FF/ LOVE STORY IN HIGH SCHOOL/ BTS-SJ/pt. 6


poster love story in high sch pt.6

Author                  : Kim Giraffz

Title                       : Love Story in High School CHAPTER 6

Cast                       : BTS

  • Min Yoongi
  • Jaebum GOT7
  • Kim Seok Jin
  • Jeon Jungkook
  • Kim Taehyung
  • Park Jimin
  • Kim Namjoon
  • Jung Hoseok
  • Lee Chorin
  • Jung Minnie
  • Cho Hyora
  • Shin Hyemi
  • Jang Hana
  • Etc

Chapter                                : Length

Genre                  : School life, Romance, Comedy

Support cast : Super Junior member

Genre                                   :School Life, Romance, Comedy
Rating                                   :PG-17 , Teenager
Length                                  :Chaptered
Disclaimer    : cast dalam fanfiction ini adalah milik agensi masing – masing . Cerita ini murni dari otak fangirl gue. So don’t be copy paste.

Summary : “Aku selalu terjebak di antara para pria yang menakutkan. Mereka selalu mencoba masuk kedalam hidupku. Rasa sakit itu terus terbayang di hidupku. Pria selalu menggunakan otot mereka untuk menyelesaikan masalah. Tak tau kah mereka perkelahian membuat masalah semakin rumit.”

Chapter 6.

“Wah kalian begitu serasi”, ucap Chorin menikmatinya.

Jin terus menatap Chorin dengan senyum tebalnya. Sepertinya Jin senang melihat Chorin menikmati lagunya.

Kini Yoongi melihat arah tatapan Jin berada. Yoongi begitu muak.

“Lanjutkan lagu duet kalian” suruh Hyemi pada pada Hyora & Taehyung.

“CUKUP! Suara Taehyung tak cukup bagus! Perukutku hampir sakit mendengarnaya!”, ucap Hyemi cemburu.

“Yoongi kenapa kau diam saja? Aku ingin dengar kau ngerap.

“Ahrgh, tenggorokanku sedang sakit! Aku mendengarkan kalian saja!”

**

Chorin POV

“Aish jinjja..kenapa ruangan ini kenapa terasa panas sekali? Aku melepas blezer yang ku kenakan.Namun Jin oppa memakaikannya kembali.

“Tak baik, pakai saja”,ucapnya.

Aku menjadi canggung. Di tambah lagi Yoongi sunbae menatapku tajam. Aku masih bertanya – tanya kenapa Yoongi sunbae juga ada di sini.

“Ah benar saja. Dia kan cukup dekat dengan Hoseok sunbae. Aku takut Yoongi sunbae tiba – tiba menyuruhku ini itu. Aku tak jadi bahagia malam ini, bisa jadi, menjadi malam menderita bagiku.”

“Chorin……!”

“ Aigoo dia benar – benar memanggilku. Apa yang aku lakukan. Apa di akan menyuruhku di depan teman – teman ku?”
“ Chorin kemarilah.. Bisakah kau menemaniku meminum soju ini? Duduklah di sampingku.”

“MWO?”

Chorin benar – benar menuruti kata – kata Yoongi. Chorin terus melihat teman – temannya bernyanyi, namun otak Chorin berpikir “ apa yang ada di otak Yoongi sekarang?”. Karena sedari tadi Yoongi terus menatap Chorin intens.

 

Chorin POV

“Kemana sih Jin oppa? I need you boy. Yang aku tahu, ia tadi di telpon seseorang dan langsung keluar dari ruang karaoke ini”

“drrrtttr.drtttt… Ponsel ku bergetar di tengah keramaian ruang karaoke ini.

 

<Chorin, kau nanti pulang dengan Taehyung nde. Mianhae, oppa tiba – tiba ada keperluan mendesak >

Pesan itu yang ku baca dari ponsel android ku ini. “From Jin oppa”

“Pesan dari siapa eoh?”, ucap Yoongi penasaran.

“Ini bukan urusan mu sunbae! Memang apa yang aku lakukan, harus aku laporkan pada sunbae?!”

“Kalian berdua kenapa?”, tanya Hoseok heran.

“BUKAN URUSAN MU JUGA SUNBAE!’, ucap Chorin kesal.

Chorin benar – benar pening seketika.

“Minnie aku pamit pulang ya. Terimakasih telah mengundangku. Semua nya ku pamit pulang ya, pamit Chorin lemah.

“Wait Chorin.. biar aku antar”, tawar Taehyung.

