FF/ YOUNGEST BOYFRIEND? NO PROBLEM!/ BANGTAN-BTS/ pt. 7 END


POSTER! YBNP

YOUNGEST BOYFRIEND? NO PROBLEM! PART 7 (FINAL)

Author: DJ

Cast:

Kim Seyeon (OC)

Jeon Jeongguk (BTS)

Kim Taehyung (BTS)

Kwon Sunmi (OC)

Choi Minra (OC)

Other

Genre: Romance.

Rating: 18+

A/N:

PURE DARI PIKIRAN!! Panjang dan tak terkira! Warning! lol

Author POV:

**Bandara Incheon**

Seyeon tak henti-hentinya memegang hp dan terus menghubungi Jeongguk. Hingga keberangkatannya telah diumumkan lewat speaker. Seyeon menghiraukan speaker itu berbicara dan terus menghubungi Jeongguk.

“Jeon Jeongguk..apa terjadi sesuatu?” batinnya sambil terus menerus menelfon pacarnya itu gelisah.

Ia menghela nafasnya panjang dan melihat pantulan dirinya di kaca. Berulang kali dia mengusap matanya dan juga menggelengkan kepalanya. Dilihatnya pantulan dirinya dan seseorang disebelahnya. Tak asing lagi baginya. Jeongguk, sedang tersenyum manis padanya.

Refleks, Seyeon menoleh ke belakang. Tidak ada siapa-siapa. Kembali ia menatap ke pantulan dirinya. Menghilang.

Seyeon menggigit kukunya. Seperti kebingungan.

“pasti terjadi sesuatu” gumamnya cemas. Seyeon langsung memegang kopernya dan langsung berlari keluar bandara. Menghentikan taksi yang ada didepan matanya. Tak ada yang berhenti.

Pip pip pip pip

 

Sebuah sms masuk. Langsung, Seyeon membuka sms itu. Beberapa menit kemudian, ia terduduk kebawah. Menutup mulutnya dan menahan tangis.

Seyeon tertunduk dan perlahan mengalir deras air matanya.

“Jeongguk……sayang nuna” isaknya. Ia langsung berdiri dan mencari taksi seperti orang gila.

“YAAA TAKSIIII!!!!” dia berteriak hingga suaranya hampir habis. Dan juga air matanya terus mengalir.

“Seoul Hospital”

 

Ruang ICU

Suara-suara alat medis mengerikan bergema diruangan ICU. Tak terkecuali untuk seseorang yang baru saja masuk ini.

Wajah tampan. Dengan memar di bagian pipi dan kepala. Oksigen yang menutupi mulut yang mungil dan hidung mancungnya.

Tertidur dengan tenang. Seperti tidak ada yang terjadi.

Mungkin karena suasana disini, tak lama, jemarinya bergerak pelan.

“Hng…” Perlahan membuka matanya.

“akhirnya ini bocah bangun juga” tanya seseorang sedikit cemas dan juga suara tak asing lagi, Sunmi.

“hm”jawabnya pelan

“kau tak apa-apa?”

“mungkin… nuna kenapa disini?” Jeongguk sambil memegangi kepalanya dan meringis kesakitan.

“tadi untung saja aku lewat dimana kamu kecelakaan tadi! Zzzzz”

“oh…”

“kamu ini bodoh” ujarnya sambil melipatkan kedua tangannya

“wae?”

“kau tahu? Seyeon cemas dan sekarang dia di perjalanan kesini dan membatalkan kepergiannya ke Jepang”

“apa?” suara Jeongguk agak sedikit meninggi. Terkejut. Kembali dia meringis kesakitan.

“Aw” kembali memegangi kepalanya.

“apa perlu aku panggilkan dokter?” tanya Sunmi.

“tidak usah. Aku akan sembuh kalau sudah melihat Seyeon nuna”

Rasanya Sunmi ingin menjittak kepala bocah didepannya ini. Yah tetapi tak tega. Sunmi mengurungkan niatnya.

Kring kring

Sunmi mengambil hp-nya dan menghela nafas. Ia menunjukkan layar hp nya ke Jeongguk.

Calling:

Seyeonnie.

Ia menerimanya.

[halo?? Hhh di…dimananya?]

“di ICU, yeon”

[“APA? ICU? Sebegitu parahnya? Ya ampun] terdengar suara serak Seyeon yang hampir menangis diikuti nafasnya yang ngos-ngosan.

Diliriknya Jeongguk. Jeongguk tertidur kembali, mungkin karena obatnya.

“dasar bocah..”gumam Sunmi menatapnya.

Sunmi langsung beranjak dari tempatnya dan menuju keluar kamar ICU.

“Seyeon!” panggilnya.

“Ah!” Seyeon melambai.

“Kau….benar-benar….meninggalkan semuanya demi bocah ini?” Sunmi menggelengkan kepalanya dengan rasa takjub?

“itu tak penting sunmi yahhhh, dimana dia?” Sembari Seyeon sedang membenarkan rambut dan bajunya.

“Ini masuklah dan pakai ini” Sunmi memberikan baju steril kepada Seyeon.

“Apa….separah itukah?” Seyeon menggigit bibirnya dan terduduk ke lantai mungkin karena faktor kelelahan dan ketakutan menjadi satu.

“cih, parah? Kau lihat saja sendiri” Sunmi memegangi koper Seyeon dan mendorongnhya masuk.

Seyeon POV

Baiklah. Aku telah disampingnya.

Di samping pacar kecilku yang terbaring lemah dan jarum ditangannya,

Sejujurnya aku sangat tidak suka dengan jarum suntik ataupun rumah sakit. Ya, masa kecil yang tak terelakkan. Di zaman-zaman imunisasi maksudku. Sangat mengerikan.

/abaikan/

Aku mengelus rambutnya perlahan-lahan. Kembali, air mataku menetes.

