FF/ LOVE ISN’T ALWAYS ABOUT HAVING/ BTS-BANGTAN/ pt. 1


cover

Tittle: Love isn’t Always About Having

Author : AQL

Cast : Min Yoongi | Kim Nana(OC) | Jung Hoseok | Park Hyera(OC) | Kim Taehyung | Park Jimin | Jung Jungkook | Kim Namjoon | Kim Seokjin | (Cast yang lain akan menyusul)

Genre : Romance, slice of life

Length : Chaptered

Rating : T

Disclaimer : Hanya sebuah cerita fiksi dari penulis amatir. Cast murni milik BigHit Ent, Hanya Cerita dan OC milik author.

Warning : Typo bertebaran.

Summary :

Mengapa ini Semua terjadi padaku ?

Mengapa harus aku yang merasakannya ?

-Kim Nana-

[Author POV]

“Eomma, Hoseok Oppa akan mengajaku keluar malam ini.” Kata gadis itu dengan riang sambil berlari naik menuju kamarnya, untuk mempersiapkan acara jalan-jalannya dengan seorang Jung Hoseok, seseorang yang telah menghabiskan waktu bersamanya beberapa tahun ini.

“Nana-ya, eomma tau kau sangat bahagia akan menghabiskan malam dengannya, tapi tolong jangan berlarian di tangga” Kata eomma nya sambil menggeleng-gelengkan kepala karena melihat tingkah laku anak gadisnya.

“Nee eomma” jawab gadis itu ketika sudah sampai di depan pintu kamar miliknya, lalu masuk, kemudian menutup pintunya.

Kim Nana, begitulah nama gadis yang tengah bahagia karena akan pergi bersama dengan seseorang yang dia sayang, Jung Hoseok. Mungkin ketika mereka jalan bersama, banyak orang yang berfikir bahwa mereka adalah pasangan yang sempurna.

Hoseok adalah seorang Idol, sedangkan Nana adalah seorang model dan mereka berada di sekolah yang sama. Tetapi, nyatanya hubungan mereka tidak Lebih dari sekedar teman dekat. Memang, mereka saling mencintai, mereka sudah saling mengaku tentang perasaan masing-masing. Namun, keadaan mengatakan bahwa karir menghalangi mereka untuk tetap selalu bersama saat ini.

Hoseok dan Nana sama-sama masih muda, dan sama-sama masih berjuang untuk karir mereka masing-masing. Yang mereka tau, saat ini mereka harus bisa saling menjaga perasaan, hingga waktunya tiba.

Akhir-akhir ini, mereka berdua sangat sibuk dengan pekerjaan, itu membuat mereka tidak pernah bertemu walaupun berada di sekolah dan tahun yang sama pula. Dan juga belakangan ini, menurut Nana, kelakuan Hoseok sedikit berubah. Hoseok yang dulunya ceria kini berubah menjadi sedikit dingin, dan jarang memberikan kabar. Nana berfikir, ini semua mungkin karena Hoseok kelelahan oleh kesibukan pekerjaannya. Menjadi seorang idola bukan sesuatu hal yang mudah dan selalu menyenangkan, dan Nana mengerti itu.

[NANA POV]

“Nana-ya, Jung Hoseok sudah datang, dia menunggu di ruang tengah. Tadi eomma sudah menyuruhnya untuk langsung ke kamarmu, tapi dia menolak” Kata eomma dari balik pintu

“Ne eomma, katakan padanya aku akan segera turun” Ujarku sambil bergegas merapikan pakaianku.

Tak sengaja aku melihat kearah kalender yang ada di atas meja,

“Sudah empat bulan sejak waktu itu” gumamku dalam hati. Ya memang, aku dan Hoseok terakhir kali pergi bersama saat diadakan pesta malam di sekolah, dan saat itu pula bertepatan dengan ulang tahunnya .

Setelah kurasa sudah cukup, ku beranjak dari kamar untuk turun menemui Hoseok Oppa-ku.

“Apa Oppa sudah lama menunggu? Mian, tadi aku bingung untuk memilih baju yang akan aku gunakan.” Kataku dengan perasaan tak perdosa

“Ani, Oppa baru saja menunggumu sekitar 2 jam yang lalu.” Katanya dengan nada sindiran, namun sambil diiringi tawanya. Ya itu tawa yang ku rindukan-sangat. Walaupun kini sedikit terlihat berbeda. Mungkin karena ia sedang kelelahan karena pekerjaannya.

