FF/ WAITING…./ BTS-BANGTAN/pt. 1


PicsArt_11-05-08.17.05

Title : Waiting….

Author : kim19

Cast : Kim Seok Jin (BTS), Hwang Nara (OC), BTS members, others.

Genre : Friendship, romance, sad (?)

Length : Chaptered

Rating : PG14

Cerita abal abal yang pasti ga nyambung, tapi gaada salah nya kalau kalian baca dulu :v

Makasih yang udh menyempatkan waktunya buat baca cerita ini :*

Kritik dan saran nya di tunggu ya, don’t be silent readers guys :*

Selamat membaca ^^

***

Author POV

“Nama nya Hwang Nara hyung..”

“Eh?” Jin menatap namja di sebelahnya dengan bingung.

“Itu.. Gadis yang sedari tadi kau tatap, nama nya Hwang Nara..” jelas namja itu sambil menunjuk gadis yang di maksud.

“A.. Aku.. Tidak menatapnya..”

“Benarkah? Tidak mungkin kan seorang Kim Seok Jin menatap guru sangar di sampingnya itu?”

“Ckk.. Aku takkan pernah bisa mengelak mu meskipun kau lebih muda dari ku Yoongi..” Jin berdecak kesal menatap namja -Yoongi- di sampingnya.

Hwang Nara. Namanya terus terlintas dipikiran Jin, membuat nya tidak fokus mendengar celotehan guru di hadapannya.

“Kim Seok Jin. Aku melihatmu tidak tertidur kali ini, jadi apa yang kau simak dari pelajaran ku?” Jin menatap santai guru yang sedang menatap nya tajam. Dengan tenang ia berdiri dari duduk nya, dan….

“Saya izin ke toilet saem..” Jin segera berjalan keluar kelas meninggalkan sang guru yang terus menatap nya semakin tajam.

Jin tidak pergi ke toilet sesuai dengan izin nya, tapi ia justru menambah sedikit jarak tempuh nya menuju tangga dan berjalan ke rooftop.

Cklek..

Jin berjalan ke arah bangku dan duduk di samping Yoongi yang sudah lebih dulu ada di sana.

“Apakah kelas mu tidak ada guru?” Yoongi menggeleng menanggapi pertanyaan Jin

“Tapi sepertinya kelas mu sedang ada guru Hyung..”

“Yaa memang.. Aku hanya ingin menenangkan pikiran ku dan tidur dengan nyaman disini..” Jin menjawab sambil memposisikan dirinya tidur di atas bangku panjang yang barusan ia duduki. Bangku itu memang cukup lebar dan cukup untuk seseorang berbaring disana.

“Hyung?”

“Hmm..”

“Apa kau benar benar menyukai Nara? Tapi, sepertinya ia bukan gadis yang baik hyung..” Yoongi menatap Jin yang masih memejamkan matanya.

“Sepertinya aku mencintainya Yoongi.. Kau benar, kau memang bisa menilai seseorang dengan baik bahkan dengan hanya menatap wajahnya..” Jin membuka matanya, menatap langit biru yang begitu cerah dengan posisi tidur nya yang belum berubah.

“Lalu?”

“Aku akan membuat nya jatuh cinta pada ku.. Aku akan menunggunya..” Jin tersenyum percaya diri dan mengalihkan tatapannya ke arah Yoongi, meyakinkan sahabat nya itu bahwa ia akan benar benar menunggu gadis itu.

“Aku akan mendukung mu Hyung..” Yoongi mengepalkan tangannya memberi semangat untuk Jin.

“Jadi, kapan kau akan mulai mendekati nya?” lanjut nya lagi.

“Sampai ia lulus SMA”

“Ohhh, ayolah hyung, Nara baru di tahun pertama masa SMA nya.. Dan kau juga baru di tahun kedua, manfaatkan waktu mu selagi ia ada di sekitarmu Hyung..” Yoongi menatap malas sahabat nya

“Tenang saja.. Kau hanya perlu mendukung ku dan membantu ku jika aku membutuhkan mu…”

“Baiklah baiklah.. Aku akan selalu ada kapan pun kau butuh hyung..”

1 tahun kemudian..

“Ya! Min Yoongi!” Panggil Jin penuh antusias yang mungkin lebih seperti menyentak

“Waaaaeeeeeee???” Jawab Yoongi dengan nada malas

“Bagaimana kabar Nara?”

