FF/ IF I KNEW/ BTS-BANGTAN/ pt. 3


Poster FF Nyep

Title : If I Knew (Chapter 3)

Author : Chela

Genre : Romance, Comedy, Friendship, School life.

Rating : PG-17

Length : Chapter

Main cast :

• Jeon Jungkook (BTS)

• Kim Taehyung (BTS)

• Shin Hyewon (OC)

• Choi Jihyun (OC)

Support cast :

BTS Members & other OC(s)

Disclaimer : FF ini author sedikit terinspirasi dari sebuah film barat, tetapi sisanya tetap murni ide author, jadi dilarang plagiat/copy-paste karya author, terima kasih ^^)

***

Mwoya!” teriak Hyewon sambil menendang batu yang ada di pinggir jalan. mungkin orang orang yang berpapasan dengannya sudah menganggapnya gila karena tingkah lakunya. Hyewon pun mengacak ngacak rambutnya dan berdecak kesal. Saat ia kembali berjalan tiba tiba dirinya disoroti oleh lampu mobil yang mendekat ke arahnya. Pemilik mobil itu berhenti tepat di samping Hyewon dan terbukalah kacanya.

Ya Hyewon-ah! sedang apa kau di situ? naiklah!”

Hyewon membelalakan matanya kaget saat mengetahui bahwa pemilik mobil porsche putih itu adalah Kim Taehyung. tanpa berkata-kata lagi Hyewon pun langsung masuk ke dalam mobil itu.

“Taehyung-ah! bagaimana kau menemukanku?” Hyewon bertanya dengan wajah bingungnya.

Ani, aku tidak sengaja melihatmu tadi. Apakah kau dalam perjalanan pulang?”

N-ne..” jawab Hyewon pelan.

Tiba tiba Taehyung mendekatkan tubuhnya ke Hyewon dan satu tangannya seperti hendak memeluknya. Ditambah wajah Taehyung yang semakin mendekat. Hyewon reflek memejamkan mata dan tubuhnya menegang.

Ceklek!

Eoh?” Hyewon membuka matanya dengan cepat dan melihat ke arah Taehyung. Ternyata Taehyung menarik seatbelt dan memasangkannya pada Hyewon. Hyewon pun tertunduk malu. Taehyung yang melihat hal itu, ia hanya tersenyum kecil “Pakailah seatbeltmu jika ingin selamat sampai tujuan.” Mendengar itu Hyewon mengerucutkan bibirnya dan semakin malu terhadap Taehyung. “Akhirnya aku bisa mengantarmu pulang” Taehyung tersenyum lega.

Sesampainya di rumah Hyewon.

“Rumahmu terlihat sepi, apakah ada keluargamu di dalam?”

“Ah tidak ada, eomma appa ada urusan kerjaan sehingga mereka pergi ke luar kota selama seminggu.”

“Bagaimana dengan Hansoo?”

“Mereka juga membawanya keluar kota, lagipula Hansoo belum bersekolah jadi tidak masalah jika ia ikut ke luar kota. Kau ingin mampir sebentar?”

“Ah sebenarnya sudah sangat malam, tetapi tidak apalah jika itu untuk menemanimu!” Taehyung tersenyum dengan ceria.

‘ada apa dengan anak ini’ guman Hyewon dalam hati sambil tersenyum kecil.

“Silahkan masuk” sambut Hyewon dengan hangat. Taehyung pun melepas sepatunya dan segera masuk. Matanya mulai melihat sekeliling rumahnya dan sepertinya Taehyung kagum dengan suasana rumah Hyewon yang nyaman itu. Taehyung pun memasuki ruang keluarga dan duduk di sofa panjang yang terletak di depan televisi. Hyewon yang telah bersalin baju itu duduk di sebelah Taehyung dan memberinya segelas air mineral.

Gomawo.” ia mengambilnya dari tangan Hyewon lalu meminumnya. “Kau suka menonton drama ini?” tanya Taehyung sambil menunjuk ke arah televisi.

“Ah iya! drama Orange Marmalade ini memang bagus, apalagi Jonghyun oppa memerankan karakter vampirnya dengan baik.” Hyewon menjawabnya dengan bersemangat. Taehyung melirik Hyewon yang senyum senyum itu sambil memikirkan sesuatu. tiba tiba Taehyung menghadapkan tubuhnya ke arah Hyewon, ia mendekatkan tubuhnya kepada Hyewon. Kedua tangan Hyewon kini dipegang oleh Taehyung.

Y-ya, Taehyung.. apa yang kau lakukan?” Hyewon terus memundurkan tubuhnya sambil menatap Taehyung seram. Taehyung terus mendekatkan wajahnya kepada Hyewon, ia mendorong tubuh Hyewon hingga ia terbaring di sofa itu. Hyewon begitu kaget karena kini Taehyung tepat berada di atasnya.