“Aish, jinjja.” Aku pun pura-pura marah karena merasa tersindir olehnya.

“Sudahlah, kajja kita pergi, biar tidak kemalaman.” Kemudian dia mengizinkan diriku ke eomma dan appa ku, lalu kita berangkat.

———

Di dalam mobil, suasana hening sangat terasa, tidak ada yang membuka percakapan terlebih dahulu baik aku, maupun dia.

“Ahhh sudah empat bulan semenjak saat itu ya,” aku mencoba memecah keheningan.

“Hmm? Saat itu?” Dia terlihat bingung, sambil menaikan salah satu alisnya. Namun tetap fokus dengan setir mobilnya.

“Iya, empat bulan yang lalu.” apakah dia sudah lupa? Apakah ia sengaja melupakan hal itu? Aku bertanya dalam hati.

“Memang ada apa dengan empat bulan yang lalu?” Katanya cuek. Ternyata memang benar dia tidak ingat, hanya aku saja yang mengingatnya. Mungkin baginya itu bukanlah hal yang spesial.

“Empat bulan yang lalu, saat ulang tahun Oppa, apakah Oppa lupa?” Aku berusaha menutupi kekecewaanku.

“Oh, ulang tahunku. Memang apa hubungannya dengan ulang tahunku?”
“Tidak ada apa2, lupakan.” Aku kecewa, dia yang ku temui empat bulan yang lalu dan dia saat ini sangat berbeda. Dia berubah, dan aku tidak tau penyebabnya dia berubah.
Setelah peecakapan satu pihak itu berakhir, aku lebih memilih diam sepanjang perjalanan. Sesekali dia melirik ke arahku.

“Hei ayolah, kenapa diam saja? Biasanya kau tak bisa diam.” mungkin dia muak dengan keheningan yang sengaja aku ciptakan.

“Aku lelah berbicara.”

“Hahaha untuk pertama kalinya aku mendengar seorang Kim Nana mengatakan lelah untuk berbicara.”

“Aku lelah berbicara karena percuma, orang yang aku ajak bicara melupakan tentang hal yang menjadi bahan pembicaraan.” Aku langsung to the point, tanpa basa basi lagi, aku kesal dengan sifatnya yang seperti itu.

“Hahaha jangan marah hanya karena hal seperti itu Nana-ya, kau seperti anak kecil saja.” Tawanya.

“….” aku diam, terlalu malas merespon ledekannya.

“Arra, arra… sebagai permintaan maaf, nanti akan ku traktir di kedai eskrim favorite kita.”

“Terserah.” Jawabku singkat. Dia hanya menggeleng menyerah

——

Kami pun berhenti di sebuah restoran keluarga yang berada di kawasan elit. Hoseok Oppa membawaku masuk ke dalamnya. Di dalam restoran, beberapa orang telah menunggu kedatangan kami, dan kelihatan aku mengenal mereka semua.

Ya, mereka Bangtan Boys, teman satu grup Hoseok Oppa. Mungkin, saat ini kata teman tidak cukup untuk mendriskipsikan hubungan mereka semua, kata saudara lebih cocok untuk menggambarkan kebersamaan dan kekompakkan mereka.

Aku menyalami semua yang ada di sana, Jungkook, Jimin, Jin Oppa, Namjoon Oppa, dan seorang yeoja asing yang terlihat sebaya dengan Namjoon Oppa.

“Ini, kubawakan pesanan kalian.” Hoseok Oppa berkata pada anggota yang lain sambil menunjukku.

“Ya, Noona, aku tau kau bakal datang ke tempat ini.” Kata Jungkook.

“Kau tau noona, kami fikir noona sibuk di tempat pemotretan dan tidak sempat berkumpul bersama kami lagi, Aku iri dengan Yoongi Hyung dan Taetae yang masih bisa sering melihat noona di lokasi pemotretan. Juga Hoseok hyung yang bisa menemui noona kapanpun ia mau” sambung jimin.

“Kalian ada-ada saja. kalian juga bisa menemuiku kapanpun kalian mau, datang saja ke lokasi pemotretanku.” Kataku sambil tertawa.

Tiba-tiba aku teringat dengan seorang yeoja asing-bagiku ditengah kami berada.

“Nugu?” aku bertanya pada Hoseok Oppa tentang wanita itu.

