FF/ FINDING BABY/ BTS-BANGTAN/ pt. 5


Finding Baby 5

Tittle:    Finding Baby

Author:                FunHopie

Length: Chapter (Part 5)

Genre:  Friendship, Family, Romance

Cast:      Yoon Jun Hee (OC)

Kim Seok Jin (BTS’s Jin)

Min Yoon Gi (BTS’s Suga)

Jung Ho Seok (BTS’s J-Hope)

Kim Nam Joon (BTS’s Rapmon)

Park Ji Min (BTS’s Jimin)

Kim Tae Hyung (BTS’s V)

Jeon Jung Kook (BTS’s Jungkook)

Rating:  PG-15

 

Keesokan harinya…

“Hoammm.” Jin bangun dari tidurnya. Ia melihat jam pada ponselnya yang masih menunjukkan pukul 6 pagi. Jin berjalan menuju dapur untuk minum air putih. Tiba-tiba…

“Aaaaaaakkkkkkk!!!!!!” teriak Hoseok yang berhasil membangunkan seluruh isi apartement mereka bertujuh.

“Wae? Wae?” tanya Jin yang langsung berlari menuju kamar dengan membawa gelas bekas minumnya tadi.

“Minseok hilang hyung!!” jawab Hoseok panik.

“Mwo??” kaget semuanya.

~~~~

“Kau jangan bercanda, Hoseok-ah!” kesal Jin.

“Aku tidak bercanda hyung. Aku sudah mencarinya dimana-mana tapi tidak ketemu.” balas Hoseok panik.

“Yoongi-ah! Kau kan semalam tidur dengan Minseok.” kata Jin kepada Yoongi.

“Nde hyung. Tapi aku tidak tahu bagaimana Minseok bisa hilang.” jelas Yoongi ikut gelisah.

“Bagaimana ini?” kata Jin bingung sambil mengusap-usap wajahnya kasar.

“Hyung, kita harus bagaimana?” tanya Namjoon.

“Aku tidak tahu Namjoon-ah. Tidak mungkin kalau kita lapor polisi.” jawab Jin yang sudah terduduk lemas di sofa.

“Hyung! Apakah pintunya dari tadi terbuka?” tanya Jungkook sambil menunjuk ke arah pintu.

“Pintu?” bingung Namjoon, Yoongi, Hoseok, dan Jin.

“Yak! Pasti Minseok merangkak keluar.” kata Yoongi.

“Kajja kita cari Minseok di sekitar sini hyung!” usul Jungkook.

“Kajja! Hari ini kita izin tidak sekolah dulu saja nee. Kita harus mencari Minseok sampai ketemu.” kata Jin.

“Nde.” balas semuanya.

Di sekitar apartement

Dengan hilangnya si Minseok, namja-namja tampan ini sedang sibuk mencari bayi namja lucu tersebut. Jungkook dan Jin mencari Minseok di jalanan, Namjoon dan Hoseok mencari Minseok di taman dekat apartement mereka, dan Yoongi mencari Minseok di sekitar apartement.

Setelah mencari-cari dan tidak ada hasil, mereka berkumpul kembali di depan apartement.

“Hyung! Bagaimana?” tanya Yoongi kepada Jin.

“…” Jin hanya menggeleng.

“Ahh! Bagaimana ini!!” kesal Namjoon.

“Oh, tunggu dulu!!” teriak Jungkook yang sontak membuat hyung-hyungnya mengalihkan perhatian mereka kepadanya.

“Wae? Wae?” tanya Hoseok penasaran.

“Kalian merasa ada yang aneh tidak?” kata Jungkook.

“Aneh? Aneh apanya Jungkook-ah?” tanya Jin bingung.

“Seperti ada yang kurang diantara kita.” jelas Jungkook.

“Wait..wait..” kata Hoseok sambil berpikir keras.

“Wait itu apa hyung?” tanya Jungkook kepada Hoseok.

“Tunggu Jungkook-ah.” balas Hoseok.

“Eyy hyung! Kenapa aku harus menunggu? Kan aku hanya bertanya, wait itu artinya apa?” tanya Jungkook lagi.

“Tunggu Jungkook-ah.. Tunggu..” jawab Hoseok sabar sambil mengelus rambut Jungkook lembut dan melanjutkan memikirkan persoalan yang mereka hadapi saat ini.

“…” Namjoon, Jin, dan Yoongi masih menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya antara Hoseok dan Jungkook.

“Hyung!!! Jangan membuatku tambah penasaran! Wait itu apa?” tanya Jungkook kesal.

“Aaarrrgghh! Tunggu Jungkook-ah Tunggu!!! Wait a..da..lah TUNGGU!!!! Arraaaaaaa!!!!!!!!!” teriak Hoseok kesal sambil menjambak rambut Jungkook.

“Akkk!!! Appoo! Arra hyung arra! Mianhae…” balas Jungkook kesakitan.

“Yapp! Berikan uangmu, aku yang menang.” kata Jin kepada Namjoon dan Yoongi. ‘emang menang apa?’

“Huh! Seharusnya tadi aku menjawab jambak rambut. Kenapa aku malah menjawab menjambak bulu hidung.” sesal Yoongi sambil memberikan uangnya kepada Jin. ‘ohmygod! Taruhan ternyata -_-‘

“Huh! Kenapa aku malah diam saja tak menjawab apa-apa?” sesal Namjoon sambil memberikan uangnya kepada Jin pasrah. ‘what the!!’

“Hahaha..” tawa Jin puas.

“Kalian sedang apa hyung?” tanya Jungkook saat ia melihat Namjoon dan Yoongi memberikan uang mereka kepada Jin.

“Emm, nothing Jungkook-ah..” jawab Namjoon.

