FF/ I NEED A BOYFRIEND…!!!/ BTS-BANGTAN/ pt. 1


inbf1.png

[BTS FF] I Need a Boyfriend…!!! [Chapter 1]

Poster by hcvelxfo @ Artfantasy

Tittle: I Need a Boyfriend…!!! (Chapter 1)

Author: Lisa Kim @LisaKim0403 or @Parklisha

Genre: Romance, Friendship Comedy(?) Emm, Mungkin! Tapi gak tau juga deh *loh

Main Cast:

  • Park Cheonsa (OC)
  • Lee Li aa (OC)
  • Kim Seokjin (BTS)
  • Jeon Jungkook (BTS)
  • Min Yoongi (BTS)

Cast bisa saja bertambah atau berkurang seiring berjalannya waktu #Eaaaa

Rating: T

Length: Chaptered

Disclaimer

FF ini murni hasil Imajenasiku yang rada sedikit nista. OC’s dan Semua yang ada dalam FF ini MILIKKU!!! BTS milik Tuhan, Orangtuanya masing-masing, BIGHIT –Selama masa kontrak berlaku- dan yang pasti milik istri dan anak-anak mereka kelak -_-. Tapi, Kim Seokjin tetap Suamiku dan Min Suga tetap Selingkuhanku!!! /MintaDiTabokARMY/ Kkkk~~

A/N

Annyeong Haseyo *BowBrngJin* Hai, akhirnya aku balik lagi dengan Fanfic bertipe Chapter ini, setelah beberapa kali nyoba yang Oneshoot. Akhirnya kepikiran buat yg chapter lagi dan Fanfic ini special aku buatin buat teman-teman baikku, terutama untuk Lee Li aa-ssi! yang udh nyoba beberapa kali kencan buta, tapi gak dapet-dapet pacar juga.kekekke…V jadi, jangan salahkan aku jika ff ini nista.wakakakakakakakakak *NgakakBrngMemberBTS*

Okelah itu aja…selamat membaca.hheee..

 

Happy Reading ^_^

Summary:

“Yang pasti dia seorang Namja sungguhan, Kim Seokjin-ssi!!!”

“Yya! apa kau baru saja menyindirku?”

“Lihat, dia memang bukan namja sungguhan!”

###

.

.

.

Park Cheonsa Pov

“Kencan buta lagi, eoh?”

Tanyaku pada gadis dihadapanku ini, -Lee Li aa. Aku baru saja berniat mengetuk pintu rumahnya, kalau saja Li aa tidak terlebih dulu membukanya dan aku dapat melihat sahabatku ini sudah berpenampilan sangat rapi dan Emm, cantik.. Aku yakin dia memang ingin pergi.

“Yapp! kau mau ikut? Ayolah….” Tanyanya sembari menatapku penuh semangat.

“Kurasa kau sudah mengetahui jawabanya, Lee Li aa-ssi,” jawabku sembari memberikan sekilas cengiran bodohku padanya. benar-benar hanya sekilas!

“Ya…ya..ya, aku tahu kau pasti akan menjawab ‘Tidak, Terima kasih!’. bukankah begitu, Park Cheonsa-ssi?” Li aa memutar bola matanya malas dan hal itu membuatku memberikan cengiran bodohku lebar-lebar padanya.

Ini memang bukan kali pertama Li aa pergi melakukan kencan buta, dan ini juga bukan kali pertama gadis itu membujukku untuk ikut dengannya –Melakukan kencan buta dengan seorang namja kenalannya-. dan lagi-lagi ini juga bukan kali pertama aku menolak bujukannya itu.

Aku menolak bujukannya bukan karena aku sudah memiliki pacar, Bukan! karena sesunguhnya di usia ku yang sudah menginjak kepala 2 ditambah 1 ini -21 maksudku- aku baru sekali merasakan yang namanya berpacaran, itupun hanya berjalan seminggu, sungguh! Menyedihkan, bukan? Tapi, yasudahlah… jangan mengasihaniku!

Oke, kembali kepembahasan awal!

Alasan kedua kenapa aku sama sekali tidak tertarik dengan kencan buta itu, bukan karena aku belum ingin berpacaran. bukan itu alasannya! karena jujur, di usiaku yang sudah bisa dibilang dewasa ini, tentu saja aku juga ingin merasakan rasanya berpacaran! aku ingin merasakan kencan pada akhir pekan seperti ini dan yang pasti aku juga ingin merasakan dicintai oleh seorang Namja. Yaa.. aku ingin merasakan itu semua, ingin! Tapi, yahhh… apa boleh buat jodohku belum datang….huhuhuh..

ahhh, baiklah-baiklah.. tak ada gunanya juga aku meratapi nasibku itu, huffff..

yang pasti, alasan sebenarnya kenapa aku selalu enggan melakukan kencan buta, itu hanya karena aku malas melakukannya, hanya itu! karena bagiku hal itu hanya membuang-buang waktu dan tenagaku saja. sebagai buktinya lihat saja Li aa, sahabatku ini sudah pergi melakukan kencan buta sebanyak, emm… sepertinya empat kali dan mungkin sekarang adalah yang ke lima baginya. tapi lihat saja, sampai sekarang gadis itu belum juga mendapatkan seorang pacar….ckckckc. benar-benar membuang waktu dan tenaga menurutku…u.u

Lagipula, jodoh itukan pasti…..

