FF/ FATE/ BTS-AOA/ pt. 7


FATE PT.7

Title : FATE Pt.7

Cast :

  • Kim Seok Jin (BTS)
  • Shin Hye Jeong (AOA)

Support Cast :

  • Yagi Harumi
  • Irie Naoki

Genre :

Sad, Friendship , Romance , NC

Length : Chapter

Author : Chahaekris

*

Seorang gadis dengan baju serba hitam dengan syal tebal melilit lehernya,menundukkan kepala menatap batu nisan di hadapannya.

Ia hanya terpaku memandang batu nisan bertuliskan Lee Ah Young.

Tangannya terulur ke depan menyentuh foto yang terpajang di depan batu nisan itu.

“Mengapa kau meninggalkan aku secepat ini?”

 

Ia menghela nafasnya…

“Aku sangat berterima kasih atas hadiah berharga yang kau berikan padaku…

Sedangkan aku sama sekali tidak sempat membalas semua kebaikanmu…”

 

Angin musim gugur berhembus dingin menyapa wajah gadis itu, rambut panjang coklatnya terkibas ke belakang…

 

 

“mirip bukan…”

 

Gadis itu menoleh ke arah sumber suara yang mengejutkannya, ia kemudian tersenyum,

“tentu…mata kami sangat mirip”

 

“sangat cantik…” seorang lelaki menghampiri gadis itu dan meletakkan bunga di depan batu nisan.

Lalu menyerahkan buket bunga mawar kepada gadis itu “ Selamat Ulang Tahun…”

 

Gadis itu masih menatap lelaki yang memberinya bunga dengan terkejut “apakah hari ini ulang tahunku?”

 

Lelaki itu mengangguk.

 

Gadis itu tersenyum penuh arti

“aku mendapatkan hadiah ulang tahun terbaik di tahun ini” gadis itu memeluk lengan lelaki yang memberinya bunga.

 

“pulang?”

 

Masih dengan senyum manisnya ,gadis itu menatap lelaki itu dan mengangguk.

*********************************************************************

“Ajjuma…ini aku…katakan sesuatu Ajjuma…” HyeJeong menggenggam erat tangan Ajjuma yang hangat.

“Hye…aku baik-baik saja…mengapa kau menangis?” Ajjuma mengelus lembut wajah HyeJeong,

“Ajjuma…aku sangat mengkhawatirkanmu,aku ingin kau sembuh…” HyeJeong terisak keras,

Ajjuma Lee hanya tersenyum kelu melihat HyeJeong , hatinya seperti tersayat melihat gadis itu menangis…Ia sudah menganggap HyeJeong sebagai anaknya sendiri, bagaimana ia bisa menahan semua kesedihannya juga. Sebulir air mata jatuh ke pipi wanita paruh baya itu…namun ia dengan cepat menghapus dengan punggung tangannya. Ia tidak ingin HyeJeong tahu bahwa dirinya juga sangat sedih.

“aku…akan sembuh Hye…” ucapnya

“kau berjanji?”

Ajjuma mengangguk pelan, walau HyeJeong tidak bisa melihatnya mengangguk namun gadis itu akhirnya tersenyum.

“apakah kau menginginkan sesuatu Ajjuma? Aku akan membawakan apapun yang kau inginkan” tawar HyeJeong

Ajjuma tertawa “aku baru saja menjalankan operasi Hye, tentu aku tidak bisa makan sembarangan dulu…padahal aku sangat ingin sekali makan okonomiyaki”

“ne…maka dari itu kau harus cepat sembuh Ajjuma, aku akan menemanimu membeli Tokkboki dan memakannya bersama, arra”

Ajjuma kembali mengangguk “kau sendiri sudah makan?”

“hmm setelah ini aku akan makan”

“dimana Seok Jin?”

“Jin sedang membantu Satoshi Sensei , sebentar lagi jam kerjanya selesai…pasti sebentar lagi ia akan kemari…aku sangat merepotkannya akhir-akhir ini Ajjuma” ujar HyeJeong sedih.

“maafkan aku”

“mengapa Ajjuma meminta maaf?”

“bukankah aku yang merepotkan kalian akhir-akhir ini, karena aku sakit kalian jadi repot menungguiku hingga aku sadar…maafkan aku Hye…”

HyeJeong menggeleng “anii…Ajjuma sedang sakit, kau tidak merepotkan siapapun Ajjuma…jangan berkata seperti itu”

Ajjuma tersenyum “bagaimana hubungan kalian? Baik-baik saja bukan?”