“Nothing itu apa lagi hyung?” tanya Jungkook polos. ‘oh god..jangan lagi T.T’

“Yak! Jungkook-ah! Kau kenapa bodoh sekali, eoh?” kesal Namjoon.

“Hehe, mian hyung..” balas Jungkook.

“Sudah..sudah.. Jungkook-ah, tadi kau bilang ada yang kurang. Memang apa yang kurang?” tanya Hoseok.

“Seharusnya kan kita bertujuh. Tapi sekarang kita hanya berlima.” jelas Jungkook.

“Ish! Jinjja! Kenapa aku baru sadar! Jimin dan Taehyung kemana?” kata Yoongi.

“Molla hyung. Kita dari kemarin kan belum bertemu mereka sama sekali.” balas Namjoon.

“Cepat telepon hyung! Telepon!” suruh Jungkook.

“Arrasseo..arrasseo..” balas Yoongi sambil mengambil ponsel di sakunya.

“Ppali hyung! Ppali!!” kata Jungkook sambil menggoyang-goyangkan pundak Yoongi tak sabaran.

“Ish!!” balas Yoongi hendak menjitak kepala Jungkook.

“Hyuuuung!!!” teriak Jungkook sambil berlari ke arah Hoseok.

“Wae? Wae? Wae?” tanya Hoseok.

“Yoongi hyung mau memukulku hyung..” adu Jungkook manja.

“Yoongi? Yoongi katamu? Min Yoon Gi kulit pucat saudara Edward Cullen si vampire itu?” balas Hoseok.

“Nde hyung.” jawab Jungkook tegas sambil mempoutkan bibirnya.

“Ahh.. lucunyaaaa…” kagum Hoseok saat melihat Jungkook mempoutkan bibirnya.

“Hyung…” panggil Jungkook.

“Sadarlah Hoseok sadarlah! Hanya Jimin yang ada di hatimu.” kata Hoseok.

“Hyuung..” panggil Jungkook lagi. Jin, Namjoon, dan Yoongi hanya menggeleng melihat Hoseok.

“Ahh nde. Mana dia? Mana Yoongi? Dasar…” belum selesai Hoseok bicara.

“Dasar apa?” tanya Yoongi menantang Hoseok.

“Dasar bocah nakal! Kenapa kau mengganggu Yoongi hyung, eoh?” kata Hoseok berlagak marah kepada Jungkook karena ia lebih takut dengan Yoongi.

“Hyung!! Kenapa malah memarahiku?” sebal Jungkook.

“Eyy! Sudahlah. Yoongi-ah, cepat telepon Jimin dan Taehyung.” perintah Jin.

“Nde hyung.” balas Yoongi.

“Yoboseyo..” Jimin mengangkat telepon .

“Jimin-ah? Kau dimana sekarang?” tanya Yoongi.

“Hyung..hyung.. loudspeaker..” pinta Jungkook.

“Arrasseo..” balas Yoongi.

“Aku sedang bersama Taehyung, hyung. Apa tadi suara Jungkooki? Ahh, aku merindukannya..” balas Jimin berbunga-bunga.

“Matikan hyung matikan!” suruh Jungkook kepada Yoongi karena takut dengan Jimin.

”Kau dimana, Jimin-ah?” tanya Yoongi lagi.

“Aku di tempat gym hyung. Waeyo?” tanya Jimin.

“Apa kau sekarang bersama Minseok?” tanya Yoongi.

“Minseok? Ani hyung. Wae?” balas Jimin.

“Minseok hilang Jimin-ah..” jawab Yoongi.

“Mwo? Hilang? Kau bercanda kan hyung?” kaget Jimin.

“Yak! Bagaimana aku bisa bercanda tentang hal ini!” teriak Yoongi. Jungkook yang tepat di samping Yoongi langsung membelalakkan matanya kaget karena teriakan Yoongi yang membuat telinganya sakit.

“Arrasseo hyung. Aku dan Taehyung akan membantu mencari Minseok.” kata Jimin.

“Oke Jimin-ah. Aku tutup teleponnya.” balas Yoongi.

Di tempat Jimin dan Taehyung…

“Wae? Wae?” tanya Taehyung kepada Jimin setelah Yoongi menutup telepon Jimin.

“Minseok hilang, Taehyung-ah!!” teriak Jimin khawatir.

“Mwooooooo!!!” teriak Taehyung tak kalah keras membuat semua orang di tempat Gym Jimin menoleh ke arah mereka.

“Maafkan kami..” kata Jimin sambil menundukkan kepalanya kepada semua orang di sekitar mereka dan tak lupa ia menundukkan kepala Taehyung secara paksa.

“Kita harus bagaimana sekarang Jimin-ah?” tanya Taehyung.

“Kita harus kembali ke apartement dan membantu mencari Minseok, Taehyung-ah.” jawab Jimin.

“Ppali kajja Jimin-ah!” ajak Taehyung.

“Nde.” balas Jimin.

Jimin dan Taehyung memutuskan kembali ke apartement mereka untuk membantu hyung-hyung mereka mencari Minseok. Tak lama kemudian mereka sampai di apartement mereka dan tak sengaja bertemu hyung-hyung mereka yang masih mencari Minseok di sekitar apartement.

“Bagaimana hyung?” teriak Jimin sambil berlari menghampiri Yoongi.

“Huft. Minseok tidak ada dimana-mana Jimin-ah..” jawab Yoongi sedih.

“Bagaimana Minseok bisa hilang sih hyung?” kesal Jimin.

Plaaaaakkkk! ‘Suara jitakan..’

“Aakkk!! Appooo!! Jin hyung!! Kenapa kau menjitak kepalaku?” teriak Jimin.