“Jangan bilang kau masih mempercayai prinsip bodohmu itu, Park Cheonsa-ssi!”

Ucapan Li aa memecahkan lamunanku dan ucapanya itu membuatku manatapnya dengan tatapan bertanya ‘Prinsip bodoh apa?’.

“Prinsip yang mengatakan ‘Jodoh pasti akan datang dengan sendirinya!’ ” Jawabnya dan lagi-lagi aku hanya memberikan cengiran bodohku lebar-lebar padanya dan tentu saja hal itu membuat Li aa mendengus sebal melihat ulahku.

Ya..ya..ya.., yang Li aa ucapkan itu memang benar. entah mengapa aku sangat mempercayai kata-kata itu. bukankah memang benar Jodoh itu akan datang dengan sendirinya? emm..maksudku, Jodoh itu akan datang sendiri tanpa harus dicari! aku benar tidak sih? karena bukankan Tuhan memang sudah menyediakan jodoh untuk kita? dan entah mengapa aku sangat mempercayai hal itu. mempercayai jodoh itu akan datang dengan sendirinya padaku tanpa harus aku cari! Terserah deh jika memang prinsip ku itu salah, yang pasti aku tetap mempercayainya.hehehehe…

“Hey… ayolah Cheonsa, jangan terlalu naïf! bagaimana bisa kau bertemu dengan jodohmu, jika pergaulanmu hanya itu-itu saja!” Lagi-lagi Li aa memutar bola matanya malas, “apa selama ini kau tidak sadar pergaulan kita itu terlalu sempit, Cheonsa-ya? terlalu sempit!”

Hehhhh……….ucapan Li aa kali ini mampu membuatku menghelan nafas dalam. Aku akui semua yang diucapkan Li aa memang benar..! aku dan Li aa memang bukan gadis dengan pergaulan yang luas dan memiliki teman banyak, bukan! aku dan Li aa hanyalah gadis biasa yang keseharianya hanya berdiam diri dirumah dan kampus -untuk ku. sedangkan Li aa hanya rumah dan toko roti kecil tempat usaha kedua orangtuanya –kebetulan Li aa tidak kuliah-.

Bagaimana dengan teman? tentu saja kami memiliki teman! tapi, itu tidak banyak dan hampir semuanya itu adalah wanita. jadi sudah dapat dipastikan, jangankan memiliki namja untuk diajak berkencan, namja untuk diajak berteman saja tidak ada…huhuhu –Sebenarnya sih kami memiliki satu teman namja. tapi, aku masih kurang yakin dia namja sungguhan atau jelmaan wanita *ehh kkkk~~-.

Oke…kembali kepermasalahan awal…!

Sebenarnya Aku dan Li aa selama ini merasa bingung dan selalu bertanya ‘kenapa kami sulit sekali mendapat pacar’. padalah jika dilihat dari kondisi fisik, kami akui kami memang tidak begitu cantik, tapi sungguh kami juga tidak jelek, Sungguh! kami masih seperti gadis-gadis Korea kebanyakan dengan mata bulat jernih, bibir tipis dan kulit putihnya. yaa.. kurang lebih seperti itulah kami.

Emm, apa mungkin benar hal itu disebabkan karena pergaulan kami yang terlalu sempit selama ini? hufffff… entahlah!

“kurasa kau menyadarinya. jadi, ayolah perluas pergaulanmu!”

“Aku malas!”

huh… entah mengapa hanya jawaban itu yang dapat aku berikan pada Li aa. karena sungguh aku memang benar-benar malas! dan seperti yang sudah aku jelaskan diatas tadi, aku percaya jodohku akan datang dengan sendirinya padaku! jadi, aku percaya aku tidak perlu repot-repot pergi melakukan kencan buta dan merubah penampilanku agar para namja diluar sana tertarik padaku, tidak, aku tidak mau seperti itu! karena aku ingin siapapun namja yang kelak akan menjadi pacarku, dia akan mencintaiku apa adanya, mencintaiku sebagai Park Cheonsa yang seperti ini!

Apa harapanku itu terlalu naïf? ya..ya..ya.. bagi kalian mungkin itu terlalu naïf. tapi, biarkanlah… yang jelas aku tetap mempercayai hal itu!

Aku melihat Li aa sudah tidak berniat menjawabku lagi. gadis itu hanya menatapku sembari menghelan nafasnya dalam. Aku tahu gadis itu sudah sangat bosan selalu menasehatiku seperti itu dan aku pasti akan selalu menjawabnya seperti itu juga.

Maafkan sahabatmu ini Lee Li aa, tapi itulah prinsipku!

.

.

 

“Eyyy.. Apa yang kalian lakukan? kenapa kalian saling menatap seperti itu? Menggelikan… ckckckc”

Suara cempreng seorang namja yang tiba-tiba muncul diantara kami sontak membuat aku dan Li aa menoleh ke sumber suara.

aku dan Li aa hanya bisa memberikan senyuman aneh kami pada namja yang saat ini sudah bergabung ditengah-tengah kami.

“Mau kencan buta lagi ya?” Tanya namja itu sembari menatap penampilan Li aa dengan seksama.

“Emm…!” guman Li aa tanpa semangat.

