FF oneshoot/ I LOVE YOU/ BTS-BANGTAN


 i love you
Annyeong ^^~~~ hehehe.. kali ini aku kembali membawa oneshoot atau bisa juga dibilang songfict. Happy Reading guyss ^^
 
cast : Kim Seokjin – Hwang Seulbi
genre : romance (?) , sad , frienzone ._.v
author : hwanggrey

 
karena kita menghabiskan banyak waktu bersama, aku merasa nyaman berteman denganmu
aku bahkan tidak tahu kalau ini adalah cinta dan bagaimana hal itu bisa terjadi
 
aku dan seokjin, sudah lama berteman. Tepatnya, saat kami berada di taman kanak-kanak. Orang tua kami berdua sangat akrab, walaupun kami tidak memiiki hubungan darah, tapi hubungan keluarga kami sangat sangat baik.
Mungkin cerita seperti ini akan terasa biasa untuk diceritakan, tapi aku tak pernah bosan mengatakan kepada seokjin kalau aku merasa nyaman saat bersamanya. Entah apa yang membuat kita akrab satu sama lain. Aku rasa itu bukan hobi atau kebiasaan sehari hari. Itu semua karena perbedaan kita.
“Oppa! kau bodoh!” seulbi berdiri dan melemparkan crayon berwarna merah itu, setelah dia mencoret coret gambar yang dibuatnya.
“yak, bocah ini,… tak boleh mengatakan seperti itu kepada orang yang lebih tua darimu..” ibu seulbi merasa gemas, mencubit pipi gembul anaknya yang masih berumur 6tahun itu.
“eommaaa.. appooo!!! Aku sebal, seokjin oppa memasak dan menggambar dengan sangat baik, kenapa dia tidak mengalah ? bukankah yang tua harus mengalah ?” seulbi menunjuk gambar yang telah dibuat seokjin dengan sangat bagus
“aigooo… aku akan mengajari mu seulbi..” seokjin berdiri dan mensejajarkan tubuhnya dengan seulbi, tangan kecilnya itu mengusap pelan puncak kepala seulbi
“shireoo … aku membencimu” seulbi memalingkan wajahnya
“seulbi , aku mempunyai banyak permen coklat di kamarku.. kau mau ?” ucap seokjin sambil mengikuti arah seulbi memandang
“jinjjjaaaa ? bolehkah aku memintanya semua ?” seulbi kembali melihat kembali pada seokjin dengan senang, selain seokjin, coklat dan ice cream lah teman sejatinya
“boleeh … asal kau tidak membenciku..” ucap seokjin sambil tersenyum dan mengacungkan jari kelingkingnya
“arrassooo .. aku tidak pernah membencimu” seulbi mengaitkan jari kelingking nya pada jari kelingking seokjin.
jika aku tidak melihatmu, aku merindukanmu, kau terus saja muncul didalam mimpiku
aku tidak bisa tidur setiap malam, aku menghabiskan malam dengan airmata karena aku takut kau akan menolakku
Hari ini adalah hari pertama seokjin berada di semester pertamanya di Kampus barunya di daerah Gwacheon, dia memang bodoh!
Bagaimana bisa dia meninggalkan ku disini sendiri, sedangkan dia di Gwacheon. Kenapa dia harus sekolah di Gwacheon?
From : Pabo Seokjin Oppa
Seulbi~ah … hari pertama mu di tahun terakhirmu sekolah di Senior High School, hwaitting !! jangan lupa sarapan mu ! aku merindukan mu😉
Bodoh! Kalau kau merindukan ku kenapa kau harus pergi meninggalkanku ? kau benar sangat bodoh seokjin. Kau bahkan tidak tau kalau mataku membengkak sejak 5hari lalu, keberangkatan mu ke Gwacheon. Kau jahat!
From : Pabo Seokjin Oppa
Lihatlah~ kau mengabaikan pesan ku lagi, dasar manja!
Mwoyaaa !! dia memanggilku manja lagi, eissshhh
To : Pabo Seokjin Oppa
Mwoyaaa !!!
From : Pabo Seokjin Oppa
Eih.. kau cukup seram untuk orang setampan aku😉
To : Pabo Seokjin Oppa
Aku membencimu!!
