FF/ MARRIED WITH JIMIN?!/ BTS-BANGTAN/ pt. 1


index
Title : Married With Jimin?!
Author : Kim Hyo Wook (Rima Gustia)
Main Cast : Park Jimin (BTS), Min Hyo Sun (OC), Jeon Jungkook (BTS)
Support Cast : All Member BTS, Kim Joon Myeon (EXO), Park Min Young (OC)
Genre : Marriage Life, Romance, Lil Bit Humor (Maybe)
Lenght : Chapter
Rating : T
Summary : Tidak pernah kubayangkan sebelumnya, bahwa aku akan menikah dengan satu-satunya member dari BTS yang tidak aku suka. Park Jimin. Aku sangat tidak menyukainya, dan aku tidak pernah bisa membayangkan bahwa aku harus menikah dengannya. Meskipun hanya untuk 3 bulan.
Warning!! Typo bertebaran di mana-mana bagaikan ranjau laut!! This Story is so abal-abal/? Karena sudah terlanjur berkunjung, mohon tinggalkan jejak ne… Happy Reading!! Sebelumnya, nih FF udah pernah kushare di blogku juga… Jadi jangan salah sangka kalau aku copas karya orang🙂 Dan mian… Author belum bisa bikin cover :3 jadi pake foto castnya aja…
Chapter 1…

