FF/ WAR OF HORMONE/ BTS-BANGTAN/pt. 2


10711092_935921663089763_4197770714729753875_n_u526Fu672C (2)

Author : Raniminnie

Tittle : War Of Hormone

Cast  :      

  • Im Hani (OC)
  • Min Yoongi (SUGA)
  • Kim Seokjin (JIN)
  • Jeon Jungkook
  • Park Jimin
  • Kim Taehyung (V)
  • Kim Namjoon (Rap Monster)
  • Jung Hoseok (J-Hope)

Rating : NC-17, Romance, Comedy, etc.

Summary :

 

“ It’s a secret. Between you and me. “ –Min Yoongi.

“ Cant you stop appear in my sight? Because, I cant resist you “ –Jin.

“ Can I taste your lips..? “ –Jeon Jungkook.

“Don’t look at other men aside from me “ – Jimin.

“ Noona, be my girlfriend? “ –Taehyung.

“ Try to stop me. You will get the risk “-Rap Monster.

“ I wanna dance above your body “- J-Hope.

 

 

“ perkenalkan yeoja ini akan menggantikan manager hyung selama ia pergi. Silahkan perkenalkan dirimu “

Namjoon berjalan kesamping sehingga sosok dibelakangnya menjadi terlihat dengan sempurna. Ke-8 mata yang tengah terkantuk itu akhirnya terbuka dengan sempurna. Ani, ke-8 mata itu membulat dengan sempurna.

‘ apakah dia angel? ‘

 

‘ oh my goddness… dia cantik sekali ‘

 

‘ oh tuhan.. apakah aku berada di surga? Terima kasih tuhan.. dia bidadari yang sangat cantik ‘

 

‘ neomu yeppeuda ~ ‘

Hani memasang senyuman manisnya lalu membungkuk hormat seperti kebiasaannya ia kembali mengaitkan helaian rambutnya kebelakang telinganya tanpa melepas senyumannya.

“ Im Hani imnida~ aku akan bekerja dengan baik! Mohon bimbingan kalian~ “

Suasana kali itu tiba-tiba saja menjadi hening dengan ke-4 namja yang masih melamun seraya menatap Hani dengan pandangan yang entah bisa digambarkan sebagai apa. Namjoon mendelik bingung dengan keadaan yang tiba-tiba seperti ini. ia menolehkan kepalanya kepada Hani yang bingung melihat ke-4 namja yang masih tidak mengindahkan pandangan mereka kepadanya. Sampai akhirnya Hani membuka suara yang cukup terdengar dengan keras.

“ ah! Apa kalian sudah sarapan? Kalian pasti lelah karena After Party semalam.. aku akan menyiapkan sarapan untuk kalian “

Setelah mengatakan itu Hani berjalan meninggalkan mereka di ruang santai. Ia melangkahkan kakinya dengan asal untuk mencari dimana dapur berada, melihat dorm ini sungguh lah besar. Hani terdiam seraya memandang sekeliling. Kemana lagi ia harus melangkah. Ke kiri atau ke kanan?

“ kau tersesat? “ sebuah kepala menyembul dibahunya membuat Hani melompat terkejut seraya mengusap-usap dadanya. Namun sebuah kekehan terdengar dari seseorang yang mengejutkan nya tadi.

“ apa aku mengejutkan mu? “ tanya Hoseok dengan senyuman lebarnya. Hanya dengan melihatnya Hani sangat yakin jika dia sangatlah ramah.

Hani tersenyum kecil lalu menganggukkan kepalanya. “ sedikit… ah! Apa kau tahu dapur dimana? Karena dorm ini begitu besar aku tidak tahu dimana dapur nya.. “ ucap Hani dengan kepala yang terus berputar melihat sekeliling dorm ini.

“ mari ku tun-… “

“ kajja! Aku akan menunjukan dimana dapur untukmu.. “ sebelum Hoseok menyelesaikan kalimatnya. Seseorang telah memotongnya bahkan ia telah menarik pergelangan tangan Hani dan membawanya pergi dari hadapan Hoseok.