From : Pabo Seokjin Oppa
Benarkah ? padahal aku baru saja berencana untuk bersekolah di Seoul lagi , tapi sepertinya kau tidak mengharapkan kedatanganku
To : Pabo Seokjin Oppa
Oppaaaa !!! kau benar benar ….
 
Seokjin bodoh, aku sangat mengharapkan kedatangan mu , dan bodohnya aku, aku malah menelfon nya dengan keadaan menangis dipagi hari karenanya. Baiklah ini memang terlihat sangat berlebihan.
Tapi, bukankah ini wajar untuk ku, entah berapa waktu yang aku habiskan bersama seokjin. Sangat menyebalkan saat dia harus pergi, bahkan sebelumya dia tidak pernah memberi tau ku kalau dia akan sekolah di Gwacheon.
“yeoboseoyo…” suaranya terdengar lembut
“Oppaa !!!” teriakku dengan isakkan tangis .
“aigooo … kau sudah menangis pagi ini .. aigoooo, kau benar benar manja”
“Oppa , aku membencimu .. hiks..”
“hmm.. Aku tau kau membenci ku…”
“Oppa , kau bodoh ..”
“hmm.. aku tau aku bodoh, keunde .. bisakah kau berhenti memanggilku bodoh ?”
“tidak bisaaaaaa …”
“oh .. arrasso..”
“aku membencimu , kau membuatku menangis! Aku bahkan tidak bisa tidur dengan nyenyak karena aku memikirkan mu, kau jahat! Kenapa kau tidak memberi tau ku kalau kau harus sekolah di Gwacheon!?”
“seulbi~aah …”
“kau bahkan tidak menangis saat meninggalkan ku, padahal aku menangis sangat lama, kau membuat ku keriput seokjin bodoh”
“aku tidak akan meninggalkan mu seulbi~ah , aku janji…”
Hari hari ku berjalan dengan baik, tidak terasa sudah 5bulan aku tidak bersama seokjin. Aku memang belum pernah bertemu lagi dengan nya, tapi aku rasa dia semakin tampan, aku yakin dia semakin tampan.
Karena aku tidak pernah bertemu dengan nya, bukan berarti aku tidak pernah melihatnya. Aku selalu melihatnya, dia selalu mengirimi ku selca nya yang terbilang tampan dan dapat menguras habis oksigen ku.
Dia juga tidak pernah telat mengirimi ku pesan, atau menelfonku setelah makan malam.
Terkadang aku bingung kepada perasaanku, apa aku benar benar mencintainya ? kenapa harus dia , kenapa aku harus mencintai sahabatku sendiri yang sudah aku anggap seperti oppaku sendiri, kenapa aku justru jatuh cinta padanya ?
Bukan kepada Jeon Jungkook, ketua kelas di kelas ku yang terkenal tampan, pintar, dan memiliki suara yang merdu,
Kim Namjoon ketua osis di sekolahku yang pintar, bijaksana dan tegas,
atau Min Yoongi , Kapten basket disekolahku yang terkenal tampan walaupun dengan penampilan nya yang terbilang seperti Playboy.
Kenapa justru aku mencintai orang itu ? Kim Seokjin, dia hanya hebat dalam hal memasak dan menggambar, selebihnya … eung , baiklah , dia tampan . sangat tampan! Lalu apalagi kelebihan nya ? aah … kelebihan nya, dia pandai membuatku menangis, yaaa.. dia sangat pandai.
Kakao-Kakao~
Haha.. dia mengirimi ku pesan
From : Pabo Seokjin Oppa
Heyy adik kecil, aku punya kabar bahagiaa !! kau ingin mendengarnya ?
To : Pabo Seokjin Oppa
Apa itu ? harus kah aku mendengarnya ?
From : Pabo Seokjin Oppa
Yaap ! kau harus mendengarnyaa^^
To : Pabo Seokjin Oppa
Baiklaaah ~~ apa itu ?
From : Pabo Seokjin Oppa
Tadaaaa~~~ perkenalkaaan, Hyemi. Dia pacarku ^^ bagaimana ? apa dia cantik ?
Seokjin bodoh! Apa maksudnya …
Aarrrggghhh …. dia memiliki kekasih ? lalu aku harus membalas apa ?
