FF/ AVALON HIGH/ BTS-BANGTAN/ 1 of 2


ah1

Title : Avalon High (Chapter 1/2)

Author : KimAra

Cast : Kim Taehyung (BTS), Park Ellain / Elllie (OC), Kim Namjoon (BTS), Jennifer Jung / Jenn (OC), Park Jimin (BTS), Choi saem (OC)

Genre : Romance, Fantasy, School life, Supernatural.

Lenght : Twoshot

Rated : PG 15

Disclaimer : BTS are not mine, OC are mine. This story was adapted from the novel of Meg Cabot. Don’t copy or share this story without permission. Happy reading ^^

(All Ellie POV)

Hari ini adalah kali pertama aku menginjakkan kaki di kota Seoul, meskipun aku orang Korea asli tapi memang aku tidak pernah ke Seoul. Tapi jangan salah, aku bahkan telah menjelajahi setiap sudut Korea. Alasannya kenapa aku bisa menjelajahi Korea bukan karena aku hobi traveling tapi karena pekerjaan orangtuaku.

Aku harus rela menerima nasib sebagai anak seorang profesor yang sedang menjalani sabatikal, yaitu semacam cuti untuk mengikuti sebuah program penelitian demi kepentingan akademis. Lebih tepatnya orangtuaku adalah profesor medievalist, yang membuat kami harus berpindah dari kota ke kota lainnya dalam rangka menyelesaikan penelitian tentang kehidupan di zaman King Arthur.

Dan bisa kalian tebak, kami selalu berpindah-pindah tempat dalam jangka waktu relatif singkat. Itulah yang membuatku terkadang sangat tidak suka. Tapi untuk kali ini, sepertinya aku akan sedikit nyaman tinggal di rumah ini karena ada kolam renang di belakang rumahku. Ya aku senang sekali bermain di pinggir kolam atau bahkan mengapung di air, entah kenapa aku suka sekali berada di air. Kali ini aku hanya memainkan air kolam dengan kakiku, sedikit mencipratkannya ke atas dan membuat riak air.

“Park Ellain…. cepat bereskan kamarmu sebelum omma membakar semua poster idolamu!” teriakan ommaku tentu saja tidak ada yang bisa mengalahkan, bahkan ancaman yang selalu dilontarkannya selalu sukses membuatku bergerak dari tempat dudukku.

“Nne omma…lima menit lagi, aku akan membereskannya”

Karena memang kami baru pindah jadi terang saja keluargaku sangat sibuk menatap ulang rumah baru kami. Pikirku untuk apa menata kembali, toh nantinya juga akan dikemas lagi dan pindah rumah lagi.

Eoh aku hampir lupa memperkenalkan diriku, sesuai dengan panggilan omma tadi namaku adalah Park Ellain. Pasti banyak yang akan mengira aku ini anak keturunan, mungkin keturunan Inggris atau Amerika, tapi itu salah besar. Tentu saja namaku berhubungan dengan profesi kedua orangtuaku, mereka terinspirasi dari sebuah karya sastra yang menceritakan kisah romance di legenda Arthurian yang di dalamnya terdapat tokoh bernama Ellain of Astolat alias Lady Ellain. Namanya terlihat keren kan? Tapi aku tidak mau memiliki kisah seperti Lady of Shalott yang sangat menyedihkan dalam percintaan.

Aku adalah anak SMA tingkat 2, kata omma aku akan bersekolah di SMA Avalon. Sedikit menarik untuk namanya, dan aku berharap aku bisa krasan untuk waktu yang relatif sebentar. Untuk hobi sudah bisa ditebak karena aku menyukai air, jadi aku hobi berenang atau hanya sekedar mengapung di air. Selain itu aku juga hobi berlari dan aku termasuk siswa berprestasi dalam bidang lari, tapi aku tidak pernah mengembangkan prestasiku ini karena aku selalu berpindah sekolah. Sepertinya SMA Avalon ini adalah SMA ke-7 yang aku tempati. Untuk masalah kpop jangan ditanya lagi, aku seorang Inspirit. Kalau ditanya alasannya kenapa aku menyukai Infinite, alasannya gampang, karena mereka adalah sexiest men i’ve ever seen. Hahahah…

“Apa kau yang tinggal disini?”