Hani hanya menatap Hoseok yang kini sudah menjauh. Ia bahkan bisa mendengar ocehan-ocehan yang keluar dari mulut Hoseok kepada seseorang yang telah menariknya entah kemana. Hani menatap punggung dihadapannya tanpa ada keinginan bertanya. Yang jelas ia hanya ingin sampai di dapur dengan cepat.

“ nah! Kita sampai! “

Hani mengerutkan keningnya ketika ia sampai disebuah ruangan. Ia melihat sekeliling dan mendapati figure foto besar di dinding ruangan itu. dan ini bukan terlihat seperti dapur sama sekali….

“ ini… “

“ nde! Selamat datang dikamar Park Jimin! Sekarang kau tahu kan dimana kamar ku berada? “ Jimin membalikkan badannya untuk menghadap Hani yang masih memasang wajah bingungnya. Jimin tersenyum senang lalu melebarkan lengannya seperti tengah menunjukan bahwa ini adalah kamarnya.

“ kau bisa mengunjungi atau datang ke kamar ku kapan saja~ “ Jimin terkekeh lalu berjalan mendekat ke Hani dan membisikan sesuatu kepadanya. “ … atau kita bisa melakukan sesuatu yang menyenangkan di sini “

“ m-mwo? “

Jimin melangkah mundur dan mengedipkan matanya. Hani memejamkan matanya seraya mendesis sebelum akhirnya tinjuan mendarat dimuka Jimin. Tidak cukup keras namun cukup membuat Jimin terjatuh.

“ hahh! Kenapa aku harus menerima pekerjaan ini. tch! “ ia menepuk-nepukan kedua telapak tangannya seperti ia telah melakukan perkerjaan yang berat. tanpa melirik kearah Jimin, Hani segera keluar dari kamar itu. ia menghentak-hentakkan kakinya dengan kesal telah diperlakukan rendah dan murahan seperti itu.

‘ sesuatu menyenangkan my ass! Cih! Takkan pernah ku langkahkan kaki ku ke sana lagi. Ada apa dengan orang-orang di dorm ini. apakah mereka semua seperti itu? tch! So cheesy… ‘

 

BUG!

“ ahh! “ Hani memegang keningnya ketika tiba-tiba saja ia menubruk sesuatu yang keras namun sedikit empuk. Seperti sesuatu yang cukup hangat juga…

“ eoh? Apa kau manager sementara? “ sebuah suara membuat Hani mendongakkan kepalanya. ia sekarang tahu bahwa tadi ia menubruk dada namja yang berada dihadapan ini.

“ kau siapa? “ tanpa mencerna perkataannya. Hani melainkan berkata ketus kepada namja yang tengah berdiri dihadapannya dengan kantung belanjaan dikedua tangannya.

Bukannya namja itu membalikan ucapan ketus Hani. Namja itu melainkan hanya tersenyum manis membuat Hani merasa kata-katanya tadi tidak pantas diucapkan sedangkan ia baru berkerja disini.

“ maaf tidak memperkenalkan diriku terlebih dahulu. Perkenalkan aku Jin.. aku adalah yang tertua disini. Dan kau? “

“ A-aku… Hani. Im Hani.. “

“ Im Hani? Mohon kerjasama nya dalam beberapa bulan ini. “ lagi-lagi namja itu tersenyum dengan manisnya.

**

Hani memotong sebuah bawang dengan perlahan sesekali ia mengusap matanya yang perih terkena aroma bawang yang cukup kuat itu. namun semakin lama ia memotong bawang itu, terdengar isakan halus dari bibirnya. Seseorang disampingnya terkekeh saat mendengar isakan dari Hani, tangannya dengan lihai mengaduk kimchi stew yang tengah ia buat sekarang.

“ apakah kau sedih karena fakta yang membuktikan bahwa kau akan mengasuh anak-anak bangtan? “ Jin kembali terkekeh seraya menatap Hani yang menaruh pisaunya lalu mengusap matanya yang sudah mengeluarkan air mata.

