FF oneshot/ 60 SECONDS/ INFINITE-LOVELYS


ff 60 sec pict

Title : 60 seconds

Main Cast : Kim Myungsoo (Infinite), Park Myungeun (Lovelyz)

Other cast : Kim Jonghyun (Shinee)

Genre : Romance, sad

Rated : PG-17

Length : Oneshot

Author : Kim Ara (ra.nwh91)

FF ini murni dari ide author, kalau ada yang mirip mungkin itu karena pemikirannya sama kyak author, author masih pemula disini, jadi komentar yg membangun author tunggu..okee, happy reading!!!

[Park Myungeun POV]

Perkuliahan hari ini memang sangat melelahkan tapi semua rasa lelah terbayar sudah ketika aku bertemu dengan namja chingu-ku, Kim Jonghyun. Ya aku sekarang sudah masuk perguruan tinggi di Seoul University, dan ini adalah semester akhirku, aku berpacaran dengan Jonghyun sudah dari semester 4, Jonghyun adalah teman sekelasku, aku sangat mencintai Jonghyun begitu pula dia. “Jonghyun-aa…ayo kita pergi makan, aku sudah sangat lapar” sahutku sambil menggandeng tangan Jonghyun, “Nne…kkaja” balas Jonghyun dengan senyuman tipis.

Jonghyun adalah cinta pertamaku, dia sangat baik kepadaku dari pertama bertemu meskipun dia adalah orang yang agak temperamen. Dia memang orang yang over protective kepadaku, tapi aku tau semua yang dilakukannya karena dia mencintaiku dan tidak ingin kehilanganku. Selain tampan, dia juga pandai bermain musik dan bernyanyi, itu salah satu nilai plus-nya. Dia memang sering mengajakku keluar malam dan penampilannya memang terlihat badboy, mungkin karena itu lah orangtuaku tidak pernah menyetujui hubunganku dengannya. Setiap aku keluar dengan Jonghyun aku harus sembunyi-sembunyi dari kedua orangtuaku. Jonghyun selalu meyakinkanku kalau suatu saat orangtuaku pasti menyetujui hubungan kami.

Hari ini selesai kuliah, Jonghyun langsung mengantarkanku pulang. “Aku pulaaang…” seruku sambil membuka pintu dan melepaskan sepatu. Aku lihat kedua orangtuaku duduk di ruang tamu menungguku “Myungeun-aa…cepat duduk sini dulu” seru Appa-ku, “Appa..aku capek sekali, aku mau langsung istirahat” balasku sambil tetap berjalan, “YAAAA…PARK MYUNGEUN!!! Dengarkan Appa baik-baik!!” teriak appa-ku yg benar-benar membuatku sangat kesal. Aku berhenti di dekat tangga “Kenapa? Jonghyun lagi? Aku tetap tidak akan meninggalkan Jonghyun, titik!” balasku nyengir, “Berandalan itu benar-benar sudah mempengaruhimu, kau harus meninggalkan dia, dia namja yang tidak baik untukmu Myungeun..dan kalau kau tetap tidak mau meninggalkan anak berandalan itu, Appa akan menjodohkanmu dengan namja pilihan Appa” seru Appa yang terlihat sangat marah, “Tunggu dulu, appa bilang berandalan? Anak berandalan yang Appa bicarakan itu adalah pacarku, dan dia punya nama, Kim Jonghyun (mempertegas)…Appa pasti malu kan sebagai seorang anggota dewan mempunyai anak yang berpacaran dengan berandalan, hah? dan aku tidak akan mau dijodohkan atau aku akan pergi dari rumah ini” sahutku penuh kesal, “PARK MYUNGEUN,,,BERANI-BERANINYA KAU!!” seru Appa semakin keras sambil berdiri dari duduknya dan aku pun langsung pergi ke kemarku di lantai 2. Samar-samar aku mendengar Omma mencoba menenangkan Appa-ku “Yeobo...sudahlah kau jangan marah-marah terus dengan Myungeun, semakin dia dimarahi, semakin dia berani, sudahlah dia akan memahami maksud kita nanti”