Suara namja? Ini bukan suara appa, lalu siapa? aku membalikkan tubuhku untuk menjawab rasa penasaaranku dan melihat sosok namja dengan paras tampan nan teduh, tubuhnya terlihat…sexy. Tapi siapa dia? Eoh…jangan lupa aku adalah seorang yeoja yang mudah sekali terpesona dengan namja yang berperawakan seperti namja yang ada di depanku ini.

“Maaf, kau siapa?” mataku menatap manik cokelatnya yang terus bergerak melihatku.

“Perkenalkan, namaku Kim Taehyung, aku yang tinggal tepat di sebelah rumahmu”

“Namaku Park Ellain, kau bisa memanggiku Ellie…. senang punya tetangga sepertimu”

“Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Sepertinya aku tidak asing dengan wajahmu” tanyanya dengan raut wajah seakan mengingat-ingat sesuatu.

“Mana mungkin kita pernah bertemu, aku baru pertama kali datang ke Seoul… Apa kau pernah ke Jeju?” pertanyaanku langsung dijawab namja itu dengan menggelengkan kepala, “Berarti tidak mungkin kita pernah bertemu” balasku menyimpulkan.

“Kau benar juga….tapi ini sedikit aneh, mungkin aku mengalami deja vu” namja itu menggaruk-garuk tengkuknya seakan mengisyaratkan kebingungan.

“Mungkin kau harus membedakan yang mana yang nyata yang mana yang bukan” balasku dengan senyum menyeringai.

“YAAAAA….PARK ELLAIN, OMMA AKAN BENAR-BENAR MEMBAKAR POSTERMU KALAU KAU TIDAK SEGERA MEMBERESKAN KAMARMU!!”

Arrggghh…benar-benar menyebalkan, kenapa disaat aku sedang berusaha dekat dengan namja tampan ini, omma malah merusak semuanya. Dan kali ini ancaman omma bukan hanya sekedar ancaman, karena sebelumnya omma pernah membakar poster L Infinite dan aku tidak mau terulang lagi karena sasaran omma sekarang adalah Woohyun Infinite. Aku kali ini tidak akan membiarkan poster pangeranku di bakar begitu saja. TIDAK AKAN!

“Taehyung-shi…aku masuk dulu ya, semoga kita bisa memulai percakapan yang lebih seru lain kali”, aku langsung saja kabur dari hadapannya sebelum omma benar-benar melaksanakan tabiatnya, tapi baru satu langkah….

“Nne…nona manis”

Tunggu? Aku pasti salah dengar kan? Namja tampan itu tidak mungkin berkata seperti itu. Aahh…mungkin telingaku sedang tidak beres. Lebih baik aku melanjutkan langkahku dan menyelamatkan Woohyun oppa sebelum terlambat.

.

Benar-benar melelahkan menata kembali barang-barangku yang memang sangat banyak, haaah…sampai kapan aku harus terus hidup nomaden seperti ini. Aku menatap langit dengan tatapan pasrah di jendela yang menghadap rumah Taehyung. Pasti akan sangat menyenangkan jika kamar yang menghadap kamarku ini adalah kamarnya Taehyung, jadi setidaknya aku bisa menatapnya lewat jendela ini jika sedang bosan.

BRAAAKKK….

“Kim Taehyung…apapun yang terjadi, setelah kau lulus SMA kau harus masuk ke militer!”

“Appa…aku sama sekali tidak mau, karena aku tidak mau membunuh orang seperti yang appa lakukan…apa appa pikir aku tidak tau siapa yang membunuh ayah Namjoon hyung, aku bukan lagi anak-anak appa, ingat itu!”

“Tutup mulutmu Kim Taehyung, kau sama sekali tidak tau apa-apa, jadi jangan sembarangan bicara!”

