FF/ ONESHOT/ [BTS PERVERT] JEALOUS/ BTS-BANGTAN


44015735-80-k162943

Title : [BTS PERVERT] JEALOUS  || Author : d_jARMY || Genre : Romance, School life, NC|| Main cast Kim Taehyung (BTS), Choi Jina (OC) || Other Cast : find by yourself || Rating : PG-17 || Lenght :Oneshoot

Hai epelibadeh ._.

Istri Yoongi sekaligus tunangan Jimin bawa series [BTS PERVERT] :’v
dan kali ini giliran Alien akan membawakan series pervert nya :’v
Perkenalan Tokoh

Kim Taehyung ,
Pria berumur 17 tahun dengan sifat kekonyolannya ..
Memiliki tubuh tinggi tegap , wajah runcing dengan rahang yang tegas , hidung mancung , bibir dan mata yang sexy… namun lagi-lagi semua tertutupi dengan tingkah idiotnya .

Choi Jina,
Gadis berumur 17 tahun dengan sifat dewasanya..
Memiliki tubuh mungil dengan rambut panjang sedikit bergelombang dan berwarna caramel , hidung mancung , dan bibir tipis nan mungil .
Satu lagi… dia ini pacar dari Kim Taehyung

WARNING ! IT’s NC gagal :’v

JINA’S POV

Hai .. perkenalkan , namaku Choi Jina .
Aku sekarang duduk dibangku kelas 3 Yoonmin High School .
Kuakui aku cukup terkenal disekolah ini ..oh tentu saja mereka semua mengenalku , aku ini adalah ketua osis asal kalian tahu .

Semua orang mengenalku sesosok gadis yang tegas dan dewasa dan aku mengakui itu hoho ,
tapi kalian belum tahu kan kalau aku memiliki Namjachingu yang memiliki sifat berkebalikan dariku .. Kim Taehyung , namja itu …aku sendiri bingung kenapa aku bisa berpacaran dengannya

Aku masih ingat saat dia menyatakan cinta padaku 1 tahun yang lalu .. bisa dibilang pernyataan cintanya aneh

‘Mulai sekarang kau milikku’

Seperti itulah pernyataannya , aneh bukan..tapi entah kenapa aku sendiri tidak Bisa menolak

Aku dan Taehyung berada di kelas yang berbeda , aku dikelas A sementara dia dikelas C

Sebenarnya banyak orang yang meragukan hubunganku dengan Taehyung , karena kalian tahukan betapa idiotnya tingkah seorang Kim Taehyung . Tapi entahlah…kuakui aku juga mencintainya , dia berbeda dengan pria lain . Menurutku dia mempunyai pesona tersendiri dibalik keidiotannya itu

“Jina-ah , ayo cepat! Rapat osisnya akan segera dimulai” panggil seseorang dari pintu kelasku…

.

.

“Jina-ah , selesai rapat nanti pulang bersamaku bagaimana?” kata Jimin seraya merangkulku .

Jimin , dia adalah pria yang selalu mengejar-ngejarku . Dia juga salah satu anggota osis , dan semua orang pasti tahu itu hanya modusnya saja untuk mendekatiku

Apa kalian merasa aku percaya diri sekali? Tidak..tidak.. ini memang benar adanya , Jimin bahkan sudah sering menyatakan cinta padaku sejak awal masuk sekolah menegah atas . Dan aku selalu menolak , tapi dia benar-benar tidak putus semangat untuk mengejarku walau dia sendiri sudah tahu kalau aku punya Taehyung ! ck merepotkan memang , tapi yang lebih mengesalkan kenapa Taehyung yang notabennya adalah Namjachinguku tidak pernah memberi Jimin peringatan untuk menjauhiku?!

“Apa kau tidak bisa sehari saja tidak menggangguku?!” keluhku padanya dan melepaskan rangkulannya

“Tidak bisa” jawabnya santai dan kembali merangkulku

“Hah terserahmu saja” kataku pasrah dan memasuki ruang rapat

.

.

