FF/ ONESHOT/ THAT ONE PERSON, YOU/ iKON


qq.jpg
THAT ONE PERSON, YOU
Cast : – Lee Haneul (OC)
– Kim Hanbin
– Kim Jiwon (Bobby)
– Jung Sarang (OC)
Genre : Sad, School life, Friendzone
Author : hwanggrey
 
hai hai~~ 
aku bawa fanfict iKON lagi nih :)) semoga aja suka yaa, aku pake cast iKON :))
happy reading guysss
 
— Hari ketiga, Musim Semi tahun ini. Seakan aku tak pernah lelah untuk menunggumu, untuk melihatku. Yang bisa kulakukan hanyalah diam. Terkadang aku merasa seperti daun-daun yang berguguran dari pohonya karena sudah tidak harus disana. Tapi sekali lagi, aku memandangmu. Aku terikat padamu, bisakah aku mengurangi perasaan ini ? —
—-
“Haneul-ahh…”
“o-ohh…” aku itu menoleh kearah seseorang yang memanggilku, dan seketika aku merasa gugup
“yaaa… aku memanggilmu sedari tadi, kau tau itu ?”
“o-ohh.. mianh Hanbin-ah, aku sedang mendengarkan musik, dan membaca ini” aku menunjukan novel yang sedang kubaca padanya, Hanbin
My Crush…” ucap Hanbin mengeja judul novel yang sedang kubaca “apa itu ? ceritanya tentang apa ? ceritakan padaku” Hanbin duduk mendekat padaku berusaha melihat apa isi novel yang aku baca ini
“y-yyaa… aku akan menceritakan nya nanti jika aku sudah selesai membacanya, sudahlah aku ingin melanjutkannya…” aku mendorong Hanbin pelan, agar dia sedikit menjauh dari posisi yang tidak nyaman ini
“eihhh.. kau ini, bagaimana kalau—“
“Hanbin-ahh…” suara mungil memanggil Hanbin dengan manisnya, sosoknya berada tepat didepanku dan Hanbin “mwohae ?” tanyanya
“ohh.. nae Sarang… kesini kesini, aku sedang mengganggu dia, dia terlalu berkonsentrasi membaca itu” jelas Hanbin sambil menunjuk novelku, lagi. Aku meliriknya “mwoo ??” tanyanya
“ani .. ani, kau lanjutkan saja” aku kembali memasang earphone ku. Walaupun aku memutar lagu-lagu ini, aktifitas mereka lumayan cukup menggangguku, ani… tidak hanya aku namun juga hatiku
Sekilas aku melirik mereka berdua yang sedang bergurau, mereka tampak cocok. Kenapa begitu menyakitkan ?
Aku mengenal Hanbin jauh sebelum dia mengenal Sarang, kekasihnya. Sarang yang mengenalnya baru beberapa bulan bisa akrab dan dekat hingga akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih. Aku, sudah selama 7tahun berteman bersama Hanbin, hanya bisa mengaguminya. Hanbin memiliki pesona yang mungkin hanya aku saja yang dapat merasakanya, karena aku mencintainya.
‘Hanbin-ahh…’ panggilku dalam batin. Hanbin-ah.. kenapa terasa seperti ini ? kenapa aku harus jatuh cinta padamu ? bahkan ketika aku memanggilmu kau tidak akan melihat kearahmu, walaupun itu seratus kali aku memanggilmu.
“Hanbin-ah.. aku pergi ke perpustakaan dulu..” pamitku tanpa menoleh kearah mereka berdua
“Haneul-ahh.. jjakaman..” aku melihat kearah Hanbin
“ada apa ?” tanyaku, aku menunggunya membalas pertanyaanku
“aku ikut!!”
Apa dia bilang ? ikut ?! tidak bisa..
“a-aahh.. mianh Hanbin-ah, tapi aku sudah memiliki janji dengan Bobby” dan saat itu juga Bobby lewat didepan kami, aku gugup
“Bobby…” panggil Hanbin “aku ikut dengan kalian ke perpustakaan yaa..” Bobby memandang Hanbin bingung, Sarang berdiri dari duduknya. Mati aku, aku memberi kode agar Bobby mengikuti ‘permainan’ bodoh ini.
“huhhh …?” tanya Bobby heran, dia melirik kearah ku dan Hanbin secara bergantian, aku menatap Bobby cemas dengan harapan dia dapat mengerti maksudku “ahh… kalau kau mau ikut, bagaimana kalau kita bertukar ? kau dengan Haneul dan aku pergi dengan kekasihmu, Sarang” ucap Bobby dengan memamerkan wink nya pada Sarang.