“Aku akan menghisap darahmu, Shin Hyewon.” Taehyung dengan cepat mendaratkan bibirnya pada leher Hyewon.

“K-KYAAAAAAAA~!” Hyewon teriak begitu kencang sambil memejamkan matanya. Tangannya ingin menghelak Taehyung namun tak bisa karena Taehyung menahannya dengan kencang. Tiba tiba terdengar suara tawa Taehyung yang membuat Hyewon membuka matanya perlahan lahan. Taehyung yang masih berada di atasnya itu terus tertawa sambil menundukan kepalanya.

“Hahahahahaha, Hyewon-ah, kau kira aku benar benar vampir?”

Eung..?” Hyewon yang masih terlihat kaget itu masih mematung di bawah Taehyung. Walau ia sudah mendengar suara tawa Taehyung namun hatinya masih berdegup dengan kencang. Lama kelamaan suara tawa Taehyung mulai memelan dan ia menghentikan tawanya. Taehyung yang masih berada di atas tubuh Hyewon itu, mulai menatap mata Hyewon dengan serius. Tatapannya begitu dalam dan berarti, begitu juga Hyewon yang masuk ke dalam tatapan Taehyung. Kini suasana benar benar tegang disertai kedua makhluk itu yang mematung. Perlahan Taehyung mendekatkan wajahnya ke wajah Hyewon. Hati Hyewon berdegup semakin kencang, ia menutup mata sambil menggigit bibirnya.

‘Mwo?! Apakah ia akan melakukan ‘itu’ lagi?’ Kata kata itu melintas di kepala Hyewon. Dirinya menduga-duga sesuatu terhadap Taehyung. Kini jarak bibir Taehyung dan bibir Hyewon hanya 1 cm. Hyewon bisa merasakan hembusan nafas yang dikeluarkan oleh lelaki itu. Tiba tiba Hyewon membuka matanya dan menaruh satu tangannya tepat di dada Taehyung.

Ani, Taehyung-ah.”

Mendengar itu Taehyung berhenti dan menjauhkan wajahnya dari Hyewon.

Mwo?

“A-aku tidak bisa melakukan ‘itu’ lagi”

Taehyung memposisikan tubuhnya kembali duduk. Hyewon pun segera ikut bangun dan terduduk.

“Apa maksudmu?” pertanyaan itu dilontarkan oleh Taehyung dengan wajah datarnya.

“I-itu.. kau tadi ingin melakukan i-itu kan?” Jawab Hyewon ragu tanpa memandang ke arahnya. Kedua tangannya mengepal dan terletak di atas pahanya.

“Itu apa?”

“I-itu yang kita lakukan.. um.. di hotel”

Mwo? hahahahahaha.” Taehyung pun tertawa. Satu tangannya menutupi kedua matanya sambil tertawa.

Melihat Taehyung, Hyewon memiringkan kepalanya dan menggaruk-garuk tengkuknya. Ia mencoba berpikir apa yang membuat Taehyung tertawa.

“Aku tadi hanya ingin menciummu.”

Eoh?” Mata Hyewon membulat mendengar perkataan Taehyung. Ia sedikit malu karena ternyata kejadian tadi tidak seperti apa yang ia pikirkan.

“Mengapa kau berpikir seperti itu? Ah.. apa kau ingin melakukannya lagi?” Taehyung memicingkan matanya dan tersenyum nakal kepada Hyewon.

A-ani ani!

‘Huaa eotteokhae…’ Hyewon merengek dalam hati sambil menutup mukanya. Melihat itu Taehyung hanya tertawa dan gemas karena tingkah Hyewon yang imut itu.

“Sudahlah, aku akan pulang sekarang. Tidak enak jika berlama-lama di sini, tidak ada orang.” Tiba tiba sisi baik Taehyung pun muncul. Ia pun segera berdiri dan berjalan ke arah pintu depan.

Eoh? baiklah.” Hyewon berdiri dan mengikuti langkah Taehyung. Hyewon pun membukakan pintu dan mempersilahkan Taehyung untuk pulang.

“Aku pulang ya. Annyeong.

Belum sempat menjawab ucapan Taehyung, tiba tiba Taehyung langsung mencium bibir Hyewon sekilas dengan cepat. Taehyung yang telah mencium Hyewon itu segera berbalik badan dan berjalan ke arah mobilnya tanpa berdosa. Hyewon yang berdiri mematung di depan pintu shock akan perbuatan Taehyung. Sambil tetap memandang Taehyung, Jemarinya pun meraih dan menyentuh bibirnya. Entah apa yang dipikirkan oleh Hyewon saat ini, tetapi hatinya berdegup kencang. Mengapa akhir akhir ini hati Hyewon sering berdegup kencang hanya karena tingkah bodohnya Taehyung.

‘Mungkinkah aku mulai membuka pintu hatiku untuknya?’