“kalau tidak salah ini adalah kencan buta mu yang ke… Emmm,” Namja itu nampak sedang mengingat-ingat sembari menghitung dengan jari-jari tangannya, “ke lima, benar?” Lanjutnya, setelah ia berhasil mengingat berapa kali Li aa pergi kencan buta, “dengan namja aneh macam apa lagi kali ini?” Tanyanya lagi dengan tatapan…. meledeknya?

Aku melihat Li aa mendengus kesal ketika mendengar pertanyaan namja itu. Yaa… aku akui kencan buta yang selama ini Li aa lakukan memang tidak pernah berjalan dengan lancar dan tidak pernah berakhir membahagiakan. karena dari ke empat namja yang sudah Li aa temui, semuanya selalu membuat gadis itu ilfil dan enggan untuk bertemu dengan namja tersebut untuk kedua kalinya. entah apa yang sebenarnya membuat Li aa seperti itu. -sebenarnya aku mengetahui alasannya, tapi aku malas menceritakanya.kekekekek

“Yang pasti dia seorang Namja sungguhan, Kim Seokjin-ssi!!!” Jawab Li aa dengan senyumnya dan aku tahu senyum yang gadis itu berikan adalah senyum mengejeknya. Senyum mengejek pada namja bernama Kim Seokjin itu tentunya.

“Yya! apa kau baru saja menyindirku?” Jin menatap Li aa dengan tatapan kesalnya. Ternyata namja itu menyadarinya.kekekeke

“Oops, kau merasa tersindir? Baguslah!” Li aa membalas dengan tatapan polos.

Jin yang mendengar ucapan Li aa hanya bisa mengerjab-ngerjabkan matanya berkali-kali sembari mulutnya berkomat-kamit tidak jelas, lucu! sementara aku yang melihat pertengkaran kedua sahabatku ini hanya bisa terkekeh geli.kekekekeke

Pertengkaran kecil seperti ini memang sudah sering sekali terjadi diantara kami bertiga dan walaupun aku dapat melihat tatapan kesal Jin pada Li aa karena ucapan gadis itu tadi, tapi aku juga tahu Jin tidak benar-benar marah pada Li aa. karena tentu saja sebagai sahabat yang baik kami bertiga sudah memahami sifat kami satu sama lainnya.

O,,ya apa kalian bingung kenapa Jin bisa merasa tersindir dengan ucapan Li aa tadi? emm, baiklah akan aku jelaskan pada kalian!

Kim Seokjin, atau yang biasa kami panggil Anak Jin ini adalah sahabat kami sejak jaman SMA dan dia adalah satu-satunya teman namja kami –Namja yang aku singgung diawal tadi.

Yaa… Kim Seokjin memang seorang namja dan aku akui Jin memang sangat tampan! Tapi, wajahnya yang sangat tampan dan berperawakan seperti namja sungguhan itu berbanding terbalik dengan keperibadiannya.

Emm, secara gampangnya… Jin itu memiliki keperibadian seperti seorang wanita. bayangkan saja dibalik ketampanan wajahnya, Jin adalah seorang Pinky Boy –Lihat, baju yang ia kenakan saat ini berwarna Pink cerah dengan gambar Minie mouse-, dia penyuka tokoh Disney Princess –Kalian bisa melihat koleksi-koleksi Princess dikamarnya luar biasa bunyakkkkkk-, dan namja ini sangat-sangat gemar memasak. Yaa.. kurang lebih seperti itulah sosok seorang Kim Seokjin! aku dan Li aa saja yang wanita sungguhan tidak sampai segitunya.ckckck…

Sebenarnya tidak ada yang salah sih dengan itu semua. Emm, tapi tetap saja keperibadian Jin yang seperti itu jadi membuatku dan Li aa tidak bisa memandang Jin sebagai seorang namja seutuhnya. Yaa.. selama ini kami menganggap Jin adalah namja jelmaan wanita. Maafkan sahabat-sahabatmu ini Jin-ah! kkkk~

“Aku harus pergi!” Akhirnya Li aa kembali membuka suara setelah kami melihat sebuah mobil taksi memang sudah berhenti tepat di depan rumah Li aa. itu tandanya Li aa memang sudah harus pergi menemui namja teman kencan butanya itu.

“Emm, oke. Fighting!” balasku. Sementara Jin masih setia dengan komat-kamit tak jelasnya.

“Ye, Annyeong,” Li aa melambaikan tanganya kearahku dan Jin.

setelah itu ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam taksi dan meluncur pergi meninggalkan aku bersama Jin yang tentu saja masih setia dengan komat-kamit tak jelasnya itu. Jin disampingku ini benar-benar seperti Anak Jin sungguhan *ehh kkkk~~

“Sudahlah, jangan kau pikirkan ucapan Li aa tadi. kau seperti tidak tahu saja Li aa itu seperti apa,” Ucapku.

Jin yang mendengar ucapanku langsung menatapku dengan tatapan jengahnya, seolah-olah namja itu sedang mengatakan ‘Kau sama saja, Park Cheonsa-ssi!’. dan tatapannya itu membuatku terkekeh geli lagi.kekekek

Heyyy… ayolah, Park Cheonsa. berhenti meledek Sahabatmu itu!

ahh.. baiklah-baiklah!

“Jin-ah, sepertinya aku akan menghabiskan malam minggu ini bersamamu lagi!” Ucapku lagi dan diakhiri dengan helaan nafas pasrahku. karena memang selalu seperti inilah akhirnya.

