FF/ WAITING…./ BTS-BANGTAN/pt. 2


PicsArt_12-10-05.27.16.jpg

Title : Waiting.. Pt.2

Author : kim19

Cast : Kim Seok Jin (BTS), Hwang Nara (OC), BTS members, others.

Genre : Friendship, romance, sad (?)

Length : Chaptered

Rating : PG14

 

Hai.. Gimana part satu nya? Gaje kan? Pendek yah? Iyaa maapin :’v dan mungkin cerita ini bakal full author pov.

Maaf juga kalau yang ini pendek. Thanks buat yang udh baca, jangan lupa koment nya. Kritik dan saran plis😉

 

Selamat membaca ^^

 

***

Author POV

Selama pelajaran berlangsung, Nara sering sekali menengok ke belakang. Menatap bangku terpojok yang kosong tak berpenghuni.

Hampir seharian, Kenapa ia belum juga datang? Kemana dia? Batin Nara sambil terus menatap bangku kosong tersebut.

Cklek..

Pintu kelas terbuka menampakkan sosok Yoongi dengan wajah dinginnya dan masih dengan headset yang setia menggantung indah di telinganya. Yoongi membungkuk kecil pada guru yang sedang mengajar tersebut. Dan segera berjalan memasuki kelas menuju bangku kosong di pojok kelas yang sedari tadi Nara pandangi.

Akhirnya dia datang Nara tersenyum kecil dan kembali fokus pada pelajarannya.

Sementara Yoongi yang melihat Nara terus memperhatikannya sejak ia masuk kelas sampai duduk di bangku nya hanya bisa mendengus sinis.

Bel pulang pun telah berbunyi, satu persatu murid di kelas mulai keluar untuk segera pulang. Hingga menyisakan Yoongi dan Nara disana. Yoongi yang masih setia menggenggam pulpen nya berkutat dengan soal soal di hadapannya, dan headset yang dengan sabar menemani nya mengerjakan soal soal tersebut. Itu adalah kebiasaan Yoongi, tidur disaat jam pelajaran berlangsung dan mengerjakan soal di saat bel pulang hampir berbunyi.

Nara meraih tas nya dan berjalan menghampiri Yoongi. Mencoba tetap bersikap dingin meskipun detak jantung nya berdetak sangat cepat.

“Yoongi-ya, jangan lupa nanti malam”

Yoongi menatap Nara sekilas dan kembali fokus pada soal nya tanpa menjawab satu patah kata pun perkataan gadis itu. Nara tersenyum sinis -miris- melihat Yoongi dan segera berbalik meninggalkan Yoongi.

“Sampai kapan Hwang Nara” Yoongi menatap pintu kelas yang baru saja dilewati Nara.

 

FLASHBACK

2 tahun yang lalu

“Yoongi-ya” Nara berlari kecil mengahmpiri Yoongi.

“Hm?” Yoongi menatap Nara yang sudah ada di hadapannya.

“Di hari kelulusan ini, aku ingin memberitau mu sesuatu” Nara tersenyum manis

“Apa?”

“Saranghae” dengan malu malu Nara mengucapkan kata tersebut pada Yoongi, pipi nya memerah dan kepala nya terus menunduk.

“Hwang Nara” Yoongi merespon dengan datar, namun menurut Nara itu terdengar dingin

“Saranghae Yoongi-ya”

“Min Yoongi, jeongmal saranghae”

Nara mengucapkan berulang ulang kata tersebut, namun respon Yoongi sedikit membuat Nara tersinggung. Pasalnya Yoongi hanya menatap Nara datar.

“Aku tidak mencintaimu” Nara menatap Yoongi dengan perasaan terluka, tak menyangka Yoongi akan berkata demikian.

“Tapi aku menyayangi mu” lanjut Yoongi lagi yang sukses membuat Nara benar benar bahagia, hingga dengan refleks memeluk Yoongi dengan erat.

Yoongi tidak membalas pelukan Nara, ia melanjutkan kata katanya yang belum sepenuhnya ia ucapkan.

“Aku menyayangi mu sebagai teman kecil ku, aku akan selalu mengingat mu dan aku mempercayaimu sebagai teman kecil ku. Jadi jangan rusak kepercayaan ku itu. Dan, aku tidak ingin pertemanan kita hancur hanya karena……. Cinta.” Yoongi sedikit menggantungkan kalimat terakhir nya. Ia melepas perlahan pelukan Nara dan berjalan memunggungi Nara.

Air mata Nara sudah menggenang di pelupuk mata nya. Hembusan angin yang menerpa wajah nya membuat nya tak sanggup untuk menahan air mata nya. Nara menatap Yoongi dengan pandangan sangat terluka.

“Aku tak akan menghancurkan kepercayaan mu. Terimakasih telah mempercayai ku. Maafkan aku Yoongi-ya” Nara bergumam pelan dengan suara yang sesenggukan.

