FF/ LOVE STORY IN HIGH SCHOOL/ BTS-SJ/pt. 4


Love story in high sch pt.4

Author : Kim Jisun aka Kim Giraffz

Title                : Love Story in High School CHAPTER 4

Cast                : BTS

–         Min Yoongi

–         Kim Seok Jin

–         Jeon Jungkook

–         Kim Taehyung

–         Park Jimin

–         Kim Namjoon

–         Jung Hoseok

–         Lee Chorin

–         Kim Eunye

–         Jung Minnie

–         Cho Hyora

–         Shin Hyemi

–         Sung Jaerim

–         Jang Hana

–         Etc

Chapter           : Length

Genre              : School life, Romance, Comedy

Hallo kakak – kakak, adik – adik, dan para readers semua… Apa kabar?? Gue balik lagi setelah taon kemarin luncurin part 3  dan di triwulan pertama tahun 2015 aku baru release part 4. Sumpah gue author yang kebangetan yak… Maklum…gue ngurusin bisnis suami – suami gue yang tidak ada mati ne?? wkwkw

Pasti lupa ceritanya ye?? Ini gue kasih link nya… *cium*

Part 1.

https://fanfictionside.wordpress.com/2014/08/19/ff-love-story-in-high-school-bts-bangtan-pt-1/

Part 2.

https://fanfictionside.wordpress.com/2014/08/31/ff-love-story-in-high-school-bts-sjpt-2/

Part 3.

https://fanfictionside.wordpress.com/2014/10/14/ff-love-story-in-high-school-bts-sjpt-3/

Kasih kritik saran boleh kok sayanggggg…wkwkw

CEK THIS STORY GUYSSSS

Flashback

“Aku beli minum dulu ya..”, ucap Minnie.

*

*

BRAKKK……….

BYURRR………

Segelas teh manis tumpah di seragam seorang namja.

“Mianhae…mianhae…”, ucap Minnie menyesal.

“KAU!”, ucap Jungkook lantang. Jungkook ingat betul siapa yeoja di depannya ini.

“Ah..gwaenchana..”, ucap Jungkook.

“Sini aku bersihkan’, tawar Minnie.

“TAK PERLU! TAK USAH!”,ucapnya menolak.

Namun Minnie tetap mengambil tisu di dekatnya. Minnie mengusap – usap seragam Jungkook dengan perasaan bersalahnya.

*

*

KRING……….

KRING……….

Pembelajaran di mulai

Kelas I – A sedang ada pelajarna bahasa Cina oleh Hangeng seosangnim.

“Chorin, tolong ambil tinta untuk isi boardmarker ini di Tata Usaha ya, sepertinya boardmarker ini sudah menipis.

“Ne, seosangnim”, ucap Chorin patuh.

Tata Usaha cukup jauh dari kelas Chorin. Tata Usaha terletak di dekat parkiran motor para siswa.

Permisi, saya mau minta tinta boardmarker”, ucap Chorin pada pegawai Tata Usaha. “Tunggu ya”.

Di sana ada sekitar 5 siswa yang meminta penghapus dan lainnya. Di dalam ruang TU juga ada Sung Jaerim. Siswa kelas II – C Sung Jaerim menatap tajam mata Chorin. Chorin menyadari hal itu. Chorin teringat siapa sunbae itu. Sunbae yang telah menghukum Chorin ketika hari orientasi. Dan yeoja yang bergelayut manja di tangan namja itu.

Sung Jaerim ternyata mengambil penghapus dan keluar dari TU. Tak lama setelah itu Chorin juga keluar dari Tata Usaha.

Sampai di parkiran motor, Chorin mengecek tinta itu apa masih banyak atau tidak.

Clekk… chorin membuka tutup tinta itu.

GUBRAK…….BYUR…………

Ternyata kaki Jaerimlah yang menghalangi jalan Chorin. Chorin tidak bisa mengontrol apa yang sedang ia bawa.

CROTTT……

Tinta itu menyebar ke arah dasbor motor dan melumuri tangan serta seragam Chorin. “Aigoo~ bagaimana ini? SU…SUNBAE…”, protes Chorin pada Jaerim.

Namun Jaerim sudah meninggalkan Chorin.

