FF/ I NEED YOU…!!!/ BTS-BANGTAN/pt. 5


i-need-you-for-lisa-kim (1)

[BTS FF] I Need You…!!! [Chapter 5]

Tittle: I Need You…!!! [Chapter 5] || Author: Lisa Kim @LisaKim0403 (Author Freelance) || Genre: Romance, Friendship, School life, AU || Main Cast: Nam Sohyun (OC), Kim Seokjin (BTS), Min Yoongi (BTS) || Other Cast: Nam Woohyun, Kim Myungsoo and Kim Sunggyu (INFINITE), Park Jimin, Jung Hoseok (BTS) and others || OC’s: Lee li aa, Kim Na Rim, Shin Minah || Rating: T || Length: Chaptered

Poster by KryShiners @ ArtFantasy

Disclaimer

FF ini murni hasil karya aku. OC’s dan Semua yang ada dalam FF ini milik aku kecuali Cast.

Happy Reading ^_^

Summary:

Ani! Aku tidak marah. Tapi aku terluka, Sangat-sangat Terluka…!!!

###

Author Pov

2 bulan kemudian…

Hari ini sudah tepat dua bulan berlalu semenjak hari di mana Sohyun dan Suga menjadi dekat. Jika ada yang bertanya bagaimana kelanjutan hubungan mereka, jawabannya adalah……. Yaaa tentu saja mereka semakin dekat, walaupun keduanya belum saling menyatakan cinta. Namun kedekatan mereka sejauh ini sudah bisa di katakan layaknya sepasang kekasih.

Dan adakah di sini yang penasaran dengan keadaan Kim Seokjin? Jika ada, jawabannya adalah…… Tentu saja namja itu merasa sangat sangat terluka. Yaaaa…Sohyun memang belum sepenuhnya meninggalkan Jin. Yeoja itu masih sangat sering menemui Jin. Namun hal itu lah yang semakin membuat seorang Kim Seokjin terluka. Bagaimana tidak terluka jika Nam Sohyun yang tak lain adalah yeoja yang sangat ia cintai selalu datang kepadanya untuk bercerita tentang kencan-nya bersama namja lain. Bukankah itu sangat menyakitkan?

Jin masih sangat mengingat mata berbinar dan senyum bahagia yang selalu terlukiskan di kedua sudut bibir Sohyun ketika yeoja itu dengan semangatnya menceritakan semua tentang Suga kepadanya. Jin benar-benar sangat terluka! Namun dia berusaha selalu tersenyum di depan Sohyun. Karena Jin selalu berpikir kebahagian Sohyun adalah kebahagiannya juga! dan oleh sebab itu Jin selalu berusaha menutupi lukanya itu di depan Sohyun dan selalu berpura-pura ikut tersenyum di hadapan yeoja itu. walaupun terasa sangat sakit tapi ia tetap melakukan-nya. menyedihkan bukan?

Satu hal yang membuat Jin masih bisa bertahan sampai sekarang. Hal itu adalah Nam Sohyun belum sepenuhnya melupakan dirinya. Selama dua bulan ini Sohyun masih setia menemani Jin, masih pergi dan pulang sekolah bersama Jin, yaa walaupun Jin akui semua itu tidak sesering dulu, dulu sebelum Sohyun mengenal Suga! Tapi Yaa… setidaknya itu sudah membuat Jin merasa cukup, cukup melihat Sohyun tersenyum, cukup melihat Sohyun masih di sisinya. Walaupun Jin tahu hati seorang Nam Sohyun tidak mungkin akan menjadi miliknya, tapi Jin ingin selalu berada di sisi yeoja itu! walaupun lagi-lagi hatinya sendiri yang harus terluka, tapi Jin akan tetap selalu melakukannya. menjadi pendengar yang baik untuk Nam Sohyun, Menjadi pendengar untuk semua cerita Nam Sohyun tentang namja bernama Min Yoongi!