“Baiklah , rapat hari ini sampai disini saja ” kataku mengakhiri rapat sialan ini..karena ini melelahkan

Akupun berjalan menuju keluar sambil membawa beberapa berkas

“Jina-ah tunggu aku” Jimin berlari menghampiriku dan merangkul pundakku lagi . Aku menoleh kesamping melihat wajahnya dengan tatapan kesalku

Dan saat wajah kembali menghadap lurus aku melihat pria yang sangat tampan namun sekarang sedang berekspresi datar berada didepanku

“Tae…taehyung-ah” kataku tergagap dan langsung melepaskan tangan Jimin dari pundakku . Ini memalukan ! Seperti kau ketahuan sedang selingkuh

Hingga beberapa detik kemudian Taehyung menampilkan cengiran bodohnya seperti biasa

“Kajja kita pulang” kata Taehyung masih dengan cengiran bodohnya . Ini menyebalkan! Apa dia tidak bisa merasa cemburu sedikit saja ?!

Taehyung menggenggam tanganku lembut untuk mengikuti langkahnya pulang , namun Jimin menahan tanganku tiba-tiba

CUP

Seketika saraf otakku berhenti bekerja , bagaimana bisa Jimin mencium pipi ku didepan pacarku sendiri ?!

“Anggap itu Goodbye Kiss hehe sampai bertemu besok Jina-ah” Jimin mengelus rambutku lembut kemudian pergi begitu saja

Aku melirik sekilas pada Taehyung untuk melihat reaksinya.. namun apa yang kudapat .. dia malah kembali memberikan cengiran bodoh itu

“Kajja” katanya lagi kembali menarikku pelan untuk pulang bersama

.

.

“Ini menyebalkan !! Ini sangat menyebalkaaaaan!” Teriakku frustasi didalam kamar

Bagaimana bisa aku punya pacar yang tidak memiliki rasa cemburu sedikitpun ?

Mungkin setiap perempuan paling menghindari pacar pencemburu , tapi tidak denganku aku suka pria pencumburu ..itu berarti dia benar-benar takut kehilangan kita !

Haaaaah

=========

AUTHOR POV

“Jina-ah , Taehyung menunggumu di pintu” ujar Nami ,satu kelas Jina

“Eoh ne” Jina pun melangkahkan kakinya menuju pintu kelas dan mendapati Taehyung tengah menunggu sambil bermain game diponselnya.. oh mungkin itu terdengar biasa , tapi harus kalian tahu bagaimana cara dia bermain..

Taehyung bermain game dengan menghentak-hentakkan kakinya karena kesal dengan lawan mainnya , dan sesekali mengepalkan tangannya kemudian mengayunkan tangannya seperti akan menumbuk ponselnya , dan lihat bibir itu .. penuh dengan cibiran kasar yang dilayangkan pada ponselnya

“Masih lama main game nya tuan?” tegur Jina

“Eoh ? Nyihihi” cengir Taehyung saat Jina sudah berada disampingnya

“Ada apa mencariku ?”

“Kajja kita ke kantin” kata Taehyung masih memberikan cengiran bodohnya dan cengiran itu semakin lebar saja

“Baiklah”

.

.

“Selamat makan~” ujar Jina mengambil sumpitnya dan mengaduk jajjangmyeon miliknya

Dan Taehyung ?
“Berjuanglah dengan baik..aku akan menggunakanmu untuk mengaduk mie itu , sabar ya” kata Taehyung pada sumpitnya……baiklah, dia benar-benar aneh..

Jina hanya terkekeh geli melihat tingkah laku pacarnya
“Makan saja . Dia tidak akan tersakiti” kata Jina masih terkekeh ditempatnya

“Jina-ah~~!” Jimin menepuk pelan pundak Jina dan langsung duduk disebelahnya

“Aku boleh makan disini kan?” Tanya Jimin dengan tersenyum manis pada Jina

“Eh ?” Jina sedikit merasa risih hingga kemudian dia kembali melirik Taehyung ..dan menyebalkannya Taehyung dengan lahapnya memakan jajjangmyeon nya sambil berekspresi idiot . Dan itu semakin membuat Jina kesal

“Eoh baiklah ~ makan yang banyak Jimin~” kata Jina sengaja membuat suara yang terkesan manja itu

“Wah kau perhatian sekali Jina-ah” Jina hanya tersenyum tipis dan kembali menatap Taehyung dengan kesal

.