“Sudahlah appa aku mau istirahat, selamat malam tuan Kim!”

BRAAKKKK…..

Aku seperti menonton drama live di depanku, drama keluarga yang ternyata…berantakan. apa tidak apa-apa Taehyung tau aku mendengarkan pertengkarannya dengan ayahnya? Uppsss…tapi terlambat untuk bersembunyi, dia sudah menatapku dengan intens. Ku lihat dia seperti sedang berkomat-kamit seraya melambaikan satu tangannya seakan mengatakan ‘hai..nona manis’, aaahhh….mungkin aku salah mengartikan sekarang, tidak mungkin dia bilang seperti itu.

Lalu dia melanjutkan komat-kamitnya itu sambil membuat bentuk telfon dengan tangannya yang ditempelkan di telinga, kali ini aku tidak paham apa maksudnya, aku menyerah. Tapi sepertinya dia paham kalau aku ini gadis ber-loading lama, dia seperti menulis di sebuah kertas dan akhirnya tulisan itu ditunjukkan ke arahku, ‘Give me ur phone number’. Untuk namja yang telah membuatku terpesona tentu saja aku langsung memberikannya, aku menulisnya di selembar kertas dan menunjukkan padanya.

Tak lama kemudian ringtone half of fame by Script ft wil.i.am berbunyi dari ponselku. Tentu saja aku langsung berpikir itu adalah Kim Taehyung, dan binggo…100% benar.

“Yoboseyo…” ucapku mengangkat telfon.

“Hai…nona manis”

Apa sekarang pendengaranku memang sudah error? Bagaimana bisa aku selalu mendengar hal mustahil itu dari mulut Kim Taehyung. Aahhh masa bodoh lah, telingaku memang sedang tidak bekerja normal. Yang jelas asal kalian tau, caraku mengobrol dengan Taehyung sekarang layaknya drama-drama romantis. Kami mengobrol lewat telfon dan kami sama-sama saling menatap satu sama lain lewat jendela kamar kami, romantis bukan? Arrghhhh….ku mohon seseorang sadarkan aku dari mimpiku yang terlalu tinggi ini.

“Ellie-ya…. rasanya aku seperti telah mengenalmu sangat lama, aku merasa sangat nyaman bisa bicara denganmu”

“Itu hanya perasaanmu saja Taehyung-shi”

“Baiklah…sudah waktunya nona manis harus tidur sekarang, aku akan menutup telfonnya, jangan lupa juga tutup jendelamu, udara di luar sangat dingin…bye”

“Nne…bye!”

Aku simpulkan pendengaranku masih bekerja dengan baik, aku mendengarnya dengan sangat jelas, dia memanggilku nona manis berkali-kali, ya berkali-kali.

.

.

Hari ini aku harus bangun pagi-pagi, tentu saja untuk mendatangi sekolah baruku sebelum aku terlambat di hari pertamaku. SMA Avalon tidak terlalu jauh dari rumahku, jadi sebenarnya aku bisa berangkat sendiri dan tidak akan mungkin terlambat. Tapi omma selalu berlebihan, masih menganggapku layaknya anak kecil yang harus diantar di hari pertama sekolah.

“Cepat habiskan sarapanmu, kau sudah hampir terlambat Ellie” kalian tau kan karakter ommaku sekarang, benar sekali sangat cerewet. Tentu saja aku tidak menanggapi ommaku kali ini.

“Appa…apa yang appa pegang itu?” tatapanku tertuju ada appa yang terlihat tengah mengutak-atik sebuah pedang, tapi aku tidak tau pastinya.

“Ini pedang excalibur milik King Arthur sayang, karena ini kita pindah kesini, karena pedang ini ditemukan disini, maka kami harus menelitinya lebih detail” jelas appa yang sebenarnya sama sekali tidak aku mengerti, meskipun orangtuaku profesor sejarah abad pertengahan, tapi aku sama sekali tidak tertarik dengan itu semua.