“Kenapa tidak kau tanyakan langsung saja pada nya hyung?”

“…………”

“Ckk.. Mau sampai kapan hyung?” Lanjut Yoongi lagi karena merasa tidak ada respon dari Jin.

“Kau kan pernah bilang kau akan siap jika aku butuh bantuan mu..”

“Yaa tapi aku tidak tahan hyung.. Sudah satu tahun hyung.. Satu tahun.. Apa kau tidak tersiksa memendam perasaan selama itu?” Yoongi menanggapi dengan nada kesal

“Haaahhh… Lalu aku harus bagaimana?”

“Cobalah mulai dekati dia hyung..”

“Tak semudah itu Min Yoongi..” Jin membuang nafas nya lesu

“Yaa aku tau, aku kan sudah bilang hyung aku akan membantu mu.. Membantu mu mendekati Nara, bukan membantu mu mencari kabar tentang Nara..” Yoongi mencibir hyung nya itu dengan ekspresi yang sungguh menyebalkan.

“Baiklah nanti aku akan coba mendekatinya..”

“Kenapa harus nanti? Kau itu populer di sekolah ini hyung, tak mungkin ia tak mengenal mu.. Mungkin saja jika ia dekat dengan mu, ia bisa merubah kebiasaan buruk nya yang suka pergi ke klub malam dan ber hura – hura..”

“Klub? Kau tak pernah bilang padaku Nara yang suka ke klub malam..” Jin menatap tajam Yoongi.

“Aa..ah.. Itu.. Beberapa hari terakhir aku sering melihatnya keluar masuk klub..”

“Lain kali, ceritakan apapun yang kau tau tentang nya..” Jin menarik nafas nya dalam dan menghembuskan nya secara perlahan. Ia tau alasan Yoongi tidak menceritakan keburukan Nara.

“Setelah hari kelulusan, aku akan mengungkapkan perasaan ku pada Nara. Mungkin sekarang aku harus fokus pada ujian ku dulu..” lanjut nya lagi.

“Aku menyemangati mu hyung..”

“Jangan tersenyum manis di hadapan ku Yoongi.. Jangan sampai aku menyukaimu..” Jin protes melihat Yoongi yang menyemangati nya sambil tersenyum manis, membuat Yoongi mendelik kesal.

Seorang yeoja cantik dan manis termenung seorang diri di sudut kafe. Pandangannya mengarah ke luar kafe, memandangi ramai nya jalanan Myeongdeong di malam hari. Tangannya dengan asik mengaduk ngaduk Latte di hadapannya tanpa berniat meminumnya sedikit pun.

“Aahhhhh… Apa yang ku pikirkan disini..” Gadis itu bergumam kesal dan langsung bangkit dari mejanya meninggalkan secangkir Latte bersama cup cake nya yang belum ia sentuh.

Gadis itu -Nara- terus berjalan menyusuri trotoar, berjalan dengan lesu tanpa menghiraukan susasana sekitarnya. Sebuah Klub malam tempat ia biasa berkunjung telah ada di depan matanya, namun Nara justru menatap malas Klub itu dan terus berjalan mengabaikan pria pria disana yang selalu menggodanya.

Langkah nya terhenti ketika seseorang berdiri dihadapannya menahan laju jalannya. Nara mendongakan kepalanya, dan mendapati Jin disana.

“Seok Jin Sunbae..” ucap Nara terkejut

“Ah rupanya kau mengenalku.. Apa yang kau lakukan di pinggir jalan selarut ini?”

“Aku sedang berjalan menuju rumah..”

“Tidak baik seorang gadis berjalan sendirian hampir tengah malam.. Mau ku antar pulang?” tanya Jin penuh harap namun berusaha terkesan dingin

“Itu pasti merepotkan.. Aku duluan sunbae..”

“Kau akan melewati banyak klub malam dan itu tidak baik untuk mu..” Nara hanya tersenyum kecut menanggapi perkataan Jin yang menurutnya terkesan seperti sindiran.

“Aku tak menerima penolakan Hwang Nara.” Lanjut nya lagi kini dengan nada dingin yang tidak di buat buat membuat Nara menatap Jin sinis. Jin langsung menarik tangan Nara menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari tempat mereka bertemu tadi.

