FF/ IT’S CALLED OF LOVE/ GOT7/ pt. 1


my love

Author: ditzdj

Cast:

Arona / Lee Haena

Jackson Wang

Other.

Genre: Fantasy. Romance. Comedy. AU.

Rating: 14+

Length: Chapter

Disclaimer: Mine. Dan terinspirasi dari sebuah film favoritku J

A/N:

Hello! DJ is back! Dengan ff baru hohohoho typo everywhere dan ceritanya agak aneh. Tolong maklum soalnya org yg bikin ini juga agak agak gimana gitu /gue dong/ hahaha

Part 1

“Apa arti Detak Jantung ini?”

 

Bumi adalah dimana semua manusia hidup. Tetapi tidak hanya di Bumi, diluar Bumi pun juga ada. Dan kalian tidak tahu jika ada sebuah planet kecil yang jaraknya dari Bumi hanya beberapa kilometer, planet Abior. Di planet Abior, hiduplah banyak orang yang dinamai Abiority.

“tidak akan” teriak Arona. Arona terus bersikukuh agar ia tidak di kirim ke dunia Manusia. Arona adalah salah satu dari Abiority.

“Arona!”

“tidak, Ayah! Aku tidak mau!” Arona terus menghindari orang tua nya itu. Tetapi, sang Ayah selalu menghilang dan tiba-tiba saja telah didepannya.

“kau harus!”

“kenapa, Ayah?”

“karena…sudahlah, kau harus kesana.”

“kenapa Ayah selalu menghindari pertanyaanku”

“tidak Arona! Ikut Ayah!” Ayah Arona menggenggam tangannya dengan kencang hingga Arona sedikit meringis.

“Ibu” panggil Arona kesakitan pada Ibunya, tapi Ibu nya hanya menatapnya sedih.

Arona terkejut dengan kelakuan Ibu nya itu padanya. Biasanya Ibu nya itu selalu tidak setuju apa yang akan dilakukan Ayahnya untuknya, tapi tidak kali ini.

Arona meneteskan air matanya.

Tak berapa lama, Arona dihempaskan ke sebuah roket/semacamnya. Ayah nya menutup pintu itu dengan kekuatan yang ia punya dan menguncinya.

“Ayah!!!!” teriak Arona dari dalam dan terus memukuli pintu kaca transparan itu.

Arona sangat tidak percaya apa yang telah dilakukan orang tua nya ini. Air matanya kembali menetes dengan derasnya. Arona terduduk.

Dan tiba-tiba saja Roket yang ia duduki itu melesat pergi meninggalkan Ayah nya itu dan juga dunia nya.

“Maafkan Ayah, Arona. Kau harus mengikuti test ini”

**

“Jackson Wang!!!!!” pekik Lee ssaem yang sedari tadi sudah kesal melihat Jackson hanya tidur di mejanya.

Jackson Wang, murid termalas tetapi termasuk dalam 10 besar murid terpintar di Sekolahnya. Semua Guru geram pada nya karena kelakuannya hanya tidur tidur dan tidur. Tetapi jika ia disuruh mengerjakan pertanyaan, hanya 0.5% ia tidak bisa menjawabnya dan 99,5% ia bisa menjawabnya dengan santai.

Dengan malas, Jackson mengangkat tangannya. Dan semua orang menertawakannya.

“Kau ini…… cepat kerjakan ini!!!!!” Lee ssaem mengetukkan spidol di white board. Jackson menopang dagunya dan fokus melihat soal yang disuruh Lee ssaem menjawab.

Tiba-tiba saja dia menyunggingkan senyumnya dan berdiri. Jackson berjalan dengan santainya ke White board. Suasana didalam kelas tiba-tiba hening. Ia langsung merebut spidol dari Lee ssaem dan tidak sampai 1 menit ia telah menyelesaikannya.

“Bagaimana, Lee seosangnim? Apa aku salah?” Jackson tersenyum kemenangan. Lee ssaem hanya menggelengkan kepalanya sebagai tanda ia menyerah dan tidak dapat menemukan kelemahan yang dimiliki Jackson. Teman-temannya menganga. Jackson kembali melanjutkan tidurnya.

Bel pulang telah berbunyi.