“Aku lapar! apa kau memasak sesuatu?” Tanyaku lagi.

“Tidak! aku sedang malas memasak hari ini,” Jawabnya dan aku sempat membulatkan mataku menatapnya. Tidak biasanya seorang Kim Seokjin malas memasak, aneh! “Malam ini kita makan diluar saja, kau mau?” Tanyanya.

aku dapat melihat Jin sudah memberikan cengiran bodohnya padaku dan itu tandanya Jin sudah tidak marah lagi dengan Li aa maupun aku. kan sudah aku bilang seberapa seringpun aku dan Li aa mengejeknya, Jin tidak akan pernah marah. Sahabat yang baik, kan?.hhe…

“Emm, Oke!” aku langsung menyetujui usulan Jin. hari ini aku memang sedang malas berdiam diri dirumah. Jadi, aku putuskan malam ini aku akan ‘berkencan’ bersama Jin. “Ayo!” Ucapku lagi, lalu segera berjalan pergi meninggalkan pekarangan rumah Li aa dan berjalan beriringan dengan Jin.

Park Cheonsa Pov End…

*****

Lee Li aa Pov

berulang kali aku melirik kesal kearah jam tangan yang melingkar manis dipergelangan tangan kiriku. ini sudah hampir satu jam aku menunggu namja teman kencan butaku disini –Disebuah kursi disalah-satu Café.

Yaa.. sudah bisa kalian tebak namja yang aku kenal lewat jejaring social itu belum juga menampakan batang hidungnya didepanku. Ini Menyebalkan!

Apa kencan butaku malam ini akan berakhir sama dengan kencan butaku yang kedua bersama namja bernama Kim Myungsoo waktu itu –Namja itu telat 3 jam dari waktu yang kami sepakati diawal. Hah.. Apa akan benar-benar berakhir seperti itu? Tidak…ku mohon jangan! aku benar-benar sudah lelah dengan semua ini.

Ahh, baiklah aku akan menunggu sedikit lebih lama untuk namja itu. Toh, namja itupun sebelumnya sudah mengirimkan aku pesan, yang mengatakan dia akan sedikit telat, sedikit?

ahhhh yasudahlah aku putuskan aku akan tetap menunggunya. kali ini aku tidak akan pulang dengan tangan kosong! aku tidak ingin Cheonsa dan Jin mengejekku lagi, Tidak!!!

5 menit

10 menit

15 menit

20 menit

Huffff…. namja itu belum datang juga? Aish.. ini benar-benar Menyebalkan!!!

Dengan kesal aku mengedarkan pandanganku menyusuri seisi café dan berharap mataku dapat melihat wajah namja itu –Aku sudah pernah melihat fotonya. Tapi hasilnya nihil! yang ada aku justru melihat pemandangan yang memiriskan hati. kalian tahu, hampir semua pengunjung café malam ini adalah para pasangan muda dan tentu saja mereka sedang berkencan. dan apa yang aku lakukan disini? duduk sendirian seperti ini, ini memalukan! huaaaaaaa….

Kring..

Eoh, Aku segera mengalihkan perhatianku kearah pintu café ketika aku mendengar lonceng pada pintu itu berbunyi -Menandakan ada seseorang yang masuk. Aku sangat-sangat berharap orang yang baru masuk itu adalah namja yang sedang aku tunggu!

dan,

Harapanku lenyap lagi! yang baru masuk itu lagi-lagi bukan namja yang sedang aku tunggu. melainkan sepasang pasangan muda yang dengan mesranya masuk lalu duduk di kursi café tak jauh dari tempatku duduk.

Hehhhhhh… melihat pasangan muda yang baru masuk itu benar-benar membuatku iri. Gadis itu sangat cantik dan Namja itu… Emm, dia cukup manis. Eoh, Tunggu! kenapa wajah namja itu tidak asing? apa aku pernah bertemu dengannya? Aku seperti sudah pernah melihat namja itu sebelumnya, dimana ya? Aku mencoba mengingat-ingatnya.

Emmmmm…..

Ingatanku kembali pada kejadian 3 minggu lalu. dimana aku sedang melakukan kencan butaku yang ketiga bersama namja bernama Seungri. saat itu setelah kami selesai makan malam tiba-tiba Seungri mengajakku berjalan-jalan di sekitar taman dan apa kalian tahu, namja bersama Seungri itu ternyata berotak mesum. Saat itu dia mencoba mencium ku, padahal kami baru saling mengenal dan tentu saja aku menolaknya! Namun, semakin aku menolaknya namja itu justru semakin memaksaku.

Saat itu aku benar-benar butuh pertolongan dan beruntung tepat sebelum bibir namja mesum itu menyentuh bibir suciku, seseorang datang dan langsung memberikan bogem mentahnya pada namja mesum itu. Aku selamat!

Namja itu benar-benar penolongku. Namun sayang aku tidak sempat berkenalan dengannya. karena setelah ia memberikan 2 tinjunya pada Seungri -itu berhasil membuat Seungri lari entah kemana- namja yang tak ku ketahui namanya itu pun segera pergi tanpa mengucapkan apapun padaku. Berterima kasih saja aku tidak sempat….huffff..

dan sekarang aku melihat namja yang menurutku mirip sekali dengan namja yang menolongku waktu itu. Atau, apakah memang namja yang sedang aku lihat ini adalah namja waktu itu? atau aku salah lihat? Mungkin mereka hanya mirip! Ahh, ingatanku buruk sekali!