Sepanjang perjalanan keheningan menyelimuti mereka. Hanya pertanyaan singkat yang Jin lontarkan yang menanyakan dimana alamat rumah Nara. Setelah Nara menjawabnya, tak ada lagi sepatah kata pun yang mereka lontarkan. Membuat suasana di dalam mobil terasa canggung. Nara yang sibuk dengan pikiran nya yang kesana kemari dan merasa lelah setelah berjalan cukup jauh memutuskan untuk tidur. Jin yang melihat nya hanya bisa tersenyum bahagia.

“Yak!” dengan wajah dinginnya lagi Jin menepuk pelan bahu Nara, bermaksud membangunkannya karena mereka sudah sampai.

“Hwang Nara!” tak ada pergerakan dari Nara sama sekali, membuat Jin kesal. Jin memutuskan keluar dari bangku kemudi dan berjalan ke sisi bangku penumpang. Dengan wajah tanpa dosanya Jin membuka pintu tersebut membuat Nara nyaris jatuh jika saja Jin tak menahannya.

Perlahan Nara membuka mata nya. Seketika itu juga Nara terpana melihat wajah Jin di hadapannya.

Kenapa aku tak pernah menyadari ada malaikat setampan ini di sekolahku.. batin Nara.

“Ck.. Aku tau sangat disayangkan wajah malaikat seperti ku di lewatkan untuk kau pandangi. Tapi tidak kah kau menyadari berat tubuh mu di tangan ku ini. Atau kau masih betah di pelukanku kan?” Jin mengeluarkan smirk nya yang menurut Nara -mmhh- semakin mempesona. Sepersekian detik kemudian Nara tersadar dan segera keluar dari mobil, melepaskan diri dari Jin.

“Cih.. Pede sekali kau sunbae.. Ah terima kasih atas tumpangannya..” Nara mengembalikan ekspresi dingin nya dan segera masuk ke rumah meninggalkan Jin yang masih menatap nya penuh harap.

“Satu langkah..” Gumam Jin sambil menatap punggung Nara yang menghilang di balik pintu rumahnya.

“Yak! Min Yoongi!” Jin menggebrak pintu kelas Yoongi

“Aku disini hyung..” Jawab Yoongi dari belakang Jin

“Baru datang eoh?”

“Kau yang datang terlalu pagi hyung..”

“Begitukah?” Jin menatap Yoongi dengan wajah so’ polos nya

“Ckk.. Jadi apa tujuan mu pagi pagi seperti ini menggebrak pintu kelas ku hyung?” tanya Yoongi malas

“Rooftop..” Jin menunjuk jari nya mengarah ke atas dan segera berjalan menuju tempat yang di maksud diikuti Yoongi di belakangnya.

Yoongi tersenyum kecil menyadari sahabat nya yang hari ini sedang bahagia.

Sesampainya di rooftop, Jin menatap Yoongi penuh arti. Dengan senyum yang terus mengembang di wajah nya, Jin menatap Yoongi lekat. Membuat Yoongi bergidik ngeri melihat tatapan sahabat nya.

“Aku tau, kau tau apa yang akan ku ceritakan..” Jin tersenyum menatap langit sambil membayangkan kejadian semalam.

“Jadi, apa yang terjadi antara kau dan Nara tadi malam?”

“Nah ternyata kau memang mengerti.. Haruskah aku ceritakan?”

“Jika tujuan mu bukan untuk bercerita, lalu untuk apa kau mengajakku ke sini hyung?” Lagi lagi Yoongi menatap Jin dengan tatapan yang memang sudah bawaan lahir, tatapan malas nya yang khas.

Setelah tersenyum lebar, Jin mulai menceritakan kejadian semalam. Dari awal mereka bertemu sampai Nara yang meninggalkan Jin memasuki rumah nya. Jin juga bercerita tentang Nara yang berjalan tertunduk di trotoar dan melewati klub klub.

“Ada yang berbeda dengan nya hyung, tidak kah kau berpikir seperti itu?” Yoongi menatap Jin penuh tanya

“Berbeda? Begitukah?” Jin menatap balik Yoongi dengan bingung

“Sepertinya mulai sekarang aku harus berhenti memperhatikannya”

“Kenapa?” Jin menatap Yoongi tak mengerti dengan wajah panik, karena ia takut Yoongi tak mau membantunya lagi

“Kau harus memperhatikannya hyung. Mulai sekarang. Dan aku, sebagai orang yang lebih berpengalaman dalam masalah cinta dan perasaan, aku hanya akan membantu mu memberi saran.” Yoongi tersenyum dan meninggalkan Jin yang masih berdiri di rooftop memandang lapangan sekolah nya dari atas.