Dengan malasnya, Jackson mengambil tas nya dari loker. Saat menutup loker, dia menghela nafas.

“kalian…bisakah berhenti menganggu hidupku?” Jackson menatap malas pada 3 manusia yang sangat menurutnya itu menganggu hidupnya, dan kata lain bisa dibilang jika 3 manusia ini adalah yang kaytanya adalah 3 perempuan tercantik di sekolahnya dan mengagumi seorang Jackson Wang.

“Jack, kita ke bioskop hari ini?” kata perempuan yang berambut pendek dan langsung merangkul Jackson, Yoonju.

“Jack tidak akan ke Bioskop! Bagaimana kalau ke Mall? Belanja?” sela perempuan berambut pirang dengan manjanya, Taeri.

“YA! Jack tidak akan kesana, dia akan makan siang, iya kan, Jack?” kata perempuan yang tengah menyisir dan memakai lipstik dan juga menatap nakal pada Jack, Yuna.

Jackson kembali menghela nafas.

“aku pulang”

“JACK!” seru ketiga perempuan itu.

Ketika dalam perjalanan pulang, Jackson terus menguap. Entah apa yang dilakukannya pada malam hari. Ia terus menatap jam tangannya itu. Jam 4 sore. Ia menaikkan salah satu alisnya, dia merasakan ponselnya bergetar. Ditatapnya lesu saat mengetahui siapa yang menelponnya.

“Hallo”

“jack? Dimana kau?”

“jalan”

“haruskan daddy jemput? Daddy akan menelpon Jaeho”

“tidak, aku akan berjalan kaki”

“Jack! Kau adalah anakku!”

“Ck. Sudahlah, pokoknya aku akan berjalan kaki. Sudahlah, aku tutup!”

PIP

Jackson memasukkan kembali ponselnya. Dia berjalan dengan santainya. Semua orang disekitar rumahnya selalu mengagumi dia. Ntah apa yang dikagumi dari Jackson Wang. Apa karena dia putra dari William Wang? Pengusaha Minyak dan Batubara yang terkenal di Seoul? Jackson tidak memperdulikannya. Bahkan saat dia memasuki rumah yang begitu mewah dan termasuk ke kategori rumah paling mewah diantara rumah di kawasan ini, ia selalu ditatap oleh masyarakat sekitarnya. Jackson sangat risih sebenarnya, ya tapi apa daya, Ayahnya memang kaya.

Jackson memencet bell di pagar yang menjulang tinggi dan juga mewah ini. Sebuah suara terdengar.

“siapa?”

Jackson hanya tertawa kesal, karena ia selalu dibegitukan. Dalam artian, dia tidak ada bedanya dengan tamu-tamu yang biasa di terima Ayahnya. Dia anak ayahnya, bukan seorang tamu.

Mulut Jackson mendekati speaker. “Cepat buka atau akan ku pecat kau, Kimmy”

“tu..tu..tuan muda, ba..baiklah”

Pagar itu terbuka dengan sendirinya. Dan beberapa orang yang memakai jas dan juga kacamata hitam berlari ke arah Jackson. Jack kembali menghela nafas.

Masyarakat sekitar yang dari tadi mengikuti Jack menganga. Mereka hanya kagum saat melihat Jackson diperlakukan layaknya pangeran. Semua orang kagum.

Jackson melirik sekilas ke belakang, semua orang menatapnya. Ia menggigit bibirnya.

“Tuan Muda!” teriak seseorang dengan nafas tersengal-sengal. Kimmy, bisa dibilang Kimmy adalah penjaga yang diberikan oleh Ayahnya untuknya.

Kimmy menyuruh semua bodyguard utk memberikan salam untuknya dengan menjentikkan jarinya.

Ya, Setiap hari selalu begini. Jackson sudah merasa muak diperlakukan begini.

“Maaf, tuan muda.”

“cepat tutup pagarnya, aku tidak mau ditatap sama mereka”

“ba….baik”

Jackson berlari ke rumahnya yang berjarak 500m dari pagarnya. Ya, tidak dapat dipungkiri, Ayah Jackson termasuk orang terkaya di Seoul. Walau sebenarnya mereka adalah asli dari Hongkong.

Pintu besar ini terbuka.