**

BRAKK…

Chorin menutup pintu karaoke dengan kasar. Sekarang yang Chorin butuhkan ialah Jin. Chorin begitu kecewa. Jin selalu menghilang dan tak bertanggung jawab. Chorin menyusuri dan berjalan di koridor karaoke yang sepi. Tiba – tiba tangan seseorang menarik tangan Chorin.

“Pulang lah bersama ku!”, tawar Yoongi.

“MEMANG NYA KAU SIAPA?!,” tolak Chorin mentah.

“INI PERINTAH”, kata Yoongi memaksa.

***

Chorin sudah duduk di jok motor sport Yoongi. Yoongi tersenyum penuh kemenangan.

“Berpeganglah”

“TIDAK MAU!”

Chorin mengusap pipi mungilnya. Ternyata butiran air mata telah menetes di pipi cantik Chorin. Chorin tak berniat untuk membalas pesan Jin. Namun di sisi lain, Chorin khawatir apa yang sebenarnya yang terjadi pada Jin. Hingga sedari tadi Chorin sama sekali tak mendengar ucapan Yoongi padanya.

“YAH CHORIN.. APA KAU TULI? Apa kau mau mampir ke kedai soju dulu?”

“Ah itu ide yang bagus sunbae”

“HAH? KAU YAKIN? Baru kali ini kau sependapat dengan majikan mu ini!

“SUDAH LUPAKAN! ANTAR SAJA AKU PULANG!”

“Oh tidak bisa, karena kita telah sampai di kedai soju”, ucap Yoongi puas.

**

“Arghh.. kedai ini..”, ucap Chorin hafal betul. “Hana ada tidak ya?”, ucap Chorin girang.

Yoongi menjadi sangat heran sekali, kenapa Chorin berubah gembira sekali.

*
“Ah Chorin ~ ah. Kau ke sini dengan siapa?”, ucap Hana dengan akrab.

“Dengan sunbae di sekolah baruku. Kenal kan ini Yoongi sunbae”

“Naneun Hana imnida. Silakan duduk”, ucap Hana pada Chorin dan Yoongi.

“Cepat Chorin pesan kan soju untukku”, ucap Yoongi tak sabar dengan gaya memerintahnya.

Chorin mengambil sojunya ke dapur belakang. Mungkin sudah menjadi kebiasannya jika berkunjung ke kedai tempatnya bekerja dulu. Chorin terkejut. Di dapur ada tuan Taeyang. Taeyang adalah pemilik kedai. Yang tentu saja mantan majikan Chorin. Tuan Taeyang juga sama terkejutnya. Taeyang kembali bertemu Chorin, mantan anak buahnya. Tuan Taeyang berdebar. Karena Taeyang sejak dulu sudah menaruh hati pada Chorin.

Chorin merasa canggung dan terasa tak enak sudah lancang memasuki dapur Tuan Taeyang.

“Jeosonghamnida Tuan. Aku memasuki dapur Tuan tanpa izin. Apa kabar?”

“Ah aniya, dapur ini selalu terbuka untukmu Chorin. Kabar ku sangat baik. Kau lanjut sekolah di mana? Apa kabar orang tua mu baik?”

*

“AISHHH..! Kenapa yeoja itu lama sekali? Kenapa dia masuk hingga ke dalam? Apa dia pikir dia pemilik kedai ini?”, ucap Yoongi frustasi.

Terlihat Chorin berjalan keluar dari dapur kedai dengan nampan soju di kedua tangannya. Mata Yoongi seperti di slowmotion. Yoongi seperti di flashback peristiwa di tempat ini 5 bulan yang lalu.

“Yeoja itu dan Chorin adalah orang yang sama?”, tanya Yoongi tak percaya.

“SUNBAE! SUNBAE! SUNBAE! INI soju untukmu!”, ucap Chorin membuyarkan lamunan Yoongi.

“Apa kau pernah bekerja di sini?”, ucap Yoongi to the point.

“Ba-bagaimana sunbae mengetahuinya?”, ucap Chorin terbata.

“Sudah bawa aja kaleng soju ini! Akan ku antar kau pulang!

“Ta-ta-tapi sun-sunbae!”

“INI PERINTAH!”

**

Chorin hanya bisa menelan ludah di kerongkongnnya. Chorin heran dengan perubahan ekspresi Yoongi yang drastis.