“Nuna merindukanmu….” aku mengelus pipi lembutnya yang masih tertidur. Dan teringat kembali perkataannya.

flashback

“noona…kuliah di luar Korea, apa yang akan kau lakukan?”

“noona menyembunyikan sesuatu dariku kan?”

“ah…tidak…tidak….noona hanya mau bertanya…”

“jika noona kuliah di luar Korea ya?hm..”

“bagaimana?”

“mungkin, aku akan melarang noona.”

“benarkan feelingku, inilah alasannya aku terus merindukan noona!”

 

Flashback end

Seyeon POV end

 

Author POV

Sunmi terus mondar-mandir di depan ruang ICU. Dia tak tahu mau apa lebih tepatnya, BOSAN? Okay, dia sekarang berpikir akan menelfon Taehyung. Tapi disaat ia ingin mengambil hp-nya……

 

Kringggg…

Sunmi mengecek hp-nya dan terkejut melihat siapa yang menelponnya ini.

“taehyung….” gumamnya dan langsung membenarkan rambut dan bibirnya. Tunggu, kenapa aku begini padahal dia cuma menelfon biasa, pikir Sunmi

“halo?”

“haloo taehyung” Sunmi menjawabnya dengan semangat!

“pacar Seyeon kecelakaan?”

“iya….hm, kau tau dari mana?”

“beritanya sudah menyebar di SNS”

“ooh…Minra?”

“dia? Sedang otw kesana. Kau masih di rs?”

“cih, aku harus mencegat bocah jelek itu demi Seyeon” desis Sunmi

“hey? Sunmi?”

 

“ah iya iya? Iya aku masih di rs”

“hum…baiklah”

“kau tak kesini?”

“eh…tidak…..untuk apa aku kesana? Menjenguk rivalku? haha”
DEG

Sunmi terdiam. Dia beranggapan kalo Taehyung masih menyukai Seyeon. Bagaimana tidak, Taehyung mengatakan Jeongguk “rivalnya”.

Sunmi tersenyum pait, “oh…baiklah”

“sudah ya? Bye”

 

Taehyung POV

Aku mematikan telfonku. Aku bertanya-tanya, kenapa aku melakukan hal itu? Maksudnya mengatakan pada orang yang suka padaku dan juga aku sekarang suka padanya. Rival? Jeon Jeongguk? Iya, dulunya, tapi sekarang tidak.

Aku mengacak-acak rambutku dan merutuki perbuatan yang telah kulakukan itu.

“Aku harus bagaimana sekarang? Bodoh kamu, tuan Kim”

Terlintas dipikiranku. Dulu sampai sekarang aku telah gagal memiliki Kim Seyeon. Dan sekarang seseorang menyukaiku dan juga tiba-tiba saja aku menyukainya dengan sendiri.

Aku mengepalkan tanganku. “yang ini, jangan sampai hilang dari genggamanku”

Aku berlari mengambil mantelku dan pergi menuju Rumah Sakit.

Sesampainya, aku terus menelfon Sunmi. Tapi hasilnya nihil, tak diangkat. Aku sangat kesal padanya dan terlebih lagi aku kesal pada diriku ini. Aku berjanji akan mengelilingi Rumah Sakit ini beberapa kali kalo saja aku tak bertemu dengannya.

Disaat aku ingin mencari ke arah UGD, suara seseorang yang sangat kukenal. Gayanya sangat familiar. Dan juga, sedang beradu teriak dengan….baiklah, bocah ini lagi.

Aku pun bergabung dengan mereka.

Taehyung POV end

 

 

Dari kejauhan, seseorang berlari-lari seperti orang gila dan melirik ke kanan-kiri. Sampailah dia di Nurse Station. Sunmi menyipitkan matanya. Yah, ternyata sasaeng nya Jeongguk telah datang. Minra.

“suster…sus….”

“iya?”

“Jeon….”

“Ah… Tuan Jeon Jeongguk?”

“i..iyaaaa…dimana pacarku itu?”

“pacar? Bukannya…” suster tersebut belum selesai berbicara dan sudah ada yg memukul Minra dengan kasar.

PLETAK

“AAAWWW” Minra memegangi kepalanya yang dirasanya telah ada yg memukulnya. Dia berbalik ke belakang.

“apa? PACAR katamu?” Desis Sunmi. Tak lama, Taehyung muncul ditengah-tengah mereka. Yah, Taehyung seperti tak dianggap.

“IYA! Pacarrrr”

“eh bocah! Lupakan Jeongguk segera dan temukan penggantinya!”

“kenapa?” balasnya dengan sok.

“kau masih bertanya? Dia sudah punya pacar, bocah. Dan pacarnya itu SAHABATku!”

Ketika ingin menjitak kepala Minra, justru Sunmi dibawa pergi Taehyung.

“aw!! YAA taehyung? Mau kemana?” tanya Sunmi

“kemana saja”

“kenapa kamu kesini? Katanya kamu tak mau menjenguk rivalmu?” tanyanya lagi.

Taehyung berhenti dan otomatis juga langkah Sunmi terhenti.

“Sunmi”

“kenapa? Apa aku salah?”

“apa kamu akan percaya? Kalo aku mencarimu kesini?”

“hah?”

“aku suka padamu” kata Taehyung to the point.

Kata-kata itu yang sangat ditunggu-tunggu oleh Sunmi. Wajahnya memerah. Matanya hanya bisa berkedip dan tangannya menutup mulutnya agar tak berteriak kesenangan/? Taehyung juga menggigit bibirnya dan merasa sangat malu. Ia terus membenarkan rambutnya untuk mengalihkan pembicaraan. Sunmi tersenyum, begitupun Taehyung, tersenyum “nakal”.

Sementara itu,

“noona” Jeongguk yang telah sadar dan melihat noona kesayangannya itu tertidur disebelahnya sembari memegangi tangannya.

