FF/ PLEASE HIDE MY IDENTITY/ GOT7-B1A4/ pt. 1


got

Author : Charikha

Main cast : Park ae hyeon OC, Mark Tuan (GOT7)

Support Cast : GOT7 member, Gongchan B1a4, Kim Yoora OC, Miss A, Apink

Genre : School Life, Romance, Drama, Sad

Rating : PG-15

Duration : Chaptered

Disclaimer : ini ff pertamaku. Semua ide bener-bener keluar dari dalam otak ku so berhubung ini ff pertama maaf kalo ceritanya geje atau aneh dan Typo bertebaran dimana-mana jadi maklumin aja yaaa…haha. Jangan lupa komennya!

happy reading. . . .

 

Author POV

“Miss Park, , ,neo eodiseo?” panggil Mr. Han

Suara itu yang membuat hyeon sampai bersembunyi di tikungan jalan, dengan nafas yang terengah-engah hyeon berhasil melarikan diri dari mereka. Bersembunyi di balik tembok besar membuat gadis berambut coklat itu sedikit bernafas lega setidaknya benda itu yang akan mengamankan dirinya dari kejaran para bodyguard yang akan mengantarkan ke institute.

“guk..guk..guk..”

lolongan anjing membuat pandangan hyeon terhadap para bodyguardnya terlepas, bersamaan dengan itu detak jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya. Gadis yang memiliki tinggi 165cm itu mengetahui ada hal yang tidak beres dan bingo ternyata benar seekor anjing kini tengah berdiri tepat di belakangnya. Walaupun gemetar hyeon berusaha tenang, “ssstttt,hey..dog quite please” bisik nona yang berparas british-korea itu pada anjing yang mulai memberikan wajah yang tak bersahabat lagi. Dengan secepat kilat posisinya saat ini telah berganti dari jongkok menjadi posisi siap sedia seperti saat atlit marathon bersiap tanding. Tanpa hitungan menit, dengan reflek kakinya melangkah menjauhi anjing itu berdiri dan yap…. Tubuh hyeon berlari seakan-akan mengikuti kecepatan angin yang pada saat itu berhembus dengan kencangnya. Berlari dan terus berlari itu yang ada di dalam pikirannya namun langkah hyeon kini mulai melambat dan perlahan semakin melambat bukan karena hyeon telah diterkam oleh anjing tersebut melainkan 3 bodyguard telah berdiri didepannya.

“Damn!”teriak hyeon

“yah..miss park kami semua lelah mencarimu ayolah masuk kedalam mobil, ini perintah Nyonya besar nona” celoteh bodyguard yang kini memegang tangan gadis itu

“Mr.Han jebal…aku bisa ke institute sendiri tanpa menaiki mobil itu, lepaskan aku” hyeon memohon

“kalau kau menolak maka kami akan berbicara apa pada nyonya besar?” tambah Mr. Han

“benar Miss. Park kami tidak ingin pengabdian kami selama bertahun-tahun rusak karena hanya masalah sepele seperti ini” celoteh dari bodyguard lainnya yang bernama Mr. Jung

Tiba-tiba saja sebuah ide muncul dari alam bawah sadarku “hmm…begini saja kita buat kesepakatan, kesepakatan ini hanya kita saja yang tau..eotte?”

“kesepakatan apa itu?”

“Aku tidak akan menaiki mobil itu namun kalian tetap bisa mengantarku kesekolah dengan cara, aku akan berjalan kaki dan kalian mengikuti dari belakang? Dengan begini kalian tetap menjalankan tugas dari eomma,eotte?” dengan sedikit menggunakan jurus ampuhnya ternyata membuat para bodyguard itu setuju dengan kesepatan itu.

Jarak antara rumah hyeon dan sekolah sebenarnya hanya berjarak 1km tidak terlalu jauh, cukup dengan 1 kali naik subway namun entah kenapa ibu hyeon menyuruh para bodyguard itu selalu mengantarnya kemana saja. Kalau bagi orang biasa ini sangatlah aneh tapi bagi diri hyeon ini tidak aneh karena memang dia terlahir dari keluarga berada tepatnya keluarga yang kaya diseoul. ibunya selalu menganggap hyeon adalah putri orang terpandang jadi dia harus mengikuti semua peraturan yang ibunya buat untuk anaknya. Hyeon memanglah seorang putri dari keluarga kaya namun dalam dirinya bahkan didalam darahnya pun dia menganggap dirinya hanyalah orang biasa. Hyeon sudah terdidik semenjak dia berada di London bersama ayahnya. Hyeon dididik ayahnya untuk menjadi anak biasa yang mandiri walaupun ibunya sangatlah kaya dan terpandang.