“ hiks… nde… “ canda Hani lalu tertawa. Ia menatap Jin yang ikut tertawa. “ setidaknya aku harus kuat menghadapi anak-anak itu “ jawabnya mantap sebelum melanjutkan memotong bawang.

“ berapa umur mu? “ tanya Jin tiba-tiba memecahkan keheningan yang mereka buat sesaat.

“ aku? 21? “

“ ah! Jadi kau lahir tahun 94? Kau cukup muda. Kenapa kau ingin bekerja seperti ini? “

“ ahh… hanya aku ingin menambah penghasilan ku. karena aku tinggal sendiri di seoul “

“ tinggal sendiri? Bagaimana dengan kuliah mu? “

“ itu… aku sudah tidak melanjutkannya sejak 3 tahun yang lalu. “

“ waeyo? “ Jin mematikan kompor dan melepaskan apronnya lalu menyenderkan pinggulnya pada counter dapur menatap Hani yang tengah sibuk dengan memotong.

Hani terdiam sesaat lalu menggelengkan kepalanya. “ bukan hal yang serius… “ ia menundukkan kepalanya dan menarik napasnya dalam-dalam sebelum akhirnya ia mengangkat kepalanya dan tersenyum lebar kepada Jin.

Jin tidak merespon senyuman Hani. Ia berpikir bahwa yeoja dihadapannya ini tengah berbohong. Jika memang itu bukan hal yang serius mengapa ia tiba-tiba bersedih seperti itu. Jin menyunggingkan senyumannya, ia menyentuh pucuk kepala hani sebelum akhirnya pergi meninggalkan dapur. Hani terkejut dengan sentuhan tangan Jin dikepalanya. Ia masih terdiam lalu perlahan tangannya menyentuh pucuk kepalanya yang baru saja Jin sentuh. Entah mengapa ia merasakan hangatnya tangan Jin tersalurkan ke pucuk kepalanya. dan itu membuatnya merasa tenang.

*

“ SELAMAT MAKAN!! “

Hani tersenyum saat melihat ke-6 namja disekelilingnya menyantap makanan dengan lahapnya. Walau ½ dari masakan ini adalah Jin yang buat. Namun ia merasa senang ketika namja-namja dihadapannya memuji betapa lezatnya masakannya. Hani juga menyantap makanannya dengan lahap.

“ yah! Kim Taehyung! Jangan mengambil jatah daging ku! “ sahut Jimin dengan kesal. Ia menyenggol sumpit Taehyung yang sudah menjepit sepotong daging dari piring dengan sumpit miliknya. Alhasil sepotong daging itu terjatuh kembali. Karena tidak mau mengalah Taehyung kembali merebut daging itu. Jimin mendesis kesal.

“ yah! Kim Taehyung! Kau- “

“ sudahlah.. kenapa kalian terus bertengkar. Ini ambil lah daging milikku.. “ Hani menyodorkan piringnya yang masih penuh oleh daging yang terlihat sangat lezat. Jimin menatap Hani seakan ia bertanya ‘apakah tidak apa-apa?’. Hani menganggukkan kepalanya dengan yakin.

“ ahhh~ Honey-ya~ gomawo~ “ ucap Jimin dengan nada-yang-di-manja-kan. Membuat Taehyung disamping bergedik. Taehyung melirik Jimin yang tengah mengambil daging dari piring Hani dengan cepat ia merebut daging itu dari sumpitnya dan memasukannya dengan cepat kedalam mulutnya.

“ nyamm! “

“ KIM TAEHYUNG!! “

Hani menghela napasnya, ia sudah tidak ingin campur lagi dengan pertengkaran kedua bocah itu.

“ apa kau tidak lapar? “ Tanya Namjoon yang duduk tepat disampingnya. “ kenapa kau berikan semua daging mu? “

“ ani.. selera makan ku sudah hilang “ Hani terkekeh. Memang benar, selera makannya sudah hilang karena perdebatan yang berada di meja makan ini. Namjoon ikut terkekeh seraya menggelengkan kepalanya.