Makan malam hari ini terasa sangat membuatku kesal, aku, Omma dan Appa hanya terdiam karena kejadian tadi. Sebenarnya nanti malam aku berencana untuk kabur keluar rumah, aku mau keluar dengan jonghyun. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, aku mengendap-ngendap keluar rumah, dan sukses, orangtuaku tidak terbangun dari tidurnya. Jonghyun sudah menungguku di luar rumah. “kajja chagi..”seruku. Aku dan Jonghyun pergi ke pertunjukan musik band indie. Jam 12 malam acara baru selesai, Jonghyun langsung mengantarkanku buru-buru, karena ini sudah terlalu malam. Jonghyun terus menambah kecepatan mobilnya, tapi tiba-tiba…ciiiiitttt (suara rem mobil), “Myungeun kau tidak apa-apa?” tanya Jonghyun yang terlihat mengkhawatirkanku, “Emmm, nan gwaencanha oppa” balasku yang benar-benar terlihat takut. Jonghyun langsung keluar dari mobilnya dan memarahi namja pejalan kaki yang tiba-tiba menyeberang jalan, Jonghyun benar-benar marah dan berusaha memukul namja itu, spontan aku menghentikan Jonghyun “Sudahlah Jonghyun, lagian kita semua juga tidak apa-apa kan” Jonghyun meredakan kemarahannya ketika melihatku. Kami pun melanjutkan perjalanan, dan tak lama kami sampai di depan rumahku. Aku langsung membuka pintu mobil, tapi Jonghyun menahanku, dia mengecup bibirku lembut dan tersenyum kecil kepadaku, aku pun membalas senyumnya dan langsung beranjak dari mobilnya.

Aku kembali mengendap-endap masuk ke rumah, tapi… *cklek* kulihat appa menyalakan lampu, ternyata kedua orangtuaku terbangun. Siaalll!!, batinku. “Kau lihat sekarang jam berapa, huh? Sekarang appa benar-benar tidak bisa memberimu toleransi Park Myungeun (mengerutkan dahi) mulai besok kau akan diantar sopir pribadimu dan dia nanti akan jadi bodyguard-mu, mengerti?” ucap Appa-ku dengan serius, “Appa…aku bukan anak kecil lagi, kenapa Appa…” kata-kataku menggantung “pokoknya tidak ada protes, titik!” tegas Appa. Terpaksa aku menuruti kata-kata appa-ku daripada malam-malam aku harus berdebat dengan appa-ku karena aku sudah sangat capek.

Keesokan harinya, aku melihat seorang namja yang lumayan tampan, eiitss bukan lumayan, tapi memang tampan, dia duduk di ruang tamu bersama kedua orangtuakku. “Myungeun-aa, kenalkan dia sopir pribadi plus bodyguard-mu mulai sekarang, namanya Kim Myungsoo” sahut omma-ku mengenalkan namja itu. Tanpa bertele-tele aku langsung menyuruhnya mengantarkanku ke kampus karena aku memang terburu-buru. Sebenarnya aku masih kesal dengan keputusan appa ini. Tapi tunggu, aku seperti melihat namja ini sebelumnya tapi dimana? Di tengah perjalanan “Emmm, tadi namamu siapa?” tanyaku yang memang lupa karena tadi tidak begitu mendengar kata-kata omma-ku, “Namaku Kim Myungsoo” jawabnya singkat dan aku melihat senyum tipis darinya, ‘dia benar-benar tampan’ batinku, “Heoooll…kenapa kau mau jadi sopir, padahal kau punya wajah yang ya memang tampan menurutku, kau bisa jadi artis mungkin” tanyaku polos, “Aaahh..aku tidak tertarik hal seperti itu nona Park” balasnya singkat lagi, hemm dia memang namja yang cool. “Yaaa…jangan panggil aku nona Park, panggil saja aku Myungeun” seruku, “Memangnya berapa umurmu sekarang?” lanjutku, “25 tahun” ternyata dia lebih tua dariku “Oke kalau begitu aku akan memanggilmu oppa, karena kau lebih tua dariku” sahutku santai.

Begitu sampai di kampus aku langsung mencari Jonghyun, seperti biasa dia pasti menungguku di taman samping gedung kampus. “chagiya…kau sudah menunggu lama?” tanyaku sambil duduk disampingnya, “Emmmm…” jawabnya singkat. Aku menceritakan tentang keberadaan Myungsoo oppa sebagai sopirku mulai sekarang, tentu saja Jonghyun tidak menyukainya karena sekarang mereka jadi tidak bebas.