“Omma tau kau tidak akan tertarik dengan itu, jadi cepat selesaikan sarapanmu lalu kita berangkat, kau sudah hampir terlambat” pekik omma yang membuatku mendengus kesal.

.

.

SMA Avalon ternyata tidak terlalu besar seperti yang aku kira, bahkan sekolah ini tidak lebih besar dari sekolahku sebelumnya. Tapi untuk fasilitas memang sangat lengkap, dan yang jelas ada kolam renang disini. Satu hal penting yang harus aku lakukan adalah beradaptasi disini, ya meskipun aku tidak akan lama bertahan di sekolah ini, tapi paling tidak aku bisa mendapatkan teman bercerita disini.

Aku mengekori seorang guru yang menjadi wali kelasku bernama Nam saem untuk menuju kelas baruku. Sesampainya di kelasku, betapa kagetnya aku setelah melihat Taehyung juga ada di kelas itu.

‘Taehyung’ tentu saja aku hanya mengucapkannya di dalam hati, akan banyak pertanyaan kalau aku menyebut namanya terlalu keras. Ku lihat Taehyung hanya menyunggingkan senyum kecil di bibirnya yang membuat diriku semakin terpesona.

“Anyyeonghaseo, namaku Park Ellain, kalian bisa memanggilku Ellie…senang bisa bertemu kalian semua” senyum termanis sukses ku luncurkan dibibirku, tentu saja aku sudah sangat terbiasa berkenalan di depan kelas.

“Nona Park….kau tidak apa-apa kan duduk dengan namja?” aku hanya menjawab dengan menganggukkan kepala menyetujui, karena memang tinggal satu tempat duduk yang tersisa dan itu di belakang Taehyung. “Baiklah kau bisa duduk di pojok belakang sekarang” aku membungkukkan badan pada Nam saem dan menuju tempat dudukku. “Anak-anak baik-baiklah pada teman baru kalian, bapak akan ke kantor sebentar mengambil hasil ulangan kalian kemarin”.

Wali kelasku itu akhirnya keluar kelas dan hiruk pikuk kelas kembali terjadi, biasalah anak SMA tingkat 2 itu adalah masa membandel. Taehyung langsung memutar tubuhnya menghadap ke belakang, lebih tepatnya ke arahku.

“Benar-benar tidak disangka kau juga bersekolah disini” sahut Taehyung yang menunjukkan senyum menawannya.

“Eoh…kalian sudah kenal?” balas namja di sampingku, entah siapa namanya.

“Dia tetangga baruku….dia manis kan Jimin-aa?” oke kali ini Taehyung berhasil membuat pipiku memerah semerah kepiting rebus. Dan ku lihat namja yang dipanggil Jimin itu mengangguk setuju.

“Perkenalkan namaku Park Jimin…kita punya marga yang sama” namja bernama Jimin itu menyodorkan tangannya dan mengajakku berjabat tangan.

“Senang bertemu denganmu Jimin-shi” balasku canggung.

“Perkenalkan namaku Jung Jennifer, kau bisa memanggilku Jenn atau Jenni” seorang yeoja yang duduk di samping Taehyung bergantian menyodorkan tangannya dan mengajakku berkenalan juga.

“Senang bertemu denganmu Jenni-shi” gadis bernama Jennifer ini benar-benar sangat cantik dan membuatku minder. Tapi ada satu pertanyaan di kepalaku sekarang, siapa dia? Kenapa dia duduk di samping Taehyung?

“Dia pacarku….dia cantik kan Ell?”

“Yaakkk…Kim Taehyung, kau benar-benar membuatku malu”

Aku hanya tersenyum canggung melihat mereka berdua asyik bercengkerama. Kata-kata yang Taehyung lontarkan benar-benar seperti sebuah bomb yang meledak tanpa perhitungan. Semua mimpi yang baru saja kemarin aku dirikan langsung runtuh hanya dalam waktu sehari. Benar-benar gadis bodoh. Bodoh. Bodoh!