Dielusnya rambut coklat noonanya itu perlahan.

“kenapa aku tak bisa jauh dari noona, huh? Apa aku terlalu manja atau terlalu sayang?”

“hngggg..” perlahan Seyeon membuka matanya dan merasa ada yang mengelus rambut panjangnya itu…

“kookie?” betapa terkejutnya Seyeon melihat pacar kecilnya itu membuka matanya dengan luka memar disekitaar mukanya itu

“hm…” Jeongguk mengerjapkan matanya. Berusaha memfokuskan penglihatannya. Dan menoleh ke arah Seyeon.

“i’m sorry, nuna”

“untuk apa?”

“coz of me, kau tak jadi ke Tokyo” Jeongguk sedikit mempoutkan bibirnya.

“it’s okay….nuna akan pergi lusa…”

Cih…kukira nuna tidak jadi pergi tapi ternyata masih. Pikir kookie.

“hm…”

“kamu tak suka ?”

“maksud nuna?”

“nuna kuliah di Tokyo…kamu tak suka, eoh?”

Jeongguk menggelengkan kepalanya dengan polosnya. Seyeon menanggapinya dengan senyuman kecil.

“setahun lagi. Susul nuna bisa kan?” Seyeon mengelus rambut Jeongguk dengan lembut.

Jeongguk hanya menatap lurus ke Noona-nya itu, tak berkedip.

“Nuna” panggilnya.

“hm?” panggilan itu menghentikan aktifitas elusan Seyeon ke Jeongguk/?

“ini.” Jeongguk memegangi bibirnya.

“kenapa?” Seyeon tak mengerti maksud Jeongguk.

Jeongguk menyipitkan matanya. “nuna sengaja tak peka?”

Seyeon bingung apa yang dimaksud oleh Jeongguk dan terlihat seperti berpikir.

“2 kali”

“eoh?” Seyeon menggaruk kepalanya dan bingung.

kisseu” jawab Jeongguk pelan dan terlihat sexy?

Seyeon terkejut refleks dan menelan air salivanya, yang berusaha turun dan menyangkut/?

“Hm” Jeongguk menatap tajam noona-nya itu sambil menatapnya penuh arti.

“Ah…nuna belum makan, anu…nuna beli makan du…” ketika Seyeon ingin beranjak dari tempat duduknya, tangannya ditahan oleh Jeongguk.

“aku sangat merindukan nuna….” rengeknya seperti balita.

“i…iya..anu….tapi…nuna…itu…..” rasanya Seyeon ingin berlari dari situ sekarang, bukannya tak mau tapi ini rumah sakit…tempat orang sakit dan bukan tempat orang mesum/?
“aku memikirkan nuna di saat ingin menyebrang jalan…tapi…”

Mendengar Jeongguk berkata seperti itu, Seyeon mengurungkan niatnya untuk pergi.

“Jadi, maksudmu, semua ini, gara-gara memikirkan nuna?” Seyeon kembali duduk disamping tempat tidur Jeongguk berada.

“mungkin bisa dibilang juga begitu, selain aku memikirkan ujian akhir” jawab Jeongguk santai sambil memegangi hp-nya. Main games!

Seyeon menopang dagunya sambil mengigit bibirnya. Matanya tak berkedip menatap Jeongguk. Yang risih akan tatapan itu, Jeongguk pun memberikan tatapan jawaban?

“wae nuna?”

“nuna berpikir…”

“apa?” Jeongguk kembali bermain games.

“bagaimana…”

“hm?”

“kita break dulu”

Aktivitas bermain games Jeongguk terhenti. Dan ia menaruh hpnya di meja. Dan duduk dengan tegak. Menatap serius Seyeon dari mata ke mata.

“kenapa?”

“nuna bosan denganku?” tanya Jeongguk serius.

“eh…kenapa berkata seperti itu?”

“jadi? Alasan kita break? Ah..aku tahu” Jeongguk menjentikkan jarinya.

“kookie…”

“taehyung. Pasti kim taehyung” geramnya sambil berusaha ingin melepas infusan ditangan putihnya itu

“Ya!” teriak Seyeon tak sengaja mengkagetkan seluruh orang di ICU. Langsung, ia menutup kedua mulutnya.

Jeongguk menutup kedua matanya dan membenarkan poninya juga rambutnya.

“aku mau istirahat” Jeongguk langsung posisi tidur dan membalikkan badannya ke arah lain. Terlihat wajah Seyeon kembali cemas dengan sikap Jeongguk.

Tak lama, Seyeon berdiri dari tempatnya, “nuna pulang ya…1 jam lagi nuna kesini” katanya datar sambil mengambil tasnya.

Ketika Seyeon ingin menjauh dari Jeongguk, dengan cepat Jeongguk berbalik arah dan memegangi tangan Seyeon. Maksudnya Seyeon tak boleh pergi dari sampingnya.

“kenapa? Katanya mau istirahat?”

“baiklah kalo itu mau nya nuna” jawab Jeongguk tiba-tiba.

“apa?”

“mengenai break”

“huh?”

“aku akan menyetujuinya” tambah Jeongguk tanpa ekspresi.

Seyeon tak bisa berkata apa-apa, ia melihat Jeongguk mengatakannya dengan serius.

“anu..bukan begitu kookie…nuna..”

“bisa nuna tinggalkan aku?” Jeongguk berkata dengan asal.

“kookie!” teriak kecil Seyeon tak percaya apa yang barusan dikatakan Jeongguk padanya.

“dan… Jika Minra ada, nuna bisa memanggilnya agar dia bisa menggantikanmu untuk menjagaku semalaman” Jeongguk menunjukki nuna-nya itu.

“ya! Jeon Jeongguk!”

Jeongguk tersenyum, “wae?” balas Jeongguk datar.

“kamu ini” geram Seyeon.

Seyeon mendekati Jeongguk dengan menahan kemarahannya. Memukuli badannya dengan keras.