Mengatakan selamat kepadanya ? sungguh aku tidak ingin mengatakan nya, apa aku menyuruh dia putus dengan kekasihnya ? itu sangat kejam! Baiklah aku tidak sekejam itu.
Lalu apa yang harus aku lakukaaaaan ??
Apa dia cantik ? aku lebih cantik darinyaaa !!! kenapa oppa , kenapa kau sudah memiliki kekasih, kau bilang kau tidak akan meninggalkan ku!
Baiklah, pacar nya sangat cantik , dilihat dari foto selca mereka berdua, itu sangat serasi.
From : Pabo Seokjin Oppa
Adik kecil, kau sibuk ? apa kau kesusahan mengerjakan soal fisika mu ?
Aku sesusahan menerima kabar yang menurutmu baik itu!
To : Pabo Seokjin Oppa
Oh , mianh .. chukhae oppa, yeppo! Longlast. Oppa aku sibuk, mianh
From : Pabo Seokjin Oppa
Ah .. gomawo seulbi-ah, kau juga cantik. Baiklah selesaikan pekerjaanmu dengan baik seulbi~ah😉
Omo !! dia bilang aku cantik !
Tunggu, itu sudah biasa , dia selalu memanggilku cantik ketika moodku buruk, eisshhh ..
Kulihat disekitar kamar ku, baiklah sudah berantakan. Tissue kotor bertebaran, yaa .. ini sudah seperti gudang. Mari kita lihat wajahku, baik …
Sudah seperti zombie, kantung mata memiliki kantung mata (?) hidung memerah, mata menyipit, aku mirip zombie kurang gizi. Dan besok aku harus pergi sekolah…
aku tidak bisa mengatakan kata-kata itu lagi hari iniKata-kata yang aku siapkan di depan rumahmuBahkan didalam mimpiku, setidaknya didalam mimpikuaku ingin mengungkapkan kata-kata itu sambil menatap matamu
“Oppa ! Saranghae ..” aku menatap matanya dengan lekat. Wajah tampan nya itu terasa sangat sempurna.
Seokjin hanya memandang ku dengan senyuman nya.
“Oppa , kenapa kau hanya tersenyum ? apa aku terlihat aneh setelah aku mengatakan aku mencintaimu ?”
Tangan kanan nya mengusap kepala ku, perlahan merengkuhku kedalam pelukkan nya.
“gomawo seulbi~ah , gomawo adik kecilku…”
Aku melingkarkan kedua tanganku mengitari tubuh seokjin. Rasanya sangat hangat, bisakah aku meminjam penghenti waktu milik doraemon, aku mohon.
“oppa jangan memanggilku adik kecil lagi, aku sudah besar. Aku bahkan merasakan getaran dan degupan jantungku bekerja secara tidak normal saat aku mengingatmu, melihatmu, dan sekarang ini , memeluk mu..” aku menatap seokjin yang memang lebih tinggi dari ku dengan posisi masih memeluknya
“oppa , gomawo. Kau menjadi Kim Seokjin yang aku mau. Oppa yang menjagaku, dan tentu saja kau pasti menyayangiku kan ?” aku merasakan tanganya kembali mengusap kepalaku dengan lembut
“oppa, apa kau mencintaiku juga ?”aku melepaskan pelukkan ku dan menatapnya dengan pasti. Dan dia kembali membalasku dengan senyuman tampan itu
“tentu saja, aku mencintaimu sebagai adik ku ..” ———
Ttok ttok ttok
“seulbi~ah .. bangun, ayo sarapan dan minum obatmu…”
Aku membuka mataku dengan perlahan, kepala ku terasa sangat pusing.
Tunggu, bukan nya aku sedang bersama dengan seokjin oppa ? ahh Matda ! aku bermimpi -..- mimpi yang indah, hahahaha. Tidak , tidak terlalu indah juga.
“seulbi~ah .. ayoo bangun, kau harus meminum obat mu..”
Obat ? hahaha . aku bahkan lupa kalau aku sedang sakit, sakit yang sangat parah. Dan obatnya tidak ada, bukan tidak ada. Obatnya tidak tersedia untukku, obatnya sudah dibeli , ani.. tepatnya diambil orang lain.
Kalau seperti ini aku seperti orang sakit jiwa, haha.