‘Bobby… apa yang kau pikirkan ? kau bodoh atau apa??’ aku menatapnya tajam kali ini, dan dia hanya membalas dengan cengiran bodohnya itu
“yaa… tidak bisa” ucap Hanbin “kalau begitu kita pergi berempat ke perpustakaan” saran Hanbin. Saran yang bodoh, Hanbin
Ayoolah Bobby mengertilah dengan muka memohon dan memelas ini, aku tidak ingin dia ikut denganku.
“ck.. yaa… perpustakaan butuh ketenangan, kau ingin membuat kerusuhan disana dengan adanya kita berempat ?” tanya Bobby
“shireo..” ucap Sarang “shireo… Hanbin-ah.. lagipula aku tidak ingin ke perpustakaan, bagaimana kalau kita ke kantin ? aku belum makan siang” jelas Sarang
“h-huhh ?” Hanbin menatap Sarang “ahh.. kalau begitu aku tidak jadi ikut, maaf mengganggu kalian, kajja nae Sarang” Hanbin menggandeng Sarang dan kemudian pergi
Aku menghela nafas lega
“chaammmm… apa kau selega itu ?” tanya Bobby, aku hanya menangguk “gomawo..” ucapku, aku melihat ke arah Bobby sebentar lalu pergi
“yaa… kau pergi begitu saja ? hanya mengatakan ‘gomawo’ ckck..”
Aku kembali melihat Bobby “ahh… mianh Bobby-ah aku membuatmu sulit, sekali lagi aku minta maaf dan terima kasih”
“bagaimana kalau kita berbincang di Rooftop School ?”
—-
Udara terasa sangat sejuk diatas sini, aku bisa melihat pemandangan sekolah dari sini. Lapangan sepakbola, halaman utama sekolah, kebun semuanya tampak indah.
“ceritakan” ucap Bobby tiba-tiba, merusak suasana saja, tsk
“apa ?”
“kenapa kau menjauh dari Hanbin ?”
“tanpa aku menjelaskannya, kau sudah tau” aku duduk disebelah Bobby, masih memegang novel yang ku baca tadi
“kenapa ?”
Aku mengalihkan pandanganku ke depan, melihat pepohonan hijau yang tumbuh rindang dihalaman sekolahku “saat aku lebih dekat denganya, aku merasa aku akan semakin menyukainya, aku takut dan aku membenci itu”
“seseorang yang penting dalam hidupku, setidaknya aku ada didalam hidupnya dan aku mengenalnya dengan baik, itu membuatku lega” jelasku sekali lagi, aku menoleh kearah Bobby. Pandanganya tertuju lurus kedepan, sama sepertiku tadi
“aku tidak tau harus mengatakan apa” ucapnya, lalu melihat kearahku “kenapa kau tidak menyukaiku saja ??” tanyanya dengan cengiranya yang bodoh
“chiii…” aku mendesis “dwaesseo…”
Bobby tertawa, matanya hanya terlihat segaris. Bagaimana kalau aku meninggalkan dia disini, toh dia memejamkan matanya saat tertawa
“keunde Haneul-ahh…”
“ohh.. ?”
“apa kau akan terus terusan memendam perasaanmu ini pada Hanbin ?”
“huh ??” aku mengerutkan dahi ku, memikirkan apa yang harus ku jawab “eumm… entahlah, aku rasa aku terlalu mencintainya, aku akan melepaskanya walaupun itu membuatku sakit. Meskipun aku melihatnya walaupun dia tidak melihatku, meskipun dia tertawa untuk orang lain padahal aku selalu tersenyum dan tertawa untuknya… aku akan melakukan itu”
“chii… Hanbin sangat beruntung, memiliki orang yang mencintainya sampai seperti itu..” Bobby menepuk-nepuk pelan punggungku, aku hanya tersenyum “yaa… aku ingin ttopokki”
“lalu ??”
“temani aku sepulang sekolah nanti” lagi-lagi dia memamerkan senyumnya dan mata sipitnya
“shireeoo…” seketika ekspresinya berubah menjadi, eung aku tidak dapat menjelaskan, tapi itu menyeramkan sekaligus menggelikan “arra.. arraa… tapi kau yang traktir”
“asssaaaaa… kkalll…” ‘ttopokki.. ohh ttopokki..’ kali ini dia melantunkan nada yang entah apa itu, dengan ttopokki didalam nada-nadanya