“AHHH!!! Wae??? Katanya mau pulang kan?” Jeongguk meringis sambil memegangi badannya

“nuna sayang padamu, bodoh!” tiba-tiba Seyeon menitikan air mata sambil memukuli seluruh badan Jeongguk.

Jeongguk terdiam, dia tak bisa berkata apa-apa lagi. Menatap nuna nya itu yang akan menangis.

“aku tak akan menyerahkanmu dengannya” lanjut Seyeon dan kali ini Jeongguk melihat sisi bocah di Seyeon. Karena? Seyeon menangis seperti bocah yang akan kehilangan permennya saat direbut oleh orang lain.

Seyeon terus memukuli Jeongguk hingga ia menangis sampai tersedu-sedu. Hati Jeongguk kembali meleleh melihat sikap Seyeon yang seperti ini. Bisa dibilang, Ia jatuh cinta lagi utk yang kesekian kalinya dengan Seyeon. Dan sekarang, Jeongguk merasa bersalah apa yang telah dikatakannya pada nuna-nya ini. Baru saja Jeongguk akan mengeluarkan sepatah kata, Seyeon telah menimpa bibir kecilnya ini dengan bibir pinkie nya. Melumatnya secara perlahan. Jeongguk sangat sangat terkejut dengan perlakuan Seyeon.

Jeongguk mendorong Seyeon. Jeongguk mengambil nafas dengan dalam.

“nuna”

“maaf, nuna terlalu cepat melakukannya… Nuna pergi” Seyeon menghapus air matanya dan pergi menjauh menuju pintu. Disaat tangan Seyeon memegangi knop pintu, malah tangan seseorang menjauhkan tangan Seyeon dari knop dan malah menguncinya.

Seyeon membalikkan badannya perlahan, didapatinya lah Jeongguk berdiri menatapnya.

“Ya, Jeon Jeongguk!! Tanganmu!!!” dilihatnya tangan Jeongguk berdarah karena Jeongguk melepas paksa infusnya

“nuna”

“apa? Aishhhh kamu ini!!!” Seyeon ingin mengambil tisu utk membersihkan darah dari tangan Jeongguk, malah ditahan oleh Jeongguk. Ia menarik badan Seyeon agar dapat dekat dengan nuna-nya itu. Jeongguk mulai menuju ke leher Seyeon, menciuminya perlahan. Seyeon tiba-tiba menjadi kaku dan berkeringat dingin, ingin rasanya ia ingin berteriak.

“ah…anu…anu, kookie, ahhhhhhh..aa..anu.. Ta..tangan..muhhhhhh…sa…sa…kittt kannnn” Seyeon terbata-bata.

Jeongguk berhenti menciumi leher Seyeon dan menatapnya.

“aku tak merasakan sakit, nuna” Jeongguk menggeleng dan tak berkedip melihat orang yang didepannya ini. Jeongguk kembali memajukan wajahnya hingga hanya membedakan jarak 5 cm.

“aaa…anu..anu….” Seyeon kebingungan. Wajahnya terasa panas dan herannya, badannya pun merasakan panas.

“nuna tak usah pulang malam ini”

“eee…eehh?? Wa…waee?” Seyeon gemetaran melihat tatapan Jeongguk yang begitu eksotis/?

“hmm…” dengan cepat Jeongguk menciumi Seyeon secara yang tak biasa ia lakukan. Seyeon membalas semua ciuman Jeongguk hingga ia mengalukan kedua tangannya keleher Jeongguk. Ketika mereka sibuk berciuman,

TOK TOK TOK

“YAAAA!!! Jeon Jeongguk!!! Kim Seyeon!!! Kenapa terkunci!!!!!!! Kalian berdua sedang apa hahhh!!!!!!!!! YAAAAA!!!!” teriak Sunmi sambil terus mengedor pintu.

 

Esok harinya.

pip pip pip

Seyeon meraba dg tangannya ke sekilingnya dengan mata tertutup utk mencari asal bunyi itu. Dia merasa bukan dikamarnya.

Dia membuka matanya, melihat sekelilingnya.

“ah…aku lupa aku kemarin tak pulang”batin Seyeon sambil memegangi wajahnya yang memanas. Tak sengaja senyuman manis melekat dibibirnya. Perlahan dia bangkit dari tempat tidur yang seharusnya adalah “tempat tidur pasien” bukannya….haha. Seyeon melangkahkan kakinya ke pintu dengan membawa tas.

“nuna” panggil Jeongguk yang ternyata baru keluar dari kamar mandi

“eh? Sudah bangun…” balas Seyeon tapi tak menatap Jeongguk.

“mau kemana?” tanyanya sambil duduk.

“eh…nuna…mau pulang. Kamu pulang kan hari ini?” jawab Seyeon seadanya.

“hmm” Jeongguk kembali menutup matanya dan kembali berbaring.

“tak marah kan?” tanya Seyeon hati-hati.

Jeongguk membuka kembali matanya, “mengapa aku harus marah?”

“baiklah…”Seyeon menghela nafasnya dengan masih rasa bersalah? Ia melangkahkan kakinya kembali ke pintu.

“tunggu aku…” kata Jeongguk yang masih dalam keadaan berbaring.

“huh?” Seyeon tak mengerti.

“1 tahun lagi”

“ maksudnya? Apakah….”

Jeongguk bangkit dari tempat tidur dan berjalan kearah nuna-nya itu.

“aku akan kesana…untuk mencari nuna dan juga bersekolah disana”

“kookie….”

Jeongguk menciumi seluruh wajah Seyeon dengan teliti agar tak ada yang terlewatkan/?

“Ini maksudnya nuna tak akan bisa jadi milik orang lain”

BLUSH

Wajah Seyeon memerah dan bertambah panas. Ia memegangi wajahnya dan setengah menggigit bibirnya.

