FF/ LOVE DISASTER/ SHINee-EXO/ pt. 3


sarah-nabila-request-poster-love-disaster

Title : Love Disaster (Part 3)

Scriptwriter : Sarah Nabila

Main Cast : Kai EXO, Key SHINee, and OC.

Support Cast : SM Artist and OC

Genre : Fantasy, Romance, Tragedy, School Life.

Length : Series

Rating : PG-15

Summary :

Harusnya aku tidak pernah meminumnya….

Harusnya aku tidak pernah…

Pandangan mataku kabur. Samar samar, aku melihat bayangan hitam.

Dewa kematian kah? Sudah kuduga…dia akan datang…

*Author PoV*

“Cha~ jadi mari kita mulai…” Ujar Kim Youngmin, CEO SM Entertainment pada anak-anak SHINee.

“Sillyehamnida…” Seru Soonwoo, yang sedang berpura-pura menjadi tukang angkut barang, sembari membawa sebuah lukisan berukuran besar ke dalam ruangan.

“Maaf…tapi kita sedang ada rapat…” Ucap Choi Jin, manager SHINee.

“Gwaenchana. Aku yang memintanya datang ke sini. Silahkan masuk…” Tukas Kim Youngmin.

“Dimana…aku memasangnya?” Tanya Soonwoo pada Kim Youngmin, pria itu kemudian menunjuk salah satu sisi dinding dalam ruangan.

“Disana. Kau bisa memasangnya disana.”

“Ne, algesseumnida.” Ucap Soonwoo lalu mulai memasang lukisan besar itu.

“Jadi…” Kim Youngmin terdiam sejenak. “Kenapa kau mencium gadis itu?”

Key terdiam.

“Palli malhae!”

“Joeseonghamnida. Ini kesalahanku.” Ucap Key kemudian.

“Yang kutanya bukan siapa yang salah…” Kim Youngmin kembali terdiam, dia terlihat seperti sedang mengatur amarahnya. “Tapi kenapa kau melakukannya?”

“Aku…benar-benar tidak tahu harus menjawab apa…aku tidak memikirkan dampak yang akan terjadi dari tindakanku. Aku benar-benar tidak dewasa. Joesonghamnida.” Key meminta maaf sekali lagi.

“Kau jelas-jelas sudah tahu kan? Skandal seperti ini…ini takkan berakhir begitu saja. Kau sudah tahu kasus Baekhyun dan Taeyeon kan? Para fans Baekhyun, mereka mengutuk tindakan Baekhyun dan melakukan bash pada Taeyeon. Kalian, para idola…harusnya kalian tetap di atas, menjadi bintang untuk fans kalian! Bahkan pasangan artis seperti Baekhyun dan Taeyeon saja masih mendapatkan reaksi yang negatif dari sebagian fansnya. Bagaimana denganmu? Gadis itu bukan siapa-siapa, dia hanya seorang penari latar! Jadi kau tahu pasti apa yang akan terjadi dengannya, kan?” Tutur Kim Youngmin panjang lebar.

“Ne.” Ujar Key.

“Kalian juga, ada apa dengan kalian? Kudengar kalian mengadakan perang dingin satu sama lain. Kalian ingin hancur hanya karena skandal seperti ini? Harusnya di saat seperti ini kalian semakin bergantung satu sama lain dan saling menasehati, bukannya memulai pertengkaran yang hanya akan menimbulkan skandal baru!”

“Ne.” Jawab para member bersamaan.

“Ada apa dengan kalian, hah?” Tanya Kim Youngmin penuh amarah.

“Maaf. Kita sadar kita juga bersikap sangat tidak dewasa.” Jonghyun angkat suara.

“Tapi…?”

“Ne?” Tanya Jonghyun.

“Tapi kenapa kalian melakukannya?”

Hening. Tak ada satupun dari para member yang berani mengangkat suara.

“Apa tidak ada satu orangpun yang akan menjawab pertanyaan saya?”

“Bukankah karena mereka juga mencintai Han Hyora?” Jawab Key. Soonwoo, yang sedang mengelap lukisan besar tersebut, menghentikan aktifitasnya. “Apa aku benar, hyung?” Tanya Key sembari menatap Onew.

“Benar apa yang dikatakan Key?” Tanya Kim Youngmin.

“Ne…” Jawab ketiga member kecuali Taemin. Kim Youngmin lalu menatap Taemin.

“Aku….aku tidak termasuk.” Seru Taemin segera.

“Apa Han Hyora…secantik itu?” Tanya Kim Youngmin kemudian. “Sangat cantik sehingga membuat kalian mengabaikan karir kalian hanya untuk seorang penari latar seperti itu?”

“Dia bukan seorang penari latar biasa…” Minho mengangkat suara. Kim Youngmin kemudian menatapnya tajam. “Ne. Joesonghamnida.”

“Sebenarnya apa yang salah dengan otak kalian!? Bagaimana bisa kalian berlima menyukai gadis yang sama!?” Bentak Kim Youngmin.

“Aku tidak termasuk, sajangnim.” Ucap Taemin segera. Kim Youngmin menatapnya tajam. Taemin terdiam.

“Aku tidak mengerti kenapa kalian bisa mencintai satu gadis yang sama sedangkan ada banyak sekali gadis cantik di lingkungan kalian. Tetapi, pertama-tama yang harus kalian lakukan adalah kontrol emosi kalian. Jangan sampai emosi sesaat itu menghancurkan karir kalian. Aku tidak peduli dengan apa yang kalian lakukan di belakang panggung dan di belakang kamera, tapi jangan sampai publik mencium ini…kalau kalian mencintai Han Hyora. Aah jinjja, meskipun aku memikirkannya berulang kali juga aku tetap tidak bisa memahami kalian!” Ujar Kim Youngmin panjang lebar. “Dan juga, Key neo…untuk sementara waktu, selama publik masih menyerangmu dan Hyora jangan keluar dari apartemenmu. Jangan menjawab pertanyaan apapun yang diajukan oleh wartawan, karena Entertainment yang akan mengurusnya. Dan juga, seluruh iklanmu akan ditarik dari pasaran karena skandal ini. Kalian hanya harus fokus dengan promosi album ini dan kami akan berusaha untuk mengalihkan perhatian netizen dari skandal ini. Key, kau hanya harus duduk manis dan jangan melakukan apapun karena kami yang akan mengurusnya. Untuk sisanya, jangan sampai bocor kepada netizen ataupun wartawan kalau kalian menyukai Han Hyora, arasseo!?”