“heiish…benar-benar! mereka mengikuti ku dengan jarak yang sangat dekat bahkan mobil itu sejajar dengan ku” rutuk hyeon sambil terus melangkah berjalan ke institute

Sepanjang jalan semua orang yang berlalu lalang memperhatikan hyeon dengan aneh. Tatapan mata yang sangat tajam mereka melihat ke arahnya dan juga melakukan tatapan penuh curiga dengan mobil limosin yang berjalan beriringan dengan langkah hyeon.

“there’s something wrong with me?” hyeon berhenti sejenak dan melihat kearah tubuhnya

“aa…babo, pasti ini karena mobil itu yang membuat semua orang melihat ku” dengan cepat dia berlari menuju gerbang institute

“miss, , ,park josimhae” teriak Mr. Han dari dalam mobil

******

Seoul Institute of Art merupakan sekolah yang sangat terkenal diseoul. Sekolah ini memiliki beberapa jurusan yang semuanya berhubungan dengan art atau seni. Visual Art adalah jurusan yang hyeon ambil karena hyeon sangat menyukai seni melukis, hal kedua yang ia sukai setelah ilmu sains . Institute ini memiliki predikat terbaik di seoul bukan hanya karena prestasinya saja melainkan juga terbaik karena hanya orang kaya dan yang pintar saja yang dapat bersekolah di sini. Tentu hyeon dapat masuk sekolah ini dengan mudah karena hyeon merupakan anak orang kaya, namun tanpa sepengetahuan ibunya hyeon diam-diam 3 hari yang lalu mengikuti ujian masuk tingkat pertama dan hasilnya pun dia diterima karena hasil tesnya yang mencengangkan para seonsaengnim, hyeon mendapat pringkat pertama dalam test tersebut.

“dad, i will proof it that I’m good in art like I’m good in science at senior high school in london”

Flashback

dad,,I think I want move to korea because I like art, I like painting and in here I was studied science very well. I want study in korea at seoul institute of art,,,please dad” ku memohon pada ayah saat setelah kelulusan senior high school di London

“you want to leave me alone?” jawab ayah hyeon dengan menatap hyeon lirih

“dad,,, I have been 8 years with you in london,, i miss mom and this time is exact to move. Dad, don’t worry you can visit me and mom”

“I know,,, you was grown up maybe it’s time to you with your mom again .okay you can move sweetheart”

“thanks dad,,,but why you don’t follow me move to seoul and we can spend time together with mom”

“sweetheart,,,you know how exactly my job and mom’s job, my job and my passion in London and your mom arrange the company in seoul. that the reason why we can’t live in same country”

“I know…but promise me dad, if you got a holiday please spend time with mom and me and go to seoul okay! Promise?” ku dengan cepat meminta jari kelingking ayah untuk mengaitkannya di jari kelingking ku.

“okay,,I promise” mengaitkan jari kelingkingnya pada hyeon dan memeluknya sebagai tanda perpisahan untuk sementara waktu.

Flashback end

Hyeon POV

Perlahan aku berjalan menaiki anak tangga menyusuri lorong demi lorong yang ada di institute, maklum saja sekolah orang kaya ini memang luas dan besar. Walapun aku berjalan di dalam area institute masih saja tetap banyak siswa yang menatapku namun kali ini bukan tatapan aneh melainkan tatapan kekaguman yang ditunjukan oleh para siswa.