***

Kim SeokJin terus saja melihat ke arah pantulan dirinya pada cermin besar yang berada di kamarnya. sudah berulang kali namja itu mengganti bajunya, Sampai akhirnya ia menemukan baju yang nampak memuaskan dimatanya. Jin tersenyum puas menatap penampilan dirinya sendiri di depan cermin. Yaaa Jin sedang merasa sangat bahagia sekarang. Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Dan hal yang membuatnya sangat bahagia adalah Janji Sohyun, Janji makan malam bersama Nam Sohyun! Bahkan Sohyun sendiri yang membuat janji itu seminggu yang lalu. Hal ini membuktikan Sohyun memang belum melupakan Jin bukan?

“Omo…sudah jam segini.” Pekiknya ketika ia melihat jarum jam sudah menunjukan pukul setengah tujuh malam. Namja itu segera meraih jaket hitam dan kunci motor yang ia letakan di tempat tidurnya dan dengan bergegas ia melangkahkan kakinya segera meluncur ke rumah Sohyun. Hari ini sudah sangat dinantikannya sejak seminggu yang lalu dan tentu saja ia tidak ingin sampai terlambat, dia tidak ingin membuat Sohyun menunggunya!

***

Kim Seokjin Pov

Aku sudah berada di depan rumah Sohyun sekarang. Dan kenapa jantungku berdetak cepat seperti ini? heyy…ayolah Kim Seokjin ini hanya makan malam biasa! bukankah kau sudah sering melakukan-nya bersama Sohyun?

Tapi mengapa kali ini terasa begitu berbeda?

Ahh mungkin karena akhir-akhir ini kami sudah jarang melakukannya dan ditambah ini adalah hari ulang tahunku, bukankah seperti itu?

“Jin-ah…” itu suara Sohyun. Aku melihatnya sedang berjalan ke arah ku sekarang. Yeoja itu memakai dress pink selutut, rambut pirang panjangnya dibiarkan tergerai indah, wajahnya terlihat sangat manis dimataku.

Apakah Sohyun berdandan secantik ini hanya untuk makan malam bersamaku hari ini? benarkah itu? aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan senyuman bahagiaku di depannya.

Namun senyumanku itu tidak bisa bertahan lama. aku melihat seseorang yang sangat tidak asing di mataku sedang berjalan di belakang Sohyun sekarang.

Itu Suga!

Mengapa namja itu ada di sini? Dahiku berkerut menatapnya sementara Suga hanya menatapku dengan tatapan datarnya.

“Jin-ah, Mianhae aku tidak bisa pergi denganmu malam ini. Mianhae,” mataku membulat kaget ketika mendengar ucapan Sohyun.

Dia tidak bisa pergi denganku malam ini? apa dia baru saja membantalkan janjinya sendiri?

“w..wae?” tanyaku. aku melihat raut wajah bersalahnya di depanku sekarang.

“Emmmm, Suga mendapat undangan ke pesta ulang tahun sepupuhnya dan harus membawa pasangan. Dan dia mengajakku tadi,”

Mwo? Apa dia membatalkan janji makan malamnya denganku hanya karena Suga? Dia lebih memilih Suga dibanding diriku? Benarkah itu?

“Jin-ah, tidak apa kan? Kau tidak marah kan?”

Marah? Bolehkah aku marah denganmu Nam Sohyun? Kau yang membuat janji itu seminggu yang lalu dan sekarang kau sendiri yang membatalkannya hanya karena seorang Suga! Tidak kah kau ingat hari ini adalah hari ulang tahunku?

“Jin-ah apa kau marah? Mianhae,”

Ani! Aku tidak marah. Tapi aku terluka, sangat-sangat Terluka…!!!

“Jin-ah, aku benar-benar minta maaf,” Sohyun menatapku dalam. Aku dapat melihat raut wajah bersalahnya.