“Ne…” Jawab Taemin, sedangkan ketiga member SHINee yang lain seperti ragu mengatakannya.

“Tapi…bagaimana dengan Hyora?” Key bertanya.

“Apa maksudmu dengan bagaimana??” Balas Kim Youngmin.

“Yah….sajangnim tahu kan, dia juga diserang karena skandal ini. Dan baru-baru ini dia dibully. Jadi yah, tidakkah kau pikir dia perlu dilindungi?”

“Lalu apa? Kau ingin Entertainment untuk mengirim bodyguard padanya dan lalu melindunginya sepanjang waktu begitu?” Tanya Kim Youngmin. “Dia hanya penari latar. Kalaupun dia akan mengalami masalah itu juga karena ulahmu! Itulah kenapa aku sudah memperingati kalian para artis berulang kali agar berhati-hati mengambil tindakan! Entertainment tak mungkin bisa melindunginya seperti kami melindungimu! Yang bisa kami lakukan hanyalah memendam skandal ini dan berharap agar skandal ini cepat berlalu!”

“Anak muda?” Seru Choi Jin. Soonwoo yang sedang memegang kedua sisi bingkai lukisan tersebut langsung berbalik.

“Ye?” Tanyanya.

“Kurasa kau sudah menyelesaikan pekerjaanmu.”

“Ah, ne.” Ucap Soonwoo yang lalu melangkah keluar dari ruangan.

Rapat untuk mengatasi skandal itu masih berlangsung, tapi mau tak mau Soonwoo melangkah keluar. Saat dia menutup pintu, dia berpikir keras. Tidak hanya Onew dan Key, tapi hampir semua member SHINee menyukai Han Hyora? Sudah kuduga…gadis itu pasti memiliki sesuatu…tapi, kenapa aku? Benak Soonwoo kemudian. Apa jangan-jangan, hanya laki-laki tampan yang akan menyukai Hyora? Aku harus memastikannya kalau begitu…

***

*Author PoV*

“Hyung, kurasa aku sudah sedikit mengerti dengan kasus Han Hyora ini…” Ucap Soonwoo kepada Jinpyo.

“Kau menemukan sesuatu lagi?” Tanya Jinpyo.

“Eo…dan yang ini sangat menarik!” Soonwoo kemudian menggunakan isyarat dengan tangannya menyuruh Jinpyo untuk mendekat. Saat laki-laki itu mendekat, dia berbisik di telinganya. “Han Hyora. Entah kenapa, semua laki-laki tampan langsung jatuh cinta padanya apabila melihat wajahnya!”

“Jinjja!?” Tanya Jinpyo terkejut.

“Jangan terlalu keras! Aku sudah melakukan penelitian dengan melihat reaksi para laki-laki tampan saat melihat video dan foto-foto Han Hyora. Dan sangat terlihat kalau mereka mencintai wanita itu pada pandangan pertama!” Ujar Soonwoo kemudian.

“Daebak~!” Seru Jinpyo. “Tapi…apa itu berarti aku tidak cukup tampan, begitu?”

Soonwoo mengangguk. Jinpyo langsung menjitak kepalanya. “Ya imma! Biar seperti ini juga aku dikejar sama banyak gadis di SMA ku dulu! Aku termasuk yang tampan saat itu!”

Sudah jelas, itu sebuah kebohongan.

“Ah jinjja..! Hyung hanya tidak mau mengakui kualitas hyung..terserahlah. Toh, buktinya hyung tidak jatuh cinta dengan Hyora kan? Itu adalah fakta.” Ucap Soonwoo sembari mengusap kepalanya kesakitan.

Jinpyo langsung berdiri dan mencari kaca, begitu dilihatnya kaca tersebut dan dia bergaya di depannya. Jinpyo langsung menunduk dengan ekspresi sedih. “Aah…molla.”

Soonwoo menghampiri Jinpyo dan meletakkan dagunya di bahu pria itu. “Tapi hyung, sedari tadi ada yang mengganggu pikiranku…kenapa semua laki-laki tampan bisa jatuh cinta dengan Han Hyora, tidakkah itu aneh? Secantik apapun seorang wanita, tidak mungkin dia bisa menaklukkan seluruh pria begitu saja. Dan kenapa Han Hyora mengatakan kalau perasaan itu bukanlah cinta, tetapi mereka hanya tertipu oleh emosi mereka. Bukankah itu berarti dia tahu rahasia kenapa semua pria bisa mencintainya?”

“Memang aneh! Kalau itu tipuan dan bukan cinta yang sebenarnya. Berarti dia pasti melakukan sesuatu sehingga cinta yang menurutnya palsu itu menghinggapi hati seluruh laki-laki tampan yang melihatnya! Tapi, apa yang sudah dia lakukan…?” Jinpyo lalu terdiam, berpikir. “Ya imma! Singkirkan kepalamu dari bahuku, itu membuatku tidak bisa berpikir!”

“Arasseo….arasseo..!” Seru Soonwoo cemberut seraya melepas dagunya dari bahu Jinpyo. Mereka berdua lalu terdiam dan berpikir keras.

“Sihir…!!” Ucap kedua pria itu bersamaan.

“Aah…sudah kuduga. Wanita itu pasti menggunakan sihir agar membuat semua laki-laki tampan mencintainya. Benar-benar tak bisa kupercaya, seseorang dengan wajah sepolos itu menggunakan sihir…? Benar-benar licik..” Tukas Jinpyo puas dengan hasil pikirannya sendiri.