“eeh…nuguya” bisik wanita berseragam yang sama denganku

“omo…noemu yeppeo” kata-kata itu keluar dari segerombolan anak laki-laki yang juga mengenakan seragam sama seperti ku

“aigoo…kenapa semuanya melihatku seperti itu, apa masih ada yang aneh dari ku?” kataku dalam hati dengan tetap melangkah menuju ruang guru

Tok…tok…tok…

“sylehamnida” lantun ku dengan nada lembut seraya ada guru yang menjawabku

“oo kau sudah datang,pagi sekali hyeon-ah” jawab seorang guru pria yang berpenampilan sedikit nyentrik

ne…aku datang pagi agar aku tau kelas ku lebih awal”

“aigoo…aku sampai lupa mempersilahkan kau duduk, masuk dan duduklah” perintah guru itu

“ne…gamsahamnida”

“perkenalkan, aku Park Jin Young guru pembimbing di institute ini sekaligus guru koordinasi pelajaran extra kau bisa memanggilku dengan Ji Ssaem haha*tertawa kecil* murid-murid disini memanggilku seperti itu. Hmm..Sesuai data yang tertera disini kau masuk melalui uji test kenapa kau melakukan itu? bukan kah ibumu pemegang saham terbesar dari institute ini?” tanyanya kepadaku seperti sedang melakukan sebuah wawancara

“ii-itu karena a-aku ingin mengetahui seberapa jauh kemampuanku Ji ssaem” ku jawab seadanya walaupun aku sangat bingung kenapa guru itu mengetahui semua tentang aku

“yah…kalau begitu kau ini murid yang berbeda dengan yang lain tidak menggunakan kepentingan orangtua. Geure, jurusan mu di visual art dan kau berada di kelas 1 tingkat pertama”

“emm..Ji ssaem aku ingin menanyakan sesuatu hal apakah boleh?” tanyaku

“danghyunhaji, tanyakan saja hyeon-ah”

“soal eomma, darimana ssaem mengetahui kalau aku adalah putri Park Ae Kyung?”

“oo…soal itu. Tentu saja, aku ini teman baik ibumu lagipula ibumu sendiri yang menitipkan pada ku untuk mengajarimu seni, makanya aku tau. Mungkin hanya aku saja yang tau kalau kau itu putri ae kyung karena guru-guru yang lain hanya mengetahui bahwa Ae Kyung adalah pemegang saham utama sekolah ini, tidak untuk putrinya karena mereka hanya tau bahwa park ae hyeon putri dari ae kyung itu tinggal di London. Sebentar aku ambilkan name tag mu”

Park Jin Young berjalan masuk ke dalam ruangan yang didalamnya terletak dokumen-dokumen pribadi siswa dan name tag para siswa baru. “Syukurlah” hanya kata itulah yang aku keluarkan setelah tahu bahwa hanya Ji ssaem saja yang mengetahui identitasku kalau tidak bisa-bisa 1 sekolah memperlakukanku seperti ratu dan akan terkesan aneh jika aku dibedakan dengan siswa lainnya. Aku yang sejak tadi duduk kini hanya melihat sekeliling ruangan, cat yang berwarna putih kebiruan membuatku rileks dari kejadian tadi yang membuatku sedikit berfikir berat. Cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah ventilasi jendela dan pintu membuat tubuhku merasa hangat dan ingin sekali untuk memejamkan mata sejenak namun tak lama kelopak mataku kini terbuka akibat suara yang ditimbulkan dari kusen pintu yang terbuka. Ternyata saat ku buang pandangan kearah pintu tersebut kudapati seorang siswa laki-laki yang memasuki ruangan ji ssaem tanpa mengetuk pintu dan berjalan dengan langkah pasti. “tsk…his attitude so bad” ku berbicara menggunakan bahasa inggris agar laki-laki itu tidak memahaminya. Laki-laki itu duduk tepat disebelah ku dengan earphone yang terpasang di kedua telinganya. Memperlihatkan wajah dinginnya tanpa sebuah senyuman hanya tatapan tajam yang ditekankan. Suasana ruangan sangat hening, aku sebenarnya tak ingin berurusan dengan orang yang tidak punya sopan santun tapi ini merupakan hari pertama sekolah ku dan aku hanya ingin membuat daftar pertemanan ku berjalan dengan baik. Dengan terpaksa ku memulai memecahkan kesunyian.

“anyeonghaseyo, joneun Park ae….” Aku tidak menyelesaikan namaku karena aku teringat akan statusku yang menjadi pemilik institude ini. Aku harus menyembunyikan identitasku agar orang-orang di institute ini memperlakukan ku dengan wajar.