“ aku hanya tidak ingin kau sakit.. ini makan lah~ aku ingin menyelesaikan project ku.. “ Namjoon menaruh beberapa sepotong daging kedalam mangkuk nasi milik Hani sebelum akhirnya ia beranjak dari duduknya dan menaiki tangga.

Hani mengerjapkan matanya menatap punggung Namjoon. Karena tidak ingin ambil pusing ia kembali melanjutkan makannya. Karena asik menyantap makanannya Hani bahkan tidak menyadari bahwa seseorang sedari tadi tengah memperhatikannya. Tatapan seseorang itu tidak bisa diartikan. Tetapi tersirat perasaan cemburu dari sudut matanya. Walau tatapan itu terlihat kosong.

“ ahh~ kenyang nya~ “ Taehyung menghempaskan tubuhnya disofa lalu menepuk-nepuk perutnya yang terlihat sedikit membesar lalu diikuti oleh Jimin disampingnya.

“ ahhh~ “

Hoseok hanya menggeleng melihat kelakuan kedua bocah yang terus saja bertengkar tetapi akan segera membaik ketika mereka sudah mengisi kedua perut mereka. Ia mengambil ponselnya dari dalam saku celananya lalu memainkan ponselnya dengan acuh. Hoseok terdiam ketika mendengar suara dentingan piring dari arah dapur. Ia beranjak dari duduknya lalu berjalan kearah sumber suara itu.

“ kajja Taehyung-ah kita bermain playstation saja! “

Hoseok bisa mendengar ucapan Jimin namun ia hanya menghiraukannya. Saat ia sudah sampai di dapur ia bisa melihat Hani yang tengah mencuci piring. Hoseok menaikkan sudut bibirnya membentuk senyuman sebelum akhirnya menghampiri Hani dan berhenti debelakang tubuhnya dengan menaruh dagunya dipundak Hani.

“ omo! “ Hani tersentak seraya menolehkan kepalanya namun Hoseok ikut menolehkan kepalanya, hingga membuat hidung mereka bersentuhan. Kedua mata Hani membulat dengan sempurna ketika sadar dengan jarak yang tak wajar ini. dengan cepat Hani menjauhkan wajahnya.

Hoseok menatap Hani yang terlihat sangat gugup namun hal itu membuatnya tersenyum. Karena Hani terlihat sangat lucu.

“ apa ada yang bisa ku bantu? “ tanya Hoseok dengan ramah.

“ m-mwo… b-..bantu a-apa… “ ucap Hani dengan gugup seraya mengusap tengkuknya.

Hoseok tertawa pelan lalu menunjuk piring-piring kotor.

“ ahh.. tidak usah.. sedikit lagi aku selesai. Kau pergi tidur saja. Ini sudah tengah malam “

Hoseok terdiam menatap lantai seraya bergumam. “ ani, aku akan membantu mu terlebih dahulu.. “

*

Jungkook terduduk dipinggir ranjangnya dengan sebuah script drama ditangannya. Pandangannya tidak tertuju pada script yang berada ditangannya melainkan pandangannya tertuju pada balkon kamarnya. Ia sama sekali tidak memandang balkon itu tetapi ia sedang berkutat dengan pikirannya yang membuatnya termenung seperti itu.

Hani yang baru selesai dengan pekerjaan kecilnya. Sekarang adalah waktunya untuk menyuruh ke-5 namja itu untuk pergi tidur. Ah, Jin baru saja pergi kembali ke Apartementnya dan sekarang tinggal ia dan ke-5 namja ini di dorm.

“ eoh? “

Hani menghentikan langkahnya di depan sebuah kamar dengan pintu terbuka namun kamar itu sangat gelap. Tidak ada penerangan cahaya dari lampu dikamar itu. dengan sedikit ragu Hani menyembulkan kepalanya kedalam kamar itu. meraba-raba dinding tepat disamping pintu hanya untuk mencari saklar lampu.

KLIK

Jungkook terkejut ketika tiba-tiba saja lampu kamarnya menyala. Ia menoleh untuk mencari tahu siapa pelaku yang menyalakan lampu itu. ia memandang Hani sebentar lalu kembali menghadapkan pandangannya ke balkon kamarnya seperti posisinya semula.

