FF oneshoot/ HURT AND LOVE/ NU’EST


Hurt and Love

Author : blinks

Cast :

Woo Tae Woon (wuno)

Kang Baek Ho (nuest)

Jung Cheon Hwa (oc)

Genre : Sad,Romance.

Lenght : Oneshoot

FF ini di buat tengah malam menjelang pagi

Dengan perasaan yang tidak menentu

Juga ide seadanya karena hati yang kacau

Di temani beberapa lagu

Dan semangat dari orang-orang terdekat

(Back song Chen – best luck, day6 congratulation,Baekho (cover) – when I was your man,infinite – only tears,nuest – nanana)

—-

Jung Cheon Hwa pov

Aku membuka email di laptop

Simon Oppa mengirimiku email ajakan bekerja sama

Kebahagiaanku adalah saat aku bisa membantu chinguku

Tentu saja dengan kemampuanku

Tidak akan ada yang sukses bila memaksakan segala sesuatunya

Simon Oppa ingin mendebutkan girlband

Dan cara promosinya adalah membuat sebuah lagu dan mv

Beberapa orang lainnya juga di ajak kerja sama

Aku tidak masalah untuk beramai-ramai

Tapi satu nama membuatku tersenyum pahit

Tae Woon

Sejak memutuskan berpisah dengannya..aku berangkat ke Bali..

Aku bahkan bekerja pada YG dengan jarak jauh

Untungnya ada alat komunikasi yang canggih

Terutama ada internet

Tanpa perlu jauh-jauh menghampiri..tugas dari kerjaan bisa ku lakukan dengan sempurna

Sekalipun sesekali aku harus tetap berangkat ke Korea atau ke Jepang

Dua orang yang membuatku susah bernafas dalam perjalanan hidupku adalah Tae Woon dan Baek Ho

Mereka mungkin tidak setampan apa yang orang-orang idamkan

Ratusan orang akan berkata kalau mereka hanya biasa-biasa saja

Mereka tidak seksi seperti 2PM

Mereka juga tidak sekeren Super Junior

Tapi bagiku dua orang yang pernah mengisi hari-hariku adalah sebuah keistimewaan yang tidak bisa di nilai dengan apapun

Proyek ini..tidak bisa ku sebut menjanjikan..

Tapi aku juga tidak mampu buat mengelak

Aku tertarik dengan jenis proyeknya

Apa yang harus aku lakukan sekarang?

**

“Ne?jadi Oenni di tawari sebuah proyek?”Tanya Sheon Rin

Sheon Rin adalah chinguku

Dia producer di YG juga

Kebetulan Sheon Rin menelpon..jadi aku mengajaknya mengobrol

“Hmm..sebuah proyek kolaborasi..”

“Jadi Oenni akan muncul di MV?”Tanya Sheon Rin

Aku tertawa

“Anni..seperti biasalah..hanya suaraku saja..”

“Boleh juga tuh Oenni..coba saja..dulu-dulu kan proyek Oenni sukses..sudah lama juga Val vacum dari dunia rapper..”Kata Sheon Rin

Aku mengangguk

Aku belum bisa memberi jawaban

Aku masih gundah

Aku rasa aku perlu minta saran yang lain

Aku menatap deretan nama-nama di ponselku

“Yoboseo..”Kata Na Mi

Na Mi adalah chinguku yang lain

Na Mi adalah seorang penyanyi cover yang memiliki chanel youtube sendiri

Selain itu Na Mi juga producer di Woolim

“Na Mi..”

“Ah..Oenni..apa kabar?”Tanya Na Mi

“Baik..bagaimana denganmu?”

“Baik..waeyo Oenni?”Tanya Na Mi

“Aku..mengganggu?”

“Anni..waeyo??”Tanya Na Mi

“Aku mau cerita..”

“Ne..ne..wae?”Tanya Na Mi

“Itu..aku di tawari kerjaan..”

“Kerjaan?”Tanya Na Mi

“Hmm..Simon Oppa mengajakku untuk sebuah proyek kolaborasi..”