Kini perasaan Chorin semakin campur aduk. Chorin harus berususan dengan Jin yang tak bertanggung jawab. Tuan Taeyang yang masih menaruh rasa padanya. Dan Yoongi yang terus mengeluarkan kalimat – kalimat initimidasi pembudakannya.

**

@Gulliver Karaoke

“Sudah larut malam. Mari kita sudahi party kita. Lain kali kami akan sering – sering undang kalian lagi”, ucap Jungkook.

Party perayaan jadian Minnie & Jungkook berakhir.

*

*
@Chorin’s house at morning

“Eomma you know, last night so unpredicable!”

“Please Chorin, jangan ajak eomma berbahasa inggris. Ada apa nak?”

“Kemarin malam, setelah acara dengan teman – teman ku, aku mampir ke kedai Tuan Taeyang.

“Ah jinjja? Apa kau menemui Hana?

“Tentu saja eomma. Tak hanya itu, aku juga bertemu Tuan Taeyang.

“Ah jinjja? Apa kabar Tuan Taeyang? Pasti dia menanyakan mu banyak hal, bukan?

“Aishh…eomma selalu saja begitu. Tuan Taeyang bertanya panjang padaku. Tuan Taeyang

dalam keadaan baik. Dia menanyakiku sekolah dimana dan keadaan appa & eomma. Aku jawab saja apa adanya.

“Ah benar kah? Kalau begitu, cepat kau potong wortel itu! Nanti kau bawa soup yang akan kita masak ini kepada Tuan Taeyang.”

**

Chorin hanya pasrah dan menghela nafas panjangnya. Ini adalah hari Minggu. Namun bukan hari libur bagi Chorin. Setiap hari Minggu, Chorin harus membantu eomma masak besar untuk di jajakan keliling kompleks. Tak hanya itu, kini Chorin harus mengantarkanya ke kedai Tuan Taeyang. Chorin belum siap bertemu Tuan Taeyang kembali. Di tambah Chorin melihat tatapan Tuan Taeyang semalam.

Chorin pun mengirim pesan ke Hana.

<Hana, aku akan ke sana. Kau ada kan? 10 menit lagi aku sampai>

<Ah jinjja? Mianhae… hari ini aku libur. Ada yang penting?>

<ah tak apa… aku hanya ingin mengantar makanan saja>

< Baiklah, kau serahkan saja pada Tuan Taeyang. Ia akhir – akhir ini selalu berjaga di kedai>

<Baiklah nikmati hari liburmu, Hana>

“Aigoo~ bagaimana ini tidak ada alasan untuk menemui Hana saja! Nanti Tuan Taeyang semakin berharap padaku”

=FLASHBACK=

Tin..tin…

Brakkkkk…

Keranjang belanjaan terpental dan tertindas ban mobil. Beruntung korban terpental tidak begitu jauh. Korban pingsan, darah mengucur di pelipisnya. Penabrak melarikan diri. Seorang pemuda keluar dari mobilnya dan segera menolong korban yang sudah cukup mengeluarkan banyak darah.

“Terimakasih atas segela pertolonganmu oppa”. “Bagaimana aku bisa membalas jasa karena oppa telah menyelamatkan nyawa eommaku”

“Kau butuh pekerjaan?”

Tuan Taeyang adalah penyelamat Ibu Chorin. Kecelakaan itu sekitar 7 bulan yang lalu. Chorin membalas jasa Tuan Taeyang dengan cara Chorin bekerja di kedai soju milik Taeyang. Di bayar perbulan tentunya. Perlakuan Tuan Taeyang sangat baik pada Chorin. Karena Taeyang menaruh perasaan pada Chorin.

*

*

*

MONDAY at Hannyoung High School

Seperti sebuah scene yang sangat menarik. Para siswa Hannyoung memasuki sekolah mereka. Siluet cahaya sang surya menambah indah potret pagi itu.

Chorin, Hyemi, Hyora, Yoongi, Taehyung, Namjoon terpaku di tempatnya berdiri. Mereka asyik dengan otak mereka masing – masing. Jimin hanya terpaku dan memandang mereka satu per satu. Sepertinya hanya Jimin saja yang dapat bergerak.

Ternyata para yeoja & para namja sedang sibuk dengan dunia flashback mereka.