“Bukannya kau yang keluar pagi-pagi tadi dan tidak menutup pintu, eoh?” bentak Jin.

“Aku? Tidak menutup pintu? Hyung! Bukan aku. Itu semua salah Taehyung. Aku sudah mengingatkannya agar jangan lupa menutup pintu.” jelas Jimin.

“Taehyung?” kesal Yoongi dan Jin.

“Mana bocah planet Mars itu?” kesal Yoongi sambil mencari sosok Taehyung.

“Aku benar-benar ingin menjitak kepalanya yang kosong itu!” kesal Jin sambil menggenggam tangannya.

“Gawat! Gawat! Aku harus bersembunyi. Kepalaku yang berharga.. kepalaku yang berharga..” Taehyung melarikan diri sambil memegangi kepalanya.

Taehyung bersembunyi di gang sempit yang dapat memuat tubuhnya yang bisa dibilang ramping itu. Ia masih bisa mendengar suara hyung-hyungnya yang meneriaki namanya yang terdengar begitu mengerikan baginya. Akhirnya Taehyung memutuskan untuk melewati gang sempit itu agar dapat menghindar dari hyung-hyungnya yang sedang murka itu. Setelah ia keluar dari gang sempit itu…

Buuuugggggg!! ‘Taehyung bertabrakan dengan seorang yeoja cantik yang sedang menggendong bayi’

“Aaakkk!” yeoja tersebut meringis kesakitan.

“Ahh, maafkan aku..” Taehyung menundukkan kepalanya sopan.

“Gwenchana..” jawab yeoja tersebut sopan.

“Jinjja? Aku benar-benar menyesal..” balas Taehyung yang masih merasa menyesal.

“Ndee. Aku baik-baik saja.” kata yeoja tersebut sambil menunjukkan senyumnya.

“…” Taehyung menganga melihat senyum yeoja cantik itu.

“Chogiyoo..” yeoja cantik itu melambaikan tangannya ke arah Taehyung yang masih menganga.

“…” Taehyung mulai menunjukkan cengiran bodoh khasnya.

“Chogiyoo..” yeoja tersebut menggoyang-goyangkan badan Taehyung.

“Ahh ndee. Waeyo?” Taehyung akhirnya sadar.

“Gwenchana?” tanya yeoja itu khawatir.

“Ndee. Hmm, kau siapa?” tanya Taehyung kepada yeoja cantik itu.

“Yoon Jun Hee imnida..” jawab yeoja itu sambil tersenyum. ‘jangan senyum lagi!!’

“Ahh…” Taehyung menganga lagi. ‘-_-‘

“…” yeoja tersebut menepuk pipi Taehyung lembut agar Taehyung sadar.

“Pipiku..pipiku.. Oh my god! Aku tidak akan mandi!!” kata Taehyung sambil mengelus-elus pipinya.

“Nde?” tanya yeoja itu.

“Ahh, aniyaa.” jawab Taehyung sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.

“Namamu siapa?” tanya yeoja itu sopan.

“Taehyung. Kim Tae Hyung imnida..” jawab Taehyung sambil mengulurkan tangannya.

“Ahh, Taehyung-ssi.” balas Junhee yang hendak menerima uluran tangan Taehyung tapi tak jadi karena bayi yang digendongnya tiba-tiba menangis.

“…” Taehyung yang merasa diabaikan menyalami tangannya sendiri. ‘hahaha’

“Sepertinya kau sedang sibuk Junhee-sii. Aku tinggal dulu nee. Ada sesuatu yang harus kucari.” kata Taehyung.

“Ahh ndee Taehyung-ssi. Semoga kita dapat bertemu kembali.” balas Junhee dengan senyuman hangatnya.

“Kakiku..kakiku..” kata Taehyung sambil memegangi kakinya.

“Wae? Wae? Apa kau sakit Taehyung-ssi?” tanya Junhee khawatir.

“Kakiku terasa lumpuh saat melihatmu tersenyum Junhee-ssi.” jawab Taehyung sontak membuat pipi Junhee merona.

“Hehe. Kau bisa saja Taehyung-ssi.” balas Junhee malu-malu.

“Hahaha. Baiklah Junhee-ssi aku tinggal nee.” kata Taehyung sambil memberikan senyuman termanisnya.

“Ndee Taehyung-ssi.” balas Junhee.

“Annyeong..” Taehyung melambaikan tangannya ke arah Junhee lalu beranjak pergi.

“Annyeong.” Junhee membalas lambaian tangan Taehyung.

“Oh, tunggu dulu..” Taehyung mendadak menghentikan langkahnya.

“Bukankah itu Minseok?” tambahnya saat ia menoleh ke belakang. Taehyung berlari menghampiri Junhee.

“Junhee-ssi!!” panggil Taehyung.

“Nde? Ada apa Taehyung-ssi?” tanya Junhee saat ia membalikkan tubuhnya.

“Bayi yang kau gendong itu…” Taehyung menggantungkan perkataannya sambil memperhatikan bayi yang digendong yeoja itu.

“Ahh, bayi ini. Aku menemukannya saat ia sedang merangkak keluar dari apartement di seberang sana.” jelas Junhee.

“Ini kan Minseok..” kata Taehyung.

“Minseok?” kata Junhee. Ia merasa tidak asing dengan nama Minseok.

“Ndee. Bayi ini Minseok. Aku sudah mencarinya kemana-mana.” balas Taehyung.

“Jinjja? Ini bayimu?” tanya Junhee.

“Aniyaa. Dia adalah emm.. dia adalah keponakanku.” jawab Taehyung bingung.