***

“Uwaaa ini rumahmu? mewah sekali Jungkook-ah” Jihyun yang telah memasuki rumah Jungkook itu terlihat kagum. Matanya terus mengeksplor setiap sudut pada rumah itu. Seketika 2 pelayan rumah mendatangi Jungkook dan Jihyun.

“Selamat datang nyonya dan tuan muda” ucap kedua pelayan itu sambil melepaskan cardigan yang dikenakan oleh Jihyun, dan juga jaket yang dikenakan oleh Jungkook.

“Air panas sudah siap, jika tuan muda ingin mandi biar saya siapkan handuknya.”

“Untuk nyonya ingin dibuatkan minuman apa?”

Kedua pelayan itu terus melayani mereka berdua dengan sopan. Jihyun yang tampak senang itu terus memegangi lengan Jungkook. Setelah dilayani akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menonton film di mini theater yang ada pada rumah Jungkook. Selama menonton film itu, Jihyun terus menempel pada Jungkook. Namun di tengah tengah film, Jungkook yang tampak bosan itu meraih handphonenya dan membaca pesan Hyewon yang telah diterimanya tadi.

From : Hyewonie

 

Hei, kau dimana?

aku belum makan dan sangat lapar,

bagaimana jika kita keluar makan bersama?

 

Received. (6:17 p.m)

‘Bodoh sekali telah membuat handphone dalam mode silent.’ gumam Jungkook dalam hati. Tiba tiba ia melirik Jihyun yang sedang asyik menonton.

“Jihyun-ah, kapan kau akan pulang? ini sudah semakin malam.”

Eoh? Ada apa? Kau tidak ingin bersamaku ya?” suara Jihyun terdengar sedikit memelas.

“Bukan begitu. Ini sudah sangat malam dan kau juga harus pulang. Lagipula masih ada sesuatu yang harus kukerjakan.”

Heol, araseo.” Jihyun menghela nafasnya kecewa.

“Baiklah aku akan menyuruh supirku untuk mengantarmu pulang, tunggu di sini” Jungkook bangkit dari duduknya, saat ia ingin melangkah tiba tiba Jihyun menahan tangannya.

“Eh? Mengapa bukan kau yang mengantarku pulang?

“Aku sudah bilang, aku harus mengerjakan sesuatu. Sesuatu yang penting.”

Mendengar itu Jihyun merasa bahwa dirinya kurang penting di mata Jungkook. Akhirnya Jihyun pun pasrah dan dia segera di antar pulang oleh supir Jungkook. Jihyun pun sudah hilang dari hadapannya, kini lelaki yang berdiri di depan rumah itu, segera menaiki mobil mercedes hitamnya dan pergi ke suatu tempat.

***

Jam dinding yang menunjukkan pukul 22.23 terus berbunyi di keheningan. Detakan jarum jam sama dengan detakan jantung gadis itu. Ia hanya berbaring di kasur sambil menatap langit langit kamar yang kosong. Kejadian itu tidak berhenti muncul di benaknya. Apa yang dipikirkannya saat ini benar benar membuatnya gelisah.

tok…

Eung?” Hyewon menengok ke jendela kamarnya yang tertutup dengan tirai berwarna pink itu.

tok…

Sambil terus menatap ke jendela yang ‘berbunyi’ itu, ia mulai bangun terduduk dan meraih selimutnya.

tok…

M-mwoya…” suaranya mulai bergetar. Dirinya mulai bersembunyi di balik selimut layaknya seseorang yang ketakutan. Matanya terus menatap jendela dengan serius.

“Psst! Hyewon-ah!” Tiba tiba terdengar suara bisikan datang dari luar jendela.

Hyewon yang nampak ketakutan itu coba memberanikan dirinya untuk mendekati jendela itu. Perlahan tangannya membuka tirai berwarna pink itu. Tiba tiba ia melihat sosok lelaki di bawah yang sedari tadi melemparkan batu ke jendelanya.

Mwo?! Jungkook?!” Wajahnya terlihat kaget setelah melihat sosok lelaki itu yang ternyata Jungkook.

Hyewon pun segera membuka jendelanya dan berteriak. “Ya! Sedang apa kau di sini?!”

“Sssstt!” Jungkook menaruh satu jarinya di depan mulut sambil berdesis. Tiba tiba ia mulai memanjat rumah Hyewon melalui pijakan pijakan yang ada pada tembok itu. Dengan waktu kurang dari 2 menit Jungkook pun berhasil mendarat di jendela Hyewon sambil membawa sebuah kantung.

YA! APA KAU GILA?!” Hyewon yang masih terlihat tidak percaya itu terus menganga dengan lebar.

“Aku takut membangunkan orang tuamu jika dari pintu depan, jadi aku lewat sini hehe.” Ucap Jungkook sambil membersihkan bajunya.