Jeongguk terkekeh melihat sikap nuna-nya itu. Sangat lucu.

Dengan tiba-tiba Seseorang mendobrak pintu kamar Jeongguk.

Jeongguk dan Seyeon terkejut akan hal itu.

“Jeon Jeongguk!” teriak seseorang yang tak akan bisa jauh dari Jeon Jeongguk, Choi Minra.

Diikuti dibelakangnya, Kim Taehyung dan Sunmi? Bergandengan tangan?

Minra langsung berlari ke Jeongguk dan memeluknya erat. Seyeon tak percaya. Ia memberikan bahasa tubuh dengan Jeongguk agar akan melepaskan pelukan Minra. Tetapi apa yang dilakukan Jeongguk? Dia memberikan smirknya dan mengelus rambut Minra perlahan.

“YA!” teriak Seyeon tak sabaran dengan kelakuan Jeongguk. Ia mencoba melepaskan Minra dari Jeongguk-nya ini. Dia memukuli Jeongguk agar melepaskan pelukannya ke Minra. Pada akhirnya, Minra melepaskan pelukannya. “Aisssshhh!!!!!” teriaknya.

“kenapa kamu kesal? Seharusnya aku yang kesal!!!!” balas Seyeon dengan kesal.

“ARRRGGHHH” geram Minra yang akan menarik rambut Seyeon dan untung saja dengan cepat Sunmi memegangi tangan Minra. Sunmi melototi Minra agar tak menyakiti Seyeon. Minra melirik Taehyung. “YA KIM TAEHYUNG! SINGKIRKAN PACAR BARU MU INI DARI KU”

“kamu bocah!” balas Taehyung dan menjauhkan Sunmi dari Minra.

Jeongguk hanya memijati keningnya melihat 2 cewek yang sedang merebutinya ini/?

“nuna” panggil Jeongguk pelan.

“WAE?”

Diajaknya nuna-nya itu menjauh dari Minra dan yang lain.

“aku akan bicara sama Minra” bisik Jeongguk sambil merapihkan rambut berantakan Seyeon itu.

“kenapa harus kamu?” Seyeon melembut seperti bocah kecil yang ngambek/?

“karena…. Dia adalah teman smpku dan juga aku tak men-notice-nya kalo dia suka padaku, nuna. Dia telah menyukaiku selama 4 tahun”jelas Jeongguk pelan.

“jadi?”

“aku harus bilang padanya kalo aku tak bisa lepas dari nuna” Jeongguk tersenyum dan sedikit melakukan aegyo.

DEG

Seyeon hanya berkedip dan jantungnya kembali berulah akibat perkataan ‘manis’ dari Jeongguk ini.

“baiklah…nuna menyerah”

“sini deh… Mau kisseu?”

“eh”

Tanpa basa-basi, Jeongguk menarik wajah Seyeon.

Minra dan yang lainnya terkejut melihat pemandangan yang agak-agak/? (bingung jelasinnya hahahaha)

Seyeon melepaskannya duluan, “hey! Disana ada fans mu” sambil menunjuk Minra.

“Ah…aku khilaf nuna” dengan muka Jeongguk yang tak punya rasa bersalah dan wajahnya sok terkejut. Seyeon sudah biasa dengan ekspresi seperti itu.

“nuna pulang” Seyeon sekilas mengecup pipi Jeongguk dan berlalu. Dan berhenti diantara Taehyung dan Sunmi. Melihat mereka berpegangan tangan. Seyeon menaikkan alisnya sebelah.

“kamu berhutang cerita denganku, Kwon Sunmi”

“A…apa?” Tiba-tiba muka Sunmi memerah. Melihat itu langsung saja Taehyung memberantakki rambut Sunmi dan tersenyum, “kamu ini lucu sekali”. Sunmi mengerucutkan bibirnya seperti bocah, ah tidak, seperti temannya, Seyeon haha

“Ayo cerita padaku, sekalian aku menunggu mereka” Seyeon menarik Sunmi keluar dari kamar sambil melirik Jeongguk dari kejauhan yang sedang berbicara dengan Minra. Taehyung mengikuti mereka.

**TAMAN RS.**

 

“oh jadi, Taehyung yang bilang suka duluan?” Seyeon melirik nakal pada Taehyung.

“kenapa menatapku begitu?” Taehyung risih saat Seyeon melihatnya begitu.

“iya. Dan aku sangat senang” terpancar sari wajah Sunmi sangat bahagia. Sunmi menggandeng tangan Taehyung terus-menerus.

“akhirnya temanku ini bahagia” batin Seyeon tersenyum melihat pasangan baru itu sangat mesra.

“Taehyung. Sudah ke Todai?” Seyeon baru ingat jika ia dan Taehyung kuliah di universitas yang sama.

“belum, besok. Kamu bagaimana?”

“harusnya kemarin, ya, karena…, yahhh jadi besok”

“mau barengan? AHHHHHHH” tanya Taehyung. Saat Taehyung bertanya hal itu ke Seyeon, malah Taehyung mendapati Sunmi sedang mencubitinya. Taehyung bertanya-tanya kenapa Sunmi melakukan ini?

Seyeon tertawa dan sepertinya ia tahu tujuan Sunmi.

“aku naik taksi aja.”

“oh okay”

Jeongguk POV

 

Akhirnya tinggallah aku dan Minra dikamar ini. Kututup pintunya.

“Kamu ngapain?” tanyanya.

“Aku? Menutup pintu”

“kenapa ditutup?”

“aku ingin berbicara denganmu”

“aku rasa ada hal yang…….” Minra terus mengoceh dan aku tau dia mengetahui apa yang akan aku bicarakan dengannya. Aku tak tahan lagi.

“Minra, lupakan aku” tegasku dengan jelas.

“huh?”

“kamu mendengarkan aku tadi kan?”