HyeJeong perlahan menyunggingkan senyumnya,

“emm kami baik-baik saja…

Ajjuma…aku ingin segera mengoperasi mataku”

Ajjuma membulatkan matanya,

“benarkah? Apakah ini karena Seok Jin?”

Semburat merah muncul di pipi HyeJeong, namun ia menggelengkan kepalanya,

“ani…bukan hanya karena Jin saja, tapi aku ingin menjadi orang yang lebih berguna lagi. Dan yang paling utama aku bisa merawat Ajjuma saat sakit seperti ini dan tidak merepotkan orang lain…

aku tidak mungkin mengandalkan Jin terus, terkadang aku merasa ia pasti sangat lelah namun memaksakan dirinya menemaniku. Aku sudah melarangnya ,namun ia sangat keras kepala”

“itu bukan keras kepala…itu adalah perhatian, kau tahu Seok Jin sangat memperhatikanmu…itu sudah membuatku percaya kesungguhannya terhadapmu. Kesan pertamaku saat bertemu dengannya, ia orang yang sangat baik. Aku sangat bersyukur bertemu orang seperti Jin…bukankah begitu?”

“Jin pernah mengatakan bahwa ia pernah mempunyai teman masa kecil yang bernama HyeJeong , ia kehilangan kabar darinya dan ia sangat yakin bahwa kau adalah HyeJeong kecilnya. Namun aku mengatakan itu hal yang mustahil…nama HyeJeong itu banyak sekali, itu benar-benar tidak mungkin. Dan lalu ia bertemu denganmu di Jepang yang besar ini…aigooo. Tapi setelah ia mengatakan bahwa bulan lahir teman masa kecilnya itu bulan Oktober , aku mengingat bahwa kau juga lahir bulan Oktober Hye…aku sempat berfikir apakah kau adalah HyeJeong teman masa kecilnya…hmmmm”

“benarkah?” HyeJeong berpikir sejenak.

“apakah Ajjuma tahu tanggal lahir Jin?”

“anii…aku tidak sempat bertanya padanya, tapi…benar juga, 2 tahun kita mengenalnya, tapi ia sama sekali tidak pernah memberitahukan ulang tahunnya kapan kepada kita, benarkan?” wajah Ajjuma juga seperti berpikir.

“tapi kau sangat mencintainya kan?

aku harap suatu saat Jin akan menjadi pendamping hidupmu Hye”

HyeJeong terdiam…matanya mulai berkaca-kaca,

“kuharap juga begitu…dan aku juga ingin kau selalu di sampingku Ajjuma”

Ajjuma meraih tangan HyeJeong lembut,

“aku akan selalu di sampingmu Hye…selalu”

 

“apakah kalian sedang membicarakan aku?” pintu tiba-tiba terbuka dan muncul Jin dari balik pintu tersebut.

“Seok Jin…sudah lama tidak melihatmu, bagaimana kabarmu?” sapa Ajjuma seperti biasa dengan semangat kepada Jin.

“sangat baik Ajjuma” jawab Jin dengan semangat juga.

HyeJeong hanya terdiam mendengarkan percakapan mereka, sekelebat bayangan terlintas di pikirannya…

“HyeJeong’a kenapa kau diam saja? apakah kau sakit?” Jin menyentuh pundak HyeJeong dan menatap gadis itu lekat-lekat.

HyeJeong segera menggelengkan kepalanya

“ani…kau sudah makan?”

“mmm belum, bagaimana dengan kalian?” Jin menatap Ajjuma dan HyeJeong bergantian.

“kalian makanlah dulu, aku akan istirahat…sangat mengantuk sekali mataku”

“arra , Ajjuma harus banyak istirahat, Jaljayo Ajjuma” Jin menurunkan sandaran ranjang Ajjuma dan menarikkan selimut sampai batas lengan.

“Kim Seok Jin…”

Jin menatap Ajjuma bingung,

“ne?”