“Hyung….jangan berbicara seperti itu tentang Han Hyora di depanku. Atau kau akan mati.” Ancam Soonwoo dengan ekspresi marah.

“Ani…bukankah itu benar? Dia memang memakai sihir kan?” Tanya Jinpyo pada Soonwoo. Soonwoo langsung menggenggam kerah Jinpyo.

“Han Hyora…dia bukan gadis seperti itu! Pasti saat itu dia sedang berada di dalam situasi yang harus membuatnya menggunakan sihir tersebut. Pokoknya, dia bukan gadis serendah yang kau pikirkan!” Ucap Soonwoo lalu melepas kerah Jinpyo dan berjalan keluar ruangan.

“Sihir itu…benar-benar mengerikan…” Gumam Jinpyo yang masih shock dengan apa yang dilakukan Soonwoo.

Aku tidak mengatakan hal itu tanpa alasan…ada banyak hal yang masih janggal. Han Hyora, bukan dia yang menyebabkan semua ini terjadi…

***

*Hyora PoV*

Saat ini, semua sedang bersiap untuk pertunjukkan MAMA 2015. Sedangkan aku sedang gemetar di kursiku. Memikirkan akan betapa banyaknya penyanyi laki-laki yang akan datang dan melihatku menari bersama Key.

Bagaimana ini? Aku tak mungkin tak menghadiri acara ini….semua akan hancur tanpa adanya diriku…

“Hyora-ya, gwaenchana?” Tanya Minho dengan lembut begitu dia menghampiri bangkuku.

“Ah? Ne…” Ucapku sembari melihat Key. Pria itu sudah menjauh dariku sejak aku mengatakan bahwa perasaannya merupakan beban bagiku dan meski bagaimanapun juga aku akan tetap mencintai Taemin. Kejam memang. Tapi tak ada cara lain lagi, aku tak mau memberikan harapan palsu untuk Key dan menyakiti Key lebih dalam lagi. Di saat kenyataan memang menunjukkan kalau aku tidak memiliki perasaan apapun pada Key. Saat Key sadar bahwa aku sedang melihatnya, aku langsung membuang pandanganku pada Minho.

“Kibum hyung…dia hampir membuat masalah dengan berteriak ingin keluar dari apartemen dan minum-minum tadi malam. Kami kewalahan mengatasinya.” Cerita Minho begitu menyadari arah mataku.

Aku terdiam, mataku berubah sendu. Sudah separah itu rupanya. Yura, untung bukan kau yang mengalaminya.

“Hyung menangis berjam-jam. Tapi tenang saja, sepertinya dia sudah merelakanmu…” Ucap Minho sembari tersenyum padaku. Meski aku tahu senyum itu sangat dipaksakan. “Apa kau benar-benar mencintai Taemin?”

“Eo…” Jawabku dengan tatapan menerawang. Tapi sampai mati, cintaku takkan diterima…

“Taemin, sepertinya dia menyukai Yura…”

“Aku tahu.” Balasku. “Hanya saja, aku tak bisa melupakan Taemin Oppa. Aku sudah benar-benar mencintainya.”

Bukan itu masalahnya sekarang. Masalahnya adalah Oppa, kumohon lawan perasaan itu dan berhenti mencintaiku…

“Aku…tak bisakah kau mencintaiku?” Tanya Minho sembari menatapku dalam. Aku melihatnya dengan tatapan terkejut.

“Mwo?” Seruku kemudian.

Dia….sudah mengatakannya…dia tak mau melawan perasaan itu…

“Ani. Lupakan saja. Anggap kau tak pernah mendengarnya.” Ujar Minho, kembali tersenyum. “Tapi apa benar kau baik-baik saja? Dari tadi kulihat tanganmu gemetar.”

“Aku…hanya sedikit gugup. Itu saja.” Ucapku berbohong.

“Tenangkan dirimu. Ada aku. Percaya saja padaku.” Tukas Minho sembari tersenyum lembut.

Terkutuk kau Han Hyora!

“Kenapa harus Oppa?” Ucapku.

“Ne?”

“Oppa. Apa harus kutekankan sekali lagi? Aku tak menyukai siapapun selain Taemin Oppa. Jadi kumohon lupakan perasaan Oppa. Atau, jangan tunjukkan perasaan Oppa padaku. Oppa benar-benar membuat suasana hatiku semakin buruk.” Ujarku tajam.

Mianhaeyo Oppa…aku harus mengatakannya…kalau tidak, Oppa takkan berusaha melawan perasaan itu.

“5 menit lagi!” Seru seorang staff MAMA 2015 pada seluruh anggota di dalam backstage SHINee.

“Mian…aku…harusnya aku tidak mengatakannya.” Kata Minho padaku, pria itu langsung kembali ke tempatnya duduk.

Aku menutup mukaku dengan tangan. Kacau…semuanya kacau…

***

*Author PoV*

Lagu Goodbye Love SHINee dimulai. Semua perhatian para artispun tertuju pada mereka. Semuanya. Bahkan mereka yang sedari tadi mengobrolpun ikut melihat penampilan tersebut. Alasannya tentu saja : skandal Key dengan Hyora. Dan rahasia umum di kalangan mereka kalau hampir seluruh member SHINee menyukai Han Hyora. Sebagian besar dari mereka bahkan beranggapan kalau Taemin juga menyukainya, hanya pura-pura menyukai Yura. Saat mata para penyanyi laki-laki itu tertuju pada Han Hyora, semuanya terkesima.

“Itu…Han Hyora, kan?” Tanya Baekhyun pada Chanyeol. Sedangkan yang ditanya hanya mengangguk sembari tercengang menatap Hyora. “Bagaimana bisa dia menjadi secantik itu? Ani…bukankah dari dulu dia sudah sangat cantik? Kenapa aku baru menyadarinya…”

“Hyung, aku juga baru menyadarinya.” Ujar Chanyeol.