.

“Jina-ah , menurutmu apa perbedaan antara kau dan beruang kutub ?” tanya Taehyung . Kini mereka berdua sedang jalan berdua untuk pulang

“Apa ?”

“Beruang kutub ya tinggalnya di kutub , kalau kau ya tinggalnya di rumahmu” kata Taehyung dengan tampang polosnya

JINA’S POV

“Beruang kutub ya tinggalnya di kutub , kalau kau ya tinggalnya di rumahmu” katanya dengan tampang kelewat polos yang menyebalkan itu

Apa hanya aku yang tadi sangat berharap dia menggombal ?!!!
Menyebalkan !!

“Kau tahu perbedaan antara kau dan alien ?” kataku

“Apa ?”

“TIDAK ADA BEDANYA !” ketusku , dan dia hanya tersenyum-senyum layaknya orang idiot.. oh aku lupa , dia memang idiot

“Hihihi” cengirnya memperlihatkan barisan gigi putih dan rapinya

ck..sialan , aku terpesona

Aku pun melangkahkan kakiku dengan cepat meninggalkan Taehyung di belakang yang kuyakin masih dengan cengiran bodohnya

.

.

Sudah seminggu ini Jimin semakin mendekatiku dan Taehyung tetap pada pendiriannya yang idiot itu dan tidak pernah merasa terusik akan kedekatanku dengan Jimin . Aku ini Yeojachingu nya apa bukan !

Klik
Seakan ada bola lampu yang bercahaya di atas kepalaku…aku punya ide kawan~

Dengan cepat aku melangkahkan kakiku mencari keberadaan Jimin dikelasnya

“Dimana Jimin ?” tanyaku pada teman satu kelasnya karena tidak mendapati batang hidung Jimin dikelas

“Lapangan” ucap salah satu dari mereka . Aku langsung melangkahkan kakiku kembali dan kini mengarah ke lapangan sekolah

Aku mengedarkan pandanganku mencari Jimin , hingga beberapa detik kemudian aku menangkap sosok yang kucara sedari tadi

“Jimin-aaaaah” teriakku memanggil namanya yang sedang bermain basket dengan teman-temannya

Jimin berbalik melihatku dengan tatapan bingung kemudian berjalan kearahku

“Wae ?” Tanyanya dengan tubuh yang penuh keringat itu membuatku sedikit berdetak..bagaimana kalau Taehyung yang berkeringat seperti ini ? pasti akan lebih seksi …oh apa yang kau pikirkan Jina!

“Ada yang ingin kukatakan padamu”

“Katakan saja” katanya kemudian meminum sebotol air putih

“Ayo kita berpacaran”

Uhuuukkk
Jimin memuncratkan air yang sedang diteguknya tadi , untung saja tidak mengenaiku kalau tidak kurasa sekarang ini dia sudah kehilangan berhelai-helai rambutnya

“Kau bercanda ?” Ucapnya kemudian

“Bukan maksudku pacaran yang sungguhan . Aku hanya ingin melihat reaksi Taehyung akan kita yang berpacaran didepannya . Kasarnya , ayo kita pura-pura pacaran”

Jimin yang tadi memasang wajah senangnya kini beralih dengan wajah kecewanya

“Tapi ujungnya akulah yang akan tersakiti bukan” katanya dengan kecewa

“A..aku tidak memaksamu , kalau kau tidak mau juga tidak apa-apa” kataku sedikit merasa bersalah kemudian mulai membalikkan badanku untuk meninggalkannya . Namun satu tanganku ditahan olehnya , dia menarikku hingga kini aku berada di dalam pelukannya

Aku mencoba melepaskan pelukannya namun dia semakin mempererat pelukannya
“Diamlah . Taehyung ada dibelakangmu . Dan soal yang tadi , aku ikuti permainanmu” kata Jimin berbisik tepat di telingaku …ini sedikit menggelikan

Jimin pun melepaskan pelukannya dan mengacak rambutku dengan gemas

“Oh Taehyung” kata Jimin menyapa Taehyung yang ada dibelakangku ..