Ajjuma Lee tersenyum menatap Jin,

“apakah ada yang Ajjuma inginkan ketika kami pergi? Aku akan membawakannya untukmu” ujar Jin tersenyum

“aku hanya ingin kau selalu berada di samping Hye…jaga HyeJeong baik-baik, dengan kondisi seperti ini aku tidak mungkin selalu menjaganya…aku sangat bersyukur ada kau di samping Hye sekarang…terima kasih Seok Jin”

Jin mencerna setiap kata-kata Ajjuma, senyum di wajahnya perlahan memudar…namun kemudian ia kembali tersenyum,

“sudah kewajibanku bukan menjaga HyeJeong…dan aku juga akan menjagamu Ajjuma, kau sudah seperti Ibuku sendiri…tidak perlu berterima kasih”

“hmmm baiklah…kalian hati-hati di jalan, aku akan istirahat…”

***

HyeJeong mengaduk-aduk Tonjironya ( sup jepang ) dengan pelan, entah mengapa ia benar-benar kehilangan nafsu makannya…

Jin yang duduk di depan HyeJeong memperhatikan tingkah gadis itu.

“mengapa kau tidak makan?”

….

“Jin…apakah Ajjuma akan pergi meninggalkan kita?”

Jin meletakkan alat makannya dan mengulurkan tangannya meraih tangan kiri HyeJeong “jangan berpikiran seperti itu…semua akan baik-baik saja…percayalah”

HyeJeong mengangguk pelan…

“Jin aku sangat bahagia bersama denganmu … dan aku juga takut jika kau akan meninggalkanku”

“untuk apa aku meninggalkanmu? Itu semua tidak akan terjadi. Aku tidak ingin kehilanganmu untuk yang kedua kalinya. Tidak akan.

Sekarang kau makanlah…aku tidak ingin kau sakit HyeJeong’a…”

Jin mengambil sendok sup HyeJeong dan menyuapkannya,

“aaaaa…buka mulutmu”

HyeJeong membuka mulutnya dan menerima makanan dari Jin.

Seandainya saja ia bisa menatap lelaki yang berada di hadapannya saat ini…

Jin dan HyeJeong berjalan kembali ke Rumah Sakit, HyeJeong melingkarkan tangannya pada lengan Jin dengan wajah di hiasi senyum bahagia…

Jin membuka pintu ruangan Ajjuma, namun ia tak mendapati Ajjuma berada di ranjangnya seperti sebelum ia meninggalkan ruangan ini.

Ia menoleh kepada HyeJeong,

“Ajjuma tidak ada di sini”

“wae?apa yang terjadi Jin?” HyeJeong mulai panik, Jin berusaha tenang dan tidak ikut panik

“kau tunggulah di sini, aku akan mencari tahu”

Jin bergegas mencari Dr. Kawaguchi…

Detak jantung Jin berpacu dengan cepat.

Tidak.

Ini tidak mungkin terjadi.

Benak Jin berkecamuk.

Ia berdiri di ruangan Dr. Kawaguchi dan mengetuk pelan, berusaha mengatur nafasnya.

Tidak ada jawaban.

Jin semakin panik.

Ia menggelengkan kepalanya dan berjalan ke arah Ruang Gawat Darurat.

Ia berdiri di depan pintu itu dan menunggu…

“Kim Seok Jin…”

       

Jin menatap Ajjuma bingung

“ne? apakah ada yang Ajjuma inginkan ketika kami pergi? Aku akan membawakannya untukmu” ujar Jin tersenyum

 

“aku hanya ingin kau selalu berada di samping Hye…jaga HyeJeong baik-baik, dengan kondisi seperti ini aku tidak mungkin selalu menjaganya…aku sangat bersyukur ada kau di samping Hye sekarang…terima kasih Seok Jin”

 

Itu adalah kata-kata terakhir Ajjuma,

HyeJeong akhirnya mengerti mengapa ia menyuruh dirinya dan Jin makan di luar dan mengatakan hal itu.

Itu karena ia ingin pergi dengan tenang…tanpa HyeJeong dan Jin ketahui.

HyeJeong menangis sejadi-jadinya di lorong Rumah Sakit. Tangis HyeJeong semakin tumpah ketika Jin memeluk ingin menenangkan gadis itu.

“ini tidak mungkin….ini tidak mungkiiiiinnnn terjadiiiiii Jiiinnnnn…..” HyeJeong menangis histeris,

Jin ikut meneteskan air matanya, batinnya juga sedih mendengar berita kematian Ajjuma Lee. Ini seperti mimpi bagi mereka berdua. Namun… inilah kenyataannya. Ajjuma Lee sudah pergi meninggalkan dirinya dan HyeJeong…

****

Jin mendudukkan dirinya di kursi pantry dapur, tatapannya kosong.