“Nado.” Seru D.O.

“Nado.” Sahut Suho.

“Kalian terlambat…aku sudah menyadarinya sejak dia menari bersama kita.” Ucap Kai, bergumam pelan pada dirinya sendiri.

“Mwo?” Tanya D.O.

“Mwo?” Kai balik bertanya.

“Kau mengatakan sesuatu tadi…!” Seru D.O pada Kai.

“Jinjja? Mwo?” Tanya Kai lagi.

“Aah…terserahlah!” Ucap D.O.

Sedangkan di sisi lain, para personil Super Junior juga sedang memuji kecantikan Hyora.

“Yaa~ dia benar-benar cantik, tak heran semua anak SHINee jatuh cinta padanya.” Ucap Sungmin.

“Bukankah Taemin tidak termasuk? Kenapa kau mengatakan semuanya?” Tanya Yesung pada Sungmin.

“Hyung. Taemin itu pemalu, mana mungkin dia akan mengakui perasaannya begitu saja? Aku yakin, dia hanya berusaha menafikkan kenyataan bahwa dia mencintai Han Hyora. Gadis itu, tidak mungkin ada pria yang tidak mencintainya.” Ujar Sungmin penuh keyakinan.

“Ya! Kau itu sudah menikah! Bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti itu? Jangan bilang kau juga jatuh cinta pada Han Hyora!” Seru Yesung pada Sungmin.

“Tentu saja tidak hyung! Mana mungkin aku mencintai anak kecil seperti itu!” Bantah Sungmin, sedangkan dia sudah hampir menangis. Aku…kenapa aku seperti ini??

“Tidak heran, gadis secantik itu…dia bisa mencuri hati siapa saja. Lihatlah ekspresi anak-anak Winner disana, melihat Han Hyora..” Ucap Donghae sembari menunjuk grup Winner dengan kepalanya.

“Yaa~ mereka benar-benar menunjukkannya.” Ujar Siwon.

“Aneh, kenapa kita baru menyadarinya sekarang? Kenapa tidak sejak dia menari bersama EXO, saat berpasangan dengan Kai.” Kyuhyun mengangkat suara.

“Entahlah. Mungkin…karena dia sudah semakin dewasa sekarang?” Yesung berpendapat.

“Kurasa bukan itu alasannya…” Balas Kyuhyun pelan.

“Mworago?” Tanya Yesung.

“Aniya…bukan apa-apa.” Seru Kyuhyun sembari terus memperhatikan Hyora.

“Jong in-ah, neo mwohae?” Tanya D.O begitu Kai berdiri dari tempat duduknya.

Ada apa denganku…? Kenapa aku harus semarah ini??

“Aniya gwaenchana…” Ucap Kai yang lalu duduk kembali ke tempat duduknya. D.O lalu melihat tangan Kai yang gemetar.

***

*Han Hyora PoV*

Acara MAMA 2015 sudah selesai. Dan aku sedang bersiap pulang saat tanganku digenggam oleh seseorang. Aku menoleh. Kai.

“Oh Oppa…”

Tanpa mengatakan apa-apa, Kai menarik tanganku. Begitu sampai di sebuah tempat yang sepi, Kai mengangkat suaranya.

“Apa yang sudah kau lakukan?” Tanya Kai dengan mata memerah.

“Mwo?”

“APA…” Kai menarik nafas dalam. Berusaha mengatur emosinya. “Yang sudah kau lakukan…??”

Aku terdiam. Dia mengetahuinya.

“Bukankah Oppa sudah mengetahuinya? Kenapa Oppa bertanya lagi?” Balasku.

“Kenapa kau melakukannya?” Tanya Kai lagi. Menatapku dengan mata memohon. Berharap jawaban yang didapatnya sama dengan yang diharapkannya.

“Bukankah sudah jelas? Aku…hanya ingin mendapatkan beberapa kesenangan yang belum kudapat dulu. Oppa tahu kan , aku menyukai Taemin Oppa dan ingin menunjukkan padanya kalau aku juga bisa disukai banyak lelaki. Oppa lihat kan? Aku sudah berhasil.” Ucapku dengan nada bergetar.

“Keojitmal.” Kata Kai. “Aku tahu kau bukan seseorang seperti itu..”

“Aku….aku meminum ramuan yang bisa membuat semua laki-laki tampan mencintaiku yang kubeli dari seorang paranormal. Ramuan itu mengharuskanku untuk memakan mawar setiap hari agar sihirnya semakin kuat. Dan aku tidak pernah absen memakannya. Oppa tahu kenapa? Karena aku, memang orang yang seperti itu. Jadi, lepaskan tanganku, aku ingin pulang.” Tuturku cepat. Tapi Kai tak juga melepaskannya. Aku berusaha keras melepaskannya tapi orang itu malah mengencangkan genggamannya. “Oppa, sakit…”

“Kau tidak tahu…! Betapa aku menahan diriku melihatmu menarikan tarian seperti itu bersama Kibum hyung! Sebenarnya ramuan apa yang kau minum!? Aku hampir gila melihatmu di panggung tadi! Ara!?” Bentak Kai padaku. Matanya benar-benar memerah.

“Mwo?”

“Kenapa hanya aku…yang merasakan hal itu di saat orang lain yang juga terkena sihirmu tidak segila diriku? Aku….hampir-hampir menaiki panggung itu dan menghajar Kibum hyung saat itu juga..!”

Kenapa..? Kenapa pengaruh sihirnya lebih kuat…??

“Molla…” Jawabku lalu kembali berusaha melepaskan tanganku dari genggamannya.