Bagaimana ini ? Apa aku sudah mengambil keputusan yang tepat ??
Aku pun membalikkan badanku menghadao Taehyung , saat tatapan kami bertemu dia langsung memberikan cengiran khasnya . Taehyung melambaikan tangannya dan kemudian berjalan kearahku

“Aku tadi ke kelasmu , tapi kau tidak ada . Ternyata kau disini” kata Taehyung masih dengan cengiran bodohnya . Ck.. aku yakin Taehyung melihat kami berpelukan tadi ..apa masih belum merasakan cemburu eoh ?!

“Kajja ke kantin” ujar Taehyung

Aku hanya menganggukkan kepalaku , namun sebelum pergi aku kembali membalik menghadap Jimin . Kudekatkan wajahku padanya dan..

CUP
Aku mencium pipi kiri Jimin

“Aku ke kantin dulu” kataku setelah menciumnya , dapat kulihat Jimin membulatkan matanya dan pipinya yang sudah merona . Aku kembali membalikkan badanku mengarah Taehyung , dan dia hanya menampilkan ekspresi datarnya.. seperti tidak terjadi apa-apa

Anak ini sebenarnya manusia apa bukan ?!!!

“Kajja” katanya menggenggam tanganku dan tersenyum

.

Selama kami berada di kantin aku tetap menjalankan aksiku .. yaitu terus membangga-banggakan Jimin didepan Taehyung , dan lagi-lagi hanya dibaas dengan cengiran bodohnnya !!!

.

.

AUTHOR POV

“Jina-ah , kajja pulang bersama” kata Taehyung menghampiri kelas Jina

“Eoh ? ah..mm.. maaf Taehyung-ah . Aku hari ini ada janji dengan Jimin”

“Jimin ?” tanya Taehyung , Jina hanya membalas dengan anggukan

“Oh baiklah . Istirahat yang cukup” kata Taehyung kemudian pergi ke luar kelas

“Begitu saja ? apa tidak bisa mencegahku eoh ? ck..” cibir Jina saat Taehyung sudah pergi

.

.

“Jimin-aaaaah” panggil Jina saat melihat Jimin sedang berjalan di koridor

“Hm ?”

“Kajja pulang bersama”

“Kau bercanda ?” dengan cepat Jina menggelengkan kepalanya

“Aku tidak mimpi kan ?” lagi-lagi Jina menggelengkan kepalanya

“Aku ingin memulai rencana kita hari ini” kata Jina

=======

“Jina-ah , kajja ke kantin”kata Taehyung menghampiri meja Jina dengan cengiran khasnya

“Aku hari ini ada rapat osis Taehyung-ah , mian” kata Jina mengambil berkas-berkas di mejanya dan pergi

.

.

“Jina-ah ~ kajja pulang bersama” Taehyung menghampiri kelas Jina setelah bel pulang

“Oh baiklah” kata Jina . Mereka berjalan berdua di koridor sekolah dengan Taehyung yang sesekali bertingkah konyol seperti biasa . Misalnya berbicara sendiri dan bahkan berbicara seperti bahasa alien…memalukan memang kalau sudah jalan dengan Taehyung

“Jina-ah” Jimin memanggil Jina

“Eoh Jimin-ah”

“Kau mau pulang ya?” tanya Jimin . Jina hanya menganggukkan kepalanya

“Geurae , hati-hati dijalan” Jimin mengacak gemas rambut Jina dan tersenyum manis padanya , kemudian pergi meninggalkan Jina dan Taehyung

“Kau semakin dekat dengannya”kata Taehyung tiba-tiba

‘Apa dia sudah mulai bereaksi?’ batin Jina girang

“Kajja” kata Taehyung namun kini cengiran bodohnya kembali lagi

‘Ternyata belum eoh!’ batin Jina kembali bersungut

.

.

“Jina-ah , hari ini kau bisa keluar bersamaku ?” tanya Jimin pada Jina yang tengah menyantap makan siangnya dengan Taehyung dikantin

“Kemana ?” tanya Jina

“Kau akan tahu nanti . Aku tunggu pulang sekolah” kata Jimin memberikan satu kedipan mata bermaksud menggoda Jina dan kemudian beranjak pergi

Jina melirik Taehyung namun dia hanya mendapati Taehyung yang tidak bergeming sedikit pun , perasaan kecewa tentu ada dibenak Jina

.