“FIGHTING HYUNG!!” yoongi berteriak sambil terus berjalan. Sampai akhirnya terdengar suara pintu tertutup membuat Jin menoleh dan melihat bahwa Yoongi benar benar sudah menghilang meninggalkan nya.

“Tidak kah kau yang berbeda Yoongi?” Jin bergumam dengan menunjukan ekspresi sinis nya. Dan segera turun dari rooftop karena bel masuk telah berbunyi.

Sementara itu, Yoongi berjalan ke suatu tempat. Tempat di mana Jin tidak akan tau jika Yoongi akan pergi kesana. Tempat di mana Yoongi hanya akan pergi seorang diri kesana. Tempat dimana Yoongi meyakini bahwa tempat itu adalah tempat terbaik nya ketika ia harus menghindari Kim Seok Jin. Masih di lingkungan sekolah, tempat itu adalah taman belakang sekolah.

Membolos satu pelajaran tidak akan membuatku turun peringkat menjadi terendah di sekolah Pikir Yoongi sambil terus berjalan menuju taman sekolah.

Yoongi menarik nafas nya dalam dan menghembuskannya secara perlahan. Matanya bergerak kesana kemari mengitari halaman sekolah tersebut. Memandang satu persatu bangku bangku yang di sediakan disana, mencari tempat yang pas untuk ia singgahi.

Pandangannya terhenti di salah satu bangku yang terletak di sudut halaman, tepat di bawah pohon yang paling rindang dan mengarah ke kolam air mancur yang menurut Yoongi terasa menenangkan untuk di pandang. Yoongi segera menghampiri bangku tersebut dengan senyum tipis yang terukir di wajah manis namun dingin nya.

Saat ini taman itu sedang sepi. Tentu saja, siapa lagi yang berani keluyuran di jam pelajaran seperti ini selain orang terpintar seangkatannya sekaligus anak kepala sekolah disana, namja dingin Min Yoongi. Ah dan anak pemilik sekolah -Kim Seok Jin-, juga anak dari pemegang saham terbesar di Korea Selatan -Hwang Nara-

“Hwang Nara” Yoongi tertawa remeh ketika ia mengingat namanya.

“Hwang Nara” Lagi. Ia menyebut namanya, diiring dengan dengusan sinis nya.

“Aaahh.. Aku bisa gila..” Yoongi berteriak gusar ketika ia sadar siapa yang sedari tadi ia sebut namanya dan ia remehkan.

“Ah! Eottohke?!!” Yoongi kembali berteriak, namun kali ini dengan suara yang ia tahan.

“Hyuunngg.. Eottohke?!”

“Haaahhh!!!!” Dengan nafas kasar Yoongi meraih handphone di saku celananya. Memasang headset ke telinganya dan menyetel musik dengan volume keras. Musik hiphop dengan penuh emosi. Yoongi rasa itu cukup untuk melampiaskan emosi nya.

Lagu demi lagu mengalun indah ditelinga Yoongi -yaa setidak nya menurut Yoongi itu indah. Sedikit demi sedikit emosi nya terlampiaskan, perasaan nya sedikit lebih tenang, hingga tak sadar ia mulai memejamkan mata nya, bukan untuk tidur, hanya sekedar memejamkan mata mencoba untuk lebih tenang lagi.

“Kau sahabat terbaik ku hyung.. Aku tau kau sangat mencintainya.. Maaf kan aku hyung, aku tak mungkin mengatakan hal ini dengan gamblang.. Aku tak mau melukai perasaan mu.. Aku berjanji aku akan memberitahu mu. Segera.” Yoongi bergumam pelan lalu tersenyun tipis. Perlahan Yoongi mencoba untuk membawa diri nya ke alam mimpi. Setidaknya untuk sedikit mencari kesenangan dan berharap ketika ia sadar ia sudah mengatakannya pada Jin.

#TBC

About fanfictionside

just me

2 thoughts on “FF/ WAITING…./ BTS-BANGTAN/pt. 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s