Jam kuliahku dan Jonghyun sudah selesai, kami berencana untuk makan siang berdua. Aku berjalan ke parkiran mobil, dan aku melihat Myungsoo oppa memakai kacamata hitamnya dan berdiri di samping mobil, ‘gilaa ini orang, benar-benar tampan..emmm,tapi masih tampan Jonghyun-ku’ batinku, setiap yeoja yang lewat melihat ke arah Myungsoo yang terlihat good looking. “Oooh jadi itu sopir pribadimu? Sepertinya kau harus ku jaga lebih ketat lagi” sahut Jonghyun sambil mengeryitkan matanya yang sipit dan menambahkan senyum kecil. Aku menyuruh Myungsoo oppa hanya untuk mengikutiku dari belakang karena aku mau naik mobilnya Jonghyun biar aku bisa berduaan dengan Jonghyun pikirku. Jonghyun menyetir mobil sambil terus memegang tanganku lembut, dia memang benar-benar romantis kepadaku, membuat hatiku meleleh. Aku melihat kaca spion mobil dan melihat Myungsoo oppa benar-benar mengikutiku dari belakang. Benar-benar membuatku kesal. Akhirnya kami sampai di tempat makan, aku dan Jonghyun oppa masuk ke dalam sementara Myungsoo melihatku dari luar.

[skip]

Sekarang aku tidak terlalu susah mengerjakan tugas kuliahku karena Myungsoo oppa membantuku. Ternyata dia namja yang cukup pintar menurutku. Bahkan sekarang aku memiliki tempat untuk sedikit mencurahkan hati ketika aku ada permasalahan dengan Jonghyun. Myungsoo benar-benar pendengar yang baik.

Hari ini Jonghyun mengajakku keluar malam lagi, aku iyakan ajakannya. Ya mungkin sekarang untuk kabur dari rumah agak susah karena ada Myungsoo oppa. Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, sudah waktunya aku pergi, pelan-pelan sekali aku menempatkan kakiku, yaaa aku berhasil lagi. Aku melihat Jonghyun sudah bersiap di dalam mobilnya, dia terlihat tampan dengan kaos putih polosnya. “Chagiyaa..kita mau kemana?” tanyaku polos, “Kita akan ketempat yang belum pernah kau kunjungi, kita bisa bersenang-senang disana” jawab Jonghyun singkat.

Tak lama kami sampai di suatu tempat, ternyata tempat ini adalah…club malam. Ini pertama kalinya Jonghyun mengajakku ketempat seperti ini, aku benar-benar yeoja polos yang tak pernah menyentuh tempat seperti ini. Aku sedikit gugup memasuki tempat ini, tanganku begitu kencang memegang tangan Jonghyun. “Kau gugup? Kau benar-benar yeoja yang polos, membuatku semakin mencintaimu” kata-kata itu membuat pipiku semakin memerah. Jonghyun mengenalkanku kepada teman-temannya yang sedang duduk di pojok ruangan, penampilan mereka semua terlihat…badboy. Tapi aku senang karena Jonghyun bersikap sangat care terhadapku. Teman Jonghyun menyodorkan minuman kearahku, tapi Jonghyun sangat paham kalau aku tidak bisa minum dan minuman dari temannya itu diraihnya dan diminumnya. Jonghyun mengajakku ke suatu tempat, disini lebih sepi dari tempat lain, Jonghyun mendekatkan wajahnya dan sangat cepat dia mencium bibirku dengan kasar, tangan Jonghyun menarik tengkukku agar aku semakin mendekat padanya. “Jonghyun-aa..aku tidak bisa bernapas” sahutku lirih, tapi aku melihat Jonghyun tidak menghiraukan kata-kataku, dia masih terus melumat bibirku. Jujur aku merasa tidak nyaman dengan perlakuan Jonghyun. Tiba-tiba seorang namja menarik Jonghyun dari belakang dan memukul wajah Jonghyun sekali. Namja ini adalah Kim Myungsoo oppa. Aku melihat Jonghyun tersungkur ke bawah, belum sempat aku membantunya berdiri, Myungsoo oppa menarikku keluar. “YAAA…DIMANA PIKIRANMU,HUH?” teriak Myungsoo oppa begitu kami sudah keluar dari tempat itu, “Kenapa kau memukul Jonghyun?” ucapku yang masih merasa khawatir padanya. “Dasar yeoja bodoh, kau tidak lihat namja-mu itu mau berbuat lebih terhadapmu (diam sejenak)…dan lihat pakaianmu, (Myungsoo melepas jaketnya) pakai ini!!” Myungsoo oppa terlihat benar-benar marah, dia melempar jaketnya kearahku, dia memintaku memakainya karena memang baju yang aku pakai sekarang terlalu terbuka. Myungsoo oppa menyuruhku masuk ke mobil dan mengajakku pulang. Sebenarnya aku masih merasa kaget dengan perlakuan Jonghyun tadi, tidak biasanya dia seperti ini, dia tidak pernah menciumku dengan penuh nafsu seperti itu, aku benar-benar jadi merasa takut. “Kau tidak apa-apa kan?” tanya Myungsoo oppa yang terlihat khawatir,”Emmmm..nan gwaencanha” jawabku singkat ‘yang sebenarnya aku sama sekali tidak merasa baik-baik saja sekarang’ batinku.