Seperti perkataan Jimin tadi , Jina menunggu Jimin di halaman parkir sekolah

“Jina-ah!” Jimin menepuk pundak Jina pelan

“Ck..kau lama sekali ! Cepat katakan kita mau kemana” sungut Jina

“Berkencan” kata Jimin tersenyum dan memberikan helm pada Jina

“Mwo ?!”

“Wae ? Bukankah kita sepasang kekasih ? Wajar kita berkencan” kata Jimin menaiki motornya

“Tapi kita bukan pasangan sesungguhnya bodoh!”

“Sudahlah cepat naik”

“Sirheo !”

“Kau mau kuteriaki maling helm ?!” Kata Jimin mengancam

“Mwo ?! YA!!”

“Ah ppalliiii” kata Jimin memberikan aegyo gagalnya

Dengan berat hati pun Jina menaiki motor Jimin

.

.

“Taman eoh ?” kata Jina menuruni motor Jimin dan melihat taman sekelilingnya yang dipenuhi bunga-bunga bermekaran dengan indahnya

“Indah bukan” kata Jimin yang kini telah berdiri didepan Jina

Jina menganggukkan kepalanya setuju .
“Ini indah . Gomawo” kata Jina masih memandang kagum taman bunga itu

Jimin perlahan mengarahkan tangannya pada tangan Jina dan menggenggam tangan Jina
“Kau lebih indah dari taman ini” kata Jimin lembut masih dengan menggenggam tangan Jina

Jina hanya membalas dengan senyuman kecil . Tapi dalam hatinya dia merasa bersalah telah mempermainkan hati pria disampingnya itu

Tanpa Jina sadari Jimin telah berada didepan Jina dan mendekatkan wajahnya

CUP

Jimin menempelkan bibirnya pada Jina .
Jina membulatkan matanya karena ciuman dadakan dari Jimin .

Jina berusaha melepaskan ciuman itu namun dengan cepat Jimin memeluk pinggang Jina sehingga membuat Jina semakin sulit melepaskan ciuman paksa itu

Hingga akhirnya Jimin melepaskan ciuman yang berlangsung beberapa menit itu dan tersenyum lebar

“Kajja kuantar pulang” kata Jimin

========

Sudah beberapa hari ini Taehyung sedikit memberi jarak pada Jina . Apa mungkin Taehyung sudah berhasil cemburu dibuat Jina? Entahlah…

Tapi Jina sadar bahwa akhir-akhir ini Taehyung sudah memberikan cengiran konyolnya dan sudah tidak berbicara sendiri lagi . Taehyung sekarang lebih sering menampilkan ekspresi dingin pada semua orang termasuk Jina . Dan Jina merindukan Taehyung nya yang tidak normal..

“Taehyung-ah , kajja ke kantin” ini sangat berbeda bukan…dulu Taehyung lah yang akan menghampiri kelas Jina dan mengajaknya ke kantin

“Kau saja” kata Taehyung dingin dan beranjak dari duduknya meninggalkan Jina disana

‘Apa aku sudah keterlaluan selama ini?’ Batin Jina

Jina pun keluar dari kelas Taehyung dan memutuskan mencari Jimin

Hingga Jina mendapati Jimin tengah bermain basket di lapangan seperti biasa
“Jimin-aaah” panggil Jina sambil melambaikan tangannya menyuruh Jimin menghampirinya

“Jimin-ah , kau lelah ? ini minumlah” kata Jina menyodorkan sebotol minuman ion pada Jimin yang baru saja selesai bermain basket .