FLASHBACK OFF

 

Drrtttt… Drrttt… Drrttt…

Getaran ponsel Yoongi menyadarkan nya dari lamunan singkat nya. Dilihat nya sebentar layar ponsel nya yang menampakkan sebuah panggilan masuk. Tanpa ragu Yoongi menekan tombol hijau pada layar ponsel nya.

“Yeoboseyo aboeji..”

“Ne, sebentar lagi aku kesana”

“Ne”

Yoongi menutup telepon nya dan segera merapikan meja nya. Memasukan hasil pekerjaannya ke dalam tas dan segera berlari meninggalkan kelas dengan tas yang menggantung di sebelah bahu nya. Yoongi berhenti berlari ketika ia sudah sampai di depan tangga yang menuju ke atas, menuju ruang kepala sekolah -ayah nya-. Yoongi menetralkan nafas nya merapikan pakaiannya dan dengan tenang ia mulai menaikki tangga tersebut.

Tok.. Tok.. Tok..

“Masuk” jawab seseorang dari dalam ruangan yang sudah pasti bahwa itu adalah ayah Yoongi.

Ckleekk..

Yoongi membuka pintu ruangan tersebut dan membungkuk hormat pada ayah nya.

“Duduk lah..” Yoongi menghampiri sofa di ruangan tersebut dan duduk di hadapan ayahnya yang sudah lebih dulu ada di sana.

“Ada apa aboeji?” tanya Yoongi to the point

“Masalah pertunangan mu dengan Hwang Nara” tuan Min menatap anak semata wayang nya dengan lamat. Yoongi menatap balik ayah nya, namun sesaat kemudian ia menghela nafas nya pelan dan menyenderkan tubuh nya ke sandaran sofa.

“Aku tak setuju aboeji” jawab Yoongi sambil menegakkan kembali duduk nya.

“Aku tak akan memaksa mu, bawalah dia jika kau sudah menemukan pilihan mu. Karena itu, malam ini kita makan malam bersama paman Hwang dan kita bicarakan ini baik baik.” Tuan Min tersenyum menatap Yoongi yang di balas senyuman tipis oleh Yoongi.

“Aku mempercayai mu adeul-ah” tuan Min bangkit dan menepuk pundak Yoongi pelan lalu berjalan menuju meja nya.

“Ayo pulang bersama..” ajak tuan Min sambil merapikan jas dan dasi nya

“Mobil ku?”

“Kim ahjussi yang akan membawa nya pulang”

“Baiklah”

Mereka berdua meninggalkan ruangan dan berjalan menuju lobby sekolah menunggu Kim ahjussi yang akan datang bersama mobil taun Min.

Tin.. Tin..

Kim ahjussi turun dari bangku kemudi dan membungkuk hormat pada tuan Min dan Yoongi.

“Kim ahjussi tolong bawa mobil Yoongi pulang.. Yoongi akan pulang bersama ku, dia yang akan menyetir.”

“Ne” Kim ahjussi mengiyakan perintah majikannya dan mengulurkan tangannya pada Yoongi yang sedari tadi sudah memegang kunci mobil nya.

“Terimakasih Kim ahjussi..” Yoongi tersenyum dan berjalan mengampiri bangku kemudi, diikuti ayah nya yang berjalan menuju bangku sebrang kemudi.

“Hwang Nara, cepat turun dan ayo segera pergi.. Mungkin mereka sudah menunggu..”

“Ne appa sebentar..” Nara berteriak dari dalam kamar nya.

Nara keluar dari kamar nya dan berlari menuruni tangga untuk menghampiri ayah nya.

“aigoo.. Putri appa cantik sekali, ayo pergi..” ayah Nara mengelus sayang puncak kepala Nara yang di balas senyum manis oleh Nara.

Yoongi dan ayah nya sudah duduk di salah satu meja sebuah restoran mewah yang sudah di pesan khusus oleh ayah Yoongi.

“Kau terlihat tenang. Tidak kah kau gugup akan bertemu calon tunangan mu?” goda ayah Yoongi

“Aboeji..” Yoongi menatap kesal ayah nya

“Hahaha.. Ani ani, aku hanya bercanda” Ayah Yoongi tertawa melihat Yoongi yang tak suka dengan godaan nya.

“Annyeonghaseyo..” Yoongi dan ayah nya menengok ketika melihat kehadiran dua orang di hadapannya.

Yoongi bangkit dari duduk nya dan membungkuk hormat pada ayah Nara, dan hanya melirik Nara sekilas.

“Silahkan duduk” ayah Yoongi mempersilahkan mereka berdua untuk duduk.