“Ne?kolaborasi?”Tanya Na Mi

“Hmm..bersama beberapa orang lainnya..termasuk..”

Aku terdiam

“Termasuk?”Tanya Na Mi

“Tae Woon..”

“Mwo?”Tanya Na Mi

Na Min terdengar sangat kaget

Aku mengangguk

“Emm..dia minta aku mengabarinya dalam waktu satu minggu..dan ini hari ketiga..”

“Lalu..Oenni mau?”Tanya Na Mi

Aku menghela nafas

“Aku..bingung..”

Kami sama-sama terdiam beberapa saat

“Apa sebaiknya aku tolak?”

“Hmm..apa itu sebuah proyek yang bagus?”Tanya Na Mi

“Aku rasa..begitu..dia ingin mendebutkan girl group..dan..promosinya lewat MV..”

“Jadi Oenni mau tampil di MV?”Tanya Na Mi

Aku tertawa

“Anniyo..aku akan ambil bagian seperti biasa saja..”

Aku sudah tampil di beberapa mv rapper tapi hanya menyumbang suara atau siluet saja

Pada dasarnya aku tidak mau terkenal

Aku merasa bukan takdirku untuk menjadi seorang artis

“Hmm..menurutku..Oenni ambil saja..masalah Tae Woon Oppa…”Kata Na Mi

Aku diam

“Anggap profesional saja..toh rekaman juga belum tentu di waktu yang sama kan..kalau memang itu proyek bagus..jangan di sia-siakan..”Kata Na Mi

“Ah ne..”

“Tapi terserah Oenni..kalau menurut Oenni tidak nyaman..ya jangan..”Kata Na Mi

“Ne..ne..gomawo..”

“Ne?dengan Tae Woon Oppa?”Pekik Seul Hwa

Aku mengangguk

Aku sedang video call dengan saengku

Aku masih ragu

“Ne..”

“Em..eote ne?memangnya gwenchana?”Tanya Seul Hwa

Aku mengangkat bahuku

“Oenni mau?”Tanya Seul Hwa

Aku menghela nafas

“Aku hanya bisa mendukung apapun itu..yang penting Oenni bahagia..”Kata Seul Hwa

“Gomawo..”

Semua keputusan akan tetap di tanganku

Apa aku bisa untuk menjadi seorang yang profesional?

Aku sudah menyahuti ajakan Simon Oppa

Dan aku ceritanya siap menerima apapun resikonya

Setiap kali aku putus..pasti bukan karena hal baik..

Dan itu juga salah satu yang membuat aku ragu dalam melangkah

**

Aku sudah sampai di Seoul

Sebuah surga yang selalu aku rindukan

Bagaimanapun aku memiliki darah Korea

Dan mustahil bagiku untuk tak mencintai tanah airku sendiri

Aku berjalan di rerumputan

Langit mulai berubah gelap

Dan kegundahan hatiku masih belum hilang

Lusa kami semua akan melakukan meeting pertama

Aku akan bertemu..dia…

Bagaimana hasilnya?

David Oppa,Simon Oppa apalgi Raina tidak tahu ada hubungan masa lalu apa antara aku dan Tae Woon

Mendadak aku merasa gugup

Aku mengantongi dua tanganku ke saku celana jeans

**

Aku menghentikan langkahku

Gigiku rasanya tidak lagi menggigit sosis bakar favorit Na Mi yang aku jadikan cemilan

Apa itu Tae Woon?

Dia berdiri sendirian sambil menatap langit gelap

Awal musim panas yang cukup suram

Tidak muncul bulan bahkan taburan bintang

“Anyeong..”

Aku mencoba menyapanya

Tae Woon menoleh

Dua matanya menatapku

Tatapan yang begitu sendu

“Waeyo?”

“Aku…”Kata Tae Woon

Aku tersenyum tipis

“Aku sedang sedih..”Kata Tae Woon

Suaranya terdengar bergetar

Hatiku ikut terasa bergetar

“Wae?apa yang mengganggumu?”