Kami sampai di rumah, sekarang sekitar jam 1 malam. “Tunggu disini dulu, aku akan melihat apa orangtuamu terbangun atau tidak” ujar Myungsoo oppa sambil berjalan masuk ke rumah, sementara aku masih menunggu di samping mobil. “Masuklah, semuanya aman”ujar Myungsoo oppa, “Oppa kenapa kau justru tidak melaporkanku ke orangtuaku? Kenapa kau malah menyembunyikan ini?” tanyaku dengan sedikit menundukkan kepala, Myungsoo oppa memegang kepalaku dan mengacak-acak rambutku “Yaaaa, aku tidak mau kau mendapat masalah lagi Myungeun”. Myungsoo oppa terlalu baik kepadaku, mungkin karena dia menganggapku sebagai dongsaeng-nya. “Gomaweoyo oppa”.

Aku sama sekali tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan Jonghyun. Aku masih heran dengan sikapnya yang tiba-tiba berubah kepadaku. “Myungeun-aa, kau belum bangun nak? Ayo kita makan bersama” ujar omma-ku sambil mengetuk pintu kamarku, tapi aku tidak berani keluar kamar karena aku masih saja menangis, aku berpura-pura tetap tidur. Tak lama kemudian aku mendengar Myungsoo oppa yang mengetuk pintu kamarku, “Myungeun-aa, aku tau kau sudah bangun, buka pintumu”. Aku membuka pintu kamarku “Oppa…” sahutku sambil melihat Myungsoo oppa dengan mataku yang masih sembab, “Lihat matamu itu sudah seperti telur yang siap dipecah (senyum kecil), kau tidak tidur semalaman?” tanya Myungsoo oppa, aku hanya menjawabnya dengan menggelengkan kepala, “Cepat kau mandi sana, orangtuamu akan khawatir melihat kondisimu seperti itu” aku hanya menganggukkan kepalaku.

Hari ini aku putuskan untuk menemui Jonghyun, aku ingin penjelasan darinya. Myungsoo oppa sebenarnya mencegahku tapi aku tetap ingin menemuinya. Myungsoo oppa menemaniku karena dia terlihat masih khawatir. Aku menyuruh Myungsoo oppa untuk membiarkanku bicara berdua dengan Jonghyun. Jonghyun mengajakku untuk ke mobilnya, “Jonghyun-aa, kau benar-benar mencintaiku kan? Kau serius kepadaku kan? Kau tidak mau mempermainkanku kan?” cecarku dengan semua pertanyaan di kepalaku yang membuatku sangat bingung. “Park Myungeun, aku sangat mencintaimu, aku tidak akan membiarkanmu dengan orang lain, kau hanya akan menjadi milikku, ingat kata-kataku itu Myungeun” tegas Jonghyun yang justru membuatku takut dengan kata-kata itu. “Jonghyun-aa, kenapa kau seperti itu? Kau justru membuatku takut” jawabku dengan sedikit mengerutkan dahiku, “Aku seperi ini karena aku tidak mau kau diambil oleh sopirmu itu, (diam sejenak) kau mulai menyukainya kan? Aku melihatnya dengan jelas”, Jonghyun terlihat sangat marah ketika mengatakan hal itu, “Jonghyun-aa, aku hanya mencintaimu, Myungsoo oppa hanya ku anggap sebagai kakakku” jawabku dengan tatapan sedih,”Kalau kau hanya mencintaiku, kau harus mau ku ajak pergi sekarang”, tanpa pikir panjang aku mengiyakan ajakan Jonghyun, entah dia mau membawaku kemana.