“Mmm.. joneun angela Park bangapseumnida” lanjutku dengan nada yang penuh dengan keramahan namun ucapanku tadi tidak direspon oleh siswa dingin itu. Menolehpun tidak dilakukannya. Kekesalanku mulai bergejolak terhadap orang yang ada disampingku ingin sekali aku melemparnya keluar ruangan tapi hanya ini yang bisa aku katakan padanya

“take your earphone. you are a deaf person, aren’t you?”

lima detik setelah mendengar kata-kataku laki-laki itu perlahan menoleh dan kini memandangku dengan tatapan yang tajam. Dia mulai berdiri dan mendekati tempat dudukku. Melangkah perlahan kemudian merendahkan tubuhnya agar sejajar dengan aku yang sedang duduk. Kini kepalanya disejajarkan dengan ku. Jika penggaris berada tepat didapan ku mungkin jarak wajahku dengannya hanya sekitar 10cm.

“M-mwohae?”ujarku yang gagap ketika matanya tengah melihat tajam didepan mataku

“I’m not a deaf person”

Seketika aku merasa tubuhku seperti ada di dalam gunung es yang membeku sekeras batu karena aku baru saja mendengar laki-laki itu berbicara bahwa dia tidak tuli dan itu berarti dia mendengar semua perkataanku dari awal. “omo, eotteokheo” dalam hati ku berbicara seraya berharap laki-laki ini tidak akan melakukan tindakan balas dendam dengan apa yang sudah aku katakan.

“yah…Mark mwohae? Tidak boleh melakukan tindak asusila di institute ini kau mengerti!” tiba-tiba saja Jin young seonsaengnim datang dan melihat adegan kami yang saling menatap

Perlahan mark menjauh dari wajah ku namun dia tak menampakan raut penyesalan dari wajahnya, dia hanya berdiri disamping kursi tanpa meminta maaf pada ku atau Ji ssaem yang dia lakukan hanya memberikan tatapan dinginnya.

“ini bukumu, sudah sana keluar.. pagi-pagi kau sudah membuat onar, . . . . .hey mark?” pekik jinyoung dengan sedikit nada kesal kemudian kembali memanggil mark yang sudah berjalan ke dekat pintu

“itu masih perlu kau perbaiki”tambah jin young

“oo..arraseo Ji Ssaem”jawab singat Mark

“maafkan bocah itu hyeon-ah, dia memang seperti itu tapi sebenarnya dia anak yang baik.”

“nee…gwenchana ji Ssaem” padahal didalam hati ku mengerutu “apanya yang baik”

“Igo name tag milikmu” Jin young memberikan name tag bertuliskan PARK AE HYEON

B . . U . . M . .

Seperti ada 100 bom yang meledak dihadapanku, aku kaget melihat name tag itu seakan-akan bayangan itu akan terjadi sepanjang aku bersekolah di institute ini. Semua orang akan bersikap berlebihan pada ku akibat melihat name tag bertuliskan park ae hyeon.

“Ji ssaem, boleh aku meminta sesuatu?”

“mwo ya hyeon-ah?”

“can you hide my identity?”

“oh,,why…?” jin young terlihat bingung dengan menyipitkan matanya yang sebenarnya sudah sipit

“karena aku tidak ingin semuanya memperlakukanku berbeda dengan yang lainnya hanya karena aku anak pemilik saham terbesar. Aku hanya ingin bersekolah seperti layaknya siswa lainnya, tolonglah Ji Ssaem” jelas ku padanya

“baiklah kalau maumu seperti itu, lalu aku harus memamanggilmu dengan nama apa?”