“Chogiyo!”

Seseorang menyapaku? Ck… menggangu acara ingat-mengingatku saja!

dengan malas aku segera mengalihkan pandanganku kearah sumber suara dan…

“Eoh…” kagetku sembari membulatkan mataku ketika aku sudah berhasil melihat siapa orang yang baru saja menyapaku. Bukankah dia…..

“Maaf membuatmu menunggu selama ini, Lee Li aa-ssi!”

“……”

“Li aa-ssi?”

“ahh, n..ne,” Aku tersadar dari keterpakuanku ketika namja manis dihadapanku ini kembali memanggil namaku. dan lihat, dia tersenyum…. manis, manis sekali, sungguh!

Apa benar namja ini adalah namja teman kencanku? aku memang sudah pernah melihat fotonya di akun Twitternya. Tapi, sungguh namja yang sekarang berada dihadapanku ini 5 kali lipat lebih manis dari foto profil di akun twitternya itu, sungguh!

“Jeon…. Jung…kook?” Tanyaku untuk lebih meyakinkan.

“Ne, aku Jeon Jungkook!”

dia tersenyum lagi….ahhhhhhhh

Lee Li aa Pov End….

*****

Author Pov

Kim Seokjin berdecak sebal ketika melihat gadis dihadapannya itu meninggalkan noda saus pada bibirnya sendiri. “Yya, tak bisakah kau makan layaknya seorang gadis? cara makanmu berantakan sekali, menjijikan!” keluhnya sembari menyodorkan selembar tisu pada pada Park Cheonsa, gadis yang duduk dihadapanya itu.

“Eish…. jangan mengurusiku! makan saja makananmu, Tuan Kim!” Ucap Cheonsa sinis. namun gadis itu tetap menerima tisu pemberian Jin, lalu segera mengelap bibirnya yang sudah belepotan dengan saus Spaghetti yang sedang ia makan.

Jin yang melihat kelakuan sahabatnya itu hanya bisa mendesis pelan dan namja itu kembali memakan Spaghetti miliknya.

 

“Cheonsa-ya, apa menurutmu kencan buta Li aa malam ini akan berhasil?” Jin kembali memulai pembicaraan.

“Entahlah, Ku harap iya!” Jawab Cheonsa disela-sela keasikannya mengunyah Spaghetti, “Menurutmu?” Cheonsa balik bertanya, namun mata gadis itu sama sekali tidak menatap lawan bicaranya, karena lagi-lagi gadis itu hanya fokus pada Spaghettinya.

“Emm, aku rasa tidak!”

“Ahh wae?” ucapan Jin kali ini berhasil membuat Cheonsa menatapnya.

“Hanya perasaanku saja!” Jin memberikan cengiran bodohnya. “Aku tidak habis pikir kenapa Li aa sangat ingin mendapat pacar. sampai-sampai ia melakukan kencan buta seperti itu. seperti tidak punya kerjaan lain saja, huh!” Lanjut Jin lalu menghelan nafasya pelan.

Cheonsa diam seraya menatap Jin lekat, “Jangan-jangan kau…” Cheonsa menyipitkan matanya menatap Jin.

Jin yang mendapatkan tatapan seperti itu dari Cheonsa hanya bisa menatap gadis itu dengan alis terangkatnya.

“…. Kau menyukai Li aa, eoh?” Lanjut Cheonsa polos yang sontak membuat mata Jin membulat ketika mendengar ucapan dari sahabatnya itu.

“Eish… gadis bodoh!” Ucap Jin seraya menjitak kepala Cheonsa.

“YYA!” kaget Cheonsa ketika Jin menjitak kepalanya, “Kau berani memukulku, eoh?” Lanjutnya seraya memberikan tatapan membunuhnya pada Jin.

“hehehe…Maaf!” cengir Jin lalu segera mengelus kepala Cheonsa yang tadi menjadi korban jitakannya. jujur Jin takut dengan tatapan membunuh gadis itu. “Salahmu sendiri, kenapa tiba-tiba mengatakan aku menyukai Li aa dan tentu saja itu membuatku reflexs memukulmu, huh..” cibir Jin.

“Habis kau terlihat kurang suka jika Li aa pergi kencan buta. kau terlihat seperti orang yang sedang cemburu. bukankah itu berarti kau menyukainya, eoh?” Cheonsa menatap Jin dengan tatapan, entah tatapan macam apa itu.

“tidak seperti itu juga!” Jin mendesis pelan, “Dengar ya, sebagai sahabat aku hanya khawatir dengannya. gadis itu pasti banyak bertemu dengan namja-namja yang baru dikenalnya dan belum tentu semua namja itu baik, bukan?” Jin menghentikan ucapanya sejenak, “kau ingat namja mesum teman kencan Li aa waktu itu?” Cheonsa hanya menganggukan kepalanya, “Nah, bagaimana jika Li aa bertemu dengan namja macam namja mesum itu lagi?”

Cheonsa yang mendengar penjelasan Jin tanpa sadar menghelan nafasnya pelan. Cheonsa merasa semua yang diucapkan Jin memang benar, “kau benar Jin-ah. tapi mau bagaimana lagi. kau sendiri juga tahu Li aa tetap akan melakukan kencan buta itu sampai dia benar-benar mendapat pacar kan?”