Semua ini terlalu cepat baginya dan HyeJeong…ia sangat tahu benar gadis itu pasti tidak akan mampu menerima kenyataan ini. Ia menerawang kembali kata-kata terakhir Ajjuma padanya.

Tentu saja ia akan selalu menjaga HyeJeong.

Sejak pulang dari pemakaman Ajjuma Lee tadi siang HyeJeong tidak keluar dari kamarnya.

mengurung diri di kamar, gadis itu sangat terpukul dengan kejadian ini.

Jin memejamkan matanya…berharap semua akan baik-baik saja esok hari.

Jin menggeliat di sofa tempat ia tidur semalaman…

Tentu saja di sofa Apartment milik HyeJeong,

Semalaman gadis itu mengurung dirinya di kamar, Jin tidak ingin mengganggu HyeJeong…namun ia sangat khawatir dengan kondisi HyeJeong sehingga ia memutuskan bermalam dan tidur di sofa ruang tamu , takut jika terjadi sesuatu dengan HyeJeong.

Jin berjalan ke arah kamar HyeJeong dan mengetuk pintu itu perlahan.

Namun tak ada jawaban…Jin mulai khawatir,

Perlahan ia memutar kenop pintu kamar HyeJeong yang ternyata tidak di kunci,

Kamar itu gelap namun ia bisa melihat jika ranjang HyeJeong kosong,

Ia mendekatkan telinganya di pintu kamar mandi…namun tidak ada juga ada tanda-tanda kehidupan di dalam.

Kemanakah gadis itu? Gumam Jin dalam hati.

Namun ia berpikir sejenak…

Apa mungkin?

Jin segera beranjak dari tempatnya , menyambar jaket tebalnya dan melangkahkan kakinya ke arah pintu.

Jin mengedarkan pandangannya kesekeliling taman dekat Apartment mereka,

Mungkinkah gadis itu pergi ke sini?

Setelah 10 menit berkeliling di taman ,tiba-tiba pandangannya tertuju kepada seseorang yang sedang berdiri merentangkan tangannya membelakangi dirinya.

Jin sangat tahu pasti siapa sosok itu, Ia tersenyum mendekat ke arahnya.

“kau bangun pagi sekali”

HyeJeong terkejut dengan kedatangan Jin yang tiba-tiba dan memeluknya dari belakang.

“Jiiiiinnnnn…kau membuatku terkejut, ommooo” gadis itu mengelus dadanya , karena terlalu terkejut dengan kedatangan Jin.

Jin tersenyum dan masih melingkarkan tangannya di pinggang HyeJeong,

“bagaimana keadaanmu?”

HyeJeong menghela nafas beratnya

“baik…jauh lebih baik…pagi ini aku sangat lega…masih bisa menghirup udara segar”

“jangan pergi sendirian lagi…aku tak ingin terjadi sesuatu padamu, mengerti?” tegas Jin namun dengan suara yang lembut.

Grrrrrrrrr……

Jin yang meletakkan kepalanya di pundak HyeJeong langsung menoleh ke arah gadis itu.

Kemudian ia terkekeh geli.

“mau aku masakan sesuatu? Sepertinya aku mendengar suara aneh dari perutmu”

HyeJeong tersenyum dan membalikkan badannya,

“gurre…aku sangat lapar…buatkan aku bibimbap”

“apapun itu😀

eohh kau tidak lupa kan hari ini kita akan menemui Dr. Satoshi”

HyeJeong mengangguk pasti “aku ingat”

*****

Langkah ringan Jin terlihat ketika ia melangkahkan kakinya keluar dari Rumah Sakit,

Jam kerja praktiknya telah usai dan ia segera meluncur menuju Apartment HyeJeong.

Ia sangat senang mendengar berita ini, operasi mata HyeJeong akan di lakukan lebih cepat dari jadwal sebelumnya.

Tentu saja pihak Rumah Sakit sudah mendapatkan pendonor mata tersebut.

Ia tidak perlu menunggu lama lagi karena pendonor mata itu sendiri adalah Ajjuma Lee.

Sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya , ia meminta Dr. Kawaguchi agar mendonorkan matanya kepada HyeJeong.

Mata Ajjuma Lee masih sehat dan karena itu jadwal operasi HyeJeong bisa di lakukan dalam waktu minggu-minggu ini.

Jin mendapati HyeJeong yang sedang tertidur di kamarnya, dan ia ingin membuatkan sesuatu yang spesial untuk HyeJeong.

