FF oneshoot/ BROKEN HEART…/ BTS-BANGTAN


PhotoGrid_1443288239796

Tittle: Broken Heart…

Author: Lisa Kim @LisaKim0403 or @Parklisha

Genre: Romance, Fluff, little bit Comedy.

Main Cast:

  • Min Yoongi (BTS)
  • Park Cheonsa (OC)

Rating: T

Length: Oneshoot

Disclaimer

Fanfic ini murni hasil Imajenasiku yang rada sedikit abal. OC’s dan Semua yang ada dalam FF ini MILIKKU!!! Min Yoongi milik Tuhan, Orangtuanya, BIGHIT –Selama masa kontrak berlaku- dan yang pasti milik istri dan anak-anaknya kelak.kkkk~

Hati-hati banyak Typo bertebaran!

O..ya, jangan tertipu sama judulnya yaa.kkkk~

Happy Reading ^_^

Silent Readers? Go Away!!!!!! Hush…Hush…Hush *NgusirBrngMemberBTS*

Summary:

“Oppa, memangnya patah hati itu sakit ya?”

###

“Aku ingin merasakannya!”

“Uhukkk…”

Tersedak. Itulah yang terjadi pada Yoongi. Cairan milkshake vanilla yang hampir menuruni kerongkongannya itu terpaksa harus ia semburkan dengan sangat tidak elitnya. Lelaki bersurai pirang itu terlampau kaget saat mendengar gadis disampingnya berucap –lebih tepatnya mengeluarkan sebuah pernyataan-.

Mungkin reaksi yang diberikan Yoongi nampak berlebihan hanya untuk sebuah pernyataan yang ia dengar dari katup bibir gadis bersurai legam yang duduk disampingnya. Namun, Yoongi punya alasan untuk rasa keterkejutan berlebihannya itu. Pasalnya, gadis itu berucap disaat yang tidak tepat. Saat ini mereka’kan sedang—

“Ck, Oppa. Seharusnya kau minum dengan hati-hati!”

Cheonsa -gadis yang duduk disampingnya- menyodorkan selembar tisu. Yoongi menerimanya, namun sedikitpun tidak berniat untuk mengelap bibir dan bajunya yang telah ternoda cairan lengket milkshake. Ia lebih tertarik menatap Cheonsa dengan matanya yang membulat.

“Ka-kau bilang apa tadi?”

“Aku ingin merasakannya juga!”

Jawaban Cheonsa membuat mata sipit Yoongi semakin membulat. Lelaki bermarga Min itu meneguk salivanya susah payah. Ternyata ia memang tidak salah dengar. Jadi….

“Ka-kau ingin merasakan……..i-itu?”

Ragu, Yoongi mengarahkan jari telunjuknya ke arah dimana layar televisi 42-inch berada, -yang berada sekitar 4 meter dari tempat mereka terduduk.

Cheonsa ikut mengalihkan fokus matanya kearah yang di tunjuk Yoongi dan, “Eoh,” matanya ikut membulat. Detik berikutnya ia kembali memfokuskan pandangannya pada lelaki disampingnya, “Yya, Oppa. Kau mesum!” ujarnya sembari meninju bahu Yoongi.

Yoongi meringis sembari mengelus-ngelus bahunya. Tinju yang ia terima dari Cheonsa ternyata cukup menyakitkan.

“Bukan merasakan itu yang aku maksud!”

Gadis Park itu mengerucutkan bibirnya sebal. Sebal, karena Yoongi –kekasihnya itu- baru saja berpikiran mesum.

Ya, saat ini mereka berdua memang sedang menonton romantic drama. Dan yang menjadi objek tunjukan jari Yoongi tadi adalah sebuah adegan dimana sepasang kekasih sedang melakukan Hot Kissing yang hampir menjurus ke bed scene. Oh… ya ampun, Yoongi tidak benar-benar berpikir Cheonsa ingin merasakan ‘itu’, kan?

Yoongi mengerjapkan matanya lambat sebelum akhirnya berujar, “La-lalu?”

Diam-diam Yoongi bernapas lega. Lega, mengetahui Cheonsa ternyata masih polos. Seharusnya ia memang tidak berpikiran seperti itu sejak awal. Oh…. ayolah, bagi Yoongi, gadisnya itu masih terlalu polos untuk melakukan hal-hal seperti ‘itu’. Bahkan untuk saling mengecup pipi saja Cheonsa tidak pernah mau memulainya duluan –Biasanya Yoongi yang selalu mencuri adegan seperti itu. Mendaratkan sebuah kecupan manis dipipi mulus Cheonsa yang akan berujung dengan mendaratnya sebuah tinjuan maut dari gadisnya itu.

Cheonsa tersenyum bodoh, lalu kembali membuka suara, “Aku ingin merasakan….”