“welcome home, sayang” sahut Ibu-nya Jack, yang berasal dari Korea, Yera Kim. Ibu nya menyambut Jackson dengan pelukan yang erat. Ya, setiap hari juga ia diperlakukan seperti bocah sd.

“Mom, aku lelah” Jack mencoba melepaskan pelukannya.

“baiklah sayang. Istirahatlah, nanti mommy akan membuatkanmu steak salmon kesukaanmu”

Jackson tidak terlalu memperdulikan ibunya berbicara, ia langsung menaikki tangga untuk ke kamarnya.

Sementara itu,

“hey, kau tidak apa-apa nak?”

Arona perlahan membuka matanya saat mendengar sebuah suara yang memanggilnya.

“huh?”Arona mengucek matanya.

“kau tidak apa-apa?”

“aku?” Arona bangkit dan melihat sekelilingnya.

“hey?”

“aku…dimana”

“kau? Dirumah bibi” kata orang itu yang menyebut dirinya itu bibi

“bibi? Apa itu bibi?” tanya Arona serius.

“eh? Yasudahlah, panggil aku bibi Mei”

Orang itu mengerjabkan matanya tak percaya, dan juga bingung. Ia menatap style Arona yang begitu aneh. Dari pakaian dan juga mata dan juga matanya berwarna biru tosca dan juga rambutnya pirang.

“aku dimana? Apakah ini di Bumi?” tanya Arona melihat sekelilignya

“i..iya di Bumi” orang itu menatap Arona aneh. Ia terus menyeleksi gaya Arona dari atas hingga ke bawah.

Tiba-tiba Arona berpikir mencoba apakah kekuatannya bisa dipakai di Bumi atau tidak. Ia menjentikkan jarinya.

JEB

“Eh…kok tiba-tiba mati. Senter dimana senter”

Arona menjentikkan jarinya kembali.

JEB

Lampu kembali hidup.

Bibi Mei melihat sekelilingnya kembali, dia berpikir dan juga bingung.

Arona tersenyum lebar. Ia kembali melihat-lihat sekelilingnya. Dan menatap sebuah bingkai foto yang berjarak 1 meter dari nya. Ia menggerakkan jarinya. Dan perlahan, bingkai foto itu melayang ke arahnya. Bibi Mei tak percaya setelah melihat Arona melakukan itu. Bibi Mei menganga.

“Bibi Mei, ini keluarga mu?” tanya Arona tapi tatapannya tak lepas dari bingkai foto itu.

“eh…i..iya” Bibi Mei tersadar.

Arona menganggukkan kepalanya. Dan membalikkan badannya.

“Bibi, bisakah ajarkan aku untuk menjadi manusia?”

“hah?”

Arona kembali tersenyum. Sejujurnya Bibi Mei bingung kenapa Arona mengatakan hal yang tidak wajar. Dia menghela nafasnya.

“ba..baiklah, ikut bibi bekerja”

“bekerja? Apa itu bekerja?”

**

Dari tadi, Jackson memainkan garpu dan pisau nya sambil memotong-motong steak didepannya ini akan tetapi tak ia makan juga. Karena kelakuannya begini, Ibunya berhenti makan. Begitupun Ayahnya.

“Jack, kenapa?” tanya Ibu nya sedikit heran. Ayahnya juga melihat Jack.

Jackson menggelengkan kepalanya. Ia kembali dengan aktivitasnya tadi. Menatap lesu maknan didepannya ini.

Seorang maid mendekati meja makan.

“maaf nyonya”

“ya?”

“apakah…keponakan saya ini boleh bekerja disini?”

“huh?”

Ibu Jackson menatap keponakan maid nya ini dari atas hingga bawah dan juga sedikit membedakan dengan maid nya ini.

“ini keponakanmu?”

“ehm..i.ya” maid itu menyenggol pinggang keponakannya itu, dan ia terkejut.

“aku…namaku Arona” dia membungkuk menundukkan kepalanya. memberi hormat dan rambut blonde nya itu berterbangan dan melewati muka Jackson.

“Arona?”

“maksudnya, Haena, nyonya, Haena Lee”

Berkat rambut itu berterbangan, Jackson menatapnya. Tak tahu kenapa, tiba-tiba saja Jackson tenggelam dengan kehadiran dia, maksudnya Arona.