“ ada apa… kau kesini ? “ tanya Jungkook terputus. Hani yang merasa gugup mulai mengusap-usap tengkuknya.

“ ahh.. aku hanya ingin mengecek apakah kalian semua sudah tertidur. Ke-…kenapa kau masih terbangun? “ tanya Hani dengan nada suara yang pelan. Hani melihat helaan napas Jungkook. Lalu namja itu mengangkat sebuah script.

“ aku sedang memikirkan scene yang akan ku lakukan besok “ ucapnya.

“ memang scene seperti apa yang akan kau lakukan? Jika kau mau aku bisa menjadi partner mu untuk sementara“

“ kau akan menjadi lawan main ku? “

“ hmm! Jika kau memang butuh latihan untuk scene itu. “ Jungkook menatap Hani dengan sungguh-sungguh. Sementara yang ditatap hanya menatapnya balik dengan tatapan yang yakin. “ lalu scene seperti apa yang akan kau lakukan? “

Hani mendekati Jungkook dan merebut scene itu lalu membalik-balikkan halaman per halaman.

“ …… kiss scene. “

“ n-…nde?!! “ Hani terkejut saat mendengar Jungkook mengucapkan kalimat itu. script yang tadi saja baru Hani pegang terjatuh dari tangannya begitu saja. Matanya membulat menatap Jungkook.

Jungkook lagi-lagi menghela napasnya lalu memungut script nya yang baru saja terjatuh. Ia membalik-balikan halamannya lal mulai membacakan scene yang akan ia lakukan itu.

“ di scene ini kau hanya terdiam dan hanya aku yang berbicara. Ok? “

Hani masih mematung ditempatnya masih menatap Jungkook dengan horror. Ia sudah tidak bisa lagi menolak Jungkook. Karena dia sendiri lah yang menawarkan diri tanpa menanyakan dahulu jenis scene apa yang akan mereka lakukan. Sekarang ia mengerti kenapa Jungkook terdiam seperti itu. Hani mengutuk dirinya sendiri didalam hati.

‘ bodohnya kau Im Hani! ‘

 

“ ayo kita mulai.. “ Jungkook mendekatkan dirinya kepada Hani. Lalu ia dengan santainya memasukan tangannya kedalam kantung celananya menatap Hani dengan santai.

“ apa kau bilang sebelumnya? Ingin melupakan ku? cih.. apa kau pikir kau bisa dengan mudah untuk melupakanku? Aku ragu… “ Jungkook mendekatkan wajahnya pada Hani. Ia menarik sudut bibirnya menjadikannya terlihat seperti menyeringai. “ kau takkan bisa melupakan ku dengan mudah… “ perlahan wajah Jungkook semakin mendekat dan semakin mendekat.

Hidung mereka saling bersentuhan tepat saat permukaan bibir Jungkook menyentuh permukaan lembut bibir milik Hani.

TOK TOK TOK

Jungkook memejamkan matanya dengan kesal ia menjauhkan wajahnya dari Hani lalu membalikkan badannya bersiap ingin mencerca siapapun yang mengganggunya. Sementara Hani yang berada dibelakang punggung Jungkook bersyukur dan berterima kasih dengan seseorang yang mengetuk pintu itu. ia menyentuh bibirnya yang merasakan sedikitnya permukaan bibir Jungkook mendarat diatas bibirnya. Walau itu bukan sebuah ciuman. Tapi ia sangat malu mengakuinya bahwa magnae itu mempunyai permukaan bibir yang lembab.

“ Hyung~~~ “ Jungkook terdengar merajuk setelah melihat siapa yang mengetuk pintu yang bahkan terbuka dengan lebar tersebut.

“ lihatlah uri magnae terlihat sudah dewasa. Tch! Apa yang kau lakukan dengan seorang wanita didalam kamar mu, huh? “

“ tsk! Aku hanya sedang berlatih untuk scene yang akan ku lakukan besok di drama. “

Seseorang itu terdiam seraya menatap Jungkook lebih tepatnya ia sepertinya men—scan siapa sosok yeoja yang berada dibelakang tubuh Jungkook.

