mark dengan tatapan penuh tanya dan juga marah.

 

Mark menghela nafas dan menyuruh Hanna mendekatinya. Dia tahu arti dari tatapan Hanna itu. Hanna pun mengikutinya.

Dengan refleks, Mark memeluk Hanna. Dengan sangat erat.

 

i really sorry about 5 years ago” tutur Mark dengan suara serak.

“just because….. I have some problem with my Dad and i must choose…..” kata-kata Mark terhenti.

Hanna terdiam dan berusaha melepaskan pelukannya.

“i must choose between my Dad or you……”

Kali ini Hanna tak percaya. Ia kembali terdiam.

“First, i choose you, and the consecuent is….. My Dad will not see me as his Son”

Hanna terkejut mendengar penjelasan Mark.

“so…..i was choose my Dad….and..”

Hanna kembali memasang kupingnya untuk mendengar penjelasannya.

thats day when i say we must broke up….. You know, i must have the courage to say it, especially to you…..”

Hanna menghela nafasnya dan membiarkan kepala Mark tertunduk di pundaknya.

 

“I’m sorry, my baby”sesal Mark meneteskan air matanya dan memeluk erat Hanna. Hanna mengelus kepalanya lembut.

“aku tidak tahu kalau kau harus memilih, Mark. sorry” keluhnya memeluk Mark.

 

**

Beberapa hari kemudian,

“Baiklah, tugas ini dikumpulkan besok dan jangan sampai lupa”

“baikkkk…”

 

Hanna membereskan buku-bukunya dan mengambil tas nya. Tapi dicegat oleh temannya, Shira.

“Kenapa?”

“hmmm” Shira memicingkan matanya.

“apa Kim Shira?”

 

Dilihatnya SHira melipatkan kedua tangannya.

“Hanna…..kenapa kau kemaren di pegang tangan oleh Mark?”

“huh?” Hanna pura-pura tak mendengar. Hp nya berdering.

Dilihatnya dilayar, MT. Hanna mereject panggilan itu.

Sangat tidak pas waktunya.

Kembali dia melihat Shira yang sedang menatap curiga Hanna.

“Hanna….hmmm”

“ka…kapan? Aku tidak tahu..ayo kita kekantin” Hanna melewati Shira dan mengalihkan pandangannya.

 

Dilihat ada sekumpulan orang mengelilingi seseorang yang sedang duduk di kantin.

Hanna dan Shira tak tahu apa yang terjadi.

Shira menepuk salah satu orang yang melewatinya, terlihat kesenangan.

“Hey, itu kenapa?” tanya Shira.

“member GOT7! Aku mendapat tanda tangannya” teriaknya histeris.

“GOT7?” Hanna & Shira berkata secara bersamaan.

Tanpa pikir panjang Shira langsung berlari dan bergabung ke sekumpulan orang itu. Mengeluarkan buku untuk meminta tanda tangan.

 

Hanna berpikir kembali. Member GOT7?

Jangan bilang……. Pikiran Hanna…..

Hanna merogoh sakunya dan menelfon orang yang berinisial MT itu.

 

“dimana?” tanyanya terdengar berada di kerumuni orang-orang

“kau menungguku di kantin kampus?” jawabnya dengan pelan-pelan.

“wow. Exactly, baby. Where are you, huh?”

 

**

 

Mark bangkit dari tempat duduknya. Dan melihat apakah salah satu dari kerumunan orang ini ada Hanna atau tidak.

Ternyata, orang yang dicarinya ada disana, sedang menatapnya dengan hati-hati. Dan orang itu juga perlahan pergi meninggalkan kantin.

 

Mark tersenyum.

CHOI HANNA” teriak Mark membuat semua orang terkejut, termasuk Shira.

 

Hanna mematung ditempat dan mengerjapkan matanya.

Baiklah, Choi Hanna, kau mati.

Tak lama, seseorang mengalungkan tangannya di pundak Hanna.

Hi baby, i miss you” kata Mark sambil mencium rambut Hanna.

“kenapa harus mencariku kesini, Mark” rutuk Hanna sambil melirik tajam ke Mark.

WHY?” jawabnya.

 

“Hanna…..” panggil seseorang dari belakang. Shira.

Perlahan, Hanna melirik kebelakang, dan tersenyum pait. “Ha..Haiiii” Ia juga dengan awkward melambaikan kepada temannya itu dan segerombolan orang dibelakang SHira yang menatap Hanna penuh tanya.

“A…anu” Hanna speechless dan berusaha melepaskan tangan Mark dari pundaknya.

Guys, Hanna is my girlfriend, from 5 years ago” Mark dengan bangga mengenalkan Hanna kepada yang lain.

 

“HAH?” teriak semuanya termasuk juga Shira, tak percaya.

 

Hanna menyikut Mark dengan keras dan berdecak kesal melihat kelakuan Mark ini.

“kenapa lagi sih, baby?” Mark meringis kesakitan

 

“YAAAA, CHOI HANNA, KAU MENUSUKKU DARI BELAKANG” teriak Shira secara tiba-tiba dan mengejar Hanna. Begitupun yang lainnya.

 

Mark langsung menggenggam tangan Hanna dan lari.

 

“Semua ini gara-gara kau, aiiissshhh hah hah hah” kesal Hanna.

but i’ll never regret it” Mark tersenyum dan terus menggenggam tangan Hanna.

Wajah Hanna tiba-tiba memanas membuat laju lari mereka melambat. Tapi dengan paksa, Mark mengajaknya lari dengan tempo cepat.

 

“i’ll never let you go again, i love you, Choi Hanna” dengan nafas yang berderu-deru, Mark mengutarakan kembali.

 

DEG

DEG

 

“sialan” rutuk Hanna.

“kenapa? Hah hah hah”

“jantungku berdetak kencang karena kau bilang i love you ditambah nama aku juga.. hah..hah…” papar Hanna ngos-ngosan dan muka memerah. Mark tertawa kecil,

 

coz, your heartbeat is only mine, not others, Choi Hanna”

 

 

 

THE END

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Akhirnya setelah setahun tak melanjutkan, akhirnya muncul lagi/? Eh gak ding,lebih setahun dan juga ini hampir 2016…..Hihihi maaf yaa readers baru sempet ngelanjutinnya, maklum, udah kuliah jadinya repot sendiri:”)

Komen ya komen buat part ini, komen kalian sangat berarti buat aku. Thanks~ /bow/ /lempar Mark buat semuanya/

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

3 thoughts on “FF/ HEARTBEAT/ GOT7/ pt.2 of 2

  1. uu kyeowo~~
    untung baca fullpartnya sekarang jadinya engga galau nungguin ff ngegantung setaunan hahaha
    neomu choa~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s