“Ah, ini Hyera, kenalkan.” Hoseok Oppa memperkenalkannya kepadaku.

Aku tahu yeoja itu kemungkinan terpaut beberapa tahun dari Hoseok Oppa, tapi mengapa Hoseok Oppa tidak memanggilnya menggunakan ‘Noona’ seperti yang lainnya? Apakah agar terlihat akrab tanpa aada rasa canggung antara Idol dan Manajer. Atau ada hal yang lain yang menjadi penyebabnya?

Entah mengapa ketika pertama kali melihat yeoja ini, sirine peringatan dalam hatiku berbunyi untuk pertama kali. Ia memang tidak cantik seperti Idol-idol yang ada di panggung karena dia adalah seorang manajer, bukan idol. Namun, ia terlihat sangat dewasa, orangnya terlihat kalem dan tak banyak bicara, sejak pertama kali aku dan Hoseok Oppa datang.

“Aku Park Hyera, manajer Bangtan Boys. Kau? ” ia mengenalkan dirinya.

“Aku Nana, Kim Nana. Bangapta.” kataku balik memperkenalkan diri.

“Nado Bangapta, oh jadi kau Kim Nana yang sedang memiliki beberapa proyek pemotretan dengan Yoongi dan Taehyung? Kau terlihat lebih cantik dari yang ada di majalah-majalah” dia memujiku.

“Gomawo atas pujiannya, aku hanya seorang model yang baru debut empat bulan yang lalu, aku jadi merasa terhormat dipuji seperti itu.” Aku menjawab sebagaimana cara idol ketika dipuji oleh seeorang yang memang berada di dunia entertainment.

“Ohya, ngomong-ngomong, Yoongi Oppa dan Taehyung di mana ?” tiba-tiba aku merasakan ada seuatu yang kurang diantara kami, ternyanya Yoongi Oppa dan Taehyung tidak ada.

“Mereka belum kembali dari pemotretan sejak siang tadi.” Akhirnya Namjoon Oppa angkat bicara, setelah daritadi menikmati suasana berdua dengan Jin Oppa. Ntah apa yang mereka bicarakan.

“Ah Jinjja? Pantas saja dari tadi rasanya ada yang kurang. Sepertinya mereka masih ada sesi pemotretan lainnya, mungkin sebentar lagi akan datang.” Kataku menerka-nerka.

“Nah, itu mereka.” Seru Jin Oppa beberapa waktu kemudian.
Semua yang berada di sana pun otomatis menoleh kearah yang sama, terlihat ada dua orang dari kejauhan berjalan menuju tempat kami berada.

“Waaah Hoseok Hyung membawa Nana Noona, tak sia-sia aku cepat-cepat datang kemari. Benarkan Yoongi Hyung?” seru Taehyung ketika baru tiba di tempat kami

“Hahaha kau ini, dasar.” Yoongi Oppa mennarik topi yang dipakai taehyung hingga matanya tak terlihat.

“Apakah kalian semua telah selesai makan?” Tanya Yoongi Oppa setelah sadar meja yang kami tempati masih bersih, hanya ada beberapa minuman dan cemilan.

“Yak hyung, kau tau, kami dari tadi belum memesan karena menunggu kalian berdua datang, dan sekarang kau dengan teganya mengatakan bahwa kami telah selesai makan.” Kata Hoseok Oppa pura-pura kesal.

“Ah, sudah-sudah, mendengar kalian ribut, aku jadi sangat lapar, ayo cepat pesan.” aku menengahi keributan mereka.

——

Ditengah acara makan malam, aku menghabiskan waktuku untuk bersenang-senang dengan namja-namja yang di gilai gadis-gadis masa kini. Aku suka makan malam seperti ini, dipenuhini canda tawa. Aku harap kebahagiaan seperti ini tidak cepat berakhir.

Sejenak aku lupa aku datang kesini bersama Hoseok Oppa, mungkin itu karena aku di kelilingi oleh namja-namja ribut ini, di kanan ku ada jungkook, di sebelah kiri ada jimin, di depan ku ada Yoongi Oppa, dan di sebelahnya ada taehyung. Mereka banyak menceritakan kejadian-kejadian lucu selama beberapa bulan terkahir ini yang mereka alami.