“Ahh, ini. Lain kali kau harus hati-hati Taehyung-ssi.” kata Junhee sambil memberikan Minseok kepada Taehyung.

“Hehe. Aku memang salah Junhee-ssi karena tidak hati-hati. Gomawoyoo..” balas Taehyung.

“Ndee. Ya sudah aku pulang dulu nee.” kata Junhee.

“Ndee. Hati-hati nee.” balas Taehyung.

“Ndee. Annyeong…” Junhee melambaikan tangannya.

“Annyeong…” Taehyung membalas lambaian tangannya.

“Kajja kita pulang! Dengan begini appa-appamu tidak akan marah kepadaku.” kata Taehyung kepada Minseok.

“…” Junhee menghentikan langkahnya. Ia menoleh ke belakang. Ia melihat Taehyung dengan Minseok dengan tatapan sendu.

Sesampainya di apartement..

“Hyung! Hyung!” teriak Taehyung sambil berlari menghampiri hyung-hyungnya.

“Aku mengenal suara ini..” kata Namjoon.

“Ini suara yang kita tunggu-tunggu..” kata Jin.

“Suara yang menjengkelkan..” kata Yoongi.

“Suara yang tak bertanggung jawab..” kata Jimin.

“Suara makhluk asing..” kata Jungkook.

“Suara yang..yang.. jantan..” kata Hoseok. ‘mulai lagi deh -_-‘

“Yakk!!!” Semua meneriaki Hoseok.

“Mianhae..mianhae. Suara yang aneh..” kata Hoseok meralat perkataannya.

“Hyung!!!” panggil Taehyung lagi.

“Yakkk!!! Neo!!!” Semua menoleh ke arah Taehyung dan melihat bayi yang digendong Taehyung.

“Minseok-ah!!!!” teriak semuanya. Hoseok mengambil Minseok dari pelukan Taehyung. Jungkook, Jimin, dan Jin melihat kondisi Minseok sambil melepas rindu. Yoongi dan Namjoon memberi pelajaran(?) kepada Taehyung.

Di dalam apartement..

“Akhirnya Minseok bisa ditemukan.” lega Hoseok.

“Ini semua gara-gara kau, Taehyung-ah.” sebal Namjoon.

“Hehe. Mianhae hyung..” sesal Taehyung.

“Kalau dilihat-lihat Minseok tambah besar yaa?” kata Jin.

“Kau benar hyung. Apa sudah waktunya Minseok sekolah?” kata Jimin.

“Sekolah? Tapi, siapa yang akan menjaga Minseok di sekolah?” tanya Taehyung.

“…” semua menatap Taehyung.

“Kenapa kalian semua menatapku?” bingung Taehyung.

“Siapa lagi kalau bukan kau, Taehyung-ah!” jawab Yoongi.

“Aku yang menjaganya? Di sekolah?” kata Taehyung tak percaya.

“Wae? Kau tak mau?” tanya Namjoon.

“Shireo!!” jawab Taehyung tegas.

“Ahh, shireo?” tanya Yoongi.

“Nde! Wae? Wae? Wae?” tantang Taehyung.

“Namjoon-ah! Apa harus kita beri pelajaran lagi anak Mega Mind ini?” kata Yoongi.

“Eyy hyung! Arrasseo..arrasseo.. Aku akan menjaga Minseok.” jawab Taehyung terpaksa.

“Good..good..” sahut Hoseok.

“Hyung..hyung.. Minseok pasti kelaparan. Kan sedari tadi Minseok belum minum susu.” kata Jungkook.

“Ah matda! Tunggu dulu nee. Aku buatkan susu dulu.” kata Jin lalu beranjak pergi membuat susu.

“Aigoo uri Jungkookie..” goda Jimin.

“Wae? Wae?” tanya Jungkook sebal.

“Manisnyaaaaa…” gemas Jimin sambil mencubit pipi Jungkook.

“Hyung!! Apa harus setiap hari kau menggodaku dan mencubit pipiku, eoh?” kesal Jungkook.

“Waeyo Jungkookie?” tanya Jimin sambil mempoutkan bibirnya.

“Kau harus mencari yeojachingu hyung.” kata Jungkook.

“Ehm, kau benar Jungkook-ah.” balas Jimin.

“Jinjja hyung? Ahh, akhirnya kau sadar juga hyung. Apa kau sudah tahu siapa yang akan menjadi yeojachingumu?” lega Jungkook.

“Tentu saja aku tahu Jungkook-ah.” balas Jimin enteng.

“Jinjja? Jinjja? Nugu? Nugu?” tanya Jungkook penasaran.

“Dia adalah cinta pertamaku.” jawab Jimin.

“Hiyaahhh.. Siapa yeoja itu hyung?” tanya Jungkook antusias.

“Dia sangat cantik, manis, hidungnya mancung, dan giginya yang unik. Dia selalu menjauhiku, tapi aku tahu bahwa ia mencintaiku.” jelas Jimin.

“Sepertinya aku tahu dia itu siapa?” tiba-tiba Jungkook muram.

“Dia adalah JEON JUNG KOOKIE!!!!!!!” teriak Jimin bahagia.

“Tuh, kan.. Pasti aku lagi…” pasrah Jungkook. ‘sabar Jungkook’

“Apa yang kalian lakukan, eoh?” kesal Hoseok.

“Dia lagi..” sekarang Jimin yang muram.

“Haha. Rasakan kau Park Ji Min!” Jungkook puas.

“ Jungkook-ah, kau tidak mandi?” tanya Hoseok.

“Siap hyung! Aku mandi dulu nee Jimin hyung..” goda Jungkook.

“Aku ikuuutttt!!!!!!!” teriak Jimin.

“Kau tetap disini!” perintah Hoseok sambil menarik kerah baju Jimin agar ia tidak lari darinya.

