FF songfict/ ERASE/ HYORIN-JOOYOUNG


| ERASE | JUNG HYERA |KIM HYO JUNG KIM JOO YOUNG| SONGFICT DRAMA ANGST SAD |

b0de7-248666

http://junghyera54.wordpress.com/

haloo ini ff ke2 aku sebelumnya ada fifteen minutes yang berchapter, maklukmin yaa ff nya berwujud amatir(?) masih belajar soalnya, ini ff udah aku buat dari lagu erase keluar sebenernya tapi baru sempet post sekarang karena kemarin sibuk sekolah hueee. Udah ah nanti keterusan curhatnya. Recommend banget buat baca sambil dengerin lagunya trus baca liriknya juga yaa biar bisa nilai cocok sama ceritanya atau enggak.

I don’t like siders, i would love to hear your comment or even a criticism^^

So leave a comment juseyo!:)

Hyorin pov

Aku meletakkan minuman beralkohol yang ku pegang ke atas meja. Empat, ini sudah botol ke empat. Empat bulan juga, sudah kulewati hari hari tanpa dirinya. Merasa kesal mendengar berita bahwa ia telah membuka kenangan baru, ini sungguh menyakitkan. Luka ku masih basah, tak kunjung kering karena mu yang menggores luka itu kembali. Aku rindu, sangat merindukan mu. Tapi kita tak bisa bersama lagi. Logika ku mengatakan untuk segera melupakanmu tapi hati ini menolak keras. Aku merindukannya, merindukan ciuman dan dekapan hangat dari dirinya, juga merindukan setiap detik yang kuhabiskan bersamanya. Namun ‘kita’ tidak akan pernah bisa, aku telah berubah, kau juga, kita saling menyakiti satu sama lain. Hingga aku berharap bahwa aku bisa menghapus, menghapus semua kenangan dan cinta diantara kita.

Jooyoung pov

Sudah jam 2 pagi dan aku belum terlelap dari tidurku, hanya untuk memikirkan dia. Penyesalan itu tidak mau pergi, empat bulan dihantui oleh penyesalan terdalam dan aku muak dengan semua ini. Meski sudah mulai dengan yang baru tapi aku tidak bisa menahannya. Aku ingin kembali, namun tidak bisa. Aku selalu menengok ke belakang tapi tubuhku enggan untuk bergerak, bahkan memutarkan badan ke belakang saja tidak mau. Tidak, tidak akan pernah karena aku takut, takut untuk kembali menyakitimu. Biarkan waktu menghapus sedikit demi sedikit kenangan dan cinta diantara kita.

FLASHBACK

AUTHOR POV

Jooyoung memasuki kamar apartemen, ia berjalan dengan langkah yang besar dan membuka pintu kamar kekasihnya dengan kasar

BRAAKK

“hyroin! Kau!” sejenak ia melihat rambut hyorin yang memendek dengan makeup yang lebih gelap.

‘kau tampak berbeda’ jooyoung berkata dalam hati

“wae?” hyorin tidak menghiraukan joouyoung, ia sibuk melepaskan high heels yang baru saja ia pakai untuk bertemu seseorang

Jooyoung tertawa sinis “jadi kau merubah penampilanmu kembali untuk mendapatkan hati kekasih mu yang dulu eoh?”

Hyorin menghentikan aktifitas nya setelah selesai melepaskan high heels dari kakinya. Termenung sejenak mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh kekasihnya. Ia tidak tahu harus menjawab apa

Ia pun tersenyum “daebak, akhirnya aku mendapat perhatianmu” ia berjalan ke lemari sepatunya

Jooyoung merasa tidak puas dengan apa yang baru dikatakan oleh hyorin “apa itu sebuah jawaban Kim hyojung-ssi?”

Hyroin menggeram dalam hati, ia tidak suka kekasihnya mulai memanggil nama nya dengan seperti itu. ia cukup merasa sakit, tapi ia tidak boleh memperlihatkan kelemahannya di depan kekasihnya, ia harus membuktikan bahwa dia bukanlah gadis cengeng yang selalu mengalah meskipun kekasihnya yang salah. Bukan, itu bukan hyroin.

“memangnya kenapa? Apa pedulimu? Bukankah kau tidak pernah peduli dengan apa yang telah terjadi kepadaku? Bahkan, mungkin kau tidak pernah tahu aku masih hidup sampai sekarang jika kau tidak mendobarak pintu ku tadi” ia menaruh sepatunya ke dalam lemari tersebut

Jooyung menatap punggung hyorin “geure, akan lebih baik jika kau kembali padanya”

“joha, aku akan segera bertemu dia lagi”

“dengan begitu, aku akan lebih sering ke club tanpa harus membatasi waktu untuk menemuimu” Jooyoung memasukkan tangan kedalam saku celananya, tangannya berkeringat. Ia merasa gugup dan ketakutan