“Aku..kalah dari SMTM4..”Kata Tae Woon

SMTM menjadi pelabuhan bagi banyak Rapper

Ingin terkenal?ya harus masuk SMTM

Ingin populer?jadilah pemenang SMTM

Tae Woon menunduk

Aku merasa kasihan padanya

“Aku tahu..itu tidak mudah..tapi..itu sebuah kompetisi..Oppa..”

Aku mendadak kaku dalam berkata-kata

Kemana aku yang pandai merangkai huruf menjadi kalimat

“Aku tahu..itu berat..tapi hidup harus terus berjalan..”

“Aku..ingin berhenti..”Kata Tae Woon

“Mwo??berhenti??”

Tae Woon menatapku sekilas

“Ne..aku lelah..aku merasa aku terus menurus berjalan di tempat..”Kata Tae Woon

“Rapper itu hidupmu..jiwa mu..ragamu..belum sukses bukan berarti tidak akan bisa sukses..”

Aku melangkah lebih dekat

“Kau masih punya banyak fans..yang setia..apa kau mau mereka sedih?”

Suaraku mulai parau

Entah kenapa aku merasa ingin menangis

“Kau tidak boleh menyerah..Simon Oppa mengajakmu dalam proyek itu kan?”

Tae Woon mengangguk lemah

“Kajja..kita buktikan sama-sama..kita adalah orang yang tidak mudah kalah begitu saja..”

Aku mengangkat tanganku yang memegang sosis

“Hwaitting..”

Sosinya tiba-tiba copot dan terlempar mengenai pipi Tae Woon

“Aigoo..”

Tae Woon menatapku dan mengusap pipinya sambil tertawa

Aku ikut tertawa

“Kau tidak boleh menyerah..kau bukan orang yang lemah seperti itu..”

“Ne..kau menerima proyek itu kan?bantu aku ya Cheon..”Kata Tae Woon

Aku mengangguk

“Ne..aku akan membantumu..tetaplah percaya diri..”

Aku menatapnya dalam-dalam

“Jangan buat fans nomor satumu ini..kecewa..jangan pernah ada rasa menyerah atau air mata lagi..”

Tae Woon mengangguk

“Arrasso..mari kita berjuang sama-sama..”Kata Tae Woon

Proyek yang di siapkan ternyata cukup gila

Salah satu kegilaannya adalah mereka ingin aku ikut tampil

Aku coba menampik

Tapi raut wajah Tae Woon terlihat berbeda

Aku pura-pura tidak melihatnya

Tapi dua mataku seolah terarah untuk menatapnya

**

Tae Woon mengantarku pulang

Tapi tidak satu patah kata pun yang dia ucapkan padaku

Tidak bisa diam begini

“Ada masalah?sepertinya kau tegang sekali Oppa..”

Aku coba membuka pembicaraan

Tae Woon menghentikan mobilnya

Dua tangannya meraih tanganku

“Boleh aku minta sesuatu padamu?”Tanya Tae Woon

Aku menatapnya dan menatap tangannya yang meraih tanganku sesekali

“Ne..mwoya?”

“Kekuatanku di proyek ini hanya kau saja..jadi..tolong tetap ada di proyek ini..”Kata Tae Woon

Dia bisa membaca isi hatiku?

Dalam hatiku memang aku sudah berencana mundur kalau aku tetap harus tampil di MV

“Aku tidak bisa melakukan apapun..kalau kau tidak ada bersama-sama denganku..”Kata Tae Woon

Tangannya menggenggam erat tanganku

“E..itu..”

“Jebbal..”Kata Tae Woon

Sorot matanya itu melumpuhkan aku

Aku tidak bisa menolaknya kalau seperti ini

“Ne..aku..aku akan tetap ada di proyek ini..”

“Yagsog?”Tanya Tae Woon

Aku meremas pelan dua tangannya

“Yagsog..”

Dalam hati aku berkata apapun untuk melihat senyumanmu

Dia tidak sekuat apa yang orang bayangkan

Dia begitu rapuh seperti sebuah keramik

Sekalipun aku sendiri hanya sebuah gelas kaca tapi kehadiranku adalah untuk membantunya

Aku senang saat melihat senyumannya

Dan aku sedih saat melihat senyuman hilang dari wajahnya

“Jadi Oenni ambil proyek itu?”Tanya Na Mi

“Hmmm..aku ambil..”