“Kau semakin romantis saja Jina-ah” kata Jimin tersenyum manis dan mengambil botol minuman dari tangan Jina

“Ada yang ingin kukatakan Jimin” ujar Jina

“Katakan saja” ujar Jimin setelah meneguk minumannya

“Tapi tidak disini . Ikut aku” Jina menarik tangan Jimin menjauh dari keramaian menuju atap sekolah

“Mau bicara apa sampai harus ke atap segala ?” tanya Jimin

“Mmm begini .. kita sudahi saja rencana awal kita . Taehyung akhir-akhir ini menjauhiku , aku memang bermaksud membuatnya cemburu tapi tidak sampai bermaksud membuatnya menjauhiku” kata Jina

“Cih..menggelikan” kata Jimin menunjukkan tatapan tajamnya

“Kalau aku tidak mau berhenti apa yang akan kau lakukan ?” kata Jimin lagi dengan masih menatap Jina tajam . Perlahan Jimin berjalan mendekati Jina , namun berbeda dengan Jina dia berjalan mundur dengan rasa takut didalam hatinya . Namun langkah mundur Jina berhenti saat tubuhnya telah tertahan oleh tembok dibelakangnya

“A..apa yang akan kau lakukan ?” kata Jina dengan nada bergetar

Jimin membalas dengan smirk dibibirnya
“Kau tahu aku mencintaimu sejak lama bukan ? kau salah karena memintaku ikut mengambil peran dalam rencanamu dulu , karena aku tidak akan melepaskanmu”

Jimin dengan cepat menarik tubuh Jina , hingga kini tubuh mereka sudah tidak memiliki jarak .
Jimin langsung melumat bibir mungil Jina dengan kasar dan tidak memberikan Jina sekedar menarik nafas .

Kini lumatan Jimin beralih ke leher jenjang nan putih milik Jina , menciumi bahkan menjilat lehernya

“Andwaeyo hiks..” seakan tidak mendengar isakan Jina , Jimin terus bermain dileher Jina dan bahkan tangannya kini telah berada di bokong Jina dan meremasnya dengan penuh gairah

“Nghh hajima mmh jaebal” Jimin kembali melumat kasar bibir Jina . Satu tangan Jimin telah berpindah ke payudara kanan Jina dan meremasnya seirama dengan lumatannya

“Taehyung-aah hiks ..tolong aku”

BRAKK

Terdengar suara pintu atap sekolah yang dibuka secara paksa dan menampilkan sesosok pria yang kini berjalan dengan penuh amarah dimatanya dan kedua tangan yang sudah mengepal kuat

BUKK

“Bajingan kau Jimin” teriak Taehyung setelah mendaratkan satu pukulan pada wajah Jimin . Terdapat mata Taehyung yang sudah memerah penuh amarah

“Tae..Taehyung-ah” kata Jina pelan , sekarang ini dia benar-benar merasa malu

BUKK
Taehyung kembali memukul wajah Jimin
BUKK BUKK BUKK

Memukul dan terus memukul wajah Jimin hingga mengeluarkan darah segar di sisi bibir Jimin dan matanya yang sudah memar

“Tae..Taehyung-ah !! Keumanhae..” Jina menahan tangan Taehyung yang sepertinya akan memukul wajah Jimin untuk yang kesekian kalinya . Taehyung terdiam dan kemudian menghempaskan tangannya

“Ikut aku!” Taehyung menarik kasar tangan Jina . Selama perjalan di koridor Taehyung terus menarik tangan Jina dengan kasar hingga akhirnya kini mereka sudah berada di aula sekolah yang sepi

“Ini sakit Taehyung” kata Jina bermaksud melepaskan cengkraman Taehyung

Taehyung membalikkan badannya menghadap Jina dan melepaskan genggamannya
“KENAPA KAU MELAKUKAN INI SEMUA PADAKU ?!” teriak Taehyung masih dengan tatapan penuh amarahnya

“Mianhae aku tidak bermaksud” Jina menitikkan airmatanya

Melihat itu membuat Taehyung langsung menarik tangan Jina dan mendekap tubuhnya erat . Hingga beberapa menit Taehyung melepaskan pelukannya setelah merasa Jina sudah tidak menangis lagi .