“Ini pertama kalinya aku ke TU. Berniat membantu Hangeng seosangnim malah mendapat masalah ini.” Aku segera berlari ke toilet. Aku membersihkan tangan yang berlumuri tinta. “Ah iya…bagaimana dengan motor itu?” Aku mencari kain pembersih. “Ah dapat!”, ucap Chorin.

Chorin kembali ke parkiran dan bertanggungjawab

*PUK…PUK…*

Ada yang menepuk bahu Chorin . “APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN MOTORKU?”, ucap namja itu dengan nada tinggi.

“Maaf…maaf sunbae aku tak sengaja!” “Sung…sungguh…”, ucap Chorin membela diri. Yoongi menyeret Chorin ke arah tangga samping ruang TU.

Yoongi mendorong Chorin ke dinding tangga dan menempelkan kedua tangganya dengan mengunci pergerakan bahu Chorin.

“APA KAU BALAS DENDAM? APA KAU KIRA AKU YANG MENABRAKMU DAN MEMBUATMU DI HUKUM DI LAPANGAN?”

“KAU TAK TAHU MOTOR APA YANG KAU NODAI?”, teriak Yoongi kesal.

Yoongi ingin memukul yeoja yang berhadapan dengannya saat ini.

“Oh aku lupa kau ini yeoja! Aku benar – benar bisa memukul dan menghabisimu jika kau adalah namja!”

“DASAR SUNBAE! Apa kau tak bisa membedakan mana pria & mana wanita? Itu karena matamu terlalu sipit!”, ucap Chorin tak kalah kesal.

Yoongi benar – benar muak dan kaget dengan perkataan yeoja yang tubuhnya telah ia kunci.

*

“Kenapa Chorin lama sekali mengambil tintanya? Spidol ini sudah benar – benar menipis dan sudah tidak terlihat di papan. Coba Hyora, coba kau susul temanmu itu”, suruh Hangeng seosangnim.

Chorin lihat Hyora dari arah samping. Chorin berharap Hyora bisa menolongnya. Tapi na’as, Hyora malah berlari ketika melihat Chorin di sekap oleh Yoongi sunbae. Sekarang Chorin berharap ada superhero yang datang untuknnya. Sepertinya tak ada superhero yang datang disiang bolong seperti ini.

Chorin hanya bisa melemahkan rasa amarahnua kini. “Mian….mianha sunbae…”, ucap lemah Chorin.

HA? KATA MAAF LAGI? TAK CUKUP! Setelah kau menabrakku! Merusak motorku! SETELAH INI APA LAGI? Kau harus dapat balasan yang setimpal! JADILAH BUDAKKU !”

Senyum puas keluar dari bibir Yoongi.

“MWO? Apa dia gila? BUDAK? Budak adalah pesuruh yang tak di bayar dan di perlakukan dengan kejam. ANDAWE!”, teriakku tegas.

“Jadi kau mau masuk UGD sekarang juga?”

“Oh tidak Tuhan… aku tak mau masuk UGD karena di hajar olehnya. Namun jika aku jadi budak nya aku akan mati perlahan.”

“Hmmm…Jadi apa keputusanmu Lee Chorin….?!” Ucap Yoongi sambil memegang name tag di atas dadaku. Dia terus mendekat ke arah wajahku dan menunggu segera jawabanku. Dengan lepas dan terpaksa ku anggukan kepalaku. Aku tahu pintu neraka akan ku masuki T.T

“Eitt tunggu sunbae…siapa namamu?”, ucap Chori polos.

“HA? Kau! KAU! Tak tahu nama bos mu saat ini? Sungguh terlalau! MIN YOONGI! YOONGI imnida.”

“Mwo! Tak usap berteriak & jangan khawatir, aku akan mengingatnya.”

Chorin melepas kuncian tangan Yoongi dan segera berlari dari tatapan evil Yoongi.

*

*

<Hey babo! Cepat bawakan aku minuman dingin! Aku haus! Aku di lapangan basket.> “AISH”, teriakku tak percaya ketika membaca pesannya. Kemudian aku izin kepada Namjoon sunbae untuk keluar sebentar.

Aku membawa minuman untuknya. Ingin sekali aku masukan racun di dalamnya”, batin Chorin.