“Ellie-shi…kau kenapa? Kau sakit kepala?” sahut Jimin yang duduk di sampingku.

“Anniya Jimin-shi…” balasku tapi seketika mataku teralihkan oleh sesosok guru yang menatap intens ke arah kami berempat. “Jimin-shi..itu siapa?” aku menunjuk ke arah jendela dimana guru itu berada. Jimin langsung membalikkan badannya dan menuju ke arah tanganku menunjuk.

“Aahh….dia guru sejarah, Choi saem, dia agak kurang waras, dia sangat terobsesi dengan legenda Arthurian” Jimin terkesan malas menjawab pertanyaanku.

“Tapi kenapa dia terus menatap ke arah kita?”

Tapi seketika itu pula beliau langsung pergi begitu menyadari kami yang ganti menatap balik ke arahnya.

Pelajaran pertamaku di sekolah ini sedikit membuatku bosan, bagaimana tidak, ini adalah pelajaran bahasa dan sastra. Aku sama sekali tidak suka pelajaran ini. Demi neptunus aku ingin sekali secepatnya memutar waktu, aku sangat lapar saat ini.

Setelah menguap berkali-kali dan menahan rasa lapar, akhirnya bel yang kutunggu berbunyi juga. Rasanya seperti surga datang kepadaku di tengah kantuk dan laparku. Terima kasih Tuhan.

“Kau tidak ikut kami ke kantin Ell?” ajak Taehyung yang mulai merangkul Jenn di depanku, ya tepat di depanku.

“Aku nanti akan menyusul, aku masih ada urusan” senyum canggungku semoga saja tidak terlalu terlihat.

“Baiklah aku duluan, kajja Jenn” Taehyung pergi dari hadapanku dan Jimin yang masih sibuk mengerjakan PR-nya. Tapi baru beberapa langkah, Taehyung menabrak seseorang berambut perak yang berjalan ke arahku.

“Ouww….maaf saudaraku, aku memang sengaja menabrakmu tadi, maaf aku ada urusan sekarang” namja berambut perak itu ternyata benar-benar mendekat ke arahku dan berdiri tepat di depanku.

“Sepertinya aku bisa sedikit bermain-main denganmu nona” senyumnya menunjukkan tatapan licik, entah apa yang akan dilakukannya padaku.

“Yaaakk…hyung, apa yang mau kau lakukan?” Taehyung mencengkeram lengan namja itu. Tunggu…hyung? kenapa dunia terasa sangat rumit.

“Eoohh…tenanglah Taehyung-aa, aku hanya mau sedikit bermain-main dengan siswa baru ini” senyum menyeringai memperlihatkan tabiat buruk yang akan dilakukannya.

“Hentikan hyung….kau tidak bisa membully orang seenaknya”

“Yaaa….apa hakmu melarangku?” namja itu mencengkeram kerah baju Taehyung sangat kuat sampai membuat seluruh siswa yang sebelumnya santai-santai saja menjadi terlihat sangat panik, termasuk aku, Jenn dan Jimin.

“Karena aku ketua dewan siswa di sekolah ini, jadi aku wajib untuk menjaga keamanan setiap siswa di sekolah ini” Taehyung tetap bersikap cool menghadapi namja yang dipanggilnya hyung itu. Tapi sikap Taehyung justru membuat emosi namja itu semakin meluap, dia mengepalkan tangannya berusaha memukul Taehyung, sampai akhirnya…

“Yaaaa….apa yang kalian lakukan? Kim Namjoon, lepaskan tanganmu itu” pekik wali kelasku yang tiba-tiba berada di depan pintu kelas.

“Kali ini kau selamat Kim Taehyung” namja yang ternyata bernama Kim Namjoon itu melepaskan cengkeramannya dan bergegas meninggalkan kelas.

“Taehyung-aa…kau tidak apa-apa?” ya bisa di tebak yang akan bereaksi seperti ini adalah pacarnya, Jenn.