“Tidak ada masalah dengan Tae Woon Oppa?”Tanya Seul Hwa

Aku tersenyum

“Sejauh ini..anni..semuanya baik-baik saja..dan semoga begitu..”

“Amin..kata Na Mi dan Seul Hwa

“Amin..”

Aku ikut mengamini hal itu

Memang yang aku harap adalah hal yang baik

**

Taksiku berhenti di depan sebuah mobil Van

Dari mobil Van keluar beberapa orang dan mereka adalah Nuest

Orang terakhir yang keluar dari mobil adalah Baekho

Aku pura-pura mencari dompetku

Kenapa Nuest ada di gedung apartemenku?

Apa mereka ada syuting?

**

Ting Nong

Ting Nong

Aku berlari kecil

Pesanan makananku datang

Aku membuka pintu

“Kau..”Pekik Baek Ho

Aku membelalak

Kenapa yang berdiri di depanku adalah Baek Ho?

“Kau..kenapa kau di sini?”Tanya Baek Ho

Baek Ho lebih muda dua tahun dariku

Secara tidak sadar aku mengamati wajahnya

Dia terlihat semakin dewasa dan manis

Setelah kembali dari operasi pita suara..suaranya terasa sedikit lebih berat

“Ini..apartemenku..”

“Ne??”Tanya Baek Ho

Baek Ho seperti mengintip ke dalam lalu menatap sekeliling

Petugas pengirim makanan mendekati kami

“Chogiyo..pesanan atas nama..Cheon Hwa?”

“Ne..benar..”

Aku menatap Baek Ho sekilas

Pizza yang ku pesan adalah makanan favoritnya

Aku sendiri menyukai pizza setelah bersamanya

Aku sedang akan menulis lirik dan aku sengaja memesan pizza

“Ini..”

Aku memberi uang

Petugas pengantar makanan memberiku pesananku

“Kembalinya ambil saja..”

“Kamsahamida..”

Petugas itu berbalik

“Untukmu..kalau kau mau..”

Aku menyodorkan dua kotak pizza

“Apa kabar?sudah lama kita tidak bertemu..Noon..”Kata Baek Ho

Noona..dia benci memanggilku begitu..

Baginya..dulu..aku hanya seorang yeoja kecil yang kebetulan lahir lebih dulu..

“Baik..chukkae..Nuest semakin sukses..”

“Gomawo..Noon..aku sedang syuting..aku tidak bisa lama-lama..”Kata Baek Ho

“Ne..bawalah ini..kau masih suka kan?”

Baek Ho mengambil dua kotak pizza itu

“I miss you..”Kata Baek Ho

Baek Ho berbalik

“Noon..”Kata Baek Ho

Mataku tiba-tiba berkaca-kaca

“Gomawo pizzanya..Noona..Cheon Hwa Noona..”Kata Baek Ho

“Cheonma..Baek Ho..”

Aku masuk dan menutup pintu

Air mataku menetes jatuh

Dia sudah anggap aku orang lain

Dia panggil aku Noona

**

“Mwoargo??Kang Baek Ho??bocah itu??”Tanya Na Mi

Aku mengangguk

“Apa yang dia katakan?”Tanya Na Mi

“Dia memanggilku Noona..panggilan..yang..dia paling tidak suka..”

Suaraku mendadak serak

“Mungkin dia sadar Oen..dia siapa dan kau siapa..”Kata Na Mi

Aku mengangguk

Aku menarik minumanku dan meneguknya

Aku dan Baek Ho pernah menjalin hubungan yang tidak lama

Anak kecil itu kadang membuatku pusing

Dia terlalu labil untuk aku hadapi

Dan akhirnya kami berpisah

Aku yang memaksanya untuk meninggalkan aku

Tapi orang yang juga aku rindukan

Dia cukup sempurna untuk menjadi seorang namjachingu

Kyeopta,suaranya juga bagus,dia terlihat sangat namja dan tidak mungkin ada yang menyangkal penampilannya

“Break..”Kata Simon

Aku meletakan headphoneku

“Waeyo Cheon?kenapa denganmu hari ini?”Tanya Simon

Aku membungkukan kepalaku beberapa kali

“Mianhe..mianheyo..”