“kau tak memasukan racunkan di dalamnya?”, tanyanya curiga.

“Tentunya aku masukan! Ku masukan racun pembunuh sifat kejam mu!”, jawab Chorin malas.

Beruntung sore ini adalah ekskul dance. Aku bisa bolos sebentar.

Aku tak sabar menunggunya selesai bermain basket. Ku tinggalkan saja minuman ini di sini saja!, kata Chorin kesal.

*

*

*

“Oppa aku pulang..!”, kata Chorin lelah.

“Ada apa kau ini, kenapa lemas sekali? Mana dongsaeng oppa yang powergirl? Haha

‘Sudahlah oppa, aku sedang tidak mood bercanda”

Aku merebahkan badanku yang kaku ini. “Kenapa Jin oppa tak mengantarkan aku pulang? Kenapa aku harus bermasalah dengan sunbae gila itu? Min yoo…min yoonguk? Ah..aku lupa namanya!”

*

*

*

Aku sengaja berangkat pagi untuk hari ini. Karena tiap berangkat siang, diriku selalu sial. Di mana sih Taehyung! Kau sakit? Kenapa kau kemarin tak bersekolah? Apa idiotmu kumat? <itu pesan ku padanya melalui line>

<Ne, aku sakit Chorin. Kenapa kau tak menjengukku?>

<Aigoo kau betulan sakit? Baiklah nanti aku kerumahmu ya.. tapi seusai sekolah nanti>.

Hyora & Minnie sudah ada di kelas.

“Mianhae Chorin, kemarin aku kabur dan meninggalkan mu dengan sunbae itu. Aku sungguh takut dengan sunbae itu”, ucap Hyora.

Chorin menghela nafas panjangnya. “Sudahlah tak apa…..lupakan saja”, jawab Chorin pasrah. Chorin pun yakin jika ia di posisi Hyora, ia pasti juga akan kabur.

“Kau tak bersama Taehyung?, tanya Minnie pada Chorin.

“Dia sakit! Nanti aku menjenguknya. Apa nanti kalian akan ikut?

“TENTU SAJA”, jawab Hyemi yang baru datang.

*

*

*

“Chorin ayo kita ke kantin! Aku akan mentraktirmu!”, ucap Jin di ambang pintu Chorin. “Hmm..hmm oppa..”, pikir Chorin.

“Sudah sana !”, ucap Minnie mengusir.

“Baiklah oppa, ucap Chorin tanda setuju.

Sretttttttttt………

Jin oppa menggengam dan menggandeng tanganku. Aku malu. Pasti wajahku memerah.

Drttt………..drttt…….

Pesan masuk di ponsel Chorin <BAWAKAN AKU MAKANAN! Aku di koridor belakang sekolah> “Aishhh..sunbae gila itu lagi!’, ucap Chorin cuek.

“Chorin kau mau makan apa? Tenang saja aku akan mentraktirmu. Aku tahu selera makanmu sangat baik kan?”

“Ah ne…, aku jadi malu”

Mereka telihat mengobrol asyik. Mengagumi atu sama lain.

Drrrrt………..drtttttttttt.

Pesan terpampang di layar ponsel Chorin <KENAPA KAU LAMA SEKALI? APA KAU MAU MENGHINDAR? APA KAU MAU MATI?>

“Aigoo bagaimana ini?”, cemas Chorin.

“Oppa aku ke kelas dulu yaa.. terimakasih telah mentraktirku. Sering – sering saja ya…..! haha”, pamit Chorin dengan lagak anehnya.

Chorin ke kafetaria sekolah. Chorin membeli roti untuk Yoongi.

***
“Ini Min Yoonguk sunbae! Roti untukmu!”

“Wait……YOONGUK? Kau panggil namaku YOONGUK?”

“IYA! Apa salah?”

“AIGOO~yeoja ini sungguh – sungguh menyebalkan! Mana ponselmu? Kau namai apa diriku?”

“Aigoo~ bagaimana ini? Bagaimana kalau sunbae ini tau, jika aku menamai contact phone “ SUNBAE SIPIT”. Ah tak perlu sunbae…” aku merengek padanya. Tapi di memaksa terus mengambil ponselku.