“selama di institute Ji Ssaem hanya perlu memanggilku dengan Angel, aku mengganti namaku untuk di institute menjadi angela park“

“geure,,karena kau ini putri dari Ae Kyung aku akan melakukan apa yang menjadi keinginanmu hyo- . . . maksudku angel, seperti itu?” Jin young menggeleng-gelengkan kepalanya heran dengan sikap ku

“ne,, jongmal gamsahamnida ji ssaem”

Author POV

Lorong demi lorong, hyeon telusuri sambil mencari dimana letak kelas 1 visual art. Sepatu berwarna merah marunnya berjalan diatas lantai marmer kecoklatan nan bersih dan mengkilat. Di lorong pertama hyeon berhenti sejenak untuk membaca papan petunjuk namun dengan cepat hyeon melewati lorong tersebut karena dengan jelas disitu terpampang papan tanda untuk Jurusan Film Kelas 1 dan kelas 2. Langkahnya diteruskan pada lorong yang menghubungkan gedung 1 dengan gedung 2 di gedung 2 ini langkahnya terhenti untuk kedua kalinya bukan untuk membaca papan petunjuk tetapi ada sesuatu yang menyentuh bahunya.

“hyeon-ah”

“Kyaaaa seseorang memanggilku dengan nama itu, aku pasti tau siapa lagi yang memanggilku dengan nama itu” dalam hati ia bicara, hyeon dengan cepat berbalik dan benar saja Ji ssaem telah berdiri dibelakangnya.

“Ji ssaem jangan panggil aku dengan nama itu” ujar gadis itu dengan panik

“o…mianhae aku lupa. aku sudah duga, kau pasti bingung mencari kelasmu, sekolah ini memang begitu besar. Jurusanmu ada di gudung sana gedung 3. Kalau gedung 2 ini untuk jurusan theater” ujar Ji ssaem menunjuk gedung 3 yang bercorak warna orange itu

“arraseo, trimakasih sudah memberitahu ku Ji ssaem, aku pergi dulu anyeonghaseyo”

“nee..”

*****

Hyeon POV

Gedung 3, Jurusan Visual Art Kelas 1

“ini dia kelas ku, selamat belajar pelukis hebat” senyumku melambung ketika melihat papan petunjuk yang tergantung di dekat pintu kelas

Tanpa keraguan aku masuk kedalam kelas , saat masuk terasa sekali hawa kedamaian dari dinding yang berwarna biru laut seakan-akan memang siswa akan belajar di pesisir pantai. Dinding-dinding yang ditempeli beberapa lukisan seperti lukisan buatan Pablo Picasso, Michelangelo, dan pelukis favoritku Leonardo da vinci. Saat pandanganku beralih demi tuhan aku sangat terkejut ternyata sepagi ini sudah ada sebagian siswa yang hadir dikelas itu. Tak ku hiraukan siswa yang ada dikelas pandanganku hanya tertuju pada kursi kosong, setelah beberapa menit aku melepaskan pandangan kesegala arah akhirnya pandanganku terhenti di kursi bagian deret depan dekat jendela yang masih kosong tak berpenghuni. Ku berjalan ke arah kursi itu lalu duduk dan meletakkan tasku diatas meja. Disinilah aku akan menjadi bintang terkenal melalui seni lukis aku akan menjadi pelukis terkenal dan memajang lukisan ku di galeri eomma. Firasatku mengatakan ada yang tidak beres dengan suasana kelas, benar saja saat aku menoleh ke samping dan belakang ternyata semua siswa sedang memperhatikanku. Semuanya saling berbisik dan kata-kata yang mereka ucapkan itu hampir bisa dibilang sama semua bertemakan tentang anak baru.

“nuguya” bisik wanita yang ada di bagian belakang

“yah , , kau tau kelas kita akan ada siswa baru” ujar segerombolan siswa yang duduk dibagian tengah

“sepertinya memang dia siswa baru” balas siswa lainnya

“siapa namanya ya mungkin dia bukan dari korea lihat saja wajahnya itu” tambahnya

“noemu yeppo” celoteh anak laki-laki yang sedang duduk dimeja

Semua kata-kata itu saling bersahutan dan membuat ku sangat terganggu, apa yang harus aku lakukan. Jika aku mengenalkan diriku apakah mereka akan menanggapinya? Atau perlakuan mereka akan sama dengan laki-laki dingin itu. Pertanyaan itulah yang kini berputar dengan cepat di kepalaku sampai- sampai aku tidak menyadari ada siswi yang baru masuk dan langsung duduk tepat di sampingku.