“Gwenchana. Pergilah!” ucapku akhirnya. Aku mencoba tersenyum ke arahnya, senyum yang dipaksakan tentunya.

Bodoh kau Kim Seokjin! Kenapa kau membiarkannya pergi? Tak bisakah kau menahannya? Bodoh!

“apa benar tidak apa-apa?” tanyanya lagi.

“ye, tidak apa-apa. Kita kan bisa pergi lain kali,” aku tersenyum bodoh lagi sekarang.

“Geure, kita bisa pergi lain kali! Sekali lagi aku benar-benar minta maaf Jin-ah,”

“eoh, pergilah, sudah malam.” Ucapku.

“ne, aku pergi sekarang. Annyeong,” Sohyun tersenyum manis ke arah ku sebelum akhirnya ia melangkahkan kakinya beriringan dengan Suga menuju mobil hitam yang terparkir di depan rumah Sohyun.

Mobil? cih, bahkan saking bahagiannya tadi aku sampai tidak menyadari ada sebuah mobil yang memang milik Suga di depan rumah Sohyun. Bukankah aku bodoh?

“Jin-ah!” aku mendengar Sohyun kembali memanggilku. “Selamat ulang tahun!” ucapnya lagi dan aku hanya bisa tersenyum kecil membalasnya. Sohyun ikut tersenyum namun beberapa detik kemudian dia kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil Suga dan pergi meninggalkanku yang masih mematung di sini.

Ternyata kau masih mengingat ulang tahunku. namun kali ini terrasa sangat berbeda!

Tidak ada nyanyian selamat ulang tahun darimu, tidak ada rentetan doa yang begitu panjang darimu, tidak ada kado special darimu dan tidak ada pelukan hangat darimu! Kau tahu, aku membutuhkan itu semua sekarang!

Tapi apa yang aku dapat sekarang? kau pergi bersama namja lain di hari ulang tahun ku. Tidak bisakah kau merasakan betapa terlukanya aku sekarang?

“Apa sangat sakit?”

YE, BENAR-BENAR SANGAT SAKIT!

Tunggu…!!! Suara siapa itu?

Mataku membulat ketika mendapatkan sosok Woohyun Hyung berdiri tak jauh dariku. dia menatapku dengan tatapan…….. tatapan apa itu?

“ye?” tanyaku.

“apa kau benar-benar terluka? Apa benar-benar terrasa sakit?” tanya Woohyun Hyung lagi. Aku mengerutkan dahiku dalam, sungguh aku sedikit tidak mengerti dengan pertanyaan Woohyun Hyung.

“hey bodoh! Aku bertanya apa kau terluka melihat Sohyun pergi bersama Suga, Melihat yeoja yang kau cintai pergi bersama namja lain, apa kau terluka? Bukan ‘kah itu sangat menyakitkan?”

Mwo? Apa yang Woohyun Hyung ucapkan? Aku benar-benar tidak bisa mengucapkan apa-apa sekarang.

“aku sudah tahu semuanya Jin-ah. Kau mencintainya, kau mencintai adik perempuanku, kau mencintai sahabatmu, kau mencintai Nam Sohyun!”

Deg….

Woohyun Hyung mengetahuinya? Tapi bagaimana bisa? selama ini aku hanya menyimpannya sendiri. Aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutku di depan Woohyun Hyung sekarang.

“tapi bagaimana bisa Hyung meng—’’ ucapan ku terhenti ketika melihat Woohyun Hyung menghelan nafasnya dalam lalu berjalan ke arah ku.

“jangan membodohi dirimu sendiri Jin-ah. Aku tahu kau benar-benar mencintai Sohyun kan?”

“T..tapi bagaimana bisa Hyung mengetahuinya?” tanyaku akhirnya.

“hey, aku ini seorang namja. aku dapat merasakannya! bahkan dengan hanya melihat perlakuan mu pada Sohyun aku sudah dapat mengetahuinya. Tatapan matamu pada Sohyun berbeda Jin-ah, kau mencintainya! Apa aku salah?”