Yoongi POV

Sial! Aku di panggil Yoonguk. Apa dia benar – benar tak takut padaku? Ku rebut ponsel pada saku dadanya. Aigoo~ ukuran berapa dia? Kenapa cukup besar? Otakku mulai kotor. Kudapat ponselnya. Kutekan layar. Ternyata di password. Ah tunggu~ lock screen wallpaper ponselnya adalah Jin yang akan mencium bibir Chorin. Sungguh menjijikan!

Chorin POV

Ku biarkan saja dia mengambil ponselku. Toh dia tak akan tahu apa passwordku..haha. Dasar pabo namja!

Yoongi terus mencoba segala macam pola yang rumit. Yoongi pun mulai berdecak, mana mungkin pabo yeoja seperti dia memakai password yang  rumit. Tentu dia malas untuk mengingatnya. Yoongi menyeret pola dan membentuk huruf L. Dan wowo TEPAT! WKWKK. Aku berhasil membukanya!”, ucap Yoongi puas.

Chorin membelalakan matanya tanda terkejut. Chorin merebut ponselnya dengan gigih.

BRUKKKKKKK….

Mereka berdua terjatuh. Yoongi posisi di bawah dan posisi Chorin tepat di atas tubuh Yoongi.

“HEY…MENYINGKIRLAH..!!”

Yoongi benar – benar dapat merasakan sesuatu yang kenyal di dadanya. Yoongi pun bisa melihat belahan dada Chorin dari mata sipit Yoongi. Yoongi menelan luda dengan sangat berat.

Chorin segera beranjak dan merapikan seragam serta rambutnya yang berantakan. “DASAR SUNBAE MESUM!”

Chorin segera meninggalkan koridor sepi itu. Yoongi masih terpana. Memegang dadanya yang masih berdegup kencang.

“Lihat saja! Tunggu pembalasanku!”, ucap Chorin yakin

*

*

*

PELAJARAN SEKOLAH END

“Chorin kemana saja kau istirahat tadi?”

“Hayo..hayo…kau begitu asyik dengan Jin sunbae hingga kau lupa dengan kami”, ledek Minnie.

“Ke arah mana nih untuk menuju rumah Taehyung?”, tanya Minnie.

“Ah kau ini. Kau ikuti jalan ini dulu, jika ada persimpangan nanti belok kiri..bla…bla…bla..”, jawab Chorin.

***

“Annyeonghaseo Bibi”

“Oh nuna Chorin ayo masuk!”

“Kami mau menjenguk Taehyung, kami teman sekelas Taehyung”, jelas Hyemi.

“Baik, mari masuk!”

Chorin melihat Taehyung sakitnya tidak parah.

“Sudah sering sekali kau seperti itu! Sejak SMP kau selalu saja begitu.”

“Chorin, kau tak boleh begitu!”, ucap Hyora.

“Ini kami bawakan buah untukmu”, ucap Hyemi.

“kau hanya di rumah sendiri?”, tanya Minnie.

“Ne, aku tinggal bersama Bibi, orangtua ku sedang ada perjalanan bisnis ke Pulau Jeju”.

***

“Sudah sore. Kami pamit dulu ya Taehyung. Semoga kau lekas sembuh. Besok bisa berangkat ke sekolah lagi, ucap Hyemi panjang.

Taehyung membalas dengan senyum manisnya.

Hyemi memang menaruh rasa pada Taehyung. Itu sangat di sadari oleh ketiga temannya. “Hey Hyemi… kau naksir ya dengan Taehyung?”.

“Ah…ah..aniya!”, elak Hyemi.

“Ah sudah, mengaku sajalah. Jika kau seperti itu akan semakin terlihat”, ucap Hyora.

Para yeoja itu pun kembali di rumah masing – masing dengan selamat.

“Aku pul…..”, ucap Chorin terpotong karena eomma.

”TAEHYUNG sakit ya?” Bagaimana keadaaan Taehyung?

“Ah dia baik – baik saja kok eomma.”

“Oh syukurlah…cepat mandi dan makan.”

“Ne eomma…”

NEXT DAY

“Hari ini bus ini rame sekali!”, keluh Chorin seperti biasa.

*

“Hmm…Hoseok sunbae! Hmm ada apa? Aku hari ini izin tidak ikut ekskul dance ya. Aku ada urusan.”, pamit Hyora.