Namun Yoongi Oppa tidak terlalu banyak bicara seperti jungkook, taehyung, dan jimin. Ia lebih terlihat fokus dengan apa yang disajikan di atas meja. Terkadang aku melirik ke arahnya. Caranya dia menikmati makanan itu sangatlah lucu, pipi mengembung berisi makan ‘aaaah gwiyowo’ seruku dalam hati.

Di ujung meja makan ini, tak sengaja kulihat dua orang sedang asik berbicara tanpa menghiraukan sekelilingnya. Entah apa yang mereka bicarakan, yang ku tau Hoeok Oppa punya ribuan topik yang ia bisa bicarakan dengan setiap orang yang ia temui.

“Ah, ternyata dia disana,” aku mendesah pelan, memastikan orang-orang yang berada di sekelilingku tidak mendengarnya.

Namun ternyata Yoongi Oppa sedang memperhatikanku. Ia ikut melihat kearah yang membuatku mendesah seperti itu.

“Oh…” serunya pelan, kemudian balik melanjutkan menghabiskan saajian penutupnya.

Aku mencoba untuk tidak berfikiran macam-macam, memang seperti itulah seharusnya antara idol dan manajer, harus ada komunikasi. Aku tidak ingin merusak moodku kali ini karena setelah ini aku dan Hoseok Oppa akan melanjutkan malam ke kedai eskrim favorite ku.

Setelah menghabiskan sajian penutup, kami semua emua kembali mengobrol dan bersenda gurau. Beberapa menit kemudian, Manajer mereka, Hyera pamit untuk pulang duluan.

“Semuanya, aku pulang duluan ya. Terimakasih untuk makan malamnya. Untuk esok, hanya Yoongi dan Taehyung saja yang memiliki jadwal individu. Untuk yang lainnya kalian boleh bebas, asalkan tidak mengganggu kesehatan kalian, Arraseo” seru manajer itu mengingatkan.

“Arraseo manajer-nim~” jawab mereka kompak.

“Hyera-ya, aku antar pulang ya” tiba-tiba Hoseok Oppa berkata. Aku bingung, jika Hoseok Oppa mengantarkan manajer itu pulang, lalu aku? Rencana kita? Aku kesal, nanti saat kita berdua, aku akan tanyakan semuanya padanya.

“Ani, tidak usah. Aku membawa mobil sendiri” Tolak sang manajer.

“Baiklah kalau begitu, aku antar hingga parkiran saja” terlihat Hoeok Oppa sangat emaksa ingin mengantarkan yeoja itu.

Sepeninggalan Hoseok Oppa dan Hyera, anggota lain memandang sedikit tak prcaya, hanya aku dan Yoongi Oppa yang memasang wajah datar.

“Ya, hyung… apakah Hoseok hyung menyukai Hyera Noona?” taehyung bertanya dengan polosnya.

“Huh, jaga perkataanmu. Ini tempat umum, jika ada yang mendengar apa yang kau katakan tadi, comeback kita mungkin akan tersendat ataupun hingga di tunda” namjoon Oppa berkata sambil melirik ke arahku, aku tau arti dari lirikan tersebut.

“Bagaimana dengan Yoongi hyung? Apakah hyung tidak berminat seperti Hoseok hyung? Mendekati Hyera Noona.” Celetuk jimin.

“Hahaha dasar kau ini, apa kau mau comeback kita tertunda dengan berbagai rumor yang beredar” Yoongi tertawa mendengar pertanyaan jimin.

Ini yang aku sukai idari mereka semua, ada saja celetukan-celetukan yang bisa membuat suasana menjadi hidup dan menyenangkan. Setelah di Tanya seperti itu, aku lihat Yoongi Oppa tertawa, tapi seperti ada sesuatu yang tersirat dalam tawanya. Sesuatu yang menyakitkan dan sangat menyedihkan, atau mungkin itu hanya firasatku saja.

Hoseok oppa pun telah kembali setelah mengantarkan hyera hingga parkiran. acara pun telah selesai. baru sekitar beberapa meter aku dan hoseok oppa meninggalkan tempat itu, Yoongi oppa tiba-tiba memanggilku.

“Nana-ya, jangan lupa. Besok kita masih punya sesi pemotretan, arra!? Jangan sampai telat, walaupun besok adalah hari minggu.” Ternyata dia mengingatkanku tentang jadwal pemotretan esok.