Aku kacau hari ini

Aku ingin melihat Tae Woon yang ada di depanku bahagia

Tapi aku juga masih memikirkan Baek Ho

Aku merasa seperti orang rakus yang ingin meraih semua hal

“Istirahat dulu..”Kata Si Mon

**

Tae Woon menemaniku jalan-jalan

“Ada masalah?kau tidak biasanya seperti ini..”Kata Tae Woon

“Sedikit..”

Aku tidak pernah bisa menyembunyikan apapun darinya

“Mau cerita?”Tanya Tae Woon

Aku menggeleng

“Anni..tidak penting..”

Bagaimana mungkin aku cerita tentang Baek Ho?

Tae Woon tiba-tiba memelukku

“Semua akan baik-baik saja Cheon..”Kata Tae Woon

Aku membelalak

“Aku mungkin tidak tahu..ada masalah apa..tapi..aku yakin..kau terlalu hebat untuk di kalahkan sebuah masalah..”Kata Tae Woon

Aku tersenyum

Pelukannya begitu hangat

Seperti ada sebuah aliran yang mengalir di sekujur tubuhku

“Ne…”

Perlahan Tae Woon melepaskan pelukannya

“Selesai rekaman dan syuting..aku akan mengajakmu ke sebuah tempat..”Kata Tae Woon

Aku mengangguk dan tersenyum lebar

Tae Woon menggandeng satu tanganku

Kami jalan sambil bergandengan tangan

Sebagai manusia biasa

Salah satu yang tak luput dalam doaku adalah tentang jodoh

Aku sengat berharap dapat yang terbaik

Aku tidak peduli siapapun orangnya

Dan saat ini aku merasa Tae Woon adalah orangnya

Apa yang di lakukannya seperti sebuah tanda untukku

**

Aku membuka pintu apartemenku

Di depan terlihat sebuah buket permen loli

Aku menunduk dan mengambil buket itu

Ada kartunya

‘Untuk seorang Noona yang selalu manis dan berwarna cerah seperti permen ini..
-Baek Ho-‘

Aku menatap sekeliling

Baek Ho?dia mengirimiku ini?

Kemana orangnya?

Aku tersenyum

**

Aku makan permen loli sambil menyetir ke lokasi syuting

Hari ini aku akan syuting MV kolaborasiku

Aku sedikit minder

Aku mungkin cukup tinggi

Tapi yang tidak bisa ku hindari adalah lekuk tubuh sempurna milik Raina

Aku sedikit lebih besar darinya

Hah..kenapa tiba-tiba aku merasa malu

Aku kan bukan akan menjadi artis

Seksi atau tidak..bukan masalah

Aku menoleh ke kartu yang di beri Baek Ho

Noona…

Kenapa aku sedikit tidak nyaman di panggil itu?

Padahal dulu aku selalu menyuruhnya memanggilku Noona dan berhenti menganggapku anak kecil

**

Tae Woon mendekatiku

Dia meraih gagang permen loli yang menyembul dari mulutku

“Apa kau bayi sampai makan ini?”Tanya Tae Woon

Aku tertawa

Tae Woon menarik gagang permen loli dari mulutku

Permennya tinggal sedikit

Permen yang manis

Sama seperti melihat senyum Tae Woon

“Kita mulai syutingnya..”Kata David

Aku mengangguk

Syutingnya tidak selesai dalam waktu satu hari

Dan aku merasa lelah

“Istirahatlah..”Kata Tae Woon

Aku mengangguk

Tae Woon mengusap pelan poniku

“Besok syuting hari terakhir..jangan terlambat..”Kata Tae Woon

Aku mengangguk

“Masuklah..selamat tidur..”Kata Tae Woon

Aku melangkah masuk dan menutup pintu

Aku mengusap poniku sendiri

Berapa hari ini Tae Woon sangat memperhatikan aku

Bahkan dia mengantar aku pulang walau dengan mobil yang beriringan

Dia juga berjanji…untuk mengajakku ke sebuah tempat

Ting Nong

Aku langsung membuka pintu

“Aku melihat kau..dengan dia..”Kata Baek Ho

Aku kaget melihat Baek Ho

Raut wajahnya sangat tidak senang

“Oh..”