“Ah ne tak masalah!” Hoseok sunbae berlalu begitu saja.

“Sunbae seperti apa dia?” Aku pamit dengan sopan, tapi dia malah memotong izinku dan langsung pergi”, ucap Hyora kesal.

“Hyora!”, teriak Minnie dari gerbang sekolah. Kenapa kau tak mampir ke rumahku dulu?” Kita kan bisa berangkat bersama seperti biasanya.

“Mianhae.. mianhae…aku harus datang lebih pagi.”

“Ya sudah…ayo kita ke kelas?”, ajak Minnie.

Hyemi terlihat sedang memarkirkan mobil miliknya. Taehyung juga baru saja datang. “Apa kau kesulitan untuk memarkir? Aku bisa membantumu kalau kau mau.”, tawar Taehyung

“Ah Taehyung..tidak usah. Ini sudah mapan kok.”

Hyemi keluar dari mobilnya serta Taehyung yang turun dari motor ninjanya itu.

“Apa kau sudah sembuh benar? Kau terlihat masih pucat.”

“Tentu saja! Aku ingin segera ke sekolah dan melihatmu!”

Uups… Taehyung keceplosan.

“Apa aku tak salah dengar?”, batin Hyemi dengan wajah memerahnya.

“Kajja kita ke kelas!”

“ Iya! Pasti Chorin sudah menungguku!”

*

*

Hari ini adalah pelajaran Yesung seosangnim. Kami kelas I – A mendapat tugas di perpustakaan uuntuk membuat makalah tentang “Perkembangan Bahasa Korea”. Kami di bagi 3 orang perkelompok. Yesung seosangnim lah yang menentukan.

Kelompok I: Lee Chorin, Jung Daehyun, dan Cho Hyora

Kelompok II: Kim Junmyoon, Xiu Luhan, dan Bae Suzy

Kelompok III: Jung Minnie, Kim Taehyung, dan Shin Hyemi.

Kelompok IV: bla…bla…bla…

“Huwa… enak sekali Minnie dan Hyemi 1 kelompok dengan Taehyung. Dia pandai jika ada tugas seperti itu. Pasti akan segera selesai.”

“Waktu SMP dulu aku selalu satu kelompok dengan Taehyung!”, ucap Chorin.

“Lalu KAU ANGGAP APA AKU INI?” ucap Hyora kesal.

“Kau jangan khawatar Chorin, kan ada Daehyun! Namja terpandai di kelas kita.

“Aish apa kalian hanya akan memanfaatkan aku saja?”, ucap Daehyun tersinggung.

“Ah aniya….”, ucap Hyora menyesal.

“Kajja kalian ke perustakaan!”, perintah Yesung.

Jangan buang waktu kalian!”NE SEOSANGNIM,” ucap murid I – serempak.

*

*

“JIMIN, YOONGI jangan mengobrol saja! Cepat ambil atlas ke perpustakaan!”, ucap Zhoumi sebagai guru IPS mereka.

Dengan malas Jimin & Yoongi menuruti perintah Zhoumi seosangnim.

*

*

“Aigoo…aku tak bisa suruh buat makalah! Aku tak mengerti susunannya. Makanya kau cari contohnya di tumpukkan rak itu!”, suruh Daehyun pada Chorin.

“Enak saja kau, kau juga harus mencarinya! Hyora bantu aku!”, tolak Chorin.

Dapat di katakan kelas I – A mengacak – acak tata letak buku di rak perpustakaan . termasuk kelompok III.

“Tahyung…kau di sini saja, kau pasti masih sakit”, ucap Minnie.

Apa – apa an kita kan 1 kelompok, 1 orang bekerja yang lain juga harus bekerja! “, ucap Hyemi sambil mengacak – acak rak di sudut perpustakaan.

“Apa kau cemburu?”, goda Minnie.

“MWO? Kenapa kau malah berkata seperti ITU?!!.

Hyemi kesal dan meninggalkan mereka berdua.

“Hyora..Hyora…kenapa aku pabo sekali ya?? Dari tadi aku mengacak – acak rak tumpukan sains. Pantas saja aku tak menemukannya.”, ucap Chorin nyengir.

“Coba kau cari di sebelah sana! Aku cari di sisi sini!, ucap Hyora.