“ lalu…. Siapa yeoja itu “ tunjuknya pada Jungkook. Jungkook menoleh kebalakang lalu berjalan kesamping untuk memperlihatkan yeoja itu kepadanya.

“ dia adalah manager sementara kita. Ia yang menggantikan manager Kim dalam beberapa bulan ini. “

Hani yang sedang menundukan kepalanya mulai membungkukkan tubuhnya memberi hormat.

“ Im Hani imnida “ Hani menegakkan kepalanya lalu tersenyum untuk memberikan salam kepada orang itu. namun matanya membulat seketika setelah melihat sosok dihadapannya. Begitu pula dengan sosok itu, ia membulatkan matanya membuat mata sipitnya seketika melebar.

“ K-..KAU?!!! “

*

Yoongi menyandarkan punggungnya pada dinding seraya memasukkan tangannya kedalam saku celananya. Ia menggigit bibir bawahnya, dihentak-hentakan kakinya seperti seseorang yang sedang menunggu. Suara pintu tertutup terdengar begitu pula dengan Yoongi yang berhenti menggigit bibirnya. Ia menatap seseorang yang kini melangkah mendekatinya. Seringaian kecil terbentuk di bibirnya, tepat saat Hani beberapa langkah mendekatinya dan ingin melewatinya dengan cepat Yoongi merentangkan sebelah tangannya.

Hani menatap lengan panjang Yoongi yang terulur dihadapannya. Ia menatap Yoongi dengan kesal.

“ pinggirkan tanganmu.. “ ucap Hani dengan dingin. Tanpa memindahkan tangannya melainkan Yoongi tertawa pelan. Ia mendekatkan wajahnya ke telinga Hani dan membisikan sesuatu yang membuat Hani semakin geram.

“ lama tidak berjumpa, Im-Ha-ni.. “ ia mengeja nama Hani dengan suara pelan dan menggoda. Dengan sontak Hani menginjak kaki Yoongi.

“ Akkhhh!! Yahh!! Kau gila?! “

“ kau yang gila! Minggir! “

Hani menatap Yoongi dengan kesal. Yoongi menatap Hani dengan tajam, ia menghela napasnya lalu dengan gerakan cepat ia menarik tangan Hani dan membawanya kedalam dekapannya. Dengan cukup kasar Yoongi mendorong tubuh Hani ke dinding yang baru saja ia sandari. Hani merintih saat punggungnya membentur dinding dibelakangnya.

“ ahh.. “

“ kenapa kau bisa berada disini? “

“ cih.. dimana aku berada dan sedang apa aku disini itu tidak ada hubungannya dengan ku “

“ tentu saja ada. Kau! Bekerja disini.. dan itu ada hubungannya denganku. “

“ benarkah? Siapa kau? “

Yoongi tertawa pelan seperti mengejek Hani lalu ia kembali memasang wajah serius dan menakutkannya.

“ aku.. Min-Yoon-gi.. atau kau bisa memanggilku SU-GA! “ Yoongi menghentakan dua kata terakhir itu.

“ Suga? Hahaha mwoya-.. hahaha “ Hani memegangi perutnya yang sakit akibat tertawa terlalu lepas. Yoongi mengerutkan kening nya tidak mengerti dengan yeoja dihadapannya ini. perlahan Yoongi menjauhi tubuh Hani, ia kembali memasukan tangannya kedalam saku celananya.

“ hahh… ternyata kau tidak berubah sama sekali.. “ Yoongi menggeleng-gelengkan kepalanya sebelum akhirnya ia membalikan tubuhnya dan berjalan menuju pintu.

Hani menghentikan tawanya. Ia menatap punggung Yoongi yang semakin menjauh. Tepat pintu itu tertutup dan sosok Yoongi sudah tidak terlihat. Ada perasaan aneh didalam hatinya, perasaan yang dulu ia pernah rasakan dimana orang itu membalikkan tubuhnya dan memperlihatkan punggungnya kepada dirinya.