Jin mengambil apron dan memasangkan pada tubuhnya dan mulai sibuk dengan pekerjaan dapurnya.

HyeJeong bangun dari tidurnya karena mencium bau masakan yang sangat mengusik hidungnya.

Perlahan HyeJeong melangkahkan kakinya ke arah dapur.

“eohh kau sudah bangun? Duduk lah…sebentar lagi makanan siap” Jin menyadari kedatangan HyeJeong dan dengan segera menuntun HyeJeong menuju kursi meja makan.

“wangi sekali…sepertinya kau masak Spagety hari ini…”

“kau boleh tidak bisa melihat, tapi penciumanmu benar-benar tidak meragukan Nona Shin…” Jin berjalan mendekat ke arah meja makan dengan membawa 2 piring di tangannya.

HyeJeong tertawa,

“hati-hati ini masih sangat panas” Jin mengarahkan tangan HyeJeong agar meraih garpu di sebelah tangannya.

Ia tersenyum memperhatikan HyeJeong yang makan dengan lahapnya.

Jin merapihkan ruang makan dan ruang tamu sebelum ia pergi meninggalkan Apartment HyeJeong.

Kemudian ia menuntun HyeJeong menuju kamarnya . HyeJeong merebahkan dirinya ke atas ranjang dan Jin menarik selimut menyelimuti kaki HyeJeong.

“istirahatlah…besok pagi aku akan kembali” Jin mengecup kening HyeJeong dengan lembut.

Ketika Jin ingin beranjak dari tempatnya , HyeJeong menahan tangan Jin.

Jin menatap HyeJeong bingung.

“bisakah kau menemaniku malam ini Jin?”

Jin terperangah mendengar permintaan HyeJeong,

“kau tahu aku sangat kehilangan Ajjuma…dan sendirian di Apartment ini di malam hari membuatku terkadang takut”

Jin mengelus rambut HyeJeong lembut,

“baiklah…aku akan kembali setelah mengambil bajuku dan membersihkan diri…kau ingin menungguku?”

“itu akan sangat lama…bagaimana jika kau mandi di sini saja. Itu akan mempersingkat waktu”

“kau begitu merindukanku sehingga aku tidak boleh pulang ke Apartmentku sendiri?” ujar Jin sambil mencubit hidung HyeJeong.

HyeJeong mengangguk “aku merindukanmu Jin…seharian kau meninggalkan aku rasanya seperti berhari-hari tidak bertemu denganmu”

Jin tersenyum mendengar ucapan HyeJeong ,tidak biasanya HyeJeong mengatakan perasaannya secara terang-terangan di hadapan Jin.

“just 10 minutes Princess”

Setelah selesai membersihkan diri , Jin kembali ke kamar HyeJeong dan mendapati gadis itu masih terjaga.

“mengapa belum tidur?”

“bukankah aku mengatakan akan menunggumu” ujar HyeJeong

“baiklah…sekarang kau istirahat…Jalja” Jin kembali mengecup kening HyeJeong kedua kalinya.

“kau akan tidur dimana?” Tanya HyeJeong

“di…sofa tentunya” Jawab Jin dengan kikuk

“tidurlah di sini bersamaku Jin…” HyeJeong menepuk-nepuk ranjang kosong di sampingnya.

Sejenak Jin ragu, namun akhirnya ia beranjak ke atas ranjang dan duduk di samping HyeJeong.

“aku ingin tidur di pelukanmu…” HyeJeong mendekatkan dirinya kepada Jin.

Jin menaikkan lengannya ke atas , agar HyeJeong bisa bertumpu pada lengannya.

Kini HyeJeong sudah berada di dalam pelukan Jin, Jin membelai lembut rambut HyeJeong yang jatuh menutupi wajah HyeJeong.

“Jin…maafkan aku”

HyeJeong meletakkan tangan kanannya di dada Jin.

“untuk apa?mengapa kau meminta maaf?”

“karena…

Karena seharusnya aku memanggilmu dengan Oppa”

Jin tertawa,

“wae?”

HyeJeong mengangguk,

“emm…bukankah dulu aku pernah mengatakan bahwa aku tidak akan memanggilmu oppa”

Jin terdiam, namun wajahnya menandakan kebingungan,

“aku tidak mengingat kau pernah mengatakan hal itu padaku”

HyeJeong tersenyum

“kau lupa?”

HyeJeong dapat merasakan dagu Jin yang bergerak di atas kepalanya tengah mengangguk.