“aku sudah bangun eomma …, aku akan mandi dulu, siapkan saja dulu makanan dan obatnya, aku akan menyusul”
Tepat 1minggu ini, aku sakit. Yaa , sejak seokjin memberitauku kabar yang menurutnya baik dan gembira, tapi malah menjadi musibah untukku. Karena aku harus terkapar sakit dirumah sakit selama 5hari dan aku baru pulang dari rumah sakit 2hari lalu.
Berlebihan ?
Hahaha . tidak, ini bukan kerena seokjin. Karena memang tugas sekolahku, aku harus mengerjakan banyak tugas untuk menambah nilai nilaiku yang berlubang.
Aku sudah banyak begadang ditambah lagi berita buruk yang aku terima, sepertinya aku akan sekarat saja saat itu.
Dan seokjin sama sekali tidak menghubungi ku sejak seminggu lalu, aku tidak tau alasan nya. Apa dia sibuk dengan kuliahnya, atau dia sibuk dengan kekasihnya, ataau .. karena dia memiliki pacar, jadi aku tidak ada artinya baginya.
Lihat, baru beberap saat aku memikirkan nya. Panggilan masuk darinya
‘Pabo Seokjin Oppa’
“Seulbi~ah , gwenchana ? kau berada dirumah sakit ? kau sakit apa ?” tanpa menyapa, dia langsung memberiku pertanyaan yang lumayan membuatku tiba tiba bosan
“Kau terlambat~”
“Yaa.. jawab aku, kau berada dirumah sakit mana ? apa sakit mu parah ?”
“Siapa bilang aku berada dirumah sakit ?” bagaimana dia bisa tau ? bahkan aku melarang ibuku memberitaunya
“Ibuku menelponku, dia bilang kau dirawat dirumah sakit” ah benar, aku melarang ibu memberi tau seokjin, tapi aku tidak melarang ibuku memberi tau ibunya seokjin
“Kapan ibumu menelpon mu ?”
“Seulbi~ah.. jawab pertanyaan ku dulu…”
“Aku dirumah sakit selama 5hari, aku pulang 2hari yang lalu. Dokter bilang aku terkena tifus”
“Bagaimana bisa ? Kenapa kau tidak bilang kepada ku kalau kau sakit sampai dirawat seulbi~ah”
‘bagaimana bisa ?’ dia bertanya ‘bagaimana bisa ?’  aku hanya manusia biasa seokjin, aku mungkin terlihat mengerikan. Tapi untuk masalah kesehatan, layaknya manusia normal aku bisa sakit, dan hati ini pun juga sakit, asal kau tau.
“Apa itu akan membuatmu peduli ?”
“Tentu saja aku sangat peduli, bagaimana keadaanmu sekarang ?”
“Kau menanyakan kabarku setelah mengabaikan ku selama seminggu ini ? apa tugas tugasmu menghambatmu untuk menghubungiku ? atau kah kekasihmu yang menghambatmu untuk menghubungiku ?”
“ah .. mianh , itu karena …”
“karena, pernyataan yang aku sebutkan tadi memang menghambatmu ?”
“eung .. i-iya, tunggu seulbi~ah . aku tidak melupakan mu sungguh, aku selalu mengingatmu ..”
“kenapa kau merasa seperti sangat bersalah seperti itu ?”
“itu .. karena , hyemi.. dia , aku rasa dia cemburu saat aku lebih memperhatikan mu daripada dirinya..”
Aku menghela nafas panjang, dada ini tiba tiba terasa sesak. Air di pelupuk mataku sudah tidak dapat ditahan untuk mengalir
“boleh aku menanyakan sesuatu pada mu oppa ? kau harus menjawabnya!”
“baiklah .. apa itu ?”
“kekasihmu atau aku ?”
“kenapa kau bertanya seperti itu ?” terdengar dari suaranya , dia seperti terkejut dengan pertanyaan yang ku ajukan
“aku ingin memastikan, apa yang aku lakukan ini salah atau benar.. jawablah pertanyaan ku”
“susah bagiku untuk menjawabnya seulbi~ah… kalian berdua sangat berarti dalam hidupku..”
“baiklah … mulai sekarang jangan hubungi aku oppa”
“w-wae ? waaee ?”