*

Suara dentingan benda-benda alumunium terdengar dari arah dapur. Aroma lezat yang menusuk indera penciuman mulai memenuhi seluruh rumah yang disebuh dorm itu. Hani bersiul pelan seraya mengaduk sup ayam yang baru saja ia buat lalu ia mematikan kompor dan kembali memotong telur gulung yang baru saja ia buat. Ia menatanya dengan rapi diatas piring lalu membawanya ke meja makan begitu pula dengan sup ayam yang baru saja ia buat.

Hani mendongakkan kepalanya saat mendengar langkah kaki. Hani tersenyum saat melihat Taehyung yang berjalan ke meja makan dengan wajah mengantuknya bahkan matanya belum terbuka dengan sempurnya. Ia mengusap-usap matanya seraya menguap sebelum akhirnya menempati kursi kosong.

“ Pagi noona-nim~ “

“ noona-nim? “

“ hmm.. noona manager-nim “ Taehyung terkekeh pelan dan tersenyum dengan lebar membuat Hani tertawa pelan dengan panggilan yang baru saja dibuat oleh Taehyung.

“ kemana yang lain? apa mereka belum bangun? “

“ hmm molla.. aku terbangun karena aroma masakan mu “

Hani hanya tersenyum membalas perkataan atau bisa disebuat pujian dari Taehyung. Hani melepaskan apronnya. “ aku akan membangun kan nya~ kau tunggu lah.. “

Taehyung menganggukan kepalanya. ia menatap punggung Hani yang kini menjauh dan menghilang tepat saat ia menaiki tangga. Ia menarik ujung bibirnya sebelum akhirnya ia menyumpit kimchi dan memasukannya kedalam mulutnya.

“ hmmm~ masitta! “ dan lagi ia menyumpit telur gulung dan memakannya.

Kini semuanya sudah berkumpul didepan meja makan. Kalau bukan Hani yang membangunkan mereka satu persatu.

“ ehem! Selamat makan!! “

BRAK

Semuanya terdiam dan menaruh kembali sumpitnya keatas meja. Mereka tengah berpikir siapa yang datang pagi-pagi dan mendobrak pintu dorm.

“ apakah itu Jin Hyung? “

“ ani.. jika itu Jin Hyung ia takkan mendobrak pintu seperti itu.. “

“ …… PENCURI!! “

Dengan berdesak-desakkan kelima namja itu berhamburan menuju pintu. Hani mengerutkan keningnya dan berjalan mengikuti mereka.

“ pencuri? Pencuri macam apa yang masuk kedalam dengan mendobrak pintu.. “ Hani menggeleng-gelengkan kepalanya menyadari betapa bodohnya kelima namja itu. Hani menghela napasnya, kenapa bisa kelima namja bodoh itu menjadi seorang idol bahkan mereka sama sekali tidak mempunya perilaku layaknya seorang idol.

“ SUGA HYUNG!! “

“ su-…suga? “ Hani membulatkan matanya. Ia berlari menuju pintu dan saat itu sosok Min Yoongi yang baru saja tadi malam muncul dihadapannya kini berada kembali dihadapannya namun saat ini ia dengan sebuah koper besar.

Yoongi melepaskan kaca mata hitamnya seraya menarik sebelah sudut bibirnya, menatap kelima namja dihadapannya lalu pandangannya terarah pada Yeoja yang berdiri tiga meter darinya.

“ mulai hari ini-…. aku akan tinggal di dorm “

“ MWO?! “

“ Hyung! kenapa tiba-tiba-… “ tanya Jimin dengan pandangannya yang terlihat bingung. Tepat beberapa bulan yang lalu Yoongi menolak untuk tinggal di dorm tanpa alasan yang jelas. Dan sekarang ia mengatakan akan kembali tinggal di dorm tanpa alsan yang jelas juga. Ia dan ke-4 member lainnya sama sekali tidak bisa mengerti apa yang Yoongi pikirkan.

