FF/ IF I KNEW/ BTS-BANGTAN/ pt. 4


Poster FF Nyep

Title : If I Knew (Chapter 4)

Author : Chela

Genre : Romance, Lil’ Comedy, Lil’ Sad, Friendship, School life.

Rating : PG-17

Length : Chapter

Main Cast :

  • Jeon Jungkook (BTS)
  • Kim Taehyung (BTS)
  • Shin Hyewon (OC)
  • Choi Jihyun (OC)

Support Cast :

BTS members & Other OC(s)

Disclaimer : FF ini author sedikit terinspirasi dari sebuah film barat, tetapi sisanya tetap murni ide author, jadi dilarang plagiat/copy-paste karya author, terima kasih ^^)

***

“B-bagaimana hasilnya?”

Ceklek!

Tiba-tiba pintu toilet pun terbuka. Tanpa mengatakan apapun Hyewon langsung memeluk Taehyung dengan erat.

“Taehyung-ah.” ucap Hyewon lirih sambil memejamkan matanya.

Taehyung yang penasaran dengan jawaban Hyewon itu perlahan membalas pelukannya. Lelaki itu berusaha untuk tetap terlihat tenang, karena apapun situasi yang Hyewon alami, ia akan berusaha untuk selalu ada di sampingnya.

“Syukurlah..” suara Hyewon terdengar bergetar.

“Syukurlah, hasilnya negatif Tae.” ucap Hyewon masih memeluk lelaki itu. Tak sadar air matanya telah menetes.

Mendengar jawaban Hyewon, Taehyung pun mengehela nafasnya lega. Lelaki itu tetap membalas pelukan Hyewon dengan erat. Dibelainya rambut gadis itu sambil memejamkan matanya. Ia tahu bahwa Hyewon sebelumnya begitu takut. Namun kini tidak ada yang perlu mereka khawatirkan lagi.

***

“Lalu.. mengapa sudah 2 bulan saya tidak datang bulan dok?”

Hyewon dan Taehyung terduduk di depan seorang dokter layaknya sepasang kekasih yang sedang konsultasi. Mereka mendatangi dokter yang pernah mereka datangi sebelumnya, saat suatu benda tersangkut di rahim Hyewon.

“Hyewon-ssi, bukan hanya karena hamil yang menyebabkan seorang wanita telat datang bulan, setidaknya terdapat faktor faktor lain yang mempengaruhi siklus menstruasi wanita dan menyebabkan tamu bulanan tersebut telat datang.” Jelas dokter tersebut.

Taehyung dan Hyewon pun bertatapan sejenak dan kembali menghadap dokter.

“Umm, lalu apa yang saya alami dok?”

“Setelah saya periksa tadi, Hyewon-ssi sedang mengalami stres. Stres akan mempengaruhi banyak hal dalam hidup termasuk siklus menstruasi. Ketika sedang dalam tekanan, tubuh akan mengurangi produksi hormon GnRH yang menyebabkan tubuh wanita tidak berovulasi atau tidak haid. Setelah masalah selesai atau mendapat bantuan dari dokter, haid umumnya bisa normal kembali.” ucap dokter itu.

‘Mungkin dokter benar, aku terlalu banyak memikirkan tugas, Jungkook-Jihyun, Taehyung, dan juga eomma appa yang selalu ribut karena krisis ekonomi.’ gumam Hyewon dalam hati.

“Jadi Hyewon-ssi harus banyak beristirahat ne, setidaknya pergilah berlibur dan banyaklah bersantai-santai.” lanjut dokter itu sambil tersenyum.

“Tenang saja dok, aku akan menemani Hyewon dan terus menghiburnya.” Taehyung memandang ke arah Hyewon sambil tersenyum hangat.

Setelah melakukan check-up di rumah sakit Hyewon pun diantar pulang oleh Taehyung. Seperti biasa, Taehyung pun mampir sebentar ke rumah gadis itu untuk menemaninya. Kini lelaki itu hanya terduduk menonton televisi, sementara Hyewon terlihat sibuk mondar mandir mengurus pekerjaan rumah.

“Hyewon-ah, kau sedang apa? kemarilah nonton bersamaku.” Taehyung menolehkan kepalanya ke belakang.

“Ah ne, tunggu ya. Sebentar lagi aku selesai.” sambil mencuci piring Hyewon sedikit berteriak karena dirinya sedang berada di dapur. Hyewon terus memaksakan diri untuk melakukan segalanya, padahal dirinya sudah keringat dingin dan nampaknya ia butuh istirahat. Penglihatannya pun mulai muncul kunang-kunang dan kepalanya terasa pusing.

Taehyung merasa kesal dengan jawaban Hyewon. Ia tidak ingin gadis itu kelelahan mengurus pekerjaan rumah. Ia pun memutuskan untuk menghampirinya ke dapur. Dengan perlahan ia memeluk tubuh Hyewon dari belakang. Ia juga meletakkan dagunya di bahu gadis itu.

“Hyewon-ah, nanti saja mencucinya, ayolah istirahat denganku.” pinta Taehyung dengan suara manja.

Namun tidak ada jawaban dari Hyewon. Tepat saat Taehyung selesai berbicara, tubuh Hyewon langsung drop. Matanya terpejam, kakinya terjatuh lemas, dan piring yang dipegangnya jatuh ke wastafel.

“Hyewon-ah!” Taehyung membelalakan matanya kaget karena tiba tiba gadis itu terjatuh pingsan di hadapannya. Untung saja lelaki itu ada di belakangnya sehingga Hyewon tidak terjatuh ke lantai.

Dengan segera Taehyung menggendong gadis itu dan dibawalah ke kamarnya. Dengan perasaan cemas, dibaringkannya tubuh Hyewon di kasur itu. Tak lupa juga Taehyung menyelimuti tubuhnya. Kini lelaki itu terduduk di lantai namun tetap di samping gadis itu. Taehyung pun membelai kepalanya dan menatap wajah gadis itu iba. Tatapan lelaki itu sangat berarti dan penuh kasih sayang. Ia merawat Hyewon seperti ia merawat kekasihnya sendiri. Ia pun terus menunggu Hyewon yang tengah tertidur itu di sampingnya. Tak disadari tangannya pun telah memegangi tangan gadis itu sedari tadi.