 
“Ya, bagus. terus…”
Dengan percaya diri, aku bergaya di depan kamera yang terus mengambil gambarku. Dengan ekspresi yang kubuat secantik mungkin, juga cahaya lampu yang tersorot hanya padaku, aku yakin hasilnya akan menjadi sangat bagus. Dan fotoku akan kembali menjadi cover di majalah-majalah fashion dan kosmetik ternama Korea Selatan. Perhatianku beralih kepada seorang namja tinggi berjaket dan memakai masker yang tengah berdiri di ambang pintu ruang pemotretan.
Aku tersenyum kepadanya. Dia hanya sedikit melambaikan tangannya. “fokus ke kamera, Hyo Sun-ssi.” Seruan Joon Myeon berhasil membuatku kembali memfokuskan pandangan ke arah kamera yang dipegang oleh Kim Joon Myeon. Ia tersenyum, lalu menurunkan kameranya. “gerae, hari ini cukup sampai di sini.” Aku mengembangkan senyum senangku karena pekerjaanku hari ini sudah selesai. “waa… kau terlihat sangat cantik di kamera tadi,” puji Min Young, sahabatku.
Aku sedikit tertawa mendengarnya. “itu memang sudah menjadi takdirku kan? Untuk terlihat cantik,” ujarku percaya diri. Dia hanya menganggukan kepalanya pelan dan menyetujui pernyataanku paksa. Aku kembali tertawa. “aku hanya bercanda,” ucapku sambil tersenyum. Dan dengan cepat, pandanganku kembali tertuju pada namja tinggi yang masih berdiri di ambang pintu. Ia menunjuk jam tangannya, menandakan aku harus segera menghampirinya.
“Young-ah, aku duluan ne?” ucapku. Ia kembali menganggukan kepalanya menandakan ia mengizinkan. “annyeong~” pamitku singkat lalu melangkah kan kakiku cepat ke arah namja yang sudah cukup lama menungguku. “mian membuatmu menunggu, Kookie.” Terlihat dari matanya, ia tersenyum mendengar pernyataan maafku. “gwaenchana, lagi pula aku tidak terlalu lama menunggumu. Kajja,” ucapnya lalu menggandeng tanganku keluar dari tempat pemotretan.
“bagaimana dengan pekerjaanmu? Kau menikmatinya?” tanyanya padaku lalu menoleh untuk melihatku. “ah, geromyo. aku selalu menikmatinya… kau sendiri bagaimana? Ah, harusnya aku tidak perlu bertanya. Kau pasti sangat senang karena kau mempunyai banyak sekali fangirl. Siapa yeoja yang tidak menyukai seorang Jeon Jungkook, Golden Maknae dari BTS.” Dia tertawa mendengar pernyataanku. “kau memujiku atau mencibirku?” tanyanya sambil tersenyum.
“dua-duanya?” jawabku dengan memasang ekspresi ragu. Dia kembali tertawa. “ah, matta. Aku ingin mengajakmu makan siang bersama dengan member BTS yang lainnya. Kau mau?” tanyanya sambil memberikan helm padaku. Aku sedikit ragu untuk mengiyakan ajakannya. Oh, bukannya aku tidak mau. Aku sangat mau menerima ajakan Jungkook untuk makan bersama member yang lainnya. Aku juga seorang A.R.M.Y. Dan A.R.M.Y mana yang mau melewatkan kesempatan emas untuk bertemu dengan semua member BTS dan makan bersama?
Tapi, ada satu hal yang membuatku malas datang ke dorm BTS. Park Jimin. Itu lah satu hal yang membuatku malas ke sana. Ya, Vocal sekaligus Dancer BTS itu adalah penyebab aku selalu menolak saat Jungkook mengajakku berkunjung ke dormnya.Alasanku? Karena Jimin tidak menyukaiku. Alasannya? Dia bilang, “aku tidak suka di dorm kita ada yeoja yang suka mengumbar kesexyannya.” Dan itu membuatku sakit hati. Ya, ini memang pekerjaanku sebagai model majalah fashion dan kosmetik. Juga terkadang majalah dewasa.
Ya, aku memang terkadang menjadi seorang model majalah dewasa. Tapi demi apapun, aku sebenarnya tidak mau. Sungguh!! Jika bukan karena alasan professionalitas, aku akan lebih memilih untuk menyemir sepatu seorang pengemis. Aku pernah menolak tawaran untuk menjadi model majalah dewasa, tapi karena hal itu aku malah mendapat cibiran dari banyak pihak. Dan karena hal itu, aku terpaksa menerima tawaran menjadi model majalah dewasa yang lainnya.
Dan dengan kasarnya Jimin mengatakan kalau ia tidak suka kalau ada yeoja sepertiku di depan semua member BTS yang lain? Oh, aku merasa dipermalukan olehnya. Hatiku sangat sakit. Sejak saat itu, setiap kali Jungkook mengajakku ke dorm mereka, aku tidak pernah menerima ajakannya. “Hyo Sun nuna?” panggilan Jungkook berhasil menyadarkanku dari lamunanku. “kau mau atau tidak?” tanya Jungkook. “ehm… aku-” “kuharap kali ini kau tidak menolak ajakan kekasih tersayangmu ini, nuna…” bujuknya dengan menunjukan ekspresi imut + memelas.
Oh, demi apapun aku bersumpah. Ekspresi Jungkook yang seperti ini membuatku tidak bisa menolak permintaannya. “hm… arrasseo,” ucapku setuju. Dia pun menunjukan senyuman girangnya dan mengecup bibirku cepat. “eoh?” aku hanya bisa mengerjapkan mataku atas kecupan yang diberikan Jungkook tadi. “kajja,” ucapnya singkat lalu naik ke motornya. Aku hanya tersenyum dan duduk di belakang Jungkook. “berpegangan,” ucapnya lalu menjalankan motornya. Aku pun segera memeluk pinggangnya.
Married With Jimin?!
 