=FLASHBACK’S CHORIN=

“Bisakah kau bekerja di sisni saja? Terserah kau saja yang akan mengatur waktunya. Aku sungguh kelhilangan mu”

Chorin bimbang. Chorin belum dapat menjawab pertanyaan Tuan Taeyang. Memang benar, Chorin telah berhutang nyawa penyelamat untuk Ibunya. Apa yang harus Chorin lakukan? Apa Chorin terus memberi harapan palsu kepada Tuan Taeyang? Di tambah lagi, Chorin sudah lelah dengan tugas dan kegiatan sekolah. Apa ia harus kerja malam? Di sisi lain Chorin membutuhkan uang untuk membantu beban Ibu Chorin.

=FLASHBACK’S HYEMI=

Sepulang karaoke Sabtu kemarin, Hyemi tak menyangka jika Taehyung menariknya ke tempat sepi. Htemi tak siap untuk “itu”. Namun ternyata Taehyung hanya mengajak Hyemi pulang bersama. Padahal Hyemi berharap lebih dari itu. Hyemi berharap Taehyung mengungkapkan perasaannya.

=FLASHBACK’S TAEHYUNG=

Taehyung terlihat gelisah. Ia sepertinya sedang merencanalan sesuatu seusai karaokean. Taehyung mengajak Hyemi ke tempat sepi. Taehyung berharap di tempat sepi itu, ia dapat mengucapkannya dengan lancar. Namun kenyataan berkata lain. Taehyung tak cukup nyali mengatakannya sesaat melihat sorot mata Hyemi di kegelapan.

Taehyung mengela nafas menyesal. Taehyung hanya berucap “ayo pulang bersama”.

Hoseok & Hyora saling menatap tajam.

 

=HOSEOK’S FLASHBACK=

Hoseok merasa iba melihat Hyora berjalan sendiri untuk pulang setelah karaokean bersama.

“Naiklah ke motor ku!”

“Tidak perlu sunbae! Aku bisa pulang sendiri”

Hoseok menyesal niat baiknya di tolak mentah – mentah oleh Hyora. Hoseok mendengus tak percaya.

=HYORA’S FLASHBACK=

Kemarin Sabtu Hoseok sunbae menawarkan diri untuk mengantarkan ku pulang.

Ihhh… enak saja. Ku tolak langsung saja. Aku masih kesal dengannya.

Bak di sinetron – sinetron sekarang mata Yoongi sedang di zoom shooting oleh cameraman. Yoongi menatap tajam Chorin.

Yoongi masih tak percaya jika Chorin pernah bekerja di kedai soju Janus langganannya.

Sementara Jimin lebih terlihat seperti orang bodoh yang tak mengetahui apapun. Jimin berusaha membaca raut muka dan isi pikiran orang – orang di hadapannya. Namun jimin tak berhasil. Jimin mengeleng – gelengkan kepalanya berkali – kali karena tak percaya dengan yang sedang terjadi pagi ini.

**

Bel masuk Hannyoung berbunyi.

Seketika itu waktu seperti berjalan kembali. Para siswa Hannyoung berjalan dan menuju kelas masing – masing.

Noon lesson SKIP>>>>

@Ektrakulikuler basket

“Kenapa Jin tidak ada? “, ucap Minho saat mengabsen murid – murid nya di kelas VIII E.

“Jin tidak masuk sekolah hari ini pelatih”, jawab salah seorang murid.

“Apa dia tidak tau seminggu lagi kita sudah akan melaju ke babak kualaifikasi turnamen?”

*

@Ekskul dance

Semua berlatih dengan semangat. Hyora dan Hyemi mengikuti kemana tubuhnya bergerak. Tubuh Hyora & Hyemi begitu luwes mengikuti irama musik. Beda dengan Taehyung. Ia agak lesu. Taehyung mengingat kejadian kemarin malam. Taehyung begitu bodoh dan tidak gentleman. Taehyung sebenarnya ingin mengungkapkan perasaannya pada Hyemi. Namun nyali Taehyung tak cukup mengutarkannya.

“Taehyung kenapa kau lemas sekali?”, senggol Hyora pada Taehyung yang termenung..

“ah…aniya… aku hanya lelah saja”, jawab Taehyung asal.

“Ah jinjja?? Ya sudah,,,kau istarahat dulu’, jawab Hyora.

Sementara Hyemi juga lesu. Hyemi terduduk di pojok ruang dance. Hyemi melihat Hyora & Taehyung bercakap – cakap.

“Hyemi, aku beli minum dulu ya”, pamit Hyora.

“Nde..”, jawab Hyemi lesu.

**

Hyora melangkahkan kakinya menuju kantin. Hyora hendak membeli minum. Hyora berjalan sambil bersenandung. Hyora berbelok.