“yah”

Lambaian tangan seorang siswi membuyarkan lamunanku akan 2 pertanyaan itu. Mungkin sudah 5 menit aku mengacuhkan sapaan siswi tersebut.

“jwesonghamnida, aku tak mengetahui k-kau sudah ada didepanku”

“gwenchana,,kau ini siswi baru?” tanya gadis itu to the point

“ne. . aku siswi baru namaku angela park mohon bimbingannya”

“joneun kim yoora imnida, dari namamu sepertinya kau bukan seutuhnya korea? Kau dari luar ya?”

“ayahku dari amerika beliau memberikan nama ku angela dan ibu ku memberi marga park jadi namaku campuran keduanya” telunjuk dan jari tengahku kini saling mengaitkan satu sama lain karena saat ini aku sedang berbohong aku tak ingin terkena kutukan akibat berbohong.

“o pantas saja kau terlihat beda dengan yang lainnya, semua siswa yang ada di kelas ini sampai tak berkedip”

“kau bisa saja, ngomong-ngomong pelajaran akan di mulai pukul berapa?”

“pukul . . .yah” belum selesai yoora menjawabnya ia teringat bahwa 15 menit sebelum pelajaran dimulai ada ritual yang harus dilakukan.

“aku terlambat…k-kau mau melihatnya tidak?”

“melihat? Melihat apa?”

“ah sudahlah ikut saja, sebelum terlambat nanti kau juga akan tau”

“shiro, sebentar lagi pelajaran akan dimulai jadi aku akan tetap dikelas”

Tanpa mengatakan sepatah kata lagi yoora menarik pergelangan tanganku untuk mengikuti langkahnya pergi, sebenarnya aku tidak berminat ikut dengannya karena bagi aku sekolah ini hanya untuk menimba ilmu bukan untuk main-main. yoora yang sejak tadi menggandeng tangan ku kini mulai mempercepat langkahnya bahkan tali sepatunya yang terlepas tidak dipedulikan olehnya. Kami akhirnya berlari melewati lorong dan 2 gedung yang cukup menguras energi. Mataku yang tidak terlalu sipit kini menjadi sipit akibat heran dengan situasi yang ada. Tiba-tiba semua siswi dari seluruh jurusan dan seluruh kelas sudah berdiri di sepanjang tepi jalan dan lorong-lorong penghubung. Dalam hati ku selalu bertanya apakah disekolah ini akan ada pawai di pagi hari sampai seisi sekolah berdiri ingin melihatnya. “yoora-yah” aku memanggilnya karena aku sangat penasaran dengan ini semua.

“sudahlah kau ikuti saja, ini tempat yang sempurna untuk melihat mereka”

“mereka? Mereka siapa yoora-yah?”

yoraa tidak menjawab lagi semua pertanyaanku, dia hanya menatap kearah depan kearah lapangan dan terpusat pada gerbang institute, tatapan matanya yang berbinar tidak dapat dibohongi bahwa sesuatu yang ingin dia lihat adalah sesuatu yang menarik.

*******

Author pov

Semua siswi sudah memadati semua area sekolah, saat ini tepat pukul 7.15 tapi tidak ada tanda-tanda dari kehadiran mereka.

“oppa, , ,” teriak siswi tingkat pertama dari jurusan disain

“op-pa”hyeon berkata bingung

Sekuriti penjaga pintu gerbang institute telah keluar dari posnya, mereka membukakan pintu dan kini dari ujung jalan telah terlihat kendaraan berwarna hitam. Mobil berwarna hitam mewah kini semakin terlihat jelas dan semakin mendekati pintu gerbang. Riuh sorak-sorai siswi memekakan gendang telinga hyeon yang sepertinya sudah akan pecah. Hyeon memasang wajah yang penuh tanda tanya. “ini sangat tidak masuk akal” hyeon mau tidak mau tetap memandangi mobil itu karena kini dibenaknya hanya ada 1 pertanyaan yaitu mengapa semua siswi disini pagi-pagi menyempatkan diri hanya untuk melihat sebuah mobil.

“kau kesini hanya untuk melihat mobil ini?” tanya hyeon pada teman barunya itu.

“bukan mobilnya tapi yang ada di dalam mobil itu” jawab singkat yoora yang kembali memusatkan perhatiannya kearah mobil tersebut.