Benar! Aku memang Mencintainya, Aku Mencintai Nam Sohyun!

“bahkan aku melihat jelas apa yang kau lakukan kepada Sohyun di malam saat aku dengan Sohyun menginap di Alpartemen Hyung mu,”

“MWO?” pekikku kaget.

Woohyun Hyung melihatnya? Dia melihat ku—

“ye, aku tidak sengaja melihatnya waktu itu,” ucapnya. Woohyun Hyung terkekeh kecil ke arah ku sekarang. “dan sekarang apa yang akan kau lakukan?”

“Mak…sud Hyung?” aku manatap Woohyun Hyung bingung, bingung dengan pertanyaannya barusan.

“Yya, kau ini tampan tapi sangat bodoh yaa, Aigoo! Tidak ingin kah kau menyatakan-nya kepada Sohyun?”

“mwo? Menyatakannya? Apa?” aku menaikan sebelah alisku bingung.

“Yya, Kim Seokjin kau ini sebenarnya pura-pura bodoh atau memang bodoh sih?” aku melihat Woohyun Hyung berdecak sebal ke arah ku. “Tentu saja menyatakan perasaan mu kepada Sohyun, perasaan mu yang sebenarnya!”

Menyatakan perasaan ku yang sebenarnya? Bisakah aku melakukannya?

“kenapa? Kau takut, eoh?” aku mengangguk mengiyakan pertanyaan Woohyun Hyung.

Aku takut! Aku takut Sohyun akan menjauh dariku jika dia mengetahui perasaan ini. aku takut dia akan berbalik membenciku.

Aku takut Kehilangannya!

“ye, aku takut Hyung. Aku takut Sohyun akan membenciku jika dia tahu perasaan ku yang sebenarnya. Hyung juga tahu ‘kan Sohyun hanya menganggapku sahabatnya?”

“tapi bagaimana kau tahu jika kau tak pernah mencobanya? Hey Kim Seokjin berhentilah menyakiti dirimu sendiri. jangan bersikap bodoh seperti ini!”

Haruskah? Haruskah aku menyatakanya kepada Sohyun? Tapi bagaimana jika yeoja itu malah membenciku nanti? Aku tidak ingin hal itu terjadi!

“kau tidak akan pernah tahu, jika kau tidak pernah mencobanya. Apa kau akan tetap seperti ini? membiarkan Sohyun menjadi milik Suga? Kau ingin kehilangannya dengan cara seperti itu? Itu kah yang kau mau?”

Ani!

Sungguh aku benar-benar tidak ingin kehilangan Sohyun. Aku Membutuhkannya…!

Tapi apa yang harus aku lakukan sekarang?

“semua keputusan ada ditanganmu Jin-ah. Pilihanya, kau berani menyatakan-nya dan menanggung semua resiko yang akan terjadi atau kau akan tetap diam seperti ini dan menyesalinya kelak. Hanya kau yang bisa memutuskannya,” Woohyun Hyung menghelan nafasnya dalam, dia menepuk bahuku pelan. setelah itu dengan perlahan ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, meninggalkan ku yang masih terpaku di sini.

Perkataan Woohyun Hyung masih saja berputar di otakku.

Haruskah aku mengikuti perkataan Woohyun Hyung? Haruskah aku menyatakan perasaanku kepada Sohyun? Dan sanggupkah aku menanggung semua resikonya nanti?

Atau

Haruskah aku tetap diam seperti ini? haruskah selamanya aku menyembunyikan perasaan ini? dan sanggupkah aku melihat Sohyun menjadi milik Suga nanti?

Aish….Sungguh aku benar-benar tidak bisa berpikir sekarang. Aku terlalu takut dengan semua pilihan itu.

Aku takut kehilangan Nam Sohyun!