Author POV
Semua member sudah berada di dapur dorm BTS untuk bersiap makan. Jin dan Suga masih sibuk menyajikan beberapa piring makanan di meja makan. Sedangkan sisanya sudah siap dengan sendok dan garpu di kedua tangan mereka. Dan di antara mereka, V nampak menjadi member yang paling bersemangat. Ya, dia sudah menahan laparnya cukup lama. Dan ia merasa harus segera memenuhi perutnya dengan makanan. Jimin tertawa melihat tingkah member yang mendapat julukan Alien itu.
“nah… sekarang kita makan.” Jin dan Suga segera duduk di tempatnya masing-masing. “Jungkook mana?” tanya Jimin seraya menyuapkan sesumpit nasi ke mulutnya. “tadi dia bilang dia ingin menjemput Hyo Sun,” jawab J-Hope sambil mengunyah nasinya. Jimin menunjukan ekspresi tidak sukanya. “kuharap dia tidak membawa yeoja itu ke mari,” ujarnya lalu melanjutkan kegiatan makannya. RapMon yang mendengar percakapan Jimin dan J-Hope memandang Jimin penuh tanya.
“sebenarnya kenapa kau sangat tidak menyukai Hyo Sun? Apa alasanmu yang-” “annyeong yeorobun… lama menungguku?” ucapan Jungkook berhasil mengalihkan perhatian semua member yang sedang makan itu dari makanannya. Termasuk Jimin, ia menolehkan kepalanya juga untuk melihat si empunya suara. Dan Jimin terdiam saat melihat bahwa Hyo Sun juga ada di sana. Sedang bergandengan tangan dengan Jungkook tentunya.
Sreekk!!
Jimin segera berdiri dari kursinya dan melenggangkan kakinya ke arah kamarnya. “ya, neo!” teriakan -mungkin lebih bagus disebut panggilan- Hyo Sun pada Jimin berhasil membuat semua member yang berada di sana -kecuali V-  terdiam dan melihat ke arah Hyo Sun dan Jimin bergantian. Jimin menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya melihat ke arah Hyo Sun yang sedang memandangnya dengan tatapan penuh kebencian. “sebenci itukah kau padaku sampai kau meninggalkan makananmu saat melihatku?” tanyanya.
Jimin hanya menyunggingkan senyum miringnya. “aku bukan membencimu. Tapi entah karena apa, aku merasa mual saat melihatmu. Makanya aku tidak bisa meneruskan makanku.” Jawaban Jimin berhasil membuat semua member menganga. V yang sedari tadi sibuk dengan makanannya, berdiri dan menghampiri Jungkook. Ia berdiri di sampingnya, dan berbisik. “kenapa kau mengajak Hyo Sun ke mari?” bisiknya sepelan mungkin di telinga kanan Jungkook.
Jungkook menatap V polos. “aku hanya ingin membuat Hyo Sun nuna bisa berbaur dengan kita,” jawab Jungkook pelan. V memandang Jungkook aneh. “kau tahu kalau Jimin sangat tidak menyukai Hyo Sun. Lalu kenapa kau-” “hyung tidak tahu alasan Jimin hyung yang sebenarnya. Jadi hyung hanya perlu diam dan tenang,” ujarnya memotong pertanyaan V. V semakin tidak mengerti dengan ucapan Jungkook. Ia pun mengalihkan pandangannya ke arah Hyo Sun dan Jimin yang masih berseteru.
“kau… Park Jimin. Apa kau tidak pernah berpikir dahulu sebelum berkata? Apa kau begitu pabbo sampai kau bisa mengatakan kata-kata sekasar itu?” tanya Hyo Sun geram. “kalau iya lalu kenapa? Apa kau tidak pernah berpikir kalau kau sendiri lebih pabbo. Yeoja yang menjual lekuk tubuhnya sendiri… kau terlihat seperti yeoja yang tidak punya harga diri,” jawab Jimin dengan memasang ekspresi yang tidak bisa diartikan di wajahnya. Bahkan J-Hope yang sedang makan dengan hati-hati pun tersedak saat mendengar pernyataan Jimin.
Hyo Sun sendiri hanya terdiam memandang Jimin. Ia tidak bisa berkata apapun lagi. Buliran-buliran bening sudah menumpuk di pelupuk matanya. Hanya butuh beberapa saat untuknya jatuh. Jimin terlihat tidak peduli dengan wajah Hyo Sun yang mulai memerah menahan tangisnya. Ia pun membalikan badannya dan melangkah kembali ke kamarnya tanpa mengucapkan sepatah katapun. Ia lalu menutup pintunya sedikit kasar, menandakan ia muak dengan kedatangan Hyo Sun.
Hyo Sun tidak dapat membendung air matanya lagi. Air matanya mengalir dengan deras di pipi putihnya. “aku ingin pulang,” ucapnya lalu membalikan tubuhnya untuk pergi saat tangan Jungkook menahan tangannya. “tapi nuna belum makan,” ucap Jungkook lembut. Hyo Sun melepaskan tangan Jungkook yang menahannya pelan. “tapi kau lihat sendiri kan? Salah satu member dari groupmu itu tidak suka aku berada di sini. Jadi sebaiknya aku pergi,” ucapnya dengan nada suara yang bergetar lalu berlari meninggalkan dorm dari group kekasihnya itu.
Jimin terdiam di belakang pintu kamarnya. Ia mendengar dengan jelas apa yang terjadi di luar. Ia mengehela nafasnya kasar. Lalu berjalan ke ranjangnya dan berbaring di sana.
Married With Jimin?!
 