“Jungkook-ah…” tiba tiba nama Jungkook keluar dari mulut Hyewon. Ia mengucapnya dengan kondisi yang tidak sadar. Walau gadis itu mengatakannya dengan suara yang sangat pelan, namun Taehyung masih bisa mendengarnya dengan jelas.

“Segitu berartinyakah Jungkook bagimu?”

Taehyung pun memandang wajah Hyewon penuh arti. Ia memelankan suaranya tidak ingin membangunkan gadis itu.

“Lalu bagaimana denganku?”

“Apalah aku bagimu?”

Taehyung menundukkan kepalanya, mencoba merenungi semua itu. Ia tahu bahwa gadis yang dicintainya saat ini telah mencintai orang lain, lebih tepatnya telah mencintai sahabatnya sendiri. Namun bagaimanapun juga lelaki itu akan terus berusaha untuk mendapatkan hatinya. Walau sakit ia akan menahan semua itu. Ia masih terus berharap bahwa Hyewon akan membukakan pintu hati untuknya, bahwa suatu saat ia akan menempati ruangan di hati Hyewon.

Setelah terus berpikir, tak sadar Taehyung pun tertidur di samping Hyewon. Dengan tangannya yang memegangi tangan gadis itu, dirinya tertidur hingga pagi pun tiba.

Perlahan Hyewon membuka matanya, ia merasakan sinar matahari yang masuk ke ruangan itu melalui celah celah tirai. Hyewon pun terbangun dari tidurnya dan segera duduk. Ia juga tersadar akan Taehyung yang semalaman tertidur di lantai dengan posisi tubuhnya yang duduk.

‘Apa semalam aku tidak sadarkan diri?’ gumam Hyewon dalam hati sambil terus menatap Taehyung. Ia pun teringat akan semua yang terjadi tadi malam. Perlahan tangannya meraih kepala Taehyung dan membelai rambutnya.

“Taehyung-ah..” ia memanggil lelaki itu sangat pelan.

“Mengapa kau begitu baik padaku.” dipandangnya wajah lelaki itu yang tengah tertidur. Bahkan saat tertidur Taehyung pun terlihat tampan.

“Jika kau terus seperti ini, kau akan membuat perasaanku bimbang.”

Dalam keheningan Hyewon pun terdiam sejenak. Taehyung yang mulai bergerak sedikit itu tampaknya sudah sadarkan diri. Taehyung mendongakkan kepala dan dilihatnya Hyewon yang terduduk di atas kasur itu. Dengan matanya yang setengah terbuka ia mengucapkan salam kepada gadis itu.

“Pagi Hyewon-ah.” perlahan Taehyung pun beranjak dari duduknya dan tangannya menyentuh dahi Hyewon.

“Apa kau merasa lebih baik?”

Eung.. gomawo” jawab Hyewon sambil tersenyum menatap Taehyung.

“Yasudah, cepatlah mandi. Aku akan pulang dulu ke apartemenku untuk bersiap-siap ke sekolah” ucap Taehyung sambil beranjak pergi dari tempatnya.

“Taehyung-ah.” Hyewon menarik tangan Taehyung hingga membuat lelaki itu menoleh ke arahnya.

Jinjja gomawo..” sekali lagi Hyewon mengucapkan terima kasih namun dengan wajah yang serius. Taehyung pun hanya membalas ucapan gadis itu dengan sebuah senyuman yang tulus.

***

Hari itu mereka menjalankan aktivitas sekolah seperti biasanya. Jihyun tidak lupa untuk selalu memasang wajah sinisnya setiap kali ia bertemu Hyewon. Namun kali ini Jihyun tidak memulai sebuah pertengkaran. Dari pagi hingga sore Taehyung yang setia itu selalu menemani serta menghibur Hyewon. Karena lelaki itu tidak ingin Hyewon terpikir akan Jungkook maupun Jihyun. Hingga akhirnya bel pulang sekolah pun tiba.

“Jungkookie!” Jung Hoseok yang datang dari arah belakang itu datang menyapa Jungkook sambil menyenggol lengannya.

Eoh hyung.” sahut Jungkook menoleh malas ke arah Hoseok.

“Kau sedang menunggu siapa?”

“Choi Jihyun.”

Tiba tiba mereka berdua melihat Taehyung bersama Hyewon sedang berjalan keluar lobby sekolah. Pemandangan itu menarik perhatian Jungkook maupun Hoseok.

Ya ya, bukankah itu Hyewon? apa kau masih dekat dengannya?” Hoseok menunjuk pasangan itu.

Eoh, masih.” Jungkook membuang tatapannya ke arah lain.

“Ada apa denganmu? apa kau cemburu terhadap Taehyung?” Hoseok yang terus penasaran itu memandang wajah Jungkook. Namun Jungkook hanya terdiam tidak membalasnya.

“Kookie-ah, sebenarnya siapakah yang kau sukai? Yang aku tahu, kau memang menyukai Jihyun kan?”

“Tak tahu.” jawab Jungkook tanpa menatap Hoseok.

“Apa jangan jangan kau juga menyukai Hyewon?” Hoseok menggoda Jungkook dengan senyum anehnya.

Hyung, aku tidak tahu. Sudahlah aku tidak ingin membahasnya.”

“Aish jinjja, kau memang cemburu dengan Taehyung huh?”

Belum sempat menjawab pertanyaan Hoseok, dari kejauhan tampak Jihyun yang berjalan ke arahnya. Jihyun yang berwajah ceria itu datang menghampiri Jungkook.

“Jungkook-ah, maaf sudah membuatmu menunggu lama. Ayo kita pergi!” Jihyun pun langsung menarik lengan Jungkook.