“Orang tuaku sedang keluar kota selama seminggu, apa yang kau lakukan Jungkook?”

“Tidak ada, hanya mampir saja. Nih.” Jungkook menyodorkan sebuah kantung yang ia bawa.

“Apa ini?” ucap Hyewon sambil melihat isi kantung tersebut.

“Itu tteokbokki buatan rumahku. Makanlah selagi masih panas, aku tahu kau lapar.”

“Uwaah!” Hyewon begitu terlena karena tteokbokki buatan rumah Jungkook.

Mereka pun menghabiskan tteokbokki bersama sambil mengobrol-ngobrol. Mereka juga tak lupa untuk nonton reality show bersama di laptop Hyewon. Ruangan itu begitu terisi dengan canda tawa dua makhluk itu. Mereka terus bermain dan bercanda hingga larut malam. Tak sadar waktu telah menunjukan pukul 00.45.

Omo! Jungkook-ah sudah hampir jam satu.” Hyewon kaget menunjuk jam lalu ia tertawa. “Kau tidak pulang?”

Ani, aku akan menginap.” Jawab Jungkook sambil tersenyum aneh.

Eoh? dimana kau akan tidur?”

“Di sini bersamamu, kau mempunyai kasur yang cukup luas.” Jungkook menjawab dengan polos sambil menunjuk ke arah kasur.

Mwo? tidak tidak. Kau bisa tidur di kamar Hansoo.” Hyewon menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Tidak, aku akan tidur di sini.” Jungkook pun langsung melemparkan tubuhnya pada kasur Hyewon.

Ya! bangun!” Hyewon yang menarik-narik tangan Jungkook berusaha agar lelaki itu tidak tidur bersamanya.

“Coba saja jika kau kuat.” Tantang Jungkook santai sambil memejamkan matanya.

“Aishh.” mendengar itu Hyewon pun terus menarik-narik Jungkook. Sesekali ia mendorong tubuh Jungkook dan juga menarik kakinya, namun tetap saja Jungkook tidak bergeser sedikit pun dari posisinya. Dengan nafas yang tersenggal senggal Hyewon pun menyerah.

Aigoo-ya.. baiklah.. tetapi aku akan memberi batas di antara kita dengan guling. Awas saja jika kau melewati batas itu, jangan macam macam eoh?” Hyewon melipat kedua tangan di depan dadanya.

“Tidak akan. Hanya saja besok pagi bajumu akan hilang dari tubuhmu.” Jungkook menggoda Hyewon dengan masih memejamkan matanya.

YA! Dasar mesum!” Teriak Hyewon sambil melemparkan beberapa bantal ke arah Jungkook.

***

Pagi yang membosankan itu membuat Hyewon tidak memperhatikan guru di depan namun ia hanya melihat ke jendela sambil menopang dagu dengan tangannya. Untung saja Hyewon diselamatkan oleh bunyi bel sekolah yang menandakan bahwa istirahat telah tiba.

“Yess! Irene-ah Wendy-ah, ayo kita beli makanan di kantin!” ucap Hyewon bersemangat sambil menarik kedua lengan temannya itu. Mereka bertiga pun langsung turun tangga dan menuju kantin sekolah.

“Tumben sekali kau tidak makan bersama Jungkook?” Tanya Irene sambil menunjuk ke arah kerumunan lelaki.

“Ah iya, akhir akhir ini ia senang makan bersama teman temannya. Lihat saja meja makannya penuh dengan teman temannya.” jawab Hyewon sambil menoleh ke arah Jungkook sekilas.

“Jungkook memang populer ya, baik di kalangan perempuan maupun lelaki.” sambung Wendy yang terus memandang meja Jungkook.

Setelah membeli makanan masing-masing mereka pun duduk di sebuah meja yang cukup jauh dengan meja Jungkook. Sambil mengobrol mereka dengan lahap menyantap makanannya. Namun tiba tiba saja seorang perempuan dengan sengaja menjatuhkan makanan yang dibawanya ke seragam Hyewon.

SRAKKK!

YAA!” Hyewon pun reflek berteriak sambil berdiri, matanya melotot melihat seragam yang dikenakan kini terlihat sangat kotor. Hyewon masih tidak percaya wanita itu telah menumpahkan makanannya. Dilihatnya wanita itu, wajahnya pun berubah menjadi sangat geram.

“Choi Jihyun! Apa-apaan ini?!” Suara Hyewon yang terdengar berteriak itu membuat murid murid lain di sekitarnya menoleh ke arahnya. Wendy dan Irene yang nampak kaget itu hanya saling bertatapan dan kembali memandangi Hyewon.

“Ah maafkan aku Hyewon, lagi lagi aku tidak sengaja.” tatap Jihyun sinis. Tiba tiba Jihyun menarik kerah baju Hyewon sehingga Hyewon tertarik ke arahnya. “Dengar ya Hyewon, ini sebagai balasan karena kemarin malam kau menyita waktu bersamaku dengan Jungkook!” Bisik Jihyun dengan ketus di telinga Hyewon.