Kringgg…

Pemikiranku teralihkan ketika aku merasakan ponsel di saku jaketku berbunyi menandakan ada sebuah pesan masuk untukku.

Pesan itu dari Jung Hoseok!

Hoseok

Jin-ah, apa kau punya acara malam ini? aku dan anak-anak yang lain sedang berkumpul di restoran Sungyeol Hyung. Jika kau memang tidak punya acara malam ini berkumpulah bersama kami.

….

Baiklah, sepertinya aku memang butuh menjernihkan pikiranku yang kacau ini. dan aku pun memutuskan untuk menerima tawaran Hoseok.

***

Restoran….

Sepertinya pilihanku untuk menerima tawaran Hoseok salah. Seharusnya aku menyadari sesuatu di pesan yang aku terima tadi. Jelas-jelas Hoseok memberitahu dia berkumpul bersama anak-anak yang lain. Yang dimaksud anak-anak lain itu tentu saja termasuk Kim Na Rim dan Lee Li aa. Yaa, aku sudah berada disini, ditengah-tengah Jung Hoseok, Kim Myungsoo Hyung, Lee Sungyeol Hyung, Kim Na rim dan Lee Li aa.

“Jin-ah, makanlah sepuasmu. Khusus di hari ulang tahunmu semua makanan ini gratis,” ucap Sungyeol Hyung padaku. Aku melihat namja jangkung itu baru saja meletakan piring berisikan daging ayam di meja yang kami tempati.

“Gomawo Hyung,” aku tersenyum kikuk kearahnya.

“Jin-ah, Di mana Sohyun? Dia tidak ikut denganmu, eoh?” pertanyaan inilah yang paling tidak ingin aku dengar sekarang. Namun Hoseok sudah terlebih dahulu bertanya. Sungguh aku benar-benar tidak ingin menjawabnya!

“Eyy, tentu saja Sohyun sedang berkencan dengan Suga sekarang. Bukankah seperti itu Jin?” sambar Li aa. sungguh aku benar-benar tidak ingin membahas ini!

“apa itu benar Jin?” tanya Myungsoo Hyung. Aku hanya bisa mengangguk lemah menjawab pertanyaanya.

“bukankah mereka sangat cocok? Aku benar-benar sudah tidak sabar menantikan mereka menjadi sepasang kekasih, ahhhh,” ucap Na Rim.

Lihat, pilihanku untuk menerima tawaran Hoseok benar-benar salah! Sudah aku duga dua yeoja ini pasti akan membahas tentang Sohyun dan Suga. Dan benar saja. Karena selama makan malam ini berlangsung dua yeoja ini terus saja bercerita tentang kedekatan Sohyun dengan Suga. Dan aku hanya bisa tersenyum kecut mendengarnya.

Tidak bisa ‘kah mereka menyadari ada seseorang yang terluka disini?

Alih-alih menenangkan pikiran, pikiranku malah semakin kacau sekarang!

Aku sudah menghabiskan setengah lauk yang ada dipiringku. Dan aku sekarang lebih memilih untuk memisahkan diri dari mereka. Aku melangkahkan kakiku menuju taman yang berada di belakang restoran milik Sungyeol Hyung ini.

Aku menarik nafasku dalam dan menghembuskan nya perlahan, aku melakukanya berulang kali, yang bertujuan untuk membuat pikiran ku yang sedang kacau ini menjadi lebih tenang. Namun, hal itu tidak berhasil. Pikiranku tetap saja kacau! Semua perkataan Woohyun Hyung tadi masih saja berputar di otakku.

Di dalam hati kecilku, aku memang ingin menyatakannya kepada Sohyun. Tapi sungguh aku benar-benar takut!

Atau sebaiknya aku tetap seperti ini? tetap menyembunyikan perasaan ini!

Aku benar-benar bingung sekarang. Apa yang harus aku lakukan?

Aaaaargghhh…..!!! aku mengacak rambutku frustasi.