Sementara itu, Jungkook hanya menaikkan alisnya ke arah Hoseok, menandakan bahwa ia berpamitan untuk pergi. Mereka pun mulai pergi menjauhi Hoseok

“Kookie-ah! Ikuti kata hatimu!” teriak Hoseok dari kejauhan.

Mendengar itu Jungkook hanya menoleh ke belakang dan memasang wajah bingungnya.

“Fighting!!!” lanjut Hoseok dengan semangat.

Mobil mercedes hitam Jungkook berhenti di depan sebuah restoran mewah. Bersama dengan Jihyun, ia pun memasuki restoran itu. Makan bersama sepulang sekolah sudah menjadi rutinitas mereka berdua. Seperti biasa Jihyun pun mulai memesan beberapa makanan dan juga minuman.

Setelah semua makanan dan minuman datang, mereka pun menyantap semua itu bersama-sama. Mereka menghabisinya sambil mengobrol dan juga bercanda-tawa.

“Jungkook-ah, aku ke toilet sebentar ne.” Jihyun pun beranjak dari duduknya dan segera pergi ke toilet.

Lelaki itu pun menunggu Jihyun sambil memainkan ponselnya. Namun di tengah kesibukannya bermain ponsel, tiba tiba ponsel Jihyun yang ditinggalkannya di atas meja itu berbunyi.

Drrrtt… Drrrtt…

Awalnya Jungkook mengabaikannya, namun lama kelamaan ponsel Jihyun terus berbunyi dan itu membuat Jungkook penasaran akan penelponnya.

Drrrtt… Drrrtt…

 

Drrrtt… Drrrtt…

Diambilnya ponsel Jihyun. Sebuah nama pun terpampang di layar itu.

[Yoongi Oppa]

‘Yoongi?’ melihat nama itu Jungkook mengerutkan keningnya. Tanpa ragu ragu, diangkatlah panggilan itu.

“…”

“…”

Chagi-ya, kau dimana?”

‘Chagi?’ gumam Jungkook dalam hati. Ia pun semakin curiga dengan penelpon itu maupun Jihyun. Selama ini Jihyun tidak pernah bercerita mengenai lelaki yang dikenalnya, terlebih penelpon itu memanggil Jihyun dengan panggilan sayang.

Chagi-ya, aku ingin bertemu. Aku sudah tidak tahan, aku ingin kita melakukan sesuatu.. sesuatu yang asik.” suara penelpon itu terdengar seperti merengek manja.

Jihyun pun kembali dari toilet dan kini ia mendapati pemandangan yang pahit. Dilihatnya Jungkook sedang mengangkat telpon pada ponsel miliknya dengan wajah yang sangat serius. Matanya membulat dan dengan segera ia menghampiri Jungkook lalu merebut ponselnya.

“A-apa yang kau lakukan?” ucap Jihyun mulai panik. Dirinya segera melihat layar ponselnya untuk mengetahui penelpon itu. ‘Sial!’ teriaknya dalam hati. Ia pun segera mematikan panggilan itu.

“Siapa dia?” Jungkook menatap Jihyun serius.

“B-bukan siapa siapa, hanya temanku.” Jihyun menjawab dengan ragu-ragu. Dirinya tidak berani mentap Jungkook. Melihat hal ini Jungkook pun tahu bahwa gadis ini jelas tengah berbohong.

BRAKKK!

Jungkook yang memukul meja dengan emosi itu sukses membuat Jihyun kaget hingga dirinya melompat sedikit. Tubuh Jihyun bergetar, kini dirinya benar benar tidak bisa berkata apa-apa. Ia sangat takut dengan Jungkook yang tidak dapat menahan amarahnya itu. Jihyun pun tidak berani menatap Jungkook dan hanya membuang tatapannya ke lantai. Tanpa menghiraukan Jihyun, Jungkook pun langsung berjalan ke arah kasir. Lelaki itu mengeluarkan beberapa lembar uang bernominal besar dan di letakkannya di kasir itu. “Ambil saja kembaliannya.” Penjaga kasir itu hanya mematung melihat tingkah Jungkook yang cukup menyeramkan. Tanpa banyak bicara Jungkook pun segera keluar dari restoran itu.

Jihyun yang sadar akan kepergian Jungkook itu segera berlari keluar restoran mengejar lelaki itu. Melihat Jungkook yang belum jauh dari hadapannya, ia pun segera menarik tangan Jungkook.

“Jungkook-ah! Kumohon dengarkan-”

“Lepaskan.” Jungkook pun menyingkirkan tangan Jihyun dengan kasar.

Kini mata gadis itu sudah berlinang air mata. Jantungnya berdegup dengan kencang, tubuhnya pun bergetar. Ia sangat ketakutan bila Jungkook akan pergi meninggalkannya.

“Jihyun-ah dengarkan aku. Selama ini aku telah menaruh kepercayaan dan juga harapan padamu. Tetapi kini kau telah merusak semuanya. Kau tidak perlu menyembunyikan apa apa lagi. Aku sudah tahu hubunganmu dengan lelaki itu.”

“A-aku bisa menjelaskan semua ini Jungkook-ah, kumohon kumohon.. ini tidak seperti yang kau pikirkan.” pinta Jihyun sambil terisak terisak. Tangannya terus memegangi tangan Jungkook dengan erat. Air mata pun mengalir deras di pipinya.

“Kukira kau hanya fokus terhadap satu lelaki saja yaitu aku, namun ternyata aku salah.”

“Maaf Jihyun, hubungan kita sampai di sini saja.” Jungkook pun melepaskan tangan Jihyun dengan paksa. Kini lelaki itu pergi menuju mobilnya meninggalkan Jihyun.

“Jungkook-ah! Jungkook-ah! Kumohonn…” Jihyun terus berteriak memanggil nama lelaki itu. Tangisannya tak kunjung berhenti. Dirinya terus menatap Jungkook yang menjauhi dirinya sambil terisak-isak. Matanya pun mulai sembab dan tangannya terus bergetar.