“Apa?” Hyewon langsung mengambil gelas minumannya dan menyiramnya ke wajah Jihyun.

YAA!” Sentak Jihyun terkejut atas perbuatan Hyewon. Kini semua rambut dan seragam bagian atasnya basah kuyup.

Kejadian ini disaksikan oleh banyak murid di kantin itu, ada yang berbisik bisik, ada yang melihatnya dengan serius, ada juga yang merekamnya. Dari kejauhan Jungkook dan teman temannya pun baru melihat kejadian itu karena ramainya murid murid yang berkumpul.

“Hei, bukankah itu Jihyun dengan Hyewon?” ucap Jung Hoseok, teman Jungkook, sambil menyenggol lengannya.

Dengan cepat Jungkook langsung menyerobot kerumunan itu dan menghampiri mereka berdua.

“Jihyun? Hyewon? Ada apa ini?” Sambil memandang seragam mereka berdua, suara Jungkook pun terdengar cukup serius.

“Hyewon-ah aku kan tidak sengaja menumpahkan makananku, mengapa kau malah membalasnya dengan menyiramku begini..” dengan wajahnya yang pura pura sedih, Jihyun sukses membuat Hyewon menganga tidak percaya.

“Apa?! J-Jungkook-ah ini semua-”

“Hyewon kau ini kenapa? bukan bermaksud membela Jihyun tetapi kau tidak perlu membalasnya begini.”

Jungkook menatap Hyewon sejenak sementara Jihyun memasang wajah melasnya.

“Jihyun kau baik baik saja?” tanya Jungkook.

Hyewon menatap Jungkook tidak percaya. Tubuhnya bergetar, tangannya mengepal. Air mata mulai berlinang di matanya. Hatinya merasa tersakiti karena sahabatnya lebih membela rivalnya. Gadis itu pun mulai berjalan meninggalkan mereka dengan cepat. Namun belum jauh dari hadapan Jungkook, tiba tiba langkahnya terhenti karena seorang lelaki telah menarik tangannya dan segera memeluknya.

“Kyaaa! Taehyung-ah!”

“Ah! Taehyung oppa memeluk Hyewon!”

Ya! Ya! lihat ini!”

Kelakuan Taehyung sukses membuat murid murid di sekitarnya heboh. Sementara Hyewon yang berada di dekapan Taehyung, matanya membelalak karena terkejut. Tubuh Hyewon pun menegang. Sambil memeluk Hyewon, Taehyung menatap Jungkook dengan dingin, begitu pula dengan Jungkook. Matanya menatap beradu layaknya ada petir yang saling bersautan di antara mereka. Setelah memeluk Hyewon sejenak, Taehyung pun menarik Hyewon pergi dari kantin itu.

***

“Sudahlah jangan menangis.”

Taehyung membawa Hyewon ke tempat yang cukup sepi, taman di belakang sekolah selalu menjadi sasaran yang tepat. Mereka berdua duduk di bangku kayu yang terdapat di taman itu. Hyewon terus menutup wajahnya sambil terisak.

“Hei, lihat aku.” satu jari Taehyung menarik dagu Hyewon sehingga gadis itu kini memandang ke arahnya. Melihat mata Hyewon yang sembab itu Taehyung mulai merasa iba.

“Sudahlah jangan bersedih, aku ada di sini untukmu.” Taehyung menarik kepala Hyewon pelan ke dekapannya. Karena tingkah Taehyung yang membuat ia begitu nyaman, Hyewon pun makin merasa lega dan menangis lagi di dekapannya.

“Huaaaa mengapa Jungkook membela wanita gila itu, padahal aku tidak bersalah. Jungkook sudah dibutakan oleh wanita itu huaaa.” rengek Hyewon sambil memukul mukul pelan dada Taehyung.

Mendengar itu Taehyung hanya tertawa kecil sambil menepuk-nepuk kepala Hyewon.

***

Pantulan bola basket terus menghentak-hentakan lapangan basket itu. Keringat lelaki itu mengalir di pelipis dan lehernya. Rambut hitamnya terlihat bersinar di bawah teriknya sinar matahari. Tanpa menghiraukan kawan-kawan di sekelilingnya Jungkook terus berlatih dan menembak bola ke ring basket. Namun tiba tiba bolanya meleset karena adanya tabrakan bola dari arah lain. Kim Taehyung, ia membuat bola Jungkook meleset. Sambil mengusap keringatnya Jungkook menoleh ke arahnya dan kini mereka saling bertatapan. Tatapan yang diberikan oleh keduanya pun sebuah tatapan dingin.

“Jika aku adalah dirimu aku tidak akan tega melukai hati gadis sepertinya.” Taehyung mulai melontarkan pendapatnya.