Sungguh aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang!

“Apa yang harus aku lakukan Sohyun-ah?” Gumanku pelan.

“Mengakulah kepadanya!”

Aku tersentak kaget ketika mendengar suara itu dan aku merasakan sebuah tangan menepuk pundakku.

Dia Kim Myungsoo Hyung!

“kau mencintainya ‘kan Jin? Kau mencintai Nam Sohyun!”

“Hyung…” aku benar-benar terkejut mendapatkan Myungsoo Hyung yang sudah berdiri di sampingku sekarang. Dan perkataan-nya membuatku memasang wajah bodohku lagi, sama halnya ketika Woohyun Hyung mengatakan-nya tadi padaku.

Tapi mengapa Myungsoo Hyung juga bisa mengetahuinya?

“aku mengetahuinya. Bahkan aku sudah menyadarinya sejak lama. Aku bisa merasakannya hanya dengan melihat tatapan matamu untuk Sohyun. Bukan hanya aku yang menyadarinya, tapi Hoseok juga menyadarinya. Dan aku yakin semua namja juga dapat dengan mudah mengetahui kau ini mencintai sehabatmu, kau mencintai Nam Sohyun!”

Benarkah itu? Woohyun Hyung, Myungsoo Hyung dan Hoseok menyadarinya? Menyadari aku mencintai Nam Soohyun? apakah semua perlakuanku terhadap Sohyun benar-benar mencerminkan perasaanku terhadap yeoja itu?

“Ne, Hyung benar. Aku memang mencintai Sohyun!” ucapku akhirnya. “tapi apa yang bisa aku lakukan sekarang Hyung?” tanyaku. aku tersenyum kecut ke arah Myungsoo Hyung.

“mudah! Kau hanya perlu berkata jujur pada Sohyun,”

“tidak semudah itu Hyung. Aku takut dia akan balik membenciku!”

“kau tidak akan pernah tahu jika kau tidak mencobanya!”

Perkataan Myungsoo Hyung sama persis dengan perkataan Woohyun Hyung tadi.

Haruskah aku mencobanya?

“tapi bagaimana dengan Suga?” tanyaku masih ragu. Melihat kedekatan Sohyun dan Suga membuatku kembali merasa takut.

“hey, apa kau akan menyerah hanya karena seorang Suga? Apa kau tidak tahu, cinta itu harus di perjuangkan Jin-ah! Apa kau tidak ingat perjuanganku untuk mendapatkan hati Li aa?”

Myungsoo Hyung benar. Cinta memang harus diperjuangkan. Dan aku ingat perjuang keras yang dilakukan Myungsoo Hyung dulu untuk mendapatkan hati Li aa. Dia menyatakan Cinta sudah lebih dari 7 kali dan semua itu selalu di tolak mentah-metah oleh Li aa karena Li aa saat itu masih menyukaiku. Namun Myungsoo Hyung tidak pernah menyerah, namja itu tak bosan-bosannya menyatakan cintanya untuk yang kesekian kalinya. Sampai akhirnya tepat ke yang 10 kalinya Myungsoo Hyung mendapatkan hati Li aa juga, dan mereka tetap menjadi sepasang kekasih sampai sekarang. Bukankah itu perjuangan?

Haruskah aku mengikuti perjuangan Myungsoo Hyung?

“aku rasa kau mengingatnya. Jadi apa sekarang kau akan menyerah hanya karena Suga?”

“Entahlah. Aku rasa waktunya tidak sekarang,” aku menghelan nafasku frustasi.

“hey, ayolah Kim SeokJin, kalau tidak sekarang kapan lagi? Kau akan menunggu sampai Sohyun menjadi milik Suga? Aku pastikan kau akan menyesal nanti!”

Benar! Kalau tidak sekarang kapan lagi? Apa aku benar-benar harus menunggu sampai Sohyun menjadi milik namja lain?