‘Padahal aku sudah sangat berusaha untuk menyukaimu Jihyun. Tidak semudah itu mengabaikan perasaanku pada Hyewon..’ gumam Jungkook geram.

Kini hubungan Jungkook dan Jihyun benar benar berakhir.

Melihat mobil Jungkook yang sudah hilang dari hadapannya, Kaki Jihyun pun melemas hingga akhirnya ia berlutut. Ia menundukkan kepalanya sambil menutupi wajah dengan kedua tangannya. Dirinya terus menyesali akan kejadian yang barusan terjadi. Mungkin orang orang di sekitarnya sudah menganggapnya aneh karena gadis itu tengah menangis di tengah jalan. Setelah beberapa menit kemudian, gadis itu pun meredakan tangisannya dan ia mulai memikirkan sesuatu. Perlahan dirinya beranjak dari berlutut dan segera memanggil taksi yang berlalu lalang di jalan raya.

Setelah memasuki taksi itu, Jihyun pun mengucapkan sebuah alamat yang dituju.

“Tolong antarkan saya ke apartemen dekat stasiun Samgakji di Myeongdong.

Sepertinya Jihyun menuju ke lokasi yang tidak diketahui oleh siapapun. Selama perjalanan Jihyun tampak memikirkan sesuatu dan wajahnya sangat geram. Ia terus menggeretakan giginya menahan amarah. Sesampainya di lokasi yang ia tuju, gadis itu itupun langsung memberikan sejumlah uang dan turun dari taksi itu.

Dilihatnya sebuah gedung apartemen sederhana di depannya, kepalanya mendongak seperti sedang melihat kamar kamar di apartemen itu. Namun Jihyun sudah tidak asing dengan apartemen itu. Ia tahu siapa yang akan ia temui. Tangannya mengepal dan ia segera memasuki apartemen itu. Setelah sampai ke kamar yang ia tuju, ia langsung memasukan room password dan membuka pintu itu.

Oppa!” Teriak gadis itu dengan suaranya yang bergetar.

Jika dilihat-lihat, kamar itu memang terlihat seperti kamar lelaki yang tidak benar. Baju kotor berserakan dimana-mana, banyak botol bir kosong yang belum di buang, dan juga seluruh kamarnya bau rokok. Ya, pemilik kamar itu bernama Min Yoongi, kekasih Choi Jihyun.

Yoongi yang sedang terduduk malas sambil memegang botol bir terkejut akan kedatangan Jihyun. Ia pun langsung beranjak dari duduknya lalu menghampiri gadis itu.

Chagi-ya, kau benar benar datang.” Dirabanya pinggang gadis itu sambil tersenyum nakal.

“Hentikan!” kedua mata Jihyun mulai berlinang air mata. Ia pun mendorong lelaki itu kasar.

“Ada apa? mengapa kau bertingkah seperti ini?” tanya Yoongi sambil terus mendekat ke arahnya.

“Aku benci oppa! aku benci!” Gadis itu terus memukuli dada Yoongi sambil terisak-isak.

“Apa yang kau katakan kepada Jungkook?! kau telah merusak hubunganku dengannya! Sekarang aku benar benar kehilangannya, itu semua gara gara kau!” teriak Jihyun dengan matanya yang mulai sembab.

“Jungkook? ahh, jadi yang mengangkat panggilanku tadi adalah Jungkook? araseo.

“Kau harus tanggung jawab!” ucap Jihyun sambil mengusap air matanya.

“Hei hei! Mengapa kau berlebihan seperti ini? memangnya kenapa jika kau kehilangan Jungkook? Kau bisa mencari lelaki lain! Bukankah kau mendekatinya hanya karena hartanya yang berlimpah? Santailah!” hentak Yoongi mulai emosi.

“Itu dulu! Semua itu hanyalah dulu! Sekarang keadaan telah berbeda! Aku benar benar mencintainya!”

Deg… Yoongi pun terkejut akan ucapan Jihyun. Yoongi terus menatap Jihyun tidak percaya. Sementara Jihyun terus merasakan air mata yang mengalir di pipinya.

“Apa?” Sambil menatap gadis itu serius, Yoongi berjalan mendekat ke arahnya.

“Dan itu bukan karena hartanya.. aku mulai mencintainya dengan sepenuh hatiku.. aku.. benar benar sayang Jungkook.” suara Jihyun memelan.

“Jadi, aku mohon oppa jangan mengganggu hidupku lagi! Jangan memberiku uang lagi, aku bukanlah alat pemuas nafsumu!” lanjut Jihyun sambil mengepalkan tangannya.

prok.. prok.. prok.. prok..

Yoongi bertepuk tangan sambil terkekeh menertawakan gadis itu. Yoongi terus menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya. Jihyun pun mengerutkan alisnya bingung.

“Choi Jihyun, seorang anak dari pemilik perusahaan yang cukup sukses. Namun dirinya dibuang dan tidak diperhatikan oleh Ayah Ibunya karena mereka lebih mementingkan kakak laki-lakinya…”

“Hentikan…” Jihyun memejamkan mata dan tangannya mulai menutupi kedua telinganya.

“Karena kelak semua harta dan perusahaannya akan diwariskan kepada kakak laki-lakinya. Sementara itu, Choi Jihyun harus hidup melacur dan menca-”

“HENTIKAN!!!”

Plakkk…!

Sebuah tamparan mendarat di pipi Yoongi. Lelaki itu terdiam sejenak, perlahan tangannya meraih pipinya, dirinya seperti tidak percaya bahwa gadis itu bisa melakukan hal seperti itu.

Jihyun yang reflek memberikan tamparan kepada lelaki itu langsung membelalakan matanya, kedua tangannya menutupi mulutnya tidak percaya. Matanya kembali berair dan dirinya pun segera berlari keluar dari kamar itu.

Yoongi yang sangat kaget dengan kelakuan Jihyun hanya memandang kosong ke arah lantai sambil meraba pipinya.