“Apa maksudmu.” jawab Jungkook malas sambil mengambil bola basket.

“Lebih membela gadis lain ketimbang sahabat sendiri, tindakanmu cukup bodoh.”

Mendengar itu membuat Jungkook membanting bola yang dipegangnya. Dirinya menghampiri Taehyung dan menarik kerah baju Taehyung.

“Jika kau tidak mengetahui masalahnya janganlah sok tahu. Itu membuatku muak.” tatap Jungkook sinis.

“Choi Jihyun yang memulainya dengan sengaja. Beberapa saksi mata memberitahuku. Sekarang kau tahu betapa bodohnya dirimu?”

Jungkook semakin tidak percaya dengan ucapan Taehyung. Ia terdiam sejenak sambil menatapnya.

“Kau.. kau tidak akan mendapatkannya Kim Taehyung. Sekali lagi dirimu tidak layak untuknya.”

“Lantas apakah kau layak untuknya? Tidak juga.” Taehyung menyingkirkan tangan Jungkook dengan kasar.

“Bercerminlah sebelum menilai orang.” Taehyung pun berjalan meninggalkan Jungkook sambil menaruh kedua tangan di saku celananya.

Lelaki berambut hitam itu hanya terdiam menatap Taehyung yang menjauh darinya. Kedua tangannya pun mengepal geram.

***

Kring.. Kring.. Kringgg…

Bel pulang sekolah yang sudah dinanti-natikan oleh semua murid akhirnya berbunyi. Tampak Jungkook segera keluar kelas mencari Hyewon. Ia pun menemukannya di lobby sekolah.

“Hyewon-ah.” Jungkook menepuk pundak Hyewon dari belakang.

Hyewon membalikan badannya dan menatap Jungkook dengan datar. Ia tidak ingin memulai percakapan dengannya.

“Hei, aku minta maaf soal tadi, aku tidak tahu bahwa Jihyun yang memulainya. Nanti aku akan berbicara padanya.” Ucap Jungkook dengan wajah bersalahnya.

Hyewon hanya menatap Jungkook dengan datar. Ia pun tidak membalas ucapan Jungkook.

“K-kau tidak marah kan?” Jungkook menggaruk-garuk kepalanya.

Mendengar itu Hyewon langsung mengerutkan kening dan mengepal tangannya.

Mwo?! Tentu saja aku marah! Sangat marah!” Hyewon pun berjalan mendekat ke arah Jungkook dengan wajah seramnya. Melihat itu Jungkook pun hanya menahan bahu Hyewon sambil tertawa.

Y-ya, aku kan sudah minta maaf. Hentikanlah, wajahmu terlihat aneh ketika marah.” Jungkook meledek sambil terkekeh.

“Woah Jungkookie kau dalam masalah besar, aku sangat marah padamu, terima ini!” Hyewon pun menjambak kecil rambut Jungkook.

Aya! Appo!” Jungkook pun menahan tangan Hyewon sambil kesakitan. “Sudahlah, aku tahu kau tidak akan bisa marah padaku hehe.”

“Awas saja jika sampai terulang, aku akan mendatangkan tsunami.

“Hahaha araseo. Apa yang bisa kulakukan agar kau memaafkanku?”

“Hmm… Aku lapar, Bawa aku pergi makan bersamamu sekarang.”

“Eish yang lain saja, aku tidak bisa pergi bersamamu sekarang ini. Aku ada janji dengan Jihyun.” Jungkook pun melihat ke arah lain sambil memegang kepalanya berharap Hyewon tidak marah.

YAAAA! Aku baru saja ingin memaafkanmu tetapi kau ingin pergi dengannya lagi?! Habislah kau Jeon Jungkook.”

Jungkook pun menutup kupingnya karena Hyewon berteriak begitu kencang. Sambil terkekeh Jungkook mencubit kedua pipi Hyewon.

Mianhae Hyewon-ah. Akhir pekan ini aku berjanji akan membawamu ke pantai, araseo?

“Pantai?” Hyewon membulatkan matanya menatap Jungkook.

Ne, pantai. Yasudah aku pergi dulu ya aku tidak bisa membatalkan janjiku dengan Hyewon, aku harus komitmen. Annyeong!” Jungkook pun meninggalkan Hyewon sambil berlari kecil.

“Kookie-ah!”

Hyewon merasa kesal karena Jungkook harus meninggalkannya dan pergi bersama Jihyun. Gadis itu pun hanya bisa berdiri dan menatap punggung lelaki itu yang kini semakin jauh darinya. Dirinya berdecak kesal lalu mengacak rambutnya. Namun tiba tiba dari belakang ada seorang lelaki yang ikut mengacak-acak rambutnya.

“Sini kubantu biar makin berantakan.”