Bruaggg…

Hyora bertubrukan dengan seorang namja. Dia adalah Hoseok sunbae.

“Ah~ mi-mian su-sunbae”, pinta Hyora.

“Hmmm…tak-tak apa”, jawab Hoseok terbata.

Jantung Hoseok malah berdegup kencang. Hoseok menelan ludah dengan berat. Hoseok melihat pakaian Hyora dengan penuh hasrat. Hyora hanya memaki celana hot pants dan kasos tipis tanpa lengan. Hoseok sampai tak berkedip. Sedangkan Hyora masih membersihkan pahanya yang sedikit kotor.

“sunbae..kau melihat apa? BANTU AKU BANGUN!!”, ucap Hyora kesal.

“AH..Aniya… kajja ireona!

Hoseok menarik tangan Hyora.

“Gomawoyo”, ucap Hyora pelan.

Hyora segera melesat ke kantin.

**

Waktu begitu cepat berjalan di sekolah elit ini. Namun berlangsung lama bagi Chorin. Ia di tinggal kekasihnya. Kim Seok Jin ke Jepang. Ya ke Jepang. Chorin cukup terkejut dengan berita satu minggu yang lalu. Jin tidak berpamitan langsung dengan Chorin.

Jin langsung melesat pergi ketika anak – anak sedang berkaraoke bersama. Menyakitkan memang. Itulah yang di rasakan Chorin.

“Hoy CHORIN!”, Minnie mengagetkan Chorin yang tengah melamun.

“Aigooo… jantungku terasa akan merosot saja!”, Jawab Chorin kesal.

“Jangan baper , setelah kau di tinggal Jin oppa. Lihat di sudut sana, dari tadi Yoongi oppa menatap sangat seduktif kepada dirimu”, ucap Minnie.

“MWO??!”

Yoongi hanya memberi tatapan tajam pada Chorin serta smirk khas Yoongi.

“SUNBAE! Apa kau tak bosan mengangguku? Masa menjadi budakku telah usai”, ucap Chorin setengah berteriak pada Yoongi.

“Masa itu tak akan pernah usai” karena singa jantan yang telah di gigit oleh kancil betina adalah hal yang sangat menyakitkan! Kau harus menebus sampai hatiku benar – benar lepas menerima semua perbuatan mu padaku.

“AKU TIDAK AKAN LAGI BERURUSAN DENGAN MU SUNBAE!”

“Kancil betina mengigit singa jantan adalah keberhasilan. Itu lah aku. Bahkan aku bisa lebih dari sekedar mengigit. Aku bisa menjerat, melumpuhkan, bahkan membunuh mu SUNBAE!”, teriak Chorin memantang.

“Sudah…Chorin, kajja kita pergi”, lerai Minnie.

Minnie menjadi saksi bendera peperangan ke-2 akan berkibar lagi.

**

Sore ini club dancer GR untuk final basketball senior high school competition. Termasuk Chorin, Hyemi, & Hyora yang akan tampil di pembukaan acara final itu.

Chorin begitu percaya diri untuk hari esok. Dengan kelincahan yang di miliki Chorin tentunya. Namun tidak begitu dengan Hyora & Hyemi. Hyora & Hyemi masih begitu gugup untuk hari esok. Padahal Hyora & Hyemi sudah hafal dengan koreonya.

**

Sedangkan tim basket Hannyoung sudah di pastikan masuk final 1 minggu yang lalu. Hannyoung melaju ke final karena mampu mengalahkan 2 sekolah yang belum sepadan.

Tim basket sore ini hanya pemanasan ringan dan masukan moril serta semangat saja. Minho seosangnim memilih Yoongi menjadi kapten Hannyong. Yoongi cukup diandalkan untuk memimpin timnya.

**

FINAL BASKET COMPETITION

 

Riuh penonton memenuhi gelanggang olah raga yang terletak di pusat Seoul. Di sekolah elit I Korea akan menampilkan tim basket terbaiknya. Hannyoung School vs Kirin School.

Di luar gelanggang pun sama. Area parkir di penuhi mobil bermerk kelas tinggi dan motor – motor sport.

Mungkin orang awam akan bertanya “ sungguh ini pertandingan basket sekelas senior high school atau pertandingan Barcelona vs Real Madrid?”

Kau juga akan membayangkannya bukan?

Tim dancer dan tim baket Hannyoung berada dalam 1 ruangan. Donghae seosangnim selaku pelatih dancer dan Minho seosangnim memimpin anak – anak untuk berdoa. Agar pertandingan berjalan lancar dan mereka bia memberikan yang terbaik untuk Hannyoung.