Saat Arona mencoba mengangkat kepalanya, ia sedikit meringis. Rambut blonde nya itu tersangkut di kancing Jackson. Mencoba melepaskan, akan tetapi tidak bisa. Jackson terenyuh dalam diam. Karena kesal, dengan terpaksa Arona menjentikkan jari nya dan dalam sekejap, rambutnya terlepas dari kancing Jackson.

Jackson tidak bisa berhenti menatap Arona. Ntah setan apa, dia terus menatapnya tanpa berkedip.

Merasa diperhatikan, Arona juga menatap Jackson.

DEG

DEG

DEG

Detak Jantung Arona berdebar kencang. Arona bingung kenapa begini? Apakah orang yang sedang menatapnya ini memberikan sihir?

Arona terus memegangi dadanya ini. Kenapa debaran jantungnya ini tidak mau berhenti? Pikirnya.

“baiklah, mulai besok dia bisa mulai bekerja”

“terima kasih, nyonya” disaat maid itu memberikan salam terakhirnya dan berlalu pergi. Jackson tidak bisa melepaskan tatapannya dari Arona.

Muka baby face. Rambut pirang seperti bule. Dan yang sangat mengagumkan ialah matanya berwarna biru tosca. Jackson menyunggingkan senyumnya.

“it will be fun if i can stay house for full a weeks” gumam Jack yang terus menatap Arona.

**

“Bibi Mei” panggil Arona.

“Ya?”

“namaku Arona, bukan Haena, bibi Mei” tatapnya Bibi Mei itu dengan bingung dan juga terlihat dia sangat lugu.

“Arona, kau ini sedang di Bumi, bukan ditempatmu” Bibi Mei mengelus-elus rambut Arona dengan lembut.

“Bibi Mei, kau seperti ibuku” senyum Arona.

“Benarkah?”

Arona menganggukkan kepalanya. Bibi Mei kembali mengelus-elus rambut pirang Arona. Arona sangat bahagia diperlakukan seperti itu.

“EHM” seseorang mengintip mereka dari kejauhan dan membuat Arona dan Bibi Mei menoleh. Terkejut, Bibi Mei langsung menundukkan kepalanya. Ternyata, Tuan Muda di rumah mewah ini, Jackson.

“Tuan Muda, ada perlukah?” Bibi Mei bertanya. Jackson menganggukkan kepalanya dan matanya tertuju pada Arona. Mereka saling menatap.

DEG DEG DEG

Detak Jantung Arona kembali berulah. Arona mengernyitkan matanya dan memukul dadanya.

Jackson tersenyum dan kembali ke kamarnya.

Detak jantungnya tak kunjung berhenti. Aku kenapa sih? pikir Arona.

Melihat itu, Bibi Mei menjadi cemas. “Arona, kau sebaiknya pulang”

“bagaimana aku pulang bibi Mei? Aku tidak diperbolehkan pulang” kata Arona polos.

Bibi Mei menghela nafas.

“Sepertinya, Tuan Muda menyukaimu” katanya.

“menyukai? Apa artinya, Bi?”

Bibi Mei bingung menjelaskannya. Dan berpikir beberapa kali, apa dia benar-benar tidak tahu atau memang tidak diajarkan.

**

Keesokkan pagi

“Jackson, bangun sayang” Mommy-nya menggoyang-goyangkan badan Jack.

Jackson masih terlelap dalam tidurnya dan perlahan membuka matanya. Dia terkejut.

“sayang? Ada apa?”

Jackson mengerjapkan matanya dan menggelengkan kepalanya.

Ternyata, Arona berada diatas lemari sedang menatapnya tidur. Jackson menganga.

“Jackson Wang? Kenapa?”

“Mom, bisa keluar? Aku mau sekolah”

“baiklah, jangan lupa, mommy sudah buatkan kamu sup kepiting”

“baik baik, sekarang mom keluar”

Mommy Jack langsung menutup pintunya. Dan sedikit terkejut, Bibi Mei berada di depan Mommy Jack.

“Nyonya…aku perlu bantuanmu”

“bantuan?”