“tidak” Dia pura-pura tak mendengar sambil menunjuukkan wajah kebingungan.

Aku memegangi kedua pundaknya. Dan kedua mataku bertemu dengan matanya. Aku harus mengatakan padanya kalau aku serius akan hal ini. Tetapi, dia langsung memalingkan matanya ke arah yang lain

“Choi Minra”

“….”

“kamu dengarkan aku”

“….”

“aku mohon”

“…..”

“bisakah kamu melupakan aku?”

“..tidak akan”

“Minra” aku agak meninggikan suaraku.

“aku bilang TIDAK AKAN!” suaranya meninggi dan meneteskan air mata. Akhirnya dia menangis. Ck, ini bukan mauku tapi apadaya. Aku menjauhi Minra yang sedang menangis tersedu-sedu karena ucapanku. Dia terduduk di tempat tidurku dengan wajah banjir/?

Beberapa menit kemudian

“Minra?”panggilku pelan sambil duduk disebelahnya. Aku berfikir mungkin ia telah lebih tenang dari tadi.

“hm?” dia melihatku dengan mata bengkak.

“kamu akan menyukaiku sampai kapan?” tanyaku

“tak tahu” jawabnya ketus.

“sampai aku menikah?” lanjutku dengan rasa penasaran.

“mungkin”

Aku menelan air salivaku yang tersangkut akibat perkataan Minra ini. Rasanya aku ingin berteriak ke seluruh dunia ini bahwa aku memiliki “sasaeng” yang sangat sangat?

Aku bernafas berulang-ulang kali seperti halnya ibu-ibu hamil yang senam pernafasan?

“baiklah, kamu ingin apa?”

“maksudnya?”

“hal apa yang ingin kamu lakukan denganku”

“kisseu” jawabnya tanpa ada pemikiran lagi

“kisseu?” baiklah. Dia ingin bibirku ini. Apakah sebegitu menggodanya bibirku ini? Ok, Jeon Jeongguk ini bukan waktunya berfikiran seperti ini. Ingatlah, hanya Seyeon nuna yang boleh menyentuh bibir seksimu ini.

“sebentar” aku merogoh hp ku dan menelfon nuna.

[kenapa?]

“nuna”

[ya?]

“ini untuk kebaikan kita”

[maksudnya?]

“setelah melakukan ini, aku akan langsung berlari ketempat nuna berada dan menghapusnya”

[melakukan apa? Sebentar…… Hey? Kamu mau ngapain??? Jeon Jeongguk!!! Kamu tak bo….]

Aku mematikan telfonnya. Yah, terdengar suara nuna meninggi. Sepertinya dia tahu aku akan melakukan apa.

Aku berbalik lagi dan tak mau membuang waktu langsung meng-kisseu-nya. Didalam hati, aku merutuki diriku sendiri dan juga rasa bersalah yang sangat besar dengan nuna-ku.

“maafkan aku nuna”

Jeongguk POV end

 

Author POV

Ketika sedang asik berbicara dengan Taehyung dan Sunmi, hp Seyeon bergetar dan itu panggilan dari Jeongguk.

“hey, aku menjawabnya dulu ya” sambil menunjukkan layar hp nya pada mereka berdua. Seyeo menjauhi Taehyung dan Sunmi dan mengangkat panggilan dari Jeongguk.

“kenapa?”

[nuna]

“ya?”

[ini untuk kebaikan kita]

“maksudnya?”

[setelah melakukan ini, aku akan langsung berlari ketempat nuna berada dan menghapusnya]

“melakukan apa?” Seyeon terpikir sesuatu dan mencoba tak meyakini jika Jeongguk akan melakukannya.

“Sebentar…… Hey? Kamu mau ngapain??? Jeon Jeongguk!!! Kamu tak bo….” Jeongguk mematikan panggilannya. Seyeon tak percaya.

Seyeon menjadi seperti orang kebingungan. Ntah lah apa yang dimaksud Jeongguk tadi. Melakukan apa?

Menghapus apa?

Kata-kata itu terus ada di pikiran Seyeon.

Seyeon berbalik dan menuju ke Taehyung dan Sunmi. Ia berjalan sangat lesu?

“Yeon? Kenapa?” tanya Sunmi cemas

“apa terjadi sesuatu?” Taehyung juga bertanya penasaran.

“Jeongguk….dia tak bodoh kan?”

Sunmi dan Taehyung saling menatap bingung. Begitupun dengan Seyeon yang masih memikirkan maksud dari Jeongguk tadi.

**

“stop” Minra mendorong Jeongguk dengan posisi kepala menunduk kebawah.

“kenapa?”

“sudah”

“maksudnya? Tadi katanya….”

“aku akan pindah ke Amerika, besok” ujar Minra dan melihat Jeongguk dari mata ke mata.

“huh?”

“terima kasih. Karena kamu telah membuat hari-hariku indah selama 4 tahun ini” katanya.

“…” Jeongguk terdiam.

“kamu tahu? Tak akan mudah melupakan seseorang yang telah disukai selama 4 tahun” lanjut Minra.

“Minra…”

“walaupun kamu tak akan pernah jadi milikku. Aku sedikit bahagia” Minra tersenyum dengan otot yang dipaksakan/?

“jadi?”

“aku tak akan mengambil ini dari nuna-mu itu” Minra menyentuh bibir Jeongguk dengan telunjuknya. Tetapi, Minra langsung menciumi pipi Jeongguk dengan secepat kilat.

“dan pipi, adalah milikku” Minra kembali tersenyum dan membuat Jeongguk speechless.

Minra menjauh kebelakang dan meninggalkan Jeongguk. Sebelum melangkahkan kakinya, “sampai bertemu lagi, chingu” Minra melambaikan tangannya.

Jeongguk tersenyum dan membalas lambaiannya.

“aku akan menemuimu jika telah menemukan penggantimu” lanjut Minra sambil menjulurkan lidahnya. Jeongguk terkekeh dan menganggukan kepalanya.