“Ne oppa~ aku tidak akan mengecewakanmu dan taehyung. Tapi jika kalian takut aku akan telat, ya jemput saja. Hahahaa bye~” aku pun melanjutkan perjalananku untuk menuju parkiran. tetap dengan Hoseok oppa. Dia tidak akan meninggalkanku.

—-

Keluar dari kawasan elit tersebut, suasana mobil kembali sepi. Aku teringat akan janji Hoseok Oppa yang iya katakan saat berangkat makan malam tadi.

“Oppa, Jadikan kau mentraktirku di kedai eskrim itu?” Aku menagih janjiya.

“Malam-malam begini? Apa kau yakin?” Dia sedikit meragukanku

“Ya kalau tidak mau mentraktirku, jangan janjikan seperti itu” aku kesal, eskrim yang sudah ku bayangkan daritadi seketika sirna sudah.

“Arra, arra… ” Hoseok Oppa pun membalikan arah mobilnya menuju ke kedai eskrim.
Tak membutuhkan waktu yang lama, kami pun sampai di kedai dan langsung memesan menu kesukaan kami masing-masing.

Sambil menunggu pesanan kami datang, kami mencari tempat duduk. Dan akhirnya kami pun memilih spot yang ada di ujung. Tak banyak orang yang melewati kami. Ini cukup aman untuk menghindari para netizen yang akan menyebarkan rumor.

“Oppa, menurut oppa, manajer kalian itu seperti apa?” akhirnya pertanyaan ini keluar juga dari mulutku

“Oh, Hyera? Menurutku dia itu wanita dewasa yang sangat bertanggung jawab. Dia benar-benar mengerti bagaimana cara menghadapi kami. Ada apa bertanya seperti itu?” Hoseok oppa betanya balik padaku.

“Ah tidak, aku hanya ingin tau saja. Ini kan pertama kalinya aku bertemu manajermu. Tapi oppa, kenapa hanya oppa sendiri saja yang memanggilnya tanpa ada embel-embel noona?” Pertanyaanku semakin menjurus

“Hahaha benarkah?” Tanyanya lagi.

Belum sempat aku melanjutkan introgasiku, pesanan kami pun datang. Aku menunda rentetan pertanyaan demi eskrim yang sangat menghiurkan di hadapanku ini. Kami pun menikmati eskrim ini dalam diam untuk sementara waktu. Hingga Hoseok oppa bertanya sesuatu yang tak ku bayangkan sebelumnya.

“Nana-ya, sebentar lagi ulangtahunmu. Kau ingin hadiah apa dariku?” Dia bertanya seperti itu. Oh tidak, aku belum memikirkan apa yangsebenarnya aku inginkan. Aku berniat menjawabnya sedikit bercanda.

“Untuk ulang tahunku?” Aku mengulur waktu

“Iya, untukmu.”

“Hmm… Aku hanya ingin, Hoseok Oppa selalu disisiku, tetap bersamaku, dan tidak pernah berhenti mencintaiku. Tidak pernah meninggalkanku apapun yang terjadi. Itu saja sudah cukup bagiku.”

Walaupun awalnya hanya berniat menjawab bercanda, namun di sisi lain diriku sangat ingin mengatakan ini. Tak ada respon dari lawan bicaraku, yang terlihat hanyalah raut wajah yang berubah.

“Mianhae Nana-ya… aku tidak bisa.” Jawabnya.

Aku bingung, kenapa dia mengatakan bahwa ia tak bisa? Bukankah ia telah berjanji padaku?

“Ayolah Oppa, Aku tau jawabanmu yang sebenarnya, aku hanya bercanda. Aku tak akan meminta hal yang sudah pasti adanya.” aku menutupi kebingunganku

” Tapi Aku serius Kim Nana, aku tidak bisa. Mungkin ini waktu yang tepat untuk mengatakannya” Hoseok Oppa terlihat benar-benar serius.

Deg.

Perasaan apa ini, aku tidak ingin melanjutkan percakapan ini. Firasatku mulai berbicara.

“Aku bisa ada untukmu, aku bisa tetap ada di sisimu, namun aku tak dapat memberikanmu harapan lebih. Maaf untuk itu. Aku harap kau mengerti.” Lanjutnya setelah jeda benerapa saat

Aku tak dapat mencerna kata-katanya dengan cepat. Setelah sadar tentang apa yang dikatakannya, hatiku mencelos, ingin sekali aku menangis. Tapi aku masih berusaha agar tak terlihat kecewa.