“karena yang aku lakukan ini salah, kalau kau terus terusan menghubungiku aku mungkin tidak akan …”
“memangnya apa yang kau lakukan sehingga kau bisa menyimpulkan kalau itu salah ?!!!” ucapnya dengan sedikit membentak, mungkin dia marah karena aku yang selalu teguh dengan keegoisanku, dan membuat dia seakan-akan dialah yang salah.
“Aku Mencintaimu…”
Tak ada balasan suara, aku pun menutup panggilan telfon darinya. Entah bagaimana ekspresinya, tapi aku harap aku bisa berhenti.
Kata-kata yang benar-benar ingin aku katakan besokkata-kata yang bahkan aku tak berani untuk mengatakannyaKarena aku takut , aku terlalu takutKata-kata yang tidak bisa aku katakan untuk waktu yang lama dihadapanmu. Aku mencintaimu…
Kurang lebih sudah 3tahun. Sekarang aku berada di semester keempat ku tahun ini. Dan kabar yang lebih mengejutkan lagi. Dia kembali
Kim Seokjin
Dia lulus dengan cepat, aku kira dia akan membutuhkan 4-5tahun untuk meneruskan sekolahnya, tidak ku sangka kalau dia hanya membutuhkan waktu 3tahun untuk menyelesaikan sekolahnya.
Aku sudah sangat lama sekali tidak menghubunginya, yaa .. sejak terakhir dia menelfonku. Tapi, setelah itu dia kembali mengirimi ku pesan dan selalu menelfonku, itu terjadi kurang lebih selama tiga bulan. Hingga pada akhirnya dia memilih untuk tidak menghubungi ku lagi.
Entah bagaimana kabarnya sekarang. Aku tidak tau, karena aku sudah tidak tinggal dengan orangtuaku. Aku tinggal di apartemen dekat kampus ku. Ibuku hanya memberi tauku kalau dia sudah kembali ke Seoul, dan sekarang dia bekerja di perusahaan dimana ayahku juga bekerja disana
“chagi~ah ..” panggilan itu, ckck. aku melihat taehyung yang sibuk di pantry, entah apa yang dia lakukan.
“berhenti memanggilku chagi taehyung idiooot.. aku bukan kekasihmu..” ucapku dengan nada malas. Baiklah , manusia satu ini .. ani, alien satu ini, dia adalah teman sekelas ku di kampus. Yaa.. menurutku dia cukup tampan, cocok untuk menjadi model, asalkan dia mempunyai sifat yang waras.
“kalau begitu ayo kita menikah…”
“kau gila ??!!”
“ayolah, kita sudah bersama sama selama ini…”
“yaa !! kau ingin mengerjakan diskusi kita atau tidak ? kau ini bodoh atau bagaimana huh ? ajak saja wanita lain untuk menikahi mu”
“kau yang bodoh seulbi~ah… kenapa kau tidak mau menjadi kekasihku ?”
“yaa kim taehyung, sudahlah hentikan permainan drama mu itu, kami sudah bosan mendengarnya..” ujar jimin disambut dengan anggukan dari Jihye yang masih mencoret coret bukunya dengan stabilo.
Huft, untung nya masih ada pasangan ini. Jimin dan Jihye, andaikan saja jika aku harus mengerjakan tugas tugas ini hanya berdua dengan Kim Taehyung idiot itu, aku tidak mau membayangkan nya.
“baiklaah … aku akan mengerjakan nya” taehyung mendekat ke arah kami, sambil membawa nampan berisi 5 cangkir coklat panas.
“kenapa ada 5 cangkir ?” tanya jihye heran
“aku akan meminum nya dua ..” ucap taehyung dengan polosnya. Eishh.. bocah ini benar benar. Dia ingin menghabiskan persediaan makanan ku atau bagaimana ?
Setelah mengantar Jihye, Jimin, dan Taehyung ke halte yang berada pas di depan apartemen, aku mampir ke sebuah mini market yang tidak jauh dari apartemen.
Aku membeli semua ini karena aku tidak suka melihat isi kulkas ku yang kosong maupun keadaan dapur ku yang seperti orang baru pindahan.
Membeli bahan bahan untuk dimasak, walaupun aku tidak pandai memasak. Tapi, jihye selalu datang dan memasak bahan bahan itu, dan aku tinggal melahapnya, hahaha.