“Oh?kau dan dia kembali?kau kembali pada orang yang menyakitimu dengan perselingkuhan?”Tanya Baek Ho

Aku menunduk

“Kami..hanya ada proyek..kerja sama..”

“Proyek?bukan kencan?”Tanya Baek Ho

Sebagai anak kecil..hubungan yang lalu menjadi masalah bagi Baek Ho

Dulu dia pernah bertanya siapa saja mantanku

Dan dia ingin tahu detailnya

Kalau aku bisa tunjukan..dia juga mau aku tunjukan..

Jadi dia tahu siapa Tae Woon

“Bukan..”

“Sudah selesai?”Tanya Baek Ho

Aku menggeleng

“Berapa lama?”Tanya Baek Ho

“Besok hari terakhir..”

“Aku akan mengantarmu..jam berapa berangkat?”Tanya Baek Ho

“Ne?tidak usah..”

“Wae?aku tidak boleh berkunjung?”Tanya Baek Ho

“E..itu…”

Baek Ho menatapku

Wajahnya sedikit mendekat ke wajahku

“Jam lima aku berangkat..”

“Jam lima tepat..aku jemput di lobi..istirahatlah..”Kata Baek Ho

Aku mengangguk

Baek Ho mengeluarkan sebuah jepit dari sakunya

“Poni nya terlalu panjang..”Kata Baek Ho

Baek Ho merapikan poni rambutku dan menjepitnya di pinggir

“Selamat malam..”Kata Baek Ho

Aku tersenyum

Aku keluar menuju lobi

Sebuah mobil sedan sport warna dark silver menungguku

Aku membuka pintu mobil

“Morning..”Kata Baek Ho

“Morning..”

Baek Ho meraih sebuah kotak dari kursi belakang dan di letakan di pahaku

“Selamat sarapan..makan yang banyak..”Kata Baek Ho

Aku tersenyum dan mengangguk

**

Semua sedikit kaget saat melihat Baek Ho

Aku merasa serba salah dengan Tae Woon

Baek Ho sendiri hanya duduk diam di sudut

“Kau bawa siapa?dia nuest itu kan?”Tanya Tae Woon

Aku mengangguk

“Kau dan dia?”Tanya David

Aku menggeleng

“Dia hanya mau berkunjung..”

**

Tae Woon meraih tanganku

“Eh..”

Aku baru keluar dari toilet dan kaget

“Kajja..aku mau ajak kau ke sebuah tempat..”Kata Tae Woon

Aku menatap sekeliling

Dan mengikuti langkah Tae Woon

**

“Bagus sekali..”

Aku berdiri bersebelahan dengan Tae Woon di bukit

Banyak kunang-kunang di sekitar kami

“Kau suka?”Tanya Tae Woon

Aku berusaha menangkap kunang-kunang dengan tanganku

Tae Woon membuka plastik yang tadi di bawanya

“Tangkap dengan ini..”Kata Tae Woon

Aku menerima toples kaca dan membuka tutupnya

Aku berusaha menangkap kunang-kunang yang menyala

“Kau tahu tidak?”Tanya Tae Woon

“Mwo?”

“Kata orang..kunang-kunang itu…”Kata Tae Woon

Tae Woon menatapku

“Mwo?”

Aku tidak terlalu peduli

Aku sedang sibuk menangkap kunang-kunang

“Kuku orang mati..”Kata Tae Woon

Tae Woon tiba-tiba membisikan hal yang mengerikan

Toples yang aku bawa meluncur jatuh

Tae Woon tertawa keras

“Aaa Oppa..tidak lucu tau…”

Aku mengembungkan pipiku

“Ommo..”