“Tapi Oppa, Kenapa? Apakah karena oppa tidak ingin memiliki hubungan spesial dengan seseorang? Atau malah sebaliknya? Oppa telah menemukan yang lain?”

“Lebih tepatnya, aku telah menemukan yeoja yang lebih perhatian darimu, lebih bisa mengerti diriku darimu dan lebih dewasa.” Dia berkata dengan mudahnya tanpa mengerti perasaanku.

“yeoja itu? Nugu? Apakah Hyera?” Ntah bagaimana, firasatku mengatakan bahwa yeoja itu adalah manajernya.

“Iya, kau benar”

“Baiklah, aku mengerti. Rasa cinta memang tak bisa di paksakan. Aku tau diriku masih terlihat seperti anak kecil, aku tau aku menjadi kurang perhatian karena kesibukanku. Aku tau itu semua oppa” mataku berkaca-kaca,

Pelupuk mataku sudah siap menjatuhkan bendungan cairan bening yang daritadi telah tertahan. Tapi aku tak ingin menangis di depannya.

“Semoga hyera tidak seperti diriku, tidak mengecewakanmu. Gomawo atas semua yang telah terjadi selama ini dan untuk eskrim malam ini juga, aku permisi.”

Aku pun keluar dari kedai eskrim ini. Aku tidak sanggup lagi melihat dirinya. Dia pun juga tak mengejarku.

Sekarang aku tak tau harus kemana, ku langkahkan kakiku menuju halte bus terdeka. Aku menangis berjalan sambil menangis.

Seakan-akan dunia tau perasaanku saat ini, Hujanpun turun dengan derasnya. Seketika tubuhku menjadi basah seluruhnya. Tak ada lagi beda antara airmata dan hujan. Aku aman, tak ada yang bisa melihatku menangis.

Saat hampir sampai di halte bus, tiba-tiba sebuah payung berada di atas kepalaku. Kulihat orang yang membawakan payung itu.

“Ya, apa bagusnya mandi hujan malam-malam begini? Apa kau gila?” Dia mencerocos

Aku diam tak bergeming.

“Dan sekarang? Kau ingin naik bus? Ini sudah malam. Cepat naik mobilku, aku antar pulang.” Dia menggandengku menuju mobilnya.

Aku tidak berfikir siapa dia, bagaimana dia bisa tau alamat rumahku, kenapa dia tidak marah karena membawaku masuk ke dalam mobilnya dalam keadaan basah, aku tidak berfikir hingga sana. Aku pasrahkan diriku dibawa entah kemana. Pikiranku sedang tidak bersamaku.

Yang ku pikirkan hanyalah mengapa Hoseok Oppa tega melakukan ini padaku,setelah banyak memberiku harapan-harapan yang indah. Mataku terpejam,aku sudah tidak kuat lagi. Semakin lama semuanya menjadi gelap, dan aku pun tertidur.

-TBC-

Waaa trimakasih untuk semua reader yang telah membaca FF debutku. Tolong berikan kritik, saran, dan juga semangat agar FF ini bisa jadi lebih baik kedepannya!! Dan juga Author minta maaf jika mungkin nanti FF LIAAH tidak bisa selalu update dengan cepat, karena Authornya siswi tahun terakhir SMA~ trimakasih atas perhatiannya~

About fanfictionside

just me

5 thoughts on “FF/ LOVE ISN’T ALWAYS ABOUT HAVING/ BTS-BANGTAN/ pt. 1

  1. Siapa itu yang jemput nana dihalte ヽ(●゚´Д`゚●)ノ゚jangan bilang kalo itu suga?? Huwaa jebob oppa jahat.banget sih(╥_╥)

  2. Kyaaaaa kenapa ada hoseok? Huaaaaa kakak cemburu ㅠㅠ
    Tapi demi dek author, kakak mencoba untuk kuat..anggep aja hyera itu kakak. Tapi kan kakak bukan manager bangtan ㅠㅠ
    Emm, bagus kok..EYDnya juga bagus..
    Cuma kurang dapet aja feelnya, entah kenapa..kurang dapet bukan berarti ga dapet loh yaaa😉 mungkin perbanyak nulis lagi lama2 juga feelnya ngalir dan kata katanya juga ngalir🙂
    Itu tadi yoongi kah yang nganterin nana pulang? Penasaran..part 2 ditunggu^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s