‘selama ini dia ke club?’ hyorin berkata dalam hati

Hyorin menoleh kepada jooyoung “kau sering ke club? Jinjja? mengapa kita tidak pernah bertemu disana? Apa kau datang pada sore hari? Aku datang hanya ketika malam sudah larut” hyorin mengangkat bahunya, ia berkata dengan gaya biasa padahal kata tersebut perlahan mengiris hati jooyoung

“aah, benarkah?” jooyoung tak kalah santainya

“hmm mengapa tidak bertemu ya? Padahal aku juga selalu datang ketika sangat malam, kau tidak melihatnya? Apa mungkin aku terhalang dengan gadis-gadis itu?” jooyoung seperti sedang berpikir, sebenarnya hanya acting

“mungkin saja karena aku di lantai tiga? Aku selalu berada di kamar dan pulang pada pagi hari, jadi mungkin karena itu kau tidak pernah melihatku” hyorin menjawab santai, ia berjalan membelakangi jooyoung dan menggigit bibirnya sendiri, ia merasa bodoh.

Kali ini giliran joyoung yang terdiam. Ini sungguh bukan dia, semua yang ia katakan bukan sebuah kebenaran. Tetapi hyorin? Apakah yang ia katakan tadi benar?

“kau ingin tahu sesuatu kim hyojung? Apa yang kau lihat selama dua tahun kemarin bukan lah aku yang sebenarnya, aku selalu bermain licik dibelakang mu. Bahkan, sudah banyak gadis yang aku tiduri ketika masih berpacaran dengan mu”

jooyoung memejamkan matanya meringis mendengarkan apa yang baru saja keluar dari mulutnya selagi hyorin masih membelakanginya

hyorin juga meringis mendengarkannya, ia merasakan pisau yang sedang menusuknya sangat dalam

“aku sudah mengetahuinya jooyoung-ssi. Maka berhentilah berpura-puran menjadi seseorang yang baik”

“aku juga tahu bahwa aku tidak berarti untukmu. Jangan kau rasakan dua tahu kemarin sangat dalam. Itu hanya kenangan palsu yang kita buat sedemikian rupa. Bukankah begitu?” sangat terdengar getaran pada setiap kata yang diucapkan oleh mulutnya

“aku lega mendengarnya hyojung-ssi. Dua tahun pun tidak akan menikah” ia tertawa meledek “seharusnya aku akhiri ini dari sebelumnya. Dua tahu terlalu lama” sambungnya

Hyroin merasakan sesuatu yang mulai membasahi matanya “bukankah itu keren? Kita telah bertahan selama dua tahun dalam kepalsuan” bahunya mulai bergetar, ia merasakan tubuhnya mulai melemas

Cukup, ia muak dengan semua kata yang sama. Membuatnya terus merasakan sakit hati. Ia tidak gentar pada posisinya sekarang, ia akan terus mempertahankannya. Biarkan ia merasakan pedih, ia tidak akan meraung meminta kekasihnya untuk menarik semua ucapan yang telah terucap.

“baiklah kita akhiri saja. Senang bekerja sama dengan kepalsuanmu selama dua tahun kim hyojung-ssi. Aku berharap dua tahun kemarin tidak tercetak dalam memori kita” jooyung melangkah meskipun pelan karena berat untuk meninggalkan hyorin

Bohong , jooyung berbohong. Ia tidak ingin mengakhiri semuanya. Kenangan itu akan tercetak dalam memorinya. Ia tidak mencintai hyorin dengan kepalsuan, dan jika hyorin melakukannya, biarkan cinta mereka hidup dalam kepalsuan sepihak, jooyoung tidak sanggup untuk mengakhiri semuanya.

Air mata hyorin suda tidak terbendung lagi. Ia tahu bahwa jooyoung belum meninggalkannya, tetapi ia sudah tidak tahan lagi dengan semua ini, semua kebohongan yang ia ucapkan dan semua kebohongan yang ia dengarkan terbalas sudah dengan derasnya air mata yang terus mengalir dari matanya.

Jooyoung mendengar isakan tangis itu dengan sangat jelas. Ia ikut merasakan kepedihan itu. satu hal yang ada di benak jooyoung, yaitu berbalik badan, melangkah ke arah hyorin, mencium gadis itu, memeluknya dengan erat dan berkata “aku tarik semua ucapanku dan aku menyesal atas semuanya. Maafkan aku dan kumohon, jangan pergi. Aku sangat-sangat mencintaimu hyroin-ah. Ayo kita putar kembali waktu dan memulai semuanya dari awal”

‘haruskah aku melakukannya?’ jooyoung bergumam dalam hati ketika sedang membayangkannya. Ia tersentak dan ia berbalik badan, melihat tubuh hyorin yang bergetar serta mendengar tangisan yang semakin melukai hatinya. Hyorin bertumpu pada meja riasnya. Jika tidak, mungkin ia sudah jatuh ke bawah atau bagaimanapun itu.

jooyoung melangkah besar berjalan ke arah hyorin dengan cepat. Hyorin mengetauhi langkah jooyoung yang semakin dekat dengannya ia hanya bisa memejamkan mata dan menahan isak tangisnya

‘tidak, tidak, jangan kembali lagi. Aku lelah dengan kata-katamu. Cukup’ ia terus mengatakan itu dalam hatinya

Jooyoung membalikkan tubuh hyorin yang membelakanginya dengan kasar. Terlihat mata hyorin yang sudah sangat sembab dan dadanya yang bergerak naik turun dengan kencang dan tidak beraturan. Astaga, jooyoung sangat membenci apa yang ia lihat sekarang, apakah kata-kata tadi sangat menyakiti hatinya?