Yoongi Menaikkan sebelah alisnya bingung saat Cheonsa menggantungkan kalimatnya.

“…Ingin merasakan rasanya……. patah hati!”

Hening.

Saat ini, Cheonsa sibuk dengan cengiran bodoh lebarnya. Sementara Yoongi sibuk mencerna ucapan gadisnya. Sampai pada detik berikutnya…

“APAAAAA???”

Cheonsa tersentak kaget saat Yoongi berteriak dihadapannya, “Oppa, kau membuatku kaget!” ia mendengus sebal.

Mata sipit Yoongi kembali membulat. Kali ini ia merasa dua kali lipat lebih terkejut dari keterkejutannya di awal tadi.

“Ka-kau bilang apa? Ka-kau ingin merasakan—”

“Aku ingin merasakan rasanya patah hati,” Cheonsa melanjutkan ucapan Yoongi, “Kenapa?” tanyanya dengan tatapan polos.

Oh… baiklah, Yoongi memang tidak salah dengar.

“Kau ingin merasakan rasanya patah hati? Yya! kau gila!!!?”

“Aku? Gila? Tidak!” Cheonsa menggeleng polos, “Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya patah hati. Memangnya salah, ya?”

Yoongi memijat pelipisnya. Menghadapi kepolosan Cheonsa memang kadang membuat kepalanya berdenyut nyeri. Bayangkan saja, gadis itu dengan polosnya berujar ingin merasakan rasanya patah hati. Apa Cheonsa kira patah hati itu semanis saat ia mengemut permen lolipop!?

Oh… ya ampun, Yoongi benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran gadisnya yang terlampau polos atau bahkan sudah menjurus ke bodoh. Ahh, entahlah.

“Dengar ya Nona Park. Patah hati itu bukan sesuatu yang bisa kau coba begitu saja jika kau menginginkannya. Patah hati itu—”

“Tapi aku ingin merasakannya!” Cheonsa memotong kalimat Yoongi. Lagi-lagi ia mencibir sebal.

Yoongi menghembuskan napasnya berlahan, “Oke. Sekarang beri aku alasanmu kenapa kau tiba-tiba ingin merasakan rasanya patah hati?”

“Semalam aku menginap dirumah Li aa. Oppa tahukan?”

Yoongi mengangguk kecil. Raut wajahnya seolah berkata ‘Lalu?’.

“Semalam Li aa bilang dia sedang patah hati. Jin Oppa ketahuan berselingkuh. Lalu 4 hari yang lalu mereka resmi putus karena Jin Oppa lebih memilih selingkuhannya itu,” Cheonsa menghentikan ucapannya sejenak, “Oppa tahu tidak, Li aa menceritakan semua itu sambil menangis? Penampilannya sangat kacau. Bahkan aku rasa berat badannya berkurang banyak. Dia nampak kurus,”

Mendengar penuturan Cheonsa, Yoongi hanya mampu memanggut-manggutkan kepalanya.

“Ahh… iya, Li aa juga bilang hatinya sangat sakit,”

Yoongi tersenyum tipis. Ia rasa penuturan Cheonsa tentang Li aa –teman mereka- yang sedang patah hati cukup jelas menggambarkan arti dibalik kata ‘patah hati’ itu. Jadi, bukankah seharusnya Cheonsa sudah tahu, atau bisa sedikit membayangkan seperti apa rasanya patah hati itu?

“Oppa, memangnya patah hati itu sakit ya?”

Yoongi menjilati bibirnya yang entah mengapa terasa kering. Menghelan napas kecil sebelum akhirnya berujar, “Ya, patah hati itu sangat sakit,” dengan sekilas senyuman tipis.

“Sungguh?”

Yoongi mengangguk.

“Apa rasa sakitnya sama seperti rasa sakit yang aku rasakan saat Oppa tidak sengaja melemparkan bola basket kewajahku?”

Yoongi berpikir sejenak, “Ya, anggap saja rasa sakitnya seperti itu,” jawabnya.

Sesungguhnya Yoongi tidak tahu harus memberi jawaban seperti apa pada Cheonsa. Pertanyaan gadis itu terlampau polos dan Yoongi ingin mengakhiri pembahasan konyol ini dengan segera.

“Ahhhhhhhh~,” Cheonsa ber ‘ahhh’ ria sembari memanggut-manggutkan kepalanya, “Tapi, semalam aku sama sekali tidak melihat bagian tubuh Li aa yang terluka. Tidak seperti hidungku yang mengeluarkan darah dan membiru saat terkena lemparan bola basket itu. Jadi, dimana letak rasa sakitnya, ya? Aneh,” Mata Cheonsa menerawang langit-langit. Seolah sedang mencari jawaban dari pertanyaanya sendiri.