“Nan gwaencanha….ayo kita pergi Jenn…eoh, Ellie-ya kau harus hati-hati dengan Namjoon hyung” senyum termanisnya kembali dilemparkan ke arahku, benar-benar membuat meleleh.

Begitu terpesonanya aku sampai aku melupakan rasa penasaranku tadi. Sekejap aku mencecar Jimin dengan berbagai pertanyaan.

“Namjoon itu kakak tiri Taehyung…dia sangat iri dengan Taehyung, karena Taehyung mendapatkan segalanya, sebagai kapten tim basket utama, ketua dewan siswa, dan bahkan dia memiliki Jenn….itu lah kenapa dia selalu membenci Taehyung selain masalah keluarga mereka”

Sekarang aku jadi tau banyak tentang keluarga Taehyung, ternyata dibalik senyum manisnya dia sangat tidak nyaman dengan keluarganya. Dia memang sangat dewasa, pantas dia dipilih sebagai ketua tim basket dan ketua dewan siswa.

.

Hari ini adalah pertandingan basket antara SMA Avalon dan SMA Cheonkook. Pertandingan ini memang hanya uji coba sebelum turnamen antar sekolah sebulan lagi, tapi karena tim basket SMA Cheonkook adalah musuh bubuyutan dari tim basket SMA Avalon, pertandingan ini menjadi sangat sengit. Aku memang bukan pecinta basket, tapi karena ini menyangkut nama sekolah, aku rela menjadi penonton setia. Selain itu tentu saja aku ingin melihat Taehyung bermain basket, dia terlihat sangat keren menjadi kapten tim basket. Dan jangan ditanyakan lagi untuk mayoritas penonton pertandingan ini, hampir 80% adalah yeoja. Karena apa? tentu saja karena pemain basket dari SMA Avalon yang memiliki ketampanan diatas rata-rata. Taehyung, Jimin, Yoongi, Hoseok, Seokjin, Jungkook dan Namjoon adalah jajaran pemain yang bisa membuat gadis-gadis di sekolahku berteriak histeris. Tapi bagiku….eeemmm, tentu saja hanya Taehyung yang bisa membuatku terpesona😛 .

Akhirnya pertandingan super seru yang dipenuhi teriakan histeris dari para gadis-gadis dimulai juga. Kedua tim saling bergantian mencetak angka. Memang keduanya terlihat sama-sama kuat, karena sampai menit-menit akhir pertandingan, kedua tim sama-sama mengumpulkan nilai 73-73. Sampai akhirnya di detik terakhir, Jimin memegang bola dan berusaha melakukan three point. Tapi diluar dugaan, seorang pemain dari SMA Cheonkook sengaja menabrak Jimin, tapi disaat itu juga Jimin sudah berhasil melempar bola ke ring lawan. Jimin tersungkur di tengah lapangan tetapi bola yang dilemparnya sukses masuk ke ring lawan yang akhirnya membawa tim basket SMA Avalon memenangkan pertandingan dengan skor 76-73.

Meskipun sekolahku meraih kemenangan, tapi kami tidak mampu bersorak sorai karena melihat Jimin yang merintih kesakitan di tengah lapangan. Semua pemain dan pelatih berkerumun mendekati Jimin. Tapi sepertinya akan terjadi hal buruk setelah ini, dan benar dugaanku. Yoongi si pemain temperamen itu berusaha meninju pemain SMA Cheonkook yang terlihat sengaja menabrak Jimin sampai Jimin cedera. Tapi usaha Yoongi dihalangi Taehyung yang langsung mencengkeram tangan Yoongi. Entah apa yang dikatakan Taehyung kepada Yoongi sampai akhirnya Yoongi kembali meredakan emosinya, yang jelas kali ini Taehyung terlihat sangat berwibawa sebagai kapten.

.