Jina menatap lekat mata Taehyung dan beralih menatap bibir Taehyung . Jina mendekatkan tubuhnya pada Taehyung dan mencium bibir Taehyung sekilas

“Itu ciuman pertama kita bukan ?” cengir Jina

Taehyung kemudian menarik tangan Jina lagi namun bukan untuk memeluk tapi mencium bibir Jina . Mencium bibir Jina sekedar menempel namun terkesan lembut dan manis , hingga beberapa detik kemudian ciuman yang sekedar menempel itu kini menjadi lumatan dengan tempo cepat

“Akun akan menghapus semua jejak yang dibuat Jimin , bahkan lebih . Bersiaplah” kata Taehyung berbisik tepat ditelinga Jina

DEG DEG DEG

Jina merasakan detakan kuat di dadanya . Hingga akhirnya dapat Jina rasakan tangan Taehyung yang sudah memasuki seragam Jina dan meraba punggung mulus Jina

“Tae..Taehyung-ah”

“Ssst .. biarkan aku melampiaskan semua rasa kesalku hari ini” kata Taehyung kembali berbisik ditelinga Jina dan kini kedua tangannya sibuk membuka kancing seragam Jina

“Milikmu indah sayang” kata Taehyung menggoda Jina

Jina hanya terdiam diposisinya dengan wajah yang sudah sangat memerah

“Tapi akan lebih indah lagi kalau swmua dibuka”

GLEK
‘Bagaimana bisa Taehyung belajar menggoda seperti itu ?’ Batin Jina . Sebenarnya Jina ingin menolak tapi tubuh dan hatinya seakan meminta sentuhan lebih dari Taehyung

Dan Jina kini kembali sadar saat melihat tubuhnya yang sudah tidak tertutupi kain sehelai pun .

Taehyung kembali melumat bibir cherry Jina dan kedua tangannya memainkan nipple Jina

Setelah puas dengan bibir jina , kini Taehyung beralih melumat payudara kanan Jina dan satu tangannya meremas payudara kiri Jina

“Sssh..ngh Taehyung-ah hhhm” Jina yang merasa sedikit bergairah meremas pelan rambut Taehyung

“Mendesahlah untukku sayang” ucap Taehyung

“Nghhh aaaah mmh” desahan Jina semakin kuat saat mengetahui ada sesuatu yang memasuki vagina nya .

Taehyung memasukkan tiga jarinya sekaligus kedalam vagina Jina dan memaju-mundurkan jarinya

“Sssssh nhhhh emhh berhenti menggodaku nhh Taehyung-ah nhh”

Taehyung tidak memperdulikan perkataan Jina dan semakin memainkan jarinya di vagina Jina , hingga beberapa detik kemudian Taehyung mengeluarkan tiga jarinya tadi yang sudah basah karena orgasme Jina

“Manis” Taehyung menjilat jarinya tadi dan memberikan tatapan nakal pada Jina

“Aku sudah memuaskanmu . Sekarang puaskan aku” kata Taehyung berdiri dan sibuk membuka kancing celananya

“M..mwo?!” Kata Jina kaget . Hingga detik berikutnya dia melihat junior Taehyung yang sudah membesar dan tegang bertengger dengan kokoh disana

Tanpa aba-aba Taehyung langsung menarik kepala Jina hingga kini juniornya tepat berada didepan wajah Jina

Besar . Yah itulah deskripsi junior Taehyung saat ini

“Buka mulutmu dan rasakan sensasi milikku didalam mulutmu” kata Taehyung . Entah kerasukan apa , Jina menuruti perkataan Taehyung dan memasukkan junior besar itu kedalam mulutnya

“Ssssh” desah Taehyung
Mendengar desahan nikmat Taehyung membuat Jina merasa tertantang untuk lebih . Hingga kemudian Jina mengulum junior Taehyung dengan kasar , menjilatnya , dan sedikit memberikan gigitan

“Ssh ahh kau..ahh hebat chagi” desah Taehyung kenikmatan

“Cukup . Aku sudah tidak tahan lagi” kata Taehyung menghentikan permainan Jina dengan juniornya . Taehyung langsung ikut berjongkok dan membuka lebar paha mulus Jina

“Apa boleh aku memasukkannya ?” tanya Taehyung memastikan

“Lakukanlah”

Setelah mendapat ijin , Taehyung tanpa ragu memasukkan juniornya pada vagina Jina dengan sekali hentakan

*Jlebb*

“Aaaaaah” jerit Jina merasa kesakitan . Merasa ada sesuatu yang robek dari dalam , hingga mengeluarkan darah segar dari dalam vagina nya

“Ini hanya akan sakit sebentar chagi.. setelah ini kau akan merasa kenikmatan” ucap Taehyung dengan tatapan nakalnya