**

“club dancer, berikan pembukaan pertandingan final ini dengan bakat dance kalian. Tampilkan usaha kalian setelah berminggu – minggu latihan. Dan terus berikan semangat dan energi menari kalian.”

“siap seosangnim”

“Mari berdoa bersama untuk kesuksesan Hannyoung’

Di saat moment yang khusyuk itu, Yoongi menahan tawa. Yoongi melihat Chorin komat – kamit dalam doanya.

“wanita itu sungguh tak berguna”, batin Yoongi.

“Selamat datang di final SHS Basketball competition”.

Hannyoung vs Kirin. Mari kita nikmati pertandingan ini dan junjung supportivitas. Tim dancer Hannyoung akan tampil membuka acara bergengsi ini. Karena mereka adalah sang juara bertahan.

Bagaimana ini Chorin, aku gugup sekali. Rasanya aku mau kencing di celana, perutku mules, dan rasakan tanganku dingin sekali”, curhat Hyora.

“Kita pasti bisa Hyora”, ucap Chorin memberi semangat.

Musik opening competition sudah di play. Saat itulah Team Hannyoung dan team Kirin masuk ke dalam area lapangan. Riuh penonton terasa sesak memenuhi gelanggang ini.

Chorin dan kawan – kawan begitu mengagumkan. Gerakan mereka begitu kompak serta energic. Seirama dengan beat musik yang cepat.

Hingga Hyora lupa dimana ia sedang meanari sekarang. Hyora sungguh enjoy dengan gerakannya. Begitu pula dengan Hyemi ia terus tersenyum genit pada auidience yang melihatnya. Chorin tak perlu di pertanyakan. Chorin mengeluarkan seluruh keseksiannya.

Yoongi yang bediri di pinggir lapangan bahkan hampir meneteskan air liurnya.

“Hey, boy usap air liur mu itu!”, ledek Eunhyuk.

Benar. Sungguh. Yoongi baru kali ini melihat club dancer tampil seperti ini. Tentunya saraf mesum Yoongi bekerja keras saat ini.

*

Di seberang lapangan, lebih tepatnya Kirin School terdapat sepasang mata menatap tajam pada barisan central dancer Hannyoung. Pria Kirin itu, menatap penuh seribu arti pada Chorin. Ya..Chorin.

Tatapan rinu, dendam, benci, menyesal, bahkan tatapan nafsu menjadi satu sorotan mata yang menakutkan.

**

Pertandingan yang di tunggu seantero Korea pun telah di mulai. Wasit melempar bola ke atas pertanda bola itu akan di perebutkan oleh kedua kubu. Hannyoung berjersey biru. Kirin berjersey merah.

“Sungguh final ideal”, ucap MC. Quarter ke-2 skor 35-37. Tim Kirin unggul 2 poin.

Di pinggir lapangan team dancer masing – masing kubu berteriak kompak untuk memberi dukungannya.

“Min Yoongi! Min Yoongi”, teriak Eunye memberi semangat. Semua wanita akan meneriakkan idola tampan mereka masing – masing. Namun tidak dengan Chorin. Keringat dingin dan terasa gugup yang sedang Chorin rasakan.

Chorin menyaksikan mantan kekasihnya bertanding. Chorin melihat mantan kekasihnya setelah 2 tahun tak pernah bertatap muka. Chorin rasanya ingin segera menjauh dari pusat lapangan itu. Chorin enggan betul melihat mantan kekasihnya.

Chorin memang sedari awal sudah menyadari tatapan mantan kekasihnya sejak Chorin memasuki gelanggang ini.

“Aku sungguh muak dengan namja itu”, ucap Chorin.

=Flashback 2 years ago=

“Chorin , hari ini kita putus! Kau yeoja yang tak ada gunanya lagu bagi ku kau tak sekaya, tak secantik, dan tak seseksi seperti di awal kita bertemu”.

“MWO?? Kau pasti bercanda kan honey? Ini kan April mop”, ucap Chorin yakin.

“ANI! I’m so seriuos! Kita putus!”

“ANI…JINJJA??”

Jaebum memutuskan Chorin tanpa perasaan sedikitpun. Cara itu sangat brengsek bagi Chorin. Chorin telah mecintai Jaebum sepenuh hati. Apa yang dimiliki Chorin, dimiliki Jaebum pula. Apa yang Jaebum minta, Chorin akan memberinya.