“Hey Lee Chorin! Chorin! Ucap seorang namja. Chorin kaget siapa yang memanggil nama lengkapnya dengan nada yang tidak enak di dengar.

“Ah Jimin sunbae…”, ucap Chorin kaget.

“Ini bos..ini yeoja yang ikut ekskul futsal.

Yoongi menatap Chorin dengan 1000 arti.

“KAU BELUM TAU YA? DIA! CHORIN ADALAH BUDAKKU!!”

*

*

*

<Cepat bawakan aku obat sakit kepala sekarang! Kepala ku nyeri!>

<Aku ada ekskul futsal sekarang. Dasar sunbae pemaksa.>

< Kau ingin mati sekarang eoh?>

Itulah pesan dari kedua ponsel milik Yoongi & Chorin.

Brakk..Chorin membuka pintu atap sekolah dan membawa kotak obat ditangannnya.

Ia melihat Yoongi memijat keningnya.

“Hm..hm…Chorin mencoba menyadarkan Yoongi tentang kedatangannya.”

Ini obatnya! Kau cari sendiri!”, ucap Chorin kesal.

Yoongi mendongkakan kepalanya yang berputar – putar itu.

“Ckkkk… kau yeoja atau namja sih? Kau tak pantas memakai kostum bola seperti itu!”, ledek Yoongi.

“Aku tak minta pendapatmu! Urus saja kepala mu itu!”

Brugg…

Tubuh Yoongi tergeletak. Namja itu pingsan.

“Aigoo apa yang harus aku lakukan? Tolong…tolong aku…”

Chorin memapah Yoongi sunbae menuju UKS yang tergeletak di lantai bawah.

*

Chorin menuju lapangan futsal. “Jimin sunbae…Tolong aku… sahabat sunbae, Yoongi sunbae pingsan, sekarang ia di UKS.”

Jimin segera meluncur ke UKS.

Ku lihat Jimin menyentuh kening sahabatnya itu.

“Panas! Mungkin dia demam!”

“Sudah kau pulang saja! Aku akan antar Yoongi ke apartemennya.”

“Ne sunbae, terimakasih.”

Chorin membalikkan badan dan siap menuju pintu luar UKS. Kemudian Jimin memanggil nama Chorin.

“Chorin!” Chorin sedikit terkejut Jimin memanggil namanya dengan lantang.

“Di mana kau menemukan Yoongi pingsan?”

“Hmmm..Iya. Aku menemukannya di depan UKS.”

“Ah jinjjayo? Ya sudah… Sudah sana pulang! Hati – hati di jalan ne.”

Chorin baru pertama bicara cukup panjang dengan Jimin. Walaupun ia harus berkata bohong.

“Ku kira dia jahat seperti Yoongi sunbae..”, batin Chorin.

Chorin mengingat kejadian tadi. Ia selama ini selalu melihat namja yang biasanya angkuh dapat lemas dan pingsan di hadapannya. “Aish namja angkuh dan sok keren!” ucapnya kesal.

*
Ah aku mampir ketempat Hana dulu. Kulihat kedai berjarak 20 meter dari mataku kini cukup sepi. Sungguh berbeda 3 bulan lalu ketika aku bekerja di sana. Ya… kedai Janus, milik Tuan Taeyang. Aku menghampiri Hana. Dia terlihat tidak begitu sibuk. Dia sangat terkejut melihatku. Bukan karena pakaianku. Aku tentu sudah mengganti dengan seragam sekolah. Walaupun begitu, Hana tau pasti apa kesukaanku. Dia terkejut karena aku tak memberinya kabar kurang lebih 2 minggu dan kini aku tiba – tiba datang.

“Chorin………..!! Apa kabar? Neomu bogoshipeo.. ku kira kau di Jepang.”

Pertanyaan itu  keluar dari bibir tebal Hana. Jung Hana namanya. Di sebaya denganku. Namun nasibnya lebih buruk dariku. Seusai lulus SMP, ia bekerja di Kedai Janus ini. Seminggu kemudian aku menyusul bekerja di Kedai Janus. Kedai yang menjajakan botol – botol soju bagi para pelanggannya. Kita di tuntut berpakaian seksi untuk menarik pelanggan namja. Setelah liburan sekolah selama 2 bulan usai, aku berhenti bekerja dan melanjutkan sekolah. Namun tidak untuk Hana. Orangtua tidak mampu menyekolahkannya. Orangtua hanya hanya pedagang sayur keliling. Hana masih tetap bekerja di kedai ini.