Jackson turun dari kasurnya dan berjalan ke arah lemari. Perlahan, melihat ke atasnya.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Jack.

“Aku? Tidak tahu” jawab Arona polos.

“bagaimana kau masuk?”

“rahasia dong”

“rahasia?”

“iya”

Jackson melipatkan kedua tangannya di dada, menatap heran pada Arona.

“Sebenarnya, kau ini manusia atau bukan sih?”

“bukan” jawab Arona.

“Pftttt,….HAHAHAHHAA” Jackson tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Arona

“apa yang kau lakukan?”

“HAHAHAHAHA are you kidding me?”

“huh?”

“maksudku, kau hanya bercanda kan?”

Arona menggelengkan kepalanya dan juga tatapan matanya mengatakan kalau ia tidak bohong. Jackson berdehem.

“kau benar-benar serius?” Jackson sedikit menjinjit itu menatap Arona dari dekat.

“menurutmu?” Arona mencondongkan kepalanya dan mendekati wajah Jackson.

Jackson dan Arona kembali bertatapan.

DEG
DEG
DEG

Arona kembali merasakan detak jantungnya yang berdegup kencang. Arona menggigit bibirnya.

“Kenapa?” Tanya Jackson. Arona mengalihkan tatapannya ke tempat lain.

Wajah Arona menjadi pucat dan berkeringat dingin. Ia kembali memegangi dadanya untuk menstabilkan detak jantungnya. Arona menghembuskan nafasnya dengan kuat.

“Hey? Kau tidak apa-apa?” Jackson mencoba memegang kening Arona tetapi tangannya tidak dapat bergerak.

“Errrkkk, kenapa…tang..anku…tidak..bisa…..” Jackson mencoba menggoyangkan tangannya tetapi tidak bisa. Disaat itulah, Arona kembali menatap Jackson yg sedang mencoba menggerakkan tangannya.

Detak Jantung itu terus saja tidak dapat berhenti.

DEG
DEG
DEG

“YAAA!!!!!!!!” teriak Arona tiba-tiba. Dan disaat itu juga, tangan Jackson kembali bergerak.

“KAU” tunjuk Arona pada Jackson.

“kenapa?” tanya Jack bingung.

“kau memantraiku kan????” Arona mengernyitkan matanya dan dia perlahan turun dari atas lemari.

“mantra?” dan , Jackson kembali tertawa mendengar pertanyaan dari Arona itu. Terbahak-bahak hingga terduduk dilantai.

Arona melihatnya tidak percaya dan mengepalkan kedua tangannya. Apakah pikirnya itu lucu? Pikir Arona.

“ternyata kau bukan manusia juga” sindir Arona dengan menatapnya lekat pada Jackson.

Dan membuat Jackson sukses tertawa geli mendengar perkataan dari Arona.

“Jackson!!!!! Kau dari planet mana sih???” tanya Arona serius. Jackson menghentikan tawanya dan mencoba berdiri.

“Aku?”

“Iyaaaaaa”

“kau pikir aku ini bukan manusia?”

“iya, soalnya kau memantraiku!” kata Arona sambil menekankan kata “Memantraiku”

“kau ini lucu sekali” Jackson mendekatinya dan mencubit pipi Arona. Jackson tersenyum.

BLUSH

Arona merasa pipinya sangat panas, dan bukan hanya pipinya, tetapi seluruh badannya panas. Dan Detak jantungnya kembali berdegup.

“berhentilahhhhh!!!!” teriak Arona sambil menjauhkan badan Jackson.

“apa?”

“mantranya!! Tolong dihentikan” pinta Arona dan kedua tangannya berada di dada Jackson.

“bukan, aku ini manusia, aku tidak pakai mantra dan…” Jackson menghentikan kata-katanya. Sepertinya ia menyadari sesuatu. Dari tingkah-tingkah Arona dari awal bertemu hingga sekarang ia ingin menjauh dari Jackson?

Jackson menyunggingkan senyumnya. Perlahan, Jackson melepaskan tangan Arona. Dan langsung memeganginya.

Arona sedikit terkejut. Mencoba melepas tangannya dari genggaman Jackson.

Mata hitam Jackson menatap lekat Arona dari atas hingga bawah.

“Namamu” tanya Jackson.