“yaa geumanhae..” aku menyenggol lengan Bobby “itu membuatku geli” Bobby bernyanyi semakin keras, dan aku tertawa
—-
Hanbin kembali ke tempat dimana dia mengganggu Haneul tadi. Dia hendak menawarkan Milk Shake favorite Haneul namun nihil, Haneul sudah tidak berada disitu, tapi melihat selembar kertas berwarta Mint yang dilipat dua.
‘Haneul’ gumamnya membaca nama yang ada dikertas itu
“mungkin ini milik Haneul” Hanbin memasukan kertas itu kedalam sakunya dan pergi mencari Haneul. Dia pergi ke perpustakaan.
Dia tidak menemukan Haneul diperpustakaan. “ehh.. yaa, yaa.. apa kau melihat Haneul atau Bobby ?” tanya nya pada siswa lain yang lewat didepanya
“aku rasa mereka pergi ke atap sekolah tadi” jawab siswa itu
“begitukah?” Hanbin tampak berpikir, apa yang mereka lakukan disana “ahh.. kalau begitu terima kasih” Hanbin bergegas pergi keatap sekolah
—-
Haneul membuka novelnya, dia mencari cari kertas yang dia selipkan dinovel itu. Bobby yang melihat Haneul panik pun bertanya “ada apa ?”
“yaa.. bobby-ah apa kau melihat selembar kertas yang dilipat ?” tanya Haneul sambil melihat kesekitarnya, mungkin saja jatuh disekitar situ
“apa itu ? aku tidak melihatnya..” jawab Bobby, Haneul masih terlihat panik “memang apa isinya ? apa itu penting ?”
“yaa…” tiba tiba Haneul menyentak, Bobby terkejut “mwoo ?? mwoo ??” tanya Bobby panik, dia bagun dari duduknya
—-
Hanbin menyenderkan punggungnya pada tembok disamping pintu Rooftop School, dia menghela nafas panjang. Mengatur nafasnya dengan baik, dia mendengar semuanya, percakapan Haneul dan Bobby dari awal. Perasaanya bercampur aduk, dia bingung harus melakukan apa, dia hanya diam dan terus menyimak apa yang dikatakan Bobby dan Haneul.
“bagaimana kalau jatuh ditempat yang tadi ??” Haneul benar benar terlihat panik dan gugup
‘apa yang dimaksud kertas yang kutemukan ini ?’ batin Hanbin. Perlahan dia mengambil kertas yang diambilnya tadi dari sakunya
“memang apa isi dari kertas itu, huhh ?” tanya Bobby ikut membantu Haneul mencari kesekitar Rooftop School
“kertas itu..” ucap Haneul gugup “…tentang, pikiranku dan perasaanku pada Hanbin”
Deg! Dengan perlahan, Hanbin memegang kertas itu dengan kedua tanganya, dan membuka lipatanya.
— My Crush is Mr. B.I —
Aku hanyalah gadis biasa, yang kau kenal sebagai sahabatmu sejak 7tahun yang lalu. Satu satunya yang selama ini menjadi seseorang yang entah sejak kapan selalu berada dipikiranku –Hanbin-. Aku bahagia, melihatmu dengan seseorang yang kau cintai. Tanpa mengurangi rasa suka dan cintaku, aku akan tetap mendukungmu. Tapi bisa kah sesekali kau melihat kearahku ? hanya untuk sekali, dan biarkan aku mengenang itu. Aku tidak akan melepasmu untuk pergi, walaupun itu menyakitiku dan membuatku terlihat bodoh. Seperti halnya aku mencintaimu, aku merasakan sakit, perih, namun tidak berwujud. Meskipun menit dan detikku terasa menyedihkan. Aku akan tetap mencintaimu, Kim Hanbin.
Tangan Hanbin bergetar setelah membaca tulisan yang ada pada kertas itu. Kakinya terasa lemas, mengusap rambutnya sendiri dengan kasar. Hanbin merasa sangat bodoh, tidak dapat mengerti perasaan Haneul, tapi dia juga tidak bisa begitu saja mengabaikan hubunganya dengan Sarang.
“Saranghae Hanbin-ah…” Hanbin menoleh kearah suara itu, Haneul dengan Bobby dibelakangnya, berdiri didepan pintu Rooftop School. Haneul tersenyum dan beberapa tetesan airmatanya yang mengalir.
 
— Fin —

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s