“Kumohon jangan melakukannya…itu hanya akan membuat tanganmu lebih sakit lagi..” Pinta Kai. Akupun berhenti dan menatap matanya. Tatapan matanya berbeda dengan mereka yang juga terkena sihirku. Seperti orang yang benar-benar tersiksa. “Ini…pertama kalinya aku merasakan cinta seperti ini. Jadi kumohon…aku merasa aku akan gila kalau kau tidak menjawabnya. Maukah kau menjadi kekasihku?”

Aku terdiam.

“Tidak apa-apa kalau kau tidak mau menjawabnya sekarang…aku akan menunggu. Tapi hanya selama 1 minggu. Setelah itu, kau harus menjawabnya. Apapun yang terjadi. Karena aku bisa gila kalau kau tidak menjawabnya.” Ucap Kai, dia lalu melepas tanganku. “Mian…karena telah menyakiti tanganmu.”

***

*Author PoV*

Soonwoo. Yang sudah menemukan rahasia besar dari kasus yang diselidikinya. Sedang berjalan menuju sebuah gedung tua yang dari luar tampak seperti tidak berpenghuni. Dia tersenyum lebar. Disini…aku pasti menemukan jawabannya! Benaknya senang. Saat dia sedang ingin melangkah masuk, dia melihat seseorang yang juga ingin memasuki gedung tersebut. Buru-buru, dia bersembunyi dan menajamkan penglihatannya untuk melihat orang tersebut. Han Hyora?? Seketika, jantungnya berdegup kencang. Sial.

Apa yang dilakukan wanita itu disini? Sekarang sudah jelas kalau dia memang memiliki kekuatan sihir itu dari sini…

***

*Han Hyora PoV*

“Selamat datang…” Ucap wanita tua terkutuk itu. Yang sudah membuat kehidupanku kacau balau. Aku bahkan tak habis pikir dengan diriku yang melangkah masuk ke dalam ruangan yang kuyakini tak akan pernah kudatangi lagi. Begitu wanita itu melihatku, dia langsung berdiri dari tempat duduknya dan melangkah mundur. Berjaga-jaga dengan apa yang mungkin akan kulakukan padanya. Aku langsung memasuki ruangan itu dan mengambil tempat duduk. “Apa…apa yang ingin kau lakukan disini? Bukankah sudah kubilang? Tak ada ramuan penawarnya. Kalaupun ada akan kuberikan padamu secara gratis sekarang juga!”

“Keokjongma..aku bukan datang kesini untuk menuntutmu.” Ujarku, berusaha mati-matian menahan amarahku.

Wanita itu kembali duduk di tempat duduknya. Menatapku takut-takut. “Lalu untuk apa kau datang kesini?”

“Kim Jongin. Ahjumma tahu kan?” Ucapku kemudian.

“Kai EXO? Siapa wanita di dunia ini yang tidak mengetahuinya? Tentu saja aku sangat mengetahuinya!” Wanita itu kemudian tertawa, menunjukkan deretan giginya yang hitam. Namun dia segera berhenti melihat mataku yang menatapnya tajam. “Ada apa dengan Kai?”

“Kenapa…pengaruh sihirnya lebih kuat dari yang lain?” Tanyaku kemudian. Hampir menangis mengucapkan hal itu.

“Kalau begitu sudah jelas jawabannya.” Wanita itu kemudian menatapku dalam. “Karena dia sudah mencintaimu sejak lama. Kira-kira kapan dia mulai mencintaimu?”

“Mungkin…” Aku mengingat-ingat. “Sekitar hampir 1 tahun yang lalu. Saat itu aku menjadi penari latar EXO untuk lagu Don’t Go. Dan aku berpasangan dengannya. Yah…kurasa saat itu dia menyukaiku tanpa kusadari.”

“JINJJA!!??” Tanya wanita itu. Terkejut luar biasa.

“Eo…eo…wae?”

“Harusnya di tingkat seperti itu dia sudah tidak bisa berpikir jernih dengan apa yang dia lakukan. Untuk waktu yang sangat lama itu, dia pasti sudah gila kalau dia melihatmu! Kau bertemu dengannya? Apa yang dia lakukan padamu. Tidak mungkin…dia….”

“Dia tidak melakukan sesuatu yang Ahjumma pikirkan. Dia hanya mengatakan dia hampir gila karena menahan dirinya melihatku menari bersama Kibum Oppa. Dan dia menembakku. Itu saja.” Ceritaku pada wanita itu.

“Yaa~ dia pasti benar-benar menahan dirinya! Kau tahu, kalau saat itu Key yang sedang berada di posisi Kai, dia pasti sudah tak bisa menahan dirinya lagi!” Ucap wanita itu dengan terkagum-kagum.

“Apa…aku harus menerimanya?” Tanyaku pada wanita itu.

“Yah, dia mungkin hanya akan menjadi gila dan sangat tersiksa dengan apa yang dirasakannya padamu kalau kau tidak menerimanya. Tapi itu terserah padamu.”

“Kalau Ahjumma mengatakan sesuatu seperti itu mana mungkin aku menolaknya?” Ucapku kesal. “Tapi, kalau seperti itu…apakah semua orang yang terkena sihirku juga akan seperti itu kalau aku terus memakan mawar selama 1 tahun?”

Wanita itu terdiam. Ragu-ragu dengan apa yang akan dikatakanya.

“Ahjumma!”

“Eo…mereka akan seperti itu..” Ucap wanita itu. “Tapi jangan pernah berpikir untuk mengorbankan nyawamu dengan berhenti memakan mawar! Aku akan memikirkan cara apapun selain itu! Aku janji aku akan membuat ramuan penawarnya! Aku takkan tidur sampai aku berhasil membuatnya!”

Aku menatap wanita itu dalam-dalam. “Ahjumma yakin Ahjumma bisa membuatnya?”

“Eo! Aku sangat yakin! Ramuan tertukar itu adalah satu-satunya kesalahanku yang kubuat selama karirku sebagai paranormal! Aku yakin aku bisa membuatnya! Jadi jangan pernah berpikir sesuatu yang bodoh dengan berhenti memakan mawar itu! Aku tahu kau adalah tipe gadis yang akan melakukan hal itu!” Ucap wanita itu cepat.