Minra berbalik dan melangkahkan kakinya lebih jauh dari Jeongguk. Walaupun telah mengucapkan salam terakhir darinya, Minra merasa ia tak akan bisa melupakan Jeongguk walaupun ia akan bilang jika akan melupakannya. Bullshit! Didalam pikiran Minra. Dari kejauhan, Jeongguk tahu bahwa Minra masih tak bisa menerima omongannya sendiri tapi yah bagaimana lagi? Jeongguk tak bisa membalas perasaannya karena hatinya sudah milik Seyeon.

Sesuatu bergetar di saku Jeongguk, hp-nya dan ada tertera nama “Noona sayang”. Ia menerimanya.

[dimana?]

“di lift, nuna dimana?”

[apa yang terjadi?]

“hm….” Jeongguk tersenyum kecil.

[ya! Jeon Jeongguk]

“aku ke rooftop, nuna…sabar”

Akhirnya, tak ada yang bisa menghalangi hubungan Jeongguk dan Seyeon. First, Taehyung, dulu dia adalah troublemaker dalam hubungan Jeongguk dan Seyeon. Membuat keduanya hampir saja putus, tapi untung saja ada Sunmi. Sunmi menyukai Taehyung hingga ia menyukainya juga. Second, Minra, punya secret love sama Jeongguk sejak 4 tahun yang lalu. Seyeon sangat gemas dengannya ini, ah bukan, lebih tepatnya sangat kesal dengan Minra ini. Dimana dia selalu menganggap Jeongguk adalah miliknya selamanya. Yah kalian juga akan tau gimana rasanya kalo ada cewe sasaeng seperti Minra yang sangat addicted sama pacarmu/? Yah semoga saja ini 2 hal terakhir yang menganggu hubungan mereka berdua.🙂

**

1 tahun kemudian.

**Tokyo University**

Seyeon berjalan ke sekitar kampus untuk mencari udara segar. Bersama Taehyung. Mereka berdua menjadi akrab walaupun dulu Taehyung sering berharap akan berakhir bersama Seyeon, tapi sekarang ia hanya menganggap Seyeon sebatas teman/sahabat.

“Taehyung” panggil Seyeon dengan cappucino ditangannya.

“hm?” Taehyung sambil menggigit sosis gorengnya ini.

“bagaimana kabar Sunmi?”

“hiha?hhmm, bahik bahik aza*” ia menjawab sambil mengunyah sosis (*dia? Baik baik saja”)
”ooh..baguslah” Seyeon menghela nafasnya, sambil menengok ke atas, menatap langit-langit yang biru indah.

“Jeongguk? Bagaimana dia? Dia lulus disini?”

“dia tak ada kabar sejak pengumuman” Seyeon menghela nafasnya kembali dan mengirup cappucino-nya.

“tidak kamu tanyakah?” tanya Taehyung.

Seyeon menggelengkan kepalanya. Ia mengerucutkan bibirnya. Bagaimana tidak marah? Jeongguk tak ada kabar sejak pengumuman kelulusan. Seyeon tahu kalo Jeongguk telah lulus dari SMA, tapi? Disaat Seyeon menanyakan dia lulus tidak Todai? Malah tidak dibalas, sampai sekarang. Dan sekarang terhitung, telah 2 minggu.

“AAAAAAAAAA” teriaknya sambil berlari seperti orang sinting?

Taehyung menggelengkan kepalanya. Tak lama, seseorang menepuk bahunya.

“ck.” Taehyung tak terkejut melihat orang yang menepuk pundaknya ini.

“kenapa tak kasih kabar dengan dia? Lihatlah” taehyung menunjuk ke arah Seyeon yang sedang uring-uringan.

“mau kasih surprise ke nuna” Jeongguk, orang yang ditunggu-tunggu Seyeon ini ternyata lulus Todai. Dia terkekeh melihat keadaan nuna-nya itu yang stress mungkin.

“Hm. Tampilanmu lebih dewasa” Taehyung melihat penampilan Jeongguk. Memakai almamater Todai, baju kemeja berwarna hitam, celana jeans hitam, rambut dipakaikan gel jadinya agak gaya?, dan sepatu pantofel coklat. Seperti orang kantoran.

“Hyung, apa nuna bawa hpnya?” tanya Jeongguk pada Taehyung.

Taehyung menggeleng sambil menunjukkan ke tasnya, maksudnya hp-nya didalam tas Taehyung. Taehyung melanjutkan makan sosisnya, kali ini dia berusaha membuka plastik saus sambal tapi tak bisa.

“NUNA, I MISS YOU” teriak Jeongguk lantang hingga semua orang di kampus melihat kearahnya.

Langkah Seyeon terhenti dan berbalik ke arah sumber suara. Seseorang melambaikan tangannya kepadanya. Dia sangat mengenalnya. Sangat sangat sangat mengenalnya. Senyumnya itu adalah ciri khasnya. Sepertinya ia banyak berubah lebih dewasa, batin Seyeon. Seyeon membalas lambaian tangannya.

Disaat Taehyung masih belum bisa membuka saus sambalnya ini, ia mencoba ingin minta bantuan dari Joengguk, tapi posisi Jeongguk akan berlari. Diurungkan niatnya untung meminta bantuan.

Jeongguk ingin berlari tapi sepatu pantofel ini sangat tidak enak buat diajak berlari/? Maka dari itu, ia berlari telanjang kaki dan meninggalkan tasnya juga di dekat Taehyung. Berlari ke arah nuna-nya itu. Sangat merindukan nunan-nya itu. Karena merasa ditinggalkan, Taehyung pun berhenti membuka plastik sambalnya/

“YA! Aku bukan penitipan barang! YA YA!” teriak Taehyung kesal dan akhirnya plastik sambal itu terbuka yah tapi muncrat ke seluruh badannya. Taehyung berdecak kesal.