***

Di samping itu, setelah pulang sekolah Taehyung kembali berusaha untuk mengajak Hyewon pergi.

Ja! sekarang kau ingin pergi kemana?” tanya Taehyung ceria sambil memasang seatbeltnya.

“Hmm.. bagaimana jika kita ke Lotte World!” jawab Hyewon bersemangat.

“Wow baiklah, tapi kita jemput Jimin dulu, ia ingin ikut. Ah makhluk itu mengganggu kencanku saja.” keluh Taehyung sambil menancap gas.

“Hahaha kencan apa? sudahlah tak apa.” kekeh Hyewon sambil menepuk bahu Taehyung.

Terletak di tengah kota Seoul, Lotte World adalah tempat yang sempurna untuk hiburan dan wisata. Lotte world merupakan amusement park yang didalam nya terdapat puluhan wahana yang menarik dan mendebarkan, sebuah ice rink (tempat untuk bermain ice skating), serta berbagai jenis parade, museum rakyat, danau, dan banyak lagi.

Setelah menjemput Jimin di apartemen Taehyung, mereka pun melanjutkan perjalanannya ke Lotte World. Selama perjalanan mereka bertiga terus berbincang bincang, tak lupa mereka bercanda mengenai hal apapun. Selain itu mereka juga bersama sama menyanyikan lagu lagu Kpop yang tengah naik daun.

Karena letak Lotte World yang tak begitu jauh dan masih dalam satu kota, mereka pun akhirnya sampai di taman hiburan itu.

“WOOHOO! Taehyung-ah Jimin-ah cepat!” teriak Hyewon menarik kedua lengan lelaki itu ketika mereka sampai di depan pintu gerbang Lotte World.

Ketiga makhluk yang masih mengenakan seragam sekolah itu langsung menuju ke lokasi penjualan tiket masuk. Setelah Taehyung membayar semua tiketnya, akhirnya mereka pun benar benar memasuki Lotte World.

Pertama-tama Hyewon segera mengajak kedua lelaki itu untuk memasuki toko souvenir. Di sana ia memilih berbagai macam bando yang lucu untuk dikenakan saat ia bermain wahana nanti.

“Taehyung-ah pakailah ini.” Hyewon memasangkan bando kuping kelinci di kepala Taehyung.

Dengan wajah datar Taehyung pun hanya menuju ke cermin untuk melihat penampilannya. Setelah melihat dirinya begitu konyol Taehyung pun langsung mengambil bando kuping kucing dan dipasangkannya di kepala Hyewon.

“Bagaimana penampilanku? Apakah cocok?” tanya Hyewon sambil tersenyum lebar.

Ne. Kau sangat imut dengan bando itu.” jawab Taehyung sambil mencubit kedua pipi Hyewon.

Aya, Sakit!” Hyewon menepuk tangan Taehyung yang mencubit pipinya itu.

Tiba tiba Jimin datang ke arah mereka sambil mengenakan bando kuping gajah.

“Hei, bagaimana dengan kuping baruku?” tanyanya sambil memegangi kuping gajahnya.

Serentak mereka berdua langsung tertawa lepas. Jimin memang terlihat begitu konyol dengan kuping yang kebesaran di kepalanya.

“Ya Jiminie, dimana belalaimu itu?” ucap Taehyung sambil tersenyum licik.

“Eish, ada di bawah sini.” sahut Jimin yang mengerti maksud ucapan Taehyung.

“Wah, di bawah mana hayo?”

Taehyung dan Jimin langsung tertawa lepas mengenai leluconnya yang sama sekali tidak dimengerti oleh Hyewon.

“Apa yang kalian bicarakan..” dengan wajah polosnya Hyewon bertanya.

“Tidak ada, ayo!” Taehyung pun langsung menarik tangan Hyewon sambil tersenyum-senyum. Tak lupa mereka membayar semua bandonya sebelum keluar dari toko itu.

Setelah memilih bando untuk dikenakan, mereka pun lanjut berkeliling untuk memilih wahana yang akan dinaikinya.

Ya, Taehyung Hyewon, kutantang kalian berdua untuk menaiki roller coaster di atas sana!” tantang Jimin sambil bertolak pinggang.

Araseo, jika kami berani, kau belikan kami ice cream. Bagaimana?” Taehyung menerima tantangan Jimin sambil menggenggam tangan Hyewon.

Ya! Ya! aku belum mengatakan setuju!” ucap Hyewon panik sambil menatap Taehyung.

Deal! aku akan membelikan kalian ice cream jika kalian berani menaiki roller coaster itu.” sahut Jimin tanpa menghiraukan Hyewon.

“Oke!” Taehyung pun langsung menarik Hyewon berjalan ke arah wahana yang menyeramkan itu. Sementara wajah Hyewon terlihat menegang. Ia terus berusaha melepaskan genggaman tangan Taehyung karna ia tidak ingin menaikin wahana yang satu itu.

Ketika mereka naik dan sudah berada di barisan roller coaster itu, jantung Hyewon mulai berdegup dengan kencang. Sementara Jimin di situ hanya tersenyum senyum karena dirinya tidak perlu ikut menaiki wahana itu.

“Taehyung-ah aku takut, aku tidak ingin naik wahana ini.” dirinya terus menatap Taehyung dengan panik.

“Tenanglah, peluk aku saja jika kau takut.” jawab Taehyung tenang tanpa melihat ke arah Hyewon.

Ya, Apa maumu..” jawab Hyewon malas.

Kereta roller coaster pun sudah datang dan kini kereta itu berada tepat di depan mereka. Hyewon yang membulatkan matanya itu makin gugup akan kedatangan kereta itu. Dirinya makin menggenggam tangan Taehyung dengan erat. Sementara Taehyung yang merasakan genggaman itu hanya tersenyum-senyum. Mereka pun mulai boarding di kereta itu, setelah memasang beberapa pengaman pada tubuhnya, dirinya kembali mencari-cari tangan Taehyung dan menggenggamnya. Dirinya bergeser ke dekat Taehyung dan kepalanya terus miring ke arah lelaki itu.