“Arasseo…dan juga Ahjumma, ini permintaanku yang paling tulus. Bisakah kau…jangan memberikan pria manapun ramuan cinta yang akan membuatku jatuh cinta? Saat para pria itu mengetahui tempat ini, mereka pasti akan berlomba-lomba untuk meminta ramuan itu. Saat itu terjadi, kumohon…jangan berikan itu pada mereka…kalau Ahjumma melakukannya, kurasa aku bisa memaafkan Ahjumma…” Pintaku dengan tulus.

“Baiklah. Aku akan melakukannya. Berapapun uang yang mereka berikan padaku aku takkan memberikan ramuan itu pada mereka. Puas??” Ucap wanita itu dengan berat hati. Aku tahu pasti sangat berat untuk seseorang yang mencintai uang untuk mengatakan hal itu. Tapi rasa bersalahnya padaku pasti lebih besar lagi. Aku tersenyum. Setidaknya dia jauh lebih baik daripada apa yang kukira. “Jadi…jangan rusak hiasan kepalaku lagi! Ini berarti segalanya untukku! Kau tak tahu berapa malam yang kuhabiskan untuk memperbaiki hiasan rambut ini agar menjadi seperti semula! Aku menghabiskan sangat banyak kotak tisu karena air mataku terus keluar saat aku memperbaikinya! Aku bahkan terpaksa menutup bisnisku untuk sementara karena temanmu merusak benda kesayanganku ini, ara!?”

Salah. Dia ternyata melakukan hal itu hanya untuk hiasan kepalanya.

“Arasseo aku takkan melakukannya. Kalau begitu, aku permisi…” Ucapku lalu melangkah menuju pintu.

“Eo..” Jawab wanita itu.

***

*Author PoV*

Sial. Tidak terdengar apa-apa! Apa ini ruangan kedap suara? Batin Soonwoo seraya terus mempertajam pendengarannya. Tiba-tiba, pintu di depannya terbuka. Soonwoo buru-buru bersenyembunyi ke balik dinding. Dia melihat Hyora keluar. Wanita itu sedang mendesah dengan wajah murung. Dia…apa dia sedang menyesali keputusannya?

Tidak…itu bukan keputusannya! Bukankah dia melakukan hal itu karena situasi yang mengharuskannya begitu?? Itu bukan keputusannya!

Tapi…bisa saja dia memang wanita seperti itu! Kau hanya dibutakan oleh cinta!

Berhenti berpikiran buruk tentang gadis itu! Kau bahkan belum memastikan kalau Taemin juga ikut terkena sihir itu! Masih ada hal yang janggal yang belum kau ketahui! Jadi jangan seenaknya menarik kesimpulan seperti itu!

“Aah…molla! Berhentilah bertengkar kalian yang di dalam sana!” Ucap Soonwoo stress. Dia lalu memasuki ruangan tersebut.

“Selamat datang…” Seru wanita di dalam ruangan itu dengan ramah. Soonwoo tersenyum dan mengambil tempat duduk. “Ada perlu apa sehingga seorang anak muda tampan sepertimu datang ke tempat ini?”

“Aku…ingin membeli ramuan cinta.” Ujar Soonwoo tanpa berbasa-basi lagi.

“Siapa yang ingin kau buat jatuh cinta?” Tanya wanita itu sembari tersenyum menggoda. “Kalau itu aku…maka aku sudah jatuh cinta padamu pada pandangan pertama.”

Hei! Kenapa kau tidak membeli ramuan cinta untuk membuat Hyora jatuh cinta padamu saja? Bukankah itu ide yang bagus?

Ide macam apa itu? Jangan bergantung dengan sihir! Percuma kalau cinta itu timbul bukan karena usahamu sendiri! Fokuslah dengan tujuanmu sekarang ini! Kau harus mencari tahu alasan dibalik semua kejadian ini!

“Anak muda?” Seru wanita itu. Menghentikan pertengkaran di dalam batin Soonwoo.

“Bukan aku…” Soonwoo lalu mengeluarkan foto teman prianya yang masih termasuk tampan. “Tapi adik perempuanku ingin membuat pria ini jatuh cinta padanya. Dia tidak bisa datang ke sini karena katanya tempat ini menakutkan. Jadi dia memintaku membelinya.”

Wanita itu menatap foto itu sembari mengerutkan alisnya. “Sayang sekali. Ramuanku untuk membuat pria jatuh cinta sudah habis. Kurasa aku tidak bisa membantumu..”

“Sudah habis?” Tanya Soonwoo. Sudah kuduga dia akan mengatakannya. Sedikit wawancara dan pecahan puzzle ini akan tersusun sempurna. Soonwoo lalu menunjuk sebuah lemari yang berisi ramuan berwarna ungu bercampur ramuan berwarna kuning. “Disana…ramuan berwarna ungu disana itu bukankah itu yang dinamakan ramuan cinta? Kulihat stoknya masih ada..”

“Majayo…tapi ramuan itu bukan untuk laki-laki, itu hanya untuk perempuan.”

“Aku belajar sedikit tentang tempat ini sebelum aku datang. Mereka bilang ramuan cinta adalah yang paling terkenal di antara seluruh ramuan yang ada disini. Dan tidak ada perbedaan apakah itu untuk laki-laki atau untuk perempuan. Setahuku begitu.”

“Memang dulunya seperti itu…tapi sekarang tidak. Sekarang aku membuatnya khusus hanya untuk mereka yang menginginkan perempuan.”

Gadis iblis itu! Karena permintaannya untuk membuat semua pria tampan mencintainya dan karena aku kasihan pada temannya aku jadi berbohong seperti ini!

“Boleh aku tahu alasannya?” Tanya Soonwoo.

“Ye?” Ujar wanita itu.

“Alasan kenapa Ahjumma hanya membuatnya untuk perempuan..”