Aku kaget di depan pintu apartemenku ada Baek Ho

“Kemana kau semalam?”Tanya Baek Ho

“Itu..”

“Senang pergi dengan Tae Woon?”Tanya Baek Ho

Aku terdiam

“Aku memang tidak pernah ada artinya daripada dia kan?”Tanya Baek Ho

Baek Ho menatapku

Aku perlahan menundukan kepalaku

“Sudah jelas siapa aku untukmu daridulu..tapi..aku tidak bisa melupakanmu..”Kata Baek Ho

Aku harus bilang apa sekarang

“Bisakah kau tidak keluar masuk hidupku begitu saja?”Tanya Baek Ho

Baek Ho memegang daguku

Kepalaku sedikit terangkat

“Aku ini manusia..aku juga punya hati..aku juga bisa sakit hati..kalau aku tidak pernah ada artinya..gwenchana..tapi tidak perlu seperti ini..”Kata Baek Ho

Aku melihat matanya berubah jadi merah

“Tidak perlu datang saat Appaku sakit Cheon..jangan sakiti aku..karena..aku tidak pernah menyakitimu..”Kata Baek Ho

Aku tercekat

Baek Ho melepas tangannya

“Aku tahu kau akan meninggalkan aku..jadi aku..tidak kaget saat aku terus menunggumu sampai semua orang hampir pergi dari lokasi..sekalipun itu menyakitiku aku..”Kata Baek Ho

Baek Ho menatap ke arah pintu

“Aku hanya ingin kau tahu..kalau ada cinta itu untukku..di sini juga..selalu ada hati yang terbuka luas untukmu..Cheon..”Kata Baek Ho

Baek Ho berbalik dan pergi

Aku merosot duduk ke lantai

Segitu jahatnya kah aku?

Apa benar dia tidak pernah seberarti itu?

Sebenarnya hatiku berpihak untuk siapa

Aku tidak bisa mengalahkan satu untuk yang lain

Aku bingung

Sekali waktu aku lebih menginginkan Tae Woon

Di waktu lain..Baek Ho juga orang yang bisa membuatku sangat merindukannya

Siapa yang sebenarnya menjadi raja di hatiku?

Bisakah aku tidak memilih dan hanya jalan begitu saja?

Ini pilihan yang sangat sulit untukku

**

“Cheon..apa kau ada waktu?”Tanya Tae Woon

“Ne?ada..”

“Bagaimana kalau kita pergi makan siang?”Tanya Tae Woon

“Boleh..dimana?”

“Kau dimana?”Tanya Tae Woon

“Aku sedang mengurus tiket..aku akan ke Amerika lusa..”

“Cepat sekali?”Tanya Tae Woon

Aku tertawa kecil

Jadi dia masih ingin aku lebih lama di sini

“Ne..aku ingin banyak yang merindukan aku..”

Kami sama-sama tertawa

**

Kami janjian bertemu di sebuah cafe

Kami pesan makanan yang dulu kami suka

Sekalipun rasanya sudah sedikit berubah

Tapi nilai nostalgia ini tidak bisa di beli dengan apapun

Kami membicarakan hal-hal dulu

Ada yang sedikit membuat kami menjadi ribut

Ada juga yang membuat kami tertawa lepas

Rasanya sudah sangat lama ini terjadi

**

“Muat?”Tanya Tae Woon

Tae Woon mengajakku ke sebuah toko perhiasan

Dia minta aku mencoba beberapa cincin

Jadi dia akan kembali bersamaku?

Em..tiba-tiba aku ingat Baek Ho

Tapi lupakan..lupakan..

“Muat..bagus lagi..”

Aku menatap Tae Woon

“Kau mau juga?”Tanya Tae Woon

“Ne?”

Apa maksudnya mau juga?

Tae Woon mau beli ini buat siapa memangnya?

Masa untuk Eommanya?

Sepertinya bukan mendekati hari ulang tahun Eommannya

“Ne??”