“Hahahahaha aigoo, kau begitu imut ketika gugup.” goda Taehyung sambil menepuk-nepuk kepala Hyewon.

“Semangat ya teman teman!” teriak Jimin dari seberang kereta, dirinya berdiri di dekat pintu exit.

Tepat saat Jimin selesai berteriak, operator roller coaster itu mengumumkan bahwa permainan akan segera dimulai.

Deg… jantung Hyewon berdegup dengan kencang. Kepalanya hanya mematung ke arah depan, ia bahkan tidak bisa menoleh kanan kiri lagi. Melihat itu Taehyung terus menertawakan Hyewon.

3.. 2.. 1..

Kereta pun mulai berjalan.

“Woohoo…!” teriak para penumpang roller coaster.

Awal awal kereta itu terus berjalan mengikuti rel kereta yang berlikuk-likuk. Lalu bagian yang sangat dinanti-nantikan pun tiba. Kereta itu mulai berjalan naik ke arah langit. Walau kereta itu berjalan dengan pelan namun ketinggian kereta itu sudah membuat Hyewon merinding. Pada saat kereta itu tiba di puncak, tiba tiba pemandangan yang sangat mengerikan pun mengejutkan mata Hyewon. Kereta itu langsung terjun ke bawah dengan cepat.

Woooshhh!

“KYAAAAAAAAAA~!” teriak Hyewon sambil memejamkan matanya.

“WOOHOOO!!!” Berbeda dengan Taehyung yang begitu menikmati perjalanan kereta itu. sambil memeluk tubuh Hyewon, Taehyung pun terus tersenyum lebar.

Jimin yang berada di tempat pemberhentian tadi terus menertawakan mereka berdua ketika kereta itu terus melaju dengan cepat. Dirinya tidak tahan melihat tingkah Hyewon yang begitu ketakutan tadi.

***

tut… tut… tut…

‘Mengapa ia tidak mengangkat panggilanku.’ gumam Jungkook dengan ponsel yang berada di telinganya. Ia pun terus mencoba untuk menelpon Hyewon beberapa kali. Namun hasilnya sama saja. Gadis itu belum juga menjawab panggilannya.

To : Hyewonie

 

Hei, kau sedang apa?

Bisakah kita bertemu?

Aku ingin menceritakan sesuatu.

 

Sent. (5:05 p.m)

Jungkook telah mengirimkan beberapa pesan kepada Hyewon namun gadis itu belum juga membalasnya.

“Hyewon-ah, kau dimana..”

Tiba tiba ponsel Jungkook berbunyi dan tampak muncul sebuah pesan. Dengan segera dibukanya pesan itu. Lelaki itu mulai membacanya. Namun tiba tiba saja raut wajahnya berubah. Tatapan matanya tampak begitu serius. Lelaki itu memejamkan matanya sebentar, lalu ia menghela nafas panjang.

From : Appa

 

Jungkook-ah, tolong bawa ibumu check up ke dokter sekarang juga.

Kondisinya semakin parah akhir-akhir ini.

Jangan lupa untuk selalu mengingatkannya minum obat.

 

Received. (5:07 p.m)

Lelaki itu menatap kosong ke luar jendela kamarnya. Kedua tangan dimasukan ke dalam saku celananya. Dirinya tampak begitu membutuhkan Hyewon saat ini.

***

“Baiklah, ini ice cream untuk kalian. Selamat! Hahahaha.” Jimin memberikan dua buah ice cream cone kepada dua temannya yang telah berhasil menerima tantangannya.

“Uwaaa, setidaknya aku mendapatkan ice cream setelah melewati wahana ekstrim tadi.” matanya berbinar ketika mengambil ice cream dari tangan Jimin.

“Tidak ada yang menyeramkan ketika aku di sampingmu.” goda Taehyung melirik ke arah Hyewon.

“Kau memelukku dengan maksud tertentu ya?” Hyewon memicingkan matanya sambil menjilat ice cream itu.

Ne, maksudku adalah untuk melindungimu.” jawab Taehyung sambil mengusap ice cream yang tertinggal di sudut bibir Hyewon.

Ya, jangan berpacaran disini. Aku akan ke toilet sebentar eoh? tunggu aku!” ucap Jimin sambil berlari kecil menjauhi mereka.

Taehyung dan Hyewon pun lanjut menghabiskan ice creamnya sambil duduk di bangku panjang yang tersedia di taman hiburan itu.

“Ini kedua kalinya aku berkunjung ke Lotte World.” Hyewon memulai percakapan.

“Dengan siapa kau berkunjung ke sini pertama kali?” jawab Taehyung sambil menjilat ice creamnya.

Appa dan Eomma, Waktu itu aku berumur 11 tahun dan Hansoo belum lahir. Aku begitu merindukan saat saat itu. Sekarang ini mereka tidak akan sempat untuk pergi ke tempat hiburan bersamaku dan Hansoo, karena mereka begitu sibuk dengan pekerjaannya.”

Eoh, tenang saja. Aku akan selalu menemanimu.” respon Taehyung.

“Apakah ini pertama kalinya kau ke Lotte World?”

Ne, dan aku sangat senang karena bisa pergi bersamamu.”

Mendengar jawaban Taehyung, Hyewon pun tersenyum senang.

“Hyewon-ah, kau begitu cantik saat tersenyum. Teruslah tersenyum, aku tidak ingin melihatmu sedih.” ucap Taehyung tanpa memandang ke arahnya.

Tanpa membalas perkataan Taehyung, gadis itu hanya terus menjilati ice creamnya sambil tersenyum sipu.

***

Akhir pekan pun tiba. Pagi itu Ayah dan ibu Hyewon beserta Hansoo kembali pulang ke rumah.