“Eh?”

“Namamu bodoh”

“Aku? Namaku Aro….” tiba-tiba saja dia terpikir pembicaraannya dengan Bibi Mei “Arona, kau ini sedang di Bumi, bukan ditempatmu”

“Aro?”

Arona menggelengkan kepalanya, “Haena Lee”

“Haena Lee?”

Arona menganggukkan kepalanya. Ia kembali mencoba melepaskan tangan Jackson dari tangannya dengan sihir tapi? Kenapa tidak bisa?

“Haena, aku tidak memantraimu”

“Terus?”

“Apa kau merasa jantungmu berdetak kencang?” tanya Jackson pelan.

“bagaimana kau tahu?”

“jelas aku tahu….” Jackson membelai rambut pirang Arona dengan lembut.

“jadi? Apa yang kau lakukan padaku?” Arona masih bingung.

“kau benar-benar tidak tahu?” Jackson menyipitkan matanya.

“iya, kalo aku tahu, aku tak akan bertanya”

Jackson diam. Dia terus membelai rambut Arona yang begitu indah itu.

“Ya! Jelaskan padaku?”

Jackson menghentikan aktivitas membelai rambut Arona dan mendekatkan wajahnya hingga hanya berjarak 2cm dengan wajah Arona.

Arona sedikit terkejut dengan Jackson mendekatkan wajahnya ini.

“bagaimana? Kau merasakannya lagi kah?” tanya Jackson santai.

“Uh…ah…mmm, i..iiya” Arona sedikit terbata-bata.

Jackson tersenyum lebar dan menjauhkan wajahnya.

“kau menyukaiku, bodoh” tanya Jackson

“menyukai? Maksudnya?”

“kalo kau dekat denganku, kau akan tahu apa arti menyukai itu” jawab Jackson asal.

“benarkah? Baiklah, mulai besok.”

Jackson terkejut dengan jawaban yang dilontarkan Arona. Dia mengedipkan matanya terus menerus.

“Baiklah, hey, menghadap kesana” arona menyuruh Jackson menatap ke jendela.

“ada sesuatu?” Jackson menatap ke jendela dan… Arona menghilang.

Jackson mencari Arona di seluruh sudut kamarnya itu hingga melihat ke bawah kasurnya. Hingga ada yang mengetuk pintunya.

“Tuan Muda, sarapan sudah siap” kata Bibi Mei yang membuka pintu dan ketika ingin keluar, Jackson bertanya,”Bi, Haena dimana?”

“Haena? Dia ada di kamarnya, Tuan Muda. Kalau begitu, saya duluan, Tuan Muda”

Jackson menganggukkan kepalanya dengan rasa yang tidak percaya. Tetapi dibalik itu, Jackson tersenyum.

“Sebenarnya, Kau itu siapa sih, Haena?” pikirnya sambil tersenyum sendiri.

TBC

ANYEOOOOOOOOOOOONGHASEOOOO!!! DJ DJ kembali lagi~~~ thor bawa ff baru nich, yah walaupun thor ga ahli dalam ff ya gitu deh. Ada ide buat ff baru, maklumin aja ya. Agak aneh nih cerita ff thor yg baru, tapi yaaa kalo ga suka ya ga usah baca/? *ceritanya thor marah gitu* lol

Tau deh, YBNP belom selesai, tapi thor fokus ke ff ini huhu sedih sih Tapi tapi tenang, thor bkalan lanjutin YBNP kok! Tapi gatau kapan tuh dapet hidayah ngelanjutinnya/? H3h3h3h3.

Jangan lupa kasih komen yaaaaa~ thankies~ /much love from DJ/❤

About fanfictionside

just me

2 thoughts on “FF/ IT’S CALLED OF LOVE/ GOT7/ pt. 1

  1. jackson hebatt!! bca karakternya di sini jadi inget shikamaru saya .. eh!! :’v
    arona nya lucu xD
    lanjut t thor.. jgan lama2 okay!!😉

  2. keren FF nya thor.. sebelumnya saya reader baru hehe.. *siapa yg nanya :’v
    lanjutt jangan lama2 tapi, ini ff bkin aku nge fly sendiri masa/?wks :v
    NEXTTT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s