Myungsoo oppa terus meneleponku begitu melihat aku pergi dengan Jonghyun, tapi Jonghyun menyuruhku untuk tidak mengangkatnya dan mematikan ponselku. Aku melihat Myungsoo oppa mengikuti kami dari belakang. Jonghyun menelepon seseorang, entah itu siapa, aku hanya mendengar jawaban Jonghyun singkat yang sama sekali tidak aku mengerti. Tak berapa lama, aku menoleh kebelakang dan aku lihat sebuah mobil mencegat mobil Myungsoo oppa, 4 namja berpenampilan preman turun dari mobil itu dan memukuli mobil dengan tongkat besi, Myungsoo oppa pun tak luput mendapat pukulan dari ke-4 namja itu. Ku perhatikan Jonghyun tersenyum kecil melihat hal itu, “Oppaaaa…(teriakku), Jonghyun-aa apa yang kau lakukan pada Myungsoo oppa, jangan katakan itu adalah ulahmu” tanyaku yang terus menangis melihat hal itu, “YYAAAA…DIAMLAH!!! kau hanya akan jadi milikku mulai sekarang, bahkan Myungsoo-mu itu tidak akan bisa memilikimu” teriak Jonghyun sambil menyodorkan sebuah pistol yang membuatku benar-benar terdiam kaku dan tak mampu berkata apa-apa karena perasaan takut mulai menyerang. Aku tidak menyangka Jonghyun ternyata seperti ini, aku benar-bnar tidak mengenalnya sekarang. Myungsoo oppa..aku berharap kau tidak apa-apa, tolonglah aku sekarang oppa, batinku. Jonghyun menghentikan mobil dan memembekapku dengan sapu tangannya, mataku berkunang-kunang, badanku lemas, gelap mulai menyerang.

Aku mulai sanggup membuka mataku, semua terlihat masih buram, kepalaku terasa berat. Dimana aku ini, aku tidak mengenal tempat ini. Aku tidak bisa menggerakkan badanku, ternyata tangan dan badanku diikat kuat. ‘Jonghyun-aa..apa yang kau lakukan padaku, dimana aku ini? Kenapa kau memperlakukanku seperti ini?’ batinku. Aku melihat Jonghyun baru saja keluar dari kamar mandi. “Ternyata kau sudah sadar Myungeun, kau terlihat sangat cantik ketika tertidur, hahaha” seru Jonghyun sambil mendekatkan wajahnya padaku, dia berusaha menciumku kali ini tapi aku menghindarinya. “Kau sudah berani menolakku Park Myungeun,hah?” seru Jonghyun sambil mengangkat daguku dengan kasar, “Kau bukan lagi Jonghyun yang aku kenal, kau tak lebih dari berandalan” tegasku dengan nada marah. Plaaakkk…Jonghyun menamparku. “Kau harus tetap mencintaiku, kau harus tetap jadi milikku” tegas Jonghyun.

Ini adalah hari ke 3 aku disekap oleh Jonghyun, dia masih terus saja mengawasiku tanpa henti seakan-akan tak memberiku celah untuk bergerak sedikitpun. Aku lihat ponselku tergeletak di meja dekat aku diikat. Aku berpikir bagaimana caranya mengambil ponsel itu, aku harus membertahu Myungsoo oppa dimana aku berada. Ada satu ide bersliweran di kepalaku. “Jonghyun-aa, izinkan aku ke kamar mandi, aku mau buang air kecil dulu”,sukses, Jonghyun membukakan tali yang mengikatku, dan tanpa sepengatuhannya aku mengambil ponsel di dekatku itu. Dengan cepat aku mengaktifkan ponselku, aku menyalakan kran air agar Jonghyun tidak mendengarnya.

Yobeoseyo…oppa…oppa tolong aku”

“Myungeun…ini benar kau, syukurlah, sekarang kau dimana?”

“Aku tidak tau oppa, ini seperti di hotel, tapi aku tidak tau, tunggu dulu oppa sepertinya aku di hotel ze….” Jonghyun membanting ponselku, dia berhasil mendobrak pintu, samar-samar aku mendengar suara Myungsoo oppa masih disambungan telepon “Myungeun…Park Myungeun kau tidak apa-apa kan? Halooo”, Jonghyun mematikan sambungan telaponnya sambil menatapku penuh amarah. “Apa yang kau lakukan nona Park, HAAAAH??” ku rasakan tangannya setengah mencekikku,”Jonghyun-aa…sa-sa-sakit”, Jonghyun melepaskan tangannya dari leherku dan kembali mengikatku. “Aku tidak akan membiarkanmu pergi” perasaan takut menyerangku lebih dari biasanya.