Setelah beberapa menit Taehyung membiarkan juniornya beradaptasi dengan vagina milik Jina , sekarang saatnyalah Taehyung memaju-mundurkan juniornya

“Aaah mmhh nhhh ahh” desah Jina

“Mmhhh kau sangat sempit chagi nhh” desah Taehyung dengan posisi Taehyung diatas dan Jina dibawah . taehyung menompang tubuhnya dengan kedua tangannya agar tidak menimpa gadisnya

“Aaah mmhhhh sshhh faster Taehyung-ah sssh”

“As you wish chagi” Taehyung semakin mempercepat tempo permainan mereka hingga membuat decikan yang cukup kuat dari gesekan tubuhmu mereka

“Aah aah aah mmh nghh”
“Ssh mnhh hh ah ah”

.

.

“Jangan pernah melakukannya pada pria lain selain aku” kata Taehyung tegas . Mereka baru saja menyelesaikan hubungan intim tersebut beberapa menit yang lalu

“Arraseo”

“Satu lagi..aku butuh penjelasanmu soal hubunganmu dengan Jimin”

“Ah..soal dia.. mian , awalnya aku menyuruhnya untuk berpura-pura mesra denganku agar kau cemburu . Kau sendiri tahukan kau itu seperti tidak merasa cemburu sedikit pun dan terus bertingkah seperti tidak terjadi apa-apa . Dan itu membuatku kesal!” kata Jina menjelaskan

“Lalu kenapa dia sampai menciummu eoh ?!” tanya Taehyung kesal

“Itu diluar perkiraanku”

“Apa sekarang boleh aku menjelaskan semuanya padamu ?” Kata Taehyung dengan serius

“Aku selama ini bertingkah idiot hanya untuk membuatmu tertawa dan nyaman berada disisiku . Aku bahkan rela melepaskan image cool ku hanya untuk membuatmu tertawa , aku rela dianggap idiot , aneh , alien oleh semua orang dan lagi-lagi itu hanya untukmu . Dan soal rasa cemburu… tentu aku merasakannya , saat kau berada didekat Jimin dan bahkan mencium pipinya membuat tubuhku seperti dibakar kobaran api . Namun aku terus menahannya agar hubungan kita tetap berjalan tanpa ada masalah . Hingga beberapa hari ini aku sudah tidak kuat menahan rasa cemburuku saat melihat kalian berdua berciuman di taman bunga”

“Ka..kau melihatnya ?” tanya Jina terkejut

“Aku selalu mengikutimu Jina-ah , sekedar memastikan kau pulang dengan selamat”

Mendengar setiap penjelasan Taehyung membuat Jina meneteskan airmatanya..
Sadar akan kebodohannya yang meragukan pria yang dia cintai membuat airmata itu semakin deras

“Jangan menangis” Taehyung menarik Jina kedalam dekapannya

“Mianhae Taehyung-ah hiks ..Aku salah . A..aku mencintaimu”

“Aku tahu.. aku juga mencintaimu , sangat mencintaimu” balas Taehyung mencium lembut kening Jina

Fin

WEEEEEES
MAAF YA ITU AKU GAK TAU ISINYA KOK ABSURD GITU?! WKWKWK
GA PANDE AKU BIKIN NC NC :’v
Btw , maaf kalo banyak typo ato ga teratur soalnya untuk pertama kalinya ane ngetik dari hape :’v *prok prok

About fanfictionside

just me

6 thoughts on “FF/ ONESHOT/ [BTS PERVERT] JEALOUS/ BTS-BANGTAN

  1. ANE TUNGGU VERSI JIMINNYA THOR! KUDU CEPET POKONYA! /maksa/

    SUMPAH ANE SUKA BEUT PALAGI LAKI ANE YANG JADI CASTNYA /keringetan/

  2. awwwww jadi taehyung selama ini bertingkah absurd buat bikin gue ngerasa nyaman (?) so switnyaaa, maaf ya kalo ga sopan. kalo nama korea yang ujungnya huruf vokal bukan pake -ah tapi -ya, jina-ya bukan jina-ah. mian yaa aku cuma ngerasa sedikit ga nyaman aja bacanya hehe. anyway keep writinggg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s