“sudahlah Sun-ah… jangan menangis terus,” ucap Min Young mencoba untuk menghibur Hyo Sun. “bagaimana aku tidak menangis? Perkataannya itu… begitu kasar dan menyakitkan.” Min Young pun dengan penuh rasa kasihan mengelus punggung sahabatnya itu. “namja pendek itu…” gumam Hyo Sun sambil mengepalkan tangannya penuh emosi. “pendek? Apa kau menyindirku?” tanya Joon Myeon tiba-tiba dan duduk di samping Hyo Sun. Hyo Sun mengangkat kepalanya dan melihat Joon Myeon malas, lalu menoyor kepalanya.
“aya!!” ringis Joon Myeon sembari mengelus kepalanya. “apa kau pikir kau adalah satu-satunya manusia pendek di dunia ini? Dengan perkataanku yang seperti itu saja kau sudah merasa tersinggung,” ucap Hyo Sun setengah sebal. “aku memang bukan satu-satunya manusia pendek di dunia ini, tapi bisa dibilang aku adalah satu-satunya namja terhensem di dunia kan?” ucap Joon Myeon dengan percaya diri. Hyo Sun hanya berdecak atas pernyataan Joon Myeon, “ne, lebih tepatnya di dunia para makhluk halus.”
Min Young tertawa melihat kelakuan kedua sahabatnya itu. Ya, setidaknya Joon Myeon berhasil mengalihkan pikiran Hyo Sun tentang seorang Park Jimin. “ah, matta! Bukankah kau sudah berjanji untuk bertemu dengan Kang Yoon Jung ahgassi dari majalah MyStyle yang terkenal itu?” ucap Min Young tiba-tiba yang berhasil mengingatkan Hyo Sun. “ah, matta!! Aku baru ingat. Gomawo sudah mengingatkanku, Young-ah!” ucap Hyo Sun yang langsung buru-buru membereskan barang-barangnya.
“dasar nenek pikun,” ejek Joon Myeon yang berhasil mendaratkan sebuah pukulan di kepalanya kalau saja ia tidak membuat perlindungan. “dasar pendek menyebalkan!!” ejek Hyo Sun sembari menjulurkan lidahnya lalu berlari meninggalkan Joon Myeon dan Min Young. “mwora- ck, yeoja menyebalkan.” Min Young kembali tertawa melihat perilaku kedua sahabatnya itu. Dan Hyo Sun sendiri berusaha untuk tidak telat sampai di salah satu hotel kecil yang berada di tengah kota Seoul.
Married With Jimin?!
 
Hyo Sun segera berjalan ke arah resepsionis ketika sampai di hotel. Ia tersenyum dan membalas headbow yang diberikan oleh sang resepsionis cantik itu. “ada yang bisa saya bantu?” tanyanya lembut. “hm… aku ada janji dengan seorang klien. Dia sudah memesankan kamar untukku,” jawab Hyo Sun. “arrasseo, bisa anda sebutkan kamar nomor berapa yang sudah ia pesankan?” tanya resepsionis lagi. “hm…” Hyo Sun terlihat mengingat-ngingat angka yang diberitahukan oleh Kang Yoon Jung via line.
“369,” jawab Hyo Sun sambil tersenyum. Resepsionis itu terlihat memandang Hyo Sun aneh. Dan Hyo Sun pun kembali memandang resepsionis itu aneh. “ada apa?” tanya Hyo Sun. “ah, ani. Gwaenchana… ini kunci cadangannya,” ucap resepsionis itu sambil memberikan kunci cadangan tersebut. “gamsahamnida,” ucap Hyo Sun sembari menerima kunci yang diberikan resepsionis itu lalu segera pergi menuju lantai 3 di mana kamar hotel itu berada.
Married With Jimin?!
 