Entah apa yang sekarang dipikirkan Jonghyun, dia terus memutar-mutar pistolnya dan menundukkan kepala. “Ternyata kau ini benar-benar orang yang keras kepala nona Park, sepertinya aku harus melakukan ini agar kita harus tetap bersama” ujar Jonghyun sambil menatapku tajam dan dengan pistol yang masih dimainkannya. “Apa maksudmu?” secepat kilat Jonghyun menodongkan pistol itu kearahku “Jonghyun-aa apa yang kau lakukan” seruku yang kali ini benar-benar merasa takut, kerringat dingin mulai deras mengalir. “Jika aku tidak bisa memilikimu lagi, maka tidak ada namja yang boleh memilikimu, karena kau hanya milikku, kau dan aku harus mati disini bersama-sama” tegasnya dengan mengangkat ujung bibirnya. “Jonghyun-aaaa…” aku begitu takut dan menutup mataku. Braaaakkkk….Doorrrrrrrr…suara tembakan, tapi kenapa aku tidak merasakan sakit? Aku perlahan-lahan membuka mata, ternyata…aku melihat Myungsoo oppa tergeletak dengan darah mengalir, “Oppaaaaaaa…” teriakku, air mataku mengalir tak bisa tertahankan. “Hahahahaha…kau memang pantas menerimanya Myungsoo, kau lebih baik mati lebih cepat” Jonghyun tertawa puas sambil mengarahkan pistolnya lagi ke arah Myungsoo oppa, “HENTIKAN JONGHYUN-AAA!!!” teriakku, tapi…Doooorrrrrr, suara tembakan lagi, badanku lemas, semuanya gelap.

Mataku masih terasa berat, perlahan-lahan aku membukanya, masih terlihat buram semuanya. Samar-samar aku melihat omma dan appa “Omma..Appa…aku dimana?” ucapku lirih dan masih terbata-bata. “Kau di rumah sakit nak, kau tidak apa-apa kan?” tanya omma-ku dengan suara yang terdengar bergetar dan serak, mungkin omma masih menangis, tapi aku belum bisa melihanya dengan jelas. “Oppa…Myungsoo oppa…dimana dia omma appa? Apa dia tidak apa-apa?” tanyaku sambil berusaha mengangkat tubuhku dan berusaha berdiri padahal kepalaku masih terasa sangat berat. “Myungeun-aa..” suara lirih seorang namja dengan kursi roda datang mendekat dari belakang kedua orangtuaku, ternyata itu adalah Myungsoo oppa, “Oppaaaa…” tanpa pikir panjang aku langsung memeluknya erat, air mata bahagiaku terus mengalir di pipiku. “Aawwww…kau memelukku terlalu erat Myungeun” ujar Myungsoo sambil mengeryitkan matanya yang sipit karena merasa kesakitan, “Mianhae oppa..aku terlalu bahagia melihatmu tidak apa-apa, kau benar-benar tidak apa-apa kan oppa, bukannya Jonghyun menembakmu 2 kali?” tanyaku dengan mata yang masih berkaca-kaca. “Lebih baik omma dan appa pergi dulu ya, kalian silahkan ngobrol berdua” sahut omma dan appa sembari meninggalkanku dan Myungsoo oppa berdua. Myungsoo oppa melanjutkan “Sebenarnya tembakan kedua itu bukan dari pistol Jonghyun, sebelumnya aku juga berpikir begitu, tapi aku melihat bahu Jonghyun berdarah, ternyata polisi datang tepat waktu, jadi tembakan itu dari pistol polisi” aku menggantungkan cerita Myungsoo oppa dan bertanya lagi “Lalu bagaimana dengan Jonghyun?” tanyaku, “Dia tertunduk lesu begitu mendapatkan tembakan di bahunya, dan dia berkata kalau dia akan terus mencintaimu sampai kapanpun, dan…” Myungsoo oppa menggantungkan kata-katanya, “Lalu apa oppa?” tanyaku dengan mata yang berkaca-kaca, Myungsoo oppa menghela napas “Jonghyun menembak kepalanya sendiri, dia bunuh diri” air mataku mengalir tak bisa terkendali lagi, tatapan mataku kosong, meskipun Jonghyun bersikap seperti itu, bagaimanapun juga aku pernah mencintainya, dan kata-kata terakhir itu membuatku sangat sakit. Ku rasakan Myungsoo oppa memelukku dan menenangkanku.