Yaa.. Jin sudah sangat tahu tentang seberapa besar keinginan Li aa untuk bisa mendapatkan seorang pacar. Tapi, apa benar-benar harus dengan cara melakukan kencan buta seperti itu? Entahlah, Jin tidak mengerti dengan jalan pikiran seorang wanita.

Jin kembali menghelan nafasnya pelan, “yaaa… kuharap gadis itu bisa cepat-cepat mendapatkan pacar!”.

Cheonsa hanya menganggukan kepalanya untuk menanggapi ucapan Jin dan gadis itu kembali fokus pada Spaghettinya, yang memang sudah tinggal setengah.

 

“Kau sendiri kenapa tidak tertarik dengan kencan buta itu? bukankah Li aa selalu membujukmu untuk ikut?” Jin kembali memulai pembicaraan.

“aku malas!”

“Hanya itu?”

“Emm, mungkin.” jawab Cheonsa. Gadis itu memasukan suapan terakhir Spaghetti ke dalam mulutnya. “Lagipula, aku percaya jodohku akan datang sendiri tanpa harus melakukan kencan buta seperti itu,” Lanjut Cheonsa setelah ia berhasil mengunyah habis Spaghettinya.

Jin yang mendengar jawaban Cheonsa hanya mengangguk-anggukan kepalanya, mungkin namja itu sependapat dengan Cheonsa, “memangnya seperti apa namja impianmu, eoh?” Tanya Jin yang juga sudah menghabiskan Spaghetti miliknya.

Cheonsa tidak langsung menjawab pertanyaan Jin. Gadis itu nampak seperti sedang berpikir dengan matanya yang menerawang. “Tampan dan kaya!” jawab Cheonsa dan diakhiri dengan cengiran bodoh lebarnya dan hal itu membuat Jin berdecih. “Ahya… satu lagi. yang pasti aku menyukai namja sungguhan, tidak seperti kau Kim Seokjin!” Lanjutnya masih dengan cengiran bodohnya.

“Yya! kau mulai lagi, Park Cheonsa!” Jin menatap sebal kearah Cheonsa.

“hehehhe… aku hanya bercanda!” Cheonsa membentuk huruf V dengan tanganya dan masih di iringi dengan cengiran bodohnya.

sementara Jin hanya berdecak sebal melihat tingkah Cheonsa.

“Secara nyatanya aku menyukai namja seperti…emm, Jung Hoseok.” Ucap Cheonsa, “bukankah Hoseok sangat Tampan?” mata gadis itu berbinar ketika dirinya membayangkan betapa tampannya seorang Jung Hoseok dimatanya. Jung Hoseok adalah teman sekelas Cheonsa dan Jin di kampus.

“Jung Hoseok? si ketua kelas berwajah panjang seperti kuda itu?” Ucap Jin dengan wajah super polosnya.

“kuda?” Cheonsa mengerutkan dahinya, “Yya! kau bilang wajah Hoseok seperti kuda?” Jin menganggukkan kepalanya semangat, “Eish…, apa kau tidak bisa melihat betapa tampannya dia? dan menurutku Hoseok sangat macho! tidak sepertimu, huh,” Lagi-lagi Cheonsa meledek Jin.

Jin yang lagi-lagi mendengar sindiran dari Cheonsa hanya bisa mendengus sebal. kalau boleh Jin jujur, sebenarnya dirinya sudah sangat kesal selalu mendengar sindiran seperti itu dari Cheonsa maupun Li aa. di dalam hati kecilnya jelas-jelas ia merasa terluka dengan semua sindiran seperti itu. Karena walaupun dirinya memang penyuka warna pink dan penyuka tokoh princess, itu bukan berarti dirinya bukan namja sungguhan, kan? Kim Seokjin tetap seorang namja normal! NAMJA TULEN!!!

Tapi, yaa.. apa boleh buat Jin harus menahan kekesalannya itu. karena Cheonsa dan Li aa adalah sahabatnya dan Jin tidak ingin mereka bertengkar hanya karena masalah ini.

“Ahh, atau Min Yoongi!” Ucap Cheonsa lagi, “kau mengenalnya kan? dia itu anak fakultas seni dan kapten tim basket di kampus kita. ahhhh… namja itu benar-benar tampan!” Lagi-lagi mata Cheonsa berbinar dengan cerahnya. Cheonsa benar-benar tidak menyadari wajah tak bersemngat milik Jin.

Jin menghelan nafasnya dalam dan entah mengapa ia sudah tidak tertarik dengan topik pembahasan ini. padahal dirinyalah yang duluan memulai pembahasan ini.

“kau sendiri, kenapa sampai sekarang belum mencari Yeojachingu juga?” Tanya Cheonsa dan pertanyaan itu membuat Jin menatap Cheonsa dengan wajah datarnya, “Ahhh, atau jangan-jangan kau menyukai sesa—”

Pletak..

lagi-lagi Jin mendaratkan jitakannya dikepala Cheonsa dan hal itu membuat gadis itu kembali meringis kesakitan seraya mengelus-ngelus kepalanya, yang lagi-lagi menjadi korban jitakan Jin.

“Yya! aku masih Normal! aku masih tetap seorang namja yang menyukai yeoja, Park Cheonsa-ssi!” Ucap Jin sedikit kesal. Jin sudah tahu apa kelanjutan kalimat Cheonsa tadi dan oleh sebab itulah sebelum gadis itu benar-benar menyelesaikan ucapannya, Jin terlebih dahulu mendaratkan jitakan dikepala Cheonsa.