“langsung saja, jadi bagaimana tentang pertunangan nya?” tanya ayah Nara

Ayah Yoongi membuka mulut nya bersiap untuk menjawab pertanyaan ayah Nara. Namun Yoongi lebih dulu menjawab nya.

“Emm.. Begini..” Yoongi menggantungkan ucapannya, sedikit ragu untuk mengatakannya.

“Aku mengenal Nara sejak kecil, aku sangat dekat dengan Nara sampai aku pindah dari Daegu ke Seoul ini 7 tahun yang lalu. Aku tidak ingin kehilangan teman kecil ku. 9 tahun mengenal Nara tidak membuatku mencintainya. Aku memang menyayangi Nara, tapi hanya sebatas teman. Aku bisa menjadi orang terdekat Nara tapi tanpa ikatan pertunangan apalagi pernikahan. Maaf aku menolak pertunangan ini.” Yoongi menjawab nya dengan tenang.

Ayah Nara menatap Yoongi tak percaya, bukan karena tak percaya jika Yoongi akan menolak pertunangan ini, tapi Ayah Nara tak percaya Yoongi akan mengatakan kalimat se dewasa itu. Sementara Nara menatap Yoongi dalam diam.

“Aku menghargai semua kata kata mu Yoongi-ah. Aku juga menghargai mu keputusan mu. Maaf aku tidak bermaksud memaksamu. Baiklah, mungkin pertunangan kalian memang tidak seharus nya terjadi.” Ayah Nara tersenyum tulus, meskipun dalam hati nya ada sedikit perasaan kecewa atas penolakan Yoongi.

“Tidak apa apa paman, seharus nya aku yang minta maaf.”

“Nara apakah tidak ada masalah?” tanya ayah Yoongi yang kini bersuara

“Tidak ada..” Nara tersenyum semanis mungkin, namun ayah Yoongi tahu bahwa ada sebagian perasaan Nara yang sedang ia tutupi.

“Sepertinya aku harus pergi aboeji, paman” Yoongi menatap paman Hwang dan ayah nya yang di balas anggukan oleh kedua nya.

“Permisi” Yoongi membungkuk kecil lalu beranjak dari kursi nya. Yoongi menatap Nara dan menyuruh nya untuk ikut dengan Yoongi melalui tatapannya. Nara yang mengerti langsung bangkit dan membungkuk sebentar lalu berlalu menyusul Yoongi.

Yoongi keluar dari restoran dan berjalan menyusuri trotoar. Nara yang memiliki kaki lebih pendek dari Yoongi sedikit kesusahan mensejajarkan langkahnya. Jangan kan untuk mensejajarkan langkah, mengejar nya pun membuat Nara kehabisan nafas.

“Ya!” teriak Nara sambil terus mengejar Yoongi.

“Ya! Min Yoongi!” Yoongi yang merasa namanya di panggil akhirnya menoleh. Nara mengambil kesempatan ini untuk mensejajarkan langkah nya dengan Yoongi.

“Jalan mu lambat”. Kesal Yoongi setelah Nara sampai di hadapannya.

“Kau yang terlalu cepat” jawab Nara dengan nafas tersengal.

Mereka berjalan berdampingan. Yoongi yang berusaha memperlambat langkah nya dan Nara yang berusaha mempercepat langkah nya.

Kini mereka tengah berada di salah satu bangku di tepi sungai Han. Entah apa yang mereka sedang pikirkan saat ini, yang jelas mereka hanya duduk berdampingan tanpa sepatah kata pun. Yoongi yang memang sedang memikirkan sesuatu dan berniat untuk mengatakannya hanya saja ia bingung harus memulai dari mana, sementara Nara yang tidak tau mau apa hanya bisa menanti dengan sabar apa yang akan Yoongi lakukan meskipun sebenarnya ia sudah bosan.

“Ehem..” Yoongi berdehem, mengisyaratkan bahwa ia akan memulai pembicaraanya.

“Aku merindukan Hwang Nara yang dulu, bocah manja, ramah dan polos serta kegilaannya yang dulu. Hwang Nara yang tidak mengenal apa itu cinta, dan hanya dapat merasakan sebuah persahabatan. Hwang Nara yang ku pikir tidak akan berani untuk masuk ke klub di usia nya yang belum genap 17 tahun……..” Yoongi menggantungkan kalimat nya, namun beberapa detik kemudian ia melanjutkan ucapannya.

“Ada alasan aku menolak pertunangan ini. Bukan karena aku tidak menyukaimu, bukan karena aku membencimu, dan bukan karena aku ingin menjauhi mu. Aku hanya takut kehilangan mu, sahabat kecil ku, satu satu nya gadis yang paling mengenalku. Ketika aku mempunyai masalah dengan pasanganku, aku ingin kau menjadi orang pertama yang aku cari untuk membantuku. Dan aku ingin menjadi orang pertama yang kau cari juga disaat kau merasakan hal itu.”