Para pemain dan pelatih masih terlihat berkumpul di ruang ganti, mungkin mereka masih mau mengevaluasi permainan mereka hari ini. Aku memang sengaja menunggu di luar ruangan, bukan menunggu Taehyung, tapi menunggu Jimin. Bagaimanapun juga aku mengkhawatirkan kondisi Jimin, teman sebangkuku. Dan akhirnya beberapa menit kemudian ku lihat segerombolan namja tampan itu keluar ruangan, kecuali Jimin. Aku hanya tersenyum kecil begitu Taehyung lewat di depanku.

“Apa kau menungguku?” Taehyung mengangkat sebelah alisnya, dia memang berniat menggodaku.

“Heoool, ternyata tingkat percaya dirimu sangat tinggi….Taehyung-aa, bagaimana keadaan Jimin? Apa dia baik-baik saja?”

“Dia baik-baik saja, kakinya hanya sedikit bengkak”

“Apa dia masih di dalam?”

“Aigoo….ternyata kau dari tadi menunggu Jimin? Benar-benar membuatku cemburu, kalian memang pasangan yang serasi” goda Taehyung yang justru semakin menjadi begitu tau niatku mencari Jimin, dia tidak tau saja siapa yang aku sukai. ‘Aku menyukaimu Kim Taehyung, bukan Jimin’ ingin sekali mengeluarkan kata-kata itu dari kepalaku.

“Kim Taehyung, berhenti menggodaku! Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Jimin” tentu saja aku sangat kesal dengan godaan Taehyung.

“Baiklah…baiklah….kau jangan cemberut seperti itu” kali ini pipiku benar-benar memerah karena Taehyung mencubit pipiku “Kau benar-benar lucu” dia masih saja mencubit pipiku.

“Yaaa….hentikan Kim Taehyung, aku bukan anak kecil” tentu saja aku masih memasang wajah kesalku.

“Hahahha….Ellie-ya, apa kau tau dimana Jenn?” pertanyaan yang sudah bisa ku tebak.

“Molla….tadi setelah pertandingan selesai, dia langsung pergi begitu saja” jelasku seraya mengangkat kedua pundakku.

“Baiklah, aku akan mencarinya…. Eoh, Jimin masih di dalam, temani dia” ucapnya seraya pergi meninggalkanku sendiri dengan senyum yang terlihat berniat menggodaku, haaah benar-benar menyebalkan.

Aku kembali ke niat awalku untuk melihat keadaan Jimin sekarang, aku berjalan menuju ruang ganti. Tapi sesampainya di pintu masuk, samar-samar aku mendengar suara yeoja yang sangat tak asing bagiku. ‘Jenn’ nama itu yang langsung terlintas di ingatanku, dan itu tidak mungkin salah lagi. Sontak hal itu membuat kakiku berhenti melangkah dan hanya berdiri mematung di depan pintu. ‘Kenapa dia ada disini? bersama Jimin? bukannya Taehyung sedang mencarinya’ pertanyaan ini terus terlintas dipikiranku, ingin sekali menjawab rasa penasaran ini, tapi berpikir sampai 1000 kali pun aku tak sanggup menanyakannya. Ku urungkan niatku menemui Jimin dan hendak pergi, tapi percakapan mereka menghentikan langkahku.

“Apa kau benar tidak apa-apa?” suara Jenn yang terdengar sangat khawatir dan hal itu meyakinkanku kalau suara itu milik Jenn.

“Tenanglah sayang, aku benar tidak apa-apa, hanya bengkak saja di pergelangan kakiku….cepat pergilah temui Taehyung, pasti dia sedang mencarimu, akan terjadi masalah besar kalau dia tau kau ada disini denganku” balas Jimin mesra dan benar-benar membuatku membulatkan mata tak percaya.

“Anni…..asal kau tau aku sangat merindukan moment kita bersama, kau jarang sekali mengajakku keluar”

“Jenn sayangku, aku sangat paham, tapi akhir-akhir ini Taehyung ingin kami berlatih ekstra untuk turnamen, jadi maaf aku jadi tidak ada waktu untukmu…Jenn, tenang saja aku akan selalu mencintaimu sampai kapanpun”

“Gomawo Jimin-aa….nado saranghae”

Deg!!