Yoongi yang mendengar ucapan Cheonsa hanya mampu menghelan napas dalam. Lelaki itu kembali memijat pelipisnya. Pertanyaan polos Cheonsa benar-benar membuat kepalanya berdenyut nyeri. Kalau saja ia tidak ingat Cheonsa adalah kekasihnya mungkin Yoongi sudah menghanyutkan gadis polos itu ke rawa-rawa. Jadi, bersyukurlah Cheonsa karena kekasihnya itu masih bisa bersabar menghadapi kepolosan dirinya yang sudah berada dalam zona bahaya.

Ya, karena walau bagaimanapun Yoongi tetap harus memaklumi kepolosan gadisnya. Pasalnya, Yoongi tahu dirinya memang pacar pertama Cheonsa –dan Yoongi pastikan ia juga akan menjadi yang terakhir- jadi wajar jika Cheonsa tidak terlalu mengerti dengan apa yang dinamakan patah hati, karena gadis itu memang belum pernah merasakannya dan Yoongi pastikan gadisnya itu tidak akan pernah merasakannya. Ya, Yoongi berjanji untuk itu!

“Eoh, Oppa,” Cheonsa kembali berseru. Gadis berlesung pipi itu kembali menfokuskan pandangannya pada Yoongi, “Apa Oppa pernah merasakan rasanya patah hati?” Tanyanya.

Yoongi mendengus pelan. Merasa mulai jengah dengan pembahasan ‘patah hati’ ini. Tapi mau tidak mau ia tetap menjawab, “Ya, aku pernah merasakannya dulu. Jauh sebelum bertemu denganmu,”

“Uwah, Sungguh?”

Yoongi mengangguk malas.

“Apa saat itu Oppa sama seperti Li aa? Mengurung diri dikamar, menangis, tidak mau makan sampai-sampai membuat berat badan Oppa berkurang?”

Lagi, Yoongi mengangguk malas.

“Uwah, itu sungguh keren!”

Cheonsa berseru heboh, bahkan matanya berbinar. Membuat Yoongi harus kembali memijat pelipisnya. Oh, ayolah…. patah hati bukan sesuatu yang bisa dikatakan ‘keren’. Yoongi sudah benar-benar angkat tangan untuk kepolosan atau bahkan kebodohan gadisnya itu. ‘Terserah apa kata lu aja deh!’, mungkin saat ini itulah yang berada dibenaknya.

“Ahhhh, aku jadi semakin ingin merasakan rasanya patah hati. Kurasa itu akan sangat menyenangkan. Iyakan, Oppa?”

Oh…. ya Tuhan. Tolong jangan salahkan Yoongi yang saat ini menjadi benar-benar ingin menghanyutkan Cheonsa ke rawa-rawa. Pasalnya, bagaimana bisa gadis itu dengan polosnya mengatakan patah hati itu ‘menyenangkan’? Apa gadis itu tidak mengerti arti dari: mengurung diri dikamar, menangis, kehilangan nafsu makan yang di akibatkan oleh patah hati? Apa semua itu memang terlihat menyenangkan dimatanya? Atau memang gadis itu mempunyai definisi yang berbeda untuk sesuatu yang ia bilang ‘menyenangkan’ itu? Ahhh… entahlah, Yoongi sendiri tidak mengerti dengan jalan pikiran gadisnya.

Dan, baiklah. Yoongi rasa ia harus segera mengakhiri pembahasan konyol ini sebelum dirinya benar-benar kehilangan akal sehatnya dan sungguh-sungguh menghanyutkan Cheonsa ke rawa-rawa. Ugh, jangan sampai itu benar-benar terjadi!

“Dengar ya, Chagi~” Yoongi menangkup kedua sisi pipi Cheonsa. Mendekatkan wajahnya pada wajah gadisnya. Menatap mata bulatnya intens, “Seberapa besarpun keinginanmu untuk merasakan bagaimana rasanya patah hati, aku bersumpah tidak akan pernah mewujudkan keinginanmu itu. Tidak akan pernah, mengerti!!!?” Yoongi berujar lembut namun penuh penekanan.

Cheonsa mengerjab lambat, “Ke-kenapa?”

Menghembuskan napasnya berlahan, sebelum akhirnya kembali berujar, “Karena aku mencintaimu, Park Cheonsa! Dan aku bersumpah tidak akan pernah membuatmu merasakan apa yang dinamakan patah hati itu. Jika memang aku melakukannya, kau bisa membunuhku saat itu juga. Kau bisa pegang janjiku, jika kau mau,”

Untuk penuturan Yoongi kali ini Cheonsa hanya mampu terdiam dengan wajah polosnya. Detik berikutnya, entah sadar atau tidak kepala gadis itu mengangguk kecil. Membuat Yoongi tersenyum lebar karenanya. Syukurlah, akhirnya Cheonsa mengerti dan tidak banyak tanya lagi. Yoongi bisa bernapas lega sekarang.