Setelah keluarga Chorin bangkrut. Jaebum membuang Chorin begitu saja

=Flashback end=

“Nappeun namja”, ucap Chorin meremas rok pendeknya. Ternyata nappeun namja itu benar – benar di Kirin ya? Setelah Chorin mengetahuinya kemenangan adalah harga mati bagi Hannyoung.

 

 

Flashback a week ago.

Chorin berada di toilet sekolah. Tiba – tiba ponsel Chorin bergetar.

<Honey, 1 minggu lagi dukung aku I final shs basketball competiotion, nde. I still loving you.>

Chorin sungguh tak menggubris pesan singkat itu. Chorin pikir itu adalah pesan nyasar Hoseok oppa ke Hyora. Karena dahulu Hyora pernah berkirim pesan ke Hoseok menggunakan ponsel Chorin.

Flashback end=

“Ternyata pesan itu dari Jaebum oppa”, ucap Chorin pelan.

Dug… dug… Blug.. blug…

Suara pantulan bola basket mengelinding ke luar lapangan. Dan mendekat ke kaki mulus Chorin. Chorin yang sedari tadi tak sadar 100% masih lambat untuk menyadarinya.

Tangan namja kekar mencoba mengambil bola basket itu.

“Jangan terpesona melihat ku honey”, kedipan mata Jaebum mengiringi kalimat menggoda itu.

“Jika aku menang dalam pertandingan ini, aku akan menciummu honey”

“MWO!!?”, ucap Chorin mengangga.

Yoongi POV

“Jangan terpesona melihatku honey”

“Jika aku menang dalam pertandingan ini, aku akan menciummu honey”

“Apa aku tak salah dengar??

Menjijikan sekali! Percaya diri sekali kapten Kirin itu. Menggoda Chorin??

Aishhh… aku harus memenangkan pertandingan ini.

**

Quarter ke – 4. Tim Kirin semakin menjasuh. Skor 60 – 68.

Kecemasan Chorin semakin menjadi. Bagaimana kalau Hannyoung benar – benar kalah? Apa hal itu akan terjadi?? Jaebum adalah pria pemaksa.

=Flashback=

“Chorin, kita kan sudah 2 bulan berpacaran. Apa aku boleh bertindak lebih jauh padamu?

“Maksud oppa?”

Chupppp

Jaebum mencium Chorin.

“O-opp-oppa… ja-jang-jangan. Kita tak patut melakukan itu di toilet sekolah”

“Jadi kau ingin melakukannya lebih di ranjang , honey?

“bukan beg-begiut”

Chupp

Jaebum kembali mencium bibir mungil Chorin. Jaebum menekan lebih dalam tengkuk belakang Chorin. Chorin berusaha menolak. Namun tenaga dan tangan Jaebum mengalahkannya.

=Flshback end=

“ANI…ANI…ANI”

“ANDWAE..ANDWAE..ANDWAE…”, ucap Chorin geleng – geleng.

Chorin tak mau hal seperti itu terjadi di kehidupannya. “Ciuman paksa di masa remaja”.

**

Pertandingan kurang 1 menit lagi. Kini skor imbang 70 – 70. Terjadi perebutan di lapangan tengah.

Penonton menatap tak percaya.

“Brengsek”, umpat Yoongi..

Wasit memberi peringatan pelanggaran pada Jaebum. Jaebum hanya menerima kartu itu dengan smirk evilnya.

Yoongi team pun ke ring Kirin untuk memasukan 2 angka. Seketika gelanggang seperti di slow motion dan tertuju pada bola basket itu saja.

“Yah…” teriakan kecewa dari pendukung Hannyoung.

“serangan balik”.” Ucap Jaebum lantang.

Dan BUMB!!!

Bola basket berhasil masuk ke ring Hannyoung. Dan 2 detik kemudian pluit panjang wasit berbunyi. Skor akhir 70 – 72 untuk kemenangan Kirin.

Hannyoung tak percaya dengan ini semua. Pendukung Hannyoung rasanya ingin nangis darah.

“Kita gagal mempertahankan gelar, mianhae”, ucap Yoongi seketika.

Hannyoung tertunduk. Kontrans dengan Kirin. Kirin tersenyum bangga dengan kemenangnnya tak terduga ini.

Penonton berteriak “JAEBUM. JAEBUM. JAEBUM”

Jaebum menjadi besar kepala, berteriak – teriak ke pinggir lapangan dengan angkuh. Jaebum berjalan mendekat ke arah Chorin dengan smirk nya.