“aigoo .. anak muda, kenapa kau tertidur disini ?”
Aku melirik sebuah kedai yang aku lewati. Seperti nya akan tutup, karena ini juga sudah sangat malam. Karena aku melihat wanita tua itu sedikit kerepotan dengan pelanggan nya yang tertidur disaat dia harus menutup kedainya, aku mencoba untuk bertanya.. yaa, mungkin saja ada yang bisa ku bantu.
“permisi halmoeni, kau perlu bantuan ?”
“lihatlah.. dia tertidur sambil mengigau, aku sudah mencoba membangunkanya sejak tadi… apa kau ingin minum agasshi ?”
“ah .. aniyeo halmoeni..” Aku melirik sekilas pelanggan itu, topi hitam nya menutupi wajahnya. Benar dia tampak mengigau, menggumamkan kalimat kalimat yang tidak jelas.
“aigoo … aku rasa dia sedang rindu kepada seseorang… aku sempat mendengarnya memanggil seseorang…tapi aku lupa namanya”
“lebih baik anda menelfon polisi saja, anda ingin menutup kedai ini kan ?”
“omo! Kau benar juga, haha.. kau cantik sekali, siapa namamu ?”
“kamsahamnida halmeoni, jeo seulbi-eyo..”
“matda ! seulbi .. pria itu memanggil namamu …”
“ne ? nae ireum ?”
“lihatlah dia, mungkin saja dia seseorang yang kau kenal..”
Dengan ragu, aku menghampiri meja itu dan membuka topi pelanggan itu.
“Hwang seulbi…”
“aku merindukanmu, kau bilang kalau kau tidak akan membenciku. Tapi sekarang kau sangat membenciku..”
“maafkan aku”
“Hwang seulbi… aku merindukanmu…”
“aku ingin mendengarmu memanggilku oppa lagi…”
Kadang-kadang, kau mabuk dan ditengah malam kau mengatakan bahwa kau merindukankuKemudian hatiku berdebar-debar sepanjang malam membuatku tidak bisa tidurMeskipun kau hanya mengatakannya saat kau dalam keadaan mabuk
Aku menatapnya pagi ini, Kim Seokjin. Dia terbaring diatas tempatku, membuatku tidur di sofa ruang tamu. Dan dia membuatku tidur selama 3jam. Karena dia mengigau, memuntahkan alkohol yang dia minum dan dia demam.
Orang yang tertidur di kedai itu, dia. Dia sangat bodoh!
Dan aku lagi-lagi kembali menetaskan airmataku karena dia. Walaupun dia tertidur, tapi entah bagaimana hati ini merasakan. Itu sangat menyentuhku. Aku juga merindukanya, tapi apa yang aku bisa ? bahkan dia masih bersama dengan Hyemi kekasihnya. Kenapa dia masih saja merindukan ku, ketika orang yang dicintainya bersamanya ?
Aku meraih tas ku dan menuliskan sebuah note yang aku letakkan di atas meja sebelah tempat tidur. Aku tidak bisa meninggalkan kuliahku hari ini.
–ini aku, seulbi. Jika kau terbangun, pergilah mandi atau sekedar mencuci wajahmu. Pagi ini aku ada kuliah. Makanlah, ada beberapa makanan di dapur, mungkin kau bisa membuat yang lebih enak. Aku tidak ada niat untuk menahanmu, jadi pergilah saat keadaanmu sudah membaik—
Aku membuka pintu apartemen, dan kudapatkan televisi menyala. Seperti ada tanda kehidupan di dalam sini. Apa ini berarti dia masih belum pergi ?
Pintu kamar mandi terbuka dan kulihat jelas dia berdiri didepan pintu kamar mandi dengan handuk kecil yang menggantung di lehernya.
“seulbi~ah .. annyeong” sapanya ramah. Aku hanya menatapnya heran. Bagaimana bisa dia mengatakan ‘annyeong’ dengan , seakan akan kalau tidak ada yang terjadi selama ini.
“kau belum pulang ?”
“kau mengusirku ? apa kau tidak merindukan ku? ” tentu saja aku merindukanmu! Dasar kau bodoh, kim seokjin!