Cheonsa mencibir sebal kearah Jin, “kalau begitu kenapa kau tidak segera mencari Yeojachingu, eoh? Emm, pergi melakukan kencan buta. ku rasa itu tidak akan jadi masalah bagi seorang namja sepertimu,”

Jin menghelan nafasnya dalam sebelum iya menjawab pertanyaan Cheonsa, “Aku malas!” Jawabnya.

“Eyyy, Kau mencontek ucapanku, Tuan Kim!” Cibir Cheonsa.

“dan aku memiliki prinsip yang sama sepertimu, Park Cheonsa-ssi!” Ucap Jin lagi, lalu menatap Cheonsa lekat.

“Uwahhhh… Jinjjayo?” kaget Cheonsa. gadis itu tidak percaya ternyata bukan hanya dirinya yang mempunyai prinsip seperti itu, tetapi Jin juga. “Huaaaa Daebakkkkk,” heboh Cheonsa lagi ketika ia melihat Jin menganggukan kepalanya, sebagai jawaban untuk pertanyaannya tadi, “Huaaaa.. kurasa kita memang berjodoh!” Lanjut Cheonsa lagi masih dengan heboh.

“Uhukk…” Jin seketika langsung tersedak cola yang memang sedang ia minum ketika namja itu mendengar ucapan terakhir Cheonsa. “M..wo? B-berjodoh? K-kita?”

“Eish… aku hanya bercanda!” Cheonsa mendesis pelan ketika melihat respon Jin yang menurutnya berlebihan seperti itu. “Lagipula, aku tidak mau berjodoh denganmu, Kim Seokjin-ssi! kan sudah aku bilang aku menyukai namja sungguhan!” lagi-lagi Cheonsa meledek Jin dengan ucapanya yang diiringi dengan kekehan gelinya.

Jin menatap Cheonsa, kali ini tatapan matanya tidak mencerminkan tatapan kesal karena lagi-lagi ia mendengar Cheonsa menyindirnya. Namun, kali ini tatapan mata Jin nampak dalam dan serius.

“Cheonsa-ya,” Panggil Jin masih dengan tatapan dalamnya pada Cheonsa.

Cheonsa yang mendapat tatapan seperti itu dari Jin hanya bisa mengerutkan dahinya. Gadis itu tidak mengerti arti dari tatapan mata namja dihadapanya itu.

“Cheonsa-ya, Emm… sebenarnya aku….” Jin menghentikan ucapanya sejenak untuk mengambil nafasnya, “Sebenarnya a-aku… aku…” Lagi-lagi Jin menghentikan ucapanya, kali ini untuk menelan salivanya.

Cheonsa semakin bingung dengan tingkah Jin saat ini, “Yya! sebenarnya apa yang ingin kau ucapkan, eoh?” Tanya Cheonsa penasaran.

“Emm, sebenarnya a-aku….” Lagi dan lagi Jin menggantungkan kalimatnya dan hal itu membuat Cheonsa menatap Jin dengan alis yang terangkat bingung, “Sebenarnya aku… aku, Emm… a-aku……. aku tidak bawa uang!” akhirnya Jin bisa menyelesaikan kalimatnya, “jadi, tolong kau bayar dulu makananku!” lanjut Jin seraya tersenyum bodoh.

Cheonsa mengerjab-ngerjabkan matanya, “Mwo?” kaget Cheonsa, “Yya, tadi kau yang mengajakku makan disini dan sekarang kau bilang, kau tidak bawa uang, eoh?” Ucap Cheonsa setengah tak percaya. “Huaaaa kau benar-benar keren, Kim Seokjin-ssi!” Cheonsa mentap Jin dengan tatapan tak percayanya.

“Ck.. nanti aku ganti! jadi, sekarang cepat bayar dan pulang!” decak Jin.

Seperti sudah enggan mendengar lebih lanjut ocehan dari Cheonsa, Jin pun memilih untuk segera melangkahkan kakinya keluar dari café. Meninggalkan Cheonsa yang masih setia dengan ocehanya. dan dapat terlihat cengiran bodoh namja itu sudah hilang digantikan dengan wajah tak bersemangatnya. entah apa yang sebenarnya terjadi pada Kim Seokjin saat ini.

 

 

“Lihat, dia memang bukan namja sungguhan!” Cheonsa menggeleng-gelengkan kepalanya ketika melihat Jin sudah terlebih dahulu keluar dari café dan mau tak mau memang harus dirinya lah yang membayar semua tagihan ini.

*****

Lee Li aa tidak bisa menahan tawanya ketika lagi-lagi Jeon Jungkook mengeluarkan lelucon yang menurutnya sangat lucu. entah sudah berapa jam dirinya menghabiskan malam bersama Jungkook, namja teman kencannya malam ini. bahkan mereka berdua sudah berpindah tempat dari yang semula di café menjadi berpindah ke tempat terbuka seperti ini.

Yaa.. disini lah mereka berada, ditepian sungai Han. menikmati sejuknya hembusan angin malam dengan perbincangan hangat dan mengasikan yang sesekali diselingi dengan tawa dari keduanya. sungguh menyenangkan!