“Kau terlalu banyak bertanya. Kurasa urusanmu disini sudah selesai. Jadi silahkan keluar.” Ucap wanita itu.

“Sejujurnya aku sudah mengetahuinya…” Ujar Soonwoo. “Bahwa ramuan itu mengharuskan orang yang mengonsumsinya untuk memakan mawar setiap hari seumur hidupnya. Setiap kali memakan mawar sihirnya akan semakin kuat, tapi kalau mereka tidak memakannya maka nyawa mereka taruhannya. Aku sudah tahu itu. Selama ini tak ada orang yang berani melaporkannya kan? Aku bisa melaporkannya pada polisi sekarang juga. Akupun sudah memiliki saksi yang cukup untuk menjebloskan Ahjumma ke penjara.”

Karena dirimu…nyawa wanita yang kucintai dalam bahaya!

“M…mwo?? Ya! Kau mengancamku?” Kata wanita itu yang mulai naik pitam. “Aku juga memiliki ramuan yang bisa mencabut nyawa seseorang kalau aku menginginkannya! Kau…kalau kau melaporkannya ke polisi kau tahu apa yang akan terjadi padamu kan??”

“Aku sudah mengetahuinya. Karena itulah tidak ada yang berani melaporkannya pada polisi. Tapi, bagiku nyawa bukan masalah. Toh, cepat atau lambat aku akan mati juga. Ramuan itu membutuhkan waktu 1 minggu sebelum nyawaku dicabut kan? Aku bisa melaporkannya pada polisi sebelum itu.” Tukas Soonwoo sembari tersenyum pada wanita itu. Wanita ini…benar-benar terkutuk.

“Kejam juga kau rupanya. Kau tidak memiliki rasa kasihan pada keluargamu yang nantinya akan sangat kehilangan dirimu?”

“Bukankah dalam hal ini Ahjumma lebih kejam lagi? Toh Ahjumma yang menghabisiku bukan aku yang menginginkannya.” Ujar Soonwoo tanpa rasa takut sedikitpun.

“Apa sebenarnya yang kau inginkan??” Tanya Ahjumma itu kesal.

“Ramuan cinta…ada rahasia apa sehingga Ahjumma tidak bisa lagi memberikan ramuan cinta untuk orang yang menginginkan pria?”

Pria tampan. Lanjut Soonwoo dalam hati.

Wanita itu, dengan berat hati, akhirnya mengangkat suaranya. “Ada dua gadis yang mendatangi tempat ini lama sebelum kau datang. Yang satunya menginginkan seorang pria yang dicintainya dan yang satunya lagi yang menjadi alasan kenapa aku tidak bisa memberikan ramuan ini padamu. Puas? Aku takkan memberitahukan apapun lagi padamu. Terserah kau mau menjebloskanku ke penjara atau tidak. Toh, nyawamu sudah ada dalam genggamanku.”

Jadi itulah alasan kenapa Taemin tidak menyukai Hyora. Tapi apa itu maksudnya…Hyora yang meminta ramuan itu? Ani…dia bukan gadis seperti itu…

“Apa yang kau lakukan? Cepat keluar!” Suruh wanita itu. Soonwoopun langsung melangkah keluar dari ruangan itu meskipun masih banyak pertanyaan di benaknya.

Ani…Han Hyora bukan gadis seperti itu…dia tak mungkin meminta ramuan itu…tapi, bagaimana jika dia benar-benar meminumnya? Dia bahkan mendatangi tempat ini sekali lagi. Untuk apalagi selain meminta ramuan penawarnya? Dia pasti sudah menyesal dengan apa yang dilakukannya.

“Pikiran macam apa ini?” Gumam Soonwoo sembari memegang kedua pelipisnya.

Pasti Han Hyora yang memintanya. Salah satu dari kedua gadis itu jelas adalah Han Hyora.

“Ani…Han Hyora tak mungkin melakukan hal seperti itu!” Bantah Soonwoo pada pikirannya sendiri.

Kau itu terlalu naif! Kalau Han Hyora memang gadis seperti itu kau mau apa? Buka matamu! Kau seperti ini karena sihir itu! Harusnya kau melawannya dan laporkan pada Kim Sunbaenim apa yang sudah kau dapat! Berita ini bisa menjadi headline utama di seluruh dunia! Han Hyora, gadis itu benar-benar sudah berakhir!

“Aku…tak mungkin melakukan hal itu..”

Lalu untuk apa kau sampai sejauh ini? Kau ingin membuang semuanya begitu saja?

“Lalu kenapa kalau aku membuang semuanya begitu saja!? Apa yang ingin kau lakukan padaku HAH!?” Bentak Soonwoo pada dirinya sendiri. Beberapa gadis yang sedang berada di jalanan tempat dia berjalan melihatnya aneh.

“Ada apa dengan pria itu? Dia tampan, tapi sepertinya agak tidak waras..” Ucap salah satu gadis itu.

“Sayang sekali, seseorang dengan wajah seperti itu..”

“Apa yang kalian lihat, hah!?” Bentak Soonwoo kepada kedua gadis itu. Mereka lalu mempercepat jalan mereka.

“Jinjja…ada apa dengan orang itu??”

“Aku…sepertinya sudah menjadi orang yang benar-benar bodoh…” Ucap Soonwoo. Dia menggenggam erat rekaman yang sudah berhasil di dapatnya dan membuangnya ke tempat sampah. Sedangkan di sisi lain, Han Hyora sedang memakan mawarnya.

***

*Author PoV*

Soonwoo melangkah memasuki kantornya dengan langkah gontai. Sedari tadi dia berpikir keras alasan dibalik kenapa Han Hyora bisa meminum ramuan tersebut saat Jinpyo menghampirinya.

“Soonwoo-ya~ bagaimana dengan misi kali ini? Kau berhasil? Apa yang kau dapat? Benar gadis itu yang meminta ramuan tersebut?”