Tidak! Aku tidak ingin hal itu terjadi!

Baiklah! Aku rasa memang sudah waktunya. Jujur aku memang sudah sangat lelah menyembunyikan perasaanku ini.

Tapi

Bagaimana dengan semua resikonya nanti? Bagaimana jika Sohyun jadi berbalik membenciku nanti?

Okee….aku rasa aku harus berani mengambil semua resikonya. Entah itu baik maupun buruk! Setidaknya aku harus mencobanya. Benar apa yang dikatakan Woohyun Hyung dan Myungsoo Hyung, aku tidak akan pernah tahu jika aku tidak pernah mencobanya!

“baiklah Hyung, aku akan mencobanya,” ucapku akhirnya dan langsung dihadiahi senyuman sumeringah dari Myungsoo Hyung.

***

Nam Sohyun Pov

Jarum jam sudah menunjukan pukul 12 malam. Ini sudah dua jam berlalu semenjak aku tiba di rumah. Bahkan aku sekarang sudah berbaring manis di tempat tidur. namun mataku masih belum bisa dipejamkan, pikiranku masih melayang-layang entah kemana.

Aku memikirkan Jin!

Yaa, aku benar-benar merasa bersalah terhadapnya. Aku ingat hari ini adalah hari ulang tahunnya dan aku juga ingin kebiasan yang akan kami lakukan jika salah satu diantara kami sedang merayakan ulang tahun.

Kami akan makan malam berdua, menyanyikan lagu selamat ulang tahun bersama, memanjatkan doa bersama, meniup lilin dan memotong kue bersama, saling memberikan pelukan hangat dan tidak lupa sebuah kado special. Kami selalu melakukan itu dulu!

Tapi apa yang aku lakukan di ulang tahunnya kali ini?

Tidak ada nyanyian selamat ulang tahun dariku, tidak ada panjatan doa dariku, tidak ada pelukan hangat dariku, tidak ada kado special dari ku dan aku bahkan membatalkan janji yang aku buat sendiri seminggu yang lalu. Bukankah aku sangat jahat?

Entahlah, aku pun tidak mengerti mengapa aku bisa menjadi sejahat ini. aku akui akhir-akhir ini aku terlalu memfokuskan diriku untuk Suga. Tapi sungguh aku tidak bermaksud untuk melupakan Jin! Aku juga benar-benar sangat merasa bersalah terhadap namja itu. aku harap Jin tidak marah denganku. Yaa, semoga..!!!

Tapi bukan hanya hal itu yang membuatku tidak bisa memejamkan mataku ini. ada satu hal lagi yang terus mengusik pikiranku.

Yaitu

Perkataan atau lebih tepatnya sebuah rencana dari Suga di pesta ulang tahun sepupuhnya tadi.

Haruskah aku mengikuti rencananya itu?

Tapi bagaimana jika Jin tidak menyukainya nanti?

Bagaimana jika Jin marah denganku nanti?

Namun, dihati kecil ku pun sebenarnya sedikit menyetujui rencana Suga. Aku merasa ini memang sudah waktunya untuk Jin.

~Dddrrtt…dddrrtt~

Aku merasakan ponsel milikku bergetar menandakan ada sebuah pesan masuk untuk ku dan itu dari Suga.

Suga

Sohyun-ah apa kau sudah memberitahu Jin?

Aku menghelan nafasku dalam ketika membaca pesan dari Suga.

Haruskah aku benar-benar melakukannya?

Yaa, mungkin aku akan benar-benar melakukannya. Karena aku sudah mulai mengetikan beberapa kalimat di ponselku untuk aku kirim kepada Jin nanti.

Dan

Send..

Aku sudah mengirimkan sebuah pesan untuk Jin.

“Jin-ah, semoga kau menyukainya dan tidak marah denganku!” gumanku.

Aku harap seperti itu!