Eomma! Appa!” Hyewon berteriak dari pintu rumahnya kemudian ia berlari ke arah ayah ibunya. Hyewon begitu merindukan keluarganya sampai ia memeluk mereka satu satu. Tak lupa ia menggendong Hansoo dan mencium pipinya.

Nuna ini oleh-oleh untukmu.” Hansoo menyodorkan sebuah kantung berisikan oleh oleh dari Busan.

Gomawo Hansoo-ya.” ucap Hyewon lalu mencium pipinya.

“Hyewon-ah, ini oleh-oleh untuk Jungkook. Berikan kepadanya saat kau bertemu dengannya eoh?” pinta ibu Hyewon sambil memberikan sebuah kantung.

Eomma, Jungkook akan datang siang ini. Ia mengajakku untuk pergi ke pantai.”

“Baiklah, hanya saja jangan pulang terlalu malam.” jawab ibu Hyewon setuju.

Hari terus berjalan dan pagi yang indah itu sudah terlewati. Ketika tengah hari tiba dan matahari mulai bersinar dengan terik, Jungkook yang menepati janjinya itu datang ke rumah Hyewon.

Hyewon yang sudah mengenakan baju lengan buntung dan juga celana pendek itu mendengar bunyi mobil Jungkook. Gadis itu segera membukakan pintu dan berdiri di depan rumahnya. Dirinya menunggu Jungkook turun dari mobil sambil membawa sebuah kantung dan tersenyum.

Lelaki itu akhirnya turun dari mobilnya. Dirinya hanya mengenakan kaos lengan buntung dan juga celana sebatas lutut. Ketika ia melihat Hyewon berdiri sambil tersenyum, dirinya segera berlari kecil ke arahnya. Tiba tiba Jungkook pun memeluk gadis itu. Hyewon yang terkejut itu membelalakan matanya sambil bertanya tanya.

“Kookie-ah, wae? ada apa?” tanya Hyewon sambil berusaha melihat wajah Jungkook.

“Aku merindukanmu bodoh. Kemana saja kau kemarin?” jawab Jungkook sambil melepaskan pelukannya.

Eoh? Kemarin A-aku…. Ah wae?! kukira kau menghabiskan waktu bersama Jihyun?” tiba tiba raut muka Hyewon berubah menjadi kesal.

“Sudahlah jangan bahas wanita itu.” Jungkook membuang tatapannya.

Tiba tiba Ibu Hyewon muncul dari balik pintu rumah itu. “Jungkook-ah! Kau datang?”

Annyeonghaseyo eommonim! aku akan pergi bersama Hyewon ke pantai hari ini.” Jungkook mengucap salam sambil membungkukkan tubuhnya sembilan puluh derajat.

“Ah iya iya! pergi saja! hati hati di jalan eoh?” teriak ibu Hyewon dari depan pintu rumah.

Araseo eommonim!” Jungkook langsung menarik tangan Hyewon dan berjalan ke arah mobil mercedesnya.

Di dalam mobil, Hyewon menyodorkan kantung berisikan oleh-oleh dari Ibunya.

Gomawo, ayo kita pergi ke pantai.” ucap Jungkook semangat sambil mulai menancap gas.

Selama perjalanan, Jungkook tidak menyinggung sedikit pun soal Jihyun, begitu pula dengan Hyewon yang belum tahu mengenai hubungan Jungkook dengan Jihyun. Mereka hanya sibuk berbincang bincang dan menyanyikan lagu kesukaan mereka bersama-sama. Mengingat mobil mercedesnya bisa di buka bagian atapnya, ia pun langsung membuka atapnya. Hyewon terus berseru sambil melambaikan ke dua tangannya ke atas. Tiupan angin yang kencang menyapu seluruh rambut Hyewon hingga ke belakang. Begitu juga dengan rambut Jungkook yang tertiup angin. Keduanya terus bersorak sorai. Semangat ke pantai mereka tidak akan turun begitu saja.

Setibanya di Pantai Daecheon tak lupa Hyewon dan Jungkook memakai sunblock terlebih dahulu. Mereka tidak ingin kulit mereka terbakar sinar matahari.

Sebagai pantai terbaik di barat laut. Setiap tahunnya pantai Daecheon memperoleh 10 juta turis yang mengunjunginya. Jadi tidak heran jika banyak orang yang berdatangan ke pantai itu saat akhir pekan ini.

“Uwaa ramai sekali Jungkook-ah.” sambil menutup pintu mobil, Hyewon terlena akan pemandangan pantai yang ramai sekaligus indah itu.

Kajja! Ayo kita main disitu!” Jungkook menarik tangan Hyewon dengan semangat.

Teriknya sinar matahari tidak mematahkan semangat keduanya. Mereka terus berlarian di pinggir pantai sambil bermain ombak laut. Mereka juga bermain banana boat yang telah disewakan oleh orang orang di pinggir pantai itu. Tak lupa mereka juga mengambil sebuah foto kenang kenangan, mereka meminta bantuan seorang turis untuk memotretnya. Hasilnya pun tercetak sangat indah di polaroid Hyewon. Tak disangka mereka diajak bermain bola voli oleh beberapa turis di situ. Setelah bermain sekitar 2 jam, mereka ditraktir oleh beberapa turis yang mengajaknya bermain tadi. Tak lupa juga mereka foto bersama.

Tak terasa siang itupun berlalu begitu cepat. Kini waktu menunjukan pukul 17.42, itu artinya sebentar lagi mereka akan melihat sunset yang selalu terlihat indah di pantai manapun.

Jungkook menghampiri Hyewon yang tengah terduduk beralaskan tikar di tengah pasir. Tangan kanannya membawa sebuah mangkok berisikan tteokbokki, sementara tangan kirinya membawa dua gelas es kelapa.

“Hei sendirian saja, bolehkah aku bergabung?” goda Jungkook seolah-olah orang asing.

“Hahaha kemarilah.” Hyewon pun menarik lengan Jungkook hingga ia terduduk. Dirinya langsung mengambil mangkok beserta gelasnya.