“bukankah aku pernah mengatakan tidak akan memanggilmu oppa karena aku lahir di bulan 10 dan kau di bulan 12”

Jin menjauhkan pelukannya dan menatap HyeJeong lekat,

“kau…kau mengingatnya?”

HyeJeong masih tersenyum,

“aku tidak lupa ingatan…aku hanya tidak ingat sebagian masa kecilku. Oppa adalah bocah kecil yang memaki topi berwarna biru yang membantu HyeJeong kecil yang terjatuh dari sepeda kecilnya” HyeJeong tertawa.

Jin masih menatap HyeJeong tidak percaya, ini pasti mimpi…keraguannya terjawab sudah. Gadis ini memang HyeJeong kecilnya.

Jin kembali mengeratkan pelukannya pada HyeJeong,

“HyeJeong’a kau tahu aku sangat bahagia mendengar hal ini” Jin tidak mampu menahan senyum bahagia di wajahnya.

“oppa…aku juga bahagia bisa bertemu dengan penyelamatku dulu lalu orang itu juga menyelamatkan hidupku dan kini ia ada di hadapanku…memelukku” HyeJeong menengadahkan kepalanya seolah menatap Jin.

Jin juga menatap HyeJeong dengan perasaan yang sangat bahagia,

“aku jauh lebih bahagia lagi HyeJeong’a…kau memang HyeJeong kecilku”

Tangan HyeJeong menyentuh wajah Jin lembut,

“seandainya aku bisa melihat wajahmu saat ini…itu akan jauh lebih membuatku bahagia”

“lalu jika wajahku tidak setampan yang kau kira, apakah kau tidak akan bahagia?”

“oppa…hatimu yang membuatku jatuh cinta” jawab HyeJeong penuh arti.

“tapi kau akan sangat terpesona jika kau melihat wajahku , wajahku tidak kalah menawan dengan artis terkenal”

“jinjja? Berarti aku memang wanita yang paling beruntung di dunia ini” HyeJeong tak mampu menahan kebahagiaan lagi di wajahnya, ia memeluk Jin dengan sangat erat.

“guerom…arraseo…” Jin tertawa dan kembali memeluk HyeJeong.

“sepertinya kita akan mimpi indah malam ini” Jin mencium kening HyeJeong

“mmm…Jaljayo oppa…aku mencintaimu”

“aku lebih mencintaimu HyeJeong’a”

Jin mendaratkan bibirnya di bibir HyeJeong,

HyeJeong terkejut namun tak ingin menolak,

Ia menginkan kehangatan Jin lebih dari ini.

HyeJeong menikmati tiap lumatan lembut bibir Jin, ia melenguh pelan di iringi decapan bibir mereka.

Perlahan Jin melepas ciumannya dan menatap dalam ke mata HyeJeong,

“aku akan sangat merindukan mata coklatmu yg indah ini”

HyeJeong merengut “ jadi kau tak ingin melihat mata baruku nanti?”

Jin tersenyum “aku tidak sabar melihat mata indahmu yang bisa melihat dan memandang ketampananku nanti”.

There’s nothing I could say to you

Nothing I could ever do to make you see

What you mean to me

All the pain , the tears I cried

Still you never say goodbye and now I know how far you’d go

I know I let you down but it’s not like that now

This time I’ll never let you go

I will be all that you want and get my self together

Cause you keep me from falling apart

All my life I’ll be with you forever

To get you through the day and make everything OK…

Tbc-

Huaaaaa Annyeong…

Pingin bgt ngepost langsung yah part per partnya…

Sayangnya harus di potong sampe sini dulu,

Di sini Jin So Sweet bgt yahh *,*

Hihi,

Mungkin ada dari beberapa reader yang bingung dengan prolog di awal part ini,

Kalian akan mengerti pas chapter selanjutnya di posting yaaa :*

Muah…

Gomawo udah baca dan comment di part sebelumnya,

Luv Jin

Chahaekris

About BlueChip

Just a normal noona fan who can't resist 97 line(?)

5 thoughts on “FF/ FATE/ BTS-AOA/ pt. 7

  1. Duh lama sekali tak bersua. Akhirnya muncul juga nih.
    Cepetan dipost ya min udah ga sabar baca chap lengkapnya.

  2. annyeong new readers here~ aku udah baca semua ff nya sampe chapter ini ^^ Jin Hyejeong so sweet banget yah >< suka banget sama ff ini, gomawo thor! next😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s