Hyewon pun berbalik badan dengan rambutnya yang berantakan seperti singa. Hatinya mulai berdegup saat ia melihat lelaki itu, ia pun merapihkan kembali rambutnya.

“Taehyung?”

“Kau seperti orang bodoh tadi.” balas Taehyung dengan wajah datarnya.

Hyewon pun hanya tertawa malu saat Taehyung mengatakan itu.

“Kau tidak pulang?”

“Aku tidak tahu, aku sedang tidak ingin pulang cepat.” Jawab Hyewon tidak bersemangat.

“Hmm.. Kalau begitu bermainlah ke apartemenku, akan kukenalkan sahabatku yang bernama Park Jimin. Dia ingin sekali bertemu denganmu.”

eoh, jinjja?

***

“Wahh annyeonghaseyo! Jadi kau yang bernama Shin Hyewon? kau cantik sekali, pantas saja Taehyung begitu menyukaimu!” Jimin menyambut Hyewon dengan ceria.

Mendengar ucapan Jimin yang aneh itu Hyewon hanya tertawa canggung lalu menatap Taehyung. Sementara Taehyung sudah melemparkan bantal sofa ke wajah Jimin.

“Taehyung sering bercerita tentangmu Hyewon-ssi.” Lagi lagi Jimin menggoda Taehyung sambil tertawa-tawa. Matanya yang sipit itu sampai terlihat seperti garis.

“Park Jimin, kau ingin mati huh?” Taehyung memicingkan matanya.

Saat Hyewon sedang melihat lihat apartemen Taehyung yang mewah itu, tiba tiba matanya terpaku oleh sesuatu yang telah menarik perhatiannya.

“Wah ada kolam renang!” Hyewon berlari kecil menghampiri kolam renang yang berada di balkon besar milik apartemen Taehyung. “Sudah lama sekali aku tidak berenang, aku merindukannya.” ucap Hyewon sambil mencelupkan kakinya.

“Bagaimana jika kita berenang sekarang?” Ajak Jimin dengan semangat.

Aniya, kau tidak boleh ikut.” Taehyung menatap Jimin malas.

“Mengapa aku tidak boleh ikut?” Jimin pun langsung melepas bajunya, abs di perutnya dan juga tangannya yang berotot membuatnya tampak begitu seksi. Jimin pun langsung berlari dan melompat ke kolam.

Byurrrrr!

Cipratan air dingin dari kolam renang itu mengenai tubuh Hyewon dan juga Taehyung. Hyewon pun tersenyum lebar melihat Jimin yang sudah masuk ke kolam.

“Uwaaa, terlihat menyenangkan sekali! aku akan ganti baju.” Hyewon pun segera berjalan menuju ke toilet.

“Tunggu, memangnya kau membawa dalaman lain?” Taehyung menahan tangan Hyewon.

Ne! aku membawanya karna aku kira hari ini akan ada pelajaran olahraga.” Hyewon pun kembali berjalan ke toilet.

Taehyung yang kini berdiri di depan kolam melepaskan seragamnya juga. Tubuhnya yang begitu menawan, ditambah dengan abs di perutnya, membuatnya tampak begitu sempurna. Ia pun langsung masuk ke dalam kolam.

“Taehyung-ah! dia memang benar benar cantik!” ucap Jimin sambil menyipratkan air kolam ke wajah Taehyung.

“Ya, awas kau berani menggodanya, akan kuhajar kau.” balas Taehyung sembari mengusap wajahnya.

“Sepertinya gadis itu adalah orang yang ceria, sama halnya sepertimu. Kalian berdua pasti terlihat serasi jika bersama!”

“Dia memang gadis yang baik. Itulah sebabnya aku sangat tidak suka saat ia sedih karena sahabatnya, Jungkook.”

Ditengah obrolan Taehyung dan Jimin tiba tiba Hyewon pun datang hanya memakai handuk di tubuhnya. melihat itu Taehyung pun langsung melotot dan ia segera keluar dari kolam renang lalu menghampiri Hyewon. Dengan rambut yang basah dan juga tubuhnya yang basah kuyup, membuatnya terlihat begitu seksi di mata Hyewon. Hyewon pun hanya mematung sambil meneguk salivanya.

“Kau tidak akan berenang hanya memakai bra dan celana dalam kan?” Taehyung menatap Hyewon serius.

Hyewon yang ditatap itu tidak bisa berkata apa apa karena dirinya sangat gugup saat ini. Taehyung mengambil kaos miliknya lalu memakaikannya ke tubuh Hyewon.

“Di sini ada Park Jimin, hanya aku yang boleh melihatmu begitu.”

Kini kaos Taehyung yang terlihat kebesaran di tubuh Hyewon telah menutupi tubuhnya dan juga celana dalamnya. tak lupa Taehyung menggulung kedua lengan baju yang terlihat kebesaran di lengan Hyewon.