Aku memasuki kamar ku, sudah tertata rapi. Tidak seperti semalam, yang sangat kotor karena akupun tidak sempat membersihkan tempat itu. Aku menggeledah tas ku dan mencari benda kesayanganku. Tadaa! Ponsel tercinta…
“Taehyung-ah, kau dimana ? … kau mencintaiku kan ? … datanglah kesini sekarang! … aku tidak mau tau kau harus sudah sampai dalam waktu 10menit”
Aku keluar dari kamarku, setelah mengganti pakaianku. Melihat seokjin yang sangat canggung duduk di ruang tamu.
“seulbi~ah … gomawo” ucapnya
“euhm… sama sama, apa ada lagi yang ingin kau katakan ?”
“sebenarnya, ada yang ingin ku tanyakan…” dia melangkah mendekatiku
“apa ?”
“apa kau benar benar membenciku ?”
“iya”
“berhentilah seulbi… kenapa kau menyiksa dirimu sendiri dengan bersikap dingin padaku ?”
“siapa bilang kalau aku menyiksa diriku sendiri ? bukan kah kau yang merasa kehilanganku ?”
“aku memang kehilangan mu!” bentaknya tiba tiba. Aku sempat terkejut, namun aku tidak berekspresi berlebihan.
“pulanglah… temui kekasihmu” ucapku sambil menepuk pundaknya lalu meninggalkan nya ke arah dapur. Dia hanya melihatku, dan kembali menghampiri ku. Aku menghela nafas panjang.
“dengarkan.. Oppa. jika kau ingin memulai lagi dari awal pertemanan kita.. itu bisa. Tapi aku mohon, hanya sebatas teman. Aku tidak ingin menganggapmu sebagai oppaku lagi. Berbahagialah dengan eonnie itu, kau sangat mencintainya kan ? menikahlah dengan nya.. kau akan merasa sia sia jika terus seperti ini kepada orang egois sepertiku”
Aku berjalan mendekati pintu, aku yakin itu taehyung.
“oh ..seulbi~ah ada apa..?”
“chagi~aaah …” sungguh aku muak dengan ini. Aku menghampiri taehyung dan memeluknya
“chagi~ah ?” bisik taehyung heran.
“bersikaplah romantis bodoh!” balasku
“omooo… uri yeojachingu sangat manis.. muuaaaahh…” mwoya!!! Dia mengambil kesempatan mencium bibirku. Dasar idiot! “oh.. nuguya ?”
“dia teman ku.. Kim Seokjin oppa”
“oh .. aku Kim Taehyung, senang bertemu denganmu…”
“nado.. seulbi, Aku rasa aku harus pulang..”
“oh .. terima kasih sudah mau mampir kerumah ku oppa…”
Dia mengambil mantelnya yang dia pakai semalam. Sejenak melihatku dan Taehyung secara bergantian dan hingga dia pergi dibalik pintu.
Aku melepaskan genggaman tangan taehyung
“pulanglah…” aku melangkah meninggalkan taehyung, kepala ku terasa pusing
“tapi aku baru saja sampai…”
“sudah, pulanglah…” aku menuangkan segelas air, dengan perlahan meminumnya
“tapi chagi …”
“aku bukan kekasihmu…” aku kembali menatap taehyung dengan datar
“kau tadi ..”
“lupakan kejadian tadi, pulanglah…” ku ambil sebuah apel merah dan mengupasnya
“kau tidak bisa begitu, aku kekasihmu…”
“kita putus!” sialan, kenapa pisau ini menggores jari ku ?
“aku tidak mau, bagaimana bisa mengakhiri saat baru saja memulai?”
“terserah kau taehyung! Aku lelah” aku membersihkan darah yang mengalir di jari manisku ini. Entah apa yang aku pikirkan , tiba tiba aku menangis dan membuat taehyung menghampiriku.
Seakan membaca situasi yang terjadi sebelum dirinya datang, taehyung memeluk ku dengan maksud menenangkanku. Tangisan ini , entah kenapa..
 
Kalau saja aku tahu akan sesakit iniAku tidak akan memulainyaLagi-lagi hari ini aku hanya bisa meneteskan airmata
 
YOON MIRAE – I LOVE YOU
 
-kkeeuuuttt

About fanfictionside

just me

2 thoughts on “FF oneshoot/ I LOVE YOU/ BTS-BANGTAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s