“Wae hyung wae?” sebal Jimin.

“Hahaha. Aniyaa Jimin-ah..” balas Hoseok sambil tersenyum.

“Senyum itu.. Pasti dia akan membully’ku lagi.” pasrah Jimin.

“Jimin-ah…” panggil Hoseok dengan senyum iblisnya.

“Aaaaakkkkkkk!!!!” Jimin melarikan diri.

Setelah Yoongi, Namjoon, Jungkook, Hoseok, dan Jimin selesai mandi. Mereka berkumpul di ruang tengah untuk melihat Minseok. Mereka melihat Jin yang sedang bingung.

“Wae hyung? Kenapa kau tampak bingung?” tanya Namjoon.

“Aku bingung kenapa Minseok tidak mau meminum susu ini?” bingung Jin.

“Jinjja? Padahal kan Minseok dari tadi pagi belum makan, hyung.” kata Yoongi ikut bingung.

“Mungkin saja Minseok masih kenyang, hyung.” sahut Taehyung.

“Taehyung-ah, kenapa kau belum mandi?” tanya Jimin.

“Aku tidak akan mandi!” jawab Taehyung tegas yang langsung membuat semuanya bingung.

“Waeyo?” tanya Jin.

“Apa kau sakit?” tanya Hoseok khawatir.

“Nde. Aku sakit, hyung.” jawab Taehyung sambil senyum-senyum.

“Mwo? Kau sakit apa, Taehyung-ah?” khawatir Namjoon.

“Sakitnya itu disini hyung..” kata Taehyung sambil memegang dadanya.

“Kau gagal jantung, hyung?” tanya Jungkook.

“Yakk!! Pabo!” kesal Taehyung kepada Jungkook.

“Kau kenapa, Taehyung-ah?” tanya Yoongi.

“Aku sedang jatuh cinta hyung..” jawab Taehyung.

“Mwoo??” kaget semuanya.

“Bagaimana bisa kau jatuh cinta?” bingung Namjoon.

“Bagaimana rasanya jatuh cinta, hyung?” tanya Jungkook polos.

“Orang yang kau cintai itu yeoja atau namja, Taehyung-ah?” khawatir Yoongi.

“Jadi, kau benar-benar mencintaiku Taehyung-ah?” tanya Hoseok yang langsung mendapatkan tatapan jijik dari Namjoon, Jungkook, Yoongi, Jin, dan Jimin.

“Calm down, guys..” kata Taehyung santai. ‘jangan ngomong english please’

“Calm down itu apa hyung?” tanya Jungkook polos. ‘tuh kan..’

“Yak! Yak! Yak! Kau masuk kamar lalu belajar sana, Jungkook-ah!!” kesal Namjoon.

“Mianhae hyung mianhae!! Aku tidak akan belajar sampai aku menemukan cintaku.” balas Jungkook.

“Kalau begitu aku akan kaya!!” sahut Jin tiba-tiba.

“Eyy hyung! Kebodohan seseorang jangan kau jadikan taruhan terus-menerus.” kata Yoongi.

“Taruhan? Jadi..jadi.. Tadi pagi itu..” Jungkook belum selesai berbicara.

“Sudah Jungkook-ah.. sudah.. Aku tahu kau kecewa, marah, bahkan jika kau ingin menangis, menangislah sekarang! Menangislah Jungkook-ah!” kata Hoseok sambil memeluk Jungkook erat bermaksud untuk menenangkan Hoseok. ‘harus yaa kayak gitu?’

“Eyy hyung! Aku tidak bisa bernapas!” kesal Jungkook.

“Aku tahu..aku tahu.. Kemarahanmu itu membuat dadamu menjadi sesak kan, Jungkook-ah!” balas Hoseok yang masih memeluk Jungkook.

“Aku tidur dulu nee..” kata Yoongi karena sudah lelah dengan kelakuan Hoseok dan Jungkook.

“Hyung!! Aku ikuuutt!!” teriak Jimin dan Taehyung lalu mengikuti Yoongi.

“Ehm, Minseok ngantuk? Kajja kita tidur!” kata Jin mencari alasan agar dapat menjauh dari Hoseok dan Jungkook.

“Namjoon hyung!! Tolong aku!! Jangan tinggalkan aku juga!” kata Jungkook memohon kepada Namjoon agar bisa melepaskannya dari Hoseok.

“Arrasseo Jungkook-ah! Kau jangan khawatir. Aku akan menolongmu!” balas Namjoon semangat.

“Gomawo hyung!! Gomawo!!” haru Jungkook yang masih dalam dekapan Hoseok.

“Tapi nanti setelah aku tidur siang.. Annyeong Kookie-ah!” balas Namjoon. ‘jahatnyaa’

“Hyuuuuuunnnnnnnnggggggg!!!!!!!!!!” teriak kesal Jungkook.

Seperti itulah cara mereka menghabiskan waktu bersama. Atau bisa disebut cara Hoseok dan Jungkook menghabiskan waktu mereka bersama.

Keesokan harinya..

Seusai mandi dan sarapan pagi, mereka merundingkan sesuatu yang sangat penting sebelum mereka melakukan aktivitas mereka masing-masing.

“Jadi bagaimana?” Jin membuka percakapan.

“Apanya, hyung?” tanya Jungkook bingung.

“Rencana untuk menyekolahkan Minseok?” jawab Jin.

“Pasti susah jika mendaftarkan Minseok di sekolah manapun. Kita kan bukan orang tuanya.” jelas Yoongi.

“Benar kata Yoongi hyung. Pasti nanti kita dituduh yang macam-macam oleh pihak sekolah.” tambah Namjoon.