Hyorin menundukkan kepalanya dan menggigit bibir bawahnya menahan tangisan. Jooyoung mengangkat dagu wanita yang sangat ia cintai itu. merasa terpaksa, hyorin menatap mata jooyoung dengan dalam, begitu juga sebaliknya. Mereka mencari-cari titik di mata itu, titik yang mengatakan bahwa mereka masih sangat saling mencintai dan itu terlihat jelas di mata mereka masing-masing.

“apa yang kau lakukan disini?” suara hyorin terdengar parau dan lemah. Ia benar-benar berusaha untuk terus menatap jooyoung “kha.. ppalli kha.. (pergi, cepat pergi)“ suaranya semakin lemah

‘tidak, aku tidak kuat lagi. aku tidak mau mlihatnya seperti ini lagi. Ini sudah cukup. Aku harus meninggalkannya atau aku akan terus melihatnya seperti ini’ jooyoung masih terpaku dan bergumam dalam hatinya.

Jooyoung mengusap pelan bibir hyorin cukup lama. Hyorin tidak menolakknya , ia merasa hatinya terus meminta lebih. Dengan perasaan itu, ia mendengarkan yang mengusap berkata

“aku hanya ingin menghapus jejak dari 2 tahun yang lalu”

Tubuh hyorin benar-benar tidak kuat lagi. Ia meremas ujung meja riasnya dengan sangat kuat. Ia menunduk dan memejamkan matanya, menahan perihnya di hati.

Jooyoung menempelkan dahinya dengan dahi hyorin sesaat sebelum akhirnya berbalik badan dan mulai melangkah. Tetapi hyorin menahan tangannya.

DEG

Meski tidak begitu kencang tapi jooyoung berhenti. Mengharapkan adanya kata “jebal jangan pergi” atau “aku sangat mcintaimu” dari bibir yang baru saja ia usap.

Hyorin melangkah maju dan membalikkan tubuh jooyoung

Ia melakukan apa yang jooyoung telah lalukan kepadanya

“kau pikir, aku akan rela meninggalkan jejak ku pada mu?” hyorin tersenyum sendu

Jooyoung benar-benar kehilangan akal. Ia tidak sanggup bertahan di sini lagi. Ia segera melangkahkan kembali kakinya keluar apartemen hyorin

Hyorin terjatuh dari posisinya, ia tidak kuat menahan tubuhnnya lagi. Ia terisak sangat kencang, tanpa ia ketahui jooyoung pun juga keluar dari apartemenya dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya.

benar, mereka tahu semua yang mereka ucapkan dan dengarkan adalah sebuah kebohongan. Tapi ego dalam diri mereka memenangkan segalanya. Kini hanya penyesalan yang dirasakan keduanya. Ingin rasanya memutar balikkan waktu tapi mereka sendiri pun takut melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Mereka benci kebohongan ini dan benci mengetahui bahwa mereka saling menyakiti. Maka mereka putuskan untuk menjauh daripada kembali dan menyakiti.

FLASHBACK END

Jooyoung and Hyorin pov

“mungkin kita pernah merasakan cinta”

“tapi cukup untuk kali ini”

“aku bukanlah orang yang baik untukmu”

“aku berharap bahwa kau akan mendapatkan yang lebih baik dariku”

“jangan melihat ke belakang jadi aku tidak akan bisa mendekapmu lagi”

“aku tidak akan mendekapmu lagi sehingga tidak ada rasa sakit lagi diantara kita”

“tidak”

“rasanya lebih sakit jika kita tidak bersama, jika aku telah melewatkan detik detik hidup ini tanpamu”

“tapi tidak”

“akan lebih sakit jika menjalani detik detik hidup bersama mu yang selalu terlihat sakit karena ku”

“sakit jika hidup tanpa mu tapi jika air mata itu kembali turun, aku merasakan sakit yang lebih dalam dari sebelumnya”

Horeee gak jelaas(?) hihi mianhae kalo rada gak jelas yaa cuman iseng nulis aja gara gara suka banget lagunya erase dan tiba-tiba munculah ide abstrak ini hehe ohiya yang scene mereka usap bibir itu maksudnya koreografinya ya kan ada tuh yang mereka ngusap bibir gitu emang rada maksa sih muahahaha bingung mau ngomong apa lagi nih pokoknya like dan comment yaaa /thumbs up/

About fanfictionside

just me

One thought on “FF songfict/ ERASE/ HYORIN-JOOYOUNG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s