Tanpa menghiraukan pertanyaan Jimin. Yoongi melangkahkan kakinya mendekati Hani. Tepat jarak mereka hanya berjarak satu meter Yoongi menghentikan langkahnya.

“ mohon kerja kerasnya dalam mengurus Bangtan Boys.. Ma-ne-ger-nim! “

“ m-mwo-..? “

“ senang bertemu denganmu.. “

‘ mwo-ya…, Min Yoongi… ‘

‘ senang bertemu denganmu kembali, Im Hani… ‘

TBC

Annyeong~~ aku kembali dengan chapter ke dua nya.

Sepertinya kalian bisa tebak, hahaha. Min Yoongi aku jadiin peran utama dari 3 peran utama lainnya /?

Maafkan kalau ada typo atau kalimat yang berantakan ya >.<

Sebenarnya ada hubungan apa antara Yoongi dan Hani. Ada yang bisa tebak? Hehe

Terima kasih yang udah mau lanjutin baca FF ini. mohon kritikan dan komentar kalian yaa >.<

Gamsahamnida~ /bow/

About fanfictionside

just me

43 thoughts on “FF/ WAR OF HORMONE/ BTS-BANGTAN/pt. 2

  1. hai, akhirnya setelah sekian lama menghilang, akhirnya ffside update juga^^ dan ini ff pertama yg aku baca lagi di ffside..
    ceritanya seru, dan omo! suga yang jadi pemeran utamanya? it’s so great.. next ditunggu
    dan buat ffside sering-sering update yaaa~
    kangen baca fanfict fanfict BTS disini ^^

  2. Whoaaa~ yoongi jadi peran utamanya xD
    Next ya kak.. penasaran sama chapter selanjutnya. Jangan lama2.. aku menunggu~ ㅋㅋ

  3. akhirnyaaaaaaaa!! suka bgt sama cerita ini apalagi yoongi cast utamanya wkwk. lanjut terus thor!! semangat ye readers setia here:p jan kelamaan thor><

  4. Waah!!! akhirnya FAMFICTIONSIDE aktif lagi. lama banget gk prnh update, kmana aja Min? ehem. btw, aku suka bgt karakternya syub-D di sini. mm..jgn2 hani itu mantan-nya ya? hihihi/sotoy/ok di tunggu lanjutanya ya.

  5. yeee dishare juga. kirain ni ff kagak dilanjut lagi,udah lama banget thor aku nunggunya dan part 2 nya keren (y) terbaik dah PUAAAS banget hehee😀
    Yuhuuuuu!!! ada Yoongi masalahpun akan datang :v habislah riwayatmu Hani :v
    next thor keep writing

  6. aku suka banget ff.nya…
    apalagi cast.nya mas agus /plakk/
    jarang nemu ff main castnya agus /dijitak army/

    ditunggu kelanjutannya
    oh ya thor.. jangan kelamaan post.nya… :3

  7. apa ada hubungannya sama hani yg nggak ngelanjutin kuliah..??chap selanjutnya moga cepet” di post author-nim

  8. New reader disini, keren kak ceritanya🙂
    Next dong, ngga sabar bacanya. Ini rencana mau berapa chap kak? Jangan kebanyakan dong biar ngga ngegantung :v btw fighting kak!!

  9. langsung baca chap 2 (krn gatau gasadar ternyata yg dibaca chap 2). btw keren thor! penasaran kalo suga yg jd pemeran utamanya. next chap ditunggu ne!

  10. kyaaa.. daebak .. sebenernya suga tuh siapanya hani sih??
    lanjut ya thor.. klo bisa jangan lama – lama oke..

  11. ceritanya bkin penasaran, sbenernya ada hubungan apa antara suga dan hani.
    btw gara2 baca ff ini gue jd smalem jd mimpiin anak2 bts. wkwk.
    iri jg liat hani bisa kissing sama golden maknae, terus deket sama member bts, jd pengen kyk hani. ahhaha
    ayo min buruan lanjutin ff nyaaa ya. Fighting and sukses terus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s