“Kau tahu, hubunganku dengan Jihyun sudah berakhir.” ucap Jungkook tiba tiba.

Mwo?” Hyewon pun langsung tersedak makanan begitu mendengarnya.

Jinjja?! Bagaimana ceritanya?” Hyewon menatap Jungkook tidak percaya.

Eoh, dia sudah memiliki kekasih. Jadi kusudahi saja semuanya.” jawab Jungkook datar sambil menyantap tteokbokki.

Aigoo-ya, kau tidak apa apa kan?” satu tangan Hyewon memegang pipi Jungkook, raut wajahnya tampak khawatir.

“Aku baik baik saja, lagipula aku masih memilikimu.” tanpa menatap ke arahnya, Jungkook mengatakan itu sambil tersenyum.

Hyewon hanya terdiam menatap Jungkook, ia tidak begitu yakin dengan maksud ucapan lelaki itu. Namun kata katanya sukses membuat hatinya berdebar.

“Jujur saja, aku sudah berusaha menyukai Jihyun sepenuh hatiku. Namun perasaanku tidak bisa dipaksakan. Seperti ada sesuatu yang menahanku. Di saat seperti itu dia malah membuat ulah, yasudah sekalian saja kusudahi semuanya.” Jelas Jungkook sambil terkekeh.

Perlahan sudut bibir Hyewon mulai tersenyum.

“Haha kau ini, yasudahlah.. lagipula Jihyun adalah wanita yang bermuka dua. Dia bersikap kasar padaku jika di belakangmu. Dia tidak pantas untukmu.” Hyewon mengerucutkan bibirnya.

“Lalu siapa yang pantas untukku? Kau?” goda Jungkook sambil meliriknya.

“B-bukan begitu! Kau ada ada saja eoh.” Wajah Hyewon langsung memerah akibat salah tingkah. Melihat itu Jungkook hanya tertawa lalu mencubit pipinya.

Tiba tiba saja Hyewon menyandarkan kepalanya ke bahu Jungkook. Gadis itu tengah menatap kosong ke arah sunset.

“Kookie-ah, aku tak tahu apa yang harus kuperbuat jika eomma appa berkelahi karena krisis ekonomi.” ucap Hyewon pelan.

“Aku selalu takut bahwa mereka akan berpisah. Aku tidak tahu harus bersandar kepada siapa jika semua itu terjadi.”

Jungkook yang tadinya juga memandang ke arah sunset, kini ia memandang Hyewon yang tengah bersandar kepadanya.

“Hyewon-ah, lihat aku.”

“Hmm?” Hyewon mendongakkan kepalanya, kini matanya menatap mata Jungkook begitu dalam.

“Apapun yang terjadi, apapun yang kau lalui, aku akan terus berada di sampingmu.”

Deg… hati Hyewon kini mulai berdegup dengan kencang, dirinya begitu gugup karena suasana yang sangat romantis itu. Ditambah dengan sunset yang terlihat begitu indah dan juga hembusan angin yang melewati di setiap celah rambut mereka.

“Benarkah…?” mata Hyewon membulat.

Eoh, ingat itu.” senyuman maut Jungkook yang bisa meluluhkan hati siapapun itu kini dipandang oleh gadis di sampingnya.

Tak sadar lelaki itu mendekatkan wajahnya ke wajah Hyewon. Sementara Hyewon yang sudah terbawa suasana itu ikut memejamkan matanya. Perlahan dirinya juga memajukan wajahnya. Kini batang hidung mereka sudah bersentuhan dan tentunya mereka bisa merasakan hembusan nafas satu sama lain.

Perlahan, Jungkook meraih tengkuk gadis itu dan didorongnya kepala gadis itu pelan. Bibir mereka pun hampir bersentuhan.

BUUKKKK!!!

“Aw!” Sentak Hyewon reflek memundurkan wajahnya sambil memegang kepalanya. Sebuah bola kecil yang mengenai kepala gadis itu kini segera di ambil oleh seorang anak kecil.

Mianhaeyo nuna!” anak laki laki itu membungkukkan badannya sambil meminta maaf kepadanya.

Setelah melihat itu Hyewon mengerti bahwa anak itu tidak sengaja melempar bola ke arahnya. Setelah anak itu kembali berlari menjauh darinya, Hyewon dan Jungkook mulai sadar akan kejadian tadi. Mereka berdua bertatapan sebentar kemudian saling membuang muka. Jungkook pun segera berdehem sementar Hyewon pura pura mengusap kepalanya.

“Sakit tidak?” Jungkook memecahkan kecanggungan itu.

“Apa? Ah, tidak apa apa. Aku baik baik saja haha..” ucapnya gadis itu jelas tengah salah tingkah.

“Baiklah, ehm.. kau tidak ingin menghabiskan tteokbokkinya?” Jungkook menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal itu.

N-ne! habiskan saja. Aku kenyang hehe.” Hyewon sedikit memaksakan tertawanya.

Jungkook pun segera menghabiskan tteokbokkinya dan suasana pun menjadi hening. Entah kenapa anak laki laki tadi sungguh merusak suasana dan momen penting.

‘Sial, mengapa menjadi canggung seperti ini.’ gumam Jungkook dalam hati.

‘Ah! lagi lagi aku terbawa suasana..’ begitu juga dengan Hyewon yang kesal dalam hati.

“Ah iya aku lupa. Bagaimana hubunganmu dengan Taehyung? Apakah berjalan dengan lancar?” tanya Jungkook tiba tiba.

Mendengar pertanyaan Jungkook, gadis itu sedikit terkejut hingga membulatkan matanya. Ia tidak siap mengenai jawaban yang akan ia berikan kepada Jungkook. Walaupun ia sudah mengetahui bahwa hubungan lelaki itu dengan Jihyun sudah berakhir, namun ia masih bimbang dengan perasaannya sendiri.

Eoh? T-Taehyung?”

to be continued.

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

3 thoughts on “FF/ IF I KNEW/ BTS-BANGTAN/ pt. 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s