“Tapi, kita harus menyekolahkan Minseok. Tidak mungkin kan kalau Minseok terus-terusan dijaga oleh Jimin dan Taehyung yang..” belum selesai Jin berbicara.

“Yang apa hyung?” tanya Jimin dan Taehyung bersamaan.

“Tampan…” jawab Jin terpaksa.

“Gomawo hyung..” bangga Jimin dan Taehyung.

“Sebaiknya kita bicarakan ini nanti saja. Sekarang kita harus sekolah.” sahut Hoseok.

“Kau benar hyung. Kajja kita berangkat!” ajak Jungkook yang sudah berada di depan pintu.

“Wait..wait..” cegah Jimin.

“Wae?” tanya Hoseok, Namjoon, Jin, dan Yoongi bersamaan.

“Yang jaga Minseok siapa?” kata Jimin.

“Yaa pasti kalian lah..” balas Namjoon.

“Mwo? Andwae..andwae. Kita ada urusan lain, hyung.” kata Taehyung.

“Nde? Jadi, Minseok?” bingung Jin.

“Kalian bawa kuliah saja.” kata Jimin dengan entengnya.

“Mwo? Andwae Jimin-ah! Apa kata orang nanti?” tolak Yoongi yang diikuti anggukan kepala oleh Jungkook, Namjoon, Hoseok, dan Jin.

“Aku dan Jimin benar-benar tidak bisa, hyung.” kata Taehyung.

“Bagaimana hyung?” tanya Hoseok kepada Jin.

“Tidak ada cara lain, Hoseok-ah..” pasrah Jin.

“Nde?” kaget Hoseok, Yoongi, dan Namjoon.

“Kita harus membawanya.” tegas Jin.

“Lalu siapa yang membawanya?” tanya Namjoon.

“Rock..Scissor..Paper!!” teriak Hoseok tiba-tiba yang membuat Namjoon, Jin, dan Yoongi mau tak mau mengikuti Hoseok.

“Hahaha. Hoseok-ah! Gomawoo…” teriak senang Jin, Namjoon, dan Yoongi. ‘Hoseok kalah yaa?’

“Mwoya!!” kesal Hoseok yang disambut tawa oleh Jimin, Jungkook, dan Taehyung.

Di kampus tempat Namjoon, Hoseok, Yoongi, dan Jin bersekolah

“Hyung, berat..” bisik Hoseok kepada Yoongi.

“Tahan, Hoseok-ah. Jangan sampai ketahuan dosen dan anak-anak yang lain.” balas Yoongi.

“Hoseok-ah! Jaga Minseok baik-baik nee..” kata Jin.

“Kau mau kemana, hyung?” tanya Hoseok gelisah.

“Yaa kuliah lah, Hoseok-ah! Annyeong..” jawab Jin lalu pergi meninggalkan Hoseok dan yang lain.

“Aku juga masuk kelas dulu nee. Annyeong..” pamit Namjoon.

“Yak! Yak! Yak! Kenapa kalian semua meninggalkanku?” takut Hoseok.

“Sabar Hoseok-ah..” kata Yoongi menenangkan Hoseok.

“Memang hanya kau yang mengerti aku, hyung..” kata Hoseok terharu.

“Aku akan menemanimu, Hoseok-ah..” balas Yoongi sambil menepuk pundak Hoseok lembut.

“Gomawo hyung. Kau memang yang terbaik!” puji Hoseok.

“Waktu menemaninya sudah habis. Aku masuk kelas dulu nee, Hoseok-ah! Fighting!!” teriak Yoongi sambil berlari ke kelasnya. ‘belum sampai 5 detik’

“Mwoyaaaa!!!” kesal Hoseok.

Sepulang sekolah..

                Seusai sekolah, Jin, Hoseok, Namjoon, Yoongi, dan Jungkook pulang bersama. Sekolah Jungkook yang dekat dengan kampus Jin, Hoseok, Namjoon, dan Yoongi membuat mereka selalu pulang bersama setiap harinya.

“Bagaimana Hoseok-ah?” tanya Yoongi.

“Bagaimana apanya?” kesal Hoseok.

“Haha. Apa Minseok rewel?” tanya Yoongi lagi.

“Dia hanya diam di tasku.” jawab Hoseok singkat.

“Eyy! Kenapa singkat sekali menjawabnya?” tanya Yoongi.

“Aku kesal padamu, hyung. Tega-teganya kau meninggalkanku.” jawab Hoseok sendu sambil berjongkok di bawah tiang listrik.

“Hahaha. Mian..mian..” sesal Yoongi.

“Tenang saja, Hoseok-ah. Besok kita tidak akan membawa Minseok ke kampus lagi.” jelas Jin.

“Nde hyung.” balas Hoseok.

“Sekarang Minseok mana? Biar aku gendong.” kata Namjoon.

“Ini..” kata Hoseok yang sudah mengeluarkan Minseok dari tasnya.

“Pasti Minseok lapar, hyung.” kata Jungkook.

“Ah matda, susu Minseok sudah habis. Akan kubelikan dulu nee. Kalian pulang duluan saja. Aku akan naik bis nanti.” kata Hoseok.

“Okee. Kita pulang dulu nee.” kata Jungkook.

“Ndee.” balas Hoseok.

Di supermarket

Hoseok membeli susu untuk Minseok dan makanan ringan untuk dirinya dan teman-temannya di apartement. Setelah semua yang dibutuhkannya sudah dirasa cukup, ia membayar barang-barang yang sudah dibelinya ke kasir. Saat ia keluar dari supermarket, tiba-tiba…

Buuuggg!! ‘Hoseok menabrak seseorang’

“Ah, maafkan aku..” kata seorang yeoja dengan menyesal.

“Ah, nde. Lain kali kalau jalan lihat..” Hoseok terdiam saat melihat wajah yeoja tersebut. Tak berapa lama kemudian si pemilik supermarket memutar lagu BTS yang berjudul Beautiful. ‘You’re beautiful..’