Hana menyodorkan 1 botol soju untukku. “Apa kau menikmati sekolah barumu? Apa kau punya pacar baru? Kau tau tidak, tuan Taeyang terus menanyakan kabarmu.”, bisik Hana pada Chorin.

“Aishh kau ini! Apa orangtua mu sehat? Kenapa kedai ini sekarang sepi?”

“Hm..karena Tuan Taeyang jarang promosi dan jarang berkunjung ke kedai ini semenjak kau meninggalkanya.”

“Aish Hana..!! Bisa saja kau ini.”

Jam tangan ku menunjukkan pukul 18.05. aku berpamitan dengan Hana. Aku memberinya semangat dan berjanji akan sering mengunjunginya.

*

*

*

@Yoongi’s apartement

Kepala ku sakit. Aku memutar bola mataku. Ternyata tubuhku terbaring lemas di kamar apartemen. Aku mencari ponselku. Ternyata ada pesan masuk.

<Istirahatlah Hyung, tadi kau pingsan. Chorin lah yang menemukanmu pingsan di depan pintu UKS>

Aku meningat – ingat kejadian tadi siang.

*

*

*

“Chorinnnn! Apa benar, kau ikut ekskul futsal?” tanya Hyora tak percaya.

“Bagaimana bisa Chorin, segitunya kau kau mencintai bola?”, tanya Hyemi juga tak percaya.

“Kau ini yeoja! Tak pantas kau ikut ekskul seperti itu!”, tambah Minnie.

“IYA! IYA! MEMANG BENAR AKU IKUT EKSKUL FUTSAL! IYA AKU CINTA BOLA! IYA AKU YEOJA!

PUASSS??”

3 Yeoja itu hanya mendelik dan tak percaya dengan jawaban Chorin.

*

*

*

“Chorin!”

“Yeah..oh Jin oppa… wae?”

“Kajja kita ke kantin bersama, lalu kau lihat aku bermain basket ne.”, ajak Jin.

=Kantin skip=

@Lapangan Basket

Aigooo betapa kerennya Jin oppa. Mendrabble bola, meloncat, lalu *PLUNG*, bola masuk sempurna dalam ring. Aku bertepuk untuk Jin oppa. Aku berjalan mendekati Jin oppa untuk memberinya minum.

Namun tangan seorang namja tiba – tiba menarik Chorin.

“Chorin!”, kata Jimin yang menarik tangan Chorin.

“Ne, sunbae!”, jawab Chorin ragu.

“Kenapa ketika aku mengantar Yoongi ke apartemennya, dia malah mengigau namamu? Sebenarnya apa yang kau lakukan padanya?”, tanya Jimin.

HAH?”, aku tak melakukan apapun! sunbae lah yang selalu mencari kesalahan pada diriku!”, bela Chorin.

“Ah sudahlah..kalian ini hanya berdebat saja”, pisah Namjoon yang ternyata datang bersama Jimin tadi.

*

*

Jin melihat Chorin sedang mengobrol dengan 2 namja yang sering berbuat masalah. Jin berkata dalam hati “ Apa yang sudah mereka rencanakan?”. Jin berlari. Jin menarik tangan Chorin dan mengajak Chorin pergi dari hadapan 2 namja ini.

Jin akhirnya berhasil membawa Chorin ke samping lapangan basket yang kosong.

“Chorin kau tak tau seperti apa mereka? Kau harus berhati – hati. Namun kau jangan khawatir, aku akan selalu menjagamu.”

 Deg…

“Oppa kenapa kau begitu baik? Rasanya aku ingin meleleh jika mendengar ucapannya itu.

*

*

*

Anak – anak , kalian tidak lupakan? Sekarang ada ulangan untuk BAB I mengenai matriks”, ucap Nickhun seosangnim lantang.