“Molla…” Ucap Soonwoo tak bersemangat.

“Melihat reaksimu seperti ini. Sepertinya benar dugaanku. Sudah kubilang, kau itu terlalu naif! Jadi…”

“Hyung…” Ujar Soonwoo memotong kalimat Jinpyo. “Jebal…jangan mengungkit-ungkit gadis itu di depanku lagi. Aku sedang benar-benar tidak bersemangat untuk menghajar hyung. Dan jangan…mengungkit-ungkit kasus ini lagi. Eo?”

“Neo…” Jinpyo menatap Soonwoo tak percaya. “Ya, lawan perasaan cintamu itu imma! Kau tahu kau itu hanyalah 1 di antara sekian banyaknya pria yang terkena sihir itu! Pengorbanan bodohmu itu takkan membuat gadis itu jatuh cinta padamu!”

“Lalu kenapa kalau dia tidak jatuh cinta padaku?” Tanya Soonwoo marah. “Kalau bisa…kalau bisa aku melawan perasaan sialan ini juga aku akan melakukannya! Aku tidak peduli dia akan jatuh cinta padaku atau tidak, setidaknya bukan aku yang menjadi alasan dari rasa sakitnya! Jadi, jauhi aku dari kasus Han Hyora. Aku tidak ingin melihat wajah gadis itu lagi…Kalau aku melihatnya, aku mungkin bisa gila.”

***

*Author PoV*

“Jongin-ah ada apa denganmu?” Tanya Baekhyun pada Kai seselesainya mereka dari sebuah acara reality show.

“Aku? Kurasa aku baik-baik saja.”

“Ya! Kau jelas-jelas terlihat tidak fokus selama acara berlangsung! Kemana pikiranmu melayang??” Tanya Suho kesal.

Han Hyora… Batin Kai.

“Gara-gara kau…kita kacau tadi! Ada apa denganmu? Apa kau sedang ada masalah?” Kesal Baekhyun.

“Mianhaeyo hyung. Aku akan mencoba fokus untuk acara selanjutnya…”

“Aah…jinjja! Sebaiknya kau pegang kata-katamu itu!” Ucap Baekhyun.

Sedangkan Kai semakin stress. Aku…kurasa aku akan gila kalau terus seperti ini!

***

*Han Hyora PoV*

“Hyora-ya…” Seseorang memanggilku. Aku menoleh. Taemin. Seketika jantungku berdebar.

“Ne?” Tanyaku kemudian.

“Aku ingin bicara denganmu…” Ucapnya kemudian berjalan keluar dari ruangan backstage. Akupun mengikutinya.

“Ada apa?”

“Perasaanmu…itu merupakan beban bagiku…”

Deg.

“Aku benar-benar tidak memiliki perasaan apapun padamu. Bahkan sedikitpun.”

Ara.

“Jadi bisakah kau melupakan perasaanmu padaku? Aku…menyukai Yura.”

“Ara…” Ujarku, berusaha menahan air mataku.

“Kalau kau sudah mengetahuinya kenapa kau masih saja menyimpan perasaanmu padaku? Gara-gara dirimu, Yura tidak mau menerima perasaanku. Dan semua anggota SHINee juga jadi kacau gara-gara kamu!”

Berhenti. Kumohon…

“Kau menangis?” Tanya Taemin.

“Ani…aku hanya sedikit mengantuk.” Ucapku berbohong.

“Sekarang kau mengerti kan? Perasaan Kibum dan Minho hyung? Aku bahkan belum mengucapkan semuanya dan kau sudah menangis?” Ujar Taemin tajam.

Aku…tak memiliki pilihan lain selain mengatakannya.

“Berhentilah menangis. Aku tak tahan melihat air matamu.” Tukas Taemin lalu melangkah pergi.

Han Hyora…inilah hukumanmu…

“Han Hyora?”

Aku menoleh. G-Dragon.

“Kau menangis?” Tanya G-Dragon melihat air mataku.

“Ani…aku tadi menguap.” Kataku berbohong lalu berbalik. Aku baru ingin berjalan saat G-Dragon memegang tanganku.

“Siapa yang membuatmu menangis? Aku akan membunuhnya!” Ucap G-Dragon sembari mengacungkan tinjunya. Dia lalu tersenyum padaku. “Kau tahu, Oppa ini benar-benar kuat.”

“Na gwaenchana..jinjjayo Oppa. Aku hanya menguap, itu saja.” Tukasku sembari berusaha melepaskan tanganku dari genggamannya.

“Eii…jangan bohong.” Ujar G-Dragon tanpa melepas genggamannya. “Katakan padaku siapa orangnya, aku akan benar-benar membalasnya setimpal dengan apa yang sudah dilakukannya padamu.

“Dia bilang dia hanya menguap.” Seru Kai yang lalu melepas genggaman G-Dragon di tanganku lalu menggenggam tanganku. “Ya, kan?”

“Eo…” Jawabku gugup.

Kai lalu menarik tanganku dan berjalan menjauh dari G-Dragon.

“Gomawo…” Ujarku padanya.

“Eo…” Balas Kai.

“Jawaban untuk pernyataan Oppa…kurasa aku bisa menjawabnya sekarang.”

“Kau…menolakku?”

“Ani…aku menerima Oppa. Ayo kita pacaran.” Ucapku padanya.

“Jinjja?” Tanyanya sembari menatapku tak percaya. Aku mengangguk. Kai lalu memelukku lembut. “Gomawo…”

“Tapi Oppa tahu kan? Hatiku masih milik Taemin Oppa. Jadi…”

“Ara…” Ucapnya memotong perkataanku. Aku dapat merasakan dia menggenggam baju belakangku dengan tangan gemetar. “Aku akan menunggumu…aku akan menunggu sampai kau melupakan Taemin hyung dan aku akan pelan-pelan memenuhi hatimu.”

Aku tersenyum. “Baiklah. Aku akan menunggunya…”

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s