“Maafkan aku..” sesal yeoja tersebut.

“Ah, gwenchana..” balas Hoseok. Tiba-tiba si pemilik supermarket mengganti lagunya menjadi lagu Taeyang yang berjudul Eyes, Nose, Lips. ‘Mianhae..mianhae hajima…’

“Mian, aku tadi sedang terburu-buru sampai-sampai tidak sengaja menabrakmu.” kata yeoja tersebut.

“Arrasseo.. Kalau boleh tahu nama kamu siapa?” tanya Hoseok. Si pemilik supermarket mengganti lagunya lagi menjadi lagu 4Minute yang berjudul What’s Your Name. ‘La..la..la..la..la..la..la..la.. Ireumi mwoyeyo? Mwo mwoyeyo..’

“Lagunya kok dari tadi cocok ya?” kata Hoseok.

“Hehe, ndee..” balas yeoja tersebut.

“Ahh, mungkin jika aku memperkenalkan namaku padamu lagunya akan cocok.” usul Hoseok.

“Hmm. Coba saja.” kata yeoja tersebut penasaran.

“Ndee. Jung Ho Seok imnida. Seketika lagu berubah menjadi lagu Sistar Touch My Body. ‘Touch My Body.. Urin jogeumssik ppareuge..’

“Eyy! Mwoyaaaa!!” kesal Hoseok.

“Hahaha..” tawa yeoja tersebut.

“…” Hoseok terdiam menatap yeoja itu yang sangat manis saat tertawa. Lagu seketika berubah menjadi lagu 15& Sugar. ‘Give me some sugar…’

“Waeyo Hoseok-ssi?” tanya yeoja tersebut kepada Hoseok yang sedari tadi melihatnya.

“Hehe, kau manis saat tertawa..” jawab Hoseok jujur.

“Ndee?” balas yeoja tersebut dengan tersipu malu.

“Hehe, kalau boleh tahu namamu siapa?” tanya Hoseok sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

“Ahh, Yoon Jun Hee imnida..” jawab Junhee. ‘what?’

“Senang berkenalan denganmu, Junhee-ssi.” senang Hoseok.

“Ndee. Aku juga senang berkenalan denganmu..” balas Junhee dengan tersenyum.

“Hehe. Oh yaa, katanya kau buru-buru.” kata Hoseok.

“Ahh matda!! Kalau begitu sampai jumpa, Hoseok-ssi..” kata Junhee sambil meninggalkan Hoseok.

“Okeeee…” teriak Hoseok dari kejauhan. Lagi-lagi lagu berganti menjadi Strawberry Milk. ‘La..la..la..la..la..la..la..la.. OK..’

“Woah! Supermarket disini hebat sekali!!” kagum Hoseok sambil menggelengkan kepalanya.

Di apartement..

“Taehyung-ah!! Buang sampah ini keluar!” suruh Jin.

“Ndee hyung..” Taehyung mengambil sampah di dapur dan berjalan ke arah pintu. Saat Taehyung hendak membuka pintu..

Brrakkkkkk!!! ‘Suara sesuatu yang aneh terjadi’

“Aku pulaaaaang!!!!” teriak Hoseok dengan raut wajah bahagia saat memasuki apartement dan membuka pintu itu asal tanpa mengetahui keberadaan Taehyung.

Tok..tok..tok..’Suara ketukan pintu’

“Aneh, pintunya kan sudah kubuka.” kata Hoseok bingung saat mendengar suara ketukan pintu sambil bersandar di pintu tersebut terlihat seperti memikirkan sesuatu.

Tok..tok..tok..

“Nuguseyo?” teriak Hoseok masih belum beranjak dari tempatnya berada.

“H..h..hyung..hyu..ung..” panggil seseorang dengan suara pelan dan kesakitan.

“Nuguyaaa!!!” teriak Hoseok lagi saat mendengar suara menyeramkan barusan.

Grrrrtttttt….. ‘Suara cakaran seseorang dari balik pintu yang terdengar sangat memilukan’

“Yak! Yak! Jangan bercanda!!” Hoseok mulai ketakutan sambil melihat sekelilingnya.

“Hyung!! Aku Taehyung.. Tolong lepaskan aku.. Kasihanilah aku hyung..” kata Taehyung dengan suara kesakitannya dari balik pintu.

“Taehyung?” kata Hoseok yang langsung menarik pintu yang sedari tadi disandarnya.

“Go..go..gomawo hyuung…” kata Taehyung setelah bisa menghirup udara kembali.

“Mianhae, Taehyung-ah.. Mian..” sesal Hoseok.

“Gwenchana hyung..” balas Taehyung.

“Kau bawa apa, Taehyung-ah?” tanya Hoseok saat melihat kantong yang di bawa Taehyung.

“Ini hyung..” Taehyung memberikan kantong kepada Hoseok.

“Apa ini?” tanya Hoseok bingung saat menerima kantong tesebut.

“Itu sampah. Tolong buangkan nee hyung..” kata Taehyung sambil meninggalkan Hoseok.

“Ahh, ndee..” balas Hoseok.

“Oh, tunggu dulu. Kenapa aku yang harus membuangnya? Yak!! Kim Tae Hyung!!” teriak Hoseok kesal.

Keesokan harinya..

Ketujuh namja tampan ini sudah siap untuk melaksanakan aktivitas mereka masing-masing. Sebelum itu terjadi, Jin harus memastikan sesuatu yang lebih penting dahulu.

“Siapa yang setuju Minseok sekolah sekarang?” tanya Jin.