“………..” Tak ada respon dari Nara. Nara memandang lurus ke depan. Pikirannya terus berusaha mencerna semua kata kata Yoongi.

“Hwang Nara. Orang yang mudah jatuh cinta dan sulit melepaskannya. Benar kan?” Yoongi menatap Nara dengan senyum tipis yang setia bertengger di bibir tipis nya.

“Hmm..” Nara hanya bisa bergumam membenarkan ucapan Yoongi

“Aku tidak tau apa yang sedang ku rasakan” Nara tersenyum simpul memikirkan kata kata nya sendiri

“Maaf”

“Untuk?” Nara mengerutkan kening nya tak mengerti

“Hari kelulusan itu” Yoongi menunduk, ada sedikit perasaan bersalah ketika ia mengingat hari itu.

“Ah, seharusnya aku yang meminta maaf. Maaf jika aku mengecewakan mu. Aku juga tidak ingin merusak kepercayaan mu, terimakasih telah mempercayaiku.” Nara tersenyum tulus menatap Yoongi

“Aku akan selalu mempercayaimu..” Yoongi membalas senyum Nara dan mengacak rambut nya pelan.

“Eomma ku selalu bilang, karena kau seorang laki laki, cintailah wanita yang benar benar kau cintai dengan setulus hati, apapun yang terjadi kejarlah ia sejauh apapun sampai kau mendapatkan cintanya, percayalah seorang wanita pasti luluh dengan perjuang tulus seorang laki laki.” Yoongi memandang lurus ke depan, mengingat saat saat eomma nya berkata seperti itu ketika mereka masih bersama.

“Eomma mu juga selalu bilang seperti ini padaku, kau adalah seorang wanita, jangan cintai pria yang belum tentu menjadi milik mu dengan terlalu mendalam, jangan biarkan hati mu terluka karena seorang pria, sebagai seorang wanita kau hanya perlu menunggu, menunggu seseorang yang dengan tulus mencintai mu, dan jangan pernah mengejar seorang pria apalagi yang belum tentu mencintaimu.” Nara menatap Yoongi, memberitau bahwa ibu nya juga sering menasehati Nara dengan tema yang sama.

“Kata kata ini yang paling ku ingat dan akan selalu ku ingat……..” Nara menghentikan ucapannya

“Cinta datang karena terbiasa. TIdak ada cinta pada pandangan pertama, itu adalah ketertarikan” Ucap mereka bersamaan. Kedua nya lalu tertawa.

Sementara itu, seorang namja yang baru pulang dari minimarket, tengah berjalan santai di sebuah jembatan di Sungai Han. Niatnya untuk mencari udara segara di malam hari sebelum menuju rumah. Langkah nya tiba tiba terhenti ketika ia melihat dua orang sedang duduk di salah satu bangku di sebrang jembatan yang sedang ia lalui. Mata nya memicing ketika ia mengenal siapa kedua sosok itu.

“Yoongi? Nara?” namja itu bertanya pada diri nya sendiri

“Apa yang mereka lakukan malam malam begini?” gumam nya penasaran. Namja itu pun menatap kedua sosok itu penuh tanya

“Sudah malam.ayo pulang..” Yoongi bangkit dari duduk nya yang kemudian diikuti Nara.

“Jangan kecewakan aku hm? Jadilah Hwang Nara yang dulu, dan tetaplah jadi sahabat kecil ku” Yoongi tersenyum dan mengacungkan jari kelingkingnya. Nara mengangguk, mengaitkan kelikingnya ke kelingking Yoongi.

Nara memeluk Yoongi dengan reflek.

Namja itu menatap bingung ke arah kedua sosok yang berpelukan.

“Ada apa diantara mereka? Tertawa bersama, mengaitkan jari, dan sekarang berpelukan” Namja tersebut mencibir kedua sosok di sebrang sana. Mata nya semakin tajam menatap kedua sosok tersebut.

Yoongi tersenyum dan membalas pelukan Nara. Yoongi mengangkat kepalanya bermaksud menatap langit malam yang penuh bintang. Namun pergerakannya terhenti ketika matanya menangkap seorang namja yang berdiri memandang nya dari jembatan. Yoongi tentu tau betul siapa namja itu. Yoongi melepas pelukannya dari Nara. Ia lalu mendekatkan mulutnya ke telinga Nara. Yoongi berniat membisikan sesuatu pada Nara. Entah apa yang Yoongi ucapkan, namun melihat dari reaksi Nara sudah pasti bahwa itu sesuatu yang sangat mengejutkan Nara. Nara menengok ke arah jembatan, namun tak ada apa apa di sana.

 

Sebenarnya, apa yang Yoongi bisikkan pada Nara?

 

#TBC

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

2 thoughts on “FF/ WAITING…./ BTS-BANGTAN/pt. 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s