“MAMPUS” ucap Chorin. Aku masih belum mengerti bab matriks. Aku sungguh lupa jika hari ini ada ulangan. Kenapa sahabat – sahabatku juga tak memberitahuku. T.T

Di tambah lagi, Hyemi yang ia jagakan ternyata duduk sangat jauh darinya. Benar saja, karena Nickhun seosangnim mengacak – acak tempat duduk mereka.

Chorin hanya mengukur – ukur rambutnya yang tak gatal.

Sial! Kenapa soalnya essai semua! Aku berharap soalnya pilihan ganda, sehingga aku bisa silang indah.

Waktu sudah habis! Kajja kumpulkan! , ucap Nickhun seosangnim menghentikan para siswa untuk mengerjakan.

Soalnya mudah ya”, ucap Taehyung.

Benar cukup mudah”, ucap Hyemi.

MUDAH? Otak kalian terbuat dari apa eoh??”, ucap Chorin

Makannya jangan pacaran dengan Jin oppa terus!”, ledek Minnie

Ya sudah..nanti pasti ada remidi”, ucap Hyora menenangkan.

Chingudeul, nanti tolong izinkan pada Namjoon sunbae jika aku ada acara di rumah”, ucap Hyora pada teman – temannya.

Baiklah..hati – hati di jalan Hyora…

Chorin POV

Aku kearah ruang dance bersama Hyemi saja. Karena Hyora sudah berpamitan ia ada acara dirumahnya. Sedangkan Minnie, ia sibuk dengan ekskul modelingnya.

*Drtt…drtt…drt…* Ponsel ku bergetar.

<Kau segera ke apartement ku! Aku lapar! Aku ingin bubur!>

<Jalan everlasting no. 15. lantai 15. no apartement 135>

My reply

<Aku ada ekskul dance! Jangan mengangguku! >

My inbox

<Cepat kesini! Tak usah beralasan. Aku sudah mengizinkanmu dari Namjoon >

“Aish!”, ucap ku kesal

“Wae Chorin?, tanya Hyemi padaku.

“Pamitkan aku juga ya Hyemi. Tiba – tiba aku ada keperluan mendesak.

Hyemi tertegun melihat Chorin yang berlari dan meninggalkannya sendiri. Dia heran, sahabatnya sepertinya memiliki sesuatu hal yang harus segera di kerjakan.

Ah sudahlah…aku juga pulang saja! Tidak ada teman tidak akan enjoy latihan dancenya. Lagi pula aku sudah lapar. Aku ingin makan masakan eomma”, ucap Hyemi di kesendiriannya.

*

*

Lift naik ke atas. Menuju lantai 13. Kamar 135 berarti aku harus belok kanan.

Drt…drt…ponsel ku bergetar lagi.

<0302 itu passwordku kau masuk saja. Aku tak kuat membuka pintu untukmu!>

Aish..sunbae itu masih tidak sopan

Tangan kananku menekan password dan tangan kiriku menenteng sekantong belanjaan.

Ku tekan “0302”

Clekk..pintu terbuka…

Annyeonghaseyo”, ucapku sopan.

Tidak ada yang menjawab.

Apa di sini tidak ada orang?

Aku di sini pabo!”, terdengar suara berteriak dari arah salah satu kamar.

Sunbae, kau benar – benar sakit eoh?. Ku lihat Yoongi sunbae hanya bisa terbaring di tempat tidur kingsize itu. Aku tak tega melihatnya.

“Kenapa kau malah mematung? Cepat buatkan bubur untukku!”

“Sunbae kau ini, sakit saja masih bisa membentak dan terus menyuruhku.”

“Apa kau lupa? KAU ini BUDAKKU!”

Jrengg …Jreng….. Iye ..iye bang Yoongi, Chorin emang budak lo. Biasa aja bisa?? Haha

Keep comment and kritik ya readers.. Thank youu

Bole comment ke twitter ane https://twitter.com/al_chogyu

BYEEEEE!!

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

5 thoughts on “FF/ LOVE STORY IN HIGH SCHOOL/ BTS-SJ/pt. 4

  1. FF nya keren!!😀 oiya saranku klo bisa tanda petik untuk percakapannya rada di perhatiin yeth :3 aku gk tau mau komen apa lagi ‘-‘ pokoknya Keep writting!!! >,< [ maaf di chap sebelumnya diriku gk komen ._.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s