Jaebum meraih tangan Chorin dengan cekatan mencium tangan Chorin.

“Setelah ini, temui aku”, ucap Jaebum percaya diri.

“MWO!!?? Kau pikir siapa DIRIMU!??”, ucap Chorin berteriak. Karena setelah mencium tangan Chorin, Jaebum, melenggang begitu saja.

Penyerahan piala kemenangan Kirin School diliput oleh bebagai media di korea. Jaebum dkk tersenyum sumringah dengan menjunjung piala kemenangan itu.

**

Sedangkan Hannyoung di ruang ganti, sungguh tak percaya dengan kekalahan tipis mereka. Yoongi mengganti baju yang penuh keringat dengan kasar.

“Gwenchana, kalian sudah all out. Mungkin ini sudah yang terbaik!”, ucap Minho seosangnim.

“Mari kita supportive dan mari beri selamat untuk Kirin’, ucap Donghae seosangnim menimpali.

Tim basket dan tim dancer Hannyoing keluar dari ruang ganti dan berjabat tangan memberi selamat pada Kirin.

“arghhhh”, teriak Chorin keras.

Jaebum menjabat keras tangan Chorin. Yoongi yang ada di depan Chorin sedikit menoleh apa yang sedang terjadi.

“Mereka lagi… menjijikan “, gumam Yoongi pelan.

“LEPASKAN!”, ucap Chorin pada Jaebum.

Jaebum pun melepaskan tangan lembut nan mungil milik Chorin. Sebetulnya Jaebum tidak dapat menahan rindu pada Chorin. Namun Jaebum mencoba melepas tangan Chorin untuk saat ini saja.

Karena di belakang Chorin masih banyak yang mengantri mengucap selamat untuk Jaebum.

***

1 jam setelah pertandingan usai, gelanggang olah raga mulai sepi. Hanya atribut supporter, sampah snack & minuman yang terlihat di gelanggang Seoul.

“Kembalilah padaku”

“Kembalilah padaku Chorin”, ucap Jaebum di area parkir gelanggang.

“NO WAY!!”, ucap lantang Chorin menolak.

Yoongi POV

“Pertandingan yang sangat melelahkan. Hannyoung juga kalah. Tambah sudah kelelahan ini”

Teman – teman sudah pergi sepuluh menit yang lalu. Tapi aku msih membereskan baju dan merileks kan kaki ku. Kaki ku tadi yang sempat di langgar oleh lawan.

“kurasa ini sudah cukup, aku akan pulang”. Aku berangkat ke sini dengan motor sport ku, tentu saja aku akan pulang dengannya juga. Ckkk”, tawaku konyol.

“Kembalilah padaku Chorin”

Aku mendengar kalimat permohonan itu dengan jelas. Ku behentikan langkah kakiku yang sedikit tertatih ini. Ku hentikan ayunan bola basket di dalam keranjang khusus ini.

“NO WAY!”

Kalimat itu yang aku dengar setelahnya. Aku kenal pemilik suara itu. Suara yang mungil namun terdengar keras dan tegas. Ku pasang mata tajam milikku dan terus menguping.

‘Tsckkkkk”, decak Yoongi meremehkan.

“Jaebum jebal… lepaskan aku… jangan ganggu aku lagi… cukup! kau adalah masa lalu yang pahit untukku”, isak Chorin.

“PAHIT HONEY? Kau dulu menikmatinya.”

“NEVER! Aku harus pergi sekarang oppa!”

“TIDAK BISA, Kau harus bersamaku honey”

Bugh….

Tangan pria berkulit putih memukul keras rahang pria bertindik di telinga kirinya.

*to be continue*

Bla…bla….

Cinta masa lalu Chorin terkuak lagi. Kenapa Chorin selalu di kelilingi nappeun namja(kecuali Jin oppa). Chorin begitu tegar dan terkesan masa bodo dengan itu. Chorin cenderung ingin melangkah kedepan..

Ada Jin, Yoongi, Jaebum. Chorin milih siapa ya???

Gimana kelanjutannya?? Tinggal 1 chapter lagi kok. Habis itu end…

So please stay tune ya..

Keep comment buat ff abal – abal ini..

Gamsahamnida…(Peluk Jin)

Bye…bye…

About fanfictionside

just me

3 thoughts on “FF/ LOVE STORY IN HIGH SCHOOL/ BTS-SJ/pt. 6

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s