Kata-kata itu benar-benar tak bisa dipercaya. Entah sekarang apa yang mereka lakukan di dalam sana. Rasa penasaranku telah total terjawab semua. ‘Jadi selama ini Jenn dan Jimin mengkhianati Taehyung’ kata-kata ini terlintas begitu saja di otakku. Sebenarnya ini adalah salah satu keuntunganku untuk bisa mendapatkan Taehyung, tapi di hati kecilku melihat betapa Taehyung mencintai Jenn membuatku sangat takut hal ini akan sangat melukai perasaan Taehyung. ‘Apa aku harus diam?’ batinku, dan mungkin jawabanku kali ini adalah iya, iya aku akan berusaha menutupinya dan berpura-pura tak tahu apa-apa. Aku pun beranjak melangkah kebelakang dan berusaha pergi, tapi….

Braakk…

“Namjoon” lirihku berusaha agar tak didengar oleh Jimin dan Jenn.

“Heool….sepertinya ini sangat menarik” senyum licik ditunjukkan di sudut bibirnya dan tatapan matanya berbicara akan tabiat buruknya.

“Cepat ikut aku Kim Namjoon” dengan suara lirih dan tanpa pikir panjang aku menarik lengan Namjoon berusaha menyeretnya menjauhi tempat dimana Jimin dan Jenn bersama.

Rasanya aku tidak peduli akan rasa takutku berada di dekat Namjoon. Yang aku pikirkan hanya Taehyung, entah kenapa melihat kenyataan itu justru membuatku semakin memikirkan Taehyung. Aku tidak ingin melihat Taehyung tersakiti.

“Kau ini kenapa Ell? Yaaa…aku tau kau menyukai si brengsek Tae itu, jadi ini kesempatanmu untuk bisa mendekatinya” tentu aku sangat paham dia akan bertabiat buruk pada Taehyung, ya ini salah satu caranya menghancurkan Taehyung.

“Akan lebih baik kalau kau tutup mulut busukmu itu, jangan pernah ikut campur urusan mereka” aku berusaha sekuat tenaga menunjukkan sisi lainku di depan Namjoon agar tidak terlihat lemah di depannya, aku hanya mampu mengepalkan tanganku di kanan dan kiri tubuhku untuk menutupi rasa takutku.

“Apa kau bilang? kau membentakku, eoh? kau berani padaku?” Oh my Gosh, matilah aku….Namjoon memojokkanku di sisi dinding belakangku, kali ini dia berusaha mengancamku dengan tatapan mengerikannya. Dia menghapus jarak kami serta mengunci pergerakanku dengan membuat ruang menggunakan kedua tangannya. Sebesar apapun usahaku menyembunyikan ketakutanku, tapi tetap saja aku gagal melakukannya. Tanganku tak berhenti gemetaran, kakiku pun juga terasa lemas. ‘Matilah kau Ell’ kata-kata itu yang terus mengisi otakku yang tengah kacau.

“A-a-aku hanya ti-tidak mau kau mengatakannya pada Taehyung” gumamku pelan berusaha menyembunyikan rasa takutku.

“Bukannya itu justru menguntungkanmu, huh? ayolah ini pasti akan menyenangkan…melihat si brengsek Tae itu terpuruk karena pengkhianatan kekasihnya dan sahabatnya, pasti itu bisa membuatnya hancur…hahaha” Namjoon tertawa puas.

“A-aku tidak akan….” aku tidak mampu melanjutkan kalimatku begitu sosok Taehyung muncul dari balik punggung Namjoon dan mencengkeram tangan Namjoon agar menjauh dari tubuhku. “Tae-Taehyung” mulutku spontan menggumamkan namanya.

TBC

Gimana? Lanjut apa gak?? Plis komenjuseyo readersdeul…. ^^ #pyeong

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

2 thoughts on “FF/ AVALON HIGH/ BTS-BANGTAN/ 1 of 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s