“Kita setuju-setuju saja, hyung.” jawab Namjoon.

“Tapi caranya bagaimana, hyung?” tanya Yoongi.

“Aku punya ide!” sahut Hoseok. Semua menoleh ke arah Hoseok.

“Apa idenya, Hoseok-ah?” tanya Jin.

“Kalau mau mendaftarkan Minseok kan harus ada orang tua hyung..” jelas Hoseok.

“Lalu..” kata Yoongi.

“Dan orang tua kan terdiri dari eomma dan appa..” jelas Hoseok lagi.

“Lalu..” kata Jungkook.

“Eomma kan harus yeoja..” kata Hoseok.

“Lalu..” kata Namjoon yang mulai bosan.

“Appa kan harus namja..” tambah Hoseok.

“Lalu..” kata Yoongi, Jin, Jungkook, Namjoon, Taehyung, dan Jimin sambil membawa peralatan memasak kalau-kalau Hoseok membuat mereka emosi.

“Nah, bagaimana kalau salah dua diantara kita berpura-pura jadi eomma dan appa Minseok?” usul Hoseok.

“Mwo?” kaget Yoongi. ‘warga Korea’

“What?” kaget Namjoon. ‘keponakan Warren G’

“Nani?” kaget Taehyung. ‘anak Pikachu’

“Ide bagus, hyung!” setuju Jungkook.

“Hmm, boleh juga idemu Hoseok-ah.” puji Jin.

“Apa bisa, hyung?” ragu Jimin.

“Kita coba saja.” balas Hoseok.

“Tapi siapa yang jadi eomma dan appa Minseok?” tanya Yoongi.

“Berhubung Yoongi hyung, aku, Jin hyung, Namjoon, dan Jungkook hari ini harus bersekolah. Jadi..” jawab Hoseok sambil mengedip-ngedipkan matanya.

“Eyy hyung! Tidak mungkin aku dan Taehyung kan?” takut Jimin.

“Aku jadi appa!!” semangat Taehyung.

“Mwoyaa!!” kesal Jimin kepada Taehyung.

“Nah, Taehyung sudah setuju menjadi appa. Berarti Park Ji Min-ssi, kau akan menjadi eomma!!” seru Namjoon bahagia.

“Chukkae!!!” teriak Jungkook sambil bersalaman dengan Jimin.

“Eyy hyung!!” keluh Jimin.

“Kajja chagiyaa! Kita harus mendaftarkan anak kita ke sekolah..” goda Taehyung sambil menggandeng tangan Jimin.

“Aaakkkkkkkkk!!!!!” teriak keputusasaan seorang Park Ji Min.

-TBC-

Part 5 akhirnya sudah selesai!!

Gimana? Kira-kira kurang apa nih?

Kurang panjang? Ini udah lebih panjang dari cerita sebelum-sebelumnya lhoo ^^

Kurang menarik? Emang sih, hehe J

Oke, jangan lupa tinggalkan jejak yaa..

Kritik dan saran sangat dibutuhkan..

Annyeong!!

Oh iyaa, bentar lagi author mau UAS dan UNAS.

Doain biar semuanya lancar yeee ^^

About fanfictionside

just me

21 thoughts on “FF/ FINDING BABY/ BTS-BANGTAN/ pt. 5

  1. sumpahhh gak berenti ngakakkk bacanya….😀 wkwkwkwkwkwk…😀
    kerennn…..ditunggu next chap nya ya thorr;))
    author jjang ^^

  2. Haha sumvah kocak thor, baca ini dari tadi ketawa” sendiri. Maaf aku baru comment di chap 5 ini baca’a juga ngebut. Itu yang cewe jgn” ibunya minseok lg, jadi mkn penasaran. Keep writing ya thor, fighting😀

  3. Whoaaa akhirnya thor part 5 nya netes juga T_T
    Sudah berabad abad ditungguinnya ffnya..
    Saya suka saya suka😀
    lanjutan’a cepetan ya thor ^^

  4. Hahahhahaaaa.. Koplaaaak koplaaak .. Junheeibunya minseok. Anak dri sapa?? Kayaknya bukan dari mereka.. Cuma ada yg kenal aja gitu ya ..?? Cepetan diupdate lagi yaa..🙂

  5. wkwkwk bener2 deh nih FF gokil😄
    suka karakter Yoongi yg rada galar tpi cool dan rada jahil gtu keren😀

    BTW, yeoja yg namanya Yoon Jun Hee itu dimana2 ada ya??!!
    Jgn2 dia nargetin buat kenalan sma ke 7 super appa lagi…..
    Ya ampun ya ampun…
    Di tunggu kelanjutannya😀

  6. hahaha :v epep yg kutunggu-tunggu akhirnya muncul juga, thor lama banget ngeshare nya ampe lumutan ni menunggu :v :3
    ngakak mulu thor :v ,daebak daebak .. eh siapa sih sbenarnya tu yeoja eommanya minseok ya?
    next keep writing (y)

  7. Lucu ffnya thor.
    Akhirnya keluar jg. Aku sempet bingung ff finding baby part 5 dah keluar pa belum, kata temen udah tp dicari gak ada -_- akhirnya ketemu😀 *sedikitcurhat.

  8. lanjut thooorrrr!!! gila ngakak abis baca ini, somplak banget ckckck😂😂😂😂😂😂
    jangan kelamaan yaaa thorr pt 6 nya hehe. keep writing thor, fighting!!😆😆

  9. Huwa thor kenapa harus tebece/? thor T.T chap 6 nya mana thor blm netes kah? Ff nya keren thor, jimin jadi eomma? WTF? Masa eomma punya badan sixpack sih u.u mending taehyung aja yg jadi eommanya thor jebal buing… buing… *aegyo ceritanya/?*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s