Tak berselang lama pintu mobil terbuka dan terlihat sepatu-sepatu bermerk keluar menapak ditanah disusul dengan ke tujuh laki-laki berwajah tampan keluar dari balik pintu mobil. Sontak membuat histeria semua siswi semakin gaduh. Namun bagi hyeon ketujuh lelaki itu sama sekali tidak tampan baginya mereka hanyalah siswa biasa yang terlalu berlebihan menganggap dirinya sangat penting. Ketujuh siswa itu kini berjalan perlahan seraya memberikan sedikit senyuman kepada siswi yang sejak 30 menit yang lalu tengah berkumpul di sepanjang koridor.

“kau tau mereka itu siswa terpandang disekolah ini, mereka sangat kaya dan terlebih sangat tampan mereka memiliki wajah yang luar biasa tak ada yang menyaingi mereka di institute ini ditambah mereka sangat pandai dijurusannya. Walaupun sebelumnya pernah ada kelompok popular yang sama” Jelas yoora dengan antusias namun tetap pandangannya tak lepas dari ketujuh siswa itu

“tsk…it’s to much”

“k-kau berbicara apa?” tanya yoora

“maksud ku ini terlalu berlebihan dan mereka itu hanya memamerkan harta orangtua mereka dan wajahnya itu menurutku biasa saja” rutuk hyeon

“kau ini jangan sekali-sekali mengejek mereka kalau kau ingin bersekolah dengan aman. baiklah aku jelaskan aku lupa kalau kau ini anak baru, mereka itu adalah para anak orang kaya, orang tua mereka itu rata-rata adalah presdir perusahan ternama di korea bahkan salah satu orangtuanya itu pemegang saham sekolah ini. Mereka membentuk kelompok karena orangtua mereka yang sama-sama kaya dan bersahabat baik, terlebih mereka satu tingkat dan satu jurusan music. Melihat mereka anak dari orang-orang penting Ji ssaem melegalkan kelompok itu namun ji ssaem ingin membentuk lagi kelompok popular seperti alumni yang kini sukses kau tau 2pm? mereka adalah sunbae yang di bentuk oleh ji ssaem. Melalui tangan dingin ji ssaem akhirnya ji ssaem melatih mereka pada tingkat 1 dan menamai mereka got7 sampai sekarang di tingkat 2 mereka semakin hits di institute ini.” Ungkap yoora dengan semangat

“aku tidak peduli dengan kelompok itu, , yoora ayolah kekelas sebentar lagi pelajaran sketsa akan dimulai” pinta hyeon ke temannya itu

“angela kau harus tetap disini, ini adalah kesempatan untuk memandanginya.” Lagi-lagi yoora tanpa diminta menjelaskan dengan semangat menjelaskan detail tentang keberadaan kelompok popular itu.

“kau lihat siswa yang paling kecil itu adalah bambam sunbae dia adalah anggota yang ramah dan bisa diajak bicara oleh siswi-siswi semua tingkat makanya semua siswi tingkat 1 kagum padanya, itu yang disebelahnya adalah si maknae yugyeom sunbae dia juga sangat popular di tingkat 1 walaupun tidak sepopuler bambam sunbae, lanjut ke laki-laki yang berangkulan dengan siswa bertopi itu namanya youngjae sunbae dia itu baik namun kalau sudah marah dia tak kan member ampun dan siswa yang bertopi itu bernama jackson sunbae terkenal sekali di siswi-siswi tingkat 2 dia itu playboy tapi walaupun playboy banyak yeoja yang ingin sekali menjadi yeojachingunya, dan itu jinyoung sunbae dia sangat baik ramah seperti bambam sunbae dan dia juga sering bertingkah konyol, dia pernah membantuku membereskan buku yang berserakan saat aku ditugaskan oleh ji saem. Dan itu im jaebum sunbae ketua dari got7 dia sangat arogan apapun yang dia inginkan harus dia dapatkan tapi dari sifat arogannya itu dia paling sensitive kalau berurusan dengan yeoja jika sudah begitu dia sangat manis”

“neo joahae?”senyum simpul hyeon berikan pada yoora

“ania, , karena aku sudah menyukai itu” menunjuk kearah siswa yang menggunakan earphone.