“Sekarang kau boleh berenang.” Tiba tiba Taehyung menggendong tubuh Hyewon secara bridal. Hyewon membelalakan matanya kaget ketika Taehyung melakukan itu. Taehyung pun mulai berjalan ke arah kolam renang.

Y-Ya! Taehyung-ah! Apa yang kau lakukan?!”

Sambil terus berjalan Taehyung pun hanya diam tak membalas.

“Kau tidak akan melemparku ke kolam kan?!”

Ketika tepat di pinggir kolam Taehyung pun berakting seolah olah akan melempar tubuh Hyewon

“Taehyung-ah j-jangan melemparku!” Hyewon pun memeluk Taehyung dengan erat sambil memejamkan matanya.

“Katakan dulu bahwa aku tampan.”

Mwo? aku tidak akan mengatakan itu!”

“Yasudah aku akan melempar-”

“Baiklah! baiklah! Taehyung kau tampan! Sangat tampan!”

Taehyung pun menaikan sudut bibirnya dan tersenyum licik ke arah Hyewon. Tanpa berpikir lagi Taehyung langsung melemparkan Hyewon ke kolam.

“Kyaaaaaaaa~!”

Byurrrrr!

Melihat itu Taehyung dan Jimin tertawa terpingkal-pingkal. Hyewon pun terlihat kesal karna dirinya telah dibohongin Taehyung. Hyewon pun segera keluar dari kolam renang dan mendorong Taehyung hingga membuatnya jatuh ke kolam. Kini giliran Hyewon dengan Jimin yang tertawa hebat. Mereka bertiga pun terus bermain di kolam. Terkadang Jimin dan Hyewon bersatu melawan Taehyung. Lalu Hyewon dan Taehyung bersatu melawan Jimin. Ataupun Jimin dan Taehyung bersatu melawan Hyewon. Ketiganya terlihat begitu senang seolah-olah lupa akan segala masalah. Selain bermain, mereka pun tak lupa untuk mengobrol-ngobrol.

Ketika suasana mulai reda karena mereka sudah berhenti berisik tertawa, Jimin pun memutuskan untuk selesai berenang. Ia pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Kini tinggal Taehyung dan Hyewon yang tersisa. Hyewon yang terlihat melamun di pinggir kolam itu tampak sedang memikirkan sesuatu. Dirinya teringat oleh Jungkook dan Jihyun. Namun lamunan Hyewon itu diganggu oleh Taehyung yang menyipratkan air kepadanya.

“Hei hentikan.”

“Kau sedang memikirkan apa?”

“Kau tidak perlu tahu.”

“Mengapa kau tiba tiba menjadi galak begini? kau seperti wanita yang sedang PMS.” ucap Taehyung datar.

Saat mendengar kata kata PMS tiba tiba sesuatu telah melintas di kepala Hyewon.

“Taehyung-ah, bicara soal PMS, sudah hampir 2 bulan aku tidak datang bulan.” Hyewon memelankan suaranya.

“Benarkah?” Taehyung menatap Hyewon serius.

“Apa jangan jangan…”

“…”

“Ayo cepat kita harus membeli benda itu!”

Mereka berdua pun segera keluar dari kolam renang dan mengeringkan tubuhnya. Setelah itu tanpa membilas tubuhnya, mereka berdua pun langsung pergi meninggalkan apartemen itu.

Ya, Park Jimin! Aku pergi sebentar!” Teriak Taehyung kemudian menutup pintu.

Taehyung dan Hyewon segera pergi ke apotek terdekat. Sesampainya di apotek Taehyung segera memarkirkan mobilnya dan mereka pun masuk ke toko itu.

“Ehm permisi, apakah di sini ada testpack?” Tanya Hyewon kepada seorang apoteker. Setelah diambilkan apa yang Hyewon minta, Taehyung pun langsung menyuruhnya ke toilet yang ada di lantai dua.

“Kau duluan saja, aku akan membayarnya terlebih dahulu.” ucap Taehyung.

Dengan setengah panik Hyewon pun langsung menaiki tangga ke lantai 2. Setelah masuk ke toilet itu, ia segera membuka kemasan testpack dan membuang air kecil di sebuah wadah.

“Kumohon… kumohon..”

Taehyung yang telah membayar testpack itu segera naik menyusul Hyewon. Di depan toilet ia menunggu Hyewon dengan panik. Satu kakinya terus bergoyang, kedua tangannya dilipat di depan dada, dan ia juga menggigit bibirnya gelisah. Tiba tiba suara Hyewon mengagetkannya.

“Taehyung-ah!!!”

Deg… Jantung Taehyung mulai berdegup dengan kencang. Matanya membulat ketika gadis itu memanggil namanya. Ia pun segera mendekatkan telinganya ke pintu itu.

“B-bagaimana hasilnya?”

to be continued.

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

One thought on “FF/ IF I KNEW/ BTS-BANGTAN/ pt. 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s