Tae Woon menatapku

Perlahan aku melepas cincin yang ada di jari manisku

“Besok hari annivku dengan Da Som dan..”Kata Tae Woon

Ooh…

Aku meletakan cincin dan berdiri

“Aku lupa aku ada janji..”

“Biar aku mengantarmu..”Kata Tae Woon

Aku berlari keluar

Aku menahan air mataku sekalipun mataku terasa perih dan panas

Aku berlari sambil menggigit bibirku

Di hatiku terus berkata ‘jangan menangis Cheon..uljima..’

Seseorang entah darimana menarik tanganku

“Tidak sesuai dengan apa yang kau inginkan?”Tanya Baek Ho

Aku menatap Baek Ho dan berusaha melepaskan tanganku

“Kali ini apalagi?apa yang dia lakukan padamu?”Tanya Baek Ho

Tanganku terlepas dari tangan Baek Ho

Bersamaan dengan air mataku yang mengalir dan dua kakiku yang lemas

Aku terduduk di lantai dan menangis

Aku menutup wajahku dengan dua tangan dan meluapkan semua emosiku dengan tangisan

Aku lelah

Aku sangat lelah dengan semua ini

Aku di pindahkan ke kantor baru

Mungkin kantor itu sesuai dengan bidang dan kemampuanku

Tapi aku sudah betah dengan kantor lamaku

Aku memaksakan diri untuk menyenangkan hati orang

Aku menyakiti hati orang yang lain

Dan sekarang aku tersakiti

“Hiks..hiks..”

**

Aku berdiri bersebelahan dengan Baek Ho di dekat sebuah supermarket

Mataku masih bengkak karena menangis

Sekalipun dadaku sudah tidak lagi sesak

Tapi perasaanku masih kacau

“Mianhe..aku mengikutimu..perasaanku tidak tenang..”Kata Baek Ho

Aku tidak menyahut

“Apa yang membuatmu menangis seperti ini?”Tanya Baek Ho

Aku menatapnya sekilas

“Dia menyakitimu lagi?”Tanya Baek Ho

Aku menunduk

“Aku tertekan..aku tidak menangis karena dia punya yeojachingu..dan akan aniversarry..tapi aku lelah..aku pindah kerja..aku berharap untuk sesuatu yang tidak pasti dan..”

Aku menatapnya

“Aku menyakiti seseorang..aku sangat lelah..aku tidak peduli dia mau punya yeojachingu atau tidak..tapi..kenapa aku harus tahu hal itu sekarang..di saat..aku sedang sangat lelah..”

Aku mulai berkaca-kaca lagi

“Yang kau maksud..menyakiti seseorang itu aku?”Tanya Baek Ho

Aku mengangguk

“Ne..kau menyakiti aku..kau memaafkan dia yang menyelingkuhimu sementara kau membenciku hanya karena sifat anak kecilku..tapi..aku selalu di sini untukmu..”Kata Baek Ho

Baek Ho menatapku

“Aku tidak menjanjikan kau selalu bahagia bersamaku..tapi coba lupakan dia..apa yang dia lakukan padamu..dan cobalah untuk tetap menatapku..mungkin aku hanya seorang anak kecil dengan sebuah keegoisan..tapi..paling tidak..saat ini..aku tidak membuatmu kecewa seperti dia yang menyakiti hatimu yang halus..”Kata Baek Ho

Baek Ho berdiri di depanku dan membentangkan dua tangannya

“Mungkin aku juga tidak cukup baik untuk bersamamu..tapi..paling tidak..biarkan aku coba membuatmu lupa dengan dia..nikmatilah hari-hari indahmu bersamaku..jangan menangis lagi..cukup saat ini saja..”Kata Baek Ho

Aku memeluknya

“Gomawo..gomawo tidak pernah lelah mengerti aku..mungkin kau benar..aku tidak lebih dari seorang anak kecil yang lahir lebih dulu darimu..”

“Gomawo untuk terus mengingatku..saranghae..”Kata Baek Ho

“Saranghae…”

–the end–

About fanfictionside

just me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s