Jeongguk memeluk erat Seyeon-nya ini. Sangat sangat erat. Ia tak bertemu nuna-nya ini selama satu tahun. Dan hanya bertatap muka lewat video call.

Seyeon melepaskan pelukannya.

“jadi?” tanya Seyeon.

“apa?”

“diterima?” Jeongguk mengangguk dan tersenyum.

“baguslah” Ia kembali memeluki Jeongguk-nya ini.

“apa nuna tak tanya aku diterima dimana?” Jeongguk bertanya kembali.

“Todai kan” Seyeon terus memeluki Jeongguk.

“fakultasnya nuna”

“sama seperti nuna?” Seyeon menengoki ke atas dan jika terus dipertahankan seperti ini, Jeongguk bisa langsung saja mencium Seyeon.

Jeongguk menggeleng tapi dia memberikan smirknya. Seyeon bingung.

Jeongguk menciumi Seyeon sekilas.\

“Kedokteran” bisiknya dan mencium pipi Seyeon.

Seyeon langsung melepasi pelukan Jeongguk dan melihat Jeongguk terkekeh kecil.

“Kedokteran?” Seyeon melipatkan kedua tangannya dan menaikki sebelah alisnya.

“iya” Jeongguk dengan polosnya.

“apa….” belum selesai bertanya, Jeongguk memotongnya

“semua perempuan merapat denganku, nuna” bangga Jeongguk dengan senyuman khasnya.

SKAK MAT. Itu maksud Seyeon tadi.

“dan mereka semua hampir berkelahi karena mau duduk disebelahku,” lanjutnya.

Seyeon menelan ludahnya. SABAR. Itu kata yang sangat pas untuk Seyeon.

“ah, mereka juga akan mengajakku untuk menonton kembang api nanti malam”

Baiklah. SABAR SABAR. Seyeon kembali meluruskan nafasnya.

“dosennya juga sangat bersikap manis jugaku, namanya Nita-sensei, terus juga ada Mika-sensei dan….”

Kesabaran Seyeon sudah lebih dari batas. Dan Kepala Seyeon sebentar lagi akan meledak. Ia mencubit pipi Jeongguk.

“SUDAH! Nuna mau kuliah!!!” teriak Seyeon dan meninggalkan Jeongguk.

Jeongguk melihatkan senyum penuh kemenangan. Rasanya senang sekali telah membuat nuna-nya ini hampir meledak/? Tandanya nuna-nya ini belum berpaling dengan yang lain alias tak bisa jauh dari Jeongguk.

“Kim Seyeon” panggil Jeongguk.

“apa? Eh…YA!! YAAA!!! ” Seyeon akan berbalik tapi ternyata Jeongguk telah bersiap akan menggendongnya dan refleks saja Seyeon berteriak.

“ayo menikah”

“hah? Kamu ngawur?”

Jeongguk menggelengkan kepalanya. “2 tahun lagi”

“ka…kamu serius?”

“apa wajahku ini tak serius? Apa perlu aku sekarang lamar nuna disini? Terus sambil teriak kalo aku cinta pada nuna dan gak bisa berpaling dengan yang lain selain nuna. Itukah mau nuna?”

 

BLUSH

Wajah Seyeon memanas dan dia tak bisa bertatapan langsung dengan Jeongguk. Ia terus mengipasi wajahnya sambil memandangi kearah lain.

Jeongguk menurunkan Seyeon perlahan dan merangkul Seyeon dengan kegirangan.

“Aishiteru”

“na..nado? Be..gitukah?” jawab Seyeon gugup.

Mereka berdua tertawa. Dan berjalan bersama-sama saling bergandengan tangan. Diikuti dengan Taehyung sebagai pengawalnya? Yang menggandeng sosisnya bukan pacarnya lol. Kasian melihatnya, Jeongguk pun merangkul Taehyung sebagai rasa kasihan lol

Intinya semuanya berakhir bahagia.

 

Jeongguk dan Seyeon tetap bersama sampai mereka menikah dan seterusnya.

 

 

THE END

 

 

 

 

 

HI CHINGUYA!!! Longtimenosee you guys!!! It’s me, DJ! Maafin deh ya kalo part ini lama banget di post nya. Gabut nih soalnya. Mood juga kadang ilang kadang gak nih guys hiks hiks ini aja udah berapa kali ngapus kata-kata dan semacamnya ini.. Thor ga ngerti lagi lah, yang penting urusan udah selesai/? Kenapa sih lama bgt dipublish? OFCOURSE Faktor kuliah nih, makin lama makin banyak pikiran jadinya ga konsen mau mikir soal ff. HAHAHAA. Ceritanya juga menurut thor agar ngawur soalnya lagi ga bisa mikir yang gimana gituu, berkat liat coment-an kalian setahun yang lalu dari part1-part6 thor bersemangat buat lanjutinnya. Proses ngetik p7 ini sih udah dari 4 bulan yang lalu tapi baru sekarang selesainya. Huhu. Sorry ya guys!

Btw thor terpikir buat buat YB?NP! special nih, ntar ceritanya ttg Jeongguk sama Seyeon di tempat kuliahnya yang baru. Dan juga pasangan LDR Sunmi-Taehyung ((cie)) + Minra yang punya target baru/? Lol jadi begimana menurut kalian? YES or NO? Thor juga buat yang Special edition menurut kalian aja, kalo kalian banyak iyain. Ntar thor usahain sekuat tenaga buatnya!!!! Yah kalo no juga gapapa sih. Hahahahh okay dah, comment ya jangan lupa! Thor tunggu loh! BYE guys! See you at my next project^^

About fanfictionside

just me

4 thoughts on “FF/ YOUNGEST BOYFRIEND? NO PROBLEM!/ BANGTAN-BTS/ pt. 7 END

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s