Hening.

Keduanya masih saling tatap.

Yoongi mengamati wajah Cheonsa intens. Melihat wajah manis nan polos gadisnya dari jarak sedekat ini entah mengapa selalu membuat hatinya bergetar. Cheonsa terlampau menggemaskan. Yoongi menyukainya, sangat!

Entah sudah berapa lama mereka saling tatap. Sampai sebuah senyuman aneh terukir dikedua sudut bibir Yoongi. Tiba-tiba saja sebuah pikiran jahil terlintas dibenaknya. Entah pikiran macam apa itu.

“Hey, kau mau aku tunjukan sesuatu yang jauh lebih ‘menyenangkan’ dari patah hati tidak?” Yoongi berujar masih dengan senyuman anehnya.

“Eoh,” Cheonsa berguman tidak mengerti, “Memangnya ada?” Tanyanya polos.

“Tentu saja ada,” Yoongi mengerlingkan sebelah matanya, “Sesuatu yang jauh lebih menyenangkan seperti…….” ia kembali mengikis jarak. Senyum anehnya semakin lebar, “…Ini,”

CUP…

DEG!

Tubuh Cheonsa menegang. Matanya membulat sempurna saat ia merasakan bibir Yoongi mendarat sempurna di bibir pinknya.

Ya, yang Yoongi maksud dengan ‘sesuatu yang jauh lebih menyenangkan’ itu adalah sebuah ciuman. Seperti yang saat ini tengah ia lakukan pada bibir mungil milik Cheonsa. Awalnya hanya menempel, sampai akhirnya Yoongi mulai berani menggerakan bibirnya secara berlahan. Melumat setiap inci bibir gadisnya dengan sangat lembut. Terasa sangat manis!

10 detik

25 detik

40 detik

1 menit

3 menit

5 menit

6 menit

7 menit

Dan,

“YYA! OPPA, KAU MESUM!!!”

Oh…. jangan salahkan Cheonsa atas reaksi terkejut yang sepertinya sudah sangat terlambat itu. Pasalnya, bibir Yoongi sudah hampir lebih dari 7 menit bermain diatas bibirnya, namun gadis polos itu baru menyadari perbuatan kekasihnya itu sekarang. Oh, ya ampun!

Plukkk~

Cheonsa mendaratkan sebuah bantal sofa tepat diwajah Yoongi.

“Akhhhh~, Sakit,” Yoongi meringis.

Plukkk~

Lagi, Cheonsa mendaratkan bantal sofa tepat diwajah kekasihnya itu.

“OPPA MESUM!!! HUAAAAAAAA….. OPPA TELAH MENODAI BIBIR SUCIKU. DASAR MESUMMMMMM!!!”

Plukkk~

“Akhh~”

Plukkk~

“Akhh~”

Plukkk~

“Ya..ya..ya, hentikan! Ini sungguh menyakit—”

Plukkk~

“Akhhhhhhh~”

Pada akhirnya Yoongi hanya bisa pasrah menerima pukulan brutal dari Cheonsa, gadis kesayangannya.

Walaupun begitu, Yoongi bersumpah ia tidak akan benar-benar menghanyutkan Cheonsa ke rawa-rawa.

Karena, Seorang Min Yoongi terlampau mencintai Park Cheonsa dengan segala kepolosan gadisnya itu!

~FIN~

Ide FF ini tercetus saat temenku curhat soal dia yang baru putus dari pacarnya karena terhalang restu orangtua *PukpukinLiaa* kkkk~ Temenku itu curhatnya sambil nangis-nangis. Trus aku cengo ngeliatnya dan langsung mikir ‘Patah hati emang sesakit itu ya?’. Karena jujur aku emang belum pernah ngerasain yang namanya patah hati yang bener-benar sesakit itu. Jadi, beneran gak tau rasanya kaya gimana.heheheh…

O..ya, FF ini aku post diberbagai blog dengan cast yang berbeda-beda. Jd, jangan kaget klw kalian nemu yang beginian dimna-mana.kkkk~

Okelah, itu saja. Bagi yang sudah baca dimohon tinggalkan jejaknya. Terima kasih banyak *HugAtuAtuBrngMemberBTS*

About fanfictionside

just me

2 thoughts on “FF oneshoot/ BROKEN HEART…/ BTS-BANGTAN

  1. Aduh Mas yoongi mesum kebangetan >< Sweet deh tapi kok cheonsa lemot amat?-,- saoloh udah dicium 7menit baru sadar wkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s