“Ternyata kau namja yang menyenangkan, Jeon Jungkook!” Ucap Li aa, gadis itu memberikan senyuman manisnya pada Namja yang duduk disampingnya.

“Tentu saja!” kekeh Jungkook, “Kau juga,” lanjutnya seraya tersenyum manis.

Melihat Jungkook tersenyum entah mengapa itu membuat pipi Li aa merona merah.

.

.

“Emm, tapi aku masih kurang percaya kau seumuran denganku!” ucap Li aa sembari mengamati wajah Jungkook, “jika di lihat dari wajahmu kau nampak seperti anak SMA,” lanjutnya dan entah mengapa ucapan Li aa itu membuat Jungkook nampak sedikit gugup, “Kau berbohong ya?” Li aa menatap Jungkook dengan tatapan penuh selidiknya.

“A…ani!” jawab Jungkook sedikit terbata, “untuk apa aku berbohong? aku benar-benar kelahiran tahun 93, sama sepertimu!” lanjutnya dengan wajah yang dibuat seserius mungkin.

Li aa yang mendengar ucapan Jungkook, justru semakin menatap namja itu lekat. karena dari penglihatan Li aa, Jungkook memang lebih terlihat seperti anak SMA. wajah Jungkook terlihat masih terlalu imut dan polos untuk ukuran namja usia 21.

“banyak yang bilang wajahku memang seperti anak SMA, tapi sungguh aku kelahiran 93!” Ucap Jungkook mencoba untuk meyakinkan Li aa, “Emm, bukankah itu bagus? wajahku awet muda,kekekek..” Lanjutnya, kali ini dengan kekehanya. Jungkook bermaksud untuk kembali mencairkan suasana.

Entah mengapa ketika melihat Jungkook terkekeh Li aa menjadi ikut terkekeh, “Baiklah, aku percaya padamu, Jeon Jungkook!” Ucap Li aa akhirnya. Jungkook terseyum ketika mendengar ucapan Li aa.

Emm, baiklah kali ini Li aa akan mencoba untuk mempercayai namja disampingnya itu. Lagipula, benar kata Jungkook tadi, untuk apa juga namja itu berbohong soal usianya? jadi, sudah Li aa putuskan dia akan mempercayai ucapan Jungkook. karena ini adalah pertama kalinya ia menemukan teman kencan yang menurutnya sangat mengasikan. Jungkook juga terlihat seperti namja baik-baik, terlebih lagi Jungkook sangat manis dan tentu saja hal itu membuat Li aa enggan untuk melepaskan teman kencan butanya malam ini.

Terlebih lagi Li aa tidak ingin pulang dengan tangan kosong! dia benar-benar tidak ingin Cheonsa dan Jin mengejeknya lagi, karena selama ini dirinya selalu gagal dalam kencan butanya. Tapi, tidak dengan kali ini! ia harap malam ini adalah kencan buta terakhirnya dan Li aa juga berharap hubungannya dengan Jungkook akan bertahan lama, yaa…semoga!!!

“ahh, sepertinya sudah sangat malam. sebaiknya kita pulang!” ucap Jungkook, lalu segera berdiri dari duduk manisnya, “Ayo, aku antar kau pulang!” ucapnya lagi seraya menatap Li aa dengan senyum manisnya.

“Lihat, kencan butaku kali ini berjalan dengan lancar, heheheh…” ucap batin Li aa ketika Jungkook menawarkan untuk mengantarnya pulang. bukankah ini pertanda bagus?

“Emm, ayo!” balas Li aa dan segera berdiri.

Mereka berdua pun segera berjalan beriringan menuju tempat dimana motor Jungkook berada.

“Emm, setelah malam ini kita pasti akan bertemu lagikan?” Ucap Jungkook lagi-lagi dengan senyum manisnya.

“Ne?” itulah kata pertama yang keluar dari mulut Li aa. gadis itu masih kurang mempercayai kencan butanya kali ini benar-benar berjalan lancar, “Tentu saja!” jawab Li aa akhirnya dengan senyum yang tak kalah manisnya dari Jungkook.

“Cheonsa-ya, Jin-ah, kalian lihat, kencan butaku kali ini benar-benar berjalan dengan lancar! huahahahah…” ucap batin Li aa dan gadis itu benar-benar tidak bisa menyembunyikan senyum bahagianya.

begitu juga dengan Jungkook, namja itu pun nampak tersenyum lebar saat ini.

 

Apa kencan buta Lee Li aa kali ini benar-benar akan berjalan lancar dan akan berakhir membahagiakan? Yaaa.. Semoga saja!

TBC

Bagaimana? chap pertamanya menarik gak? Hheeeee….

Emm, FF ini bakal aku lanjutin tergantung sama banyak atau tidaknya respon dari kalian. Sejujurnya aku belum nemu Konflik yang beneran konflik di ff ini, masih dalam tahap pemikiran.hehehe dan jujur aku rada males ngelanjutin kalau responnya dikit, terlebih lagi sekarang aku udh ada disemester akhir dan dah mulai sibuk mikirin nyusun Skripsi (mikirin doang, nyusun mah engga.wakakakak) ….pusing, huhuhu…

Jadi, kalau respon dari kalian banyak dan menyenangkan aku lanjutin deh.hehehe.. dan untuk itu diharapkan bgt review dari kalian, ditambah kritik dan sarannya juga yaaa.heheheh

Okelah itu aja…

Jangan Lupa Comment…!!

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s