[Beberapa hari kemudian @rumah sakit]

Berkat Myungsoo oppa aku bisa sedikit lebih tenang dengan semua kejadian yang aku alami. Dia menghiburku meskipun dia sendiri juga sedang sakit. Tapi aku sebenarnya masih berpikir tentang kejadian itu, semua itu terjadi karena aku, Myungsoo oppa pun sampai hampir terbunuh karena aku. Tapi setelah kejadian itu aku jadi terus memikirkan Myungsoo oppa, dia mau mempertaruhkan hidupnya untukku, sepertinya aku mulai menyukainya. “Oppa…kenapa oppa selalu bersikap sangat baik kepadaku, bahkan oppa sampai dipukuli orang dan terkena tembakan karena aku” tanyaku dengan raut muka penuh penasaran, “Karena aku mencintaimu Park Myungeun” jawaban singkat itu membuatku tertegun dan gugup, “Se-sejak kapan?” tanyaku sekali lagi, “Kau masih ingat namja yang hampir Jonghyun tabrak di depan minimarket dekat rumahmu itu?” balasnya singkat dengan senyum kecil, “Mwooo..itu oppa, lalu?” tanyaku yang masih penasaran “Melihatmu hanya dalam waktu 60 detik sudah membuatku jatuh cinta”, Haaah kata-kata itu membuatku pipiku terasa panas dan memerah, “Apa kau mau menjadi yeoja-ku?” lanjut Myungsoo oppa sambil memegang pipiku yang dari tadi terasa panas dan semakin panas karena dipegangnya. Spontan aku menganggukkan kepala yang pertanda aku menyetujuinya. “Terima kasih Myungeun” ucap Myungsoo oppa lembut dan memelukku erat, perlahan dia mengecup keningku, aku merasakan bibirnya sangat lembut menyentuh keningku. “Akhirnya kalian benar-benar saling jatuh cinta, omma senang mendengarnya” tiba-tiba omma dan apaa muncul dari belakang Myungsoo oppa, aku benar-benar bingung apa yang dimakasud omma, “Maksud omma?” tanyaku polos, “Myungsoo sebenarnya bukan seorang sopir, dia adalah anak dari kepala kepolisian distrik Gangnam, dia adalah namja yang ingin appa dan omma jodohkan untukmu, Myungsoo bilang kalau dia sudah tau dirimu dan dia tidak mau ada pemaksaan, dia ingin perjodohan ini berlandaskan cinta, karena itu dia menyamar menjadi sopir dan bodyguardmu” penjelasan appa sangat singkat dan mampu membuatku hanya diam karena kaget. “Jadi kalian semua membohongiku” jawabku yang sedikit menggerutu kesal, aku lihat omma, appa dan Myungsoo oppa hanya tersenyum mendengarkanku. “Yaaa…Myungsoo oppa ternyata kau nappeun namja” gerutuku, “Tapi kau tetap mencintaiku kan?” tanya Myungsoo dengan nada yang sedikit meledek, aku hanya bisa tersenyum malu dan menganggukkan kepala, tanpa pikir panjang aku memeluk Myungsoo oppa meskipun disitu ada kedua orangtuaku.

[Setahun kemudian]

Aku sudah menyelesaikan studi di perguruan tinggiku dengan tepat waktu. Aku mulai bekerja di sebuah kantor swasta. Besok aku akan menikah dengan Myungsoo oppa, namja yang benar-benar aku cintai sekarang dan selamanya. “Myungeun-aa…ayoo!!” seru Myungsoo oppa dari mobilnya sambil melambaikan tangan kearahku, “Nne..” aku berlari kecil menghampiri mobil Myungsoo oppa. Aku dan Myungsoo oppa akan pergi ke pemakaman Jonghyun, orang yang pernah aku cintai dan memberiku pelajaran tentang apa itu cinta sesungguhnya. Cinta adalah suatu ketulusan dan pengorbanan, bukan sebuah obsesi untuk memiliki.

~~~ END ~~~

Terima kasih sudah baca FF ini, jangan lupa komen agar author bisa belajar lebih baik lagi…gomawoyo!!! #bow

About fanfictionside

just me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s