***

Author pov

Sementara itu…

Jin Nampak tidak tenang malam ini. namja tampan itu berulang kali menatap ponselnya, menjauhkannya, menatapnya lagi, menjauhkannya lagi dan menatapnya lagi. Entah sudah berapa kali hal bodoh itu ia lakukan.

Jin sebenarnya ingin menghubungi Sohyun, namun namja itu terlalu gugup dan takut. Dia masih belum bisa menemukan kata-kata yang pas untuk ia ucapakan kepada Sohyun nanti. Jadi hanya hal bodoh ini lah yang bisa dia lakukan sekarang.

Jin meraih ponselnya lagi, mencari nama Sohyun di dalam kontak ponselnya.

Dan

Dia kembali menjauhkan ponselnya. Bodoh bukan?

“Aaaaargghhh…….Bodoh Bodoh Bodoh!!!” makinya untuk dirinya sendiri. dengan frustasi namja itu mengacak-acak rambutnya sendiri.

“Kim Seokjin Bodoh!!!”

Kegiatan menyedihan yang Jin lakukan terhenti ketika ia mendengar ponselnya berbunyi. Ada sebuah pesan masuk untuknya.

Dengan malas Jin mengambil ponselnnya lagi. Namun sedetik kemudian matanya membulat tak percaya ketika dirinya melihat nama Baby Sohyunie –panggilan kesayanganya untuk Nam Sohyun- tertera di ponselnya. Itu sebuah pesan masuk dari Nam Sohyun! Yeoja yang sudah membuat seorang Kim Seokjin terlihat sangat bodoh seharian ini.

Tanpa basa basi lagi Jin langsung membuka pesan dari Sohyun itu dan mulai membaca isinya.

Baby Sohyunie

Jin-ah apa kau sudah tidur? Jin-ah apa kau marah denganku karena aku membatalkan janji kita? Jin-ah Aku benar-benar merasa bersalah kepadamu, aku benar-benar minta maaf! L Sebagai gantinya, apa besok kau memiliki acara? Jika tidak, bisa tidak besok kita bertemu di BTS café? Jika bisa, besok aku tunggu jam tujuh malam yaa. aku harap kau bisa datang. Aku akan menunggumu!

Selamat malam Jin-ah ^_^

Sebuah pesan masuk dari Sohyun itu sukses membuah Jin tersenyum sumeringah sekarang. Namja ini sudah benar-benar dibuat seperti orang bodoh seharian ini oleh Sohyun.

Dan dengan secepat kilat Jin sudah mengetikan beberapa kalimat balasan untuk Sohyun. Tentu saja pesan itu berisikan persetujuannya untuk menemui Sohyun di café yang yeoja itu sebutkan tadi.

Walaupun Jin sempat merasa bingung, kenapa Sohyun memilih untuk langsung bertemu di Café itu. mereka kan bisa berangkat bersama besok?

Namun Jin tidak terlalu memikirkannya karena ia sudah terlalu bahagia sekarang. Baginya Ini adalah sebuah kesempatan emas untuknya, kesempatan untuk dirinya menyatakan perasaan yang sebenarnya kepada yeoja itu, kepada Nam Sohyun!

Jin berharap semuanya akan berjalan dengan lancar besok.

Semoga….!!!

TBC

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apa yang sebenarnya Suga rencanakan? Apa Sohyun akan menerima cinta Jin? atau yeoja itu akan berbalik membenci Jin? dan membuat Jin kembali kepelukan Author? *ehh #SalahFokus wakakakak

Di Chap ini aku bikin Jin galau se-galau-galaunya *pukpukinJin* kekekeke…

Main kalau banyak typo yaa.hhe…

Dan terima kasih banget buat kalian yang masih setia nungguin dan baca Fanfic aku yang jauh dari kata sempurna ini. terutama buat kalian yang mau baca + Comment, jeongmal Gomawo *bow* ^_^

Jangan Lupa Tinggalkan Comment yaaa…!!!

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s