Hyo Sun menggesekan kartu kamar nomor 369 itu, lalu masuk ke dalamnya. Ia melihat ke arah sekitar. “di mana Yoon Jung ahgassi?” tanyanya pelan. Ia lalu duduk di sebuah soufa yang cukup panjang dalam kamar tersebut. Ia berniat untuk menunggu Kang Yoon Jung ahgassi karena Yoon Jung ahgassi mengatakan bahwa ia sedang di perjalanan saat terakhir kali menghubungi Hyo Sun tadi. Ia yakin bahwa sebentar lagi Kang Yoon Jung ahgassi akan segera sampai.
1 Jam Kemudian…
 
Hyo Sun mulai sedikit demi sedikit tertunduk sambil memejamkan matanya, lalu mencoba untuk terbangun lagi. Dengan earphone yang terpasang di kedua telinganya, ia terus mencoba agar bisa tetap terjaga demi Kang Yoon Jung ahgassi. Ia pun melihat layar ponselnya. Sudah pukul 21.15. Dan harusnya mereka bertemu pukul 20.30. Hyo Sun menghela nafasnya pelan, ia pun segera mematikan musik yang ia dengar di ponselnya. Dan ia pun mencoba untuk menelpon Kang Yoon Jung ahgassi. Gendae…
Tit Tut, Tit Tut.
“aish, sialnya aku.” Ponsel milik Hyo Sun lowbatt. Mungkin karena ia mendengarkan musik terlalu lama? Atau karena ia menyetel musik saat dia ketiduran? Ia pun kembali menghela nafasnya. “sudah cukup, aku sudah sangat mengantuk sekarang. Aku akan istirahat. Kang Yoon Jung ahgassi pasti bisa membangunkanku saat sampai di sini nanti kan?” keluhnya. Hyo Sun pun berjalan ke arah ranjang yang berada di kamar itu. Dan dengan sigap ia langsung masuk ke dalam selimut dan terlelap dengan cepat.
Paginya…
 
Author POV End
Aku tersenyum dalam mimpiku. Aku bisa merasakan tanganku tengah meraba perutnya sekarang. Oh, aku sangat senang. Ini terasa seperti nyata. Aku bisa memegang abs milik Jungkook yang tidak terlalu menonjol itu dan terasa seperti nyata. Jamkkanman, kalau aku memang berada dalam mimpi… lalu kenapa aku bisa sesadar ini? Gerigo… terakhir kali aku menyentuh abs miliknya, abs milik Jungkook tidak semenonjol ini. Geraesseo, abs siapa yang ku…
Dengan cepat kubuka mataku, dan kulihat tanganku sudah berada di atas perut seseorang. “eoh?” ucapku bingung. Aku pun mengangkat wajahku, dan…
“KYYAA!! PARK JIMIN!! KENAPA KAU BISA ADA DI SINI?!”
Kulihat Jimin membuka matanya. Oh tidak, kenapa dia bisa berada di kamar ini? Dan… dalam keadaan topless begitu? Dia melihatku aneh. Mungkin karena ekspresi di wajahku yang terlihat histeris. “nugu… eoh?! Min Hyo Sun…ssi?” gumamnya sambil mengusap kedua matanya. “eoh?” kami berdua saling bertatapan. Dan…
“KYYAA!!! BAGAIMANA BISA KAU ADA DI SINI???!!!”
TBC….

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

3 thoughts on “FF/ MARRIED WITH JIMIN?!/ BTS-BANGTAN/ pt. 1

  1. yuhu~ first comment kah? part 1 nya kependekan :”) tapi gapapa deh kesan pertamanya sip bikin penasaran next ya~ fighting~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s