Hyeon menoleh kearah jari telunjuk yang ditujukan kearah mark berdiri, mata hyeon terbelalak melihatnya, hyeon mematung seperti sedang melihat hantu di siang bolong.

“siswa itu” ujar hyeon dengan nada lemas

“wae? Kau sudah mengenali mark sunbae” dengan cepat yoora menyambar omongan hyeon

“ania”secepat kilat hyeon menggeleng-gelengkan kepalanya

“kau tau,sampai saat ini sulit sekali berkomunikasi dengannya, belum ada yeoja yang bisa mengajaknya bicara lebih dari 5 menit. dan dia itu adalah anak pemegang saham.”

“pemegang saham? Bukankah pemegang saham itu adalah wanita yang bernama park . . .”

“bagaimana kau tau, ya memang benar Mrs. park ae kyung adalah pemegang utama saham sekolah namun orang tua mark sunbae itu pemegang saham kedua. Jadi sekolah memperlakukannya berbeda dengan siswa lainnya karena menurut pihak sekolah walapun mark sunbae itu anak penting nomor 2 bagi sekolah saat ini mark sunbae yang nomor satu karena anak park ae kyung itu tidak bersekolah disini jadi perlakuan itu hanya ditujukan untuk mark sunbae. Tapi aku sangat penasaran dengan anak penting nomor 1 itu kalau tidak salah namanya park ae hyeon.”

Hyeon tak lagi berniat untuk meneruskan pembicaraan karena arah pembicaraan sudah semakin mendekati identitasnya, hyeon hanya menjawab singkat “aku tau dari ji ssaem” hyeon memperlihatkan giginya karena untuk menutupi rasa gugupnya.

******

“baiklah kita istirahat 10 menit setelah itu kita lanjutkan koreonya” ujar Miss. Kim, guru yang mengajar koreografi

Hampir ada 10 jenis makanan ringan yang tergeletak di lantai sejak 2 menit yang lalu setelah miss. Kim berbicara untuk beristirahat. Dari mana asal makanan itu tentu saja kebiasaan bambam yang selalu menerima pemberian dari para penggemarnya siswi-siswi tingkat 1 saat awal masuk sekolah. Got7 selalu berkumpul duduk melingkar saat break koreo namun tidak dengan mark dia agak sidikit duduk menjauh 1 meter dari kumpulan yang lainnya memang mark sangat suka menyendiri saat sedang istirahat. Mark duduk dan langsung memasang earphonenya. Jin young yang sejak tadi melatih aegyonya didepan cermin tempat latihannya itu mendadak terkejut dengan teriakan salah satu anggotanya itu.

“bambam!” teriak jaebum

“mwo ya hyung”jawab bambam dengan polos

“sudah kubilang berapa kali jangan pernah menerima pemberian itu” ujar jaebum sambil mengambil choco pie yang ada di lantai parkit itu.

“yah…hyung kenapa kau juga mengambil makanan itu, dasar”balas bambam yang sedikit memanyunkan bibirnya

Dalam hitungan detik ke enam namja tampan itu tengah bercanda gurau sambil menikmati semua makanan pemberian fans bambam kecuali mark yang masih asik mendengarkan music namun junior tidak tinggal diam dia tau cara memaksa mark agar ikut bergabung dan menikmati makanan itu.

“hey-hey kau tau kalau sekolah kita kedatangan siswi asing dari luar korea” gumam siswa-siswi yang berada tepat di samping kelompok popular

“ne arraseo, aku sudah melihatnya tadi pagi di gerbang institute. Dia gadis yang cantik” ujar namja yang sedang mengelap keringatnya

Tentu saja jarak yang tidak begitu jauh itu terdengar oleh para kelompok popular. Jackson yang sangat peka dengan hal yang berhubungan wanita itu langsung mendengar percakapan teman-teman sekelasnya itu. Bokongnya yang masih menempel di lantai parkit kini digesekannya dengan cepat merambat mendekati arah suara itu.

“siswi baru??” sambar Jackson

TBC

About fanfictionside

just me

8 thoughts on “FF/ PLEASE HIDE MY IDENTITY/ GOT7-B1A4/ pt. 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s